Yakinkah anak anak kita sungguh cerdas?

12 views
Skip to first unread message

Bondan

unread,
Oct 2, 2011, 12:52:20 AM10/2/11
to Mutiara Milis, Siti Farida Almansur, Wita Saraswati, Sawitri Retno, Munir Rulanam, Taatputra, Gatot Wahyudianto, Gatot Subiakto, ninik asmaningsih, Annang Girimoelyo, Sri Widiastuti, Anang Widianto, Tutik Nurse, Siti Aminah
Yakinkah kita anak kita Sungguh2 Cerdas, Pintar dan Juara


----------------------------------------------------------------------------------------
Mari kita simak baik-baik tulisan berikut ini:

Newton bertanya dalam bathin... mengapa buah apel ini bisa jatuhnya ke bawah dan bukan ke atas...? Jadilah Hukum Gravitasi. Edwin land bertanya dalam bathin, Mengapa hasil foto harus menunggu berhari2 untuk di cetak..? maka terciptalah foto langsung jadi Polaroid. Wright bersaudara bertanya dalam bathin mengapa burung bisa terbang dan manusia tidak? maka terciptalah pesawat udara, Johan Gutenberg bertanya dalam bathin mengapa kita harus menulis ulang naskah2 sebanyak ini..? maka terciptalah Mesin Cetak, Ray Tomlinson bertanya mengapa surat harus dikirim via post dan penerimanya menunggu berhari2..?, maka terciptalah email, Bell bertanya bagaimana ya agar orang dapat bicara meskipun terpisah jarak?, maka terciptalah telepon, Martin Cooper bertanya dalam bathin mengapa telepon harus pakai kabel? bikir repot saja, maka terciptalah Handphone, Mark Zuckerberg bertanya dalam bathin Bagaimana ya supaya kita bisa saling berbagi pencerahan dan kebaikan bagi sesama tanpa harus beranjak dari depan meja kerja kita..? maka terciptalah face book yg sedang kita gunakan ini.

Pertanyaannya adalah MENGAPA PARA PENEMU INI BUKAN BERASAL DARI INDONESIA....?

Salah satu alasannya terbesarnya adalah karena selama ini anak2 Indonesia di latih untuk pandai menjawab soal2 ujian yg sudah ada jawabannya di buku dan bukan dilatih untuk pandai bertanya dan menjawab pertanyaan2 yg muncul dari dalam bathinnya sendiri untuk memecahkan masalah2 dunia.

Masihkah anak2 yg pandai menjawab ujian di sekolah dengan ”jawaban yg benar menurut gurunya” itu di nobatkan sebagai anak2 pandai, cerdas dan menjadi juara....?
Masihkan anak2 kita akan terus di latih untuk menjawab soal-soal dan bukannya menjawab pertanyaan2 fantasi mereka yg muncul dari dalam diri mereka sendiri..?

Masihkah anak2 kita akan kita kirim ke Les2, Kursus atau BIMBEL terbaik untuk menjadi para ahli penjawab soal-soal ujian dan bukannya para ahli yg menjawab persoalan2 yg dihadapi oleh bangsa ini...?

Mari kita renungkan kembali.. definisi kita tentang ANAK CERDAS DAN JUARA agar pemikiran yg keliru tentang Cerdas dan Juara ini tidak terwariskan terus menerus dari generasi ke generasi berikutnya. Sehingga kita tidak menjadi Bangsa yg terus menerus TERTINGGAL DI LANDASAN.

Tentu saja keputusannya terletak di tangan para orang tua dan para penyelenggara pendidikan di negeri ini !!!

Segera ambil keputusan sebelum TERLAMBAT !!!!!

Jika kita mengambil keputusan tepat dan cepat hari ini juga maka saya yakin KELAK jajaran para ilmuan dunia dan penemu masa depan akan bernama Asep, Bejo, Naingolan, Upik, Baco, Woworuntu dll.

-ayah edy-

Sent biidznillah by BondanBerry with love.

renn...@yahoo.co.id

unread,
Oct 2, 2011, 8:58:22 AM10/2/11
to mut...@googlegroups.com, Siti Farida Almansur, Wita Saraswati, Sawitri Retno, Munir Rulanam, Taatputra, Gatot Wahyudianto, Gatot Subiakto, ninik asmaningsih, Annang Girimoelyo, Sri Widiastuti, Anang Widianto, Tutik Nurse, Siti Aminah
اسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Terimakasih mas Bondan. Saya sempat termenung setelah membaca artikel ini. Terus terang, selama ini saya merasa anak2 saya (2 orang) termasuk cerdas & pintar. Alhamdulillah, mereka tidak pernah mengecewakan dlm prestasi di sekolah. Dalam hal agama mereka termasuk taat, perilakunya baik. Mereka sangat menghormati & menyayangi saya. Saat ini yg sulung belum lama lulus ST, diterima di salah satu BUMN. Yg bungsu sedang pendidikan di FK. Alhamdulillah sbg ibunya tentu saya bangga, karena ayah mereka sudah meninggal ketika mereka masih berusia 6 th & 2 th. Artikel mas Bondan membuka wawasan saya. Mereka saya minta membacanya. Mudah-mudahan upaya saya belum terlambat, setidaknya bisa menjadi acuan pada saat mereka punya anak di kelak kemudian hari. Tidak ada kata terlambat untuk niat baik, benar kan mas Bondan? Was.wr.wb: renny-bangun.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "MUTIARA" Google
Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke mut...@googlegroups.com
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke
mutiara-u...@googlegroups.com
Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di
http://groups.google.co.id/group/mutiara?hl=id

Bondan

unread,
Oct 4, 2011, 1:34:11 AM10/4/11
to mut...@googlegroups.com, mut...@googlegroups.com, Siti Farida Almansur, Wita Saraswati, Sawitri Retno, Munir Rulanam, Taatputra, Gatot Wahyudianto, Gatot Subiakto, ninik asmaningsih, Annang Girimoelyo, Sri Widiastuti, Anang Widianto, Tutik Nurse, Siti Aminah
Waalaikumussalam ww.
Saya hanya meneruskan tulisan orang koq bu Reny. Ayah Edi salah satu praktisi pendidikan idola saya. Tapi pengalaman empirik bu Renny sangat membanggakan, sebagai single parent yang telah berhasil "menjadikan" putra-putrinya. Ada baiknya pengalaman tersebur dishare di sini, sehingga kita bisa menirunya.
Wassalam.
Bondan Satria.

Sent biidznillah by BondanBerry with love.

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages