Video: "Is Terrorism a Muslim Monopoly?" by Dr Zakir Naik

61 views
Skip to first unread message

Yosef Khairil Amin

unread,
Jan 21, 2009, 3:23:21 AM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
Ada ceramah yg cukup menarik dari Dr. Zakir Naik. Bagi yang punya waktu luang sila unduh di laman berikut (ukuran total 600 MB):

part1
http://rapidshare.com/files/183763296/Part1_www.softarchive.net.wmv.001
http://rapidshare.com/files/183725779/Part1_www.softarchive.net.wmv.002

part 2
http://rapidshare.com/files/183876821/Part2_www.softarchive.net.wmv.001
http://rapidshare.com/files/183913527/Part2_www.softarchive.net.wmv.002

part 3
http://rapidshare.com/files/184312974/Part3_www.softarchive.net.wmv.001
http://rapidshare.com/files/184397304/Part3_www.softarchive.net.wmv.002

part 4
http://rapidshare.com/files/184452535/Part4_www.softarchive.net.wmv.001
http://rapidshare.com/files/184717007/Part4_www.softarchive.net.wmv.002


Wassalaam,
Semoga bermanfaat,
YKA
---------------------------
Terrorism is not a Muslim monopoly, was the message delivered by international Da'wah activist Dr. Zakir Naik in a lecture delivered at the Shanmukhananda auditorium on 11th Sept 2006 in Mumbai in front of a jam packed crowd.

Dr. Zakir categorically explained the meaning of terrorism. Quoting historical facts and figures, he explained how the assumption that "not all Muslims are terrorists but all terrorists are Muslim" was untrue.

Dr. Zakir, who is one of the Muslim world's leading and most prolific speakers, quoted from the scriptures of other religions and proved that associating killing with Islam is incorrect. "We should learn how to turn the tables and convey the real meaning," said Dr. Zakir, while calling on Muslims to dispel the media's vilifying of Muslims and the importance of having Muslim television channels and newspapers.

The speech was followed by a lively question-and-answer session in which Dr. Zakir dealt with questions from the audience on terrorism and comparative religion.
Dr.ZakirNaik.jpg

Mohammad Tasfin

unread,
Jan 21, 2009, 3:28:16 AM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
maaf cuma penasaran...
kok kenapa judulnya seolah2 ada muslim yang melakukan terorisme ya?


saya lebih setuju kalo judulnya.. Muslim is not a teroris..
mohon maaf

Yosef Khairil Amin

unread,
Jan 21, 2009, 3:35:46 AM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
Setahu saya video itu "dipasarkan" untuk kalangan "musuh". Ada kawan karib dari Mumbai sana yg mengatakan bahwa peredaran video itu dibiayai oleh seorang dermawan muslim yg minta dirahasiakan namanya. Jadi strategi marketing saja dengan menggunakan istilah "musuh" biar mereka tertarik, karena target yang dibidik ya kalangan "mereka". Menurut saya itu cara yg cukup cerdik. Sila tonton dulu.

Wassalaam,
YKA

Rovicky Dwi Putrohari

unread,
Jan 21, 2009, 3:36:34 AM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
> Terrorism is not a Muslim monopoly, was the message delivered by
---end quote ---
Apakah ndak diartikan juga bahawa muslim juga melakukannya ?
Did we ?

RDP

Mohammad Tasfin

unread,
Jan 21, 2009, 3:49:03 AM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
sama dengan yang saya tanyakan...seolah2 ada muslim yang melakukannya..
karena kebanyakan orang cuma melihat judul.. even ada pepatah jangan menilai dari kulit luar aja..


2009/1/21 Rovicky Dwi Putrohari <rov...@gmail.com>

Yosef Khairil Amin

unread,
Jan 21, 2009, 3:50:24 AM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
Mas Vick,
Dr Zakir menjawab pertanyaan ini di dalam video tsb. Selamat menonton, atau sudah ?

YKA

2009/1/21 Rovicky Dwi Putrohari <rov...@gmail.com>

Rovicky Dwi Putrohari

unread,
Jan 21, 2009, 3:50:28 AM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
On Wed, Jan 21, 2009 at 4:28 PM, Mohammad Tasfin
<mohamma...@gmail.com> wrote:
> maaf cuma penasaran...
> kok kenapa judulnya seolah2 ada muslim yang melakukan terorisme ya?

Wah Mas Tasfin sepikiran dengan saya rupanya.

Konon ada satu yang kata (fakta?) pernah terungkap dalam Krisis Gaza
kali ini, adalah yang mendahului melemparkan roket adalah Hamas.
Padahal saat itu sedang atau masih dalam kesepakatan damai antara
Palestine-Israel. Ini terjadi sebelum serangan Israel dimulai.
Jangan diartikan aku mendukung Israel looh. Aku hanya ingin ada
klarifikasi saja, apakah ini benar ?
Setahuku cirikhas (mental) Yahudi itu selalu melanggar kesepakatan,
tetapi kali ini (konon) Hamas yang melanggar. Benerkah demikian ? Atau
ada penjelasan lain ?

Memang jelas pelanggaran yang dilakukan oleh Israel lebih bayak
mengakibatkan korban nyawa, dan terutama "civilian". Setahuku "aturan"
perang jaman sekarang adalah mentargetkan pada target-target militer.
Kalau cara itu tidak bisa dijalankan, yang semestinya dilakukan sesuai
"aturan" perang adalah perang tanding, atau perang kota. Tapi Israel
mana berani masuk ke Gaza bawa bedil. Mereka hanya bisa bawa tank yang
membombardir sana sini. Atau melemparkan roket dengan pesawat/heli.

Tahukah anda bahwa "aturan perang" itu dimulai jaman Islam ?
Sebelumnya perang itu tanpa aturan. Barbarian. Semua dihancurkan.
Termasuk wanita, anak dan orang tua jaman sebelum perang selalu
dihancurkan.
Islam memberikan aturan khusus dalam berperang, bahkan memotong pohon
musuhpun dilarang.

Perang gerilya, dulu disebut-sebut ekstrimist. Tapi sekarang gerilya
masuk dalam strategi militer, masuk dalam "rule of the war game".
Akankah terorisme bagian dari atura perang ? Seandainya tidak
mentargetkan civil, saya rasa bisa saja, tetapi kalau korbannya
civilian lagi ya barbarian lagi.

Salam

RDP

Mohammad Tasfin

unread,
Jan 21, 2009, 3:57:54 AM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
Mas,
katanya serangan roket itu setelah due date gencatan senjata habis...maaf saya juga gak pasti.

tapi lepas dari itu semua...kalau kita tengok..di tubuh pemimpin palestine sendir juga terpecah2...

yang saya sangat sedih...atas perang ini...ratusan korban adalah rakyat palestina yang tidak berdosa...

mungkin ada baiknya...kita niatkan shalat tahajud dan shaum..dan berdoa..Insya Allah..rakyat yang tidak berdosa diberi ketabahan menghadapinya dan diberi kekuatan...


2009/1/21 Rovicky Dwi Putrohari <rov...@gmail.com>

Rovicky Dwi Putrohari

unread,
Jan 21, 2009, 4:06:37 AM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
2009/1/21 Yosef Khairil Amin <yos...@gmail.com>:

> Mas Vick,
> Dr Zakir menjawab pertanyaan ini di dalam video tsb. Selamat menonton, atau
> sudah ?

Pernah lihat salah satu darinya. Karena koneksi lelet :(

Yang menjadi pertanyaan dibenak ini, apa sih yang dimaksud "terorism".
Atau siapa yang disebut teroris ?.

Apakah tindakan teror mengatas namakan agama, apakah terorisme atas
nama negara bukan teroris juga ? Bagi saya menebar ketakutan pada
rakyat civilian itu menyalahi aturan perang. Atas nama siapapun juga.
Membela negaranya sendiri tetapi menebarkan ketakutan civilian
dimusuhnya itu jelas masuk kategori teroris !
Karena target perang itu seharusnya instalasi militer termasuk
tentara, tetapi bukan keluarga tentara. Bahkan membangun instalasi
militer di sekitaar perumahan penduduk sudah merupakan kesalahan dalam
aturan perang.

Dan Islam-lah yang memulai mengatur tatacara perang itu. Menurut Wiki
dimulai oleh AbuBakr. Geneva mengadopt untuk tawanan perang dan
selanjutnya.
Namun aku juga ngga tahu kenapa Islam yang mulai mengatur tatacara
perang malah dituduh menjadi penggemar perang ... howgh !

RDP

Rovicky Dwi Putrohari

unread,
Jan 21, 2009, 4:17:53 AM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
Tambah lagi infonya ...
Bagi yang susah masuk ke Rapidshare karena harus donlod penuh bisa
liat di Youtube sini :
http://www.youtube.com/watch?v=utHBJmQIz7g
Karena bhasa inngerisku adul-adulan, aku ngga begitu mudeng seacara
detilnya. KAlau ada text terjemahannya mungkin lebih menarik sebagai
bahan belajar.

RDP

2009/1/21 Rovicky Dwi Putrohari <rov...@gmail.com>:

--
"Kekerasan atas nama negara lebih nyata ketimbang kekerasan atas nama agama !"

Dewanto Surja

unread,
Jan 21, 2009, 4:27:08 AM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
Pak Dhe, mungkin ini bisa menjelaskan duduk permasalahannya:
Hamas melontarkan roket ke Israel hanya untuk membela diri karena Israel melanggar janjinya dengan tetap memblokade Gaza.
Blokade ini sebenarnya bisa disebut agresi juga lho. Ada hak apa suatu negara (atau banyak negara ya, termasuk Mesir), memblokade suatu wilayah, menyetop supply air dan listrik?

2009/1/21 Rovicky Dwi Putrohari <rov...@gmail.com>

Rusdi Dahardin

unread,
Jan 21, 2009, 5:41:46 AM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
saya sependapat dengan Mas Dewanto nih ,,,,
 
dan blokade ini sudah lebih dari satu tahun lho ,,,,, berarti membunuh secara berlahan2, kenapa Israel menyerang ya karena mau Pemilu ,,,,


From: Dewanto Surja <dewa...@gmail.com>
To: Musl...@googlegroups.com
Sent: Wednesday, 21 January 2009 5:27:08
Subject: [Muslim-KL] Re: Video: "Is Terrorism a Muslim Monopoly?" by Dr Zakir Naik

Search. browse and book your hotels and flights through Yahoo! Travel

Machmud Hanafi

unread,
Jan 21, 2009, 7:28:41 AM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
Orang2 yg mengadakan perundingan dg Yahudi akan kecewa krn selalu ditipu...jangankan manusia biasa Nabi Musa aja ditipu juga sama yahudi laknatullah ini.
Coba perhatikan perundingan damai Indianapolis antara Abbas dg Olmert yg diprakarsai Bush, jangankan yahudi mau memberikan kemerdekaan di West bank orang berjalan pun masih diawasi. Di West bank masih ada 360 check points tentara Yahudi untuk mengawasi gerak gerik orang palestine dan tidak ada rencana sedikitpun untuk mengurangi

Sent: Wednesday, January 21, 2009 12:27:08 PM

Subject: [Muslim-KL] Re: Video: "Is Terrorism a Muslim Monopoly?" by Dr Zakir Naik

Rovicky Dwi Putrohari

unread,
Jan 21, 2009, 7:45:46 AM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
2009/1/21 Machmud Hanafi <machm...@yahoo.com>:

> Orang2 yg mengadakan perundingan dg Yahudi akan kecewa krn selalu
> ditipu...jangankan manusia biasa Nabi Musa aja ditipu juga sama
> yahudi laknatullah ini.

Soal Yahudi ini aku sering kepikiran soal bayi-bayi mungkinyang dilahirkan.
Apakah bayi-bayi keturunan yahudi termasuk yang yahudi laknatullah ini nggak ?

Yang saya tahu Israel melakukan pembunuhan anak kecil dengan kalimat
laknatnya katanya anak-anak ini nanti kalau besar jadi terorist !,
makanya dilenyapkan ngga apap-apa ... astagfirullah. Ini Israel edian
!!

Nah apakah si bayi keturunan orang yahudi juga sama dengan yang
dimaksud Yahudi laknatullah ini ?

RDP

Machmud Hanafi

unread,
Jan 21, 2009, 7:49:52 AM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
Anak yg dilahirkan dari rahim seorang ibu pada dasrnya adalah suci, tergantung orang tuanya yg akan menjadikan anak ini yahudi, nasrani Majusi atau muslim. kalau sesudah gede ikut yahudi ya kena laknat Allah.
mh


From: Rovicky Dwi Putrohari <rov...@gmail.com>
To: Musl...@googlegroups.com
Sent: Wednesday, January 21, 2009 3:45:46 PM

Subject: [Muslim-KL] Re: Video: "Is Terrorism a Muslim Monopoly?" by Dr Zakir Naik

Machmud Hanafi

unread,
Jan 21, 2009, 7:53:47 AM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
Pepatah tsb tidak berlaku dalam hal akidah sebab kulit luar menunjukkan dalamnya....orang yg suka minum khamar atau makan babi apakah kita harus percaya dia muslim yg taat..ya nggak mungkin???
mh


From: Mohammad Tasfin <mohamma...@gmail.com>
To: Musl...@googlegroups.com
Sent: Wednesday, January 21, 2009 11:49:03 AM

Subject: [Muslim-KL] Re: Video: "Is Terrorism a Muslim Monopoly?" by Dr Zakir Naik

rusdi_d...@yahoo.com.sg

unread,
Jan 21, 2009, 8:04:43 AM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
Sampai saat ini saya masih bingung kenapa ada ulama yg mengeluarkan fatwa untuk berdamai dg Zionist???

Mungkin berdasarkan fatwa ini para pemimpin arab tidak melakukan tindakan yg nyata (optimum) untuk membantu palestina !!!

Salah satu alasan yg saya baca karena Hamas mendapat sokongan dari Iran ??
Meskipun Hamas telah membantah nya.

Hanya Allah yg Maha Benar


Sent via BlackBerry from Maxis


From: Machmud Hanafi
Date: Wed, 21 Jan 2009 04:28:41 -0800 (PST)
To: <Musl...@googlegroups.com>

Rovicky Dwi Putrohari

unread,
Jan 21, 2009, 8:35:19 AM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
Sepakat Mas Hanafi jadi bayi tetep suci. Nah barangkali yg dimaksud
"Yahudi" dalam kitab itu adalah mental yahudi yang antara lain kalau
berjanji tidak ditepati, kalau dipercaya mbalah khianat dan bila
berbicara akan berdusta.
Jadi siapa saja bisa menjadi yahudi kalau didapati ciri2 tersebut.
Dalam dunia kekuasaan teritorial (yg dikenal dg 'negara') saat ini
paham nasionalismenya disebut Zionis. Zionist ini seperti wawasan
nuisantara tapi sangat-sangat rasis. Hanya keturunan yahudi yang boleh
jadi WN Israel. Walaupun WNI saat ini masih ada sisa2 tetapi suatu
saat bisa lenyap kalau faham zion-nya terus berkembang. Faham ini
jelas bisa membahayakan umat manusia karena hanya berdasar keturunan
saja. Saat ini secara umum dunia melihat pandangan rasis adalah salah.
Nah, sependek pengetahuanku dengan paham zionisnya ini oran yahu
membentuk negara Israel.
Dalam sistem politik dunia saat ini Negara Israel sdh memproklamasikan
diri sejak 1948 sedangkan Palestine baru proklamasi 15 nop tahun 1988.
Namun seperti yg ditulis di milis sblmnya, saat ini Palestina masih
dijajah Israel.

Gitu dulu ah.
Rdp
--
Sent from my mobile device

rusdi_d...@yahoo.com.sg

unread,
Jan 21, 2009, 8:37:35 AM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
Yahudi harus dibedakan yg zionist n anti zionist ,,

Anti zionis berpendapat tidak perlu ada negara Israel, saya pernah dengar dari seorang teman Palestina blue print zionis adalah menguasai Mesir, Saudi Arabia (terutama Mekah n Medinah) n Iraq, Jordan n Syria. Alasan nya berdasarkan cerita2 dulu nenek moyang mereka dari daerah tsb diusir oleh kaum muslimin. Iraq sudah dikuasai melalui USA.

Sayang nya para pemimpin sebagian negara2 tsb tidak menyadari tentang hal ini shg mereka makin erat hubungan nya dengan sobat2 Israel.

Hanya Allah yang Maha Tahu

Sent via BlackBerry from Maxis

-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari <rov...@gmail.com>

Date: Wed, 21 Jan 2009 20:45:46
To: <Musl...@googlegroups.com>
Subject: [Muslim-KL] Re: Video: "Is Terrorism a Muslim Monopoly?" by Dr Zakir
Naik



Machmud Hanafi

unread,
Jan 21, 2009, 8:54:40 AM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
Seharusnya tidak ada kata damai kalau yahudi masih menjajah, yg. diperlukan adalah persatuan dari negara Arab...logikanya dimana habis ngusir orang dan menempati rumah orang lain lalu dg seenak udelnya yahudi bilang mari kita damai sedangkan orang yg diusir tidur dikolong jembatan, kan nggak adil.....kalau arab bersatu pasti menang ini sudah terjadi ketika perang thn 1973 arab keluar sebagai pemenang krn mereka bersatu. Sekarang ini para pemimpin arab terkena penyakit "Wahn" bahasa jowonya "kedonyan" sehingga mereka men-cari ayat Al-Qur'an untuk membenarkan sikap mereka yg nggak mau jihad dan lebih baik berkolusi dg musuh (USA, Yahudi)...dg alasan darurat, sebab dlm Islam membolehkan bekerja sama dg musuh dlm kondisi darurat...terus sampai kapan daruratnya ini????
mh


From: "rusdi_d...@yahoo.com.sg" <rusdi_d...@yahoo.com.sg>
To: Musl...@googlegroups.com
Sent: Wednesday, January 21, 2009 4:04:43 PM

Mohammad Tasfin

unread,
Jan 21, 2009, 10:54:13 AM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
maaf pak..saya lagi bicara judul sebuah artikel yang menurut saya kurang sreg.. bukan soal akidah..

2009/1/21 Machmud Hanafi <machm...@yahoo.com>

Mohammad Tasfin

unread,
Jan 21, 2009, 10:56:41 AM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
Mas bisa lebih jauh..jadi menarik neh...yahudi itu identik dengan satu ras/bangsa/agama atau garis keturunan.. atau sifat2nya?? dalam arti siapapun dari ras/bangsa/apapun bisa menjadi seorang yahudi?


 
2009/1/21 Rovicky Dwi Putrohari <rov...@gmail.com>

Machmud Hanafi

unread,
Jan 21, 2009, 1:25:12 PM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
Kaum Yahudi adalah orang-orang kafir yang kebenciannya kepada kaum muslimin sangatlah besar. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِيْنَ آمَنُوا الْيَهُوْدَ وَالَّذِيْنَ أَشْرَكُوا
“Sungguh engkau akan dapati orang yang paling keras permusuhannya kepada kalian adalah orang-orang Yahudi dan kaum musyrikin.” (Al-Ma`idah: 82)
Mereka adalah kaum yang dimurkai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka terus berupaya agar ada di antara kelompok kaum muslimin yang mengikuti mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan ridha kepada kalian hingga kalian mengikuti agama mereka. ” (Al-Baqarah: 120)
Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang kita berloyalitas dengan mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا الْيَهُوْدَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِيْنَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin (teman dekat kalian); sebagian mereka adalah pemimpin (teman dekat) bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kalian menjadikan mereka menjadi pemimpin (teman dekat), maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. ” (Al-Ma`idah: 51)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita untuk senantiasa menyelisihi mereka. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):
“Panjangkanlah jenggot, selisihilah oleh kalian orang-orang Yahudi. ”
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pula (yang artinya):
“Shalatlah dengan memakai sandal kalian. Selisihilah Yahudi, karena mereka tidak shalat memakai sandal.”
Akan tetapi sudah merupakan sunnatullah, akan ada orang-orang yang mengikuti mereka. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَدَخَلْتُمُوْهُ. قُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، الْيَهُوْدَ وَالنَّصَارَى؟ قَالَ: فَمَنْ؟
“Kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Hingga jika mereka masuk ke lubang dhabb niscaya kalian akan mengikutinya. ” Kami katakan: “Ya Rasulullah, apakah (yang dimaksud) Yahudi dan Nasrani?” Beliau berkata: “Siapa lagi (kalau bukan mereka)?” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Di antara amalan dan keyakinan Yahudi yang diikuti sebagian muslimin:
1. Ghuluw
Ghuluw artinya melampaui batas. Adapun dalam syariat, artinya adalah melampaui batas dalam memuji dan mencela.
Ghuluw terjadi dalam masalah aqidah, ibadah, muamalah, maupun adat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لاَ تَغْلُوا فِي دِيْنِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ
“Katakanlah: ‘Hai ahli kitab, janganlah kalian berbuat ghuluw (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agama kalian’.” (Al-Ma`idah: 77)
Di antara bentuk ghuluw kaum Yahudi adalah mengkultuskan dan menyembah manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tantang perbuatan Yahudi dan Nasrani:
اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُوْنِ اللهِ
“Mereka menjadikan ulama dan ahli ibadah mereka sebagai rabb selain Allah.” (At-Taubah: 31)
Mereka mengkultuskan ‘Uzair, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُوْنَ قَوْلَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ
“Orang-orang Yahudi berkata: ‘Uzair adalah anak Allah. ’ Orang-orang Nasrani berkata: ‘Al-Masih (Isa) adalah anak Allah.’ Itulah ucapan yang diucapkan mulut-mulut mereka, menyerupai ucapan orang-orang kafir sebelum mereka.” (At-Taubah: 30)
Kemudian muncul di kalangan muslimin orang-orang yang ghuluw terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang shalih. Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
لاَ تُطْرُوْنِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ
”Janganlah kalian mengultuskan aku, sebagaimana orang-orang Nasrani mengultuskan Isa ibnu Maryam.”
Di kalangan umat ini ada kelompok Sufi yang mengkultuskan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengklaim bahwa beliau mengetahui ilmu ghaib. Bahkan sebagian mereka menyatakan semua makhluk diciptakan karena Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan tentang hikmah diciptakannya jin dan manusia:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِ
“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)
Demikian juga kelompok Syi’ah yang mengkultuskan orang-orang yang mereka anggap sebagai imam mereka. Di antara bentuk pengkultusan mereka adalah meyakini bahwa imam mereka ma’shum (terjaga dari kesalahan) dan mengetahui perkara ghaib.
Khomeini (tokoh Syiah) berkata: “Sesungguhnya termasuk perkara yang penting dalam madzhab kami, bahwasanya para imam memiliki kedudukan yang tidak bisa dicapai oleh malaikat muqarrabun (yang dekat) ataupun nabi yang diutus.”
Dalam kitab sesat mereka Al-Kafi disebutkan: “Bab: Para imam mengetahui apa yang telah dan akan terjadi, serta tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi mereka.”
Inilah ucapan-ucapan kufur yang menunjukkan ghuluw kaum Syi’ah terhadap orang-orang yang mereka anggap sebagai imam.

2. Mentahrif Kalamullah
Tahrif maknanya memalingkan ucapan dari makna yang dzahir kepada makna lain yang tidak ditunjukkan oleh konteks kalimat, tanpa ada dalil yang menunjukkannya.
Tahrif ada dua macam: tahrif lafdzi dan tahrif maknawi.
Tafrif lafdzi ada tiga macam:
a. Mengubah harakat, seperti mereka mentahrif firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَكَلَّمَ اللهُ مُوْسَى تَكْلِيْمًا
“Dan Allah telah berbicara kepada Musa secara langsung.” (An-Nisa`: 164)
mereka membacanya dengan me-nashab-kan lafzhul jalalah sehingga dibaca: اللهَ sehingga maknanya Nabi Musa lah yang berbicara kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
b. Menambah satu huruf, seperti tahrif yang dilakukan ahlul bid’ah terhadap kata: اسْتَوَى (naik di atas) mereka tahrif menjadi اسْتَوْلَى (menguasai).
c. Menambah satu kata, seperti tahrif yang mereka lakukan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: وَجَاءَ رَبُّكُ (Rabb-mu datang) menjadi وَجَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ (perintah Rabb-mu datang).

Tahrif maknawi adalah mengubah makna suatu kata tanpa mengubah harakat atau lafadznya. Sebagai contoh mereka memaknakan: يَدُ اللهُ (tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala) dengan makna kekuatan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Tahrif adalah perbuatan orang-orang Yahudi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang mereka:
مِنَ الَّذِيْنَ هَادُوا يُحَرِّفُوْنَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ
“Di antara orang Yahudi ada yang mentahrif (menyelewengkan makna) firman Allah dari makna yang benar.” (An-Nisa`: 46)
Di antara bentuk tahrif Yahudi, ketika mereka diperintah untuk mengucapkan حِطَّةٌ (ampunilah) mereka malah mengucapkan حِنْطَةٌ (gandum).
Di kalangan umat ini muncul kelompok-kelompok yang men-tahrif firman Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk mendukung kebid’ahan dan aqidah mereka yang rusak, seperti Mu’tazilah, Asy’ariyah, Maturidiyah, dan ahlul bid’ah lainnya. Mereka melakukan tahrif lafdzi dan maknawi yang telah diterangkan di atas.

3. Menjadikan kuburan sebagai masjid
Di antara sebab dilaknatnya Yahudi dan Nasrani adalah menjadikan kuburan sebagai masjid. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَعَنَ اللهُ الْيَهُوْدَ وَالنَّصَارَى، اتَّخَذُوا قُبُوْرَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ
“Allah melaknat Yahudi dan Nasrani karena mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid.”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan umatnya dari perbuatan yang demikian. Beliau pernah berkata:
اللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْ قَبْرِي وَثَنًا يُعْبَدُ
“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kuburanku sebagai berhala yang disembah.”
Namun muncul orang-orang Sufi dan semisal mereka –seperti Rafidhah dan lainnya– yang mengagungkan kuburan-kuburan dan menyembahnya. Mereka melakukan haul, thawaf, dan berbagai macam ritual yang tidak diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata: “Di antara bentuk ghuluw kepada kuburan dan penghuni kubur adalah mendirikan bangunan di atas kuburan, memberinya lentera, meletakkan kelambu padanya, menulisi nisannya, mengapur (mengecatnya) serta bentuk ghuluw lainnya. Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang semua perbuatan ini.” (Syarh Masa`il Jahiliyyah, hal. 226)

4. Berloyalitas kepada musuh-musuh Allah Subhanahu wa Ta’ala
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang perbuatan Bani Israil (Yahudi):
تَرَى كَثِيْرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُوْنَ
“Kamu melihat kebanyakan dari mereka berwala’ (berloyalitas) kepada orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka persiapkan bagi diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan.” (Al-Ma`idah: 80)
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengharamkan berloyalitas dengan orang kafir. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا الْيَهُوْدَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِيْنَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin (teman dekatmu); sebagian mereka adalah pemimpin (teman dekat) bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu berwala’ (berloyalitas) kepada mereka (menjadikannya sebagai pemimpin atau teman dekat), maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al-Ma`idah:51)
Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang kaum muslimin melakukan perbuatan seperti Yahudi yaitu berloyalitas dan cinta kepada orang-orang kafir. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
لاَ يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُوْنَ الْكَافِرِيْنَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُوْنِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللهِ فِي شَيْءٍ إِلاَّ أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً
“Janganlah orang-orang mukmin menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin (teman dekat) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka.” (Ali ‘Imran: 28)
Jelaslah bahwa memusuhi dan berlepas diri dari orang kafir dan agama mereka adalah wajib. Prinsip al-wala` wal bara` termasuk kewajiban dalam Islam yang paling besar.
Namun di umat ini ada Syi’ah Rafidhah dan kaum Sufi yang sering membuka hubungan dan ber-wala` dengan orang kafir. Mereka tidak segan-segan berkhianat untuk membantu orang kafir dalam menghadapi muslimin. Pengkhianatan yang pernah mereka lakukan merupakan satu di antara sekian banyak sejarah kelam mereka.
Seorang tokoh Rafidhah bernama Nashir At-Tushi membuat bait-bait syair menyanjung Al-Mu’tashim, salah seorang pemimpin dari Bani Abbasiyyah. Tetapi ketika pemimpin Tartar, Hulagu Khan punya kesempatan untuk membunuhnya, ia pun memberikan isyarat untuk membunuhnya. Pengkhianatan inipun melibatkan seorang Rafidhah lainnya yang bernama Ibnu Alqami. Dialah yang menyarankan Al-Mu’tashim untuk mengurangi pasukan sehingga Hulagu leluasa membunuhnya. (‘Aqidah Ahlus Sunnah wa Mafhumuha, hal. 65)

5. Sihir
Orang-orang Yahudi termasuk orang-orang yang menggunakan sihir, bahkan salah seorang mereka telah menyihir Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka telah membuang apa yang dibawa para rasul, lalu beriman kepada kitab-kitab sihir, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala terangkan:
وَلَمَّا جَاءَهُمْ رَسُوْلٌ مِنْ عِنْدِ اللهِ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَهُمْ نَبَذَ فَرِيْقٌ مِنَ الَّذِيْنَ أُوتُوا الْكِتَابَ كِتَابَ اللهِ وَرَاءَ ظُهُوْرِهِمْ كَأَنَّهُمْ لاَ يَعْلَمُوْنَ. وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِيْنُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِيْنَ كَفَرُوا يُعَلِّمُوْنَ النَّاسَ السِّحْرَ
“Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (Kitab) yang ada pada mereka, sebagian orang-orang yang diberi Kitab (Taurat) melemparkan Kitab Allah ke belakang (punggung)-nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah Kitab Allah). Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidaklah kafir (tidak mengerjakan sihir). Hanya setan-setanlah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia.” (Al-Baqarah: 101-102)
Amalan Yahudi yang kufur inipun diikuti oleh sebagian orang yang menisbatkan diri kepada Islam. Sebagian mereka mendalami ilmu sihir dan menjauhkan diri dari ilmu agama Allah Subhanahu wa Ta’ala.

6. Beriman kepada sebagian ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengingkari sebagian yang lain.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman menerangkan sebagian sifat Yahudi:
أَفَتُؤْمِنُوْنَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُوْنَ بِبَعْضٍ
“Apakah kalian beriman kepada sebagian kitab dan mengingkari sebagiannya?” (Al-Baqarah: 85)
Mereka tidak beriman kecuali yang sesuai dengan hawa nafsu mereka. Padahal keimanan mereka kepada sebagian ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah bermanfaat bagi mereka jika mendustakan yang lainnya.
Asy-Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullah berkata: “Termasuk orang yang mengingkari sebagian ayat adalah orang yang menyatakan Al-Qur`an adalah makhluk, baik lafadz dan maknanya. Atau menyatakan: Lafadznya makhluk, adapun maknanya bukan; seperti ucapan Asy’ariyah. Ini semua adalah ucapan yang mendustakan Al-Qur`an. Barangsiapa yang menyatakan Al-Qur`an adalah makhluk, baik lafadz dan maknanya sebagaimana ucapan Jahmiyah; atau menyatakan bahwa lafadznya makhluk sedangkan maknanya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, inipun kufur. Kecuali jika yang mengucapkannya adalah seorang muqallid (orang yang taklid) atau muta`awil (mentakwil) maka dia telah sesat. Karena Al-Qur`an adalah Kalamullah, baik lafadz dan maknanya. Huruf-huruf dan maknanya, semuanya adalah Kalamullah…” (Syarh Masa`il Jahiliyyah, hal. 170)

7. Ta’ashub (fanatik buta)
Di antara sifat Yahudi adalah ta’ashub kepada madzhab yang batil. Mereka berkata sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَلاَ تُؤْمِنُوا إِلاَّ لِمَنْ تَبِعَ دِيْنَكُمْ
“Janganlah kalian percaya kecuali kepada orang yang mengikuti agama kalian.” (Ali ‘Imran: 73)
Dalam ayat lain:
نُؤْمِنُ بِمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا
“Kami beriman kepada kitab yang diturunkan kepada kami.” (Al-Baqarah: 91)
Yakni (beriman) kepada kitab yang turun kepada nabi-nabi kami saja.
Padahal kewajiban mereka adalah beriman kepada apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan kepada nabi mereka dan nabi yang selain dari mereka. Hakikatnya, mereka pun tidak beriman kepada apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan kepada nabi mereka. Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَلِمَ تَقْتُلُوْنَ أَنْبِيَاءَ اللهِ
“Mengapa kalian membunuh nabi-nabi Allah?” (Al-Baqarah: 91)
Yakni, apakah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan kepada kalian adalah ajaran membunuh para nabi, seperti yang kalian lakukan?
Amalan Yahudi inipun diikuti oleh sebagian kaum muslimin. Sebagian mereka fanatik kepada madzhab atau kelompok tertentu tanpa ada dalil. Bahkan dalam hal yang menyelisihi dalil Al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

8. Hiyal (tipu muslihat)
Di antara amalan Yahudi yang tercela adalah melakukan hiyal dalam rangka menolak apa yang dibawa para rasul serta menyelamatkan kekufuran dan kesesatan mereka. Hal ini mereka lakukan karena tidak mampu menolak secara terang-terangan, sehingga mereka melakukan makar secara tersembunyi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang mereka:
وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللهُ وَاللهُ خَيْرُ الْمَاكِرِيْنَ
“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (Ali ‘Imran: 54)
Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah dan menang dalam perang Badr, orang Yahudi tidak mampu menghalangi manusia dari agama Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka pun melakukan hiyal dan makar. Sekelompok mereka berkata: “Masuk Islamlah kalian di awal siang, jika sudah di akhir siang murtadlah kalian dari Islam. Ucapkanlah oleh kalian: ‘Tidak kami dapati kebaikan di dalam agama Muhammad’, niscaya manusia mengikuti langkah kalian karena kalian adalah ahlul kitab. Allah Subhanahu wa Ta’ala membongkar makar mereka ini dalam firman-Nya:
وَقَالَتْ طَائِفَةٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ آمِنُوا بِالَّذِي أُنْزِلَ عَلَى الَّذِيْنَ آمَنُوا وَجْهَ النَّهَارِ وَاكْفُرُوا آخِرَهُ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
“Sekelompok ahli kitab (kepada sesamanya) berkata: ‘Perlihatkanlah (seolah-olah) kalian beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mukmin) kembali (kepada kekafiran)’.” (Ali ‘Imran: 72)
Di antara bentuk hiyal dan makar Yahudi adalah ketika mereka dilarang mengambil ikan di hari Sabtu. Maka mereka memasang jaring (jala) di hari Jum’at dan mengambilnya setelah Sabtu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَاسْأَلْهُمْ عَنِ الْقَرْيَةِ الَّتِي كَانَتْ حَاضِرَةَ الْبَحْرِ إِذْ يَعْدُوْنَ فِي السَّبْتِ إِذْ تَأْتِيْهِمْ حِيْتَانُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًا وَيَوْمَ لاَ يَسْبِتُوْنَ لاَ تَأْتِيْهِمْ كَذَلِكَ نَبْلُوْهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُوْنَ
“Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik.” (Al-A’raf: 163)
Inilah beberapa aqidah dan amalan kaum Yahudi yang Allah Subhanahu wa Ta’ala terangkan kepada kita, kami sebutkan agar kita menjauhinya. Hudzaifah radhiyallahu 'anhu berkata: “Dahulu para sahabat bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kebaikan, adapun aku bertanya kepadanya tentang kejelekan karena khawatir akan menimpaku.”
Seorang penyair berkata:
عَرَفْتُ الشَّرَّ لاَ لِلشَّرِّ وَلَكِنْ لِتَوَقِّيْهِ
وَمَنْ لَمْ يَعْرِفِ الْخَيْرَ مِنَ الشَّرِّ وَقَعَ فِيْهِ
Aku kenal kejelekan bukan untuk melakukannya, namun untuk menjauhinya
Siapa yang tidak kenal kebaikan dari kejelekan, tentu akan terjerumus padanya
Sebetulnya masih banyak kesesatan yang dilakukan sebagian orang yang menisbatkan diri mereka kepada Islam, seperti ucapan sesat orang-orang Syi’ah bahwa Al-Qur`an telah diubah. Ini juga ucapan yang pernah dilontarkan kaum Yahudi (lihat kitab Lillah tsumma Litarikh).
Demikian juga talbis (mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan) yang banyak dilakukan ahlul bid’ah, merupakan warisan Yahudi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَلاَ تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
“Dan janganlah kalian campur adukkan yang haq dengan yang batil, dan janganlah kalian sembunyikan yang haq itu, sedang kalian mengetahuinya.” (Al-Baqarah: 42)
Mudah-mudahan apa yang kami tulis ini bermanfaat. Dan mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi taufiq kepada kita untuk menjauhi jalan-jalan kesesatan Yahudi dan orang kafir lainnya.
Wa akhiru da’wana anilhamdulillahi rabbil ‘alamin.



From: Mohammad Tasfin <mohamma...@gmail.com>
To: Musl...@googlegroups.com
Sent: Wednesday, January 21, 2009 6:56:41 PM

Dewanto Surja

unread,
Jan 21, 2009, 4:47:47 PM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
Wah, Pak Dhe, kalau sudah nyebut barangkali mbok ya nggak usah dijlentrehkan (opo yo boso Indonesiane??). Lha Pak Hanafi kan nyebut "Yahudi, Nasrani atau Majusi" apa ini bukan agama? Lagian di Al Qur'an, dimana sering diceritakan kisah-kisah mereka, selalu disebut "Bani Israil". Ciri-ciri yang disebut Pak Dhe dibawah, kalau melekat pada orang muslim bisa digolongkan pada Al-Munafiqun. Semoga Allah SWT tidak memasukkan kita pada golongan mereka. Amin. 

2009/1/21 Rovicky Dwi Putrohari <rov...@gmail.com>

rusdi_d...@yahoo.com.sg

unread,
Jan 21, 2009, 6:58:44 PM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
Kalau menurut saya Yahudi adalah ras/bangsa. Karena ada Yahudi yg beragama Islam or Kristen dan ada yg bersifat positiv.


Sent via BlackBerry from Maxis


From: Mohammad Tasfin
Date: Wed, 21 Jan 2009 23:56:41 +0800
To: <Musl...@googlegroups.com>

Mohammad Tasfin

unread,
Jan 21, 2009, 8:33:01 PM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
bukan "sifat" or "karakter"???
bukankah derajat manusia (berarti bisa juga sekelompok manusia/golongan/bangsa) disisi Allah tergantung ketakwaannya kepada Allah swt. Kalo Yahudi itu bangsa (sekelompok manusia) berarti ada bangsa yang dilaknat Allah???
Mungkin ada yang bisa menjelaskan "bani israil" yang disebut didalam al-qur'an...kelebihan dan kekurangannya? dan bani israil ini apakah identik dengan "yahudi"???
Aku jadi bingung neh..apalagi tadi bapak bilang ada Yahudi yang beragam Islam or Kristen dan ada yang bersifat positif..


 

Rovicky Dwi Putrohari

unread,
Jan 21, 2009, 8:46:24 PM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
2009/1/21 Mohammad Tasfin <mohamma...@gmail.com>

>
> Mas,
> katanya serangan roket itu setelah due date gencatan senjata habis...maaf saya juga gak pasti.

Info kronologis yang saya kumpulkan memang mengatakan demikian

14 Desember 2008: Pemimpin Hamas Khaled Meshaal mengatakan kelompoknya
tidak akan memperbarui gencatan senjata enam bulan dengan Israel.

18 Desember 2008: Hamas mengumumkan berakhirnya gencatan senjata yang
sebenarnya akan berakhir sehari mendatang, ditandai dengan
meningkatnya pertempuran lintas batas.

24 Desember 2008: Para pejuang Palestina di Gaza menembakkan roket ke Israel.

27 Desember 2008: Israel melancarkan serangan udara ke Gaza untuk
menjawab serangan roket dan mortir Hamas, menewaskan setidaknya 229
warga Palestina.

28 Desember 2008: Serangan udara Israel mengenai Universitas Islam dan
membidik terowongan penyelundupan Jalur Gaza yang menghubungkan Gaza
ke dunia luar.

29 Desember 2008: Israel membom Kementerian Dalam Negeri Palestina
yang dikuasai Hamas dan mengumumkan wilayah-wilayah seputar Jalur Gaza
sebagai zona militer tertutup.

Saat yang sama para pejuang Palestina menembakkan roket-roketnya makin
dalam ke wilayah utara Israel.

31 Desember 2008: Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat dimana
usul gencatan senjata Arab diabaikan tanpa pemungutan suara.

dst dst

rdp

rusdi_d...@yahoo.com.sg

unread,
Jan 21, 2009, 9:20:17 PM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
Kalau gitu kita tanya sama yg ahli nya nih ,, mungkin dari Ustaz yg mempelajari Sejarah Islam

Waktu kita mengadakan pelepasan haji tahun lalu, ustaz yg membaca Quran mempelajari sejarah Islam di Al Azhar

P'Yogi mungkin bisa fw ke Ustaz tsb


Sent via BlackBerry from Maxis


From: Mohammad Tasfin
Date: Thu, 22 Jan 2009 09:33:01 +0800

Haryadi

unread,
Jan 21, 2009, 10:20:39 PM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
Sent: Thursday, January 22, 2009 9:33:01

Subject: [Muslim-KL] Re: Video: "Is Terrorism a Muslim Monopoly?" by Dr ZakirNaik

 dan bani israil ini apakah identik dengan "yahudi"???
Mas Tasfin,
Bani Israil itu berarti keturunan Israil. Dan Israil itu adalah Nabi Ya'kub 'alaihissalam. Nabi Ya'kub ini adalah putra dari Nabi Ishaq 'alaihissalam. Dan sebagaimana kita ketahui bersama, Nabi Ishaq adalah putranya Nabi Ibrahim 'alaihissalam.
 
Di Tafsir Ibnu Katsir, dijelaskan kenapa dinamakan Yahudi:

The Jews are the followers of Prophet Musa, who used to refer to the Tawrah for judgment. Yahud is a word that means, `repenting', just as Musa said,

[إِنَّا هُدْنَـآ إِلَيْكَ]

Ayah dari Nabi Musa 'alaihissalam itu bernama Imran, dan garis keturunannya nyambung ke atas sampai ke Nabi Ya'kub 'alaihissalam.
 
/haryadi
 


Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!

Mohammad Tasfin

unread,
Jan 21, 2009, 10:30:41 PM1/21/09
to Musl...@googlegroups.com
Mas Haryadi... tolong uraian lebih jauh dari email Mas yang saya reply yang bertajuk "yahudi bukan israel"

2009/1/22 Haryadi <bapake_...@yahoo.com>
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages