Pak
Sir Made,
Berarti tinggal tambahi 15 menit dah sampai
Singapure.
Ini,
pak Habiebie mau bikin jembatan Batuampar ke Spore, cuman 18
kilometer.
Salam
Stk
02 April 2007
Batam-Singapura Hanya 15 Menit
* Wacana
jembatan Batam-Singapura.
* Hubungkan Batuampar dengan Bangi
Batam, Tribun
- Mantan Presiden RI BJ Habibie kembali melontarkan soal
rencana pembangunan
jembatan yang menghubungkan Pulau Batam dengan
Singapura. Hal itu diucapkan
mantan Ketua Otorita Batam itu saat menjadi
pembicara dalam acara "Summit
Meeting HIPMI" di Hotel Melia Panorama,
Kamis (29/3).
Mantan
Menristek ini mengungkapkan wacana perlunya pembangunan jembatan
yang
menghubungkan Batam-Singapura. Alasannya cukup sederhana, yakni
demi memacu
perkembangan dan pertumbuhan perekonomian di Batam. Prinsip
dasarnya, jika
sebuah kawasan memiliki akses semakin dekat dengan
kawasan maju, tentu
kawasan yang tidak maju bakal semakin terkena imbas
positif.
Lontaran
Habibie tersebut, rupanya bukan ide baru. Menurut Asisten
Ekonomi dan
Pembangunan Pemerintah Kota Batam, Syamsul Bahrum, ide
pembuatan jembatan itu
sudah ada sejak satu tahun lalu. "Studi teknis
sudah kita jalankan sehingga
data teknis pun sebenarnya sudah kita
dapatkan," ujar Syamsul, kepada Tribun,
Minggu (1/4).
Data teknis yang dimaksud dimulai dari besaran panjang,
tinggi sampai
nilai investasi yang dibutuhkan. Data yang diperoleh Tribun
menyebutkan,
panjang jembatan yang akan dibuat 18 kilometer yang terdiri
dari
masing-masing 1,5 km di masing-masing ujung sebagai awalan dan
jalan
beraspal model tol sepanjang 15 km. Nantinya, bila jembatan ini
sudah
terealisasi, waktu tempuh Batam-Singapura hanya 15 menit.
Model
jembatan yang dipilih adalah suspension cabel bridge system yang
diperkirakan
sangat tepat. Agar tidak mengganggu jalur pelayaran, tinggi
jembatan yang
dibangun adalah 100 meter dari permukaan laut dengan
konstruksi pada
masing-masing suspensi dengan superbaja.
"Jadi jembatannya nanti
bersifat elastis, karena memperhatikan sisi
kecepatan dan arah angin," tegas
Syamsul.
Menurut rencana, pembangunan jalur jembatan Batam-Singapura
akan
menghubungkan titik terdekat kedua wilayah, yakni dari kawasan
Batuampar
Batam dan pelabuhan peti kemas Bangi di Singapura.
Syamsul
menambahkan, pembangunan jembatan tersebut bakal memiliki efek
positif bagi
pengembangan Batam di masa datang. Program ini memang
berjangka panjang.
"Namun percayalah nilai positifnya bakal diterima
masyarakat Batam jika
benar-benar terealisir," ujar Syamsul, yang
menyebut anggaran sebesar Rp 40
triliun bisa diperoleh dari sharing
antara kedua negara.
Rancangan
pembangunan jembatan yang membuat jarak Batam-Singapura hanya
15 menit ini
ditanggapi sangat positif oleh Pengamat Ekonomi Batam,
Riginoto Wijaya.
Kepada Tribun, Minggu (1/4), dosen Universitas
Internasional Batam (UIB), ini
menyebut langkah tersebut sangat
menguntungkan bagi Batam.
"Dari segi
apapun pembangunan tersebut akan memiliki manfaat sangat
besar, tidak hanya
di bidang ekonomi saja namun juga di bidang lain
seperti pariwisata dan
transfer teknologi," tegas Riginoto.
ia menganalisa dari sisi kajian
perekonomian. Jika jembatan
Batam-Singapura benar-benar terwujud, Batam bakal
semakin berkembang
karena arus transportasi darat dirasa bakal lebih
menguntungkan karena
akses kecepatannya lebih terjamin dan bisa dihitung
dengan waktu yang
relatif tepat waktu.
Interkoneksi para pengusaha
juga bakal terjadi, akibatnya tentu ekspansi
bisnis kedua wilayah semakin
tinggi, kadar transaksi semakin meningkat
dan influensi terhadap itu semua
adalah pertumbuhan tingkat perekonomian
bagi Batam. "Selain tentu adanya
akses informasi yang lebih cepat,"
sebut Riginoto.
Kesempatan semakin
terbuka tatkala iklim investasi di Singapura bakal
semakin jenuh, sehingga
Batam bakal terkena "berkah" tersendiri.
Syaratnya hanya satu, yakni Batam
bisa bersifat terbuka bagi
perkembangan apapun terutama akses teknologi dan
pariwisata. "Dan impian
untuk semakin mewujudkan Batam sebagai kota yang
bakal mengejar
Singapura bisa terus berjalan," sebut Riginoto.(bud)