Sebagai seorang kader PKS saya berani berkata bahwa saya paham apa yang
sedang terjadi, dan apa yang ditulis oleh Bapak Anand Krishna adalah sebuah
realita yang bukan hanya nyaris terjadi di Indonesia tapi kenyataannya sudah
melanda Indonesia. Disintegrasi yang dulu hanya sekedar bahaya laten kini
sudah menjelma nyata di bumi pertiwi ini dalam wujud perda-perda syariat
(baik syariat islam atau syariat injili di manokwari). Saya yakin kelompok
atau ormas islam ini pun termasuk pemimpinnya seperti ba'asyir, nur wahid,
sobri lubis, din syamsudin, kyai NU, Muhammadiyah, ulama salaf, ulama jamaah
tabligh, Hizbut Tahrir, NII, thariqoh2 kalau didudukkan bersama pun pasti
akan ribut mengenai syariat seperti apa yang akan diterapkan di Indonesia.
Saya tahu persis bagaimana konflik HTI dengan PKS karena sebenarnya dulu
mereka berasal dari akar yang sama yakni gerakan ikhwanul muslimin Hasan Al
Banna lalu kemudian terjadi perpecahan. Masih segar di ingatan saya pada
saat dauroh (training) atau kita melakukan syuro para ikhwan menyindir
rekan-rekan di HTI. Yang berbicara pun mantan HTI. Saya juga masih ingat
rekan-rekan mahasiswa salafi yang mencabuti poster-poster kami apabila kami
sedang melakukan syiar. Bagaimana ikhwah di JT menyindir akhwat PKS sebagai
akhwat 'dangdut' karena gamis dan jilbab kami berwarna-warni. Jangankan
urusan syariat yang sangat berat, urusan cara baca tafsir saja saja antara
kami yang berada di LDK (lembaga dakwah kampus) dengan rekan salafi sudah
bertentangan. Saya ingat bagaimana rekan saya dari salafi menyalahkan cara
kami yang tidak membaca bahasa arab dari hadist yang kami baca dan tidak
melagukannya. Saya juga ingat ketika waktu itu kami di majelis syuro/MS
membahas tentang kasus rekan salafi yang berpacaran dan selalu bergandeng
tangan (Note : kalau di kampus think thank itu berada di majelis syuro
sebagai lapis satu, lapis dua di sebut sebagai MB yang tinggal menerima
kepetusan kami dari MS lalu menurunkan kepada sayap-sayap dakwah kami di
syiar, politik, dan tarbiah/kaderisasi). Belum lagi pertentangan kami dengan
NII dimana kami sepakat bahwa NII itu sesat dan membahayakan. Tidak usah
kelompk yang memang berbeda aliran, ikhwah JT dan salaf saja yang cara
pakaiannya sama sering saling menyindir dan menghina satu sama lain. Saya
bisa mengungkap fakta ini karena saya dulu di SMU adalah aktifis JT. Saya
juga tahu seluk beluk NII karena saya pun pernah di bai'ah tapi hanya sampai
level satu.
Anda bisa membayangkan hal sekecil ini saja mereka (kelompok islam) sudah
ribut, apalagi masalah yang sangat besar seperti syariat. Cara kami
berpakaian di PKS saja sudah diributkan oleh ikhwah JT dan salaf apalagi
urusan syariat lain misalnya cara kami duduk tahyat, kalau di JT itu
tangannya goyang-goyang kalau kita ada yang lurus saja. Itu pun sudah jadi
bahan perdebatan. So, apakah mata Anda sudah bisa terbuka dengan ancaman
perpercahan ini ? itu masih dalam islam. Belum lagi di luar islam karena
kita tahu Indonesia begitu beraneka. Belum lagi masalah budaya dimana aliran
kepercayaan mulai tidak diberi tempat di Indonesia.
Jadi, SYARIAT SEPERTI APA YANG INGIN ANDA TERAPKAN DI INDONESIA ? APAKAH
POTONG TANGAN KALAU MENCURI ? KALAU SEMUA ORANG DIPOTONG TANGANNYA KALAU
MELAKUKAN KEJAHATAN, SETELAH TOBAT MEREKA MAU JADI APA ? MEREKA PASTI HANYA
AKAN MENJADI SAMPAH MASYARAKAT KARENA MAU APA MEREKA DENGAN KONDISI CACAT ?
NORMAL AJA BELUM TENTU TERJARING OLEH LAPANGAN KERJA KITA YANG MEMANG SUDAH
SEMPIT. ANDA BISA MEMBAYANGKAN BERAPA BANYAK ORANG YANG AKAN MENJADI SAMPAH
MASYARAKAT DI INDONESIA MENGINGAT MASYARAKAT DAN PEMERINTAH INDONESIA ADALAH
YANG TERKORUP DI DUNIA.
Saya menulis isu ini dalam huruf besar bukan karena saya emosi, tapi biar
mata kita semua terbuka. Ini hanya baru satu isu syariat belum yang lainnya
yang lebih kompleks. Biar kita semua merenung, masih ada orang yang waras
seperti Bapak Anand Krishna yang mau mengingatkan kita akan ancaman
dis-integrasi di Indonesia oleh kelompok2 tertentu. Bila PKS marah,
terimalah kenyataan itu. Jangan lupa saudaraku di PKS, Anda sudah banyak
memberikan saya dauroh-dauroh mulai dari PKS masih bersifat dakwah syir atau
'amniyah sampai masuk ke fase jahriyah jadi saya sangat memahami gerakan
Anda. Saya termasuk pemilh Anda di pemilu lalu. Kalau Anda tersinggung bahwa
tulisan Bapak Anand Krishna di Radar Bali telah memojokkan Anda, cobalah
untuk taqarrub rekan. Yang diajarkan kepada saya memang tiada lain dari
syiar islam (kasarnya islamisasi). Bukankah Anda yang mendoktrin kami dengan
"nahnu du'at qobla kulli syai" ? Ingat, masih banyak kader Anda di PKS yang
cukup sadar dengan kondisi di Indonesia dan menginginkan Indonesia yang
damai. Saya mencintai PKS dan yang saya harapakan adalah PKS yang menjadi
rahmatan lil alamin, bukan hanya mementingkan kelompok belaka. Buat
rekan-rekan yang ingin berkomentar dan belum tahu apa yang terjadi di PKS
atau pun tidak kenal dengan Bapak Anand Krishna, tolong Anda pelajari dulu
kedua pihak ini sehingga Anda bisa memberi komentar yang bijak. Bahkan kalau
bisa berikan komentar yang solutif. Kita tentu menginginkan negara Indonesia
yang kondusif dan apresiatif. Bagaimana kita bisa hidup berdampingan dengan
damai walaupun berbeda sudut pandang tentang kebenaran.
Wallahu 'alam bis shawab wallahul musta'am...
Rahayu....
Sampurasun....
Sumber http://www.kaskus.us/showthread.php?p=31461783#post31461783