Testimoni mantan kader PKS

264 views
Skip to first unread message

Yanti Setiyono

unread,
Mar 24, 2009, 11:25:04 PM3/24/09
to Musl...@googlegroups.com
-> No offense lho....
 
 
 
Dari sebuah milis:
 
 
 
Testimoni ini ditulis oleh seorang mantan kader PKS dari UI bernama arbania fitriani sebagai "note" pribadi di facebook.
 
Benarkah PKS Pro Rakyat Indonesia ?

A TESTIMONY FROM EX PKS CADRE

Pertama-tama, saya menuliskan pengalaman saya ini tidak untuk menjatuhkan atau menjelek-jelekkan salah satu partai besar di Indonesia . Saya hanya ingin berbagi pengalaman untuk menjadi bahan renungan para pembaca agar dapat lebih mengenal PKS dari dalam.

Tulisan ini dimaksudkan agar masyarakat dapat mengenal PKS secara objektif, agar rakyat Indonesia mengetahui apakah PKS benar-benar mengusung kepentingan rakyat Indonesia atau justru sedang mengkhianati masyarakat dan para kadernya sendiri dengan sentimen keagamaan serta jargon sebagai partai bersih. Sayangnya, banyak masyarakat dan orang-orang di dalam tubuh PKS ini pun tidak menyadarinya.

Bagian tersebut akan saya jelaskan secara singkat di akhir cerita saya, dan sekarang saya ingin berbagi dulu kepada para pembaca mengenai sistem pengkaderan PKS yang sangat canggih dan sistematis sehingga dalam waktu singkat membuatnya menjadi partai besar.

Saya waktu mahasiswa adalah kader PKS mulai dari 'am sirriyah sampai ke 'am jahriyah. Mulai dari saya masih sembunyi-sembunyi dalam berdakwah, sampai ke fase dakwah secara terang-terangan, sejak PKS masih bernama PK sampai kemudian menjadi PKS.

Dalam struktur pengkaderan PKS di kampus, ada beberapa lingkaran, yakni lingkaran inti yang disebut majelis syuro'ah (MS), lingkaran ke dua yakni majelis besar (MB), dan lingkaran tiga yang menjadi corong dakwah seperti senat (BEM), BPM (MPM), dan lembaga kerohanian islam. Jenjangnya adalah mulai dari lembaga dakwah tingkat jurusan, fakultas, sampai ke universitas. Jika di universitas tersebut terdapat asrama dan punya kegiatan kemahasiswaan, maka di sana pun pasti ada struktur seperti yang telah saya terangkan.

Universitas biasanya akan berhubungan dengan PKS terkait perkembangan politik kampus maupun perkembangan politik nasional. Dari sanalah basis PKS dalam melakukan pergerakan-pergerak an politik dalam negeri atas nama mahasiswa baik itu yang berwujud demonstrasi ataupun pergerakan lainnya. Sistem pergerakan, pengkaderan, dan struktur lingkaran yang terjadi di dunia kampus sama persis dengan yang terjadi di tingkat nasional.

Kembali ke dalam struktur lingkaran PKS di kampus, orang-orang yang duduk di MS jumlahnya biasanya tidak banyak dan orang-orangnya adalah orang-orang yang terpilih. Kebanyakan yang menjadi anggota MS adalah mahasiswa yang memang sudah di kader sejak SMU. Tapi tidak banyak juga yang berhasil masuk ke dalam MS dari orang-orang yang telah dikader pada saat kuliah. Saya termasuk orang yang masuk ke dalam lingkaran MS yang baru di kader pada saat kuliah dan menduduki posisi sebagai mas’ulah di asrama UI sehingga saya punya akses langsung untuk berdiskusi dengan mas’ulah tingkat universitas. Dari sini juga saya akhirnya banyak tahu sistem dalam PKS meskipun saya pada tingkat fakultas hanya masuk sampai tingkat MB.

Dalam MS dan MB memiliki mas’ul (pemimpin untuk anggota ikhwan) dan mas’ulah (pemimpin untuk anggota akhwat). Masing-masing mas’ul (ah) ini membawahi MS secara keseluruhan dan ada juga mas’ul(ah) yang membawahi sayap-sayap dakwah yakni sayap tarbiyah (mengurusi pengkaderan khusus untuk ikhwah seperti pemetaan liqoat, materi liqoat, dll), sayap syiar (mengurusi syiar islam khususnya dalam lembaga kerohanian formal dan menjaring kader baru), dan sayap sosial & politik (mengurusi dakwah dalam bidang lembaga formal kampus yakni BEM dan MPM).

Di lingkaran ke dua adalah majelis besar, anggotanya adalah ikhwah yang sudah di kader juga dan tinggal menerima keputusan dari MS untuk dilaksanakan. Jadi , MS ini adalah tink-tank dari seluruh kegiatan yang terjadi di kampus. Apabila kader PKS duduk sebagai ketua BEM/Senat atau MPM/BPM, maka semua kegiatannya harus mendapat ijin dari MS dan memang biasanya berbagai agenda di BEM/Senat dan MPM/BPM ini dibuat oleh MS.

Bagaimana sistem pengkaderan PKS itu sendiri? Bagaimana PKS mengubah seorang menjadi kader yang militant? Jalan pertama adalah menguasai Senat, BEM, BPM, dan MPM. Apabila lembaga formal ini sudah dikuasai maka akan mudah untuk membuat kebijakan terutama pada masa penerimaan mahasiswa baru.

Saat orientasi Mahasiswa baru biasanya mereka akan dibentuk kelompok kecil (halaqah) dan ikhwah PKS akan berperan sebagai mentor. Kegiatan ini akan berlanjut rutin selama masa perkuliahan di mana halaqah ini akan berkumpul 1 minggu sekali. Dari sinilah biasanya akan terjaring orang-orang yang kemudian akan menjadi ikhwah militan, bahkan orang yang sebelumnya tidak pakai jilbab dan sangat gaul bisa menjadi seorang akhwat yang sangat pemalu namun juga sangat militan.

Agenda utama kami adalah membentuk Manhaj Islamiyah di Indonesia menuju Daulah Islamiyah (mirip dengan sistem Khilafah Islamiyah dari HTI). Doktrin utama dalam sistem jamaah PKS yang juga menamakan dirinya sebagai jamaah Ikhwanul Muslimin ini adalah “nahnu du’at qobla kulli sya’I” dan “sami’na wa ata’na”. Dua doktrin inilah yang membuat kami semua menjadi orang yang sangat loyal dan militan. Setiap instruksi yang diberikan dari mas’ul(ah) ataupun murabbi(ah) kami akan kami pasti patuhi meskipun kami tidak benar-benar paham tujuannya. Seperti menyumbang, mengikuti demonstrasi, meskipun harus bolos kuliah, dll.

Selama saya aktif di pergerakan ini, saya melihat banyak sekali teman-teman saya yang berhenti menjadi Aktivis Dakwah Kampus (ADK). Dulu saya merasa kasihan dengan mereka, karena yang saya tahu – diberitahu oleh murabbi kami dan juga seringkali dibahas dalam taujih atau tausiyah (semacam kultum) – bahwa dalam jalan dakwah ini selalu akan ada orang-orang yang terjatuh di jalan dakwah, mereka adalah orang-orang futur (berbalik ke belakang).

Orang-orang ini biasanya kami label sebagai anggota “basah” (barisan sakit hati). Saya mempercayai semuanya sampai akhirnya saya pun merasa tidak cocok lagi untuk berada di sana dan memutuskan untuk keluar dari ADK padahal saya dulu sudah diproyeksikan sebagai ADK abadi (orang yang akan menjadi aktivis dakwah kampus selamanya dengan cara menjadi dosen atau karyawan tetap di kampus).

Ada beberapa alasan yang membuat saya mengambil keputusan untuk keluar, antara lain:

1. Adanya ekslusivisme antara kami para ADK dengan orang-orang diluar ADK. Kami para ADK adalah orang-orang khos (orang khusus) dan mereka adalah adalah orang ’amah (orang umum). Orang khos adalah orang yang sudah mengikuti tarbiyah dan mengikuti liqo’at (semacam halaqah tapi lebih khusus lagi) dan orang ’amah adalah orang yang belum mengenal tarbiyah.

Para ikhwah, terutama para ADK, tidak akan mau menikah dengan ’amah karena mereka dapat membuat orang khos seperti kami menjadi future, bahkan bisa membuat kami terlempar dari jalan dakwah. Istilah khos dan a’amah ini membuat saya merasa tidak natural dan tidaknmanusiawi dalam menghadapi teman saya yang ’amah.

Saya diajarkan bahwa mereka adalah mad’u (objek dakwah) saya. Jika saya bisa menarik mereka ke dalam sistem kami apalagi bisa menjadi ADK, maka kami akan mendapat pahala yang sangat besar. Saya merasa menjadi berdagang dengan teman saya yang dulunya sebelum menjadi ADK adalah sahabat saya. Saya merasa tidak memanusiakan teman saya dan lebih memandang mereka sebagai objek dakwah.

2. Dalam liqo’at ataupun dauroh saya juga ada beberapa hal yang membuat saya tidak sreg, seperti bahwa saya harus lebih mengutamakan liqo’at daripada kepentingan orang tua dan keluarga saya. Bahkan saya pernah diberitahu bahwa bila sudah ada panggilan liqo’at, mski orang tua saya sakit dan harus menjaganya, maka saya harus tetap datang liqo (entah mengapa selama beberapa tahun saya bisa menerima konsep yang kurang manusiawi ini).

Hal lain adalah saya tidak boleh mengikuti kajian di luar liqo saya, padahal setahu saya bahwa kebenaran itu tidak hanya milik liqo saya, masih banyak sekali kebenaran di luar sana . Bahkan buku bacaan pun diatur dimana ada banyak buku yang saya sangat berguna untuk menambah wawasan keislaman saya seperti buku yang mengajarkan tentang hakikat islam namun oleh murabbi saya dilarang. Untuk hal ini saya membangkang karena seandainya islam itu memang benar rahmatan lil alamin maka ilmunya pun pasti sangat luas dan tidak hanya monopoli orang-orang di PKS semata.

Dan hal yang paling mengusik saya adalah selama saya mengaji di liqo ataupun mengikuti taujih dan taushiyah dalam syuro ataupun dauroh-dauroh (training) saya merasa lebih banyak diajarkan tentang kebencian terhadap agama atau aliran lain seperti bagaimana kejamnya kaum nashoro (nasrani) yang membantai saudara kami di Poso, yahudi yang membantai saudara kami di Palestina, JIL yang memusuhi kami, NII yang sesat, teman-teman Salafi yang mengganggu kami, dst. Sampai-sampai, akibat begitu terinternalisasinya hal tersebut, ketika saya mengikuti tarbiyah universitas dan sedang makan siang, saya dan teman-teman menganggap yang sedang kami makan dan telan itu adalah orang-orang yahudi dan nashoro.

Doa-doa kami pun selalu secara khusus ketika qunut adalah untuk mujahid-mujahid di Palestina dan Afganistan (kadang saya berpikir kapan kita berdoa untuk pahlawan perjuangan di Indonesia yang telah menghadiahkan kemerdekaan terhadap kita). Sejujurnya saya lebih tersentuh dan bisa menangis tersedu-sedu ketika dibacakan ayat-ayat seperti dalam surat Ar-Rahman yang menceritakan Cinta-Ilahi ketimbang surah seperti Al-Qiyamah yang menceritakan azabNya.

Kebencian sangat bertentangan dengan hati nurani saya karena saya sangat percaya dengan ayat yang mengatakan bahwa rahmat Allah SWT lebih cepat dari murkaNya, yang artinya cinta Allah SWT seharusnya dapat menghapus kemarahanNya terhadap umat manusia. Inilah sebabnya mengapa di sini hati saya merasa sangat kering saat mengikuti tausiyah dan taujih yang senantiasa bercerita tentang peperangan dan kebencian.

3. Semua ganjalan-ganjalan yang saya rasakan akhirnya meledak ketika saya kemudian tahu dari sumber yang terpercaya dalam pemerintahan, juga dari petinggi PKS sendiri, tentang agenda yang tidak pernah saya ketahui sebelumnya dan pastinya juga tidak diketahui oleh orang-orang se-level saya atau bahkan pun pengurus inti PKS.

Agenda utama PKS adalah menghancurkan budaya Indonesia melalui invasi budaya Arab Saudi. Banyak sekali indikasi yang saya rasakan langsung pada saat menjadi ADK seperti upaya kami untuk menghalang-halangi acara seni, budaya, musik, dll. Hingga berbagai upaya kami agar bisa memboikot mata kuliah ilmu budaya dasar (IBD). Saya ingat dulu, karena saya begitu termakan doktrin bahwa mata kuliah IBD tidak berguna dan bisa melemahkan iman saya seringkali membolos kalau ada latihan menari sampai saya sempat dibenci teman-teman saya.

Kembali kepada agenda PKS ini sebagai perpanjangan tangan dari Kerajaan Saudi tujuan utamanya adalah agar kekuasaan Arab bisa mencapai indonesia mengingat satu-satunya sumber devisa Arab adalah minyak yang diperkirakan akan habis pada tahun 2050 dan melalui jamaah haji.

Indonesia adalah negara yang sangat kaya sumber daya alam dan merupakan umat muslim terbesar di dunia. Bahkan jika seluruh umat muslim di timur tengah disatukan, umat muslim Indonesia masih jauh lebih banyak. Untuk itu, agar dapat bertahan secara ekonomi, maka Arab Saudi harus bisa merebut Indonesia dan cara yang paling jitu adalah melalui invasi kebudayaan.

Islam dibuat menjadi satu dengan kebudayaan Arab, sehingga budaya Arab akan dianggap Islam oleh masyarakat Indonesia yang relatif masih kurang terdidik dan secara emosional masih sangat fanatik terhadap agama.

Ketika kebudayaan lokal sudah bisa dihilangkan dan kebudayaan Arab yang disamarkan sebagai Islam dapat berkuasa, maka orang-orang akan menjadi begitu fanatik buta bahkan fundamentalis dan tidak bisa lagi mengapresiasi agama lain dan budaya lokal. Lalu, bila kebudayaan Nusantara sudah sampai dianggap musyrik atau bid’ah, maka saat itulah NKRI akan bubar. Orang-orang yang pulaunya dihuni oleh mayoritas non muslim atau yang masih memegang budaya lokal di indonesia akan meminta merdeka. Pulau-pulau di Indonesia akan terpecah belah dan pada saat itulah orang-orang ini akan bagi-bagi “kue”.

Peta rencanaya adalah bagian pulau di Indonesia yang mayoritas Islam akan dikuasai oleh Arab. Sedangkan daerah yang penduduknya mayoritas kristen akan dikuasai oleh Amerika. Lalu, daerah-daerha yang mayoritas penduduknya beragama Hindu, Buddha, Animisme, dll., akan dikuasai oleh Cina.

Tidak banyak orang PKS yang tahu soal ini, hanya segelintir saja yang memahaminya. Mereka menduduki posisi-posisi strategis dalam pemerintahan agar dapat lebih memudahkan agendanya. Sentimen keagamaan terus dipakai untuk meraih simpati masyarakat. Sehingga berbagai produk kebijakan seperti Perda Syariat, UU APP, dll. yang rata-rata hanya sekedar mengurus masalah cara berpakaian semata akan dengan bangganya diterima oleh masyarakat muslim yang naif sebagai keberhasilan Islam. Masyarakat kita lupa bahwa sampai saat ini PKS belum menghasilkan produk yang dapat memajukan ekonomi, menyelesaikan permasalahan kesehatan, pendidikan, pencegahan bencana alam, korupsi, trafficking, tayangan TV yang semakin memperbodoh masyarakat, dan permasalahan lain yang lebih riil dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita ketimbang sekedar mengatur cara orang dewasa berpakaian dan berperilaku.

Jangan terburu-buru apriori dan menganggap tulisan mengenai pengalaman saya ini adalah black campaign. Renungkan dengan hati nurani yang dalam. Tidak ada kepentingan saya selain hanya menyampaikan kebenaran.

Saya tahu resiko apa yang ada di hadapan saya dan siapa yang saya hadapi. Tapi saya lebih takut menjadi bagian dari orang yang zalim, karena tahu kebenaran, namun tidak bersuara. Rasa cinta saya bagi negeri yang sudah memberi saya kehidupan ini menutupi rasa takut saya. Saya yakin siapa yang berjalan dalam kebenaran maka kebenaran akan melindunginya.

Buat rekan saya, murabbi saya, sahabat-sahabat saya dulu sesama ikhwah, saya mencintai kalian semua dan akan terus mencintai kalian. Saya berharap, persaudaraan kita tetap terjalin karena bukanlah partai atau agama yang mempersaudarakan kita, tapi karena kita satu umat manusia, anak cucu Adam. Kalau bahasa teman saya, kita menjadi saudara karena kita menghirup udara yang sama, makanya kita disebut “sa-udara”.Semoga pengalaman saya ini dapat menjadi bahan renungan para jamaah “fesbukiyah” dalam menentukan pilihan pemimpin yang akan membawa kapal Indonesia menuju masyarakat yang bahagia, makmur dan sentosa, yang memiliki jati diri dan menghargai kebudayaan nusantara. Wallahu A’lam Bis-Shawab Wallahul Musta’an.

 
On 3/25/09, Dodik Suprapto (XD/PCSB) <dodiks...@petronas.com.my> wrote:

Bung Sofi,

Risih , ini adalah salah satu dari sekian kata2 atau ayat2 yg dimunculkan untuk memojokkan yg lain demi memenangkan opini politik.

Seperti halnya kata2 : fanatik dan masih banyak lagi. Semua kata2 itu diminculkan dan didukung dg beragam fakta dan argumentasi ayat2 dlsb.

Beragam kata2 sudah dirancang oleh mereka2 dan ternyata sangat ampuh hasilnya.

 

Pesen saya, janganlah kita mudah termakan  berbagai macam kata dan ayat tsb. Kita harus kaffah didlm menelaah setiap permasalahan.

Kita semua dilengkapi dg logika dan hati nurani. Sejauh kesemuanya terjaga dari kekotoran nya, insya Alloh kiat bisa membedakan mana yg haq dan bathil.  

 

Walhal, menyesali atas banyaknya rekan2 yg termakan berbagai anekdot tsb nggak lah ada gunanya.

Yg terpenting kita berbuat mengingatkan mereka. Demi masa, sesungguhnya manusia ada dlm kerugian , kecuali.....

Saya jamin mereka sadar persis apa yg mereka lakukan, dan mereka tahu bhw ber-apatis termasuk perbuatan yg sia2.

Wallohu a’lam.

 

 

Salam,

 

DS


From: Musl...@googlegroups.com [mailto:Musl...@googlegroups.com] On Behalf Of Shofiyuddin
Sent: Tuesday, 24 March, 2009 5:56 PM


To: Musl...@googlegroups.com
Subject: [Muslim-KL] Re: Fakta-fakta seputar PKS

 

Pak Dodi,

 

Ada yang RISIH kalo islam masuk partai, karena ini pengalaman dari partai yang dulu aja, sekarang masih bertengger disana dengan nyamannya, gambarnya juga sangat ISLAM banget. Tapi gak tahu kerjanya apa. Jadi kalo paklik RDP merasa risih, ya wajar aja,

Mungkin paklik kita ini pengin (kali kali aja) kayak di jepang, dimana kesadaran masyarakat yang sudah tinggi sehingga segala tingkah lakunya, ada orang menamakan ISLAMI walaupun bukan orang islam.

 

Tapi satu hal yang menurut saya patut disesalkan bila kita tahu ada partai dengan basis islam yang kuat dan bersih, kita gak memilihnya.

Malah pilih yang laen, malah pilih yang gak jelas bersihnya, alasanya, hak pilih khan hak pribadi. titik. Nah ini nih yang harusnya mawas diri.

 

Semoga kita umat islam bisa pilih wakil kita yang islamnya baek.

 

 

 



 

On 3/24/09, Dodik Suprapto (XD/PCSB) <dodiks...@petronas.com.my> wrote:

Bung Mezlul,

 

Saran saya sih simple saja.

Kita khan ingin melihat umat islam yg sbgn besar hidupnya sengsara bin melarat akan mjd lebih baik.

Berharap pd parti non islam, ibarat itik merindukan bulan  ... the reality and logically are fully impossible.

Se-salah2 nya pilih partai islam ( asalkan calegnya islam asli ) … masih berada didlm koridor ethika islam.

Se-bener2 nya pilih partai non islam … sudah terbukti sendiri nggak lah akan memajukan umat islam ... apakah harus diulangi lagi? Apakah nggak capek? apakah nggak merasa kasihan melihat bangsanya sendiri smakin melarat di mana2? dlsb dlsb.

Singkirkanlah sgl prasangka buruk terhadap sesame moslem … apalagi thd mereka yg berani tampil kedepen dg bendera islam.

Posisikan didlm hati bhw perbedaan pendapat tsb bener mjdkannya rahmah  .. bukan malah sebaliknya spt yd diinginkan setan.

Berilah kesempatan kpd mereka  untuk berbuat … membuktikan ucapannya

Memilih partai islam, dg bismillah … akan ada nilai ibadah didalamnya.

Kemudian barulah istiqomah.

 


From: Musl...@googlegroups.com [mailto:Musl...@googlegroups.com] On Behalf Of Mezlul Arfie
Sent: Monday, 23 March, 2009 6:39 PM
To: Musl...@googlegroups.com
Subject: [Muslim-KL] Re: Fakta-fakta seputar PKS

 

Kalau ada 2 partai (PAN dan PKS), dua2 berbasis Islam terus punya caleg yg relatively sama kualitasnya, terus pilih mana?

 

Yg jelas bukan yg ndukung Soeharto dan antek2nya.....kan?

 

So....

2009/3/23 Rovicky Dwi Putrohari <rov...@gmail.com>


2009/3/23 Dodik Suprapto (XD/PCSB) <dodiks...@petronas.com.my>:
>

> Org2 tua dulu bilang, "Cedhak kebo gupak".

Itulah sebabna ada yang ndak suka mendekatkan agamanya dengan kebo ...
hihihihi. pizz ah

RDP
"Kampanye harusnya yang lutju-lutjuan .... namanya juga "pesta"
ndemok-trasi, mesti aja bauk"

 




--
Mezlul Arfie
EPE/63 - Snr. PT East AU
Field Development and Reservoir Management
Brunei SHELL; Panaga; Seria; KB; 3534
Negara BRUNEI DARUSSALAM

 

DISCLAIMER : This e-mail and any files transmitted with it ("Message") is intended only for the use of the recipient(s) named above and may contain confidential information. You are hereby notified that the taking of any action in reliance upon, or any review, retransmission, dissemination, distribution, printing or copying of this Message or any part thereof by anyone other than the intended recipient(s) is strictly prohibited. If you have received this Message in error, you should delete this Message immediately and advise the sender by return e-mail. Opinions, conclusions and other information in this Message that do not relate to the official business of PETRONAS or its Group of Companies shall be understood as neither given nor endorsed by PETRONAS or any of the companies within the Group.

DISCLAIMER : This e-mail and any files transmitted with it ("Message") is intended only for the use of the recipient(s) named above and may contain confidential information. You are hereby notified that the taking of any action in reliance upon, or any review, retransmission, dissemination, distribution, printing or copying of this Message or any part thereof by anyone other than the intended recipient(s) is strictly prohibited. If you have received this Message in error, you should delete this Message immediately and advise the sender by return e-mail. Opinions, conclusions and other information in this Message that do not relate to the official business of PETRONAS or its Group of Companies shall be understood as neither given nor endorsed by PETRONAS or any of the companies within the Group.

syafruddin syaiyar

unread,
Mar 25, 2009, 12:22:09 AM3/25/09
to Musl...@googlegroups.com
Good testimoni tapi ngak mengena..ada beberapa point yang kurang bisa dipercaya dan diluar logika kuuu.... at least..
 
Point 1. Indonesia adalah negara yang sangat kaya sumber daya alam dan merupakan umat muslim terbesar di dunia. Bahkan jika seluruh umat muslim di timur tengah disatukan, umat muslim Indonesia masih jauh lebih banyak. Untuk itu, agar dapat bertahan secara ekonomi, maka Arab Saudi harus bisa merebut Indonesia dan cara yang paling jitu adalah melalui invasi kebudayaan..
 
Arab saudi mau rebut Indonesia.. jauh panggang dari api.. ngurus negaranya saja dan tetangga yang sasama arab pun mereka ngak sanggup, ..apalagi ngurus indonesia yang bhineka...
 
Point 2. Rasa cinta saya bagi negeri yang sudah memberi saya kehidupan ini menutupi rasa takut saya. Saya yakin siapa yang berjalan dalam kebenaran maka kebenaran akan melindunginya..
 
Bagi orang islam yang memberi  kehidupan bukan negeri ini ...tapi yang di atas sono... Masa sih aktivis dakwah kampus hal yang begini saja ngak diajarkan.. Nasionalis sih nasionalis.. tapi negeri ini bukannya Tuhan yang memberi kita kehidupan....
 
Aku bukan anggota pks, bukan juga pemilih pks, bukan juga activis dakwah (ilmu belum cukup, cita-cita ada)..ngak pernah jadi kader partai apapun (hanya pernah jadi anggota osis)... Tapi melihat dari  nada penulisan dan message yang ingin disampaikan ... menurutku sih  teman kita ini bagian dari kelompok  tukang kompanye asal bukan PKS..Gerakan asal bukan PKS sangat aktif setelah PKS bikin kejutan dalam pemillu yang lalu.....
 
Sekedar komentar dari orang awam.. kalo ada rekan ato kader pks di milist boleh di klarifikasi sedikit..sedikit saja agar ngak terjebak polemik tak perlu...
 
sfd


--- On Wed, 25/3/09, Yanti Setiyono <kset...@gmail.com> wrote:

Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!

Abdul Bari HS

unread,
Mar 25, 2009, 1:01:25 AM3/25/09
to Musl...@googlegroups.com
he..he..  
sblm komentar mungkin yg punya facebook boleh juga cek dulu di FBnya: Arbania Fitriani..
Karena diminta klarifikasi sedikit, kebetulan saya alumnus UI juga ; dari tulisan dibawah ada sedikit yg benar, tapi kebanyakan gak bener.
Apalagi dibilang kepanjangan tangan Saudi. Kontradiksi sekali dg bbrp saudara kita di milis ini yg pro Saudi tapi koq gak mendukung PKS. Atau bisa jadi penulisnyai ingin merekatkan hubungan PKS dg saudara2 kita yg pro Saudi..he..he... wallahu'alam.
 
kalo mau lihat testimoni yg bertanggungjawab, mungkin di youtube ini lebih baik..

atau profil PKS yg dibuat oleh metro tv :

Mohon ma'af buat yg tak berkenan.

From: syafruddin syaiyar <syaf...@yahoo.com>
To: Musl...@googlegroups.com
Sent: Wednesday, March 25, 2009 12:22:09 PM
Subject: [Muslim-KL] Re: Testimoni mantan kader PKS

Good testimoni tapi ngak mengena..ada beberapa point yang kurang bisa dipercaya dan diluar logika kuuu.... at least..
 
Point 1. Indonesia adalah negara yang sangat kaya sumber daya alam dan merupakan umat muslim terbesar di dunia. Bahkan jika seluruh umat muslim di timur tengah disatukan, umat muslim Indonesia masih jauh lebih banyak. Untuk itu, agar dapat bertahan secara ekonomi, maka Arab Saudi harus bisa merebut Indonesia dan cara yang paling jitu adalah melalui invasi kebudayaan..
 
Arab saudi mau rebut Indonesia.. jauh panggang dari api.. ngurus negaranya saja dan tetangga yang sasama arab pun mereka ngak sanggup, ..apalagi ngurus indonesia yang bhineka...
 
Point 2. Rasa cinta saya bagi negeri yang sudah memberi saya kehidupan ini menutupi rasa takut saya. Saya yakin siapa yang berjalan dalam kebenaran maka kebenaran akan melindunginya..
 
Bagi orang islam yang memberi  kehidupan bukan negeri ini ...tapi yang di atas sono... Masa sih aktivis dakwah kampus hal yang begini saja ngak diajarkan.. Nasionalis sih nasionalis.. tapi negeri ini bukannya Tuhan yang memberi kita kehidupan....
 
Aku bukan anggota pks, bukan juga pemilih pks, bukan juga activis dakwah (ilmu belum cukup, cita-cita ada)..ngak pernah jadi kader partai apapun (hanya pernah jadi anggota osis)... Tapi melihat dari  nada penulisan dan message yang ingin disampaikan ... menurutku sih  teman kita ini bagian dari kelompok  tukang kompanye asal bukan PKS..Gerakan asal bukan PKS sangat aktif setelah PKS bikin kejutan dalam pemillu yang lalu.....
 
Sekedar komentar dari orang awam.. kalo ada rekan ato kader pks di milist boleh di klarifikasi sedikit..sedikit saja agar ngak terjebak polemik tak perlu...
 
sfd


--- On Wed, 25/3/09, Yanti Setiyono <kset...@gmail.com> wrote:
From: Yanti Setiyono <kset...@gmail.com>
Subject: [Muslim-KL] Testimoni mantan kader PKS
To: Musl...@googlegroups.com
Date: Wednesday, 25 March, 2009, 10:25 AM

-> No offense lho....
 
 
 
Dari sebuah milis:
 
 
 
Testimoni ini ditulis oleh seorang mantan kader PKS dari UI bernama arbania fitriani sebagai "note" pribadi di facebook.
 
Benarkah PKS Pro Rakyat Indonesia ?

A TESTIMONY FROM EX PKS CADRE

...

Kembali kepada agenda PKS ini sebagai perpanjangan tangan dari Kerajaan Saudi tujuan utamanya adalah agar kekuasaan Arab bisa mencapai indonesia mengingat satu-satunya sumber devisa Arab adalah minyak yang diperkirakan akan habis pada tahun 2050 dan melalui jamaah haji.

Indonesia adalah negara yang sangat kaya sumber daya alam dan merupakan umat muslim terbesar di dunia. Bahkan jika seluruh umat muslim di timur tengah disatukan, umat muslim Indonesia masih jauh lebih banyak. Untuk itu, agar dapat bertahan secara ekonomi, maka Arab Saudi harus bisa merebut Indonesia dan cara yang paling jitu adalah melalui invasi kebudayaan.

Islam dibuat menjadi satu dengan kebudayaan Arab, sehingga budaya Arab akan dianggap Islam oleh masyarakat Indonesia yang relatif masih kurang terdidik dan secara emosional masih sangat fanatik terhadap agama.

Ketika kebudayaan lokal sudah bisa dihilangkan dan kebudayaan Arab yang disamarkan sebagai Islam dapat berkuasa, maka orang-orang akan menjadi begitu fanatik buta bahkan fundamentalis dan tidak bisa lagi mengapresiasi agama lain dan budaya lokal. Lalu, bila kebudayaan Nusantara sudah sampai dianggap musyrik atau bid’ah, maka saat itulah NKRI akan bubar. Orang-orang yang pulaunya dihuni oleh mayoritas non muslim atau yang masih memegang budaya lokal di indonesia akan meminta merdeka. Pulau-pulau di Indonesia akan terpecah belah dan pada saat itulah orang-orang ini akan bagi-bagi “kue”.

Peta rencanaya adalah bagian pulau di Indonesia yang mayoritas Islam akan dikuasai oleh Arab. Sedangkan daerah yang penduduknya mayoritas kristen akan dikuasai oleh Amerika. Lalu, daerah-daerha yang mayoritas penduduknya beragama Hindu, Buddha, Animisme, dll., akan dikuasai oleh Cina. 


 
=

-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---


ganis supriadi

unread,
Mar 25, 2009, 1:25:53 AM3/25/09
to Musl...@googlegroups.com
Waduh ini yg buat testimoni ngga lihat peta, lah wong partai aja
dianggap syubhat atau malah mungkin haram, mana mungkin arab saudi
mendukung pks.


On 3/25/09, Yanti Setiyono <kset...@gmail.com> wrote:
> *-> No offense lho....*
>
>
>
> Dari sebuah milis:
>
>
>
> *Testimoni ini ditulis oleh seorang mantan kader PKS dari UI bernama arbania
> fitriani sebagai "note" pribadi di facebook.*
>> ------------------------------
>>
>> *From:* Musl...@googlegroups.com [mailto:Musl...@googlegroups.com] *On
>> Behalf Of *Shofiyuddin
>> *Sent:* Tuesday, 24 March, 2009 5:56 PM
>> *To:* Musl...@googlegroups.com
>> *Subject:* [Muslim-KL] Re: Fakta-fakta seputar PKS
>>
>>
>>
>> Pak Dodi,
>>
>>
>>
>> Ada yang RISIH kalo islam masuk partai, karena ini pengalaman dari partai
>> yang dulu aja, sekarang masih bertengger disana dengan nyamannya,
>> gambarnya
>> juga sangat ISLAM banget. Tapi gak tahu kerjanya apa. Jadi kalo paklik RDP
>> merasa risih, ya wajar aja,
>>
>> Mungkin paklik kita ini pengin (kali kali aja) kayak di jepang, dimana
>> kesadaran masyarakat yang sudah tinggi sehingga segala tingkah lakunya,
>> ada
>> orang menamakan ISLAMI walaupun bukan orang islam.
>>
>>
>>
>> Tapi satu hal yang menurut saya patut disesalkan bila kita tahu ada partai
>> dengan basis islam yang kuat dan bersih, kita gak memilihnya.
>>
>> Malah pilih yang laen, malah pilih yang gak jelas bersihnya, alasanya, hak
>> pilih khan hak pribadi. titik. Nah ini nih yang harusnya mawas diri.
>>
>>
>>
>> Semoga kita umat islam bisa pilih wakil kita yang islamnya baek.
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> On 3/24/09, *Dodik Suprapto (XD/PCSB)* <dodiks...@petronas.com.my>
>> wrote:
>>
>> Bung Mezlul,
>>
>>
>>
>> Saran saya sih simple saja.
>>
>> Kita khan ingin melihat umat islam yg sbgn besar hidupnya sengsara bin
>> melarat akan mjd lebih baik.
>>
>> Berharap pd parti non islam, ibarat itik merindukan bulan ... the reality
>> and logically are fully impossible.
>>
>> Se-salah2 nya pilih partai islam ( asalkan calegnya islam asli ) … masih
>> berada didlm koridor ethika islam.
>>
>> Se-bener2 nya pilih partai non islam … sudah terbukti sendiri nggak lah
>> akan memajukan umat islam ... apakah harus diulangi lagi? Apakah nggak
>> capek? apakah nggak merasa kasihan melihat bangsanya sendiri smakin
>> melarat
>> di mana2? dlsb dlsb.
>>
>> Singkirkanlah sgl prasangka buruk terhadap sesame moslem … apalagi thd
>> mereka yg berani tampil kedepen dg bendera islam.
>>
>> Posisikan didlm hati bhw perbedaan pendapat tsb bener mjdkannya rahmah ..
>> bukan malah sebaliknya spt yd diinginkan setan.
>>
>> Berilah kesempatan kpd mereka untuk berbuat … membuktikan ucapannya
>>
>> Memilih partai islam, dg bismillah … akan ada nilai ibadah didalamnya.
>>
>> Kemudian barulah istiqomah.
>>
>>
>> ------------------------------
>>
>> *From:* Musl...@googlegroups.com [mailto:Musl...@googlegroups.com] *On
>> Behalf Of *Mezlul Arfie
>> *Sent:* Monday, 23 March, 2009 6:39 PM
>> *To:* Musl...@googlegroups.com
>> *Subject:* [Muslim-KL] Re: Fakta-fakta seputar PKS

Rovicky Dwi Putrohari

unread,
Mar 25, 2009, 1:32:30 AM3/25/09
to Musl...@googlegroups.com
2009/3/25 ganis supriadi <ganis.s...@gmail.com>:

>
> Waduh ini yg buat testimoni ngga lihat peta, lah wong partai aja
> dianggap syubhat atau malah mungkin haram, mana mungkin arab saudi
> mendukung pks.

Dukungan itu demi kepentingan. That is politics !
PKS tidak mendukung pencalonan AR dulu pun karena alasan kepentingan.
That is politics, not religion nor value.

Politik luar negeri itu bisa sepaham bisa juga tidak sepaham. Yang
dipikirkan adalah, apakah kepentingannya kesampaian dengan
diberikannya dukungan. Semua partai aku rasa mendapat bantuan LN.
Konon Prabowo deket Jordan. SBY deket Amrik. Tapi Amrik bisa saja
membantu semua karena dia punya kepentingan siapapun yang menang :(

rdp
--
Dongeng anget :
http://rovicky.wordpress.com/2009/03/25/esbeye/

Haryadi

unread,
Mar 25, 2009, 2:21:12 AM3/25/09
to Musl...@googlegroups.com
dari 3 point yg disampaikan, point ke-1 dan ke-2 mungkin bisa dipandang sebagai "sejarah" dalam versi penulis tersebut (arbania fitriani ). Di pont-pont ini penulis cukup fokus dalam bahasannya. Akan tetapi di point ke-3, malah melebar membuat tulisannya kurang akurat.
Seandainya point ke-3 dibuang rasanya akan membuat tulisannya lebih berbobot.
 
/haryadi
 


From: Yanti Setiyono <kset...@gmail.com>
To: Musl...@googlegroups.com
Sent: Wednesday, March 25, 2009 11:25:04

Subject: [Muslim-KL] Testimoni mantan kader PKS


New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!

Dodik Suprapto (XD/PCSB)

unread,
Mar 25, 2009, 2:32:18 AM3/25/09
to Musl...@googlegroups.com
Testemoni ini sbg salah satu contoh.

Betapa rawannya mempercayai suatu karya tulis.

Bayangkan saja kalau yg membaca tanpa bekal informasi yg memadai.
Bayangkan saja kalau isinya menjadi acuan untuk memperdebatkan sesuatu,
apalagi memilih partai. Apa nggak runyam.

Terus siapa yg dipersalahkan? .... Bukan siapapun.
Yg salah adalah : Yg mempercayainya dan menggunakannya, itulah makna dr
hakekat hukum hak asasi manusia.

Perlu diketahuai bahwa bacaan dan berita yg senada, ada seabrek dimana
mana.
Mempercayainya; adalah suatau kesalahan.

Maaf, just coments.

DS
-----Original Message-----
From: Musl...@googlegroups.com [mailto:Musl...@googlegroups.com] On
Behalf Of ganis supriadi
Sent: Wednesday, 25 March, 2009 1:26 PM
To: Musl...@googlegroups.com
> kasihan dengan mereka, karena yang saya tahu - diberitahu oleh murabbi
kami
> dan juga seringkali dibahas dalam taujih atau tausiyah (semacam
kultum) -
>> Se-salah2 nya pilih partai islam ( asalkan calegnya islam asli ) ...
masih
>> berada didlm koridor ethika islam.
>>
>> Se-bener2 nya pilih partai non islam ... sudah terbukti sendiri nggak
lah
>> akan memajukan umat islam ... apakah harus diulangi lagi? Apakah
nggak
>> capek? apakah nggak merasa kasihan melihat bangsanya sendiri smakin
>> melarat
>> di mana2? dlsb dlsb.
>>
>> Singkirkanlah sgl prasangka buruk terhadap sesame moslem ... apalagi
thd
>> mereka yg berani tampil kedepen dg bendera islam.
>>
>> Posisikan didlm hati bhw perbedaan pendapat tsb bener mjdkannya
rahmah ..
>> bukan malah sebaliknya spt yd diinginkan setan.
>>
>> Berilah kesempatan kpd mereka untuk berbuat ... membuktikan
ucapannya
>>
>> Memilih partai islam, dg bismillah ... akan ada nilai ibadah

Abdul Bari HS

unread,
Mar 25, 2009, 2:43:13 AM3/25/09
to Musl...@googlegroups.com
apanya yg berbobot ?
penulisan 'sejarah' tdk ilmiah dan tdk bertanggungjawab koq dibela...?
pernyataannya mungkin lebih clear seperti ini:
Seandainya point ke-3 dibuang rasanya akan lebih bagus black campaign nya...
 
Rabbanaghfirlanaa wa liikhwaninaallaziina sabaquuna biliimaan wa la taj'al fi qulubina qhillalillaziina aamanu.. robbana innaka ro'ufurrhohiim..
Ya Rabb kami, ampunilah kami dan juga saudara2 kami yg telah mendahului kami, dan jangan kau jadikan dihati kami ada rasa 'ghill' (Permusuhan/Kedengkian/Iri Hati)  terhadap saudara2 seiman...
aamiin..
 
Mohon ma'af bila tak berkenan brother...
 

From: Haryadi <bapake_...@yahoo.com>
To: Musl...@googlegroups.com
Sent: Wednesday, March 25, 2009 2:21:12 PM

Subject: [Muslim-KL] Re: Testimoni mantan kader PKS

Haryadi

unread,
Mar 25, 2009, 3:20:31 AM3/25/09
to Musl...@googlegroups.com
Terima kasih atas doanya.
mengira saya membela tulisan tersebut atau mungkin ada "ghill" ? waduh..duh...koq jadi begini....
 
Maksudnya begini Pak,
kalau point ke-3 itu dimasukkan dalam tulisan tsb, maka mudah sekali mengcounternya. Orang-orang yang tidak terlibat partai pun akan dengan mudah mengcounternya. Maka, menurut saya, menjadikannya kurang berbobot.
Akan menjadi lebih berbobot kalau point ke-3 tersebut dibuang. Sekali lagi, ini menurut pendapat pribadi saya.
Kenapa menjadi lebih berbobot ? Karena orang-orang yang tidak terlibat di PKS, tidak bisa berkata banyak. Point ke-1 dan ke-2 itu menjadi konsumsinya orang yang sekarang masih di PKS maupun "mantan" kader nya.
Orang-orang yg tidak tahu betul seluk-beluk PKS pada point 1 dan 2 tersebut, sebaiknya menahan diri untuk berkometar. Diam lebih manis :)
 
Nah yg saya heran, Bapak yang aktif di partai PKS koq bukannya membuat klarifikasi point ke-1 dan ke-2. Tapi koq dari apa yg saya baca dari email Bapak, terasa gimana gitu lho :). Mau dibilang tuduhan, tapi koq pakai kalimat tanya. Memang beda tipis antara pertanyaan dan pernyataan :)
 
Demikian Pak, jadi to the point aja silakan diklarifikasi point ke-1 dan ke-2 tsb.
 
Kalau masih belum "terima" dengan penjelasan saya, saya mohon maaf telah membuat salah paham.
 


From: Abdul Bari HS <abdulb...@yahoo.com>
To: Musl...@googlegroups.com
Sent: Wednesday, March 25, 2009 14:43:13

Subject: [Muslim-KL] Re: Testimoni mantan kader PKS

apanya yg berbobot ?
penulisan 'sejarah' tdk ilmiah dan tdk bertanggungjawab koq dibela...?
pernyataannya mungkin lebih clear seperti ini:
Seandainya point ke-3 dibuang rasanya akan lebih bagus black campaign nya...
 
Rabbanaghfirlanaa wa liikhwaninaallaziina sabaquuna biliimaan wa la taj'al fi qulubina qhillalillaziina aamanu.. robbana innaka ro'ufurrhohiim..
Ya Rabb kami, ampunilah kami dan juga saudara2 kami yg telah mendahului kami, dan jangan kau jadikan dihati kami ada rasa 'ghill' (Permusuhan/Kedengkian/Iri Hati)  terhadap saudara2 seiman...
aamiin..
 
Mohon ma'af bila tak berkenan brother...
 

From: Haryadi <bapake_...@yahoo.com>
To: Musl...@googlegroups.com
Sent: Wednesday, March 25, 2009 2:21:12 PM
Subject: [Muslim-KL] Re: Testimoni mantan kader PKS

dari 3 point yg disampaikan, point ke-1 dan ke-2 mungkin bisa dipandang sebagai "sejarah" dalam versi penulis tersebut (arbania fitriani ). Di pont-pont ini penulis cukup fokus dalam bahasannya. Akan tetapi di point ke-3, malah melebar membuat tulisannya kurang akurat.
Seandainya point ke-3 dibuang rasanya akan membuat tulisannya lebih berbobot.
 
/haryadi
 

 


Abdul Bari HS

unread,
Mar 25, 2009, 3:57:07 AM3/25/09
to Musl...@googlegroups.com, my-c...@yahoogroups.com
Salam,
Saya rasa semua yg membaca dg hati yg jernih, dpt memahami bahwa point 1 & 2 dpt dg mudah dinilai oleh setiap org yg berteman dg kader2 PKS, mempelajari, atau menanyakan ke keluarganya... kalau mau penjelasan secara resmi PKS sudah punya website http://www.pk-sejahtera.org/v2/index.php disana ada AD/ART, Landasan perjuangan PKS...dll.
Bodoh benar kader2 PKS kalo ada liqo' maka ibunya yg sdg sakit pun harus ditinggali.. apalagi gak boleh mengikuti kajian islam lainnya atau bahkan buku2 bacaanyanya pun diatur.. 
yg jelas mah, pengalaman saya kalo ibu salah seorg kader sakit mesti dijenguk, dan bahkan kalo lagi ujian liqonya libur.. dan saya juga sempat ikut pengajiannya Ust.Abdul Hakim Abdat dg kajian hadits salafnya, juga pernah beli buku Komunis... tetap saja yg namanya Islam itu ajaran yg komprehensif, Indah dan gak mungkin dpt dikalahkan dg ajaran lain..
 
Jadi, menurut saya malah point ke-3 itu malah yg menjadi inti dari tulisan itu.. sesuatu yg dianggap hidden agenda oleh penulis  tdk diketahui oleh bahkan pengurus inti.. makanya banyak penghuni milis ini yg mengomentari point no.3
coba perhatikan baik-baik potongan tulisan tsb...
 
3. Semua ganjalan-ganjalan yang saya rasakan akhirnya meledak
ketika saya kemudian tahu dari sumber yang terpercaya dalam pemerintahan, juga dari petinggi PKS sendiri, tentang agenda yang tidak pernah saya ketahui sebelumnya dan pastinya juga tidak diketahui oleh orang-orang se-level saya atau bahkan pun pengurus inti PKS.
Agenda utama PKS adalah menghancurkan budaya Indonesia melalui invasi budaya Arab Saudi. dst..

Rabbanaghfirlanaa wa liikhwaninaallaziina sabaquuna biliimaan wa la taj'al fi qulubina qhillalillaziina aamanu.. robbana innaka ro'ufurrhohiim..
Ya Rabb kami, ampunilah kami dan juga saudara2 kami yg telah mendahului kami, dan jangan kau jadikan dihati kami ada rasa 'ghill' (Permusuhan/Kedengkian/Iri Hati)  terhadap saudara2 seiman...
aamiin..
 
Mohon ma'af bila tak berkenan brother...
 ____________________________________
Sent: Wednesday, March 25, 2009 3:20:31 PM

Dodik Suprapto (XD/PCSB)

unread,
Mar 25, 2009, 4:27:29 AM3/25/09
to Musl...@googlegroups.com

Apakah ada PKS yg lain ya pak?

Rasa2 nya saya perlu menyebarkan testimoni suci ini beserta sanggahannya ke milis2 yg lain agar diketahui umum keberadaanya.

 

Salam,

 

DS

 


Sigit

unread,
Mar 25, 2009, 4:43:12 AM3/25/09
to Musl...@googlegroups.com
Wah kayaknya diskusi kampanye PKS sudah sampai pada taraf terlalu banyak dan menjenuhkan bagi orang seperti saya yang gak terlalu tertarik dengan kampanye.

Ada yang tau caranya pakai "Automatic delete" gak ya? Capek nge-delete secara manual....

Sorry....

RS
Bukan simpatisan-kader partai.


-----Original Message-----
From: Musl...@googlegroups.com on behalf of Abdul Bari HS
Sent: Wed 3/25/2009 3:57 PM
To: Musl...@googlegroups.com; my-c...@yahoogroups.com
--
This message has been scanned for viruses and
dangerous content by MailScanner, and is
believed to be clean.



--
This message has been scanned for viruses and
dangerous content by MailScanner, and is
believed to be clean.

Rovicky Dwi Putrohari

unread,
Mar 25, 2009, 8:22:19 AM3/25/09
to Musl...@googlegroups.com
Kalau ngga suka pilih saja email filter sbb :
Email contain "PKS" go to trash !
Email contain "SBY" go to trash !
Email contain "golkar" go to trash !
Email contain "teguh" save for future atau di gmail "add star":)
Email contain "danu" add to wallet (lumayan 10 ringgitan).
Kalau ga suka "rovicky" go to club house, nanti nraktir aku kopi dulu.

Tapi aku ojok dibandem ayat lo.

Rdp
--
Sent from my mobile device

Dongeng anget :
http://rovicky.wordpress.com/2009/03/25/esbeye/

rusdi susilo

unread,
Mar 25, 2009, 9:33:46 AM3/25/09
to Musl...@googlegroups.com

Sabar mas Haryadi,
Musim kampanye partai menjelang pemilu begini memang agak sensi. Harap maklum.
wassalam wr wb

rusdi

--- On Wed, 3/25/09, Haryadi <bapake_...@yahoo.com> wrote:
> From: Abdul
> Bari HS <abdulb...@yahoo.com>
> To:
> Musl...@googlegroups.com
> Sent:
> Wednesday, March 25, 2009 14:43:13
> Subject:
> [Muslim-KL] Re: Testimoni mantan kader PKS
>
>
>
> apanya yg berbobot ?
> penulisan 'sejarah' tdk ilmiah dan tdk
> bertanggungjawab koq dibela...?
> pernyataannya mungkin lebih clear seperti ini:
> Seandainya point ke-3 dibuang rasanya akan lebih bagus
> black campaign nya...
>  
> Rabbanaghfirlanaa wa liikhwaninaallaziina
> sabaquuna biliimaan wa la taj'al fi qulubina
> qhillalillaziina aamanu.. robbana innaka
> ro'ufurrhohiim..
> Ya Rabb kami, ampunilah kami dan juga saudara2
> kami yg telah mendahului kami, dan jangan kau jadikan dihati
> kami ada rasa 'ghill' (Permusuhan/Kedengkian/Iri
> Hati)  terhadap saudara2 seiman...
> aamiin..
>  
> Mohon ma'af bila tak berkenan brother...
>  
>
>
>
> From: Haryadi
> <bapake_...@yahoo.com>
> To:
> Musl...@googlegroups.com
> Sent:
> Wednesday, March 25, 2009 2:21:12 PM
> Subject:
> [Muslim-KL] Re: Testimoni mantan kader PKS
>
>
>
> dari 3 point yg disampaikan, point ke-1 dan ke-2
> mungkin bisa dipandang sebagai "sejarah" dalam
> versi penulis tersebut (arbania fitriani ). Di
> pont-pont ini penulis cukup fokus dalam bahasannya. Akan
> tetapi di point ke-3, malah melebar membuat
> tulisannya kurang akurat.
> Seandainya point ke-3 dibuang rasanya akan membuat
> tulisannya lebih berbobot.
>  
> /haryadi
>  
>
>  
>
>
>
>
>

Djohan

unread,
Mar 26, 2009, 2:37:28 AM3/26/09
to Musl...@googlegroups.com
Postingan testimoni yang komplit tiga points seperti ini sebetulnya malah bagus, karena sudah mengumumkan dengan sendirinya posisi si penulis ada dimana.
Seperti halnya ketika Luthfie Asysyaukani yang tampil dalam acara TV membela Israel, justru sangat menguntungkan karena orang dah gak perlu ragu lagi dia ada dimana.

Tinggal kita saja pandai2lah memfilter masukan agar tidak asin ketika berenang di laut.

--
salam
Djohan
 

Yanti Setiyono

unread,
Mar 26, 2009, 4:03:54 AM3/26/09
to Musl...@googlegroups.com

kata pepatah lama: "CINTA ITU BUTA....."  ... :-)

Abdullatif Setyadi

unread,
Mar 26, 2009, 4:12:05 AM3/26/09
to Musl...@googlegroups.com
Ayak, Pak Dhe RDP (kata si Uul...)...
Emangnya ayat hanya untuk bandem-bandeman apa?...:)
 
Salam
ALS

 


From: Rovicky Dwi Putrohari <rov...@gmail.com>
To: Musl...@googlegroups.com
Sent: Wednesday, March 25, 2009 8:22:19 PM

stevan her

unread,
Mar 26, 2009, 4:55:48 AM3/26/09
to Musl...@googlegroups.com
Hidup PKS.
Karena saya tinggal di Depok.
 
 


 
On 3/25/09, Yanti Setiyono <kset...@gmail.com> wrote:

Rovicky Dwi Putrohari

unread,
Mar 26, 2009, 4:57:46 AM3/26/09
to Musl...@googlegroups.com
2009/3/26 stevan her <herr...@gmail.com>:

> Hidup PKS.
> Karena saya tinggal di Depok.

Wah sayang banyak yang ngga tinggal di Depok
makanya banyak yang tidak PKS
looh !

Rovicky Dwi Putrohari

unread,
Mar 26, 2009, 4:59:30 AM3/26/09
to Musl...@googlegroups.com
2009/3/26 Yanti Setiyono <kset...@gmail.com>:

>
> kata pepatah lama: "CINTA ITU BUTA....."  ... :-)

kata pepatah baru "CINTA ITU PERLU BIAYA ..... " :P

RDP

Muhammad Ali Arianto

unread,
Mar 26, 2009, 5:30:27 AM3/26/09
to Musl...@googlegroups.com
Akuur Pak Syafruddin,
Lagi pula dalam urusan cuplik-mencuplik kadang-kadang kita kurang
jelas, cukup dengan kata-kata sakti "dari milist sebelah" dsbnya dan
satu lagi terkadang kita kurang adil dalam memforward sehingga tidak
seluruh message ditampikan (seperti siapa pengirim pertama, dari
milist mana saja dsbnya).

Kebetulan postingan ini juga di forward di groups FORSTUDIA --->
http://groups.yahoo.com/group/FORSTUDIA/message/397
karena pengirimnya satu kubu dengan orang-orang FORSTUDIA dari sini
kita bisa lihat jelas sumber asalnya.
Siapa dia ? klik aja http diatas ;)


Salam

ali




2009/3/25 syafruddin syaiyar <syaf...@yahoo.com>:

Rusdi Dahardin

unread,
Mar 27, 2009, 4:28:54 AM3/27/09
to Musl...@googlegroups.com
Terima kasih P'MAA
 
sebenarnya di Al Quran sudah jelas jangan mempercayai suatu berita yang tidak jelas ,,,, tapi ya begitulah ternyata harus di akui hal ini membuktikan iman saya masih lemah n dibawah rata2 ,,,,,, Astaghfirullah !!!!
 
dan kita bahas lagi "junk email" ini ????? berarti ?????
 
hanya teringat note nya P'Djohan ,,, penulis sudah mendeklarasikan siapa dia ,,,,,  


From: Muhammad Ali Arianto <ali.a...@gmail.com>
To: Musl...@googlegroups.com
Sent: Thursday, 26 March 2009 5:30:27

Subject: [Muslim-KL] Re: Testimoni mantan kader PKS

Mohammad Tasfin

unread,
Mar 28, 2009, 4:40:16 AM3/28/09
to Musl...@googlegroups.com
Hidup Amien Rais.. karena saya tinggal di Depok juga..he.he.. gak nyambung ya! :)

2009/3/26 stevan her <herr...@gmail.com>

Rusdi Dahardin

unread,
Mar 28, 2009, 9:47:06 PM3/28/09
to Musl...@googlegroups.com
Hidup Rizal Ramli, karena berani tidak bekerja sama degan World Bank n IMF

namun sayang kagak ada yang dukung soale masih banyak yg pengen dijajah scara ekonomi,, atau memang kaga' ngerti ,,,,,


From: Mohammad Tasfin <mohamma...@gmail.com>
To: Musl...@googlegroups.com
Sent: Saturday, 28 March 2009 12:40:16

Subject: [Muslim-KL] Re: Testimoni mantan kader PKS


Importing contacts has never been easier..
Bring your friends over to Yahoo! Mail today!
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages