Rekan2 & Ikhwah muslim,
Berikut, artikel Nasehat yg Baik semoga bermanfaat buat kita
Barokallahufik
Abu Muhammad
********************************************
KEABSAHAN KHILAFAH ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ, bantahan syubuhat syi'ah ke 1
Penulis: Al Ustadz Muhammad Umar As-Sewed
Syubhat pertama kaum syiah adalah meragukan keabsahan khilafah Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu . Mereka menganggap dibai’atnya Abu Bakar radhiallahu ‘anhu sebagai khalifah adalah tidak sah, karena Ali radhiallahu ‘anhu dan keluarganya atau Ahlul Bait tidak diajak musyawarah, padahal Ali radhiallahu ‘anhu lebih berhak menjadi khalifah daripada abu Bakar atau Umar radhiallahu ‘anhuma . Demikianlah syubhat syi’ah yang mereka hembuskan dimana-mana, dengan kalimat yang sama dari tokoh syi’ah yang berbeda-beda, bagaikan satu kaset yang diputar berulang-ulang.
Pemahaman sesat dari orang Persia ini selalu mengatas-namakan Ahlul Bait dan menganggap pemahamannya sebagai “Madzhab Ahlul Bait”. Sehingga yang paling mudah terbawa dengan pemahaman syi’ah ini adalah orang-orang yang mengaku sebagai turunan Ali radhiallahu ‘anhu atau Alawiyyin –kecuali yang Allah rahmati–. Ketika disampaikan kepada mereka bahwa Ahlul Bait terdzalimi bangkitlah emosi kekeluargaannya. Padahal apa yang disampaikan oleh kaum syi’ah –yang merupakan jelmaan kaum majusi Persia– adalah kedustaan yang nyata dan tidak memiliki bukti yang otentik.
Mereka biasanya mengambil riwayat-riwayat tersebut dari kitab yang pa-ling terkenal di kalangan mereka yaitu Nahjul Balaghah. Kitab ini berisi ucapan-ucapan, khutbah-khutbah dan sya’ir-sya’ir yang seluruhnya diatasnamakan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu . Penulis buku tersebut mengesankan bahwa seakan-akan Ali radhiallahu ‘anhu tidak terima dengan keputusan para shahabat ketika memilih Abu Bakar sebagai khalifah. Bahkan dalam buku ini dinukil bahwa Ali radhiallahu ‘anhu mencaci dan mencerca Abu Bakar, Umar dan para shahabat yang lain. Namun sayang penulis buku tersebut tidak membawakan ucapan-ucapan Ali radhiallahu ‘anhu tersebut dengan sanadnya (rantai para rawi) sehingga tidak dapat diperiksa keotentikannya secara ilmiyyah dengan standar ilmu hadits.
Kitab ini –yang dikalangan kaum Syi’ah sejajar dengan al-Qur’an– ternyata disusun dan dikarang oleh seorang tokoh sesat dari kalangan Syi’ah imamiyyah, Rafidah yang bernama al-Murtadla Abi Thalib Ali bin Husein bin Musa Al Musawi (w th. 436 Hijriyah). Buku ini telah dinyatakan oleh para ulama Ahlus Sunnah sebagai kedustaan atas nama Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu.
Imam adz-Dzahabi berkata –ketika membahas biografi orang ini– sebagai berikut: “Dia adalah penghimpun kitab Nahjul Balaghah yang menyandarkan kalimat-kalimat yang ada dalam kitab ini kepada Imam Ali radhiallahu ‘anhu tanpa disebutkan sanad-sanadnya. Sebagian besar kalimat-kalimat itu batil, meskipun juga di dalamnya ada hal yang benar. Namun ucapan-ucapan palsu yang terdapat dalam kitab ini mustahil diucapkan oleh Imam Ali”. (Siyar A’lamin Nubala,17/589-590).
Beliau juga berkata:”…Barang siapa yang melihat buku Nahjul Balaghah ini, maka ia akan yakin bahwa ucapan-ucapan itu adalah dusta atas nama Amirul Mukminin Ali radhiallahu ‘anhu , karena di dalamnya terdapat caci-makian yang sangat jelas terhadap dua tokoh besar shahabat yaitu Abu Bakar dan Umar radhiallahu ‘anhuma . Juga tedapat ungkapan-ungkapan yang kaku (menurut kaidah sastra arab, pent) yang bagi orang yang telah mengenal jiwa bangsa Quraisy (dan tingginya bahasa mereka, pen.) dari kalangan para shahabat dan orang-orang setelahnya akan mengerti dengan yakin bahwa kebanyakan isi kitab tersebut adalah batil. (Mizanul i’tidal 3/124 Lisanul Mizan 4/223).
Ibnu Sirin menilai bahwa seluruh apa yang mereka (kaum Syi’ah) riwayatkan dari Ali radhiallahu ‘anhu semuanya kedustaan. (Al-‘ilmus Syamikh, hal 237)
Demikian pula Al-Khathib al-Baghdadi dalam kitabnya Al-Jami’ Li Akhlaqir rawi wa adibis sami’ (juz 2 hal. 161) telah memberikan isyarat tentang Kedustaan kandungan kitab ini”.
Syaikhul IslamIbnu Taimiyah berkata: “… sebagian besar khutbah-khutbah yang dinukil penyusun kitab Nahjul Balaghah adalah dusta atas nama Ali radhiallahu ‘anhu . Beliau terlalu mulia dan terlalu tinggi kapasitasnya untuk berbicara dengan ucapan seperti itu. Tetapi mereka mereka-reka kebohongan dengan anggapan bahwa hal itu sebagai sanjungan. Sungguh Itu bukanlah kebenaran, bukan pula merupakan sanjungan…. (Minhajus Sunnah an-Nabawiyah, 8/55-56)
Sedangkan para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah telah meriwayatkan dengan sanad –dan sanad tersebut telah diteliti keshahihannya secara ilmiyyah—ucapan-ucapan Ali radhiallahu ‘anhu yang ternyata bertentangan dengan apa yang mereka riwayatkan seratus delapan puluh derajat. Di antaranya:
Pertama, riwayat yang menunjukkan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu setuju dengan keputusan para sahabat dalam pengang-katan Abu Bakar radhiallahu ‘anhu sebagai khalifah. Imam Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya sampai kepada Ubaidah bahwa ia mendengar Ali radhiallahu ‘anhu mengatakan:
اقْضُوْا كَمَا أَنْتُمْ تَقْضُوْنَ فَإِنِّيْ أَكْرَهُ الْخِلاَفُ حَتَّى يَكُوْنَ النَّاسَ جَمَاعَةً أَوْ أَمُوْتُ كَمَا مَاتَ أَصْحَابِيْ.
Putuskanlah sebagaimana kalian putus-kan, sesungguhnya aku membenci perselisihan hingga manusia berada dalam satu jama’ah atau lebih baik aku mati seperti para shahabat-shahabatku yang telah mati. (AR. Bukhari dalam Fadha-ilus Shahabah 3504) Kedua, diriwayatkan pula secara mustafidh dari Ali bin Abi Thalib sendiri sebagaimana dalam Shahih Bukhari dengan menyebutkan sanadnya sampai kepada Muhammad ibnul Hanafiyah rahimahullah:
قُلْتُ ِلأَبِي: أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ بَعْدَ رَسُوْلِ اللهَ r؟ قَالَ: أَبُو بَكْرٍ. قَلْتُ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: عُمَرُ. وَخَشِيْتُ أَنْ يَقُوْلَ عُثْمَانُ. قُلْتُ: ثُمَّ أَنْْتَ؟ قَالَ: مَا أَنَا إِلاَّ رَجُلٌ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ. (رواه البخاري في فضائل الصحابة 3468 وفتح البارى 7/20)
Aku bertanya kepada bapakku (yakni Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu ): “Siapakah manusia yang terbaik setelah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam ? Ia menjawab: “Abu Bakar”. Aku berta-nya (lagi): “Kemudian siapa?”. Ia men-jawab: “Umar”. Dan aku khwatir ia akan berkata Utsman, maka aku mengatakan: “Kemudian engkau?” Beliau menjawab: “Tidaklah aku kecuali se-orang dari kalangan muslimin”. (AR. Bukhari, kitab Fadlailus Shahabah, bab 4 dan Fathul Bari juz 4/20)
Ketiga, berkata Ibnu Taimiyah bahwa riwayat yang seperti ini (yakni riwayat di atas) telah diriwayatkan dari Imam Ali lebih dari 80 riwayat. Dan bahwasanya imam Ali ibnu Abi Thalib pernah berbicara di mimbar Kuffah, mengancam orang-orang yang mengutamakan dirinya di atas Abu Bakar dan Umar dengan cambukan seorang pendusta.
لاَ أُوْتِيَ بِأَحَدٍ يَفْضِلُنِيْ عَلَى أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ إِلاَّ جَلَّدْتُّهُ حَدَّ الْمُفْتَرِيْنَ
Tidak didatangkan kepadaku seseorang yang mengutamakan aku di atas Abu Bakar dan Umar kecuali akan aku cambuk dengan cambukan seorang pendusta.
Maka ketika itu seorang yang menga-takan beliau lebih utama dari Abu Bakar dan umar dicambuk delapan puluh kali cambukan. (Majmu’ Fatawa juz 4 hal. 422; Lihat Imamatul ‘Udhma, hal. 313).
Keempat, Imam Bukhari juga meriwayatkan dengan sanadnya yang bersambung dan shahih sampai kepada Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwa dia pernah menghadiri jenazah Umar bin Khathab, dia berkata:
إِني لَوَاقِفٌ فِي قَوْمٍ نَدْعُوا اللهَ لِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ وَقَدْ وُضِعَ عَلَى سَرِيْرِهِ، إِذَا رَجُلٌ مِنْ خَلْفِي قَدْ وَضَعَ مِرْفَقَيْهِ عَلَى مَنْكِبَيْ يَقُوْلُ: رَحِمَكَ اللهَ إِنْ كُنْتُ َلأَرْجُو أَنْ يَجْعَلَكَ اللهُ مَعَ صَاحِبَيْكَ ِلأَنِّيْ كَثِيْرًا مَا كُنْتُ أَسْمَعُ رَسُوْلَ اللهِ r يَقُوْلُ: كُنْتُ وَأَبُوْ بَكْرٍ وَعُمَرُ، وَفَعَلْتُ وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ، وَانْطَلَقْتُ وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ، فَإِنْ كُنْتُ َلأَرْجُو أَنْ يَجْعَلَكَ اللهُ مَعَهُمَا، فَالْتَفَتُّ فَإِذَا هُوَ عَلِي
بْنِ أَبِي طَالِبٍ. (رواه البخاري في فضائل الصحابة، باب من فضائل عمر 3389 (4/1858))
Sungguh aku pernah berdiri di keru-munan orang yang sedang mendoakan Umar bin Khathab yang telah diletak-kan di atas pembaringannya. Tiba-tiba seseorang dari belakangku –yang me-letakkan sikunya di kedua pundakku– berkata: “Semoga Allah merahmatimu dan aku berharap agar Allah mengga-bungkan engkau bersama dua shaha-batmu raYakni Rasulullah dan Abu Bakar), karena aku sering mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Waktu itu aku bersama Abu Bakar dan Umar…’ ‘aku telah mengerjakan bersama Abu Bakar dan Umar…’, dan ‘aku pergi dengan Abu Bakar dan Umar…’. Maka sungguh aku berharap semoga Allah menggabung-kan engkau dengan keduanya. Maka aku menengok ke belakangku ternyata ia adalah Ali bin Abi Thalib. (HR. Bukhari dalam Fadlailus Shahabah, 3389).
Keenam, diriwayatkan oleh Imam Malik rahimahullah bahwa telah terjadi ijma’ (kesepakatan) penduduk Madinah atas afdlaliyah (keutamaan) Abu Bakar dan Umar radhiallahu ‘anhuma di atas Ali radhiallahu ‘anhu, beliau radhiallahu ‘anhu berkata:
مَا أَدْرَكْتُ أَحَدًا مِمَّنْ يَقْتَدِي بِهِ يَشُكُّ فِي تُقَدِّمِ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ.
Tidak kutemui satu orang pun dari ulama yang dijadikan teladan yang ragu terhadap diutamakannya Abu Bakar dan Umar di atas yang lainnya. ( Majmu’ Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, 4/421; lihat Al-Imamatul ‘Udhma, Abdullah Ibnu Umar Ibnu Sulaiman ad-Damiji, hal. 311)
Ketujuh , maka setelah ini kita katakan kepada kaum Syi’ah dan kalangan mutasyayi’in (yang kesyi’ah-syi’ahan) ucapan Imam Ats-Tsauri sebagai berikut:
مَنْ زَعَمَ أَنَّ عَلِيًّا كَانَ أَحَقُّ بِالْوَلاَيَةِ مِنْهُمَا فَقَدْ خَطَأَ أَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَالْمُهَاجْرِيْنَ وَاْلأَنْصَارِي رَضِيَ اللهُ عَنْ جَمِيْعِهِمْ وَمَا أَرَاهُ يَرْتَفِعَ لَهُ مَعَ هَذَا عَمَلُ إِلَى السَّمَاءِ
Barangsiapa yang menganggap Ali lebih berhak menjadi khalifah daripada Abu Bakar dan Umar, maka berarti dia telah menyalahkan Abu Bakar, Umar, Muhajirin dan Anshar radhiallahu ‘anhum. Maka Aku ti-dak mengira kalau amalannya akan naik ke langit (yakni diterima di sisi Allah). (Riwayat Abu Dawud dalam Ki-tabus Sunnah, bab at-Tafdlil; lihat Aunul Ma’bud, 8/382).
Dalam riwayat lain Sufyan ats-Tsauri berkata:
…فَقَدْ أَزْرَى عَلَى اثْنَيْ عَشَرَ أَلْفًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ .
Barang siapa menganggap Ali lebih berhak untuk menjadi khalifah, maka dia telah menuduh dua belas ribu para shahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. (Al-Musnad min Masa’il Imam Ahmad oleh al-Khalal dalam bentuk manuskrip dan dishahihkan sanad-sanadnya oleh Imam Nawawi lihat ash-Shawaiq al-Muhriqah oleh Ibnu Hajar al-Haitsami melalui nukilan ad-Damiji dalam al-Imamatul ‘Udzma hal. 313)
Wallahu a’lam
Wa’alaikum Salam
Nyantai aja lagi Haji ....
Kita kan udah sama sama dewasa, bisa berpikir jernih,....
Kalau semua sependapat, manut-manut, dan menghindari diskusi/adu argumentasi , otak bisa jadi beku, pemikiran jadi mandek,..
Biasanya diskusi semacam ini tanpa di bunuh paksapun akan hilang sendiri….
Mas Novan, tentang pertanyaannya sebenarnya sudah jelas jawabannya, tapi kalau masih kurang jelas, saya jawab singkat saja,seperti Boss Tasfin… saya
Beragama Islam, ngak jalur syiah dan sunni ….
Guru ngaji saya dikampung dulu ngajarkan agama islam saja, yang mana hukum islam ada lima dan hukum Iman ada enam, ngak lebih ngak kurang
ngak di embel embelin jalur sunni atau syiah... Dan sampai sekarang Alhamdullillah pemahaman saya belum berubah …
Wass,
Sfd
DISCLAIMER : This e-mail and any files transmitted with it ("Message") is intended only for the use of the recipient(s) named above and may contain confidential information. You are hereby notified that the taking of any action in reliance upon, or any review, retransmission, dissemination, distribution, printing or copying of this Message or any part thereof by anyone other than the intended recipient(s) is strictly prohibited. If you have received this Message in error, you should delete this Message immediately and advise the sender by return e-mail. Opinions, conclusions and other information in this Message that do not relate to the official business of PETRONAS or its Group of Companies shall be understood as neither given nor endorsed by PETRONAS or any of the companies within the Group.
saya orang islam yang menjalankan perintah agama berdasarkan al-quran
dan hadits yang shoheh (karena hadits palsu banyak) dan mengikuti
pemahaman para salafus sholeh yang merupakan generasi terbaik umat
islam. titik .....
maaf kalo gak berkenan (tulisan mas Morry yang gampang diingat,
makasih mas Morry).
2012/1/25 Syafruddin Syaiyar (PEX/PCSB) <syafr...@petronas.com.my>:
Apakah perbedaan faham membawa mereka ke kancah konflik? ... saya
ndak tahu, tapi kemungkinan sih itu ndak.
Kuncinya supaya tenang, ya mari kita belajar agama dengan benar,
belajar dari buku dan dari ustadz tentunya yang kita tahu dia belajar
dengan benar.
mengapa kita berucap astagfirullah 3 x setelah sholat fardhu dan
bukannya alhamdulillah?
2012/1/25 Nalom Syaifullah <myn...@gmail.com>:
--
Berjalankan kamu di muka bumi dan perhatikannlah kesudahan dari mereka
mereka yang telah dibinasakan Allah Swt karena kedurhakaan mereka
terhadap Allah dan Rasulnya. Belajarlah dari kaum Ad dan Tsamud. saya
pikir ini baik untuk kita renungkan. Semoga kita tidak berpendapat
bahwa cerita cerita di Quran hanyalah cerita yang diulang ulang dari
nenek moyang manusia dan tidak punya arti apa apa.
Menurut pengamatan saya, sekarang ini di Indonesia (terutama di
jakarta dan sekitarnya) sedang bangkit pemahaman ahlus sunnah wal
jamaah, yang banyak mengupas kandungan al_quran berdasarkan hadits
hadits yang shoheh, pembahasan kitab kita Ryadhus Sahilihin, Syarah
Aqidah, Tafsir Ibnu Katsir dan masih banyak yang lainnya.
Saya pikir ini sangat menggembirakan di tengah tengah banyak ulama
yang populer yang lebih merujuk kepada terjemahan al-quran tapi miskin
sekali akan hadits hadits yang shoheh apalagi nama nama perawi
haditsnya.
Ini link radio yang menurut saya bagus.
Teman teman bisa memilih narasumber. Ada Abu Yahya Darussalam, Abu
Qatadah, Abdul hamid, Yazid bin Abd Qadir Jawas dan sebagainya.
Semuanya asik dan nikmat untuk didengar. Bagi teman yang sdh lupa lupa
akan hadits hadits mulia Rasulullah, di radio ini bisa menyegarkan
kembali ingatan kita sekalian.
Selamat menimba ilmu dan salam,
Shofi
Dari Abdullah bin ‘Amru,“ Salah seorang sahabat menyebutkan salah satu ayat dari Al-Qur’an, kemudian dibantah oleh yang lain sampai suara mereka meninggi.
Maka Rasulullah keluar dengan marah ketika mendengar keributan tersebut, merah wajahnya, beliau melempari mereka dengan kerikil sambil berkata,“ Tenanglah wahai kaum ! karena inilah hancurnya umat sebelum kalian, dengan menyelisi para Nabi dikalangan mereka dan menabrakkan sebagian ayat dengan sebagian ayat yang lain. Sesungguhnya ayat-ayat Al Qur`an tidak mendustakan antara ayat yang satu dengan yang lainnya, akan tetapi saling membenarkan. maka apa-apa yang kalian ketahui beramallah dengannya, dan apa-apa yang kalian tidak ketahui tinggalkanlah, sampai kalian mengetahuinya.”
HR. Ahmad, Al Baghowi dan dishohihkan oleh Syekh AlBani didalam Syarh Aqidah Thohawiyah.
--
Sama dengan ketika para sebgaian ulama memberikan melakukan Umroh
Sunah waktu musim haji karena Aisyah melakukannya. Mereka sering tidak
menyebutkan (menyembunyikan?) bahwa Aisyah tidak Umroh sebelum haji
karena datang haid. Setelah haji, atas izin Rasulullah, baru Aisyah
umroh ditemani sahabat Rasulullah, tapi sahabat itu tidak ikut umroh
karena dia sudah melakukan umroh sebelum haji.
Nah itulah maksud saya sepenggal penggal.
Para ustadz pembimbing haji juga sering bersuara keras kepada para
calon haji ... sabar ... sabar .... tidak boleh zidal (berbantah
bantahan) dalam haji .......... saya tanya sama yang ahli yang sering
ceramah di Mesjid deket hotel .... apakah saya boleh menanyakan apakah
termasuk Zidal kalo saya bertanya sesuatu ke ustadz pembimbing tentang
ke absahan suatu ibadah tertentu yang mengundang perdebatan? Ulama
tersebut menjawab, Zidal boleh untuk kebaikan dan hak, bukan untuk
kemaksiatan.
ah sudahlah ...
hujjah sdh ada, pilihan ada pada kita.
bismillah,
sekedar sharing dr link yg sy dpt diinternet, Thesis PhD mahasiswa Indonesia diLeiden:
"The Struggle of The Shi'is in Indonesia" krn berupa karya ilmiah level thesis S3,barangkali objektive-nya InshaAllah relatif terjaga.. sy baru baca sekilas sj, memang intinya mengupas pergulatan pergerakan Shiah di Indonesia di zaman kini. Walaupun tdk dibahas di bab khusus, namun dr penuturan isi thesisnya, pengembangan pergerakan Shiah diIndonesia tdk lepas dr peranan Iran (selepas revolusi) ini bs dimaklumi krn majority penganut Shiah indo adalah sm dengan di Iran, penganut kepercayaan Shiah 12 imam dgn doctrine Imamah-nya plus konsep wilayatul faqih ala Khomeini.. jg dibahas sekilas perbedaan fundamental doctrine Sunni-Shiah.. semoga bermanfaat,
AM |
Jadi ingin Ikutan lagi..
Sejauh ini saya rasa diskusinya ok ok saja, selagi kita berpikiran terbuka dan saling menghargai ngak masalah kan??..
Yang namanya manusia, pastilah tidak terlepas dari kesalahan, cuman kadang kala kita ngak tau dan ngak sadar kita salah dan keliru, merasa menang sendiri sehingga lupa diri..besifat arrogant alias ujub.. … Mudah mudah-an kita semua terhindar dari sifat ini, tetap saling mengingatkan dan menasehati, bersedia untuk saling sependapat dan juga berlapang dada untuk tidak sependapat..….
Disini saya cuma pingin sedikit menanggapi Dunsanak Saya Morry yang atas Izin Allah berkesempatan berada di tengah tengah dua jalur Utama umat Islam saat ini.. di Negerinya orang Sunni yang banyak di-diami orang Syiah.. Eastern Province negerinya dinasti Pak Saud yang sangat sangat kaya minyak......
Dari beberapa hujjah, saya melihat Sanak Morry agak kurang berkenan dengan yang namanya opini pribadi..
Menurut saya, ngak ada salahnya mengemukakan opini pribadi, toh opini pribadi itu terbentuk dari akumulasi referensi dan pengetahuan, sumber bacaan dan pelajaran yang kita punyai..
Ekstrimnya dengan membelakang-kan opini pribadi menurut saya kita sudah mendowngrade intelektual kita sendiri.. meragukan kemampuam kita untuk berfikir dan berpendapat..
Manusia yang ngak punya opini pribadi, menurut aku sih sudah kehilangan kemanusiaannya.. hanya robot yang ngak punya opini pribadi..….
Kemudian tentang pernyataan saya (opini pribadi ..hee.. hee.) tentang awal terjadinya perpecahan umat Islam jadi dua jalur Utama Sunni dan Syiah..”Awal dan puncanya” memang dari urusan politik kekuasan “ perbedaan pendapat dari para sahabat Nabi tentang siapa yang berhak jadi pemimpin umat Islam setelah wafatnya Nabi.. “Memang nothing to do dengan aqidah”… Rasanyanya ngak tendensius tapi “fakta sejarah” .... Sumbernya tidak hanya dari publikasi orang Syiah.. Waktu masih di SD tahun 70-an saya sudah baca buku sejarah islam buku pegangan di sekolah PGA (sekolah guru agama di Sumbar yang pastinya bukan Syiah)… Saya masih ingat menitikkan air mata alias nangis membaca kisah terbunuhnya Husein cucu nabi di Karbala.. masih ingat tentang betapa jujur dan lurus-nya Ali bin Abi Thalib waktu terjadi perperangan dengan Muawiyah yang sudah diambang kemenangan tapi berhenti karena ada pentolan dikalangan Muawiyah yang mengangkat Al qur’an untuk berdamai…( itu sejarah, pasti ada distorsinya tapi dengan merefer ke berbagai sumber kita bisa melihat benang merah kebenarannya).
By default, kita umat islam di-Indonesia hampir keseluruhan terlahir dalam jalur Islam Sunni.. .. Tapi jujur saja, saat ini saya merasa ngak sreg untuk mengembel-embeli agama saya dengan Islam Sunni.. Karena opini pribadi saya menyatakan penambahan embel embel Sunni dan Syiah.. lebih pada statement politik….
Dan tentang kecendrungan beberapa diantara kita yang ingin berada ditengah dan ngak bersikap either Sunni and Syiah, bagi saya ngak ada salahnya… Toh berdiri ditengah alias tidak memihak itu juga suatu sikap.. Karena menurut “opini pribadi saya “keberpihakan “seringkali’ membuat kita bias.. .. Melihat hanya dari satu sisi, kebenaran hanya ada di sisi golongan dan jalur kita ..
melupakan golongan dan jalur lain …. Berdiri ditengah bukan hanya keinginan untuk berlaku adil tapi juga merupakan usaha untuk mencari kebenaran… Kebenaran dan adil biasanya seiring sejalan.. kebenaran tanpa keadilan ibarat masakan yang kurang garam begitu juga ke adilan tanpa kebenaran namanya penipuan…
Balik cerita ke awal diskusi ini.. mengenai keprihatinan sebagaian rekan kita terhadap kondisi Negara Iran sekarang ini, yang secara kasat mata dan terang benderang diperlakukan tidak adil oleh Amerika dan sekutu sekutunya.. Ada perasaan hopeless di sebagian dari kita melihat respond umat islam yang no action dan tidak ada keinginan untuk membantu Iran yang islam tapi memilih jalur Syiah …..….Arab saudi dan Negara Teluk yang dikarunia kekayaan alam yang melimpah ruah dan ditakdirkan sebagai tetangga terdekat Iran, sepertinya dari yang dapat kita lihat dan baca serta simpulkan dari berbagai informasi yang ada, bukannya berpihak pada Iran malahan berkaloborasi dengan Amerika –Israel menekan Iran… Embargo minyak dan perdagangan oleh Amerika , EU tambah Australia dan Jepang/Korsel.. cukup mengusik rasa keadilan sebagaian daripada kita..Permintaan Iran terhadap Arab Saudi dan Negara Teluk untuk tidak mengganti produksi minyak Iran yang di embargo.. ditanggapi dingin oleh tetangga dekatnya yang sesama islam tapi beda jalur ini… .. Apakah ini suatu kebenaran walaupun tidak adil.. hati nurani kita dapat menjawabnya.. dalil nya ada dimana mana ….Ketidak adilan yang sangat nyata….
Terus terang saya terusik untuk ikut diskusi ini karena seperti kata boss Nalom.. Ada tersirat (mudah mudahan tidak) keprihatinan sebagian dari kita terhadap kondisi Iran saat ini , coba di-counter dengan beberapa artikel tentang betapa buruknya Syiah.. apakah memang kebetulan saja atau memang lagi trend pembentukan opini public… bahwa masalah Iran tidak ada hubungannya dengan masalah umat Islam…Nasehat seperti yang diforwardkan rekan kita.. bagi saya pribadi terlihat agak kurang wise..penghakiman kaum Syiah sebagai kaum majusi Persia “ (Padahal apa yang disampaikan oleh kaum syi’ah –yang merupakan jelmaan kaum majusi Persia– adalah kedustaan yang nyata dan tidak memiliki bukti yang otentik)” rasanya sudah berlebihan..
Apakah opini pribadi saya salah, saya ngak tau, tapi nurani saya mengatakan ngak salah salah amat…
Walaupun Azan dan cara Uduk nya berbeda (untuk haji, yang saya tahu Syiah lebih banyak acara Ziarahnya, tapi rukun hajinya masih sama), saya masih beranggapan Syiah masih Umat Islam selagi mereka menegakkan rukun Islam yang lima perkara dan percaya pada Rukun Iman yang enam perkara..
Sampai saat ini Imam khomeini yang meninggalkan waris harta yang tak seberapa masih Idola saya …dan Ahmadinejad yang hidup sederhana masih masuk salah satu pemimpin favorit saya..
Saya berdoa dan berharap,Umat Islam Iran walaupun Syiah dapat keluar dari krisis sekarang ini dengan kemenangan..
Me-rewind kembali peristiwa politik dan sejarah ..Tahun 1979 Khomieni yang islam Syiah memimpin Revolusi Iran.. Dunia barat terkejut, dan penguasa Negara Negara arab yang didominasi Islam Sunni cemas….Kecemasan penguasa penguasa arab ini mencapai puncaknya dengan penyerbuan Saddam Hussen ke Iran..Dengan kekayaan minyaknya yang melimpah untuk membeli senjata dari negara Barat (kristen dan Yahudi) penguasa negara negara arab bersatu padu menyokong Saddam… walupun disokong dengan senjata dan cover politik yang melimpah Saddam gagal menekuk Iran yang tetap solid bertahan dan bahkan berhasil mendesak kembali Saddam hingga tiada pilihan lain selain berdamai… 8 Tahun berperang, mengorbankan jutaan nyawa dan menghanguskan billiunan kekayaan alam minyak bumi, hasilnya kembali seperti semula…. Iran yang islam Syiah tetap exist ..
Sadar di apusin jadi alat dan pion penguasa arab yang cemas akan kemajuan Iran yang nota bene Islam Syiah, Saddam jadi naik angin.. berbalik menyerbu dan menguasai saudaranya sesama arab yang Islam Sunni yang kecil , lemah tapi kaya, Kuwait…,.. Kuwait bukan tandingannya Saddam, dalam hitungan hari Kuwait takluk, tapi saudara tua Kuwait, Arab Saudi dan rekan rekannya sesama Negara kaya teluk tak terima.. Dengan bantuan tentara Amerika yang dibiayai dengan duit minyak Arab , Saddam berhasil di desak kembali keluar dari Kuwait setelah membumi hanguskan ladang ladang minyak Kuwait (perang teluk 1).. Ternyata Amerika-Israel tidak puas dengan hanya keluarnya Saddam dari Kuwait.. dengan rekayasa dan pembohongan senjata pembunuh massal, Amerika berhasil memobilitasi dunia untuk menyebu Irak ( perang teluk 2)… Dunia tertipu dan regimenya Saddam berhasil dihancurkan dan ditumbangkan…
Dari rentetan peristiwa ini.. kita melihat dan menyaksikan hampir semua hasil kekayaan alam minyak Arab yang Islam, mengalir lancar ke kantong kantongnya Amerika- Barat yang Kristen dan yahudi untuk membiayai aksi saling membunuh diantara sesama muslim…Sunni dengan Syiah.. juga Sunni dengan Sunni.. Dan yang paling menyedihkan lagi karena sibuk saling berbunuhan nasib rakyat Palestina yang mayoritas islam terabaikan.. Israel dengan freehand, sesuka hati membungi anguskan rakyat palestina,, menciptakan penjara terbesar di dunia dengan memembargo Gaza.. Rakyat Somalia yang juga islam dibiarkan tanpa pemerintahan dan kelaparan..
Mengikuti sejarah dan peristiwa ini.. sebagai salah seorang umat islam, saya hanya dapat berharap dan berdoa semoga peristiwa seperti ini tidak berulang kembali .. umat islam hanya akan bisa bangkit kalau mereka bersatu melupakan masalah perbedaan, mencari kebersamaan serta mengutamakan kemaslahtan, persatuan dan persaudaraan umat (ukuwah islamiyah).
Semoga scenario penekanan dan pemojokan Iran/Persia yang Islam Syiah dengan isu senjata nuklir, tidak menjadi awal dari prahara umat islam jilid dua.. Semoga Negara arab yang Sunni dan Iran/Persia yang Syiah melupakan perbedaan dan dendam turunannya kembali kepangkal jalan sebagai Umat Nabi Muhamad SAW… yang berpegang teguh pada Al Qur’an dan Hadist, Kebenran dan Keadilan.. Amiiin
Wass
Sfd
DISCLAIMER : This e-mail and any files transmitted with it ("Message") is intended only for the use of the recipient(s) named above and may contain confidential information. You are hereby notified that the taking of any action in reliance upon, or any review, retransmission, dissemination, distribution, printing or copying of this Message or any part thereof by anyone other than the intended recipient(s) is strictly prohibited. If you have received this Message in error, you should delete this Message immediately and advise the sender by return e-mail. Opinions, conclusions and other information in this Message that do not relate to the official business of PETRONAS or its Group of Companies shall be understood as neither given nor endorsed by PETRONAS or any of the companies within the Group.
On 1/26/12, Syafruddin Syaiyar (PEX/PCSB) <syafr...@petronas.com.my> wrote:
> Jadi ingin Ikutan lagi..
>
>
>
> Sejauh ini saya rasa diskusinya ok ok saja, selagi kita berpikiran
> terbuka dan saling menghargai ngak masalah kan??..
>
> Yang namanya manusia, pastilah tidak terlepas dari kesalahan, cuman
> kadang kala kita ngak tau dan ngak sadar kita salah dan keliru, merasa
> menang sendiri sehingga lupa diri..besifat arrogant alias ujub.. ...
> Mudah mudah-an kita semua terhindar dari sifat ini, tetap saling
> mengingatkan dan menasehati, bersedia untuk saling sependapat dan juga
> berlapang dada untuk tidak sependapat......
>
>
>
> Disini saya cuma pingin sedikit menanggapi Dunsanak Saya Morry yang atas
> Izin Allah berkesempatan berada di tengah tengah dua jalur Utama umat
> Islam saat ini.. di Negerinya orang Sunni yang banyak di-diami orang
> Syiah.. Eastern Province negerinya dinasti Pak Saud yang sangat sangat
> kaya minyak......
>
>
>
> Dari beberapa hujjah, saya melihat Sanak Morry agak kurang berkenan
> dengan yang namanya opini pribadi..
>
> Menurut saya, ngak ada salahnya mengemukakan opini pribadi, toh opini
> pribadi itu terbentuk dari akumulasi referensi dan pengetahuan, sumber
> bacaan dan pelajaran yang kita punyai..
>
> Ekstrimnya dengan membelakang-kan opini pribadi menurut saya kita sudah
> mendowngrade intelektual kita sendiri.. meragukan kemampuam kita untuk
> berfikir dan berpendapat..
>
> Manusia yang ngak punya opini pribadi, menurut aku sih sudah kehilangan
> kemanusiaannya.. hanya robot yang ngak punya opini pribadi......
>
>
>
> Kemudian tentang pernyataan saya (opini pribadi ..hee.. hee.) tentang
> awal terjadinya perpecahan umat Islam jadi dua jalur Utama Sunni dan
> Syiah.."Awal dan puncanya" memang dari urusan politik kekuasan "
> perbedaan pendapat dari para sahabat Nabi tentang siapa yang berhak jadi
> pemimpin umat Islam setelah wafatnya Nabi.. "Memang nothing to do dengan
> aqidah"... Rasanyanya ngak tendensius tapi "fakta sejarah" ....
> Sumbernya tidak hanya dari publikasi orang Syiah.. Waktu masih di SD
> tahun 70-an saya sudah baca buku sejarah islam buku pegangan di
> sekolah PGA (sekolah guru agama di Sumbar yang pastinya bukan
> Syiah)... Saya masih ingat menitikkan air mata alias nangis membaca
> kisah terbunuhnya Husein cucu nabi di Karbala.. masih ingat tentang
> betapa jujur dan lurus-nya Ali bin Abi Thalib waktu terjadi perperangan
> dengan Muawiyah yang sudah diambang kemenangan tapi berhenti karena ada
> pentolan dikalangan Muawiyah yang mengangkat Al qur'an untuk
> berdamai...( itu sejarah, pasti ada distorsinya tapi dengan merefer ke
> berbagai sumber kita bisa melihat benang merah kebenarannya).
>
>
>
> By default, kita umat islam di-Indonesia hampir keseluruhan terlahir
> dalam jalur Islam Sunni.. .. Tapi jujur saja, saat ini saya merasa ngak
> sreg untuk mengembel-embeli agama saya dengan Islam Sunni.. Karena opini
> pribadi saya menyatakan penambahan embel embel Sunni dan Syiah.. lebih
> pada statement politik....
>
>
>
> Dan tentang kecendrungan beberapa diantara kita yang ingin berada
> ditengah dan ngak bersikap either Sunni and Syiah, bagi saya ngak ada
> salahnya... Toh berdiri ditengah alias tidak memihak itu juga suatu
> sikap.. Karena menurut "opini pribadi saya "keberpihakan "seringkali'
> membuat kita bias.. .. Melihat hanya dari satu sisi, kebenaran hanya ada
> di sisi golongan dan jalur kita ..
>
> melupakan golongan dan jalur lain .... Berdiri ditengah bukan hanya
> keinginan untuk berlaku adil tapi juga merupakan usaha untuk mencari
> kebenaran... Kebenaran dan adil biasanya seiring sejalan.. kebenaran
> tanpa keadilan ibarat masakan yang kurang garam begitu juga ke adilan
> tanpa kebenaran namanya penipuan...
>
>
>
> Balik cerita ke awal diskusi ini.. mengenai keprihatinan sebagaian rekan
> kita terhadap kondisi Negara Iran sekarang ini, yang secara kasat mata
> dan terang benderang diperlakukan tidak adil oleh Amerika dan sekutu
> sekutunya.. Ada perasaan hopeless di sebagian dari kita melihat respond
> umat islam yang no action dan tidak ada keinginan untuk membantu Iran
> yang islam tapi memilih jalur Syiah .........Arab saudi dan Negara Teluk
> yang dikarunia kekayaan alam yang melimpah ruah dan ditakdirkan sebagai
> tetangga terdekat Iran, sepertinya dari yang dapat kita lihat dan baca
> serta simpulkan dari berbagai informasi yang ada, bukannya berpihak pada
> Iran malahan berkaloborasi dengan Amerika -Israel menekan Iran...
> Embargo minyak dan perdagangan oleh Amerika , EU tambah Australia dan
> Jepang/Korsel.. cukup mengusik rasa keadilan sebagaian daripada
> kita..Permintaan Iran terhadap Arab Saudi dan Negara Teluk untuk tidak
> mengganti produksi minyak Iran yang di embargo.. ditanggapi dingin oleh
> tetangga dekatnya yang sesama islam tapi beda jalur ini... .. Apakah ini
> suatu kebenaran walaupun tidak adil.. hati nurani kita dapat
> menjawabnya.. dalil nya ada dimana mana ....Ketidak adilan yang sangat
> nyata....
>
>
>
> Terus terang saya terusik untuk ikut diskusi ini karena seperti kata
> boss Nalom.. Ada tersirat (mudah mudahan tidak) keprihatinan sebagian
> dari kita terhadap kondisi Iran saat ini , coba di-counter dengan
> beberapa artikel tentang betapa buruknya Syiah.. apakah memang
> kebetulan saja atau memang lagi trend pembentukan opini public... bahwa
> masalah Iran tidak ada hubungannya dengan masalah umat Islam...Nasehat
> seperti yang diforwardkan rekan kita.. bagi saya pribadi terlihat agak
> kurang wise..penghakiman kaum Syiah sebagai kaum majusi Persia "
> (Padahal apa yang disampaikan oleh kaum syi'ah -yang merupakan jelmaan
> kaum majusi Persia- adalah kedustaan yang nyata dan tidak memiliki bukti
> yang otentik)" rasanya sudah berlebihan..
>
>
>
> Apakah opini pribadi saya salah, saya ngak tau, tapi nurani saya
> mengatakan ngak salah salah amat...
>
> Walaupun Azan dan cara Uduk nya berbeda (untuk haji, yang saya tahu
> Syiah lebih banyak acara Ziarahnya, tapi rukun hajinya masih sama), saya
> masih beranggapan Syiah masih Umat Islam selagi mereka menegakkan rukun
> Islam yang lima perkara dan percaya pada Rukun Iman yang enam perkara..
>
>
>
> Sampai saat ini Imam khomeini yang meninggalkan waris harta yang tak
> seberapa masih Idola saya ...dan Ahmadinejad yang hidup sederhana masih
> masuk salah satu pemimpin favorit saya..
>
> Saya berdoa dan berharap,Umat Islam Iran walaupun Syiah dapat keluar
> dari krisis sekarang ini dengan kemenangan..
>
>
>
> Me-rewind kembali peristiwa politik dan sejarah ..Tahun 1979 Khomieni
> yang islam Syiah memimpin Revolusi Iran.. Dunia barat terkejut, dan
> penguasa Negara Negara arab yang didominasi Islam Sunni
> cemas....Kecemasan penguasa penguasa arab ini mencapai puncaknya dengan
> penyerbuan Saddam Hussen ke Iran..Dengan kekayaan minyaknya yang
> melimpah untuk membeli senjata dari negara Barat (kristen dan Yahudi)
> penguasa negara negara arab bersatu padu menyokong Saddam... walupun
> disokong dengan senjata dan cover politik yang melimpah Saddam gagal
> menekuk Iran yang tetap solid bertahan dan bahkan berhasil mendesak
> kembali Saddam hingga tiada pilihan lain selain berdamai... 8 Tahun
> berperang, mengorbankan jutaan nyawa dan menghanguskan billiunan
> kekayaan alam minyak bumi, hasilnya kembali seperti semula.... Iran yang
> islam Syiah tetap exist ..
>
>
>
> Sadar di apusin jadi alat dan pion penguasa arab yang cemas akan
> kemajuan Iran yang nota bene Islam Syiah, Saddam jadi naik angin..
> berbalik menyerbu dan menguasai saudaranya sesama arab yang Islam Sunni
> yang kecil , lemah tapi kaya, Kuwait...,.. Kuwait bukan tandingannya
> Saddam, dalam hitungan hari Kuwait takluk, tapi saudara tua Kuwait, Arab
> Saudi dan rekan rekannya sesama Negara kaya teluk tak terima.. Dengan
> bantuan tentara Amerika yang dibiayai dengan duit minyak Arab , Saddam
> berhasil di desak kembali keluar dari Kuwait setelah membumi hanguskan
> ladang ladang minyak Kuwait (perang teluk 1).. Ternyata Amerika-Israel
> tidak puas dengan hanya keluarnya Saddam dari Kuwait.. dengan rekayasa
> dan pembohongan senjata pembunuh massal, Amerika berhasil memobilitasi
> dunia untuk menyebu Irak ( perang teluk 2)... Dunia tertipu dan
> regimenya Saddam berhasil dihancurkan dan ditumbangkan...
>
>
>
> Dari rentetan peristiwa ini.. kita melihat dan menyaksikan hampir semua
> hasil kekayaan alam minyak Arab yang Islam, mengalir lancar ke kantong
> kantongnya Amerika- Barat yang Kristen dan yahudi untuk membiayai aksi
> saling membunuh diantara sesama muslim...Sunni dengan Syiah.. juga Sunni
> dengan Sunni.. Dan yang paling menyedihkan lagi karena sibuk saling
> berbunuhan nasib rakyat Palestina yang mayoritas islam terabaikan..
> Israel dengan freehand, sesuka hati membungi anguskan rakyat palestina,,
> menciptakan penjara terbesar di dunia dengan memembargo Gaza.. Rakyat
> Somalia yang juga islam dibiarkan tanpa pemerintahan dan kelaparan..
>
>
>
> Mengikuti sejarah dan peristiwa ini.. sebagai salah seorang umat islam,
> saya hanya dapat berharap dan berdoa semoga peristiwa seperti ini tidak
> berulang kembali .. umat islam hanya akan bisa bangkit kalau mereka
> bersatu melupakan masalah perbedaan, mencari kebersamaan serta
> mengutamakan kemaslahtan, persatuan dan persaudaraan umat (ukuwah
> islamiyah).
>
> Semoga scenario penekanan dan pemojokan Iran/Persia yang Islam Syiah
> dengan isu senjata nuklir, tidak menjadi awal dari prahara umat islam
> jilid dua.. Semoga Negara arab yang Sunni dan Iran/Persia yang Syiah
> melupakan perbedaan dan dendam turunannya kembali kepangkal jalan
> sebagai Umat Nabi Muhamad SAW... yang berpegang teguh pada Al Qur'an
> <http://www.scribd.com/mobile/documents/7857013/download?commit=Download
> +Now&secret_password=>
Bismillah,
“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, taatilah Rosul dan taatilah pemimpin (penguasa) diantara kalian, apabila kalian berselisih pendapat tentang segala sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al Qur'an) dan Ar Rosul (As Sunnah)” (Al Qur'an Surat An Nisa ayat 59) |
|
|
|
MENOLAK PENYATUAN SUNNI DAN SYI'AH |
|
Al Imam Ahmad meriwayatkan dengan sanadnya dari Sahl bin Sa’d, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, Hadirin yang berbahagia |