Permentan Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian

0 views
Skip to first unread message

Cristoforo Kanoy

unread,
Aug 5, 2024, 12:43:24 AM8/5/24
to munvopecre
Peningkatanproduktivitas ternak sejalan dengan meningkatnya pengetahuan dan teknologi peternak yang berhubungan dengan budidaya ternak itu sendiri. Upaya yang dapat dilakukan adalah menngedukasi peternak melalui kegiatan penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan tingkat kinerja PPL Peternakan PNS di Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini merupakan penelitian survei kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah penyuluh berstatus Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Kuantan Singingi, sedangkan sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan purposive sampling, penyuluh peternakan yang diambil 3 orang perkecamatan sehingga total sampelnya sebanyak 45 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 91/Permentan/OT.140/9/2013 tentang Pedoman Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian. Data yang didapat dianalisis menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penyuluh berumur 38-45 tahun sebanyak 25 orang, masa kerja 6-10 tahun sebanyak 24 orang, jabatan fungsional penyuluh adalah trampil sebanyak 25 orang, berpendidikan sarjana sebanyak 37 orang yang mengikuti pendidikan non-formal sebanyak 15-25 kali sebanyak 23 orang. Rata-rata penyuluh membina sebanyak 2 desa sebanyak 24 orang, kelompok binaan penyuluh sebanyak 9-16 kelompok sebanyak 27 orang yang dikunjungi secara rutin kurang dari 5 kali sebanyak 28 orang. Kinerja penyuluh rata-rata baik mulai dari persiapan sebelum menyuluh, pelaksanaan penyuluhan, dan melakukan evaluasi setelah kegiatan penyuluhan selesai. Hal ini dibuktikan oleh nilai evaluasi sekitar 72,1 sehingga nilai prestasi kerjanya rata-rata 90,1 yang dikategorikan sangat baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah untuk dapat meningkatkan kinerjanya, penyuluh harus membuat dan menyediakan hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan penyuluhan seperti yang tertuang di dalam peraturan menteri pertanian tersebut

Arbi, M dan Sriati. 2017. Analisis kinerja penyuluh pertanian lapangan dalam program lembaga distribusi pangan masyarakat di Kecamatan Makarti Jaya Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. JP [Internet]. [diunduh 2018 Mei 19]; 13(2):125-135. Tersedia pada:


Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian. 2015. Pedoman Teknis Pemberdayaan Kelompoktani di Lokasi Sentra Pangan Tahun 2016 [Internet]. [diunduh pada 2018 Mei 24]. Tersedia pada: -teknis-pemberdayaan-kelompoktani-di-lokasi-sentra-pangan-tahun-2016


Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian. 2015. Petunjuk Pelaksanaan Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani Tahun 2016 [Internet]. [diunduh pada 2018 Mei 23]. Tersedia pada: -pelaksanaan penumbuhan-dan-pengembangan-kelembagaan-ekonomi-petani-tahun-2016


Badan Restorasi Gambut Kabupaten Kuantan Singingi. 2016. Peta restorasi gambut di Provinsi Riau [Internet]. [diunduh pada 2019 Januari 20]. Tersedia pada: -content/uploads/2017/03/BRG_Peta-Restorasi-Riau.pdf


Bahua, M.I. 2010. Faktor-faktor yang Memengaruhi Kinerja Penyuluh Pertanian dan Dampaknya pada Perilaku Petani Jagung di Provinsi Gorontalo [disertasi]. Bogor (ID): Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.


Haryadi., A.B. Fuad, dan S.A. Wahab. 2001. Pengaruh motivasi terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Musi Banyuasin [Internet]. [diunduh pada 2018 Juni 25]. Tersedia pada: =v&q=cache: 7AGKyuSl1FsJ:ppsub.ub.ac. id/perpustakaan/abstraksi/tesis/


[Kementan] Kementerian Pertanian. 2009. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian [Internet]. [diunduh 2018 Mei 17]. Tersedia pada: kab.go.id/


Marliati., Sumardjo., P.S. Asngari., P. Tjitropranoto, dan A. Saefuddin. 2008. Faktor-faktor penentu peningkatan kinerja penyuluh pertanian dalam memberdayakan petani (Kasus di Kabupaten Kampar Provinsi Riau). J. Penyuluhan [Internet]. [diunduh 2018 Feb 14]; 4(2):92-99. Tersedia pada:


[Permentan] Peraturan Menteri Pertanian. 2012. Pedoman Pembinaan dan Pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air [Internet]. [diunduh pada 2018 Mei 24]. Tersedia pada: -BT-PERMENTAN-79-2012%2520%26%2520LAMP.pdf.


[Permentan] Peraturan Menteri Pertanian. 2013. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 91 Tahun 2013 tentang Pedoman Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian [Internet]. [diunduh pada 2018 Mei 15]. Tersedia pada: -2013%2520Evaluasi%2520Kinerja2520Penyuluh%2520Pertanian.pdf.


[Permentan] Peraturan Menteri Pertanian. 2016. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 47/Permentan/SM.010/9/2016 tentang Pedoman Penyusunan Programa Penyuluh Pertanian [Internet]. [diunduh pada 2018 Mei 19]. Tersedia pada: -47-tahun-2016-tentang-pedoman-penyusunan-programa-penyuluhanpertanian.pdf.


[Permentan] Peraturan Menteri Pertanian. 2016. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 67/Permentan/SM.050/12/2016 tentang Pembinaan Kelembagaan Petani [Internet]. [diunduh pada 2018 Mei 19]. Tersedia pada:


Pramono, H. 2017. Kompetensi dan kinerja penyuluh tenaga harian lepas tenaga bantu penyuluh pertanian di Kabupaten Garut, Jawa Barat [tesis]. Bogor (ID): Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.


Subagio, H. 2008. Peran kapasitas petani dalam mewujudkan keberhasilan usahatani: Kasus petani sayuran dan padi di Kabupaten Malang dan Pasuruan Provinsi Jawa Timur [Internet]. [diunduh pada 2018 Mei 23]. Tersedia pada:


Sumardjo. 2010. Penyuluhan menuju pengembangan kapital manusia dan kapital sosial dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Orasi Ilmiah Guru Besar dalam Rangka Dies Natalis IPB ke-47. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.


Windirah, N dan N.N. Arianti. 2013. Identifikasi potensi wilayah untuk pengembangan ekonomi masyarakat sekitar kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) [Internet]. [diunduh pada 2018 Mei 15]. Tersedia pada:


Penyuluh pertanian sangat penting untuk mendorong dan menggerakkan petani dalam melakukan usahataninya agar lebih efisien dan efektif serta membangun dan menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pentingnya peranan penyuluh menyebabkan penyuluh pertanian mendapatkan perhatian lebih seperti adanya Peraturan Menteri Pertanian Nomor 91/Permentan/OT.140/9/2013 tentang Pedoman Evaluasi Kinerja Penyuluh. Kinerja penyuluh pertanian terkait erat dengan peran penyuluh pertanian dalam mengimplementasikan program-program penyuluhan yang dapat merubah perilaku petani kearah yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kinerja penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Balongpanggang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode sensus sebanyak 7 penyuluh. Metode pengukuran menggunakan Standar Nilai Prestasi Kerja (NPK) untuk mengetahui kinerja penyuluh. Hasil penelitian menunjukkan kinerja penyuluh pertanian BPP Balongpanggang berada pada kategori cukup. Belum optimalnya kinerja penyuluh tersebut dikarenakan rendahnya pelaksanaan penyuluhan dalam bentuk demontrasi, temu-temu dan metode dalam bentuk kursus serta rendahnya penumbuhan dan pengembangan kelembagaan ekonomi petani dalam aspek jumlah dan kualitas.


Jurnal Pertanian Cemara allows readers to read, download, copy, distribute, print, search, or link to the full texts of its articles and allow readers to use them for any other lawful purpose. The journal allows the author(s) to hold the copyright without restrictions. Finally, the journal allows the author(s) to retain publishing rights without restrictions.


Arifin, Miftakhul. 2015. Analisis Tingkat Kepuasan Petani Terhadap Kinerja Pelayanan Penyuluh Pertanian (Studi Kasus di BP3K Kalibawang, Kab. Kulon Progo, DI Yogyakarta). Agrica Ekstensia Vol.9 No.1, 40-49


Fachreza, Said Musnadi, M. Shabri Abd Majid. 2018. Pengaruh motivasi kerja, Lingkungan kerja, Dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan dan dampaknya pada kinerja Bank Aceh Syariah Di Kota Banda Aceh. Jurnal Magister Manajemen Vol 2. No. 1, 117.


Narti Sri. 2015. Hubungan karakteristik petani dengan efektivitas komunikasi penyuluhan pertanian dalam program SL-PTT (Kasus kelompok tani di Kecamatan Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara). Jurnal Professional Vol. 2 No 2, 41.


Rangkuti Khairunisa, Mailina Harahap, Wien Rezeki. 2018. Peran Penyuluh Pertanian dalam Pengembangan Kelompok Tani Tanaman Kopi (Caffea) (Studi Kasus: di Desa Jongok Raya Kec. Bandar Kab. Bener Meriah). Jurnal Agribisnis Fakultas Pertanian UMSU-Medan Vol. 01 No. 02, 128


Wahyudi Soleh, Ramadhani Kurnia Adhi.. 2019. Efektifitas Pelatihan Dasar Fungisional Penyuluh Pertanian Ahli di Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang Tahun 2018. Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia, Vol 4 (1), 17-22.


Pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian di daerah lahan kering memiliki tantangan lebih dibandingkan di area lahan sawah, mengingat karakteristik dan kondisi lahan kering yang membutuhkan perlakuan secara khusus. Pendampingan penyuluh dibutuhkan untuk membantu petani dalam mengelola usaha taninya dan melakukan adaptasi terhadap kondisi kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja penyuluh pertanian dan menganalisis faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan penyuluhan. Metode dasar dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif dan studi kasus. Model evaluasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah model evaluasi sumatif. Penentuan lokasi penelitian dipilih secara purposive, informan dipilih secara purposive sampling dan snowball sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam (indepth interview), observasi partisipatif moderat, serta pencatatan dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan redukasi data, penyajian data, interpretasi data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data yang digunakan yaitu triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja penyuluh pertanian belum memenuhi seluruh indikator keberhasilan kinerja penyuluh pertanian yang tertuang dalam Permentan No. 91 Tahun 2013. Penyelenggaraan penyuluhan yang ada juga masih ditemui beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya permasalahan baik dari dalam maupun luar kinerja penyuluh yang menghambat pelaksanaan penyelenggaraan penyuluhan dan kurang optimalnya kinerja penyuluh. Penyelenggaraan penyuluhan belum terlaksana secara optimal, sehingga diperlukan evaluasi untuk memperbaiki kinerja penyuluh dan meminimalisir permasalahan yang ada.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages