Resume ' Share and Solution Forum " (SSF) Getting Rich thru Agriculture

1 view
Skip to first unread message

munas.ha.ipb

unread,
Jun 5, 2013, 4:14:35 AM6/5/13
to munas-ha...@googlegroups.com, abm...@yahoo.com
Dear all

Berikut "Resume' acara SSF di Gedung Bulog 22 Mei 2013

RESUME

1.       Share bidang pertanian terhadap GDP akhir-akhir ini mulai menurun, namun peningkatan share dari bidang lainnya sebagian besar merupakan kegiatan pengolahan atau proses lanjutan dari produk hasil dari pertanian atau merupakan suatu proses added value terhadap hasil pertanian itu sendiri.

2.       Perkembangan pertanian saat ini mengarah pada product diversification dan bukan lagi dari staple food. Tingkat kualitas produk yang diinginkan konsumer saat ini, tidak hanya sekedar kualitas medium namun telah mencapai tingkatan super atau premium, dan terdapat segmen konsumen yang memiliki high preferency seperti ini.

3.       Peningkatan demand konsumen, baik pada kuantitas maupun kualitas terhadap produk pertanian, hingga kini belum dapat menjadikan produsen menjadi kaya melalui pertanian. Petani hanya menikmati 18%, sedangkan 82% masih terdapat pada marketing bill.

4.       Peningkatan (kesejahteraan) melalui pertanian tidak akan terwujud bila hanya fokus pada salah satu sektor saja. Diperlukan kerjasama ABGC, Academic Bussiness Government Civil-Society.

5.       Penggunaan teknologi merupakan faktor penting yang menjadi accelerator peningkatan produksi. Termasuk diantaranya adalah rekayasa genetik.

6.       Fokus pertanian ke depan, bukan hanya pada peningkatan atau perhatian pada sisi produksi, tetapi telah beralih pada preferensi dari konsumen. Perhatian lebih besar diperlukan pada sisi konsumsi (demand) yang semakin menuju ke demand on quality. Jargon lama, “jual apa yang diproduksi (ditanam)”, akan tergantikan oleh “tanam apa yang bisa (laku) dijual”.

7.       Kendala klasik yang masih dihadapi oleh pertanian adalah akses terhadap perbankan yang masih sulit. Diantaranya karena high risk-nya produk pertanian. Untuk mengatasi hal ini diperlukan capacity building. Misalnya, melalui kemitraan.

8.       Akses yang sulit terhadap perbankan atau lembaga keuangan (formal), masih tetap dialami oleh petani skala kecil, berbeda dengan perusahaan yang bergerak dibidang pertanian yang memiliki skala ekonomi yang besar ataupun tanaman pertanian perkebunan.

9.       Pengusaha di bidang pertanian harus memiliki passion, agar tetap mampu konsisten.

10.   Faktor yang juga membedakan dengan perusahaan besar atau multinasional yang bergerak dalam usaha pertanian adalah jaringan distribusi, karena untuk hal tersebut masih dibutuhkan biaya yang tinggi dan investasi yang tidak sedikit.

11.   Getting rich thru agriculture, tidak hanya bermakna sempit yaitu dengan usaha di bidang pertanian melalui menanam saja. Tetapi dapat pula berusaha pada sarana produksi atau faktor pendukung pertanian. Misalnya pupuk, pestisida. Bahkan dimungkinkan pada sumber daya yang sangat dibutuhkan oleh pertanian itu sendiri seperti air.

12.   Kendala yang dihadapi dalam berusaha di bidang faktor pendukung pertanian tersebut, adalah pada permodalan dan perijinan yang tidak mudah.

13.   Perlu dukungan pemerintah pada farming estate.

14.   Produk pertanian Indonesia memiliki kualitas tidak kalah dengan produk luar. Hambatan bagi produk pertanian lokal untuk dapat bersaing di pasar internasional (pasar ekspor) adalah pada peraturan perdagangan luar negeri yang banyak diberlakukan oleh negara importir produk pertanian. Diantaranya seperti eco labelling, source of origin, sanitary and phytosanitary (SPS) dan lainnya.

15.   Pasar domestik bagi produk pertanian lokal sendiri mengalami ancaman dengan masuknya produk impor. Perlunya attribute dan diversifikasi produk pertanian lokal agar dapat bersaing dengan produk pertanian impor, yang mana akan menjadi trademark sendiri dan pembeda dengan produk pertanian sejenis.

16.   Sejak tahun 2011, telah berjalan program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporasi (GP3K). Program ini bertujuan untuk membimbing, mengawal, menyediakan, dan memfasilitasi kegiatan produksi pangan. Petani produsen akan membayar kemudian melalui hasil panennya.

17.   Upaya lainnya adalah melalui cluster agribusiness. Dimana distributor penyalur pupuk, juga kemudian akan menjadi penyalur benih, mendirikan rice mill dan bahkan mendirikan pabrik pupuk organik.

18.   Pasar domestik untuk produk perikanan juga masih sangat besar, dan memiliki potensi yang sangat besar untuk getting rich thru agriculture melalui perikanan.

19.   Dalam bidang kehutanan, teknologi berperan amat penting serta perlu bermitra dengan masyarakat karena tidak akan berjalan dengan baik bila hanya berupaya sendiri. Membangun hutan adalah membangun peradaban.

20.   Tujuan setelah kaya (getting rich thru agriculture) adalah mulia (honourable). Alumni di masa datang akan memerlukan “kompartemen”, seperti misalnya grand council pada pemerintahan yang memiliki pressure power. Untuk itu, diantaranya juga perlunya divisi advokasi.

21.   Trend perubahan saat ini adalah pada arah demand. Pelaku pertanian harus aware terhadap pergeseran dari preferensi dan kebutuhan pasar atau konsumen.

22.   Pertanian kedepannya harus menjadi trend setter. Berbagai media, diantaranya melalui novel atau film, harus mampu ‘menggugah’ pemikiran ataupun gaya hidup (life style) masyarakat terhadap pertanian.

23.   Teknologi untuk peningkatan produktivitas saat ini telah tersedia.

24.   Menjadi kaya melalui pertanian, perlu melewati tahapan yaitu menjadi pelaku usaha dan kemudian akan menjadi pemilik (owner) yang merupakan suatu proses tersendiri. Pelaku usaha perlu karakter, interpersonal dan intrapersonal serta manajemen bisnis.

25.   Dalam bidang kehutanan, agar menjadi kaya perlu untuk bersama atau melibatkan masyarakat. Hal lain yang juga diperlukan adalah : (1) menggunakan bibit terbaik; (2) memiliki kendali sosial; dan (3) melalui sistem budidaya.

26.   Diperkirakan akan terdapat pasar supply senilai 360 Trilyun rupiah yang harus dipenuhi kedepannya. Perubahan merupakan hal yang diperlukan agar dapat bersaing, melakukan inovasi dengan berdasarkan pada perubahan demand.

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages