Penyebabpaling umum dari bronkopneumonia adalah infeksi paru-paru bakteri, seperti Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenza tipe b (Hib). Infeksi paru-paru virus dan jamur juga dapat menyebabkan paru-paru basah atau pneumonia.
Biasanya, gejala lebih cenderung parah pada orang yang memiliki sistem kekebalan yang lebih lemah, seperti anak kecil, orang dewasa yang lebih tua, atau orang yang memiliki kondisi tertentu atau sedang mengonsumsi obat tertentu.
Jangan khawatir apabila gejala-gejala di atas terjadi pada anak, kamu bisa pastikan terlebih dahulu dengan konsultasi bersama dokter spesialis paru tepercaya di Halodoc agar bisa diberikan penanganan yang tepat dengan meng-klik banner di bawah ini:
Vaksinasi dapat mencegah beberapa bentuk bronkopneumonia. Anak-anak berusia di bawah lima tahun dan orang dewasa berusia di atas 65 tahun harus menemui dokter untuk mendapatkan vaksinasi pneumonia pneumokokus, yang disebabkan oleh bakteri.
Salah satu pencegahan bronkopneumonia adalah dengan melakukan vaksinasi pneumonia. Vaksinasi Prevenar 13 ini dianjurkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Perhimpunan Dokter Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) sebagai bagian dari imunisasi wajib.
Bi bronkopneumonia mota daude: bronkopneumonia arrunta bata, eta bronkopneumonia tuberkulosoa bestea. Bronkio eta albeolo ehunetan sortzen diren handigunetxoek ematen duten eritasuna bronkopneumonia arrunta da. Oso eritasun arrunta da, sulfamidak eta penizilina asmatu bitartean jende sail handia hiltzen zuena. Pneumokoko, estafilokoko, estreptokoko eta beste hainbat mikrobiok eragiten du gaixotasun hori, hotzaldi bat, gripe bat edo txarranpina harrapatu delako, askotan. Erremedioak alborengoarentzakoen antzekoak dira: gela zabal, aire hezedunetan egon, gehienbat edari elikagaiak baina indargarriak eta aipatu diren sendagaiak hartzea.
Bronkopneumonia tuberkulosoa edo berezia, mikrobioen bidez harrapatzen da. Handiguneez gainera biriketako ehunak urratu eta andeatzea ere gertatzen da kasu horretan; Koch baziloaren pozoiak eragiten du gaiztotze hori. Azkar zabaltzen da, handiguneak pilatuz joaten dira eta biriketan zuloak agertzeraino iritsi daiteke. Erremedioak: elikagai indargarriak, rifanpizina, estreptomizina, etab.
Masalah kesehatan yang sering muncul pada anak biasanya disebabkan karena organ-organ tubuhnya yang belum berfungsi secara optimal seperti pada sistem pernapasan. Pada sistem pernapasan, anak lebih rentang terkena penyakit broncopneumonia atau pneumonia. Pneumonia merupakan infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli) yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti virus, jamur dan bakteri.
Berdasarkan profil kesehatan tahun 2019 diketahui ada 400 ribu kasus pneumonia di Indonesia. Faktanya, pneumonia adalah pembunuh balita nomor 1 di dunia. Pneumonia mendapat julukan pembunuh yang terlupakan, pneumonia merupakan pembunuh utama balita di dunia lebih banyak dari HIV/AIDS, malaria dan campak.
Ada beberapa tanda dan gejala dari broncopneumonia diantaranya demam, batuk, pilek, nafas cepat, kadar oksigen menurun, detak jantung lebih cepat dan kehilangan nafsu makan serta rewel. Upaya pencegahan pneumonia pada anak bisa dengan imunisasi atau non imunisasi. Upaya pencegahan non imumisasi meliputi pemberian ASI eksklusif, pemberian nutrisi yang baik, menghindari paparan asap rokok, perbaikan lingkungan serta berperilaku hidup sehat. Sedangkan upaya pencegahan dengan imunisasi melalui imunisasi Pneumococus, HiB, pertusis dan campak. Dari beberapa studi menunjukkan bahwa mencuci tangan dengan sabun dapat mencegah atau menurunkan angka kejadian pneumonia sebanyak 50%.
Penatalaksanaan atau pengobatan pneumonia pada anak tergantung dari penyebab pneumonianya. Apabila penyebab bronkopneumonia atau pneumonia adalah virus, biasanya akan membaik dengan sendirinya. Orang tua dapat melakukan perawatan di rumah dengan cara memastikan anak dapat istirahat yang cukup, asupan cairan dan makanan yang cukup, serta obat-obatan pereda batuk dan demam yang diberikan oleh dokter. Pengobatan bronkopneumonia atau pnemonia yang disebabkan dari bakteri dapat dilakukan menggunakan obat antibiotika. Apabila anak menderita pneumonia yang cukup parah dengan masalah pernapasan yang cukup parah pengobatannya menggunakan obat antibiotika injeksi (suntikan), asupan cairan intravena (infus), terapi oksigen dan perawatan pengeluaran lendir (nebulizer dan suction).
Bronkopneumonia merupakan salah satu jenis infeksi paru-paru yang serius dan memerlukan perhatian khusus. Penyakit ini ditandai dengan peradangan pada bronkiolus dan alveoli di paru-paru, yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Bronkopneumonia sering kali menyerang anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Gejala bronkopneumonia bervariasi, namun umumnya meliputi demam tinggi, batuk yang disertai dahak berwarna kuning atau hijau, sesak napas, nyeri dada, serta kelelahan yang berlebihan. Pada kasus yang parah, penderita juga dapat mengalami kebiruan pada kulit dan bibir akibat kekurangan oksigen.
Diagnosis bronkopneumonia biasanya dilakukan melalui pemeriksaan fisik, tes darah, dan rontgen dada. Pemeriksaan ini penting untuk menentukan penyebab infeksi dan tingkat keparahan penyakit, sehingga dokter dapat merencanakan pengobatan yang tepat. Pengobatan bronkopneumonia umumnya melibatkan pemberian antibiotik jika disebabkan oleh bakteri, serta terapi oksigen untuk membantu pernapasan.
Pencegahan bronkopneumonia dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan diri, seperti mencuci tangan secara rutin dan menghindari kontak dengan penderita infeksi saluran pernapasan. Vaksinasi juga merupakan langkah pencegahan yang efektif, terutama vaksin pneumokokus dan vaksin influenza, yang dapat melindungi dari infeksi penyebab bronkopneumonia.
Dalam menghadapi bronkopneumonia, peran keluarga dan lingkungan sekitar sangat penting untuk memberikan dukungan dan perawatan bagi penderita. Pemantauan kondisi kesehatan secara berkala dan mengikuti anjuran dokter adalah kunci untuk mempercepat proses pemulihan.
Bronkopneumonia adalah penyakit yang tidak boleh dianggap remeh. Dengan penanganan yang tepat dan pencegahan yang efektif, kita dapat melindungi diri dan orang-orang tercinta dari ancaman penyakit ini. Mari kita tingkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan paru-paru demi kualitas hidup yang lebih baik.
Bronkopneumonia adalah salah satu jenis pneumonia yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur. Kondisi ini juga dapat dipicu oleh beberapa faktor risiko, seperti usia, lingkungan, gaya hidup, dan kondisi kesehatan tertentu.
Bronkopneumonia merupakan jenis pneumonia yang menyebabkan infeksi dan peradangan pada saluran udara (bronkus) dan kantung udara (alveolus). Kondisi ini membuat saluran udara menyempit dan area pertukaran udara dengan darah menjadi berkurang. Akibatnya, penderita bronkopneumonia menjadi kesulitan bernapas.
Bronkopneumonia umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri dan bisa menular. Seseorang bisa terinfeksi penyakit ini jika menghirup percikan lendir yang keluar saat penderita bronkopneumonia bersin atau batuk.
Anak berusia di bawah 2 tahun dan lansia (orang berusia lebih dari 65 tahun) berisiko lebih tinggi terserang bronkopneumonia dan komplikasinya. Hal ini dikarenakan daya tahan tubuh anak berusia di bawah 2 tahun biasanya belum berkembang dengan sempurna, sedangkan daya tahan tubuh pada lansia cenderung menurun.
Paparan polusi udara, mulai dari asap, debu, hingga bahan kimia, dapat menyebabkan peradangan pada paru-paru. Hal ini membuat paru-paru lebih rentan untuk terkena infeksi pernapasan, seperti bronkopneumonia.
Kecanduan alkohol, merokok, dan kurangnya asupan nutrisi turut menjadi faktor risiko bronkopneumonia. Hal ini dikarenakan kebiasaan merokok dapat merusak paru-paru, sedangkan konsumsi minuman beralkohol dapat mengganggu kerja sistem imun tubuh dalam melawan infeksi.
Seseorang yang dirawat di rumah sakit, terutama bila mendapatkan perawatan di ruang ICU (intensive care unit) dan menggunakan ventilator untuk bernapas, bisa mengalami infeksi nosokomial. Infeksi ini dapat mengakibatkan seseorang menderita bronkopneumonia.
Jika mengalami gejala brokopneumonia seperti yang telah disebutkan di atas, Anda disarankan pergi ke dokter. Dokter akan memeriksa kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh dan mungkin menyarankan sejumlah tes, seperti foto Rontgen dada, tes darah, atau CT scan.
Jika bronkopneumonia yang Anda derita disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan meresepkan obat antibiotik. Obat ini harus dihabiskan untuk mencegah infeksi berulang dan memastikan bakteri penyebab bronkopneumia dalam tubuh Anda benar-benar sudah hilang.
Pada kasus bronkopneumonia yang ringan atau disebabkan oleh virus, gejala dapat membaik dengan sendirinya dalam 2 minggu. Oleh karena itu, perawatan bronkopneumonia bisa dilakukan dengan istirahat yang cukup di rumah. Agar tubuh cepat pulih, Anda disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat selama proses penyembuhan.
Perawatan di rumah sakit diperlukan jika bronkopneumonia yang Anda alami tergolong parah atau Anda berusia di atas 65 tahun. Selain itu, Anda juga perlu dirujuk ke rumah sakit jika mengalami beberapa kondisi berikut:
Perawatan di rumah sakit meliputi pemberian antibiotik dan cairan intravena (IV) atau infus. Namun, jika kadar oksigen Anda tergolong rendah, terapi oksigen akan diberikan untuk mencegah perburukan kondisi.
Untuk mencegah bronkopneumonia, Anda disarankan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh dengan baik, termasuk rutin mencuci tangan dengan sabun. Untuk bayi dan balita, pemberian vaksin pneumokokus atau PCV serta vaksin influenza sesuai jadwal dapat membantu melindungi anak dari penyakit ini.
Bronkopneumonia adalah peradangan pada pipa saluran pernapasan (bronkus) dan kantung kecil di paru-paru (alveoli). Kondisi ini dapat menimbulkan gejala ringan hingga berat dan berisiko menyebabkan komplikasi yang membahayakan jiwa.
Bronkopneumonia merupakan salah satu jenis pneumonia, yaitu peradangan pada paru-paru akibat infeksi virus, bakteri, atau jamur. Sama dengan jenis pneumonia lain, bronkopneumonia juga menimbulkan gejala sulit bernapas karena penyempitan pada saluran pernapasan.
3a8082e126