Frekuensi Bab Bayi Baru Lahir Idai

1 view
Skip to first unread message

Sanny Olafeso

unread,
Jul 26, 2024, 12:19:52 AM7/26/24
to Mozart Users

ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. ASI akan mencegah malnutrisi karena ASI mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan bayi dengan tepat, mudah digunakan secara efisien oleh tubuh bayi dan melindungi bayi terhadap infeksi. Kira-kira selama tahun pertama kehidupannya, sistem kekebalan bayi belum sepenuhnya berkembang dan tidak bisa melawan infeksi seperti halnya anak yang lebih besar atau orang dewasa, oleh karena itu zat kekebalan yang terkandung dalam ASI sangat berguna.

Komposisi ASI tidak selalu sama, disesuaikan dengan kebutuhan bayi setiap saat. Komposisi ASI akan bervariasi tergantung usia bayi, sehingga ada yang disebut kolostrum, ASI peralihan, dan ASI matur. Komposisi ASI juga bervariasi dari awal hingga akhir menyusui. Foremilk (ASI awal) adalah ASI yang bening yang diproduksi pada awal penyusuan. Foremilk banyak mengandung laktosa dan protein. Hindmilk (ASI akhir) adalah ASI yang lebih putih pekat, diproduksi pada akhir penyusuan. Hindmilk banyak mengandung lemak yang sangat diperlukan sebagai sumber tenaga dan pembentukan otak.

Pertumbuhan bayi yang mendapat ASI berbeda dengan yang mendapatkan susu formula. Sampai saat ini masih banyak kurva(grafik) pertumbuhan yang menggunakan kurva NCHS/CDC. Kurva ini mengacu pada pertumbuhan bayi yang sebagian besar mempergunakan susu formula, sehingga bayi yang mendapat ASI seolah-olah mengalami hambatan pertumbuhan mulai usia 4-12 bulan, walaupun pada tahun kedua terjadi sedikit percepatan pertumbuhan. Pada tahun 2005 WHO mengeluarkan kurva pertumbuhan berdasarkan bayi yang mendapat ASI. Dengan kurva yang baru ini diharapkan penilaian kecukupan ASI dan pertumbuhan bayi yang mendapat ASI eksklusif akan menjadi lebih obyektif.

Dalam topik ini akan dibahas tentang kandungan dan komposisi ASI, volume ASI dan kecukupan ASI bagi bayi, serta menilai pertumbuhan bayi yang mendapat ASI eksklusif. Dengan demikian dapat dijelaskan peran ASI dalam mencegah malnutrisi.

ASI merupakan larutan kompleks yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein. Karbohidrat utama dalam ASI adalah laktosa. Di dalam usus halus laktosa akan dipecah menjadi glukosa dan galaktosa oleh enzim laktase. Produksi enzim laktase pada usus halus bayi kadang-kadang belum mencukupi, untungnya laktase terdapat dalam ASI. Sebagian laktosa akan masuk ke usus besar, dimana laktosa ini akan difermentasi oleh flora usus (bakteri baik pada usus) yaitu laktobasili. Bakteri ini akan menciptakan keadaan asam dalam usus yang akan menekan pertumbuhan kuman patogen (kuman yang menyebabkan penyakit) pada usus dan meningkatkan absorpsi (penyerapan) kalsium dan fosfor.

Kurang lebih 50% energi yang terkandung pada ASI berasal dari lemak, atau kurang lebih terdapat 40 gram lemak dalam 1 liter ASI (40 g/L). Lemak dalam ASI ada dalam bentuk butiran lemak yang absorpsinya ditingkatkan oleh BSSL (bile salt-stimulated lipase). Asam lemak yang terkandung pada ASI kaya akan asam palmitat, asam oleat, asam linoleat dan asam alfa linolenat. Trigliserida adalah bentuk lemak utama pada ASI, dengan kandungan antara 97% - 98%. ASI sangat kaya asam lemak esensial yaitu asam lemak yang tidak bisa diproduksi tubuh tetapi sangat diperlukan untuk pertumbuhan otak. Asam lemak esensial tersebut adalah asam linoleat 8-17%, asam linolenat 0,5-1,0%, dan derivatnya yaitu asam arakidonat (AA) 0,5-0,7% dan asam dokosaheksanoat (DHA) 0,2-0,5%.

Lemak pada ASI didapatkan pada hindmilk (susu akhir). Bayi mendapatkan kebutuhan energinya sebagian besar dari lemak. Karena itu penting sekali untuk membiarkan bayi menyusu pada satu payudara sampai habis dan baru dipindahkan ke payudara satunya apabila bayi masih menginginkannya. Menghentikan bayi yang sedang menyusu akan mengurangi lemak yang didapatkan, dengan demikian bayi tidak mendapat cukup energi. Selain itu menghentikan bayi yang menyusu bisa menyebabkan hipergalaktia. Kejadian hipergalaktia bisa muncul karena ibu memberikan ASI dalam waktu sebentar (5-10 menit) pada satu sisi dan kemudian pindah ke payudara lain. Akibatnya pengosongan payudara tidak optimal dan bayi mendapat sejumlah besar foremilk yang banyak mengandung laktosa dan sedikit hindmilk yang banyak mengandung lemak. Akibat lain hipergalaktia adalah timbulnya malabsorpsi (gangguan pencernaan), pembentukan gas yang berlebihan sehingga bayi kembung, dan terjadinya gagal tumbuh pada bayi karena bayi hanya mendapatkan sedikit lemak.

Kandungan protein dalam ASI dalam bentuk whey 70% dan kasein 30%, dengan variasi komposisi whey : kasein adalah 90:10 pada hari ke-4 sampai 10 setelah melahirkan, 60:40 pada ASI matur (hari ke-11 sampai 240) dan 50:50 setelah hari ke-240. Pada susu sapi perbandingan whey : kasein adalah 18:82. Protein whey tahan terhadap suasana asam dan lebih mudah diserap sehingga akan mempercepat pengosongan lambung. Selain itu protein whey mempunyai fraksi asam amino fenilalanin, tirosin, dan metionin dalam jumlah lebih rendah dibanding kasein, tetapi dengan kadar taurin lebih tinggi. Komponen utama protein whey ASI adalah alfa-laktalbumin, sedangkan protein whey pada susu sapi adalah beta-laktoglobulin. Laktoferin, lisozim, dan sIgA adalah merupakan bagian dari protein whey yang berperan dalam pertahanan tubuh.

Setelah melahirkan seorang ibu memerlukan ketrampilan khusus untuk merawat bayinya, memberikan ASI dengan secara benar baik pelekatan (attachment) maupun posisinya. Pada umumnya ibu akan trampil dan menyusui menjadi mantap setelah beberapa hari sampai minggu. Produksi ASI akan meningkat segera setelah lahir sampai usia 4 sampai 6 minggu dan setelah itu produksinya akan menetap. Produksi ASI pada hari pertama dan kedua sangat sedikit tetapi akan meningkat menjadi 500 mL pada hari ke-5, 600 sampai 690 mL pada minggu kedua, dan kurang lebih 750 mL pada bulan ke-3 sampai ke-5. Produksi ASI ini akan menyesuaikan kebutuhan bayi (on demand). Jika saat itu bayi mendapat tambahan makanan dari luar (misalnya susu formula), maka kebutuhan bayi akan ASI berkurang dan berakibat produksi ASI akan turun. ASI sebanyak 750-1000 mL/ hari menghasilkan energi 500-700 kkal/hari, yaitu setara dengan energi yang diperlukan bayi dengan berat badan 5-6 kg.

Produksi ASI akan menyesuaikan kebutuhan bayi, oleh karenanya sangat dianjurkan untuk menyusui secara on-demand, artinya sesuai dengan keinginan bayi. Suatu penelitian di Rusia dengan memberikan 4 perlakuan berbeda pada bayi baru lahir. Kelompok I bayi dilakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) 25-120 menit setelah lahir dan skin-to-skin contact, bayi tidak memakai baju, dan setelah itu dilakukan rawat gabung, bayi dan ibu dalam 1 kamar sehingga bayi menyusui on-demand. Kelompok II dilakukan IMD 25-120 menit setelah melahirkan tetapi bayi sudah dibungkus selimut sesuai kebiasaan tradisional di usia, selanjutnya dilakukan rawat gabung. Kelompok III tidak dilakukan IMD dan tidak dilakukan rawat gabung. Kelompok IV tidak dilakukan IMD tetapi dilakukan rawat gabung. Tampak bahwa rerata volume ASI terbanyak adalah pada kelompok IMD skin-to-skin contact dan dilakukan rawat gabung sehingga bayi dapat menyusu on-demand. Rerata volume ASI adalah 300 ml/hari pada multipara (ibu yang melahirkan kedua kali atau lebih) dan 250 ml untuk primipara (ibu yang melahirkan pertama kali). Sedangkan kelompok III yang tidak dilakukan IMD dan rawat gabung mempunyai volume yang paling sedikit.

Untuk mencegah malnutrisi seorang ibu harus mengetahui tanda kecukupan ASI, terutama pada bulan pertama. Setelah bulan pertama tanda kecukupan ASI lebih tergambar melalui perubahan berat badan bayi. Tanda bahwa bayi mendapat cukup ASI adalah :

Perilaku bayi menyusu tidak dapat dijadikan patokan bahwa bayi mendapat cukup ASI. Beberapa bayi menyusu dengan cepat, tetapi bayi lain menyusu dengan diselingi istirahat/ tidur. Cara menyusu bayi seperti di bawah ini semuanya normal:

Sindrom ASI kurang jarang terjadi. Hanya 5% ibu yang betulbetul mengalami sindrom ASI kurang yang umumnya karena kelainan anatomis payudara, seperti hipoplasia payudara (payudara tidak berkembang). Penyebab lainnya adalah radiasi pada kanker payudara dan operasi pada payudara. Sedangkan penyebab ASI kurang yang lain biasanya disebabkan karena proses menyusui yang tidak benar, misalnya engorgement (bengkak) pada payudara. Akibat dari engorgement adalah pengeluaran zat penghambat kimiawi yang akan menekan produksi ASI.

Penyebab lain adalah puting lecet yang seringkali disebabkan karena pelekatan bayi pada payudara ibu yang salah. Penggunaan dot/ kempeng akan menyebabkan bayi bingung puting dan menyebabkan pelekatan yang salah. Ibu yang mengalami puting lecet akan kesakitan sehingga frekuensi menyusui akan berkurang. Akibatnya masih banyak ASI yang tersisa (residu), dan selanjutnya seperti mekanisme di atas maka produksi ASI akan berkurang. Rasa sakit sendiri akan menekan keluarnya hormon prolaktin yang juga akan menurunkan produksi ASI. Ibu yang terpisah dari bayinya, misalnya karena ibu bekerja, sering bepergian, atau sakit dan dirawat di Rumah Sakit akan menyebabkan frekuensi menyusui berkurang, maka pengosongan payudara juga berkurang dan berakibat produksi ASI juga berkurang. Bayi prematur, bayi berat lahir rendah (BBLR), bayi sakit kelainan anatomis rongga mulut seperti ankiloglosia, mikrognatia, dan sumbing, bayi dengan infeksi berat, gangguan pernafasan seperti asfiksia, penyakit jantung bawaan adalah penyebab lain sindrom ASI kurang.

Sindrom ASI kurang bisa dicegah dan diatasi apabila tandatanda kekurangan sekunder ini dapat dikenali secara dini dan penyebabnya diketahui. Sebagian besar penyebab dapat diatasi dengan memberikan bantuan praktis pada ibu untuk membetulkan pelekatan bayi pada puting payudara ibu dan posisi menyusu bayi. Apabila tidak diatasi hal ini akan menyebabkan asupan ASI kurang sehingga terjadi malnutrisi pada bayi.

Bayi yang mendapat ASI eksklusif akan kembali ke berat lahir paling tidak pada usia 2 minggu, dan tumbuh sesuai atau bahkan di atas grafik sampai usia 3 bulan Penurunan berat badan bayi selama 2 minggu pertama kehidupan tidak boleh melebihi 10%. Bayi yang lahir dengan berat rendah lebih lambat kembali ke berat lahir dibandingkan bayi dengan berat lahir normal, yang dapat lebih jelas diikuti dengan kurva Dancis.

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages