JGD teman2,
Melihat adanya perkembangan di tanah air kita yang tercinta, dengan segenap permasalahannya – seperti kasus Ahmadiyah dan reaksi masyarakat kita terhadap film Fitna, dan lain-lainnya – sepertinya kita harus kembali memfokuskan pekerjaan kita.
Kita telah sukses mengkampanyekan tentang Global Warming, sehingga sekarang semuanya membicarakan tentang GW. Kita telah mempopulerkan batik, sehingga sekarang batik telah menjadi trend sampai ke anak-anak muda. Marilah sekarang kita sekarang beralih focus pada spiritual kita.
Permasalahan seperti Ahmadiyah, reaksi tentang film Fitna, partai-partai berbasis dakwah menjadi pemenang di Pilgub….mengapa semua itu terjadi? Karena pendidikan masyarakat kita tentang spiritual itulah yang masih sangat nol. It is our duty, untuk mencurahkan segala pusat perhatian kita pada pendidikan dan spiritual.
Aksi damai yang sempat agak rame pada saat datangnya obor olimpiade di Indonesia kemarin telah memberikan kita gambaran yang lebih jelas tentang situasi Negara ini.
Premanisme dan agen-agen luar dikerahkan untuk mengamankan para demonstran. Aksi damai itupun di kacaukan dengan adanya penyusup. Anand Ashram memang perlu terlibat dalam aksi damai tersebut. Bangsa Indonesia mempunyai karma terhadap Tibet. (Please read Bapaknya artikel yang dimuat di Jakarta Post beberapa minggu yang lalu). Kita tidak bisa berdiam diri melihat ketidakadilan yang dilakukan oleh pemerintah komunis Cina terhadap masyarakat Tibet. Sayangnya, banyak dari Saudara-saudara kita yang etnis Cina tidak memahami hal ini. Mereka malah masih lebih memihak kepada pemerintahan Cina. Semua takut kehilangan bisnis. Yang lebih disayangkan lagi adalah, koq pemerintah, artis, dan para atlet kita tidak memahami isu kemanusiaan.
Mengapa semua itu terjadi? Kembali lagi…..lack of education on spirituality. Karena itulah sebabnya sisi kemanusiaan kita tidak muncul.
Untuk kongkritnya.:
Kemarin Guruji, saya, Ma Upasana dan beberapa teman kita serta teman2 dari Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan menghadap Dewan Pertimbangan Presiden dalam kaitannya dengan kasus Ahmadiyah. Guruji secara tegas menghimbau kepada Wantimpres untuk menghapuskan kolom agama dari KTP dan menghentikan SKB3 menteri. Karena itulah akhirnya SKB tidak jadi dikeluarkan kemarin.
Sekali lagi, let’s just focus ourselves on our work. Pendidikan and spirituality dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Baru dari situ kita bisa mengepakkan sayap ke dunia international.
Namaste….Indonesia Jaya!
archana
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.4/1394 - Release Date: 4/23/2008 7:16 PM