SUBANG, KOMPAS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pemerintah
daerah untuk tidak ragu dalam menjalankan program penyaluran benih
gratis yang telah dicanangkan Pemerintah. Presiden mengaku mendengar
adanya keraguan tersebut karena program ini dijalankan dengan
penunjukkan langsung, sehingga pihak terkait takut dituduh korupsi.
"Saya mendengar ada laporan keragu-raguan dalam penyaluran benih,
karena mereka takut dituduh menyeleweng atau melakukan korupsi. Saya
sampaikan kepada para menteri, Jaksa Agung, Kapolri agar jangan cepat
menuduh orang melakukan korupsi karena hanya mendengar, sebab orang
menuduh itu dosanya besar," ujar Presiden.
Pernyataan Presiden ini disampaikan dalam salah satu bagian temu
wicara Presiden dengan petani dalam rangka panen raya padi varietas
Mira (milik Rakyat) I, di Desa Rancadaka, Kecamatan Pusakanagara,
Subang, Jawa Barat, Senin (4/6) siang, Saat Menteri Pertanian Anton
Apriantono menjawab pertanyaan petani tentang masalah ini, Presiden
lalu turut berbicara.
Menurut Presiden, program penyaluran benih, telah memiliki persetujuan
Menteri Pertanian, bahkan sudah ada kespakatan dengan Kapolri dan
Jaksa Agung bahwa (penunjukkan langsung) sesuai dengan ketentuan.
"Korupsi itu jika masuk ke kantong sendiri. Kita harus memulai dari
keteraturan, tidak main tuduh. Yang baik adalah saling mengingatkan.
Sekarang, bagaimana caranya dengan ketentuan yang ada, dengan
kesepakatan yang sudah ada juga, penyaluran benih ini cepat
terealisasi," tutur Presiden.
Sebelumnya dalam salah satu bagian pidatonya, Presiden mengigatkan
supaya program penyaluran benih dipercepat dan dilakukan secara
merata. Sejauh ini, program yang memakan anggaran sekitar Rp 1 triliun
tersebut belum berjalan optimal di tingkat kabupaten.