Prabowo dan Jokowi, Catatan Kecil Wartawan

26 views
Skip to first unread message

ayah...@gmail.com

unread,
May 25, 2014, 9:55:24 PM5/25/14
to Muslim-kl@googlegroups Com
Prabowo dan Jokowi, Catatan Kecil Wartawan

Rivaldi Silaban

20 May 2014 | 00:41

Nanik S Deyang (Seorang wartawan peliput deklarasi Prabowo Hatta dan Jokowi JK) Senin, 19 mei 2014

MINUS MORAL. Kebetulan Allah SWT selalu menempatkan saya di saat-saat terakhir bagaimana seorang akan dinaikkan derajatnya oleh SWT menjadi pemimpin.

Dua tahun lalu, saya sakit perut karena hanya kurang dari 2 x24 jam Jokowi belum dapat restu dari Bu Mega. Bukan hanya Jokowi yg senewen, Prabowo sebagai orang yg ngotot Jokowi jadi Gubernur DKI juga senewen. Untuk keempat kalinya Prabowo menghadap Bu Mega, hingga akhirnya Bu Mega mau merestui Jokowi sebagai Cagub. Kenapa alot karena Bu Mega sudah memberi persetujuan bahawa PDIP mendukung Foke.

Saat bertemu terakhir antara Prabowo dan Bu Mega, Prabowo sudah nekat kalau Bu Mega tdk mengijinkan Jokowi, maka Prabowo akan "meminjam" Jokowi saja (tidak mencabut dari PDIP), dan Prabowo akan mengumpulkan partai kecil agar bisa mendaftarkan Jokowi ke KPU . Namun Bu Mega akhirnya trenyuh pada kegigihan Prabowo yg menghendaki Jokowi jadi pemimpin di Jakarta. Namun BU Mega bilang PDIP tdk memiliki dana untuk membiayai Jokowi, maka Prabowo pun menyatakan sanggup untuk membiayai .

Ketika restu datang, persoalan muncul, yakni siapa wakil Jokowi yg tepat?. Maka Prabowo yg sudah mengagumi Ahok, lantas membajak Ahok dari Golkar (karena Golkar mendukung Foke waktu itu). Prabowo sangat yakin Ahok orang bersih dan mau bekerja keras.

Saat disodorkan Ahok, Jokowi kurang sreg , bahkan dia lebih memilih Deddy Miswar. Tengah malah sebelum esok hari mendaftar di KPU, Jokowi menilpun saya soal Ahok ini. Waktu itu sy bilang..."Sudah lah terima saja dulu, dari pada milih2 ini-itu besok malah gak jadi daftar. Lagi pula Ahok ini akan bisa mendulang suara di Jakarta yg selama ini golput ," pokoknya aku yakinkan Jokowi sampai hampir satu jam, bahwa Ahok pilihan terbaik dari nama lainnya.

Hari ini saya melihat "manusia-manusia " baik ini terbelah menjadi berhadapan atau satu sama lain menjadi lawan. Saat saya melihat Prabowo menonton TV di pendopo rumah SBY, dimana di sebuah stasiun TV tengah di putar ulang liputan deklarasi Jokowi_JK ....entah kenapa air mata saya hampir jatuh.." dari samping saya lihat Prabowo menatap gambar di TV itu tanpa bicara sepatah kata pun, meski di sampingnya mulai dari Hatta Rajasa, Menteri Jero Wacik, Cicip Syarif Sutardja, Djan Faris dll berkomentar ...Prabowo memilih diam...dan perlahan dia mundur di kerumunan itu..dan memilih tdk mendongakkan lagi waajhnya untuk melihat TV. Saya membayangkan betapa campur aduknya rasa di hatinya saat "anak" yg dibantu naikkan derajatnya itu kini menjadi "lawannya".

Prabowo pernah berkata, kalau toh Jokowi yg "dibesarkannya" akhirnya jadi lawan , ia pernah bilang tdk masalah. Namun yg mengecewakannya adalah sejak dilantik hingga Jokowi nyapres, ternyata Jokowi itu mengucapkan terimakasih saja tidak pada Prabowo. (saya sebetulnya pernah mengingtkan Jokowi utk bertemu Prabowo , tapi kyaknya dia cuek, dan malah mengatakan yg membuat dia jadi Gubernur itu orang banyak, bukan Prabowo saja).

Sebagai orang jawa dimana saya menjujung tinggi toto kromo mikul duwur mendem jero , saya melihat apa yg saat ini saya saksikan sungguh menyayat batin saya. Bagimana tidak? Terhadap guru saya yg menjadikan saya dan teman-teman wartawan, yaitu Alm Om Valens Doi, bukan saja saya dan kawan saya Budi , bertanggung jawab terhadap keluarganya setelah Om Valens wafat, tapi kami tiap tahun juga memberingati wafatnya beliau , sebagai ungkapan rasa terimaksih kami , bahwa kami bisa seperti sekarang karena Om Valens. Kami juga selalu mengajarkan pada anak-anak wartawan, dimana ada sebagian sempat mengenal dan sebagain tdk mengenal Om Valens untuk selalu hormat, karena beliaulah kami semua bisa membangun perusahaan di mana kami bisa mencari makan dan berkarier. Kami pasang foto Om VAlens di ruang tamu kantor kami, dan kami selalu membuat kaos bergambar alm Om, sebagai rasa cinta dan hormat kami.

Hari ini saya menyaksikan seorang calon Pemimpin Negara yang dalam pandangan saya sebagai orang Jawa atau orang Indonesia MINUS MORAL, karena jangankan dia paham dengan konsep kesantunan mikul duwur mendem jero, mengucapakan terimaksih pun ternyata tdk dilakukan terhadap orang yg sudah menjadikannya dia hebat dan populer.

Ini bisa tdk penting , tapi buat saya pribadi menjadi penting, karena buat saya seorang pemimpin itu harus memiliki keteladanan moral yg baik, dan juga memiliki hati nurani yg baik . Bila tidak ? Maka yg akan dilakukan hanya mengumbar nafsu-nafsu yg ada di kepalanya dengan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.

Jujur salah satu yg membuat keputusan saya mendukung Prabowo , karena sy melihat Prabowo lebih punya kwalitas moral yg baik. Misalnya sebiji jarak saja orang pernah melakukan kebaikan padanya itu akan diingatnya. Sebagai contoh ada sopir pribadinya yg sudah 13 tahun pensiun , karena usia, Prabowo masih menggaji sang sopir ..bukan hanya para sopir, para judannya mulai dia jadi komandan grup sampai jdi Pangkostrad masih diperhatikan hidupnya. Alasannya, karena Prabowo sering dibantu oleh sopir dan ajudannya.

Itulah sebabnya, sy tdk pernah habis pikir kalau ada orang yg tdk mengenal Prabowo dengan seenak perutnya menyebut Prabowo sebagi manusia fasis, kejam, maniak , kasar dll....Padahal orang yg dikatakan jahat itu, memiliki hati yg jauh lebih mulia, bahkan jauuuuuuuh sekali mulianya dibandingkan yg secara fisik disebut santun, ramah, dan merakyat itu.....SAYA MENYAKSIKAN KEDUANYA BUKAN MEMBACA BERITA!

Sumber dari grup WA Pewarta Jakarta.

http://m.kompasiana.com/post/read/653694/3/prabowo-dan-jokowi-catatan-kecil-wartawan.html#SelamatkanIndonesia%23

Salam
Ditto

Smoga Allah Beri Kesempatan Sholat berjamaah di Masjid Al Aqsha dengan kepala Tegak, InshaAllah

Dicky Trisnadi

unread,
May 25, 2014, 10:59:58 PM5/25/14
to musl...@googlegroups.com
Yang disayangkan pak Prabowo itu menyodorkan Ahok yg sudah jelas "kaum mereka" itu oportunis sekali. Dulu golkar pindah gerindra. Dan lagi lagi menggandeng Hary Tanoe tdnya pkpi pindah gerindra, yg bisa jadi channel atau pion dlm istilah catur. Tapi pak Jokowi dan pdip nya juga sama, menjadikan Lurah Susan itu dan walikota solo itu. 

Atau kah pejabat muslim Indonesia tidak confidence jika tidak ber partner dengan Non Muslim  ?? Seharusnya bukan begitu kan?

--
--
Mohon menggunakan mailist sesuai dengan peruntukannya.
IATMI-KL : IATM...@googlegroups.com
Cerita santai : Guyon...@googlegroups.com
Keagamaan : Musl...@googlegroups.com
---
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Muslim-KL" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to muslim-kl+...@googlegroups.com.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

nyoto - ke-el

unread,
May 25, 2014, 11:03:32 PM5/25/14
to muslimkl
itulah yg kita sayangkan Oom Dicky, wong di dlm kitab suci kita sudah jelas2 disebutkan sampai beberapa kali, adalah haram hukumnya memilih pemimpinmu yg non muslim, apakah ayat2 dlm kitab suci kita itu salah ?  silahkan cari jawabannya sendiri oom ...
 
Wass,
nyoto
 
 
--

ayah...@gmail.com

unread,
May 25, 2014, 11:10:30 PM5/25/14
to Muslim-kl@googlegroups Com
Pilihan terbaik dari yg terburuk. Dng pilih prabowo, minimal selamatkan Jakarta dari pemimpin Kafir, minimal itu.

Kalau mau Ideal ya tidak ada yg ideal jaman sekarang, wong jamanya saja jaman Mulkan Jabariyan(jaman pemimpin yang dzalim)



Salam
Ditto
Smoga Allah Beri Kesempatan Sholat berjamaah di Masjid Al Aqsha dengan kepala Tegak, InshaAllah

From: nyoto - ke-el <ssoe...@gmail.com>
Date: Mon, 26 May 2014 11:03:31 +0800
Subject: Re: [Muslim-KL] Prabowo dan Jokowi, Catatan Kecil Wartawan

Shofiyuddin

unread,
May 26, 2014, 12:02:30 AM5/26/14
to musl...@googlegroups.com
Setuju mas Ditto.
Saya sebenarnya pengin pilih JKW-JK, tapi dengan konsekwensi menjadi lebih buruk kalo Ahok jadi DKI 1. Ya udah pilih lainnya saja, toh Prabowo belum tentu jelek juga atau bahkan bisa lebih baik.

syaifba

unread,
May 26, 2014, 12:47:34 AM5/26/14
to musl...@googlegroups.com
Kalau pemimpin di tempat kita kerja non muslim bgmn?
Apa perlu cari rezeki di tempat lain?
Wis ramikir
Salam
SB


Sent from Samsung Mobile

muh...@yahoo.co.id

unread,
May 26, 2014, 1:03:40 AM5/26/14
to musl...@googlegroups.com

Sebuah qiyas (analog) yang lemah...

Sent from Yahoo Mail on Android



From: syaifba <sya...@hotmail.com>;
To: <musl...@googlegroups.com>;
Subject: RE: [Muslim-KL] Prabowo dan Jokowi, Catatan Kecil Wartawan
Sent: Mon, May 26, 2014 4:47:28 AM

Robby Oktobaren

unread,
May 26, 2014, 1:36:53 AM5/26/14
to Muslim-KL
Kita kan enggak dilarang berdagang dan berbisnis dengan non nmuslim..
Kerja itu sama seperti dagang lah.. kita jual skill dan tenaga.

Salam,
Robby
Wassalam,
Robby

Morry Infra

unread,
May 26, 2014, 1:48:59 AM5/26/14
to musl...@googlegroups.com
Ini artikel bukannya udah dibahas nich?
 
Pak Ditto.... sebagai yang forward...
Yakin nih dengan kebenarannya?
Kenal langsung dengan penulisnya?
 
Tulisannya banyak yang 'nggak tally....
Selain intinya.... Jokowi dan Mega jelek banget.... Prabowolah sang hero...
 
Walau saya mau milih Prabowo...
Artikel yang beginian seharusnya gak perlu di-reckon....
 
But anyway, tanggung jawab masing2.... Allah 'nggak pernah salah...
 
Wassalam,
Morry Infra

nyoto - ke-el

unread,
May 26, 2014, 1:59:34 AM5/26/14
to muslimkl
betul pak Ditto ...

nyoto - ke-el

unread,
May 26, 2014, 2:01:03 AM5/26/14
to muslimkl
pemimpin bangsa lain dg boss di kantor pak ...

ayah...@gmail.com

unread,
May 26, 2014, 2:13:06 AM5/26/14
to Muslim-kl@googlegroups Com
Memang Jelek banget pak Partainya, yang sangat anti Islam, semua Rancangan Undang Undang pendidikan,pornografi dan pornoaksi, Halal dll mereka menolak, masih banyak lagi, seolah itu semua tertutupi oleh sikap manusia yg dianggap setengah dewa oleh Jokowieh oleh para pendukungnya.

Bapak pendukung Prabowo Share juga dong sebagai amal ma'ruf nahi munkar kita, meski hanya di milis.

Soal kenal sy tidak kenal, tapi bisa sy telusuri kok.


Salam
Ditto

Smoga Allah Beri Kesempatan Sholat berjamaah di Masjid Al Aqsha dengan kepala Tegak, InshaAllah

From: Morry Infra <morry...@gmail.com>
Date: Mon, 26 May 2014 12:48:58 +0700
Subject: Re: [Muslim-KL] Prabowo dan Jokowi, Catatan Kecil Wartawan

Morry Infra

unread,
May 26, 2014, 2:20:06 AM5/26/14
to musl...@googlegroups.com
Woalah..... tidak menjawab pertanyaan nih....
 
Karena Pak Ditto yang kirim,
Yang saya tanya, yakin dengan tulisan di bawah itu?
 
Amal apa Amar?
Saya gak mau sebarin kebohongan, fitnah dah ghibah sesama Muslim .....
Gara2 saya pendukung PS saya jadi berdosa untuk sebarin kebohongan, fitnah dan ghibah sesama Muslim?
Tanggung jawab masing2....
Semoga pilihan saya di-ridhai Allah.... amiin...
 
Wassalam,
Morry Infra

ayah...@gmail.com

unread,
May 26, 2014, 2:29:20 AM5/26/14
to Muslim-kl@googlegroups Com
Tidak ghibah pak..krn ini bab memilih pemimpin maslahat dan mudharat buat ummat harus, lain kita menggunjing teman,

Apakah menyebut kejelekan kejelekan perawi hadist tidak ghibah ?


Salam
Ditto
Smoga Allah Beri Kesempatan Sholat berjamaah di Masjid Al Aqsha dengan kepala Tegak, InshaAllah

From: Morry Infra <morry...@gmail.com>
Date: Mon, 26 May 2014 13:20:05 +0700

Indra Sumbodo

unread,
May 26, 2014, 3:13:20 AM5/26/14
to musl...@googlegroups.com
Pak Dito,

Maksud oom Morry, yakin ngga dengan isi tulisannya bukan Fitnah ( pengingat yang bagus dari kawan untuk Tidak nyebarin sesuatu yg belum di cek kebenaran atau kesalahannya) 
Coba anda googgle dan type  Nanik S Deyang dan Jokowi, atau Nanik S Deyang dan Ahok....
PS dan JKW bukan dewa, manusia setengah dewa, ataupun manusia yang tidak luput dari salah. Mereka sama dengan kita. Dan mereka juga tidak berhak untuk disudutkan tanpa ada bukti yang jelas.Bagaimana kalau semua penyudutan itu diarahkan ke diri kita pribadi atau keluarga kita ???
So,
Siapapun yg dipilih dan terpilih, mudah-mudahan mereka yang terbaik untuk nagri tercinta

syaifba

unread,
May 26, 2014, 3:34:24 AM5/26/14
to musl...@googlegroups.com
Monggo diutak-atik.
Boss= pemimpin. Pemimpin beda/bukan anak buah.
Pemimpin bangsa punya kantor.
Kalau pemimpin bangsa tidak punya kantor namanya kepala suku/tribe. Contoh suku dayak, suku indian dan suku suku lain. Kecuali suku dinas perhubungan yang ada di pemerintahan dst.
Jadi boss/pemimpin bangsa harus punya kantor. Coba tanya ke anak SD, dimana kantor kepresidenan RI-1?
Wis ramikir. Nambahi dosa wae.
Salam
SB


Sent from Samsung Mobile


-------- Original message --------
From: nyoto - ke-el
Date:26/05/2014 10:01 (GMT+04:00)
To: muslimkl
Subject: Re: [Muslim-KL] Prabowo dan Jokowi, Catatan Kecil Wartawan

pemimpin bangsa lain dg boss di kantor pak ...
2014-05-26 12:47 GMT+08:00 syaifba <sya...@hotmail.com>:
Kalau pemimpin di tempat kita kerja non muslim bgmn?
Apa perlu cari rezeki di tempat lain?
Wis ramikir
Salam
SB


Sent from Samsung Mobile


-------- Original message --------
From: nyoto - ke-el
Date:26/05/2014 07:03 (GMT+04:00)
To: muslimkl
Subject: Re: [Muslim-KL] Prabowo dan Jokowi, Catatan Kecil Wartawan

itulah yg kita sayangkan Oom Dicky, wong di dlm kitab suci kita sudah jelas2 disebutkan sampai beberapa kali, adalah haram hukumnya memilih pemimpinmu yg non muslim, apakah ayat2 dlm kitab suci kita itu salah ?  silahkan cari jawabannya sendiri oom ...
 
Wass,
nyoto
 
 
2014-05-26 10:59 GMT+08:00 Dicky Trisnadi <dic...@gmail.com>:
Yang disayangkan pak Prabowo itu menyodorkan Ahok yg sudah jelas "kaum mereka" itu oportunis sekali. Dulu golkar pindah gerindra. Dan lagi lagi menggandeng Hary Tanoe tdnya pkpi pindah gerindra, yg bisa jadi channel atau pion dlm istilah catur. Tapi pak Jokowi dan pdip nya juga sama, menjadikan Lurah Susan itu dan walikota solo itu. 

Atau kah pejabat muslim Indonesia tidak confidence jika tidak ber partner dengan Non Muslim  ?? Seharusnya bukan begitu kan?



On Monday, May 26, 2014, <ayah...@gmail.com> wrote:



--

--
--
Mohon menggunakan mailist sesuai dengan peruntukannya.
IATMI-KL : IATM...@googlegroups.com
Cerita santai : Guyon...@googlegroups.com
Keagamaan : Musl...@googlegroups.com
---
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Muslim-KL" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to muslim-kl+...@googlegroups.com.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

--
--
Mohon menggunakan mailist sesuai dengan peruntukannya.
IATMI-KL : IATM...@googlegroups.com
Cerita santai : Guyon...@googlegroups.com
Keagamaan : Musl...@googlegroups.com
---
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Muslim-KL" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to muslim-kl+...@googlegroups.com.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.



--

machm...@yahoo.com

unread,
May 26, 2014, 4:30:16 AM5/26/14
to musl...@googlegroups.com

Mas Shofi,
Kesimpulan yg cerdas berdasarkan info dan analisa yg sdh tersaring dg kecerdasan akal yg mulia yg merupakan anugrah Ilahi.
Islam mengajarkan kita untuk cinta krn Allah (Al Wala) dan benci krn Allah (Al Bara). Saya mendukung Prabowo bukan saya cinta phisiknya dan juga tdk mendukung Jokowi bukan krn benci. Yang saya lihat adalah siapakah diantara kedua capres ini yg paling sedikit bahayanya bagi kemaslahatan umat Islam. Melihat gerbong yg ditarik Jokowi kebanyakan kelompok anti Islam (Shi'ah, pluralis, nashoro, Ahmadiyah, Asing anti Islam dan Aseng anti Islam). Sedangkan di belakang Prabowo kebanyakan pendukung2 Islam, analisa sederhana saya bisa menyimpulkan mana yg paling kecil mudharatnya bagi kemajuan Islam di Indonesia.

Ibnu Taimiyah berkata:"Orang cerdas bukanlah orang yang tahu mana yang baik dari yang buruk. Akan tetapi orang cerdas adalah orang yg tahu mana yg terbaik dari dua kebaikan dan mana yg lebih buruk dari dua keburukan" (Majmu Al Fatawa 20:54).



From: Shofiyuddin <shofi...@gmail.com>;
To: <musl...@googlegroups.com>;
Subject: Re: [Muslim-KL] Prabowo dan Jokowi, Catatan Kecil Wartawan
Sent: Mon, May 26, 2014 4:02:28 AM

nyoto - ke-el

unread,
May 26, 2014, 5:04:50 AM5/26/14
to muslimkl
bedanya pemimpin bangsa dipilih oleh rakyat atau kita2, kalau boss dikantor kan justru kebalikannya, kita yg dipilihnya utk bekerja membantu mereka & kita dibayar mereka, kalau pemimpin bangsa kan yg bayar kita dg uang pajak kita...gitu oom jelas sekali bedanya ...

Junrial Huzaen

unread,
May 26, 2014, 8:48:22 PM5/26/14
to muslim-kl
artikel2 serupa yg banyak beredar sebagai bagian dari pencitraan...sayang untuk justify pemimpin Islam diambil dari koran yg sangat bias thd Islam. banyak mengirim artikel yg memutar balikan fakta untuk menjelekan Islam, seperti kasus di Aceh.

lagian di artikel disebutkan kalau justru Jkw yg NOLAK Ahok pada awalnya, dan lbh milih wagub Islam, Dedi Miswar. tp PS dan penulis yg meyakinkan utk tetap milih Ahok...kenapa? mudah2an bukan karena untuk jebak Jkw...


--
--
Mohon menggunakan mailist sesuai dengan peruntukannya.
IATMI-KL : IATM...@googlegroups.com
Cerita santai : Guyon...@googlegroups.com
Keagamaan : Musl...@googlegroups.com
---
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Muslim-KL" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to muslim-kl+...@googlegroups.com.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.



--
JCH
------------------------------------------------
Feel good Do better Get the best
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages