FW: [akkbb] Pelurusan Fakta Tragedi Berdarah Monas

8 views
Skip to first unread message

archana

unread,
Jun 24, 2008, 2:26:28 AM6/24/08
to nationali...@googlegroups.com, Anand Ashram

Bosses…JGD,

 

Akhirnya Aliansi mengeluarkan pernyataan pelurusan fakta mengena Tragedi Berdarah Monas.

I just wish they would have done earlier.

 

Tetap semangat!

archana

 

 

Pelurusan Fakta Tragedi Berdarah Monas

 

 

Tragedi Monas, 1 Juni 2008, berupa penyerangan kelompok Front Pembela Islam (FPI) kepada massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan telah menjadi bahan perbincangan publik yang terus bergulir tak tentu arah. Tulisan ini ingin sedikit memberi klarifikasi terhadap kesimpangsiuran berita yang mulai cenderung salah arah tersebut.

 

Penyerangan, Bukan Bentrok

Beberapa media tidak segan-segan menyebut tragedi ini “bentrokan” antara massa FPI dan AKKBB. Istilah bentrokan sungguh menyesatkan karena itu mengandaikan AKKBB juga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

 

Faktanya, FPI menyerang massa AKKBB. Saat itu, acara belum dimulai. Sebagian massa AKKBB berada di pelataran Monas menunggu aksi longmarch yang akan dimulai dari kawasan belakang stasiun Gambir. Sambil menunggu massa AKKBB yang lain, massa yang ada di pelataran Monas tersebut duduk-duduk. Ketika massa FPI mendekat, massa AKKBB diperintahkan untuk duduk. Saya sendiri yang menyampaikan kepada massa untuk tidak terprovokasi, karena kami melihat massa FPI semakin dekat dan berteriak-teriak sambil mengancung-acungkan pentungan. Saya lalu meminta massa untuk menyanyikan lagu Indonesia raya. Belum sempat lagu kebangsaan itu dinyanyikan, massa FPI sudah menyerbu. Mereka memukul dengan pentungan bambu, meninju, menendang, menginjak-injak, sambil melontarkan sumpah serapah. Saya masih sempat menyeru massa AKKBB untuk tetap duduk, sebab kesepakatan kita, aksi ini adalah aksi damai. Kalau ada serangan fisik, maka kita akan duduk dan tidak melakukan perlawanan. Massa AKKBB memang patuh kepada kesepakatan, tidak ada satupun massa yang melakukan perlawanan. Tetapi karena serangan begitu massif, akhirnya massa AKKBB bubar menyelematkan diri. Ibu-ibu menangis, anak-anak menjerit ketakutan, puluhan orang menderita luka.

 

Tidak Ada Provokasi

Beberapa hari setelah tragedi, muncul pemberitaan bahwa massa AKKBB melakukan provokasi terlebih dahulu melalui orasi yang menyatakan bahwa massa penyerang itu adalah “laskar setan atau iblis.” Itu adalah dusta besar. Faktanya, acara belum dimulai. Orasi belum dilaksanakan. Yang ada hanyalah seruan kepada peserta AKKBB untuk duduk, untuk tidak terprovokasi, dan untuk menyanyikan lagu Indonesia raya. Dan tidak pernah ada bukti bahwa orasi provokasi benar-benar dilakukan oleh AKKBB.

 

Patut dicatat beberapa pernyataan dalam orasi-orasi pemimpin serangan FPI pada saat serangan telah dilakukan. Alfian Tanjung mengatakan di depan massa FPI: “Saya bangga dengan Anda semua yang telah melibas mereka dengan cepat.” Indikasi bahwa aksi ini dilakukan secara terencana dan dengan restu Riziq Shihab bisa dilihat dari pernyataan Alfian Tanjung selanjutnya: “Pada pertemuan terakhir kita dengan Habib Riziq, dia memegang tangan saya, “Ustadz Alfian, hari minggu siang kita perang.”  Pada kesempatan itu, Alfian juga mengatakan bahwa mereka baru saja menang satu kosong, dan mereka akan terus menang sampai 1000 kosong.

 

Menjelang bubar, Munarman menyampaikan kepada massanya bahwa aksi mereka hari itu belum apa-apa: “Kita belum memenangkan pertempuran… Berikutnya kita akan datangi tempat-tempat mereka. Kita akan datangi yang namanya Goenawan Mohamad. Kita akan datangi yang namanya Asmara Nababan. Munarman juga menyampaikan: “Sudah ada penyampaian baik dari polisi maupun intelijen kita yang menyatakan konsentrasi massa pembela-pembela Ahmadiyah itu sudah bubar. Tidak ada kegiatan di HI dan di depan RRI.”

 

Bukti-bukti orasi ini sangat penting untuk melihat bahwa FPI memang melakukan serangan secara terencana dan bukan insidental.

 

Senjata Api

Ada foto yang beredar tentang seorang berbaju putih yang mengangkat pistol. Ini, oleh beberapa berita, disebut sebagai provokasi dari AKKBB. Perlu ditegaskan kembali bahwa aksi hari itu adalah aksi Apel Akbar Peringatan 63 Tahun Pancasila dengan tema “Satu Indonesia untuk Semua.” Sejak awal, aksi AKKBB adalah aksi damai. Jangankan memprovokasi, kita bahkan sepakat bahwa jika ada serangan, maka kita akan duduk dan tidak melakukan perlawanan. Tidak pernah ada instruksi bagi peserta aksi untuk membawa senjata tajam. Fakta bahwa banyak peserta aksi adalah ibu-ibu dan anak-anak adalah bukti bahwa aksi ini memang dirancang dalam format damai.

 

Ada anggapan bahwa si pembawa pistol adalah massa AKKBB karena mengenakan pita merah putih di lengan bajunya. Yang harus diketahui adalah bahwa panitia aksi hari itu sama sekali tidak menyediakan atribut pita merah putih yang dipasang di lengan baju. Panitia hanya menyediakan kalung pita merah putih yang hanya dipakai oleh para perangkat dan simpul-simpul aksi. Aksi ini sendiri bersifat umum karena mengundang siapa saja melalui media massa dan pengumuman internet. Penggunaan atribut pita merah putih di lengan baju dilakukan pada aksi AKKBB sebelumnya, 6 Mei 2008. Tetapi pada 1 Juni 2008, panitia tidak menyediakan atribut serupa.

 

Ada pernyataan Munarman yang menarik. Dia mengatakan: “Kami tidak bisa dibohongi karena sudah menyusupkan orang kami di tengah-tengah mereka….” (Sabili No. 25 Th. XV). 

 

Keluar Rute

Massa AKKBB juga dianggap menyalahi pemberitahuan kepada pihak polisi karena tidak patuh kepada rute awal, yakni belakang stasiun gambir kemudian menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI). AKKBB dianggap melanggar karena masuk ke pelataran Monas.

 

Faktanya, rencana aksi AKKBB akan dimulai pukul 14.00 WIB. Penyerangan yang dilakukan FPI di dalam pelataran Monas adalah pukul 13.15 WIB. Perlu diketahui adalah bahwa massa AKKBB yang ada di pelataran Monas tersebut tidak sedang melakukan aksi, melainkan bersiap-siap menuju tempat dimulainya aksi, yakni belakang stasiun Gambir. Massa yang diperkirakan hadir pada aksi peringatan Pancasila tersebut adalah sekitar 10.000 orang. Massa ini belum berkumpul pada satu titik secara utuh, mereka masih berpencar di sekitar Monas, karena hari itu memang Monas sangat ramai. Massa AKKBB masih menunggu dimulainya aksi. Massa AKKBB masih bergerombol di banyak sekali tempat di sekitar Monas. Salah satu kumpulan massa yang terbesar adalah di tempat di mana massa FPI menyerang tersebut. Massa AKKBB masih ada di banyak tempat, sebagian besar masih dalam perjalanan. Tidak benar aksi keluar dari rute, sebab aksi belum dimulai.

 

Menipu Peserta

Berita terakhir yang banyak beredar bahwa AKKBB telah menipu massa anak-anak dan ibu-ibu yang diajak untuk berwisata ke Dufan, tetapi kemudian diarahkan menjadi peserta aksi. Ini juga adalah dusta.

 

Faktanya, aksi peringatan Pancasila ini sudah diberitakan melalui tidak kurang dari delapan media cetak. Pemberitahuan ini juga ditambah dengan pengumuman di pelbagai mailing list. Dan tidak pernah keluar bukti bahwa para peserta itu ditipu. Yang terjadi adalah upaya untuk memfitnah aksi AKKBB ini dengan pelbagai cara.

 

Pengalihan Isu BBM

Fitnah yang paling keji dan menggelikan adalah ketika tragedi Monas disebut sebagai bentuk pengalihan isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang sengaja dilakukan oleh AKKBB. Fitnah ini sangat keji, karena peserta aksi AKKBB yang prihatin terhadap gejala pengabaian dasar negara, Pancasila, kemudian tanpa bukti disebut untuk mengalihkan isu.

 

Faktanya, jika tragedi ini disebut sebagai pengalihan isu, maka sesungguhnya yang patut disebut sebagai pelaku pengalihan isu adalah massa penyerang. Inisiatif menyerang ada di tangan FPI. Kalau mereka tidak melakukan gerakan serangan, maka barangkali isu kenaikan harga BBM akan tetap jadi perbincangan. Sekali lagi, AKKBB adalah korban dari sebuah inisiatif serangan dari pihak FPI.

 

Saidiman

www.saidiman.wordpress.com


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

__._,_.___

http://www.akkbb.wordpress.com
--------------------------------------------------------------------

"Islam Yes! MUI No!"


Need traffic?

Drive customers

With search ads

on Yahoo!

Yahoo! Groups

Latest product news

Join Mod. Central

stay connected.

Yahoo! Groups

Discover healthy

living groups and

live a full life.

.


__,_._,___


No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.4.1/1515 - Release Date: 6/23/2008 7:16 PM


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.4.1/1515 - Release Date: 6/23/2008 7:16 PM

didit palgunadi

unread,
Jul 1, 2008, 7:20:37 AM7/1/08
to nationali...@googlegroups.com

Salam Indonesia!

 

Membaca tulisan DR (HC). Ir. Siswono Yudo Husodo, berjudul “Implementasi Pancasila di Tengah-tengah Dinamika Perekonomian Nasional, Regional dan Global: Strategi Mewujudkan Perekonomian Nasional Yang Kuat dan Memenuhi Prinsip Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” sungguh membuat hati ini miris. Tulisan ini disampaikan pada acara Forum Koordinasi dan Konsultasi Peningkatan Penghayatan dan Implementasi Ideologi Pancasila, tanggal 26 Juni 2008 lalu, yang juga dihadiri oleh Ibu Maya Safira Muchtar sebagai Ketua Umum NIM. Beberapa kalimat yang sangat penting, saya pertebal. Berikut ringkasan dari tulisan tersebut, semoga bermanfaat bagi kita semua:

 

Era globalisasi dicirikan dengan the borderless world, dimana mutasi manusia, barang, modal, teknologi dan budaya antar negara nyaris tanpa hambatan; dengan liberalisasi, demokratisasi, transparansi, penghormatan pada HAM dan perhatian yang besar pada peningkatan kualitas lingkungan hidup, serta otonomi yang semakin meningkat berbarengan dengan saling ketergantungan yang semakin tinggi. Kita dihadapkan pada pertanyaan: bagaimana membuat skema integrasi itu bermanfaat dan menguntungkan kita sebagai bangsa yang berdaulat?

 

Situasi dunia saat ini sedang dilanda meluasnya gejala krisis finansial global yang bermula dari krisis kredit macet perumahan (sub-prime mortgage) di AS sejak Juli 2007. Keperkasaan ekonomi AS berkurang, dimana sejumlah bank besar atau hedge fund yang bermain sekuritas berbasis sub-prime mortgage yang mandeg menjadi kolaps atau dalam kesulitan keuangan. The Fed harus menginjeksikan likuiditas senilai 200 miliar USD (2,5 kali APBN kita), ke pasar uang guna mendukung akuisisi JP Morgan Chase atas bank investasi Bear Stearn. Keperkasaan ekonomi AS berkurang mengingat sebelumya Citigroup Inc, Merril Lynch dan Morgan Stanley juga telah meminta bailout dari investor luar negeri, termas


didit palgunadi

unread,
Jul 1, 2008, 7:20:53 AM7/1/08
to nationali...@googlegroups.com

Salam Indonesia!

 

Membaca tulisan DR (HC). Ir. Siswono Yudo Husodo, berjudul “Implementasi Pancasila di Tengah-tengah Dinamika Perekonomian Nasional, Regional dan Global: Strategi Mewujudkan Perekonomian Nasional Yang Kuat dan Memenuhi Prinsip Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” sungguh membuat hati ini miris. Tulisan ini disampaikan pada acara Forum Koordinasi dan Konsultasi Peningkatan Penghayatan dan Implementasi Ideologi Pancasila, tanggal 26 Juni 2008 lalu, yang juga dihadiri oleh Ibu Maya Safira Muchtar sebagai Ketua Umum NIM. Beberapa kalimat yang sangat penting, saya pertebal. Berikut ringkasan dari tulisan tersebut, semoga bermanfaat bagi kita semua:

 

Era globalisasi dicirikan dengan the borderless world, dimana mutasi manusia, barang, modal, teknologi dan budaya antar negara nyaris tanpa hambatan; dengan liberalisasi, demokratisasi, transparansi, penghormatan pada HAM dan perhatian yang besar pada peningkatan kualitas lingkungan hidup, serta otonomi yang semakin meningkat berbarengan dengan saling ketergantungan yang semakin tinggi. Kita dihadapkan pada pertanyaan: bagaimana membuat skema integrasi itu bermanfaat dan menguntungkan kita sebagai bangsa yang berdaulat?

 

Situasi dunia saat ini sedang dilanda meluasnya gejala krisis finansial global yang bermula dari krisis kredit macet perumahan (sub-prime mortgage) di AS sejak Juli 2007. Keperkasaan ekonomi AS berkurang, dimana sejumlah bank besar atau hedge fund yang bermain sekuritas berbasis sub-prime mortgage yang mandeg menjadi kolaps atau dalam kesulitan keuangan. The Fed harus menginjeksikan likuiditas senilai 200 miliar USD (2,5 kali APBN kita), ke pasar uang guna mendukung akuisisi JP Morgan Chase atas bank investasi Bear Stearn. Keperkasaan ekonomi AS berkurang mengingat sebelumya Citigroup Inc, Merril Lynch dan Morgan Stanley juga telah meminta bailout dari investor luar negeri, termasuk lembaga-lembaga investasi milik pemerintah asing dari Timur Tengah, Skandinavia, Rusia dan Singapura. Di World Economic Forum, delegasi AS secara terbuka mengeluhkan pengaruh politik dari dikuasainya sebagian saham perusahaan-perusahaan besar AS oleh dana-dana negara-negara asing tersebut. Sejumlah analis mengatakan bahwa hal ini menunjukkan bahwa sistem finansial global telah gagal, akibat negara-negara maju tidak mengatur operasi lembaga-lembaga keuangannya.

 

Menurut laporan Bank Dunia, ditahun 2040, urutan peringkat ekonomi dunia adalah China, AS, India, Jepang dan Jerman. Pusat ekonomi dunia tidak lagi di Eropa atau Amerika, tapi di Asia. Dengan kondisi krisis yang dialami AS, perekonomian dunia nampaknya telah menemukan momentum untuk bergerak menuju keseimbangan baru. Perpindahan pusat ekonomi dunia ke Asia bisa terjadi dalam waktu yang lebih cepat dari tahun 2040.

 

Tak lama lagi, kita akan melihat dunia yang baru di bidang ekonomi. Sekarang ini kalau kita berbicara privatisasi dan liberalisasi , yang bermain bukan hanya perusahaan-perusahaan negara-negara barat. Di Indonesia, Krakatau Steel dilirik oleh raksasa baja asal India, Mittal; Indosat dioper perusahaan dari Qatar, Telkomsel dimiliki Temasek Singapura, Lippo Bank dimiliki Khazanah-Malaysia; dan sebagainya.

 

Kita telah merdeka sejak tahun 1945, namun pada waktu ini teraskan bahwa dalam banyak aspek, kita kurang berdaulat; dalam banyak hal kita terlalu mematuhi keinginan negara lain. Politik ekonomi kita terasa kurang berwawasan kebangsaan.

Manifestasinya tampak pada ketergantungan impor pangan yang semakin besar. Kita mengimpor sapi 25% konsumsi nasional, mengimpor susu 90% konsumsi nasional, garam 50% konsumsi nasional, kedele 70% konsumsi nasional, bawang putih 90% konsumsi nasional dan gula tebu 40% konsumsi nasional. Padahal untuk semua itu, kita bisa memenuhinya sendiri dengan meningkatkan produksi yang sekaligus menyediakan lapangan kerja yang amat luas, menghemat devisa dan lebih membanggakan. Sektor perbankan dan telekomunikasi yang sangat menguntungkan, sudah jatuh ke tangan asing, menyusul sektor Migas yang sudah sejak dulu dikuasai asing. Menteri Kehutanan menawarkan ratusan ribu Ha lahan para investor luar negeri dibidang perkebunan. Pada waktu ini, sekitar 30% perkebunan sawit telah menjadi milik asing. Bila hal ini tak dikoreksi, dalam tempo singkat akan sangat luas perkebunan di tanah air kita yang dimiliki asing; lalu apa bedanya dengan jaman penjajahan Belanda?

 

Pada waktu ini, negara bangsa kita sedang menghadapi problem-problem besar yang perlu segera diatasi, antara lain: kemiskinan, pegangguran, inflasi,utang luar negeri yang terus meningkat dan pengelolaan SDA yang kurang bertanggung jawab. Sungguh tragis, ketika hutang luar negeri meningkat drastis, SDA terkuras, BUMN dijual, rakyat miskin dan pengangguran justru meningkat. Tentu ada yang salah pada pengelolaan perekonomian negara kita. Korupsi yang meluas, merosotnya solidaritas dan toleransi yang ditandai dengan terjadinya berbagai peristiwa konflik di berbagai daerah dengan latar belakang agama, etnis dan bahkan antar kampung. Tepatkah dan patutkah ada organisasi yang menamakan dirinya Front Pembela Islam? Komando Laskar Jihad? Kenapa bukan yang lebih sejuk seperti: Nadhlatul Ulama, Muhammadiyah dan lain-lain? Apakah negara dalam keadaan perang? Kemudian sistem politk yang tidak efisien dengan money politics yang merajalela dan daya saing yang rendah.

 

Untuk membangun negara yang kuat, yang mampu melindungi dan memajukan ekonomi rakyat, kita memang harus mengacu pada Pancasila. Welfare state dan Pancasila memiliki kesamaan falsafah yaitu falsafah kebersamaan atau kegotongroyongan antar komponen bangsa. Welfare state  adalah bentuk pemerintahan dimana negara dianggap bertanggungjawab untuk menjamin standar hidup minimum bagi setiap warganya. Semua layanan negara sebenarnya dibiayai sendiri oleh masyarakatnya yang telah menjadi makmur, melalui sistem asuransi, provident fund, dan perpajakan yang progresif dan efektif, dengan orientasi utamanya mendukung human investment. Kesejahteraan adlah buah dari sistem ekonominya yang mandiri, produktif dan efisien dengan pendapatan individu yang memungkinkan saving. Belum membaiknya kesejahteraan rakyat bukanlah karena Pancasila adalah ideologi yang gagal, tetapi karena elite politik tak mengembangkan nilai-nilai instrumental dari ideologi Pancasila itu. Indonesia bergerak semakin menjauh dari cita-cita membangun negara kesejahteraan. Pasar, dalam konsep negara kesejahteraan bisa didesain dan negara tidak membiarkan terjadinya pasar yang naturalistik karena kalau itu terjadi yang kuat akan menelan yang lemah.

 

Pancasila sebagai ideologi terbuka perlu merevitalisasi dirinya (berkemampuan menanggapi tuntutan jaman) agar dapat mengantarkan negara bangsa kita dengan sukses menjalani berbagai dinamika perubahan itu. Ideologi nasional Pancasila sebagai inspirator gerak bersama masyarakat perlu mempunyai warna baru yang mendorong kemandirian dan peningkatan daya saing. Dalam mengembangkan kemampuan bersaing itu, kondisi integrasi nasional yang mantap adalah salah satu penentu. Dalam rangka itu, hadirnya organisasi-organisasi yang melakukan pendekatan-pendekatan yang sifatnya intimidatif, propokatif, diskriminatif, destruktif, tidak sesuai dengan semangat dan jiwa dari Pancasila. Tragisnya, beberapa berlabel agama, yang seharusnya justru menambahkan kedamaian. Keberhasilan Pancasila sebagai suatu ideologi, akan diukur dari terwujudnya kemajuan yang pesat, kesejahteraan yang tinggi dan persatuan yang mantap dari seluruh rakyat Indonesia.

 


Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages