Kisah Nyata - Dua Kisah Kematian Yang Sangat Berbeda

210 views
Skip to first unread message

M.Diri

unread,
May 24, 2013, 10:24:39 PM5/24/13
to Muslim KL
Bismillah,
Bacaan ringan dikala senggang, nggak ada salahnya dibaca ulang kalaupun sudah pernah dibaca, atau yach di delete aja :-)

Dua Kisah Kematian Yang Sangat Berbeda

Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar do’a ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.

Aku sungguh heran. Bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri: “Alangkah sabarnya mereka…setiap hari begitu…benar-benar mengherankan!”

Aku belum tahu bahwa di situlah kebahagiaan orang mukmin, dan itulah shalat orang-orang pilihan…Mereka bangkit dari tempat tidumya untuk bermunajat kepada Allah.Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah. Padahal berbagai nasihat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu.

Setelah tamat dari pendidikan, aku ditugaskan ke kota yang jauh dari kotaku. Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing.

Di sana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur’an. Tak ada lagi suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati.

Aku ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol. Di samping menjaga keamanan jalan, tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan. 

Pekejaan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukan tugas-tugasku dengan semangat dan dedikasi tinggi. 

Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak. 

Aku bingung dan sering melamun sendirian…banyak waktu luang…pengetahuanku terbatas.

Aku mulai jenuh…tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentult penganiayaan lain. Aku bosan dengan rutinitas. Sampai suatu hari terjadilah suatu peristiwa yang hingga kini tak pernah kulupakan.

Ketika itu, kami dengan seorang kawan sedang bertugas di sebuah pos jalan. Kami asyik ngobrol…tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan yang amat keras. Kami mengalihkan pandangan. Ternyata, sebuah mobil bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah berlawanan. Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong korban.

Kejadian yang sungguh tragis. Kami lihat dua awak salah satu mobil daIam kondisi sangat kritis. Keduanya segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah.

 Kami cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas dengan amat mengerikan. Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma. Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat.

Ucapkanlah “Laailaaha Illallaah…Laailaaha Illallaah…” perintah temanku.

Tetapi sungguh mengherankan, dari mulutnya malah meluncur lagu-lagu. Keadaan itu membuatku merinding.Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi orang-orang yang sekarat…Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat.

Aku diam membisu. Aku tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur hidupku, aku belum pernah menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti ini. Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat. Tetapi… keduanya tetap terus saja melantunkan lagu.   

Tak ada gunanya…

Suara lagunya semakin melemah…lemah dan lemah sekali. Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang kedua. Tak ada gerak… keduanya telah meninggal dunia.

Kami segera membawa mereka ke dalam mobil.

Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatah pun. Selama pejalanan hanya ada kebisuan, hening. 

Kesunyian pecah ketika temanku memulai bicara. Ia berbicara tentang hakikat kematian dan su’ul khatimah (kesudahan yang buruk). Ia berkata: “Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk. Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya selama di dunia”. Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang diriwayatkan dalam buku-buku Islam. Ia juga berbicara bagaimana seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya secara lahir batin.

Perjalanan ke rumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang kematian. Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa kami sedang membawa mayat.

Tiba-tiba aku menjadi takut mati. Peristiwa ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat kusyu’ sekali.

Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu.

Aku kembali pada kebiasaanku semula…Aku seperti tak pemah menyaksikan apa yang menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu lalu. Tetapi sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala. Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pemah kudengar dari dua orang yang sedang sekarat dahulu.

* Kejadian Yang Menakjubkan… Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu…sebuah kejadian menakjubkan kembali terjadi di depan mataku.

Seseorang mengendarai mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah terowongan menuju kota.

Ia turun dari mobilnya untuk mengganti ban yang kempes. Ketika ia berdiri di belakang mobil untuk menurunkan ban serep, tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah belakang. Lelaki itu pun langsung tersungkur seketika.

Aku dengan seorang kawan, -bukan yang menemaniku pada peristiwa yang pertama- cepat-cepat menuju tempat kejadian. Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami menghubungi rumah sakit agar langsung mendapatpenanganan.

Dia masih muda, dari tampangnya, ia kelihatan seorang yang ta’at menjalankan perintah agama.

Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik, sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia menggumamkan sesuatu. Ketika kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang keluar dari mulutnya.

Ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an…dengan suara amat lemah.

“Subhanallah! ” dalam kondisi kritis seperti , ia masih sempat melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran? Darah mengguyur seluruh pakaiannya; tulang-tulangnya patah, bahkan ia hampir mati.

Dalam kondisi seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan suaranya yang merdu. Selama hidup aku tak pernah mendengar suara bacaan Al Quran seindah itu. Dalam batin aku bergumam sendirian: “Aku akan menuntun membaca syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu… apalagi aku Sudah punya pengalaman,” aku meyakinkan diriku sendiri.

Aku dan kawanku seperti kena hipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qur’an yang merdu itu. Sekonyong-konyong tubuhku merinding menjalar dan menyelusup ke setiap rongga.

Tiba-tiba suara itu berhenti. Aku menoleh ke belakang. Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat. Kepalanya terkulai, aku melompat ke belakang. Kupegang tangannya, detak jantungnya nafasnya, tidak ada yang terasa. Dia telah meninggal dunia.

Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku. Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah  wafat. Kawanku tak kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus menangis, air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul sangat mengharukan.  

Sampai di rumah sakit…

Kepada orang-orang di sanal kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa menjelang kematiannya yang menakjubkan. Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit yang meneteskan air mata. Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri jenazah dan mencium keningnya.

Semua orang yang hadir memutuskan untuk tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan dishalatkan. Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada jenazah, semua ingin ikut menyalatinya.

Salah seorang petugas tumah sakit menghubungi rumah almarhum. Kami ikut mengantarkan jenazah hingga ke rumah keluarganya. Salah seorang saudaranya mengisahkan ketika kecelakaan, sebetulnya almarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia lakukan setiap hari Senin. Di sana, almarhum juga menyantuni para janda, anak yatim dan orang-orang miskin. Ketika tejadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula, buah-buahan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian. Semua itu untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang ia santuni. Bahkan ia juga membawa permen untuk dibagi-bagikan kepada anak-anak kecil.

Bila ada yang mengeluhkan-padanya tentang kejenuhan dalam pejalanan, ia menjawab dengan halus. “Justru saya memanfaatkan waktu perjalananku dengan menghafal dan mengulang-ulang bacaan Al-Qur’an, juga dengan mendengarkan kaset-kaset pengajian, aku mengharap ridha Allah pada setiap langkah kaki yang aku ayunkan,” kata almarhum.

Aku ikut menyalati jenazah dan mengantarnya sampai ke kuburan.

Dalam liang lahat yang sempit, almarhum dikebumikan. Wajahnya dihadapkan ke kiblat.

“Dengan nama Allah dan atas ngama Rasulullah”.

Pelan-pelan, kami menimbuninya dengan tanah…Mintalah kepada Allah keteguhan hati saudaramu, sesungguhnya dia akan ditanya…

Almarhum menghadapi hari pertamanya dari hari-hari akhirat…

Dan aku… sungguh seakan-akan sedang menghadapi hari pertamaku di dunia. Aku benar-benar bertaubat dari kebiasaan burukku. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosaku di masa lalu dan meneguhkanku untuk tetap mentaatinya, memberiku kesudahan hidup yang baik (khusnul khatimah) serta menjadikan kuburanku dan kuburan kaum muslimin sebagai taman-taman Surga. Amin…(Azzamul Qaadim, hal 36-42)

Sumber : ["Saudariku Apa yang Menghalangimu Untuk Berhijab"; judul asli Kesudahan yang Berlawanan; Asy Syaikh Abdul Hamid Al-Bilaly; Penerbit : Akafa Press Hal. 48]



Hati bukanlah subur dan hidup dengan musik & nyanyian, namun dengan Kalamullah.. Inilah cara menyuburkan dan menenangkan hati, yaitu dengan mendengar, membaca, menghafalkan dan mentadabburi (merenungkan) Al Qur’an.


Wassalam,
Diri

Sent from my iPad

Tomi Afandi

unread,
May 25, 2013, 12:04:12 AM5/25/13
to musl...@googlegroups.com

Thank pak. Meski dah pernah baca. Ttp valid postingnya. Soalnya saya masih suka dngr lagu waktu driving..perlu dikurangi kayaknya.

--
--
Mohon menggunakan mailist sesuai dengan peruntukannya.
IATMI-KL : IATM...@googlegroups.com
Cerita santai : Guyon...@googlegroups.com
Keagamaan : Musl...@googlegroups.com
---
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Muslim-KL" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to muslim-kl+...@googlegroups.com.
For more options, visit https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 

ayah...@gmail.com

unread,
May 25, 2013, 5:56:12 AM5/25/13
to musl...@googlegroups.com
Tinggal Switch Pak..putar murotalan sambil nyetir, penat tinggal ganti ceramah..:)
Sholat berjamaah di Masjid Al Aqsha Inshaallah tidak lama lagi

From: Tomi Afandi <tomi.a...@gmail.com>
Date: Sat, 25 May 2013 12:04:12 +0800
Subject: Re: [Muslim-KL] Kisah Nyata - Dua Kisah Kematian Yang Sangat Berbeda

Tomi Afandi

unread,
May 25, 2013, 8:31:15 PM5/25/13
to musl...@googlegroups.com

Itu dia pak. Seperti dlm ceritanya kadang lupa lagi. :)
Klo driving sama istri biasanya slalu dingetin ttg mati lg dngr lagu jd takut.

Di jkt dulu suka dngr radio roja, dakta atau radio bogor lupa nama kelompok nya tuh.

Disini ada kali yah radio yg isinya ceramah. Taunya cm hot fm suria fm ama apalg tuh di default mobil saya.

Sbnarnya apa yah hukumnya dgnr musik itu. Pak diri mohon pencerahan. Tq

M.Diri

unread,
May 25, 2013, 9:37:28 PM5/25/13
to musl...@googlegroups.com
Bismillah,

Pak Tomi dan Saudara2ku seiman, semoga kasih sayang Allah senantiasa tercurah kepada kita semua bersama keluarga,,, Aamiin.

Pembahasan tentang musik/lagu memerlukan pembahasan yang sangat panjang dan kesiapan hati. Musik/lagu itu sendiri bermacam macam, ada musik & lagu yang mengumbar hawa nafsu dan kesyirikan, ada lagu yg disebut nasyid "islami", ada lagu yang tanpa alat musik (hanya berbentuk  syair untuk membangkitkan semangat misalnya), dll. Dan pembahasan ini memerlukan kesiapan hati karena mungkin dalil2 yg ada serta pendapat ke 4 Imam mazhab dalam hal ini tidak sesuai dengan "selera kita".
Saya teringat pertanyaan seorang teman "kenapasih ada banyak larangan dalam Islam". Barangkali ada baiknya hal ini kita dudukkan terlebih dahulu, kita patri dalam dada, hingga hati kita lebih siap dan lunak dalam meninggalkan suatu larangan. Kalau tidak, saya khawatir yang timbul adalah penolakan atau mencari pembenaran (bukan kebenaran) dari sebagian kita.
 
Pada dasarnya, manusia lebih sulit untuk meninggalkan larangan dibandingkan melaksanakan perintah, padahal menurut logikanya, seharusnya meninggalkan larangan relatif lebih mudah dibandingkan melaksanakan perintah. Sebab untuk meninggalkan larangan tidak diperlukan usaha dan tenaga, berbeda dengan perintah. Hal ini disebabkan, meninggalkan perkara yang dilarang itu bertentangan dengan hawa nafsu. 

Berbeda dengan melaksanakan perintah, yang pada umumnya tidak bertentangan dengan hawa nafsu. Karena itulah Allah Ta’ala menganugerahkan ganjaran yang besar dan memberi pujian pada orang yang mampu menahan hawa nafsunya. Sebagian ulama bahkan mengatakan larangan itu sifatnya lebih berat dibandingkan perintah. Sebab, tidak ada dispensasi (keringanan)  bagi pelanggaran larangan, sedangkan pelaksanaan perintah dilakukan sesuai kemampuan sebagaimana sabda Nabi shallallaahu alaihi wa sallam, artinya: “jika aku melarang dari sesuatu maka tinggalkanlah dan apabila aku perintahkan sesuatu kepada kalian makalakukan semampu kalian.” (HR. Bukhari-Muslim). Hal ini juga senada dengan ucapan sebagian salaf, “amal-amal kebajikan itu dilakukan oleh orang baik maupun pendurhaka. Sedangkan maksiat hanya dapat ditinggalkan oleh orang yang shiddiq (jujur, teguh keimanannya).” 

Imam Ibn Qayyim rahimahullah berkata, “ sesungguhnya bangunan dan pondasi syari’at dibangun diatas hikmah dan kemaslahatan para hamba, didunia dan akhirat. Seluruh syari’at Islam adalah keadilan, rahmat, maslahat dan hikmah.” Syari’at Islam itu sendiri terdiri dari perintah dan larangan , maka larangan yang berlaku terhadap para hamba pun didasarkan atas hikmah dan kemaslahatan. Tujuan dari syari’at diantaranya yaitu 
(1) untuk pemeliharaan agama, seperti larangan bagi seorang Muslim untuk pindah agama, 
(2) pemeliharaan jiwa, seperti larangan untuk membunuh jiwa tanpa alasan yang dibenarkan syari’at, 
(3) pemeliharaan akal, seperti larangan untuk meminum khamr, 
(4) pemeliharaan keturunan, seperti larangan berzina 
(5) pemeliharaan harta , seperti larangan mencuri. 
  
Mengingat eksistensi larangan itu dibangun diatas hikmah dan maslahat maka pelanggaran terhadap larangan dan perbuatan dosa pasti akan menimbulkan mudharat, baik didunia maupun diakhirat. Perbuatan inilah yang telah membinasakan umat-umat terdahulu. Bukankah akibat dosa dan maksiat yang menyebabkan Adam dan Hawa dikeluarkan dari surga yang penuh dengan kenikmatan menuju dunia yang penuh dengan penderitaan dan kesedihan? Bukankah dosa yang menyebabkan tenggelamnya penduduk bumi (kaum Nabi Nuh), hingga air menutupi puncak-puncak gunung? Renungilah bagaimana suara yang menggelegar membinasakan kaum Tsamud, terjadinya hujan batu dan terangkatnya tanah hingga menjungkir balikkan kaum Luth, terkirimnya awan yang menurunkan hujan api yang menghancukan kaum Syu’aib dan binasanya orang-orang yang zhalim seperti Fir’aun disebabkan oleh dosa-dosa? 

Sungguh seseorang belumlah dikatakan bertakwa selama ia masih melakukan perbuatan yang dilarang syari’at walaupun ia seorang yang tekun menjalankan perintah agama. Sebab definisi dari takwa itu sendiri melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-laranganNya. Termasuk cermin pribadi yang bertakwa yaitu meninggalkan perkara-perkara yang masih samar (syubhat), yaitu perkara yang tidak jelas antara kehalalan dan keharamannya. Sebab, apabaila seseorang terjerumus kedalam perkara yang syubhat maka dikhawatirkan ia telah terjerumus kedalam perkara yang haram sementara ia tidak menyadarinya. Jika perkara yang syubhat saja diperintahkan untuk ditinggalkan maka untuk perkara yang haram tentu lebih ditekankan untuk ditinggalkan sebagaimana sabda Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam, artinya: “sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Diantara keduanya ada perkara yang samar (syubhat), dimana kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. Barangsiapa yang menjaga dirinya dari perkara-perkara yang samar, maka sungguh dia telah membersihkan agama dan kehormatannya. Dan barang siapa yang terjatuh dalam perkara-perkara yang samar, maka ia akan terjatuh dalam perkara-perkara yang haram. Bagaikan penggembala kambing yang menggembalakan kambingnya diperbatasan orang lain, hampir-hampir dia jatuh kedalamnya .Ketahuilah, setiap raja memiliki batasan. Ketahuilah, sesungguhnya batasan Allah adalah perkara-perkara yang diharamkanNya.” (HR. Bukhari-Muslim) 

Sesungguhnya totalitas agama itu berpulang pada pelaksanaan perintah, meninggalkan hal-hal yang dilarang dan menahan diri dari syubhat. Umar Ibn Abdul Aziz berkata,”bukanlah ketakwaan kepada Allah itu dengan shalat malam, puasa siang hari atau menggabungkan keduanya, namun ketakwaaan itu adalah mengerjakan apa-apa yang diwajibkan oleh Allah dan meninggalkan apa-apa yang diharamkan oleh Allah”. Beliau juga berkata,”aku ingin sekiranya aku tidak mengerjakan shalat kecuali shalat lima waktu dan shalat witir; menunaikan zakat dan kemudian tidak bersedekah lagi meskipun hanya satu dirham; melaksanakan puasa Ramadhan dan kemudian tidak berpuasa lagi meskipun hanya satu hari; mengerjakan haji yang wajib dan kemudian tidak menunaikan haji lagi; akan tetapi kemudian aku kerahkan seluruh sisa kekuatan untuk menahan diri dari perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah.” 

Benteng pelindung seorang hamba dari perkara-perkara yang haram dan dilarang adalah takwa kepada Allah. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya:”Bertakwalah kepada Allah dimanapun engkau berada. Iringilah perbuatan burukmu dengan kebajikan, niscaya kebajikan itu akan menghapusnya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang mulia.”(HR. at-Tirmidzi, Ahmad) Imam Ibn Rajab berkata,”perkara-perkara yang masuk kedalam ketakwaan yang sempurna adalah melaksanakan perkara-perkara yang wajib dan meninggalkan perkara-perkara yang haram serta syubhat. Bisa jadi kemudian masuk didalamnya mengerjakan perkara-perkara yang sunnah dan meninggalkan perkara-perkara yang makruh. Inilah tingkat ketakwaan yang paling tinggi.” 
(Diringkas dari buku Sepercik Hikmah di Balik Larangan dalam Syari’at Islam, Abu Faris An-Nuri, Media Tarbiyah) 

Insha Allah, saya dapat mengirimkan pembahasan tentang musik lewat japri kalau ada yang menginginkan.

Wassalam,
Diri

Sent from my iPad

Tomi Afandi

unread,
May 25, 2013, 10:07:10 PM5/25/13
to musl...@googlegroups.com

Masya allah.  Komplit jawabnya. Tolong japri pak...saya coba mengerti dan praktikkan sedikit2.
Memang betul. Meninggalkan larangan lebih susah drpd mengerjakan perintah...

Thanks

Haryadi

unread,
May 27, 2013, 12:59:29 AM5/27/13
to musl...@googlegroups.com
Pak Tomi,
 
Radio Rodja bisa didengarkan online.
Kalau dari handphone Android, bisa install aplikasi "Radio Dakwah Islam" dari google play store.
Di situ terdapat lebih dari 20 channel dari beberapa propinsi di Indonesia.
Dan ada satu yang berbahasa Arab dari miraath.net.
Kalau kangen dengan ceramah bahasa daerah, channel radio Suara Quran Solo biasanya ada kajian dalam bahasa Jawa setelah dhuhur.
 
Sependek yang saya tahu, di channel radio-radio yang ada di list tersebut tidak ada musiknya. Mayoritas channel nya tidak ada iklan komersial.
Untuk mengakses aplkasi tersebut tidak perlu internaet speed yang tinggi. Kalau punya speed yang tinggi, barangkali bisa mengambil faidah dari TV rodja juga ( http://rodja.tv/ ).
 
Kalau pengen ndengerin kajian di mobil, diperlukan kabel untuk menghubungan handphone dengan input "Aux" di tape/radio mobil.
 
 
/haryadi
 
 

From: Tomi Afandi <tomi.a...@gmail.com>
To: musl...@googlegroups.com
Sent: Sunday, 26 May 2013, 8:31
Subject: Re: [Muslim-KL] Kisah Nyata - Dua Kisah Kematian Yang Sangat Berbeda
Itu dia pak. Seperti dlm ceritanya kadang lupa lagi. :)
Klo driving sama istri biasanya slalu dingetin ttg mati lg dngr lagu jd takut.
Di jkt dulu suka dngr radio roja, dakta atau radio bogor lupa nama kelompok nya tuh.
Disini ada kali yah radio yg isinya ceramah. Taunya cm hot fm suria fm ama apalg tuh di default mobil saya.
Sbnarnya apa yah hukumnya dgnr musik itu. Pak diri mohon pencerahan. Tq
On 25 May 2013 17:56, <ayah...@gmail.com> wrote:
Tinggal Switch Pak..putar murotalan sambil nyetir, penat tinggal ganti ceramah..:)
Sholat berjamaah di Masjid Al Aqsha Inshaallah tidak lama lagi
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to mailto:muslim-kl%2Bunsu...@googlegroups.com.

For more options, visit https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 
--
--
Mohon menggunakan mailist sesuai dengan peruntukannya.
IATMI-KL : IATM...@googlegroups.com
Cerita santai : Guyon...@googlegroups.com
Keagamaan : Musl...@googlegroups.com
---
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Muslim-KL" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to mailto:muslim-kl%2Bunsu...@googlegroups.com.

For more options, visit https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 
--
--
Mohon menggunakan mailist sesuai dengan peruntukannya.
IATMI-KL : IATM...@googlegroups.com
Cerita santai : Guyon...@googlegroups.com
Keagamaan : Musl...@googlegroups.com
---
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Muslim-KL" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to mailto:muslim-kl%2Bunsu...@googlegroups.com.

For more options, visit https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 

Tomi Afandi

unread,
May 27, 2013, 2:58:27 AM5/27/13
to musl...@googlegroups.com
Terimakasih infonya Pak,
kebetulan saya baru hijrah dari nokia jadul ke samsung android minggu lalu,

salam,
taf


On 27/05/2013, Haryadi <bapake_...@yahoo.com> wrote:
> Pak Tomi,
>
> Radio Rodja bisa didengarkan online.
> Kalau dari handphone Android, bisa install aplikasi "Radio Dakwah Islam"
> dari google play store.
> Di situ terdapat lebih dari 20 channel dari beberapa propinsi di Indonesia.
> Dan ada satu yang berbahasa Arab dari miraath.net.
> Kalau kangen dengan ceramah bahasa daerah, channel radio Suara Quran Solo
> biasanya ada kajian dalam bahasa Jawa setelah dhuhur.
>
> Sependek yang saya tahu, di channel radio-radio yang ada di list tersebut
> tidak ada musiknya. Mayoritas channel nya tidak ada iklan komersial.
> Untuk mengakses aplkasi tersebut tidak perlu internaet speed yang tinggi.
> Kalau punya speed yang tinggi, barangkali bisa mengambil faidah dari TV
> rodja juga ( http://rodja.tv/ ).
>
> Kalau pengen ndengerin kajian di mobil, diperlukan kabel untuk menghubungan
> handphone dengan input "Aux" di tape/radio mobil.
>
>
> /haryadi
>
>
>
>
> ________________________________
> From: Tomi Afandi <tomi.a...@gmail.com>
> To: musl...@googlegroups.com
> Sent: Sunday, 26 May 2013, 8:31
> Subject: Re: [Muslim-KL] Kisah Nyata - Dua Kisah Kematian Yang Sangat
> Berbeda
>
>
>
> Itu dia pak. Seperti dlm ceritanya kadang lupa lagi. :)
> Klo driving sama istri biasanya slalu dingetin ttg mati lg dngr lagu jd
> takut.
> Di jkt dulu suka dngr radio roja, dakta atau radio bogor lupa nama kelompok
> nya tuh.
> Disini ada kali yah radio yg isinya ceramah. Taunya cm hot fm suria fm ama
> apalg tuh di default mobil saya.
> Sbnarnya apa yah hukumnya dgnr musik itu. Pak diri mohon pencerahan. Tq
> On 25 May 2013 17:56, <ayah...@gmail.com> wrote:
>
> Tinggal Switch Pak..putar murotalan sambil nyetir, penat tinggal ganti
> ceramah..:)
>>
>>Sholat berjamaah di Masjid Al Aqsha Inshaallah tidak lama lagi
>>
>>________________________________

Mezlul Arfie

unread,
May 27, 2013, 4:10:03 AM5/27/13
to musl...@googlegroups.com, musl...@googlegroups.com
Kalau iphone, install tunein radio apps. Radio rodja juga ada. Streaming qualitynya bagus.

👤
Regards,
Mezlul Arfie
🌏🌎🌍🌏

Edwin Kurniawan

unread,
May 27, 2013, 5:39:35 AM5/27/13
to musl...@googlegroups.com
Kalau BB udh pernah ada yang coba?
Pake aplikasi apa ya?

Best Regards,



Edwin Kurniawan

From: Mezlul Arfie <mezlul...@gmail.com>
Date: Mon, 27 May 2013 16:10:03 +0800

Haryadi

unread,
May 27, 2013, 10:29:20 AM5/27/13
to musl...@googlegroups.com, edwint...@gmail.com

Pak Edwin,

Saya copas how-to nya dari
http://artikelassunnah.blogspot.com/2011/11/berbagai-cara-mendengarkan-radio-rodja.html?m=0

==========
Melalui Hp BlackBerry
Bagi pengguna Blackberry dengan OS v5 kebawah bisa menggunakan aplikasi launcher untuk mendengarkan live streaming radio Rodja 756 AM. Aplikasi ini bisa anda download di link http://radiorodja.com/rodja.jad

Sedangkan untuk Blackberry dengan OS 6 bisa menggunakan url http://live.radiorodja.com:80/;stream.nsv untuk mendengarkan live streaming radio Rodja 756 AM.
Bagi pengguna iPhone dan Blackberry, sekarang anda bisa menyimak streaming Radio Rodja tanpa harus mendownload aplikasi dan cukup untuk membuka link dibawah ini dengan browser anda.
http://radiotuner.mobi/radiorodja

/haryadi
Sent from Yahoo! Mail on Android



From: Edwin Kurniawan <edwint...@gmail.com>;
To: <musl...@googlegroups.com>;
Subject: Re: [Muslim-KL] Kisah Nyata - Dua Kisah Kematian Yang Sangat Berbeda
Sent: Mon, May 27, 2013 9:39:35 AM

Haryadi

unread,
May 27, 2013, 10:29:28 AM5/27/13
to musl...@googlegroups.com, edwint...@gmail.com

Pak Edwin,

Saya copas how-to nya dari
http://artikelassunnah.blogspot.com/2011/11/berbagai-cara-mendengarkan-radio-rodja.html?m=0

==========
Melalui Hp BlackBerry
Bagi pengguna Blackberry dengan OS v5 kebawah bisa menggunakan aplikasi launcher untuk mendengarkan live streaming radio Rodja 756 AM. Aplikasi ini bisa anda download di link http://radiorodja.com/rodja.jad

Sedangkan untuk Blackberry dengan OS 6 bisa menggunakan url http://live.radiorodja.com:80/;stream.nsv untuk mendengarkan live streaming radio Rodja 756 AM.
Bagi pengguna iPhone dan Blackberry, sekarang anda bisa menyimak streaming Radio Rodja tanpa harus mendownload aplikasi dan cukup untuk membuka link dibawah ini dengan browser anda.
http://radiotuner.mobi/radiorodja

/haryadi
Sent from Yahoo! Mail on Android


From: Edwin Kurniawan <edwint...@gmail.com>;
Subject: Re: [Muslim-KL] Kisah Nyata - Dua Kisah Kematian Yang Sangat Berbeda
Sent: Mon, May 27, 2013 9:39:35 AM

Edwin Kurniawan

unread,
May 27, 2013, 10:55:27 AM5/27/13
to Haryadi, musl...@googlegroups.com
Ok. Pak Haryadi,

Terima kasih atas infonya.


Best Regards,



Edwin Kurniawan

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages