Salam Indonesia,
Teman2, kita selama ini menyerukan campaign2 yang mengingatkan seluruh lapisan masyarakat agar kembali ke budaya asal.
Guruji mengajak kita untuk berkampanye bukan tanpa alasan. Berita di bawah ini menunjukkan tentang ke khawatiran Guruji selama ini.
Masih banyak orang yang tidak “aware” tentang keadaan seperti ini.
Teman2, adakah dari teman2 yang bisa cari tahu tentang suku Dayak Losarang? Setahu saya, masyarakat Dayak itu sangat bersahabat dengan alam.
Jika ya, we can also campaign this in our Pesta Rakyat, bahwa global warming terjadi because “agama modern” selalu berupaya untuk membumi hanguskan komunitas2
Indigenous. Jika kita tahu sedikit tentang masyarakat Dayak, we can spread this awareness to the people about this community dan juga di selaraskan dengan our campaign to stop climat change through preserving komunitas2 semacam ini.
Indonesia Jaya!
archana
Pikiran Rakyat 25 September 2007
Komunitas "Bumi Segandu" di Blok Pintu Air Desa Krimun Kec. Losarang
Kab. Indramayu atau yang lebih dikenal sebagai "Dayak Losarang"
meminta perlindungan kepada anggota dewan di DPRD setempat.
Mereka meminta perlindungan karena merasa keberadaan komunitasnya terancam
menyusul adanya pernyataan Majellis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Indramayu yang
menyatakan aliran Suku Dayak Losarang bertentangan dengan akidah dan syariat
Islam, sehingga perlu dihentikan eksistensinya.
Hal itu terungkap menyusul kedatangan enam orang perwakilan dari komunitas
"Dayak Losarang" ke DPRD Indramayu, senin 24/9. Dihadapan Ketua DPRD
Kab Indramayu, H. Hasyim Junaedi, dua anggota komunitas "Dayak Losarang".
Dedi dan Warlam Wanalas menyatakan saat ini komunitasnya resah menyusul adanya
pernyataan MUI Indramayu itu.
Selain fatwa MUI Indramayu, kata Dedi dan WArlam, hal lain yang juga memicu
keresahan di komunitasnya adalah adanya pernyataan Camat Losarang Drs. Prawoto
yang menyatakan komunitas "DAyak Losarang" telah membahayakan
eksistensi negara dan pemerintahan sekaligus minta dibekukan.
Pernyataan-pernyata an itu, kata Dedi dan Warlam, dapat mengundang sentimen dan
antipati dari masyarakat dan dikhawatirkan dapat memicu terjadinya penyerangan
dari pihak lain, seperti yang terjadi pada aliran dan komunitas lain. Oleh
karena itu, komunitas "Dayak Losarang" meminta perlindungan kepada
DPRD Indramayu agar tidak diganggu dan dibekukan aktifitasnya.
Terkait kehadiran anggota perwakilan komunitas "DAyak Losarang"
tersebut, Ketua DPRD Indramayu, H. Hasyim Junaedi mengaku belum dapat berbicara
banyak. "Prinsipnya kami akan terlebih dahulu mempelajari permasalahannya.
Kami akan meminta komisi A untuk mengkajinya hingga dapat dipahami secara benar
keberadaan komunitas tersebut" ujarnya.
archana