joehanes
unread,Dec 19, 2007, 11:49:41 PM12/19/07Sign in to reply to author
Sign in to forward
You do not have permission to delete messages in this group
Either email addresses are anonymous for this group or you need the view member email addresses permission to view the original message
to National Integration Movement
Kalla: Polisi Harus Tegas Soal Ahmadiyah
Kamis, 20 Desember 2007 | 11:32 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Polisi
bersikap tegas atas kasus penyegelan tempat ibadah Ahmadiyah di
Kuningan dan Tasikmalaya, Jawa Barat.
Menurut Kalla, dia sudah hal ini dengan Presiden dan pihak Kepolisian
supaya tidak ada pihak manapun yang menghalangi golongan tertentu
untuk menjalankan ibadah yang diyakininya. "Jadi harus segera dibuka
segel-segel di tempat ibadah itu," kata Kalla setelah menyerzahkan
secara simbolis hewan kurban kepada DPP Partai Golkar di Kantor DPP
Golkar, Jakarta, Kamis (20/12).
Kalla juga meminta kepada Polisi supaya bertindak tegas terhadap orang-
orang yang menghalangi masyarakat yang akan menjalankan keyakinan
agamanya."Polisi nanti akan bertindak tegas akan hal ini," kata dia.
Kalla juga meminta agar di hari yang baik ini, di hari Idul Adha,
Majelis Ulama Indonesia menjalankan dakwahnya dengan baik. Menurut
Kalla, Fatwa MUI memang menjadi acuan bahwa Ahmadiyah bertentangan
dengan Syariat Islam. "Tetapi kan tidak harus hantam orang, tidak
harus memukuli, yang memukuli itu yang salah," kata dia.
MUI, kata Kalla, membuat Fatwa sesuai kebenaran yang diyakini oleh
agama dan tidak pernah ada perintah MUI untuk memukuli orang bahkan
melakukan pembakaran." Tidak ada itu, Jadi yang membakar rumah itu
salah," kata Kalla.
Meurut Kalla, kebebasan beragama, dijamin Undang-Undang Dasar dan hal
itu tidak perlu dikuatirkan. "Memang harus ada ketentuan agar semua
orang menjaga kehormatannya menjalankan agama sebaik-baiknya," kata
Kalla.
Anton Aprianto