Bantahan Syubhat Syi'ah (KEABSAHAN KHILAFAH ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ)

149 views
Skip to first unread message

Muhammad A Gibrata

unread,
Jan 19, 2012, 1:00:43 PM1/19/12
to musl...@googlegroups.com, Ogi Y, Hastadi, dodykuswady@yahoo.com Uwa Dody Bdg, rudi.a...@yahoo.com, Darmawil, muhammad iqbal
Bismillah

Rekan2 & Ikhwah muslim,
Berikut, artikel Nasehat yg Baik semoga bermanfaat buat kita

Barokallahufik
Abu Muhammad
********************************************


KEABSAHAN KHILAFAH ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ, bantahan syubuhat syi'ah ke 1
Penulis: Al Ustadz Muhammad Umar As-Sewed

Syubhat pertama kaum syiah adalah meragukan keabsahan khilafah Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu . Mereka menganggap dibai’atnya Abu Bakar radhiallahu ‘anhu sebagai khalifah adalah tidak sah, karena Ali radhiallahu ‘anhu dan keluarganya atau Ahlul Bait tidak diajak musyawarah, padahal Ali radhiallahu ‘anhu lebih berhak menjadi khalifah daripada abu Bakar atau Umar radhiallahu ‘anhuma . Demikianlah syubhat syi’ah yang mereka hembuskan dimana-mana, dengan kalimat yang sama dari tokoh syi’ah yang berbeda-beda, bagaikan satu kaset yang diputar berulang-ulang.
Pemahaman sesat dari orang Persia ini selalu mengatas-namakan Ahlul Bait dan menganggap pemahamannya sebagai “Madzhab Ahlul Bait”. Sehingga yang paling mudah terbawa dengan pemahaman syi’ah ini adalah orang-orang yang mengaku sebagai turunan Ali radhiallahu ‘anhu atau Alawiyyin –kecuali yang Allah rahmati–. Ketika disampaikan kepada mereka bahwa Ahlul Bait terdzalimi bangkitlah emosi kekeluargaannya. Padahal apa yang disampaikan oleh kaum syi’ah –yang merupakan jelmaan kaum majusi Persia– adalah kedustaan yang nyata dan tidak memiliki bukti yang otentik.
Mereka biasanya mengambil riwayat-riwayat tersebut dari kitab yang pa-ling terkenal di kalangan mereka yaitu Nahjul Balaghah. Kitab ini berisi ucapan-ucapan, khutbah-khutbah dan sya’ir-sya’ir yang seluruhnya diatasnamakan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu . Penulis buku tersebut mengesankan bahwa seakan-akan Ali radhiallahu ‘anhu tidak terima dengan keputusan para shahabat ketika memilih Abu Bakar sebagai khalifah. Bahkan dalam buku ini dinukil bahwa Ali radhiallahu ‘anhu mencaci dan mencerca Abu Bakar, Umar dan para shahabat yang lain. Namun sayang penulis buku tersebut tidak membawakan ucapan-ucapan Ali radhiallahu ‘anhu tersebut dengan sanadnya (rantai para rawi) sehingga tidak dapat diperiksa keotentikannya secara ilmiyyah dengan standar ilmu hadits.
Kitab ini –yang dikalangan kaum Syi’ah sejajar dengan al-Qur’an– ternyata disusun dan dikarang oleh seorang tokoh sesat dari kalangan Syi’ah imamiyyah, Rafidah yang bernama al-Murtadla Abi Thalib Ali bin Husein bin Musa Al Musawi (w th. 436 Hijriyah). Buku ini telah dinyatakan oleh para ulama Ahlus Sunnah sebagai kedustaan atas nama Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu.
Imam adz-Dzahabi berkata –ketika membahas biografi orang ini– sebagai berikut: “Dia adalah penghimpun kitab Nahjul Balaghah yang menyandarkan kalimat-kalimat yang ada dalam kitab ini kepada Imam Ali radhiallahu ‘anhu tanpa disebutkan sanad-sanadnya. Sebagian besar kalimat-kalimat itu batil, meskipun juga di dalamnya ada hal yang benar. Namun ucapan-ucapan palsu yang terdapat dalam kitab ini mustahil diucapkan oleh Imam Ali”. (Siyar A’lamin Nubala,17/589-590).
Beliau juga berkata:”…Barang siapa yang melihat buku Nahjul Balaghah ini, maka ia akan yakin bahwa ucapan-ucapan itu adalah dusta atas nama Amirul Mukminin Ali radhiallahu ‘anhu , karena di dalamnya terdapat caci-makian yang sangat jelas terhadap dua tokoh besar shahabat yaitu Abu Bakar dan Umar radhiallahu ‘anhuma . Juga tedapat ungkapan-ungkapan yang kaku (menurut kaidah sastra arab, pent) yang bagi orang yang telah mengenal jiwa bangsa Quraisy (dan tingginya bahasa mereka, pen.) dari kalangan para shahabat dan orang-orang setelahnya akan mengerti dengan yakin bahwa kebanyakan isi kitab tersebut adalah batil. (Mizanul i’tidal 3/124 Lisanul Mizan 4/223).
Ibnu Sirin menilai bahwa seluruh apa yang mereka (kaum Syi’ah) riwayatkan dari Ali radhiallahu ‘anhu semuanya kedustaan. (Al-‘ilmus Syamikh, hal 237)

Demikian pula Al-Khathib al-Baghdadi dalam kitabnya Al-Jami’ Li Akhlaqir rawi wa adibis sami’ (juz 2 hal. 161) telah memberikan isyarat tentang Kedustaan kandungan kitab ini”.

Syaikhul IslamIbnu Taimiyah berkata: “… sebagian besar khutbah-khutbah yang dinukil penyusun kitab Nahjul Balaghah adalah dusta atas nama Ali radhiallahu ‘anhu . Beliau terlalu mulia dan terlalu tinggi kapasitasnya untuk berbicara dengan ucapan seperti itu. Tetapi mereka mereka-reka kebohongan dengan anggapan bahwa hal itu sebagai sanjungan. Sungguh Itu bukanlah kebenaran, bukan pula merupakan sanjungan…. (Minhajus Sunnah an-Nabawiyah, 8/55-56)

Sedangkan para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah telah meriwayatkan dengan sanad –dan sanad tersebut telah diteliti keshahihannya secara ilmiyyah—ucapan-ucapan Ali radhiallahu ‘anhu yang ternyata bertentangan dengan apa yang mereka riwayatkan seratus delapan puluh derajat. Di antaranya:

Pertama, riwayat yang menunjukkan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu setuju dengan keputusan para sahabat dalam pengang-katan Abu Bakar radhiallahu ‘anhu sebagai khalifah. Imam Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya sampai kepada Ubaidah bahwa ia mendengar Ali radhiallahu ‘anhu mengatakan:

اقْضُوْا كَمَا أَنْتُمْ تَقْضُوْنَ فَإِنِّيْ أَكْرَهُ الْخِلاَفُ حَتَّى يَكُوْنَ النَّاسَ جَمَاعَةً أَوْ أَمُوْتُ كَمَا مَاتَ أَصْحَابِيْ.

Putuskanlah sebagaimana kalian putus-kan, sesungguhnya aku membenci perselisihan hingga manusia berada dalam satu jama’ah atau lebih baik aku mati seperti para shahabat-shahabatku yang telah mati. (AR. Bukhari dalam Fadha-ilus Shahabah 3504) Kedua, diriwayatkan pula secara mustafidh dari Ali bin Abi Thalib sendiri sebagaimana dalam Shahih Bukhari dengan menyebutkan sanadnya sampai kepada Muhammad ibnul Hanafiyah rahimahullah:

قُلْتُ ِلأَبِي: أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ بَعْدَ رَسُوْلِ اللهَ r؟ قَالَ: أَبُو بَكْرٍ. قَلْتُ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: عُمَرُ. وَخَشِيْتُ أَنْ يَقُوْلَ عُثْمَانُ. قُلْتُ: ثُمَّ أَنْْتَ؟ قَالَ: مَا أَنَا إِلاَّ رَجُلٌ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ. (رواه البخاري في فضائل الصحابة 3468 وفتح البارى 7/20)

Aku bertanya kepada bapakku (yakni Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu ): “Siapakah manusia yang terbaik setelah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam ? Ia menjawab: “Abu Bakar”. Aku berta-nya (lagi): “Kemudian siapa?”. Ia men-jawab: “Umar”. Dan aku khwatir ia akan berkata Utsman, maka aku mengatakan: “Kemudian engkau?” Beliau menjawab: “Tidaklah aku kecuali se-orang dari kalangan muslimin”. (AR. Bukhari, kitab Fadlailus Shahabah, bab 4 dan Fathul Bari juz 4/20)

Ketiga, berkata Ibnu Taimiyah bahwa riwayat yang seperti ini (yakni riwayat di atas) telah diriwayatkan dari Imam Ali lebih dari 80 riwayat. Dan bahwasanya imam Ali ibnu Abi Thalib pernah berbicara di mimbar Kuffah, mengancam orang-orang yang mengutamakan dirinya di atas Abu Bakar dan Umar dengan cambukan seorang pendusta.

لاَ أُوْتِيَ بِأَحَدٍ يَفْضِلُنِيْ عَلَى أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ إِلاَّ جَلَّدْتُّهُ حَدَّ الْمُفْتَرِيْنَ

Tidak didatangkan kepadaku seseorang yang mengutamakan aku di atas Abu Bakar dan Umar kecuali akan aku cambuk dengan cambukan seorang pendusta.

Maka ketika itu seorang yang menga-takan beliau lebih utama dari Abu Bakar dan umar dicambuk delapan puluh kali cambukan. (Majmu’ Fatawa juz 4 hal. 422; Lihat Imamatul ‘Udhma, hal. 313).

Keempat, Imam Bukhari juga meriwayatkan dengan sanadnya yang bersambung dan shahih sampai kepada Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwa dia pernah menghadiri jenazah Umar bin Khathab, dia berkata:

إِني لَوَاقِفٌ فِي قَوْمٍ نَدْعُوا اللهَ لِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ وَقَدْ وُضِعَ عَلَى سَرِيْرِهِ، إِذَا رَجُلٌ مِنْ خَلْفِي قَدْ وَضَعَ مِرْفَقَيْهِ عَلَى مَنْكِبَيْ يَقُوْلُ: رَحِمَكَ اللهَ إِنْ كُنْتُ َلأَرْجُو أَنْ يَجْعَلَكَ اللهُ مَعَ صَاحِبَيْكَ ِلأَنِّيْ كَثِيْرًا مَا كُنْتُ أَسْمَعُ رَسُوْلَ اللهِ r يَقُوْلُ: كُنْتُ وَأَبُوْ بَكْرٍ وَعُمَرُ، وَفَعَلْتُ وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ، وَانْطَلَقْتُ وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ، فَإِنْ كُنْتُ َلأَرْجُو أَنْ يَجْعَلَكَ اللهُ مَعَهُمَا، فَالْتَفَتُّ فَإِذَا هُوَ عَلِي
بْنِ أَبِي طَالِبٍ. (رواه البخاري في فضائل الصحابة، باب من فضائل عمر 3389 (4/1858))

Sungguh aku pernah berdiri di keru-munan orang yang sedang mendoakan Umar bin Khathab yang telah diletak-kan di atas pembaringannya. Tiba-tiba seseorang dari belakangku –yang me-letakkan sikunya di kedua pundakku– berkata: “Semoga Allah merahmatimu dan aku berharap agar Allah mengga-bungkan engkau bersama dua shaha-batmu raYakni Rasulullah dan Abu Bakar), karena aku sering mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Waktu itu aku bersama Abu Bakar dan Umar…’ ‘aku telah mengerjakan bersama Abu Bakar dan Umar…’, dan ‘aku pergi dengan Abu Bakar dan Umar…’. Maka sungguh aku berharap semoga Allah menggabung-kan engkau dengan keduanya. Maka aku menengok ke belakangku ternyata ia adalah Ali bin Abi Thalib. (HR. Bukhari dalam Fadlailus Shahabah, 3389).

Keenam, diriwayatkan oleh Imam Malik rahimahullah bahwa telah terjadi ijma’ (kesepakatan) penduduk Madinah atas afdlaliyah (keutamaan) Abu Bakar dan Umar radhiallahu ‘anhuma di atas Ali radhiallahu ‘anhu, beliau radhiallahu ‘anhu berkata:

مَا أَدْرَكْتُ أَحَدًا مِمَّنْ يَقْتَدِي بِهِ يَشُكُّ فِي تُقَدِّمِ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ.

Tidak kutemui satu orang pun dari ulama yang dijadikan teladan yang ragu terhadap diutamakannya Abu Bakar dan Umar di atas yang lainnya. ( Majmu’ Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, 4/421; lihat Al-Imamatul ‘Udhma, Abdullah Ibnu Umar Ibnu Sulaiman ad-Damiji, hal. 311)

Ketujuh , maka setelah ini kita katakan kepada kaum Syi’ah dan kalangan mutasyayi’in (yang kesyi’ah-syi’ahan) ucapan Imam Ats-Tsauri sebagai berikut:

مَنْ زَعَمَ أَنَّ عَلِيًّا كَانَ أَحَقُّ بِالْوَلاَيَةِ مِنْهُمَا فَقَدْ خَطَأَ أَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَالْمُهَاجْرِيْنَ وَاْلأَنْصَارِي رَضِيَ اللهُ عَنْ جَمِيْعِهِمْ وَمَا أَرَاهُ يَرْتَفِعَ لَهُ مَعَ هَذَا عَمَلُ إِلَى السَّمَاءِ

Barangsiapa yang menganggap Ali lebih berhak menjadi khalifah daripada Abu Bakar dan Umar, maka berarti dia telah menyalahkan Abu Bakar, Umar, Muhajirin dan Anshar radhiallahu ‘anhum. Maka Aku ti-dak mengira kalau amalannya akan naik ke langit (yakni diterima di sisi Allah). (Riwayat Abu Dawud dalam Ki-tabus Sunnah, bab at-Tafdlil; lihat Aunul Ma’bud, 8/382).

Dalam riwayat lain Sufyan ats-Tsauri berkata:

…فَقَدْ أَزْرَى عَلَى اثْنَيْ عَشَرَ أَلْفًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ .

Barang siapa menganggap Ali lebih berhak untuk menjadi khalifah, maka dia telah menuduh dua belas ribu para shahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. (Al-Musnad min Masa’il Imam Ahmad oleh al-Khalal dalam bentuk manuskrip dan dishahihkan sanad-sanadnya oleh Imam Nawawi lihat ash-Shawaiq al-Muhriqah oleh Ibnu Hajar al-Haitsami melalui nukilan ad-Damiji dalam al-Imamatul ‘Udzma hal. 313)

Wallahu a’lam

http://assalafy.org/

syafruddin syaiyar

unread,
Jan 19, 2012, 8:35:41 PM1/19/12
to musl...@googlegroups.com
Rekan Rekan Yth
 
Maaf,....Jujur saja, saya ragu artikel yang dibawah ini nasehat yang baik .???.. .
 
Saya coba baca berulang kali, dari awal sampai akhir...isinya ngak mencerminkan nasehat dari orang yang bijaksana, yang terbebas dari keberpihakan kecuali kepada yang benar.......Penulis malahan secara nyata merefer argumentasinya dari buku yang katanya dikarang oleh tokoh sesat dari kalangan Syiah..Artinya penulis dengan sengaja menghakimi kaum Syiah dari pemahaman oleh kelompok Syiah yang paling ekstrem atau kelompok sempalan.... Sama saja kalau kita menghakimi kaum Sunni dari  pemahaman  kelompok sempalan di dalam Sunni seperti Islam Jamaah, Islam liberal dll..
 
Menurut saya yang awam,,, Nasehat yang baik adalah nasehat yang membawa kedamaian bukan membawa pada kebencian.. .. membusungkan dada, hanya  kita yang benar.. pihak lain yang salah..sampai lupa yang namanya manusia tidak ada yang terbebas dari kesalahan ...
Apakah ini bukan nya perangkap yang dipasang oleh musuh musuh islam agar kita berpecah belah ...Arab yang  majoritas Sunni membenci Iran/Persia yang majoritas Syiah...Kebencian yang sedemikian besar sampai lupa diri dan mau diperalat dan bersekutu dengan musuh yang nyata nyata dan terang benderang memusuhi Islam seperti Amerika, Israel, Inggris dan Perancis... Dimana akal sehat kita umat Islam, mau diadu domba, dan saling menghancurkan...... menurutku ini adalah kebodohan yang paling nyata...
 
Kalau kita telusuri sejarah, adanya  kelompok Syiah dan Sunni ini kan masalah politik..
Berawal dari perbedaan pendapat para sahabat Nabi tentang siapa yang berhak menggantikan Nabi Muhamad  SAW  sebagai pemimpin umat Islam setelah beliau wafat.
Ada sahabat yang mengangap Ali  yang paling berhak, karena dia adalah sepupu dan menantu Nabi, dan yang paling penting Ali adalah sahabat Nabi yang paling dekat dan pemuda pertama yang masuk Islam, pokoknya Ali adalah tangan kanannya Nabi.. . Fatimah istri Ali dan Putri Nabi masuk dalam kelompok ini…
Di lain pihak,  ada lagi kelompok sahabat yang menggangap Abu Bakar yang paling berhak meneruskan kepemimpinan  Nabi, karena dia adalah salah seorang pemuka Qureish, juga sahabat paling dekat  Nabi dan  sekali gus mertua Nabi.. Aisyah anak Abu bakar dan salah seorang Istri Nabi masuk kelompok ini..
 
Sebenarnya diantara Ali dan Abu Bakar, ngak ada masalah fine fine saja.. tapi para pengikut dan team sukses masing masing yang mulai berselisih paham..
Dari sejarah kita ketahui, kelompok Abu Bakar menang (Ali dengan kebesaran hatinya mengakui Abu Bakar sebagai  khalifah).
Setelah Abu Bakar wafat, kepimpinan umat islam tidak otomatis jatuh ke tangan Ali, tetapi pada  Umar dan kemudian Ustman.
Perselihan berubah jadi meruncing/panas setelah Ustman terbunuh, yang oleh kelompok Muhawiyah (Anak Abu Sofyan dan Hindun ) dituduh dilakukan oleh pendukung Ali, sehingga waktu Ali di angkat jadi Khalifah, kelompok ini tidak mengakui Ali..
 
Kisah selanjutnya dapat kita baca dari sejarah, bagaimana Ali terbunuh, kemudian anaknya Hassan dan yang paling tragis Husein adiknya Hassan dan Cucunya Nabi yang di bantai di Karbala, menurut beberapa kisah kepalanya dipancung dan dibawa keliling kota (teganya orang yang mengaku pengikut Nabi/Islam  memperlakukan keturunan Nabi seperti ini)..
Kepemimpinan umat islam setelah terbunuh nya Ali, Hassan  dan pembantaian Hussein jatuh ketangan kelompok Muhawiyah  dari Bani Umaiyah (keturunan Abu Sofyan dan Hindun pembesar/bangsawan Qureish yang sebelum masuk islam, sangat memusuhi dan membenci Nabi)….
 
Dari sejarah kita tahu bahwa salah seorang anak Hussien dari istrinya yang keturunan Persia (Iran) berhasil selamat  dari pembataian di Karbala dilarikan ke Persia (Iran) dan membesar disana.. Jadi ngak heran kalau Iran/Persia  sampai sekarang didominasi oleh kelompok pendukung Ali (Syiah).. Dan dunia Arab yang dimotori Arab Saudi menjadi kelompok Sunni.
 
Jadi kalo mau jujur melihat sejarah,  awal terbentuknya kelompok  Syiah dan Sunni hanyalah masalah politik kekuasaan belaka, nothing to do dengan Aqidah (tauhid) dan syariah (ajaran islam).. Baik Syiah dan Sunni, kitabnya  sama sama Al Qur’an dan Nabinya  sama sama Nabi Muhamad SAW....
 
Ternyata perbedaan politik, itu sampai sekarang masih berlanjut.. kelompok Sunni yang di motori Arab Saudi lebih rela menjadi  bonekanya Amerika dan Israel menekan Iran yang  beraliran politik Syiah .. walaupun kedua duanya mengaku menjadi pengikut dan umat Nabi Muhamad SAW..
Napsu politik kekuasaan ternyata  dapat mengalahkan persaudaraan dalam islam (ukuwah islamiyah).. Iran  yang habis habisan digencet oleh Amerika  dan Israel beserta konco konconya makin tersepit  di tonjok dari belakang oleh Arab Saudi dan Negara Teluk..…
 
Sekarang secara tidak fair, Amerika dan sekutunya mengembargo penjualan minyak Iran yang menjadi tulang punggung perekonomiannya..  Amerika dan sekutunya tidak akan berani memngembargo minyak ini, kalau tidak ada jaminan dapat pasokan penganti  dari Negara Arab……Dan Negara Arab yang katanya Muslim Sunni itu  mau tunduk dibawah telunjuk Amerika walaupun itu bertentangan dengan kepatutan (fair play) apalagi ajaran Islam.. yang melarang  praktek perdangangan yang merugikan orang lain (Iran)..
 
Karena pintarnya tukang fitnah, tukang hasut dan tukang kipas persoalan politik atara Sunni dan Syiah  diawal  sejarah Islam masih berlanjut sampai sekarang… dan persoalan itu ternyata sudah berkembang bukan hanya lagi terbatas di bidang politik, tapi sudah merambah kemana mana…. Dan musuh musuh Islam dengan senang hati meng-explor perbedaan ini ketahap yang paling besar dan dalaaaaam,  sehingga  masing masing kelompok  sudah ada yang sampai mengkafirkan kelompok yang lain dan saling membantai (di Irak dan Pakistan)……. Dan musuh musuh Islamlah yang menjadi pemenang sejati dari perpecahan ini ..
 
Kalau benar  salah satu kelompok Islam (Salafy) sudah mengeluarkan fatwa yang mengkafirkan Syiah secara keseluruhan, menurutku  sih secara tidak lansung mereka telah masuk perangkapnya musuh Islam, dan jadi alat penguasa yang korup..Mudah mudahan tidak begitu adanya..
Pingin dengar ada kelompok Islam yang berani mengeluarkan fatwa  apa hukumnya mengikut dan tunduk pada Penguasa yang Jahilliyah dan Korup yang bersekutu dengan musuh islam (Amerika dan Iisrael)...... menghambur hamburkan kekayaan negara seolah olah punya pribadi dan keluarga... Apakah ini tidak lebih mencerminkan prilaku un-islami...
 
Sebagai umat Nabi  Muhamad SAW, rasanya cukuplah kita mengaku Islam tok, ngak pelu diembel embelin yang lain..
 
Mohon Maap , kalo ada salah kata, salah tulis,  terlebih dan terkurang..
 
Wass,
Sfd
 
 
--
Mohon menggunakan mailist sesuai dengan peruntukannya.
IATMI-KL : IATM...@googlegroups.com
Cerita santai : Guyon...@googlegroups.com
Keagamaan : Musl...@googlegroups.com


Novan Arif Hidayat

unread,
Jan 24, 2012, 2:58:23 AM1/24/12
to Muslim-KL
saya quote dari tulisan Pak Syafruddin:

"Jadi kalo mau jujur melihat sejarah, awal terbentuknya kelompok
Syiah dan Sunni hanyalah masalah politik kekuasaan belaka, nothing to
do dengan Aqidah (tauhid) dan syariah (ajaran islam).. Baik Syiah dan
Sunni, kitabnya sama sama Al Qur’an dan Nabinya sama sama Nabi
Muhamad SAW...."

"Sebagai umat Nabi Muhamad SAW, rasanya cukuplah kita mengaku Islam
tok, ngak pelu diembel embelin yang lain.."

Saya jadi pengin tahu lebih detail dan mohon dijawab:
Pak Syafruddin sendiri milih jalur mana, Sunni atau Syiah?
Mohon pilih satu diantara 2 itu ya, singkat aja. Supaya saya tahu.
Terima kasih.

cNbM

Morry Infra

unread,
Jan 24, 2012, 4:58:10 AM1/24/12
to musl...@googlegroups.com
Uda Syafruddin,

Bantahan yang baik, sebaiknya juga dengan menyampaikan saja faktanya serta dalil sejarahnya ketimbang suatu opini pribadi belaka.

Kalimat ini justru amat tendensius:

"awal terbentuknya kelompok
Syiah dan Sunni hanyalah masalah politik kekuasaan belaka, nothing to
do dengan Aqidah (tauhid) dan syariah (ajaran islam)"

Sampaikan sajalah dalilnya jadi jelas.

Wassalam,
Morry Infra
2012/1/20 syafruddin syaiyar <syaf...@yahoo.com>

Mohammad Tasfin

unread,
Jan 24, 2012, 11:08:42 PM1/24/12
to musl...@googlegroups.com
assalamu'alaikum,
 
sebaiknya di stop aja diskusi-nya.. udah mengarah ke individu pertanyaannya.
 
salam
Tasfin yang mengaku beragama Islam (bukan syi'ah dan bukan sunni)

2012/1/24 Novan Arif Hidayat <novan.ari...@gmail.com>

Syafruddin Syaiyar (PEX/PCSB)

unread,
Jan 25, 2012, 3:21:00 AM1/25/12
to musl...@googlegroups.com

Wa’alaikum Salam

 

Nyantai aja lagi Haji ....

Kita kan udah sama sama dewasa, bisa berpikir jernih,....

Kalau semua sependapat, manut-manut, dan menghindari diskusi/adu argumentasi , otak bisa jadi beku, pemikiran jadi mandek,..

Biasanya diskusi semacam ini tanpa  di bunuh paksapun akan hilang sendiri….

 

Mas Novan, tentang pertanyaannya sebenarnya sudah jelas jawabannya, tapi kalau masih kurang jelas, saya  jawab singkat saja,seperti Boss Tasfin… saya 

Beragama Islam, ngak jalur syiah dan sunni ….

 

Guru ngaji saya dikampung dulu ngajarkan agama islam saja, yang mana  hukum islam ada lima dan hukum Iman ada enam, ngak lebih ngak kurang

ngak di embel embelin jalur sunni atau syiah... Dan sampai sekarang Alhamdullillah pemahaman saya belum berubah …  

 

Wass,

Sfd

DISCLAIMER : This e-mail and any files transmitted with it ("Message") is intended only for the use of the recipient(s) named above and may contain confidential information. You are hereby notified that the taking of any action in reliance upon, or any review, retransmission, dissemination, distribution, printing or copying of this Message or any part thereof by anyone other than the intended recipient(s) is strictly prohibited. If you have received this Message in error, you should delete this Message immediately and advise the sender by return e-mail. Opinions, conclusions and other information in this Message that do not relate to the official business of PETRONAS or its Group of Companies shall be understood as neither given nor endorsed by PETRONAS or any of the companies within the Group.

Shofiyuddin

unread,
Jan 25, 2012, 3:33:29 AM1/25/12
to musl...@googlegroups.com
Mas dilengkapi dong dikit:

saya orang islam yang menjalankan perintah agama berdasarkan al-quran
dan hadits yang shoheh (karena hadits palsu banyak) dan mengikuti
pemahaman para salafus sholeh yang merupakan generasi terbaik umat
islam. titik .....

maaf kalo gak berkenan (tulisan mas Morry yang gampang diingat,
makasih mas Morry).

2012/1/25 Syafruddin Syaiyar (PEX/PCSB) <syafr...@petronas.com.my>:

Morry Infra

unread,
Jan 25, 2012, 4:40:17 AM1/25/12
to musl...@googlegroups.com
Pak Shofy,

Kalau itu yang Pak Shofu maksudkan, itu adalah definisi Muslim Sunni.

Definisi Muslim Syiah:
Orang Islam yang menjalankan perintah agama berdasarkan al-quran
dan hadits shoheh cuma dari sanad Ahlul Bayt.

Ahlul Bayt itu keluarga Rasulullah SAW.
Kaum Syiah mengkususkan Ahlul Bayt hanya mencakup Ali Bin Abi Thalib RA dan istrinya Fatimah RA, putri Rasulullah SAW beserta putra-putra mereka yaitu Hasan dan Husain dan keturunan mereka.

Jadi kalau ada hadist yang sanadnya dari Sahabat Khulafaur Rasyidin seperti Abu Bakar RA, Umar Bin Khatab RA dan Ustman Bin Affan RA... 'nggak dipakai... apalagi hadist2 dari Aisyah RA mereka batalkan.

Mudah2an jadi jelas... bahwa dari definisinya saja memang beda antara Sunni dan Syiah....

Wassalam,
Morry Infra

2012/1/25 Shofiyuddin <shofi...@gmail.com>

Indra Sumbodo

unread,
Jan 25, 2012, 5:04:34 AM1/25/12
to musl...@googlegroups.com
Insya Allah kalau semua sependapat seperti oom SFD dan Tasfin , Islam ngga gampang digoyang dan diobok-obok
 
dd

Nalom Syaifullah

unread,
Jan 25, 2012, 5:09:48 AM1/25/12
to musl...@googlegroups.com, musl...@googlegroups.com
Kayak nya kalo definisi apa itu Syiah, Sunni, Mu'tazilah dsb nya kita semua mudah mudahan paham lah. Buat yang suka sejarah, mungkin juga sudah tahu bagaimana terjadi nya paham paham ini.

Fenomena yang terjadi sekarang ini adalah pengamalan kekerasan antra pengikut paham paham ini.

Apakah kekerasan di antara paham paham seperti yang kita amati sekarang adalah murni karena perbedaan keyakinan beragama, ataukah karena kepentingan politik mempertahankan dan/atau mencari kekuasaan ?

Pengetahuan akan penyebab kekerasan ini mudah mudhn bisa menjadi bahan utk kita yang berniat menjadi penganut Islam yang rahmatan lil alamin memperbaiki diri dan keluarga kita.

Kalo saya peribadi melihat konflik antara paham paham dan agama di tim-teng adalah lebih kepada perebutan  dan/atau usaha mempertahankan kekuasaan.
Ini ditandai dgn berubah ubah nya aliansi antar pengikut paham paham ini.

Nah kita yang orang Indonesia maukah ikut ikutan mereka, apalagi peserta milis ini yang kayak nya gak ada kepentingan politik, untuk juga mengkampanyekan kekerasan thd orang Indonesia yang punya paham berbeda ?

Salam, 
Nalom


I am currently in Vietnam
Mobile : +84 16 3448 1090

Shofiyuddin

unread,
Jan 25, 2012, 5:19:39 AM1/25/12
to musl...@googlegroups.com
he he he ... maaf tidak bermaksud ketawa, cuma supaya lebih rilex sedikit.
kita, maksudnya saya, tidak sedang ikut ikutan mereka.

Apakah perbedaan faham membawa mereka ke kancah konflik? ... saya
ndak tahu, tapi kemungkinan sih itu ndak.

Kuncinya supaya tenang, ya mari kita belajar agama dengan benar,
belajar dari buku dan dari ustadz tentunya yang kita tahu dia belajar
dengan benar.

mengapa kita berucap astagfirullah 3 x setelah sholat fardhu dan
bukannya alhamdulillah?

2012/1/25 Nalom Syaifullah <myn...@gmail.com>:

Morry Infra

unread,
Jan 25, 2012, 5:26:45 AM1/25/12
to musl...@googlegroups.com
Boss Nalom,

Kalau itu mah tergantung manusianya... bukan alirannya.
Antar partai politik di Indonesia aja begitu... mau satu agama, satu aliran, satu keluarga... kalau memang nafsu duniawi untuk berkuasa dikedepankan... ya memang akan begitu....

Tapi komentar2 yang ada kelihatannya memang belum paham perbedaan Syiah dan Sunni.

Dan soal kekerasan yang terjadi di Madura... masak tidak disesalkan?
Siapa sich di milist ini yang tak menyesalkan terjadinya hal itu?
Apa lagi mensupport kekerasan itu....
Itulah kedewasaan orang2nya...

Sama seperti konflik Islam-Kristen di Barat... Kristen-Yahudi di Israel...
Itu mah orang2nya...
Masak biar jadi damai kita mau bilang... Islam itu sama dengan Kristen.... Kristen itu sama dengan Yahudi...??
Dan nanti ada lagi nanti yang bilang:
"Saya beragama... tapi bukan Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, Budha dan semua nama agama2 yang ada di dunia ini... karena saya cinta damai.. saya tak memihak mana2 pun...
Apa begitu??

Ilmu agama Islam yang rujuklah dengan Qur'an dengan Hadist....

Artikel2 yang dikirim menjelaskan.... plus dalilnya...
Sebagai orang Islam, kalau tidak setuju... sebutkan saja dalilnya...... bukan opini belaka.

Dan masak gara2 ini kita pada berpecah sesama Islam??
Artinya kita memang tidak dewasa....
Justru ini lah manfaat sharing dan diskusi.

Semoga kita semua diberi hidayah oleh Allah SWT... amien...

Wassalam,
Morry Infra




2012/1/25 Nalom Syaifullah <myn...@gmail.com>

Nalom Syaifullah

unread,
Jan 25, 2012, 5:41:21 AM1/25/12
to musl...@googlegroups.com, musl...@googlegroups.com
Alhamdullilah mudah mudahan semua peserta milis ini menyesalkan kejadian di Sampang.

Kalo boleh saya mengingatkan kembali, Diskusi ini bermula dari pertanyaan
"pantaslah kita mendukung Iran melawan Amerika dan sekutu nya ?"
Dijawab dgn artikel berapa buruk nya paham Syiah. Sehingga tersirat bahwa penganut Sunni tidak lah patut mendukung Iran
Disini lah perasaan saya terganggu.
Betulkah kita tidak patut mendukung Iran, karena mereka Syiah?

Salam, 
Nalom 

I am currently in Vietnam
Mobile : +84 16 3448 1090

Dewanto Surja

unread,
Jan 25, 2012, 6:11:15 AM1/25/12
to musl...@googlegroups.com
Pak Nalom, kalo merujuk pada AlQur'an, di awal-awal surat Ar-Rum, diceritakan bahwa orang-orang yang beriman bergembira dengan kemenangan Romawi atas Persia. Ini menunjukkan dukungan mereka pada Romawi yang memeluk agama samawi. Orang Persia (waktu itu) masih musyrik, jadi tidak layak didukung.
Nah, kalo melihat situasi saat ini, siapa yang lebih dekat ke kita, Iran atau Amerika? Kalo dulu orang Romawi yang memeluk kristen (yang udah diselewengkan oleh ajaran Paulus) mendapat dukungan oleh orang2 mukmin, apalagi dengan orang Iran yang sesama muslim ( walaupun Syiah), lebih layak dapat dukungan. Tentu saja dengan mendukung, tidak lantas kita jadi pendukung ajaran Syiah 'kan?

Morry Infra

unread,
Jan 25, 2012, 7:00:30 AM1/25/12
to musl...@googlegroups.com
Wah...
Jangan berburuk sangka juga dong... he.e.e.e.
Jadi gak keganggu perasaannya...

Kalau artikel itu buat pengetahuan bersama dan pada kenyataan sich memang demikian... Banyak dari kita yang belum tahu perbedaan Syiah dan Sunni... Sehingga keluarlah statement2 yang sebenarnya gak nyambung...

Gak adalah artikel itu untuk bikin kita jadi pro Amerika atau pro kekerasan seperti di Madura itu...
Itu keluar pastinya karena ketidaktahuan perbedaan Syiah dan Sunni dan menganggap sama cuma karena pengen adil dan tetap mendukung Iran... itu gak nyambung....

kang iwan

unread,
Jan 25, 2012, 9:13:46 AM1/25/12
to musl...@googlegroups.com
permasalahan Syiah dan Sunni merupakan permasalahan kita sebagai umat Muslim semenjak ditinggal (satu hari setelah) Rosul SAW wafat.
perdebetan di milis ini tentu saja tidak akan bisa menyelesaikan masalah. Apalagi umumnya diantara umat Muslim Indonesia, kita sudah di didik dg pola pikir seorang Sunni. Mudah sekali saling menghujat dan merasa paling benar.
 
Diperlukan semangat yg tulus dan penuh kerendahan hati untuk mencari dan menggali kebenaran melalui catatan2 sejarah (Hadist dan riwayat). Diantara dua cara berpikir ini (Syiah dan Sunni), ada banyak hal yg bisa kita telusuri benar dan tidak nya.
 
silahkan gali dan pelajari masing2. Dg adanya technology internet dan kemudahan mencari buku terjemahan, semua akan di mudahkan. Kita bisa saling mebandingkan cara berpikiri Sunni (Salafy) dan Syiah. Asalkan mau membuka diri, menerima pendapat orang lain dalam semangat dan kerangka mencari kebenaran sejarah.
 
contoh nya di buku ini. (bercerita ttg asal mula perpecahan umat Islam pasca Rosul wafat) Silahkan dibaca dan di pelajari kebenerannya (buku2 lain banyak dicari dan digali sendiri aja)
 
http://www.scribd.com/mobile/documents/7857013/download?commit=Download+Now&secret_password=
 
Mudah2an kita  mampu menerima perbedaan orang lain, dan saling berdebat dg santun.
mudah2an berkenan
 
wassalam,
 

Rusdi Dahardin

unread,
Jan 25, 2012, 9:18:32 AM1/25/12
to musl...@googlegroups.com
terima kasih kang Iwan

--- On Wed, 25/1/12, kang iwan <iwan...@yahoo.com> wrote:
--

Novan Arif Hidayat

unread,
Jan 25, 2012, 9:54:30 AM1/25/12
to Muslim-KL
Iya pak Tasfin, nyantai aja lagi.. he he. Saya yakin anggota milis ini
semuanya, sudah bisa mengukur dirinya sendiri, apakah dia berada di
jalur syiah atau jalur sunni. Meskipun secara luarannya, orang lain
tahunya, muslim, begitu aja.
Semoga para anggota milis ini akan semakin memperdalam ilmu agamanya
dan tidak lebih mengedepankan pemikirannya sendiri.

Bagaimanapun, secara keyakinan beragama, jalur sunni dan syiah ini
tidak bisa disatukan (simpelnya bisa membaca lagi artikel tulisan Dr
Adian Husaini kiriman nya pak Ahmad Nurhono). Kalau secara hubungan
manusiawi, bisa saja bersatu (campur baur), seperti halnya bekerja
dalam satu team di kantor, dll nya.

cNbM

(yg jelas bulan November 2011 lalu, ada 2 orang pelajar di jalur sunni
asal Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Darul Hadits Dammaj-Yaman
meninggal dunia akibat serangan pemberontak Syiah Al-Houti)

On 25 Jan, 15:21, "Syafruddin Syaiyar \(PEX/PCSB\)"
<syafrud...@petronas.com.my> wrote:
> Wa'alaikum Salam
>
> Nyantai aja lagi Haji ....
>
> Kita kan udah sama sama dewasa, bisa berpikir jernih,....
>
> Kalau semua sependapat, manut-manut, dan menghindari diskusi/adu
> argumentasi , otak bisa jadi beku, pemikiran jadi mandek,..
>
> Biasanya diskusi semacam ini tanpa  di bunuh paksapun akan hilang
> sendiri....
>
> Mas Novan, tentang pertanyaannya sebenarnya sudah jelas jawabannya, tapi
> kalau masih kurang jelas, saya  jawab singkat saja,seperti Boss
> Tasfin... saya
>
> Beragama Islam, ngak jalur syiah dan sunni ....
>
> Guru ngaji saya dikampung dulu ngajarkan agama islam saja, yang mana
> hukum islam ada lima dan hukum Iman ada enam, ngak lebih ngak kurang
>
> ngak di embel embelin jalur sunni atau syiah... Dan sampai sekarang
> Alhamdullillah pemahaman saya belum berubah ...
>
> Wass,
>
> Sfd
>

Morry Infra

unread,
Jan 25, 2012, 10:34:16 AM1/25/12
to musl...@googlegroups.com
Iwan yang baik,

Satu hari?
Pola didikan Sunni yang suka sekali menghujat dan merasa paling benar?
Jadi karena merasa dari didikan Sunni sehingga kemungkinan kita salah dan Syiah yang benar?
Yang karena cuma sering dengar kalau orang Sunni menghina dan menghujat orang Syiah???

Ya begitulah kalau kita selalu ingin main di tengah...
Seakan2 kalau di tengah itu benar, adil... dan pastinya aman.

Syiah itu tidak ada ketika Umar Bin Khatab RA dan Ustman Bin Affan RA masih hidup...
Sampai2 Ali Bin Abi Thalib RA menangis sedih ketika ada orang yang mengaku Syiah dan pengikut Ali Bin Abi Thalib RA menghina mendiang Abu Bakar RA, Umar Bin Khatab RA dan Ustman Bin Affan RA.
Ali Bin Abi Thalib RA, Hasan, Husein dan Fatimah saja tak pernah menghina sahabat Rasulullah... kok bisa pengikutnya berbeda dengan Imam2 dan panutannya?
Jadi amat tidak tepat jika dibilang satu hari setelah Rasulullah wafat muncullah Syiah...
Yang ada ya kaum Syiah sejak meninggalnya Ustman Bin Affan memunculkan sentiment2 negatif yang seakan2 mendukung Ali Bin Abi Thalib yang pada kenyataannya cuma pengen berbeda dan membelot...
Persis banget kayak PKB Gusdur dan PKB Muhaimin awalnya... tapi efeknya... semua hadist dari sahabat Rasulullah SAW seperti Abu Bakar, Umar Bin Khatab, Ustman juga istri Rasulullah SAW, Aisyah RA dibatalkan oleh Syiah....

Mungkin Iwan belum pernah dengar caci maki orang Syiah kepada sahabat dan Aishah RA.
Orang Sunni dituduh sebagai antek2 Abu Sofyan laknatullah.... itu kata sebagian orang Syiah di Indonesia...
Mungkin orang Syiah di Indonesia ini berfikir kalau nenek moyangnya lebih baik dari Abu Sofyan...
Abu Sofyan salah satu bekas pentolan Kafir Quraish jahiliyah yang pernah berperang melawan Nabi Muhammad SAW... memang dulunya kafir... namun setelah Mekkah takluk dan masuk Islam... justru jadi tentara tangguh waktu perang2 menegakkan Islam dan syiar Islam...
Tapi yaitu lah.... kecintaan golongan di atas segalanya... termasuk logika dan dalil naqli.

Walau Syiah artinya pengikut... pada kenyataanya cuma ingin membedakan diri dari Sunni.
Cara adzan berbeda, cara berwudhu berbeda, cara sholat berbeda, cara berhaji berbeda karena hadist yang dipakai jauh berbeda....

It's OK... Tiap kita kan boleh saja berpendapat gak ada larangan...
Namun, pendapat yang inginnya berbeda dari mainstream dan juga pengen di tengah.... yang seakan2 mewakili kaum yang diam... sebenarnya bentuk2 pengingkaran dari keinginan untuk tabayyun.....
Kenapa gak bener2 cari tahu dan sharelah dengan yang lain tanpa juga tidak santun menyerang yang lain walau cuma tersurat??

Dan betul... ini bukan penyelesaian masalah ketimbang diskusi... keputusan dan tindakan kita masing2 ada pertanggungjawabannya dari Allah SWT.... Baik bagi yang ngaku Sunni, Syiah atau yang pengen di tengah...
Ketika sudah diberitahukan kepadanya khabar yang benar dan baik... cuma hidayah Allah yang membuat dia menjalankan kebenaran tersebut....

Wallahu 'alam,


Semoga kita semua diberi hidayah oleh Allah SWT... amien...

Wassalam,
Morry Infra

2012/1/25 kang iwan <iwan...@yahoo.com>

--

kang iwan

unread,
Jan 25, 2012, 10:57:53 AM1/25/12
to musl...@googlegroups.com
Bang Morry yg baik hati,
apa yg saya sampaikan, bukan berarti menganjurkan untuk berada di tengah agar damai dan tentram.
anjuran saya adalah lebih kepada penelaahan sejarah kedua belah pihak. Secara objective, berdasarkan Hadist2/riwayat orang terdahulu.
 
link yg saya kirimkan, mudah2an berkenan membaca-nya, berisi upaya penelaahan sejarah, yg di iringi dg bukti/hadist/riwayat dariberbagai macam rujukan (baik Suni maupun Syiah). Setelah membaca, mungkin akan mendapat sedikit persepsi yg berbeda atas apa yg terlah terjadi
 
Banyak pula rujukan2 lain, yg saya persilahkan menggali sendiri. Saya bukan ulama/ustad seperti Bang Morry. Jadi lebih baik pencarian kebenaran itu di usahakan masing2
setelah menelaah, silahkan ambil keputusan sendiri, mana yg menurut anda paling dekat dg kebeneran. Tanggung jawab kita masing2 kepada Allah dan Rosul.
 
 
tidak usahlah kita bicara mengenai caci-maki antar kedua belah pihak. Saling bunuh membunuh pun sudah saling terjadi dan saling merasa membenarkan
 
saya pribad hanya ingin mencari tahu apa yg sebener nya terjadi, setelah Rosul wafat dan kenapa terjadi perbedaan2. dimanakan kebeneran sejati itu?
Mengenai apa yg menjadi keyakinan saya sekarang, cukup Allah dan saya sendiri yg tahu.
 
 
mudah2an kita bisa saling memahami
 
Wassalam

Morry Infra

unread,
Jan 25, 2012, 11:04:59 AM1/25/12
to musl...@googlegroups.com
Iwan yang baik,

Link-nya bagus kok,
Cuma kok Iwan bisa merasa bahwa itu lebih objektif?

Cuma kenapa sich gak mau share ke kita apa pandangan Iwan?
Jelaskan saja apa2 point2 yang Iwan dapat....
Masak kalau orang share adalah seorang ulama atau jadi ulama dulu?
Share aja... di milist Muslim kok... bukan dengan milist non Muslim...


Semoga kita semua diberi hidayah oleh Allah SWT... amien...

Wassalam,
morry Infra

kang iwan

unread,
Jan 25, 2012, 11:25:38 AM1/25/12
to musl...@googlegroups.com
Bang Morry yg baik hati,
Coba ditelaah lagi perkataan ..eh tulisan saya sebelumnya.
saya tidak mengatakan bahwa tulisan/link itu lebih/paling objective. Saya hanya menuliskan bahwa tulisan itu di bekali/dilandasi oleh rujukan2 hadist.
Tentu saja bukan satu-satu nya rujukan. Silahkan di gali sendiri rujukan yg lain. Kita kan harus budayakan ikhtiar. not spoon feed :-)
 
keyakinan dan pembelajaran seorang manusia dhoif seperti saya tidak penting dan tidak relevan
Saya hanya mampu share link tsb. Agatr masing2 mencari tahu apa yg sebenarnya terjadi, dari kedua belah pihak.
 
Mohon maap kalau kurang memuaskan jawabannya
 
wassalam

Novan Arif Hidayat

unread,
Jan 25, 2012, 11:44:38 AM1/25/12
to Muslim-KL

hmmm... jadi penasaran... Link pdf file yg ada dalam email kiriman
bang Iwan (http://www.scribd.com/mobile/documents/7857013/download?
commit=Downlo...) tidak ada cover nya. he he he.

Setelah ditelusuri, buku tersebut adalah tulisan O.Hashem, Diterbitkan
oleh: YAPI Perumahan Taman Buana Persada KAV. D4 31. Dr. Ratna No. 26
Jati Bening Bekasi Jawa Barat.
(lihat:
http://jowofile.jw.lt/ebook/files18/Wafat%20Rasulullah%20dan%20Suksesi%20Sepeninggal%20Beliau%20di%20Saqifah%20Bag%201_txt.txt)

Penerbit dan penulis buku ini, masuk dalam daftar buku-buku dan
penerbit beraliran Syiah.
(lihat: http://markaskio.files.wordpress.com/2007/06/daftar-buku-buku-bermanfaat.doc)

wallahu'alam.

cNbM

On 25 Jan, 21:13, kang iwan <iwan1...@yahoo.com> wrote:
> permasalahan Syiah dan Sunni merupakan permasalahan kita sebagai umat Muslim semenjak ditinggal (satu hari setelah) Rosul SAW wafat.
> perdebetan di milis ini tentu saja tidak akan bisa menyelesaikan masalah. Apalagi umumnya diantara umat Muslim Indonesia, kita sudah di didik dg pola pikir seorang Sunni. Mudah sekali saling menghujat dan merasa paling benar.
>
> Diperlukan semangat yg tulus dan penuh kerendahan hati untuk mencari dan menggali kebenaran melalui catatan2 sejarah (Hadist dan riwayat). Diantara dua cara berpikir ini (Syiah dan Sunni), ada banyak hal yg bisa kita telusuri benar dan tidak nya.
>
> silahkan gali dan pelajari masing2. Dg adanya technology internet dan kemudahan mencari buku terjemahan, semua akan di mudahkan. Kita bisa saling mebandingkan cara berpikiri Sunni (Salafy) dan Syiah. Asalkan mau membuka diri, menerima pendapat orang lain dalam semangat dan kerangka mencari kebenaran sejarah.
>
> contoh nya di buku ini. (bercerita ttg asal mula perpecahan umat Islam pasca Rosul wafat) Silahkan dibaca dan di pelajari kebenerannya (buku2 lain banyak dicari dan digali sendiri aja)
>
> Mudah2an kita  mampu menerima perbedaan orang lain, dan saling berdebat dg santun.
> mudah2an berkenan
>
> wassalam,
>  http://www.scribd.com/mobile/documents/7857013/download?commit=Downlo...

Morry Infra

unread,
Jan 25, 2012, 11:46:08 AM1/25/12
to musl...@googlegroups.com
Iwan yang baik,

Alhamdulillah,
Kebetulan sekali saya tinggal di Saudi... dan tepatnya di Eastern Province yang nota bene adalah basis terbesar Syiah di Saudi Arabia.
Saya bergaul bersama mereka... sekarang sudah 4 tahun...
So far gak ada issue dengan attitude dan behaviour mereka... sama aja kayak manusia biasa.

Cuma karena Syiahnya mereka memang punya akidah berbeda dengan Sunni....
Seperti yang pernah saya sampaikan kalau mereka tidak mengakui sahabat Rasulullah SAW seperti Abu Bakar RA, Umar Bin Khatab RA dan Ustman Bin Affan RA...
Dan cukuplah bagi saya bahwa itu perbedaan yang mendasar... saya berbeda dengan mereka...
Sama seperti perbedaan orang Islam dan orang Kristen tentang Nabi Isa...

Dan link yang Iwan kirim yang bukunya berjudul "Wafatnya Rasulullah saw, Suksesi Sepeninggal Beliau di Saqifah" itu karangan O.Hashem, dan diterbitkan oleh YAPI Jakarta.
Dan maaf... sepertinya Iwan juga harus jeli... itu adalah Bukunya orang Syiah...

Jadi tidaklah benar kalau dianggap itu cover both side... tapi memang cukup mengelabui...

kang iwan

unread,
Jan 25, 2012, 12:37:57 PM1/25/12
to musl...@googlegroups.com
Terima kasih Bang Morry & Mas Novan yg baik,
Untuk mengadili seadil-adilnya, terdakwa/ tersangka/saksi/penuntut harus di hadirkan bersama2 di pengadilan bukan? :-)
Tentu nya harus jeli. Tidak bersandar kepada salah satu pihak. Kebenaran itu tidak selalu diantara kedua2nya, yg kita harapkan (bila Allah mengijinkan) akan terbuka setelah memahami pendangan dari kedua belah pihak (versi nya masing2). Wallahualam
 
Tentu mudah mengetahui mana buku Syiah atau Sunni, tidak sulit membedakannya. Tugas kita sebagai manusia adalah menelaah hujah dari kedua belah pihak, mencari benang merahnya. Bukan kah tugas kita sbg manusia untuk demikian? Berusaha semaksimal mungkin untuk mencari kebeneran? Mudah2an kemudian Allah meberikan hidayah dan petunjuk seperti yg di utarakan Bang Morry yg baik? Untuk mengetahui sejarah pemahaman mereka (Syiah), perlu lah kita mengetahui apa yg jadi sandaran dan pola pikir mereka dg membaca buku mereka (salah satunya)
 
Orang2 syiah yg bersikap demikian (seperti yg di utarakan bang morry), tentu berdasarkan keyakinan dan pemahaman mereka. Katanya, medudukan definisi sahabat pada porsinya. Wallahualam.
Demikian pula tanggapan orang2 Sunni mengenai orang Syiah. Suni memiliki pandangan dan keyakinannya sendiri thd kedudkan Sahabat2 Rosul.
 
Silahkan telaah masing2. Saya cukupkan tanggapan saya sampai disini. Mengutip doa Bang Morry, mudah2an kita semua diperjelas dan diberikan hidayah- oleh Nya. Amin
 
wasssalam
Sent: Wednesday, January 25, 2012 10:46 AM

Morry Infra

unread,
Jan 25, 2012, 2:31:38 PM1/25/12
to musl...@googlegroups.com
Tuch kan... jadinya di-ambangkan.... Itu yang saya maksud main di tengah...
Dan dari awal saya sudah lihat akan seperti itu.

Sederhananya begini perbedaannya... dan saya sudah sampaikan di awal:
Sunni tidak pernah mendeskreditkan Sahabat Rasulullah SAW termasuk terhadap Ali Bin Abi Thalib. Dan juga menghormati Ahlul bait... Jadi mana ada orang Sunni mencaci maki Ahlul Bait?
Sedang Syiah mereka cuma mengagungkan ahlul bait dan menafikkan sahabat yang lain. Makanya mereka dengan berani mencaci maki Sahabat Rasulullah SAW juga Istri Rasulullah Aisyah RA...

Di mana posisi kita?
Kalau kita rela sahabat Rasulullah dicaci maki dan dibatalkan semua sanad2 hadistnya... artinya kita bukan Sunni... dan dipastikan pendukung Syiah... 'Nggak ada yang di tengah...

kang iwan

unread,
Jan 25, 2012, 3:44:57 PM1/25/12
to musl...@googlegroups.com
wah. Bang Morry yg baik kurang hati2 membaca tulisan saya. Mudah sekali menyudutkan.
Ga apa deh, silahkan mengambil kesimpulan sendiri. :-)
 
pernyataan yg disampaikan Bang Morry yg baik apakah benar adanya? benar tidak nya harus berdasar, hadist yg shahih dan  riwayat tentunya
Itu yg mau saya sampaikan. Apakah demikian ada nya? itulah yg membuat saya pribadi ingin belajar mengetahui melalu bertanya dan membaca.
 
pertanyaan nya kan bisa dg mudah di balikan? Orang2 Syiah bisa pula bertanya, kenapa Cucu Rosul SAW di bunuh secara keji oleh golongan yg mengaku sahabat? Kalau kita mencintai Rosul? apakah kita pun tega demikian ada nya. Apakah umat Islam rela apabila darah daging Rosul sendiri di halangi haknya (ketika hak Fatimah diambil Sahabat yg lain stelah rosul wafat)? Orang2 syiah pun mencintai dan menghormati sahabat2 Rosul. Tentun dalam defini dan batasan yg berbeda dg Suni.
 
Kita sudahi saja dsampai disini Bang Morry yg baik. Karena tentunya diskusi ini pasti tidak berujung. Himbuan saya untuk pembelajaran.
Kalau Bang Morry yg baik sudah merasa ada dalam kebenaran yg hakiki. Mohon maaf dari yg saya yg dhoif, silahkan di delete aja :-)
 
Lebih baik kembalikan kepada masing2 indbividu untuk mencari kebenaran itu, entah itu Syiah atau Sunni.

Dewanto Surja

unread,
Jan 25, 2012, 5:47:24 PM1/25/12
to musl...@googlegroups.com
Pak Nalom, kalo merujuk pada AlQur'an, di awal-awal surat Ar-Rum, diceritakan bahwa orang-orang yang beriman bergembira dengan kemenangan Romawi atas Persia. Ini menunjukkan dukungan mereka pada Romawi yang memeluk agama samawi. Orang Persia (waktu itu) masih musyrik, jadi tidak layak didukung. Nah Kalo melihat situasi saat ini, siapa yang lebih dekat ke kita, Iran atau Amerika? Kalo dulu orang Romawi yang memeluk kristen (yang udah diselewengkan oleh ajaran Paulus) mendapat dukungan oleh orang2 mukmin, apalagi dengan orang Iran yang sesama muslim ( walaupun Syiah), lebih layak dapat dukungan. Tentu saja dengan mendukung, tidak lantas kita jadi pendukung ajaran Syiah 'kan?


On Wednesday, January 25, 2012, Nalom Syaifullah <myn...@gmail.com> wrote:

Nalom Syaifullah

unread,
Jan 25, 2012, 6:04:10 PM1/25/12
to musl...@googlegroups.com, musl...@googlegroups.com
Makasih mas,


I am currently in Vietnam
Mobile : +84 16 3448 1090

Shofiyuddin

unread,
Jan 25, 2012, 6:32:28 PM1/25/12
to musl...@googlegroups.com
Diskusinya makin menarik aja nih dan saya menikmatinya dalam rangka
mencari kebenaran (menurut saya). Terima kasih mas Morry yang sudah
sedikit menjelaskan perbedaan mendasar Sunny dan Syiah. Dan bagi saya
itu sudah cukup bisa menjelaskan dan mendudukkan posisi saya ada
dimana. Kita yakin benar karena kita tegak diatas Hujjah. Apabila
sudah ada hujjah dan kita mengingkarinya, hujjah itu yang akan menjadi
saksi kelak di akherat nanti.

Berjalankan kamu di muka bumi dan perhatikannlah kesudahan dari mereka
mereka yang telah dibinasakan Allah Swt karena kedurhakaan mereka
terhadap Allah dan Rasulnya. Belajarlah dari kaum Ad dan Tsamud. saya
pikir ini baik untuk kita renungkan. Semoga kita tidak berpendapat
bahwa cerita cerita di Quran hanyalah cerita yang diulang ulang dari
nenek moyang manusia dan tidak punya arti apa apa.

Menurut pengamatan saya, sekarang ini di Indonesia (terutama di
jakarta dan sekitarnya) sedang bangkit pemahaman ahlus sunnah wal
jamaah, yang banyak mengupas kandungan al_quran berdasarkan hadits
hadits yang shoheh, pembahasan kitab kita Ryadhus Sahilihin, Syarah
Aqidah, Tafsir Ibnu Katsir dan masih banyak yang lainnya.

Saya pikir ini sangat menggembirakan di tengah tengah banyak ulama
yang populer yang lebih merujuk kepada terjemahan al-quran tapi miskin
sekali akan hadits hadits yang shoheh apalagi nama nama perawi
haditsnya.

Ini link radio yang menurut saya bagus.

http://radiorodja.com/

Teman teman bisa memilih narasumber. Ada Abu Yahya Darussalam, Abu
Qatadah, Abdul hamid, Yazid bin Abd Qadir Jawas dan sebagainya.
Semuanya asik dan nikmat untuk didengar. Bagi teman yang sdh lupa lupa
akan hadits hadits mulia Rasulullah, di radio ini bisa menyegarkan
kembali ingatan kita sekalian.

Selamat menimba ilmu dan salam,

Shofi

Rovicky Dwi Putrohari

unread,
Jan 25, 2012, 7:16:53 PM1/25/12
to musl...@googlegroups.com
Dari Abdullah bin ‘Amru,“ Salah seorang sahabat menyebutkan salah satu ayat dari Al-Qur’an, kemudian dibantah oleh yang lain sampai suara mereka meninggi.

Maka Rasulullah keluar dengan marah ketika mendengar keributan tersebut, merah wajahnya, beliau melempari mereka dengan kerikil sambil berkata,“ Tenanglah wahai kaum ! karena inilah hancurnya umat sebelum kalian, dengan menyelisi para Nabi dikalangan mereka dan menabrakkan sebagian ayat dengan sebagian ayat yang lain. Sesungguhnya ayat-ayat Al Qur`an tidak mendustakan antara ayat yang satu dengan yang lainnya, akan tetapi saling membenarkan. maka apa-apa yang kalian ketahui beramallah dengannya, dan apa-apa yang kalian tidak ketahui tinggalkanlah, sampai kalian mengetahuinya.”

HR. Ahmad, Al Baghowi dan dishohihkan oleh Syekh AlBani didalam Syarh Aqidah Thohawiyah.

Mohammad Tasfin

unread,
Jan 25, 2012, 8:36:29 PM1/25/12
to musl...@googlegroups.com
menarik.. para sahabat yang generasi pertama bisa berselisih sampai dimarahi Rasulullah saw...
 
sementara hari ini kita dengan sombongnya...mengaku sudah dewasa! astaghfirullah..
 
wassalam
tasfin


 
2012/1/26 Rovicky Dwi Putrohari <rov...@gmail.com>
Dari Abdullah bin ‘Amru,“ Salah seorang sahabat menyebutkan salah satu ayat dari Al-Qur’an, kemudian dibantah oleh yang lain sampai suara mereka meninggi.

Maka Rasulullah keluar dengan marah ketika mendengar keributan tersebut, merah wajahnya, beliau melempari mereka dengan kerikil sambil berkata,“ Tenanglah wahai kaum ! karena inilah hancurnya umat sebelum kalian, dengan menyelisi para Nabi dikalangan mereka dan menabrakkan sebagian ayat dengan sebagian ayat yang lain. Sesungguhnya ayat-ayat Al Qur`an tidak mendustakan antara ayat yang satu dengan yang lainnya, akan tetapi saling membenarkan. maka apa-apa yang kalian ketahui beramallah dengannya, dan apa-apa yang kalian tidak ketahui tinggalkanlah, sampai kalian mengetahuinya.”

HR. Ahmad, Al Baghowi dan dishohihkan oleh Syekh AlBani didalam Syarh Aqidah Thohawiyah.

--

Shofiyuddin

unread,
Jan 25, 2012, 9:02:14 PM1/25/12
to musl...@googlegroups.com
mas Tasfin,
Perasaan kok gak nyambung dengan tulisan mas Rovicky? ambilnya
sepenggal penggal dan kemudian memutuskan? ... mudah mudahan hanya
perasaan saya saja lho ...

Sama dengan ketika para sebgaian ulama memberikan melakukan Umroh
Sunah waktu musim haji karena Aisyah melakukannya. Mereka sering tidak
menyebutkan (menyembunyikan?) bahwa Aisyah tidak Umroh sebelum haji
karena datang haid. Setelah haji, atas izin Rasulullah, baru Aisyah
umroh ditemani sahabat Rasulullah, tapi sahabat itu tidak ikut umroh
karena dia sudah melakukan umroh sebelum haji.
Nah itulah maksud saya sepenggal penggal.

Para ustadz pembimbing haji juga sering bersuara keras kepada para
calon haji ... sabar ... sabar .... tidak boleh zidal (berbantah
bantahan) dalam haji .......... saya tanya sama yang ahli yang sering
ceramah di Mesjid deket hotel .... apakah saya boleh menanyakan apakah
termasuk Zidal kalo saya bertanya sesuatu ke ustadz pembimbing tentang
ke absahan suatu ibadah tertentu yang mengundang perdebatan? Ulama
tersebut menjawab, Zidal boleh untuk kebaikan dan hak, bukan untuk
kemaksiatan.

ah sudahlah ...
hujjah sdh ada, pilihan ada pada kita.

Mohammad Tasfin

unread,
Jan 25, 2012, 9:18:03 PM1/25/12
to musl...@googlegroups.com
makasih mas shofi...
 
wassalam
tasfin


 
2012/1/26 Shofiyuddin <shofi...@gmail.com>

Morry Infra

unread,
Jan 25, 2012, 10:21:45 PM1/25/12
to musl...@googlegroups.com
Kang Iwan yang baik mudah2an masih bangun,

It's ok kalau Iwan bilang saya kurang hati2 dan dianggap menyudutkan. Mohon saya dimaafkan.

Sebetulnya saya juga menjelaskan mengenai hal2 yang selalu digembar-gemborkan Syiah tersebut. Namun saya delete karena sebenarnya gak sesuai konteks pertanyaan dan pernyataan, namun akhirnya seperti sudah diprediksi kalau ada debat soal Syiah dan Sunni... hal ini pasti diungkit... he.e.e.ee.e.. itu sudah biasa... normal.
Kenapa Husein RA dibunuh dengan keji?
Padahal, di perang Karbala tersebut, orang2 Syiah yang katanya pengen bantu Husein malah meninggalkan beliau. Hal itu mengakibatkan akhirnya pasukan Husein RA terdesak oleh pasukan utusan Khalifah Yazid.
Sehingga sad storynya, perang yang tak berimbang itu menyebabkan Husein RA terbunuh.
Dan hal2 yang digembar-gemborkan Syiah dan didukung Barat ini... sebenarnya bukan perang antara Sunni dan Syiah.. ini perang sesama Sunni karena kesalahpahaman plus "kompor2" orang Syiah yang katanya mau membantu malah tidak...
Husein RA tak setuju dengan pengangkatan Yazid selepas meninggalnya Muawiyah karena mencium ketidakadilan cara2 pengangkatan Yazid... lalu "kompor2" Syiah yang ingin melepaskan diri dari kekhalifahan Yazid menjanji2kan dukungan dan bantuan kepada Husein RA... makan terjadilah perang itu... dan karena janji yang tak benar/penipuan... perangnya tak berimbang.

Dan kalau diingat lagi... yang bunuh Husein RA ini sudah diingatkan oleh Sahabat lain tapi tidak mengindahkanya....
Jadi dech kesannya orang Sunni membunuh Ahlul Bait... dan dikesankan terus menerus oleh Syiah dan didukung Barat....
Kalau mau berdamai... ini yang harus dimengerti keduabelah pihak.... Husein RA adalah Ahlul Bayt yang Ahlus Sunnah waljamaah sama seperti Ali Bin Abi Thalib yang mendukung Abu Bakar RA, Umar Bin Khatab RA dan Ustman Bin Affan RA. Juga Hasan yang justru membaiat Muawiyah... ketida orang tersebut bukanlah golong Syiah...

Malah ada cerita lain... bahwa yang membunuh Husein RA sebenarnya orang Syiah dari Kuffah.... (Conspiracy Theory?)

Itu jawaban atas pertanyaan Iwan yang katanya Iwan bukan Syiah... walau sebenarnya kalau orang Non Syiah selain Barat gak perlu nanya hal itu....

Kalau pertanyaan2 kepada orang Syiah justru banyak juga yang tak terjawab...
Dan jawaban2 Syiah kawan2 saya di sini... seperti biasa either cuma tersinggung atau melakukan Taqiyah...
"Kata siapa?", "Ah itu dalam tekanan"... " Ah itu tidak benar"... "Celakalah Abu Bakar, Umar dan Ustman"

Nah buat kita yang ngaku bukan Syiah namun mendukung Syiah saat ini... justru harusnya mencoba menjelaskan ke orang Syiah bahwa pertentangan2 yang digembar-gemborkan itu cuma politik jangan sampai lari ke aqidah dengan membatalkan sanad2 semua hadist shoheh dari Non Ahlul Bayt....
Saya sich sudah sering melakukannya.... dan memang... so far gak pernah berhasil...
Prinsip 12 Imam adalah mutlak bagi penganut Syiah....

Mirip kayak ngasih tahu ke orang Kristen kalau Nabi Isa AS itu bukan Tuhan.... cuma kalau ngasih tahu ke orang Kristen bahwa Nabi Isa AS itu bukan Tuhan saya pernah sekali saja berhasil, malah dia setuju banget dan itu juga keimanan dia... tapi dia bukan mau convert jadi Islam, cuma sependapat dengan keyakinan bahwa yang patut disembah adalah Tuhannya Nabi Isa AS... bukan Nabi Isa AS.
Lah kalau Syiah... langsung gak mau dikasih tahu...
Jadi kalau orang bukan Syiah... apa ya alasannya gak mau terima info ini dan malah memperuncing perbedaan dan menghancurkan perdamaian... yang memang amat didukung Barat... ini fakta bukan Conspiracy Theory yang sulit dibuktikan.

Jadi kalau mau berdamai... kayaknya orang Sunni sudah sangat2 beritikad dan melaksanakan perdamaian... buktinya aja... kita aja dukung Iran kalau perang lawan AS... Apakah kita harus jadi Syiah dulu buat dukung Iran?

Sekali lagi... saya cuma ingin share perbedaan Syiah dan Sunni.... walau katanya udah pada tahu... namun menurut saya justru tidak.

Buat Pak De RDP, terima kasih reminder-nya.
Itu terlalu kasar jika ditujukan buat diskusi kita Pak De RDP... itu buat orang Liberal yang ngeyel dan main2 ayat Allah seenaknya sendiri...
Mana sich ayat2 Qur'an yang kita main2kan?

Jadi tua itu sunatullah.... jadi dewasa itu pilihan.... dan semua itu ada pertanggung jawabannya kepada Allah SWT.

Dan sama seperti Iwan... ini email terakhir saya buat thread ini... kayaknya sudah cukup share dari saya di thread ini...

Semoga kita bukan termasuk orang2 yang katanya menyerukan dan menginginkan perdamaian namun tak melaksanakannya... amien...
Semoga kita semua termasuk orang2 yang diberi hidayah oleh Allah SWT... amien....

Ahmad Maryadi

unread,
Jan 25, 2012, 11:55:47 PM1/25/12
to musl...@googlegroups.com
bismillah,
 
sekedar sharing dr link yg sy dpt diinternet, Thesis PhD mahasiswa Indonesia diLeiden:
"The Struggle of The Shi'is in Indonesia"
krn berupa karya ilmiah level thesis S3,barangkali objektive-nya InshaAllah relatif terjaga..

sy baru baca sekilas sj, memang intinya mengupas pergulatan pergerakan Shiah di Indonesia di zaman kini.
Walaupun tdk dibahas di bab khusus, namun dr penuturan isi thesisnya, pengembangan pergerakan Shiah diIndonesia tdk lepas dr peranan Iran (selepas revolusi)
ini bs dimaklumi krn majority penganut Shiah indo adalah sm dengan di Iran, penganut kepercayaan Shiah 12 imam dgn doctrine Imamah-nya plus konsep wilayatul faqih ala Khomeini..
jg dibahas sekilas perbedaan fundamental doctrine Sunni-Shiah..
 
semoga bermanfaat,
AM
 


--- On Wed, 1/25/12, Morry Infra <morry...@gmail.com> wrote:

Syafruddin Syaiyar (PEX/PCSB)

unread,
Jan 26, 2012, 12:50:21 AM1/26/12
to musl...@googlegroups.com

Jadi ingin Ikutan lagi..

 

Sejauh ini saya rasa diskusinya ok ok saja, selagi kita berpikiran terbuka dan saling menghargai  ngak masalah kan??..

Yang namanya manusia, pastilah tidak terlepas dari kesalahan, cuman kadang kala kita ngak tau dan ngak sadar kita salah dan keliru,  merasa menang sendiri sehingga lupa diri..besifat arrogant alias ujub.. … Mudah mudah-an kita semua terhindar dari sifat ini, tetap  saling mengingatkan dan menasehati, bersedia untuk saling sependapat dan juga berlapang dada untuk tidak sependapat..….

 

Disini saya cuma pingin sedikit menanggapi Dunsanak Saya Morry yang atas Izin Allah berkesempatan berada di tengah tengah dua jalur Utama umat Islam saat ini.. di Negerinya orang Sunni yang banyak di-diami  orang Syiah.. Eastern Province  negerinya dinasti Pak Saud yang sangat sangat kaya minyak......

 

Dari beberapa  hujjah, saya melihat Sanak Morry agak kurang berkenan dengan yang namanya opini pribadi..

Menurut saya, ngak ada salahnya mengemukakan  opini pribadi, toh opini pribadi itu terbentuk dari akumulasi referensi dan pengetahuan, sumber bacaan dan pelajaran yang kita punyai..

Ekstrimnya dengan membelakang-kan opini pribadi menurut saya kita sudah mendowngrade intelektual kita sendiri.. meragukan kemampuam kita untuk berfikir dan berpendapat..

Manusia yang ngak punya opini pribadi, menurut aku sih sudah kehilangan kemanusiaannya.. hanya robot yang ngak punya opini pribadi..….

 

Kemudian tentang pernyataan saya (opini pribadi ..hee.. hee.)  tentang awal terjadinya perpecahan umat Islam jadi dua jalur Utama Sunni dan Syiah..”Awal dan puncanya” memang  dari urusan politik kekuasan “ perbedaan pendapat dari para sahabat Nabi tentang siapa yang berhak jadi pemimpin umat Islam setelah wafatnya Nabi.. “Memang nothing to do dengan aqidah”… Rasanyanya ngak tendensius tapi “fakta sejarah” .... Sumbernya tidak hanya dari publikasi orang Syiah.. Waktu masih di SD tahun 70-an saya sudah  baca buku sejarah islam buku pegangan  di sekolah   PGA (sekolah guru agama di Sumbar yang pastinya bukan Syiah)… Saya masih ingat menitikkan air mata alias nangis  membaca  kisah terbunuhnya Husein cucu nabi di Karbala.. masih ingat tentang betapa jujur dan lurus-nya Ali bin Abi Thalib waktu terjadi perperangan dengan Muawiyah  yang sudah diambang kemenangan tapi berhenti karena ada  pentolan dikalangan Muawiyah yang mengangkat Al qur’an  untuk berdamai…( itu sejarah, pasti ada distorsinya tapi dengan merefer ke berbagai sumber kita bisa melihat benang merah kebenarannya).

 

By default, kita umat islam di-Indonesia  hampir keseluruhan terlahir  dalam jalur Islam Sunni.. .. Tapi jujur saja,  saat ini saya merasa ngak sreg untuk mengembel-embeli agama saya dengan Islam Sunni.. Karena opini pribadi saya menyatakan penambahan embel embel Sunni dan Syiah.. lebih pada statement politik….

 

Dan tentang kecendrungan beberapa diantara kita yang ingin berada ditengah dan ngak bersikap either Sunni and Syiah, bagi saya ngak ada salahnya… Toh berdiri ditengah alias tidak memihak itu juga suatu sikap.. Karena menurut “opini pribadi saya “keberpihakan “seringkali’ membuat kita bias.. .. Melihat hanya dari satu sisi, kebenaran hanya ada di sisi golongan dan jalur kita ..

melupakan golongan dan jalur lain …. Berdiri ditengah bukan hanya keinginan untuk berlaku adil tapi juga merupakan usaha untuk mencari kebenaran… Kebenaran dan adil  biasanya seiring sejalan.. kebenaran tanpa keadilan ibarat masakan yang kurang garam begitu juga ke adilan tanpa kebenaran namanya penipuan…

 

Balik cerita ke awal diskusi ini.. mengenai keprihatinan sebagaian rekan kita terhadap kondisi Negara Iran sekarang ini, yang secara kasat mata dan terang benderang diperlakukan tidak adil oleh Amerika dan sekutu sekutunya.. Ada perasaan hopeless di sebagian dari kita melihat respond umat islam yang no action dan tidak ada keinginan untuk membantu  Iran yang islam tapi memilih jalur Syiah …..….Arab saudi dan Negara Teluk yang dikarunia kekayaan alam yang melimpah ruah dan ditakdirkan sebagai tetangga terdekat Iran, sepertinya dari yang dapat kita  lihat dan baca serta simpulkan dari berbagai informasi yang ada, bukannya berpihak pada Iran malahan berkaloborasi dengan Amerika –Israel menekan Iran… Embargo minyak dan perdagangan oleh Amerika , EU tambah Australia dan Jepang/Korsel.. cukup mengusik rasa keadilan sebagaian daripada kita..Permintaan Iran terhadap Arab Saudi dan Negara Teluk untuk tidak mengganti produksi minyak Iran yang di embargo.. ditanggapi dingin oleh tetangga dekatnya yang sesama islam tapi beda jalur ini… .. Apakah ini suatu kebenaran walaupun tidak adil.. hati nurani kita dapat menjawabnya.. dalil nya ada dimana mana ….Ketidak adilan yang sangat nyata….

 

Terus terang saya terusik untuk ikut diskusi ini karena seperti kata boss Nalom.. Ada tersirat (mudah mudahan tidak) keprihatinan sebagian dari kita terhadap kondisi Iran saat ini , coba di-counter dengan beberapa  artikel tentang betapa buruknya Syiah.. apakah memang kebetulan saja atau memang lagi trend pembentukan opini public… bahwa masalah Iran tidak ada hubungannya dengan masalah umat Islam…Nasehat seperti yang diforwardkan rekan kita.. bagi saya pribadi terlihat agak kurang wise..penghakiman kaum Syiah sebagai kaum majusi Persia “ (Padahal apa yang disampaikan oleh kaum syi’ah –yang merupakan jelmaan kaum majusi Persia– adalah kedustaan yang nyata dan tidak memiliki bukti yang otentik)”   rasanya  sudah berlebihan..

 

Apakah opini pribadi saya salah, saya ngak tau, tapi nurani saya mengatakan ngak salah salah amat…

Walaupun Azan dan cara Uduk nya berbeda (untuk haji, yang saya tahu Syiah lebih banyak acara Ziarahnya, tapi rukun hajinya masih sama), saya masih beranggapan Syiah masih Umat Islam selagi mereka menegakkan rukun Islam yang lima perkara dan percaya pada Rukun Iman yang enam perkara..

 

Sampai saat ini Imam khomeini yang meninggalkan waris harta yang tak seberapa masih Idola saya …dan Ahmadinejad yang hidup sederhana masih masuk salah satu pemimpin favorit saya..

Saya berdoa dan berharap,Umat Islam  Iran walaupun Syiah  dapat keluar dari krisis sekarang ini dengan kemenangan..

 

Me-rewind kembali peristiwa politik dan sejarah ..Tahun 1979 Khomieni yang islam Syiah  memimpin Revolusi Iran.. Dunia barat terkejut,  dan penguasa  Negara Negara arab yang didominasi Islam Sunni cemas….Kecemasan penguasa penguasa  arab ini mencapai puncaknya dengan penyerbuan Saddam Hussen ke Iran..Dengan kekayaan minyaknya yang melimpah untuk membeli senjata dari negara Barat (kristen dan Yahudi) penguasa negara negara arab bersatu padu menyokong Saddam…  walupun disokong dengan senjata dan cover politik yang melimpah Saddam gagal menekuk Iran yang  tetap solid bertahan dan bahkan berhasil mendesak kembali Saddam hingga tiada pilihan lain selain berdamai… 8 Tahun berperang, mengorbankan jutaan nyawa dan menghanguskan billiunan kekayaan alam minyak bumi, hasilnya kembali seperti semula…. Iran yang islam Syiah tetap exist ..

 

Sadar di apusin jadi alat dan pion penguasa arab yang cemas akan kemajuan Iran yang nota bene  Islam Syiah,  Saddam jadi naik angin.. berbalik menyerbu dan menguasai saudaranya sesama arab yang Islam Sunni yang kecil , lemah tapi kaya,  Kuwait…,.. Kuwait bukan tandingannya  Saddam, dalam hitungan hari Kuwait takluk, tapi saudara tua Kuwait, Arab Saudi dan rekan rekannya sesama Negara kaya teluk tak terima.. Dengan bantuan tentara Amerika yang dibiayai dengan  duit minyak Arab , Saddam berhasil di desak kembali keluar dari Kuwait setelah membumi hanguskan ladang ladang minyak Kuwait (perang teluk 1).. Ternyata Amerika-Israel  tidak puas dengan hanya keluarnya Saddam dari Kuwait.. dengan rekayasa dan pembohongan senjata pembunuh massal, Amerika berhasil memobilitasi dunia untuk menyebu Irak ( perang teluk 2)… Dunia tertipu dan regimenya Saddam berhasil dihancurkan dan ditumbangkan…

 

Dari rentetan peristiwa ini.. kita melihat dan menyaksikan hampir semua hasil kekayaan alam minyak Arab yang Islam, mengalir lancar ke kantong kantongnya Amerika- Barat yang Kristen dan yahudi  untuk membiayai aksi saling membunuh diantara sesama muslim…Sunni dengan Syiah.. juga Sunni dengan Sunni.. Dan yang paling menyedihkan lagi karena sibuk saling berbunuhan nasib rakyat Palestina yang mayoritas islam terabaikan.. Israel dengan freehand, sesuka hati membungi anguskan rakyat palestina,, menciptakan penjara terbesar di dunia dengan memembargo Gaza.. Rakyat Somalia yang juga islam dibiarkan tanpa pemerintahan dan kelaparan..

 

Mengikuti sejarah  dan peristiwa ini.. sebagai salah seorang umat islam, saya hanya dapat berharap dan berdoa semoga peristiwa seperti ini tidak berulang kembali .. umat islam hanya akan bisa bangkit kalau mereka bersatu melupakan masalah perbedaan, mencari kebersamaan serta  mengutamakan kemaslahtan, persatuan dan persaudaraan umat (ukuwah islamiyah).

Semoga scenario  penekanan  dan pemojokan Iran/Persia yang Islam Syiah  dengan isu senjata nuklir, tidak menjadi awal dari prahara umat islam jilid dua.. Semoga Negara arab yang Sunni dan Iran/Persia yang Syiah melupakan perbedaan dan dendam turunannya  kembali kepangkal jalan sebagai Umat Nabi Muhamad SAW… yang berpegang teguh  pada Al Qur’an dan Hadist, Kebenran dan Keadilan.. Amiiin

 

Wass

Sfd

DISCLAIMER : This e-mail and any files transmitted with it ("Message") is intended only for the use of the recipient(s) named above and may contain confidential information. You are hereby notified that the taking of any action in reliance upon, or any review, retransmission, dissemination, distribution, printing or copying of this Message or any part thereof by anyone other than the intended recipient(s) is strictly prohibited. If you have received this Message in error, you should delete this Message immediately and advise the sender by return e-mail. Opinions, conclusions and other information in this Message that do not relate to the official business of PETRONAS or its Group of Companies shall be understood as neither given nor endorsed by PETRONAS or any of the companies within the Group.

Nalom Syaifullah

unread,
Jan 26, 2012, 2:13:44 AM1/26/12
to musl...@googlegroups.com
Amin


I am currently in Vietnam
Mobile : +84 16 3448 1090

Mohammad Tasfin

unread,
Jan 26, 2012, 2:28:32 AM1/26/12
to musl...@googlegroups.com
Amin ya Rabb

 
2012/1/26 Syafruddin Syaiyar (PEX/PCSB) <syafr...@petronas.com.my>

Muhammad Fauzi

unread,
Jan 26, 2012, 5:20:41 AM1/26/12
to musl...@googlegroups.com
Ya Allah ya Tuhanku... Kabbulkanlah do'a kami....


On 1/26/12, Syafruddin Syaiyar (PEX/PCSB) <syafr...@petronas.com.my> wrote:
> Jadi ingin Ikutan lagi..
>
>
>
> Sejauh ini saya rasa diskusinya ok ok saja, selagi kita berpikiran
> terbuka dan saling menghargai ngak masalah kan??..
>
> Yang namanya manusia, pastilah tidak terlepas dari kesalahan, cuman
> kadang kala kita ngak tau dan ngak sadar kita salah dan keliru, merasa

> menang sendiri sehingga lupa diri..besifat arrogant alias ujub.. ...


> Mudah mudah-an kita semua terhindar dari sifat ini, tetap saling
> mengingatkan dan menasehati, bersedia untuk saling sependapat dan juga

> berlapang dada untuk tidak sependapat......


>
>
>
> Disini saya cuma pingin sedikit menanggapi Dunsanak Saya Morry yang atas
> Izin Allah berkesempatan berada di tengah tengah dua jalur Utama umat
> Islam saat ini.. di Negerinya orang Sunni yang banyak di-diami orang
> Syiah.. Eastern Province negerinya dinasti Pak Saud yang sangat sangat
> kaya minyak......
>
>
>
> Dari beberapa hujjah, saya melihat Sanak Morry agak kurang berkenan
> dengan yang namanya opini pribadi..
>
> Menurut saya, ngak ada salahnya mengemukakan opini pribadi, toh opini
> pribadi itu terbentuk dari akumulasi referensi dan pengetahuan, sumber
> bacaan dan pelajaran yang kita punyai..
>
> Ekstrimnya dengan membelakang-kan opini pribadi menurut saya kita sudah
> mendowngrade intelektual kita sendiri.. meragukan kemampuam kita untuk
> berfikir dan berpendapat..
>
> Manusia yang ngak punya opini pribadi, menurut aku sih sudah kehilangan

> kemanusiaannya.. hanya robot yang ngak punya opini pribadi......


>
>
>
> Kemudian tentang pernyataan saya (opini pribadi ..hee.. hee.) tentang
> awal terjadinya perpecahan umat Islam jadi dua jalur Utama Sunni dan
> Syiah.."Awal dan puncanya" memang dari urusan politik kekuasan "
> perbedaan pendapat dari para sahabat Nabi tentang siapa yang berhak jadi
> pemimpin umat Islam setelah wafatnya Nabi.. "Memang nothing to do dengan

> aqidah"... Rasanyanya ngak tendensius tapi "fakta sejarah" ....


> Sumbernya tidak hanya dari publikasi orang Syiah.. Waktu masih di SD
> tahun 70-an saya sudah baca buku sejarah islam buku pegangan di
> sekolah PGA (sekolah guru agama di Sumbar yang pastinya bukan

> Syiah)... Saya masih ingat menitikkan air mata alias nangis membaca


> kisah terbunuhnya Husein cucu nabi di Karbala.. masih ingat tentang
> betapa jujur dan lurus-nya Ali bin Abi Thalib waktu terjadi perperangan
> dengan Muawiyah yang sudah diambang kemenangan tapi berhenti karena ada
> pentolan dikalangan Muawiyah yang mengangkat Al qur'an untuk

> berdamai...( itu sejarah, pasti ada distorsinya tapi dengan merefer ke


> berbagai sumber kita bisa melihat benang merah kebenarannya).
>
>
>
> By default, kita umat islam di-Indonesia hampir keseluruhan terlahir
> dalam jalur Islam Sunni.. .. Tapi jujur saja, saat ini saya merasa ngak
> sreg untuk mengembel-embeli agama saya dengan Islam Sunni.. Karena opini
> pribadi saya menyatakan penambahan embel embel Sunni dan Syiah.. lebih

> pada statement politik....


>
>
>
> Dan tentang kecendrungan beberapa diantara kita yang ingin berada
> ditengah dan ngak bersikap either Sunni and Syiah, bagi saya ngak ada

> salahnya... Toh berdiri ditengah alias tidak memihak itu juga suatu


> sikap.. Karena menurut "opini pribadi saya "keberpihakan "seringkali'
> membuat kita bias.. .. Melihat hanya dari satu sisi, kebenaran hanya ada
> di sisi golongan dan jalur kita ..
>

> melupakan golongan dan jalur lain .... Berdiri ditengah bukan hanya


> keinginan untuk berlaku adil tapi juga merupakan usaha untuk mencari

> kebenaran... Kebenaran dan adil biasanya seiring sejalan.. kebenaran


> tanpa keadilan ibarat masakan yang kurang garam begitu juga ke adilan

> tanpa kebenaran namanya penipuan...


>
>
>
> Balik cerita ke awal diskusi ini.. mengenai keprihatinan sebagaian rekan
> kita terhadap kondisi Negara Iran sekarang ini, yang secara kasat mata
> dan terang benderang diperlakukan tidak adil oleh Amerika dan sekutu
> sekutunya.. Ada perasaan hopeless di sebagian dari kita melihat respond
> umat islam yang no action dan tidak ada keinginan untuk membantu Iran

> yang islam tapi memilih jalur Syiah .........Arab saudi dan Negara Teluk


> yang dikarunia kekayaan alam yang melimpah ruah dan ditakdirkan sebagai
> tetangga terdekat Iran, sepertinya dari yang dapat kita lihat dan baca
> serta simpulkan dari berbagai informasi yang ada, bukannya berpihak pada

> Iran malahan berkaloborasi dengan Amerika -Israel menekan Iran...


> Embargo minyak dan perdagangan oleh Amerika , EU tambah Australia dan
> Jepang/Korsel.. cukup mengusik rasa keadilan sebagaian daripada
> kita..Permintaan Iran terhadap Arab Saudi dan Negara Teluk untuk tidak
> mengganti produksi minyak Iran yang di embargo.. ditanggapi dingin oleh

> tetangga dekatnya yang sesama islam tapi beda jalur ini... .. Apakah ini


> suatu kebenaran walaupun tidak adil.. hati nurani kita dapat

> menjawabnya.. dalil nya ada dimana mana ....Ketidak adilan yang sangat
> nyata....


>
>
>
> Terus terang saya terusik untuk ikut diskusi ini karena seperti kata
> boss Nalom.. Ada tersirat (mudah mudahan tidak) keprihatinan sebagian
> dari kita terhadap kondisi Iran saat ini , coba di-counter dengan
> beberapa artikel tentang betapa buruknya Syiah.. apakah memang

> kebetulan saja atau memang lagi trend pembentukan opini public... bahwa
> masalah Iran tidak ada hubungannya dengan masalah umat Islam...Nasehat


> seperti yang diforwardkan rekan kita.. bagi saya pribadi terlihat agak
> kurang wise..penghakiman kaum Syiah sebagai kaum majusi Persia "

> (Padahal apa yang disampaikan oleh kaum syi'ah -yang merupakan jelmaan
> kaum majusi Persia- adalah kedustaan yang nyata dan tidak memiliki bukti


> yang otentik)" rasanya sudah berlebihan..
>
>
>
> Apakah opini pribadi saya salah, saya ngak tau, tapi nurani saya

> mengatakan ngak salah salah amat...


>
> Walaupun Azan dan cara Uduk nya berbeda (untuk haji, yang saya tahu
> Syiah lebih banyak acara Ziarahnya, tapi rukun hajinya masih sama), saya
> masih beranggapan Syiah masih Umat Islam selagi mereka menegakkan rukun
> Islam yang lima perkara dan percaya pada Rukun Iman yang enam perkara..
>
>
>
> Sampai saat ini Imam khomeini yang meninggalkan waris harta yang tak

> seberapa masih Idola saya ...dan Ahmadinejad yang hidup sederhana masih


> masuk salah satu pemimpin favorit saya..
>
> Saya berdoa dan berharap,Umat Islam Iran walaupun Syiah dapat keluar
> dari krisis sekarang ini dengan kemenangan..
>
>
>
> Me-rewind kembali peristiwa politik dan sejarah ..Tahun 1979 Khomieni
> yang islam Syiah memimpin Revolusi Iran.. Dunia barat terkejut, dan
> penguasa Negara Negara arab yang didominasi Islam Sunni

> cemas....Kecemasan penguasa penguasa arab ini mencapai puncaknya dengan


> penyerbuan Saddam Hussen ke Iran..Dengan kekayaan minyaknya yang
> melimpah untuk membeli senjata dari negara Barat (kristen dan Yahudi)

> penguasa negara negara arab bersatu padu menyokong Saddam... walupun


> disokong dengan senjata dan cover politik yang melimpah Saddam gagal
> menekuk Iran yang tetap solid bertahan dan bahkan berhasil mendesak

> kembali Saddam hingga tiada pilihan lain selain berdamai... 8 Tahun


> berperang, mengorbankan jutaan nyawa dan menghanguskan billiunan

> kekayaan alam minyak bumi, hasilnya kembali seperti semula.... Iran yang


> islam Syiah tetap exist ..
>
>
>
> Sadar di apusin jadi alat dan pion penguasa arab yang cemas akan
> kemajuan Iran yang nota bene Islam Syiah, Saddam jadi naik angin..
> berbalik menyerbu dan menguasai saudaranya sesama arab yang Islam Sunni

> yang kecil , lemah tapi kaya, Kuwait...,.. Kuwait bukan tandingannya


> Saddam, dalam hitungan hari Kuwait takluk, tapi saudara tua Kuwait, Arab
> Saudi dan rekan rekannya sesama Negara kaya teluk tak terima.. Dengan
> bantuan tentara Amerika yang dibiayai dengan duit minyak Arab , Saddam
> berhasil di desak kembali keluar dari Kuwait setelah membumi hanguskan
> ladang ladang minyak Kuwait (perang teluk 1).. Ternyata Amerika-Israel
> tidak puas dengan hanya keluarnya Saddam dari Kuwait.. dengan rekayasa
> dan pembohongan senjata pembunuh massal, Amerika berhasil memobilitasi

> dunia untuk menyebu Irak ( perang teluk 2)... Dunia tertipu dan
> regimenya Saddam berhasil dihancurkan dan ditumbangkan...


>
>
>
> Dari rentetan peristiwa ini.. kita melihat dan menyaksikan hampir semua
> hasil kekayaan alam minyak Arab yang Islam, mengalir lancar ke kantong
> kantongnya Amerika- Barat yang Kristen dan yahudi untuk membiayai aksi

> saling membunuh diantara sesama muslim...Sunni dengan Syiah.. juga Sunni


> dengan Sunni.. Dan yang paling menyedihkan lagi karena sibuk saling
> berbunuhan nasib rakyat Palestina yang mayoritas islam terabaikan..
> Israel dengan freehand, sesuka hati membungi anguskan rakyat palestina,,
> menciptakan penjara terbesar di dunia dengan memembargo Gaza.. Rakyat
> Somalia yang juga islam dibiarkan tanpa pemerintahan dan kelaparan..
>
>
>
> Mengikuti sejarah dan peristiwa ini.. sebagai salah seorang umat islam,
> saya hanya dapat berharap dan berdoa semoga peristiwa seperti ini tidak
> berulang kembali .. umat islam hanya akan bisa bangkit kalau mereka
> bersatu melupakan masalah perbedaan, mencari kebersamaan serta
> mengutamakan kemaslahtan, persatuan dan persaudaraan umat (ukuwah
> islamiyah).
>
> Semoga scenario penekanan dan pemojokan Iran/Persia yang Islam Syiah
> dengan isu senjata nuklir, tidak menjadi awal dari prahara umat islam
> jilid dua.. Semoga Negara arab yang Sunni dan Iran/Persia yang Syiah
> melupakan perbedaan dan dendam turunannya kembali kepangkal jalan

> sebagai Umat Nabi Muhamad SAW... yang berpegang teguh pada Al Qur'an

> <http://www.scribd.com/mobile/documents/7857013/download?commit=Download
> +Now&secret_password=>

Indra Sumbodo

unread,
Jan 26, 2012, 6:33:42 AM1/26/12
to musl...@googlegroups.com

Jadi pengen nanmbahin dan nanya,

Emang waktu Allah yang maha kuasa menurunka agama Islam ada embel-embel :

Kuturunkan agama Islam dan Kujadikan didalamnya kaum ini dan itu...Astagafirullah
Dia yang maha segala tidak pernah membagi-bagi Islam, beraninya kita membagi-bagi Islam,  Na'udzubillah min dzalik....

Menyedihkan memang kalau umat Islam dengan gampangnya diadu domba satu sama lainnya, dan itulah yang dilakukan oleh para musuh Islam dan sangat berhasil karena keakuan, kebodohan dan keserakaha sang manusia Islam yg berkaum dan berkelompok-kelompok

Pinjam kata-kata Indahnya SFD :

umat islam hanya akan bisa bangkit kalau mereka bersatu melupakan masalah perbedaan, mencari kebersamaan serta  mengutamakan kemaslahtan, persatuan dan persaudaraan umat (ukuwah islamiyah). ....

Insya Allah kalau kita melupakan ke-akuan dan merasa malu kepada yang diatas, umat Islam bisa BANGKIT.....

Wasslam,

dd


From: Syafruddin Syaiyar (PEX/PCSB) <syafr...@petronas.com.my>
To: musl...@googlegroups.com
Sent: Thursday, January 26, 2012 4:50 PM
Subject: RE: [Muslim-KL] Bantahan Syubhat Syi'ah (KEABSAHAN KHILAFAH ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ)

Muhammad A Gibrata

unread,
Jan 26, 2012, 9:12:53 AM1/26/12
to musl...@googlegroups.com
Bismillah,
 

Firman Allah taala yang artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, taatilah Rosul dan taatilah pemimpin (penguasa) diantara kalian, apabila kalian berselisih pendapat tentang segala sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al Qur'an) dan Ar Rosul (As Sunnah)”

(Al Qur'an Surat An Nisa ayat 59)

Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah shollalahu 'alaihi wassalam bersabda (artinya): “Aku tinggalkan dua perkara untuk kalian. Selama kalian berpegang teguh dengan keduanya tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku. Dan tidak akan terpisah keduanya sampai keduanya mendatangiku di haudh (Sebuah telaga di surga).” (HR. Imam Malik dan Al Hakim dalam al-Mustadrak (I/172).

 
 
 
 
 
 
 
 

 

 

 
 
 
 
 
 
 
 
Berikut Artikel nasehat tentang syiah, semoga bermanfaat buat kita.
 

MENOLAK PENYATUAN SUNNI DAN SYI'AH
Penulis: Ustadz Jafar Salih

 

Al Imam Ahmad meriwayatkan dengan sanadnya dari Sahl bin Sa’d, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
بعثت والساعة هكذا وأشار بأصبعيه السبابة والوسطى
“Aku diutus bersamaan dengan datangnya hari kiamat seperti ini, sambil beliau menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya”.

Hadirin yang berbahagia
Kita hidup pada penghujung zaman, kurang lebih seribu empat ratus tahun semenjak junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam menyampaikan sabdanya di atas. Dan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah mengabarkan akan munculnya huru-hara di akhir zaman pada banyak haditsnya. Di antaranya seperti yang diriwayatkan oleh Al Imam Ahmad dan Ibnu Majah dari Anas Radhiyallahu ‘Anhu dan Abu Ya’la dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
إنها ستأتي على الناس سنون خداعة يصدق فيها الكاذب ويكذب فيها الصادق ويؤتمن فيها الخائن ويخون فيها الأمين وينطق فيها الرويبضة قيل وما الرويبضة قال السفيه يتكلم في أمر العامة.
“Sesungguhnya akan datang kepada manusia masa-masa penuh dengan kepalsuan, pada masa itu pendusta dibenarkan dan orang benar didustakan, pengkhianat diamanahi dan orang yang amanah dianggap pengkhianat. Dan pada masa itu para Ruwaibidhah berbicara”. Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam ditanya, “Apa itu Ruwaibidhah?” Jawab beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam, “Orang bodoh berbicara tentang urusan besar”.
Sudah merupakan sunnatullah yang berlaku pada sekalian manusia, bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala menimpakan cobaan kepada mereka dengan adanya kebenaran dan kebatilan, pembela-pembela kebenaran di satu kubu dan pengekor kesesatan pada kubu yang lain, agar tampak dengannya siapa dari mereka orang-orang yang sabar dan istiqomah di atas jalannya,
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan”. (Qs. Al Anbiya’: 35)

Dan pada ayat yang lain Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,
وَما أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِي الْأَسْوَاقِ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا
“Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi yang lain. Sanggupkah kamu bersabar Dan Rabbmu Maha Melihat”. (Qs. Al Furqan: 20)

ذَلِكَ وَلَوْ يَشَاء اللَّهُ لَانتَصَرَ مِنْهُمْ وَلَكِن لِّيَبْلُوَ بَعْضَكُم بِبَعْضٍ
“.Demikianlah, apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebagian kamu dengan sebagian yang lain”. (Qs. Al Furqan: 4)

Dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah mengambil perjanjian dari para ulama rabbani, pembela kebenaran, agar mereka menampakkan kebenaran itu dan tidak menyembunyikannya, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,
وَإِذْ أَخَذَ اللّهُ مِيثَاقَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ لَتُبَيِّنُنَّهُ لِلنَّاسِ وَلاَ تَكْتُمُونَهُ فَنَبَذُوهُ وَرَاء ظُهُورِهِمْ وَاشْتَرَوْاْ بِهِ ثَمَناً قَلِيلاً فَبِئْسَ مَا يَشْتَرُونَ
“Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): "Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya," lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka terima. (Qs. Ali Imran: 187)

Dan di antara kesesatan yang perlu dijelaskan di sini adalah kebatilan-kebatilan ajaran Syi’ah Imamiyah.

Dasar ajaran Syi’ah adalah kesyirikan
Karena telah maklum diketahui oleh semua bahwa Islam dibangun di atas tauhid, penghambaan total kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala semata, dan menolak segala bentuk kesyirikan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Allah Ta’ala berfirman,
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاء وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
“Padahal mereka tidak disuruh, kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus”. (Qs. Al Bayyinah: 5)
Adapun yang menjadi dasar ajaran Syi’ah Imamiyah adalah kesyirikan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, penghambaan kepada kuburan-kuburan dalam bentuk tawassul atau meminta-minta kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Padahal Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah menerangkan di dalam Al Qur’an bahwa perbuatan meminta sesuatu kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan perantara orang-orang shalih, para wali atau kuburan adalah kesyirikan kepada-Nya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,
وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللّهِ مَا لاَ يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَـؤُلاء شُفَعَاؤُنَا عِندَ اللّهِ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللّهَ بِمَا لاَ يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلاَ فِي الأَرْضِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ
“Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak pula kemanfa'atan, dan mereka berkata: "Mereka itu adalah pemberi syafa'at kepada kami di sisi Allah". Katakanlah:"Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di langit dan tidak (pula) di bumi" Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka mempersekutukan (itu). (Qs. Yunus: 18)

Sikap ghuluw mereka kepada Ali Radhiyallahu ‘Anhu.
Dan di antara kebatilan ajaran Syi’ah Imamiyah adalah sikap ghuluw (berlebih-lebihan) mereka terhadap Ali Radhiyallahu ‘Anhu, seperti yang terdapat pada tulisan-tulisan mereka berupa penisbatan sifat-sifat Allah Subhanahu Wa Ta'ala kepada Ali Radhiyallahu ‘Anhu.
Berkata penulis kitab Uyunul Mu’jizat pada halaman 14,
إن الشمس قالت لعلي: السلام عليك يا أول يا آخر يا ظاهر يا باطن يا من بكل شيء عليم
“Sesungguhnya matahari berkata kepada Ali: Assalamualaikum kepadamu wahai yang pertama, wahai yang terakhir, wahai yang maha tinggi, wahai yang maha dekat, wahai yang maha mengetahui segala sesuatu”.

Dan pada halaman 32 disebutkan ucapan seseorang yang sudah mati kemudian dihidupkan oleh Ali, orang itu mengatakan:
لبيك يا محيي العظام وهي رميم
“Labbaika wahai yang menghidupkan tulang belulang sesudah kehancurannya!!”

Dan pada halaman 43 disebutkan bahwa Ali berkata kepada orang dihadapannya,
أما تعلم أني أعلم خائنة الأعين وما تخفي الصدور
“Tidak tahukah kamu bahwa aku mengetahui pandangan khianat dan semua yang disembunyikan di dalam hati?”
Dan yang lain sebagainya dari kebohongan-kebohongan ajaran Syi’ah Imamiyah.

Ketahuilah bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah mencap ajaran Yahudi dan Nashrani sebagai ajaran yang kufur pada banyak ayat-Nya karena perbuatan mereka menuduh Allah Subhanahu Wa Ta'ala memiliki anak,
وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللّهِ وَقَالَتْ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُم بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِؤُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ
“Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata:"Al-Masih itu putera Allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir terdahulu. Dila'nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling”. (Qs. At-Taubah: 30)

Dan pada ayat-Nya yang lain Dia berfirman,
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُواْ إِنَّ اللّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ
“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata:"Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam". (Qs. Al Maidah: 72)

Dan pendiri ajaran Syi’ah Imamiyah, Ibnu Sauda’ Abdullah bin Saba’ yang asalnya adalah seorang Yahudi mengatakan tentang Ali Radhiyallahu ‘Anhu,
أنت أنت
“Kamu adalah kamu”. Maksudnya Ali adalah Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
تعالى الله عما يقولون علوا كبيرا
“Maha Suci Allah dari apa yang mereka ucapkan dan Maha Tinggi Dia”.

Maka silahkan hadirin sekalian menilai siapa yang paling kufur, Yahudi Nashrani atau mereka?

Perbuatan mereka mencaci maki shahabat
Di antara kebatilan mereka yang paling menonjol adalah perbuatan mereka mencaki maki shahabat Rasululllah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Mereka menuduh sebagian besar shahabat telah fasik dan sebagian yang lain mereka cap kafir. Padahal Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah bersabda, seperti yang terdapat di dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Al Imam Ahmad dari Abdullah bin Mughaffal Radhiyallahu ‘Anhu,
الله الله في أصحابي، لا تتخذوهم غرضا بعدي فمن أحبهم فبحبي أحبهم، ومن أبغضهم فببغضي أبغضهم، ومن آذاهم فقد آذاني، ومن آذاني فقد آذى الله، ومن آذى الله يوشك أن يأخذه
“Jagalah oleh kalian perintah Allah pada shahabatku, jangan kalian jadikan mereka sebagai sasaran sepeninggalanku. Barangsiapa mencintai mereka maka dengan kecintaanku aku cinta kepada mereka, dan barangsiapa membenci mereka maka dengan kebencianku aku benci kepada mereka. Dan barangsiapa menyakiti mereka berarti dia telah menyakiti aku, dan barangsiapa menyakiti aku berarti dia telah menyakiti Allah. Dan barangsiapa telah menyakiti Allah dikhawatirkan Allah akan menghukumnya”.

Bahkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah berfirman di dalam kitab-Nya,
وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar”. (Qs. At-Taubah: 100)
Dan keimanan shahabat adalah standar benar tidaknya keimanan orang-orang sesudah mereka,
فَإِنْ آمَنُواْ بِمِثْلِ مَآ آمَنتُم بِهِ فَقَدِ اهْتَدَواْ وَّإِن تَوَلَّوْاْ فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Qs. Al Baqarah: 137)

Al Imam Abu Zur’ah Ar-Razi Rahimahullah berkata,
إذا رأيت الرجل ينتقص أحدا من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم فاعلم أنه زنديق، وذالك أن الرسول حق، والقرآن حق، وإنما أدى إلينا القرآن والسنن أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم، وإنما يريد أن يجرحوا شهودنا ليبطلوا الكتاب والسنة، والجرح بهم أولى وهم زنادقة
“Apabila kalian dapati seseorang menjelek-jelekkan salah seorang shahabat Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam ketahuilah bahwa orang itu adalah zindiq. Yang demikian karena Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah hak dan Al Qur’an adalah hak. Dan Al Qur’an dan sunnah-sunnah datang kepada kita melalui para shahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Yang mereka inginkan hanyalah mencela saksi-saksi kita untuk membatalkan Al Kitab dan As-Sunnah dan mencela mereka lebih pantas dilakukan, mereka adalah para zindiq”.
Adapun caci maki mereka terhadap shahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam merupakan perkara yang sudah maklum bagi semua.
1. Al Kalbi –salah seorang ulama Syi’ah Imamiyah- menulis sebuah kitab yang diberi judul: Matsalibus Shahabah yang artinya: Kejelekan-kejelekan Shahabat.
2. Al Kulaini –ulama mereka- menyebutkan di dalam Furu’ Al Kafi (Hal 115) dari Jafar Alaihissalaam, “Para shahabat adalah orang-orang yang telah murtad (kafir –pentj) sepeninggal Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam kecuali tiga orang saja. “Siapa saja mereka?’ kataku. Ia menjawab, “Miqdad bin Al Aswad, Abu Dzar Al Ghifari dan Salman Al Farisi”.

Termasuk celaan mereka kepada para shahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, caci maki mereka kepada Abu Bakar dan Umar Radhiyallahu ‘Anhuma dan penyebutan mereka berdua dengan Al Jibti wat Thagut, dan laknat mereka terhadap keduanya beserta anak mereka.
Dikenal pada salah satu ritual mereka pembacaan Do’a yang mereka berinama dengan: Doa dua berhala Quraisy, seperti yang terdapat pada kitab mereka Miftahul Jinan (hal: 114) yang bacaannya,
اللهم صل على محمد وعلى آل محمد والعن صنمي قريش وجبتيهما وطاغوتيهما وابنتيهما
“Ya Allah sampaikanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad dan laknatlah dua berhala Quraisy dan kedua Jibt dan Thaghut mereka dan kedua anak mereka”.
Yang mereka maksud dengan dua berhala Quraisy dan kedua Jibt dan Thaghut mereka adalah Abu Bakar dan Umar. Sedangkan dua anak mereka adalah Aisyah dan Hafshah –semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala meridhai mereka semua, amin-
Dan Syakhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah, setelah menyebutkan kemiripan-kemiripan ajaran Syi’ah dengan agama Yahudi dan Nashrani yang di antaranya:
1. Agama Yahudi mengatakan, tidak sah kerajaan kecuali pada keturunan Daud Alaihissalaam. Dan agama Syi’ah mengatakan, tidak sah khalifah kecuali pada keturunan Ali Radhiyallahu ‘Anhu.
2. Orang-orang Yahudi merubah Taurat dan Syi’ah merubah Al Qur’an.
3. Orang Yahudi memusuhi Jibril Alaihissalaam dan mengatakan dia adalah musuh kami dari kalangan Malaikat. Begitu pula kaum Syi’ah mengatakan Jibril Alaihissalaam keliru menyampaikan wahyu kepada Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam.
Beliau menambahkan bahwa ajaran Syi’ah berbeda dari ajaran Yahudi dan Nashrani dalam satu hal. Yaitu apabila orang Yahudi ditanya, “Siapa sebaik-baik penganut agama kalian?”. Mereka akan menjawab, “Para shahabat Musa Alaihissalaam”. Dan apabila orang Nashrani ditanya, “Siapa sebaik-baik penganut agama kalian?”. Mereka akan menjawab, “Para shahabat Isa Alaihissalaam”. Dan apabila orang Syi’ah ditanya, “Siapa sejelek-jelek penganut agama kalian?”. Mereka akan menjawab, “Para shahabat Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam”. Minhajus Sunnah An-Nabawiyah (1/24)

Dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengajarkan Ahlussunnah, agar lisan-lisan mereka bersih dari caci maki kepada shahabat Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan hati-hati mereka jernih dari membenci salah seorang dari mereka. Merekalah yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebutkan di dalam ayat-Nya,
وَالَّذِينَ جَاؤُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: "Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyanyang". (Qs. Al Hasyr: 10)
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم وتقبل الله منا ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم
-----
الحمد لله الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله وكفى بالله شهيدا وأشهد ألا إله إلا الله وحده لا شريك له إقرارا به وتوحيدا وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وصحبه وسلم تسليما مزيدا

Hadirin yang berbahagia
Setelah kita menyimak uraian di atas, kita mengetahui bahwa tidak mungkin menyatukan Ahlussunnah dan Syi’ah apabila yang dimaukan adalah ajarannya, karena yang demikian apakah berarti mereka menerima ajaran Ahlussunnah, ajaran Islam yang sesungguhnya dan itu yang seharusnya tapi mereka tidak siap untuk itu, atau Ahlussunnah mentolerir kesesatan dan kebatilan-kebatilan mereka dan ini berarti menggugurkan prinsip amar ma’ruf nahi mungkar.
Dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala pada banyak ayat-Nya di dalam Al Qur’an telah menyatakan mustahilnya upaya-upaya itu, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,
فَذَلِكُمُ اللّهُ رَبُّكُمُ الْحَقُّ فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلاَّ الضَّلاَلُ فَأَنَّى تُصْرَفُونَ
“Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Rabb kamu yang sebenarnya; maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)” (Qs. Yunus: 32)
Dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman
أَفَمَن يَعْلَمُ أَنَّمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَى إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُواْ الأَلْبَابِ
“Adakah orang yang mengetahui bahwasannya apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu itu benar sama dengan orang yang buta Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran”. (Qs. Ar-Ra’d: 19)
Dan yang wajib bagi Ahlussunnah untuk bersabar dalam mendakwahkan kebenaran kepada manusia, karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,
فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ
“Maka sampaikanlah olehmu segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik”. (Qs. Al Hijr: 94)
Dan Dia juga mengatakan,
بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهُ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٌ وَلَكُمُ الْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُونَ
“Bahkan Kami melontarkan yang hak kepada yang bathil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang bathil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu mensipati (Allah dengan sifat-sifat yang tak layak bagi-Nya)”. (Qs. Al Anbiya’: 18)
وَقُلْ جَاء الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا
“Dan katakanlah:"Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap”. (Qs. Al Israa’: 81)

Semoga dengan uraian singkat ini kita bisa semakin mengerti dengan kemuliaan ajaran Islam dan berusaha untuk menjaganya serta menolak setiap ajakan yang menyeru kepada sikap mentolerir segala macam bentuk kebatilan dan kesesatan yang disusupkan oleh musuh-musuh Islam dan para pembelanya.


http://ahlussunnah-jakarta.com/

****************************************************************************************



--- On Thu, 26/1/12, Morry Infra <morry...@gmail.com> wrote:

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages