joehanes
unread,Apr 7, 2009, 12:39:32 AM4/7/09Sign in to reply to author
Sign in to forward
You do not have permission to delete messages in this group
Either email addresses are anonymous for this group or you need the view member email addresses permission to view the original message
to National Integration Movement
Diskusi Kebangsaan National Integration Movement (NIM)
Semakin dalam fondasi sebuah bangunan, maka semakin kokoh juga
bangunan itu
berdiri. Demikian pula, semakin kokoh dasar negara sebuah bangsa, maka
semakin kokoh pula bangsa itu dalam menghadapi arus globalisasi yang
sekarang sedang menerpa dunia, termasuk bangsa Indonesia.
Dasar negara sebuah bangsa semestinya digali dari nilai-nilai luhur
yang
terdapat dalam kebudayaan dan kearifan lokal bangsa itu. Itulah yang
dilakukan para founding fathers Indonesia ketika menggali puncak-
puncak
kebudayaan Nusantara sampai 5000 tahun ke belakang, yang kemudian
terangkum
dalam dasar negara Indonesia saat ini, yakni : Pancasila.
Sayangnya, banyak anak bangsa sudah melupakan hal ini sehingga mereka
terombang ambing dan terpecah belah dalam menemukan jati diri bangsa.
Akibatnya, bangsa Indonesia rentan terhadap proses disintegrasi yang
telah
dan sedang berlangsung di negeri kita tercinta ini.
Melihat pentingnya penghargaan dan apresiasi pada kearifan lokal perlu
dibangkitkan dan ditingkatkan dalam diri tiap anak bangsa sehingga
dalam
rangka memperingati berdirinya National Integration Movement (NIM)
yang
ke-4, maka NIM akan mengadakan sebuah acara diskusi kebangsaan dengan
tema
"Membangun Bangsa dengan Persatuan yang berdasar pada Semangat
Mencintai
Budaya Bangsa dan Kearifan Lokal," pada :
Tanggal : Hari Sabtu, 11 April 2009.
Waktu : 16:00 - 18:00 WIB
Tempat : Pusat Pelatihan Diri One Earth, Ciawi-Bogor, Jawa Barat.
Narasumber :
1. Prof. Dr. Yus Rusyana - Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia
(UPI)
Bandung/Sastrawan
2. Bapak Maman S. Mahayana - Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB)
Universitas
Indonesia/Pengamat Kearifan Budaya Lokal.
Kegiatan ini merupakan salah satu momentum dari rangkaian kampanye
publik
NIM dalam pencanangan Hari Bhakti Bagimu Ibu Pertiwi yang jatuh pada
setiap
tanggal 1 September.
Penerimaan terhadap keberagaman, atau pluralitas haruslah berlandaskan
pada
sebuah jalinan benang merah yang merangkai nilai-nilai terluhur dan
tertinggi dari kearifan-kearifan lokal yang ada di wilayah negara
Indonesia
ini, yakni Cinta. - Anand Krishna
Rasa Cinta dan Semangat Bhakti Bagi Ibu Pertiwi harus dibangkitkan
dalam
sanubari tiap-tiap anak bangsa.
Setelah acara ini akan dilanjutkan dengan Pesta Para Sufi (Sufi
Mehfil) yang
akan berlangsung sampai Pk. 21:00 WIB
Untuk keterangan lebih lanjut hubungi : Imus (0813.899.06800),
Istiqomah
(0811.1986.433)