Re: [Muslim-KL] Lebih jauh tentang "urang awak" --> Adat berdasarkan Syar'i, Syar'i berdasarkan Kitabullah????

24 views
Skip to first unread message

Mohammad Tasfin

unread,
Jul 22, 2008, 9:27:12 AM7/22/08
to Musl...@googlegroups.com
Wah menarik neh mas Mezlul...terutama kaitannya dengan 'adat berdasarkan syariah, syariah berdasarkan kitabullah" dan kebetulan saya pernah diskusi dengan kawan beberapa tahun yang lalu...and hasil diskusinya cukup menarik...tapi ma'af tidak dituliskan disini... gak seru dong.. gak rame kalo kita-kita belum diskusikan! :) he.he.
pertanyaannya sangat simple:

1. kenapa garis keturunan orang minang menganut matrinial (garis ibu), padahal dalam Islam adalah garis bapak? pasti "bin" or "binti" diikuti nama ayah/bapak kan..
2. pembagian waris, kenapa justru perempuan dapat lebih banyak ya??? sementara dalam Islam adalah 2:1 untuk laki:perempuan. laki-laki 2 bahagian, perempuan 1 bahagian

jadi, ba'a Uda Mezlul, any comment??? :)

untuk referensi kebetulan saya dapet neh dari halaman web yang saya cari via google http://www.ajangkita.com/forum/viewtopic.php?t=22495, disitu disebutkan dan saya ambil sebagai contoh topik yang menariknya:

1. Harta Pusaka Tinggi 

Harta pusaka tinggi adalah harta yang diwarisi secara turun temurun dari beberapa generasi menurut garis keturunan ibu. Adanya harta pusaka tinggi berkaitan dengan sejarah lahirnya kampuang dan koto yang diikuti dengan membuka sawah ladang sebagai sumber kehidupan. Pembukaan tanah untuk sawah ladang ini sebagai hasil galuah taruko oleh pendiri kampung dan koto. Hasil usaha nenek moyang inilah yang diwarisi oleh generasi sekarang dan paling kurang setelah lima generasi disebut sebagai harta pusaka tinggi. 

Harta pusaka tinggi yang berupa material seperti sawah ladang, kebun dan lain-lain disebut juga pusako. Disamping itu ada pula harta pusaka tinggi yang berupa moril yaitu gelar pusaka kaum yang diwarisi secara turun temurun yang disebut dalam adat sako. 

Harta pusaka tinggi dikatakan juga pusako basalin (pusaka bersalin), karena persalinan terjadi dari generasi ke generasi selanjutnya. 


1. Waris Nasab atau Waris Pangkat 

Waris nasab maksudnya antara si pewaris dengan yang menerima warisan terdapat pertalian darah berdasarkan keturunan ibu. Harta pusaka tinggi yang disebut pusako secara turun temurun yang berhak mewarisi adalah anggota kaum itu sendiri yaitu pihak perempuan. Hal ini sesuai dengan garis keturunan matrilineal. 

Mengenai pewarisan gelar pusaka yang disebut sako sepanjang adat tetap berlaku dari mamak kepada kemenakan laki-laki. Dalam kewarisan sako ini dikatakan: 

Ramo-ramo sikumbang jati 
Katik endah pulanga bakudo 
Patah tumbuah hilang baganti 
Pusako lamo baitu pulo
 



2008/7/21 Mezlul Arfie <mezlul...@gmail.com>:
Minangkabau yang terkenal dengan motto "ADAT BASANDI SYARAK, SYARAK BASANDI KITABULLAH" adalah merupakan cerminan bahwa kita orang yang beradat dan kuat akan agamanya.
 
Salah satu pepatah Minang yang sering saya dengar adalah sbb:

Aue Sarumpun labiah Kuaik dari Pinang Sabatang
Tuah Sakato, Cilako Basilang

Jauah cinto mancinto
Dakek jalang manjalang
Senteang bilai mambilai

"JAUAH DIMATO DAKEK DIJARI"

Bulek ayie dek pambuluah, bulek kato dek mufakaik.
Sadanciang bak basi, saciok bak ayam.
Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang.
Alam takambang jadi guru.

Artinya:
Seikat Aue lebih kuat dari sebuah pinang
Tuah seia sekata, cilaka kalau bersilang pendapat
Ketika kita saling berjauhan, kita saling mencintai
Ketika dekat, saling mengunjungi
Senteang bilai mambilai

"JAUH DIAMATA, DEKAT DI JARI"
 
Bulat air karena pembuluh, bulat kata karena mufakat
Sadanciang bak basi, saciok bak ayam.
Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing
Alam terkembang jadi guru
 
Kata2 terakhir dari pepatah ini (Alam terkembang jadi guru), mengingatkan saya akan salah satu ayat di AlKitab yang mengatakan bhw "Orang pintar adalah orang yang memperhatikan (berfikir tentang kekuasaan Allah) bagaimana Allah menciptakan sesuatu).
 
Begitu banyak bahan pelajaran dari Alam yang bisa kita petik
 
Salam,
M Arfie
 



Rovicky Dwi Putrohari

unread,
Jul 22, 2008, 12:30:18 PM7/22/08
to Musl...@googlegroups.com
Masuknya Islam kedalam budaya-budaya lokal bisa dng cara asimilasi,
sedikit demi sedikit. Tentunya ini terjadi juga di tempat lain
termasuk Jawa.
Memang ada adat yg masih sangat kuat yg belum tergantikan dg ajaran
Islam. Insyaalllah lama kelamaan akan menemukan sendiri kemana arah yg
terbaik. Proses asimilasi ini yg berbeda dg perkembangan Islam ke
barat yg konon dibumbui juga dg peperangan.

Jadi kalau masih ada yg belum sesuai dg ajaran mrni ya harus
dimurnikan. Namun hal ini jg tidak mudah. Dimana mencarinya ? Lah
tempat asalnya saja jg sdh banyak berubah, sbg contoh bentuk kerajaan
yg bukan ajaran Islam.

Scr retorik memang kembali ke Quran dan Hadits. Walaupun masih banyak
juga perbedaan pemahaman, namun proses itu terus akan berjalan ...

Salam
Rdp

On 7/22/08, Mohammad Tasfin <mohamma...@gmail.com> wrote:
> Wah menarik neh mas Mezlul...terutama kaitannya dengan 'adat berdasarkan
> syariah, syariah berdasarkan kitabullah" dan kebetulan saya pernah diskusi
> dengan kawan beberapa tahun yang lalu...and hasil diskusinya cukup
> menarik...tapi ma'af tidak dituliskan disini... gak seru dong.. gak rame

> kalo kita-kita belum diskusikan! :) he.he.pertanyaannya sangat simple:


--
http://tempe.wordpress.com/
Telling the truth is important
Telling the positive is better !!!

Mezlul Arfie

unread,
Jul 22, 2008, 8:51:07 PM7/22/08
to Musl...@googlegroups.com
Memang menarik Mas.
 
Makanya Negeri minang itu disebut negeri bundo kanduang....penhargaan setinggi-tingginya kepada para ibu. Makanya juga cerita2 seperti Malin Kundang sangat terkenal di Minang. Surga berada ditelapak kaki ibu.
 
Yang menarik disini adalah bahwa hanya harta warisan yang lari ke pihak perempuan, sementara gelar pusaka (datuk, dsb) diturunkan dari ninik mamak (paman, adik atau kakak dari ibu). Gelar datuk ini adalah gelar untuk kepala adat, yang menjaga kelangsungan adat istiadat. Jadi para pemimpin harus selalu kaum laki2. Perempuan tinggal dirumah (rumah gadang), dengan duit dan makan yang cukup, dan kaum perempuan juga harus tetap tinggal dirumah menjaga harta yang sudah ada dan juga untuk menjaga ibu bapa yang sudah uzur....para lelaki pergi merantau untuk menambah pundi2 uang, meluaskan tanah, dsb. Makanya juga banyak kerajaan2 baru berdiri diluar Minang....
 
Di Minang ada pengadilan adat. Dan hakimnya adalah datuk2 ini. Untuk menjadi datuk kita para laki2 harus potong kerbau 2 ekor. Dan gelar ini turun temurun dari Paman (mamak). kalau saya sendiri gelarnya "Datuk Majoindo" kalau saya mau tinggal dikampung ngurusin kemenakan2.....tapi saya milih merantau aja ah....lagian istrinya udah "orang jawa"....hi-hi...
 
Banyak juga orang Minang yang milih balik ke bako, yang artinya adalah nikmati aja harta turun temurun yang sudah ada itu dan tetap tinggal dirumah gadang. Kembali ke bako itu adalah kawin sepersukuan (satu suku), tapi beda garis bapak/ibu.
 
Intinya disini adalah orang Minang itu adalah orang berbundo kanduang yang meletakkan penghargaan setinggi tingginya kepada kaum ibu, sehingga mereka layak untu dijaga, dirawat dan diperhatikan. satu2nya cara adalah melalui anak perempuan yang perlu diberi harta yang cukup supaya sanggup merawat ibu dan juga tentunya bapa'. Kaum laki2 adalah kaum yang siap mengamankan dan juga harus siap mencari uang tambahan. Saya rasa dengan begitu motto "adat basabdi Syarak, syara', syara' basandi kitabullah itu" tetap terjaga.
 
Di Qur'an kan harta warisan lebih banyak untuk laki2 karena diharapkan untuk begini begitu (maaf saya takut salah dalam hal ini) sehingga saya tidak teruskan...yang jelas ada pertanggung jawabannya. Saat kaum padri dan adat bertembung, kaum padri adalah ahli syariah dan mereka setuju untuk mempertahankan konsep ini.
 
salam,
M Arfie

 
Cell Phone: +60.17.2972991;
D/L : +60.3.23311198

NAS DIRMAN

unread,
Jul 22, 2008, 9:15:16 PM7/22/08
to musl...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum WW!
 
Dear Para sohib semua...
 
Ikutan dikit donk mumpung masih pagi.....masih jernih dan netral....he...he.....he.
 
1. HARTA PUSAKA TINGGI  VS  HARTA PUSAKA RENDAH
 
Pada hakikatnya kedua pengelompokan jenis harta ini tidak ada bedanya, HARTA PUSAKA TINGGI dimaksudkan dengan harta yang didapat/terkumpul oleh para nenek moyang kita karena mereka membuka dan mengolah suatu lahan baru (MANARUKO), sedangkan HARTA PUSAKA RENDAH adalah harta yang didapat/terkumpul oleh generasi berikutnya dari aktifitas mereka berdagang, melaut, jadi dokter, pegawai kantor dan sebagainya. Kalau kita perhatikan Generasi I mendapatkan semuanya itu melalui suatu proses yang terkesan HEROIK yaitu dengan membuka hutan dengan kondisi semula jadi, sedangkan Generasi II mendapatkan semuanya itu melalui proses sosialisasi dan interaksi dengan orang lain, secara substansi kedua-duanya sama-sama hasil kreasi dan daya cipta manusia saat itu. Jadi menurut saya untuk saat ini sudah TIDAK RELEVAN lagi pemisahan antara keduanya. Toh kedua-duanya juga akan sama-sama diwariskan kepada generasi ke III, IV, V dan seterusnya.
 
2. PEMBAGIAN WARISAN
 
Salah satu alasan kenapa almarhum Buya HAMKA pergi merantau adalah, karena beliau tidak nyaman dengan kondisi dan sistem waris di Minang Kabau. Walaupun Buya HAMKA begitu terkenal dinegeri serantau, tetapi dikampung halamannya sendiri Sumatera Barat beliau tidak begitu populer, karena apa yang beliau ajarkan tentang hukum waris menurut ISLAM ditentang habis oleh Alim-Ulama,Ninik Mamak dan Cerdik-Pandai di kampungnya sendiri, namun ketika beliau melakukan "FAITH ACCOMPLY" terhadap ADAT BASANDI SYARAK, SYARAK BASANDI KITABULLAH, semuanya bungkam dan hipokrit.
 
Namun ISLAM itu adalah agama yang maha sempurna, dengan berjalannya waktu terjadi penyesuaian-penyesuaian yang mengarah kepada penegakan aturan ISLAM secara KAFFAH. Saat ini terjadi pergeseran sedikit-demi sedikit, hal ini digerakkan oleh kaum muda yang sudah terdidik dan tawadduk. Caranya adalah, para orang tua disuruh dan diyakinkan oleh anak-anaknya yang baik tadi untuk membagi warisan sebelum mereka meninggal dengan cara yang Islami, lalu bagian harta yang sudah diterima oleh anak laki-laki yang besarnya 2X lipat anak perempuan tadi DIHIBAHKAN kembali kepada adik atau kakak perempuannya, akibatnya.....at the end tetap yang memiliki harta itu semuanya pihak perempuan. Kenapa hal ini bisa terjadi ? di Sumatera Barat itu ada satu pantun yang menjadi rujukan dan motivasi para pemuda, yaitu :
 
KARAKOK MADANG DIHULU
BABUAH BABUNGO BALUN
MARANTAU BUJANG DAHULU
DIKAMPUANG PAGUNO BALUN
 
Inilah pantun yang dijadikan dasar oleh para pemuda di Minang Kabau untuk pergi merantau, makanya orang Sumatera Barat terkenal sebagai bangsa perantau. Lalu apa korelasinya ??? Orang dikampung memandang siapapun yang pergi merantau, maka mereka harus berhasil, jangan pulang sebelum bisa menunjukkan keberhasilannya. Akibatnya apa ? kalau semua pemuda yang merantau tadi sudah berhasil, maka tentunya mereka tidak menuntut lagi bagian dari harta warisan tersebut. Itulah mungkin salah satu sebab kenapa perantau Minang terkenal sangat gigih. Kalau tidak berhasil bagaimana ??? sudah pasti tidak semuanya berhasil, banyak juga yang gagal pergi merantau dan pulang kembali ke kampung halaman. Lalu dibuatlah kesepakan baru dimana dia  diberikan kesempatan untuk mengolah harta warisan dan hasilnya dibagi dengan adik/kakak perempuannya. Hal ini diilhami pula oleh sebuah pantun seperti berikut :
 
KALUAK PAKU KACANG BALIMBIANG
TAMPURUANG LENGGANG LENGGOKKAN
DIBAOK URANG KA SARUASO
ANAK DIPANGKU KAMANAKAN DIBIMBIANG
URANG KAMPUANG DIPATENGGANGKAN
JAGO NAGARI JAN BINASO
 
Demikian lah sedikit sharing dari kami, mudah-mudahan ada manfaatnya.....syukran.
 
 
Wassalam
Konco Palangkin
 
 
 


> Date: Tue, 22 Jul 2008 09:30:18 -0700
> From: rov...@gmail.com
> To: Musl...@googlegroups.com
> Subject: [Muslim-KL] Re: Lebih jauh tentang "urang awak" --> Adat berdasarkan Syar'i, Syar'i berdasarkan Kitabullah????

Mezlul Arfie

unread,
Jul 22, 2008, 9:22:21 PM7/22/08
to Musl...@googlegroups.com
Sdr. Konco Palangkin,
 
kalau bisa pantunnya di terjemahkan ke bhs indonesia. maklum udah lama baso ndak dipagunoan lah lupo...
 
salam,
MA
 

Isra Ismail

unread,
Jul 22, 2008, 10:06:58 PM7/22/08
to Musl...@googlegroups.com
Biar saya bantu menterjemahkannya (mumpung masih bisa....)

KARAKOK MADANG DIHULU (kerakap madang di hulu)
BABUAH BABUNGO BALUN (belum berbuah dan berbunga)
MARANTAU BUJANG DAHULU (merantau si bujang dahulu)
DIKAMPUANG PAGUNO BALUN (karena di kampung belum berguna)

KALUAK PAKU KACANG BALIMBIANG (pucuk paku dan kacang belimbing)
TAMPURUANG LENGGANG LENGGOKKAN (tempurung dilenggak-lenggokkan)
DIBAOK URANG KA SARUASO (dibawa orang ke Saruaso)
ANAK DIPANGKU KAMANAKAN DIBIMBIANG (anak digendong, kemenakan dibimbing)
URANG KAMPUANG DIPATENGGANGKAN (perasaan orang kampung dijaga dengan tenggang rasa)
JAGO NAGARI JAN BINASO (negeri dijaga jangan sampai binasa/musnah).

Satu lagi: Konco Palangkin artinya sahabat/teman karib - berasal dari kata konco (sahabat/teman) dan palangkin (aspal - yang lengket) sehingga konco palangkin adalah teman yang lengket atau sangat akrab........

Isra - Rajo Mangkuto



2008/7/23 Mezlul Arfie <mezlul...@gmail.com>:

Nalom Syaifullah

unread,
Jul 22, 2008, 11:04:29 PM7/22/08
to Musl...@googlegroups.com
Pak Isra,
kalo "Rajo Mangkuto" arti nya apa.....

nalom


At 10:06 AM 7/23/2008, you wrote:
Biar saya bantu menterjemahkannya (mumpung masih bisa....)

KARAKOK MADANG DIHULU (kerakap madang di hulu)
BABUAH BABUNGO BALUN (belum berbuah dan berbunga)
MARANTAU BUJANG DAHULU (merantau si bujang dahulu)
DIKAMPUANG PAGUNO BALUN (karena di kampung belum berguna)

KALUAK PAKU KACANG BALIMBIANG (pucuk paku dan kacang belimbing)
TAMPURUANG LENGGANG LENGGOKKAN (tempurung dilenggak-lenggokkan)
DIBAOK URANG KA SARUASO (dibawa orang ke Saruaso)
ANAK DIPANGKU KAMANAKAN DIBIMBIANG (anak digendong, kemenakan dibimbing)
URANG KAMPUANG DIPATENGGANGKAN (perasaan orang kampung dijaga dengan tenggang rasa)
JAGO NAGARI JAN BINASO (negeri dijaga jangan sampai binasa/musnah).

Satu lagi: Konco Palangkin artinya sahabat/teman karib - berasal dari kata konco (sahabat/teman) dan palangkin (aspal - yang lengket) sehingga konco palangkin adalah teman yang lengket atau sangat akrab........

Isra - Rajo Mangkuto



2008/7/23 Mezlul Arfie <mezlul...@gmail.com >:

*********************************************************************************
Nalom Syaifullah                                   
Well Engineer                               
                                                     
Bokor Project Management Team
PCSB - Schlumberger

7th Floor West Wing Rohas Perkasa                         phone   : +60 3 2330 2113
No.8 Jalan Perak                                            Fax      : +60 3 2179 2832
50450 Kuala-Lumpur , Malaysia                              mobile   : +60 12 2746 907

na...@kuala-lumpur.oilfield.slb.com                         nalom_sy...@petronas.com.my                                           
*********************************************************************************

NAS DIRMAN

unread,
Jul 22, 2008, 11:58:39 PM7/22/08
to musl...@googlegroups.com
Ha....ha....ha.....hebat juga Pak Isra - Rajo Mangkuto, terima kasih atas bantuannya. Dalam susunan tata bahasa Indonesia tentang PANTUN, 2 atau 3 baris pertama namanya SAMPIRAN, sedangkan 2 atau 3 baris berikutnya namanya ISI. Sampiran biasanya tidak perlu diterjemahkan karena biasanya tidak ada maknanya dan lebih ditujukan agar pantun kedengarannya enak. Sedangkan isi biasanya bukan sekedar diterjemahkan / translate tetapi lebih diarahkan untuk DITAFSIRKAN, karena kandungan maknanya yang lebih dalam.
 
Jadi untuk pantun tersebut dapat saya tafsirkan sebagai berikut :
 
1. MARANTAU BUJANG DAHULU
    DIKAMPUANG PAGUNO BALUN
 
    Maknanya adalah bahwa semua pemuda di Minang Kabau didorong oleh para orang tua, ninik mamak maupun karib kerabatnya untuk pergi merantau keluar dari daerahnya, pergi kemanapun di penjuru dunia ini untuk menghasilkan taraf kehidupan yang lebih baik. Kalau mereka tetap dikampung maka mereka tidak akan bisa memaksimumkan potensinya mengingat keterbatasan sumber daya alam di Sumatera Barat (SCARCITY OF NATURAL RESOURCES). Yang mereka jual dirantau orang adalah kemampuan akal karena hanya itulah bekal mereka pergi merantau (INTELECTUAL RESOURCES). Makanya kalau kita lihat di ibukota negara, cukup banyak  PTS yang pemiliknya adalah orang Minang Kabau seperti Univ. Jayabaya, Univ. Borobudur, Y.A.I, dsb atau minimal mereka menjadi pemimpin di PTS-PTS yang lain entah itu semisal Dekan atau Rektor.  Tetapi bukan berarti semuanya memiliki intelektual yang baik, ada juga yang kurang baik dan lebih memilih menjadi PEDAGANG.
 
2. ANAK DIPANGKU KAMANAKAN DI BIMBIANG

   URANG KAMPUANG DIPATENGGANGKAN
   JAGO NAGARI JAN BINASO
 
   Maknanya adalah bahwa apabila kita telah berhasil, perlu ada skala prioritas yang adil dan berimbang yang harus dijalankan agar kehidupan yang harmonis bisa diwujudkan. Anak dan istri adalah prioritas pertama yang harus dilindungi dan diperjuangkan, selanjutnya barulah para keponakan diperhatikan. Apabila masih memungkinkan dalam artian Status Ekonominya cukup mapan maka jangan melupakan "URANG AWAK" dimanapun mereka berada, karena itulah wujud dari solidaritas dan kesetiakawanan. Dibalik semuanya itu janganlah sekali-kali melupakan negeri sendiri, walaupun kita sudah sukses dan berhasil dirantau orang, tetap jua lah memikirkan kampung halaman, entah itu dalam bentuk bantuan uang, pemikiran, ide-ide maupun do'a, karena dari ranah kampung itulah cikal bakal kesuksesan kita.....Wallahu'alam.
 
 
 
Wassalam
Konco Palangkin




Date: Wed, 23 Jul 2008 10:06:58 +0800
From: isra....@gmail.com

Isra Ismail

unread,
Jul 23, 2008, 12:04:28 AM7/23/08
to Musl...@googlegroups.com
Katanya sih.... raja bermahkota..... (padahal nggak punya euy...)


2008/7/23 Nalom Syaifullah <na...@kuala-lumpur.oilfield.slb.com>:

Mohammad Tasfin

unread,
Jul 23, 2008, 7:19:14 AM7/23/08
to Musl...@googlegroups.com
sinkretisme dengan budaya2 lokal memang terjadi mas.
yang saya penasaran...beda dengan suku-suku lainnya di indonesia... ya itu tadi klaim terhadap.. 'Adat berdasarkan syariah, syariah berdasarkan kitabullah'.

and cukup menarik kajian uda Mezlul...tentang dasar logis 'garis matrinial dan pembagian harta'... mungkin bisa ditelusuri lebih jauh?
and asal-usul pepatah "adat berdasarkan syariah, syariah berdasarkan kitabullah"

hayoo..hayoo..yang orang minang... ditunggu pendapatnya... :)

btw..mohon ma'af saya sendiri bukan dari minang...cuma dapet istri orang minang... :)



2008/7/23 Rovicky Dwi Putrohari <rov...@gmail.com>:
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages