Urip mung sadermo mampir ngombe

30 views
Skip to first unread message

Ismoedijanto

unread,
Sep 13, 2009, 12:07:30 PM9/13/09
to Mutiara
Kisanak, hidup di dunia ibaratnya hanya mampir minum saja, lalu meneruskan perjalanan kembali. Dari sana dia datang dan kearah sana dia melanjutkan perjalanan. Jangan minum terlalu banyak, jangan terlalu menghidupi hidup duniawi ( ojo ngeboti ndonya, ojo kedonyan). Makan minum secukupnya saja ( ngombe samadya) agar perjalanan berikutnya tidak memabokkan. Semoga pencerahan yg datang bagaikan malam beratus ribu bintang. Sugeng siyam.
Prof. Ismoedijanto Moedjito, dr., SpA(K)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

mas_s...@yahoo.co.id

unread,
Sep 13, 2009, 12:32:18 PM9/13/09
to Mutiara Milis
Kata teman sebelah saia: "bukankah Allah maha kaya, maha pemberi lagi pemurah?!" Dengan hidup sadermo saja apakah ini bukan mengingkari sifat-Nya yang "maha" tersebut, kenapa sih kita tidak minta yang banyak sekalian?!

Mohon pencerahannya ustad Ismoe.

Maturnuwun.

Salam hormat.


Sultan Saladin.
Powered by GoodWill®

budisantoso

unread,
Sep 13, 2009, 12:48:09 PM9/13/09
to Mutiara muslim
Kalau boleh menambahkan uztad Sultan, kita kaya raya kan tidak dilarang, ya? Justru dengan kaya kita bisa berdakwa dengan sodaqoh kita, bukankah kemiskinan lebih dekat dengan kekufuran? (Tp yang dimaksud uztad Ismoe tentunya hidup sak dermo kan bukan berarti miskin kan?), jadi mungkin apakah tidak lebih tepat untk mengacu pada salah satu hadist rasulloh SAW, carilah rejeki seolah2 engkau hidup seribu tahun lagi dan beribadalah engkau seolah2 engkau akan mati esok hari (mohon maaf kalau kurang tepat hadistnya) ini sekedar saya memberanikan diri untuk ikut urun rembuk.
Budi Santoso,dr, SpOG (K)
Devisi FER, Dept. Obtetri & Ginekologi
RSU. Dr. Soetomo- Surabaya

is...@indosat.net.id

unread,
Sep 14, 2009, 1:17:56 AM9/14/09
to mut...@googlegroups.com
Dear all,
Memang kita boleh meminta apapun sebanyak apapun.namun apakah kita layak
meminta segitu banyak? Kita minta kaya tapi apakah kita sudah memenuhi
persyaratan jadi kaya? Hanya mereka yang sangat jeli melihat peluang, mereka
yang berani mengambil peluang, cukup tangguh dalam berusaha meyakinkan
orang, melihat sisi barang yg bisa dijual, yang layak menjadi kaya.Kita
boleh berencana atau berpikir yang sangat besar tetapi sebaiknya kita minta
'samadyo' saja, sederhana saja, yang sesuai dengan apa adanya dan keadaan
kita. Bila kita sdh diparingi Gusti yang sesuai dengan keadaan kita dan kita
jalan dengan baik, kita boleh minta lagi yang lebih lagi. Makin lama kita
makin baik dengan pemberian2 itu dan lingkaran perbaikaqn ini bukan
lingkaran dua demensi tapi dalam 3 dememsi seperti spiral yang meningkat
terus. Kalau misalnya secara extreme kita diparingi Gusti satu sedan Bentley
coupe seperti permohonan kita, apa ya kita bisa ngirim ke Inggris untuk
sekedar service atau ganti onderdil? Rencana yang besar (hati2 kita bisa
jadi tamak) sebaiknya dimulai dengan permohonan yang sederhana, yang
executable. Kita jangan sampai memuja benda, memuja apa yang hanya mewujud
di dunia ini saja. Semuanya akan kita tinggalkan pada saat kita harus
melanjutkan perjalanan kita kembali. Ini lebih sebagai peringatan, agar
jangan sampai kita menduakan Beliau atau silau pada apa yang kita kumpulkan
selama kita ada di dunia ini. Men jugded by his deed (bukan atas apa yg
telah dimilikki). Sekali lagi ini hanya sebagai peringatan agar kita hati2.
Nyawa silihan, banda titipan lan pangkat sampiran.



-----Original Message-----
From: mut...@googlegroups.com [mailto:mut...@googlegroups.com] On Behalf
Of mas_s...@yahoo.co.id
Sent: 13 September 2009 23:32
To: Mutiara Milis
Subject: [MUTIARA] Re: Urip mung sadermo mampir ngombe

Kata teman sebelah saia: "bukankah Allah maha kaya, maha pemberi lagi
pemurah?!" Dengan hidup sadermo saja apakah ini bukan mengingkari sifat-Nya
yang "maha" tersebut, kenapa sih kita tidak minta yang banyak sekalian?!

Mohon pencerahannya ustad Ismoe.

Maturnuwun.

Salam hormat.


Sultan Saladin.
Powered by GoodWillR

-----Original Message-----
From: "Ismoedijanto" <is...@indosat.net.id>
Date: Sun, 13 Sep 2009 16:07:30
To: Mutiara<mut...@googlegroups.com>
Subject: [MUTIARA] Urip mung sadermo mampir ngombe

Kisanak, hidup di dunia ibaratnya hanya mampir minum saja, lalu meneruskan
perjalanan kembali. Dari sana dia datang dan kearah sana dia melanjutkan
perjalanan. Jangan minum terlalu banyak, jangan terlalu menghidupi hidup
duniawi ( ojo ngeboti ndonya, ojo kedonyan). Makan minum secukupnya saja (
ngombe samadya) agar perjalanan berikutnya tidak memabokkan. Semoga
pencerahan yg datang bagaikan malam beratus ribu bintang. Sugeng siyam.
Prof. Ismoedijanto Moedjito, dr., SpA(K)
Powered by Telkomsel BlackBerryR




Teddy

unread,
Sep 14, 2009, 1:22:42 AM9/14/09
to mut...@googlegroups.com
Lha cocok..kalimat terakhir itu....mestinya ditambahi MATI WIS MESTI TAPI SUGIH DURUNG KARUAN....hiik iihiiik
Prof. Teddy Ontoseno
+62-818-322-205

Sent from my BlackBerry® smartphone

Ismoedijanto

unread,
Sep 14, 2009, 5:22:55 AM9/14/09
to Mutiara
Sebenarnya judul urip mung sadermo mampir ngombe ada dalam kaitan bingkai waktu. Hidup kita di dunia hanya sebentar dibanding kehidupan sebelum dan sesudahnya. Karena itu janganlah terlalu berlebihan memuja kehidupan nyata di dunia itu. Seolah olah itulah satu2 nya hidup. Jangan lupa setelah hidup di dunia ada kehidupan lain yg harus di jalani.
Prof. Ismoedijanto Moedjito, dr., SpA(K)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages