Re: Pendekar Sendang Drajat.pdfl

0 views
Skip to first unread message
Message has been deleted

Germana Layng

unread,
Jul 17, 2024, 9:25:46 PM7/17/24
to mmerirjesge

IKM dalah data dan informasi tentang tingkat kepuasaan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran secara kuantitatif dan kualitatif atas pendapat masyarakat dalam memperoleh pelayanan dari aparatur penyelenggara pelayanan publik. Yaitu dengan membandingkan antara harapan dan kebutuhannya.

Pendekar Sendang Drajat.pdfl


Download ===== https://lpoms.com/2yMRnU



Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, setiap penyelenggara pelayanan publik, baik yang memberikan pelayanan kepada masyarakat secara langsung maupun tidak langsung wajib menyusun, menetapkan, dan menerapkan standar pelayanan untuk setiap jenis pelayanan sebagai tolak ukur dalam penyelenggaraan pelayanan di lingkungan masing- masing. Hasil dari survei ini digunakan sebagai acuan dalam perbaikan kualitas layanan publik. (*)

Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPUPR Kota Madiun Dwi Setyo Nugroho mengungkapkan, pengerukan sedimen itu dilakukan bertujuan agar aliran air lancar. Pun tidak tersumbat dengan tebalnya sedimen.

Agus menjelaskan, pekerjaan pengecoran jalan itu tetap bisa berlanjut tanpa terpengaruh aturan penghentian pekerjaan fisik yang berkaitan dengan arus lalu lintas mudik lebaran. Sebab, lokasi pengerjaannya bukan di jalur mudik.

Adapun lima titik pengecoran jalan itu masing-masing di Jalan Kucur, jalan menuju arah sendang Kuncen, Jalan Wuni, Jalan Letkol Suwarno 2, dan Jalan Larasati. Agus menyebut lokasi yang telah selesai di Jalan Jalan Kucur, dan jalan menuju arah arah sendang Kuncen. Sementara tiga pekerjaan sisanya ditarget mulai bulan ini.

Saluran di sisi selatan stadion, tengah dilakukan pembongkaran untuk diganti yang lebih lebar. Kabid Bina Marga DPUPR Kota Madiun, Agus Tri Sukamto menyebut, paket proyek itu masuk pekerjaan pemeliharaan jalan paket dua, gabung dengan pekerjaan pengaspalan.

Perbaikan trotoar ini bukan pelebaran seperti di jalan jantung kota. Namun, perbaikan di jalan-jalan kecil. Karena itu, anggarannya juga tidak besar. Anggaran masing-masing titik di bawah Rp 200 juta. Karenanya, menggunakan sistem penunjukan langsung.

Sebab, terdapat perubahan regulasi terkait dokumen kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang (KKPR) dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Sementara itu, sesuai detail engineering design (DED) yang diusulkan diketahui bahwa panjang ruas JRRT sekitar 9,7 kilometer dengan lebar 25 meter. Mulai dari pintu masuk dekat terminal cargo hingga Demangan, Taman.

Adapun kantor baru yang diberi nama Tatag Trawang Tungga merupakan hibah rehabilitasi dari Pemkot Madiun. Gedung tiga lantai tersebut akan dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Khususnya, Logistik, Satreskrim dan Satres Narkoba.

Lebih lanjut, walikota berharap dengan gedung baru itu, pelayanan ke depan semakin optimal. Pun peningkatan pelayanan di Polresta ini bisa semakin mendukung visi misi Kota Madiun untuk menjadi kota yang maju dan mendunia.

Seperti diketahui, gedung Mapolresta Madiun yang dibangun tiga lantai dikerjakan oleh DPUPR. Luas lantai total sekitar 820 meter persegi. Rinciannya lima ruang kantor, pos jaga dan toilet di lantai I. Kemudian, di lantai II dan III masing-masing dibangun lima ruang kantor dan dua toilet. Konsepnya bergaya gedung modern. (*)

Sementara itu Kepala DPUPR, Thariq Megah menjelaskan, proyek tersebut akan dibangun di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo di Kelurahan Winongo Kecamatan Manguharjo atau kawasan Ring Road.
Lokasi itu dipilih karena pertimbangan akses jalan yang mudah dan jauh dari permukiman warga.

Lahan yang digunakan rencananya seluas 3.895 meter persegi. Sementara anggaran dari pemerintah pusat untuk pembangunan IPLT tersebut mencapai Rp11,8 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). (*)

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Hesti Setyorini mengatakan, anggaran tahun ini hanya untuk tahap penyiapan lahan. Sedangkan, pembangunan pasar dilakukan bertahap mulai tahun depan.


Sedianya, pembangunan pasar barang bekas itu mulai disusun tahun lalu. Namun urung dilakukan lantaran bersamaan dengan pengerjaan rusun III Jalan Hayam Wuruk oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).


Hesti menyampaikan pasar barang bekas tersebut terdiri dari 46 kios. Selain itu, juga dibangun sarana penunjang pasar seperti los serta pujasera. Adapun total luas bangunan diperkirakan 1.405 meter persegi. (*)

Kepala DPUPR, Thariq Megah mengatakan, dari 433,095 kilometer total panjang jalan yang ditangani Pemerintah Kota Madiun, hanya sekitar sepuluh kilometer di antarnya yang kurang baik. Rinciannya, sepanjang tujuh kilometer kondisi jalan dengan kerusakan ringan dan tiga kilometer jalan masih berupa tanah.

Thariq menyebut, kerusakan ringan jalan di Kota Madiun di antaranya, retak, lubang, dan penurunan ketinggian. Sedangkan jalan berupa tanah itu merupakan jalan inspeksi tepi sungai atau jalan baru yang memang belum diaspal.

Kabid Cipta Karya DPUPR Kota Madiun Hesti Setyorini mengatakan, anggaran tersebut include dengan penataan kawasan Saluran Pancasila yang sudah lebih dulu dibangun tahun lalu. Adapun Pasar Sonokeling itu memanfaatkan luas lantai seluas 616 meter persegi, dengan luasan terbangun sekitar 143 meter persegi.

Hesti menjelaskan, pembangunan Pasar Sonokeling itu nanti akan dikonsep modern. Yaitu dilengkapi area terbuka untuk mengakomodir masyarakat atau pedagang untuk melakukan aktivitasnya bersifat non permanen. Kemudian juga dilengkapi mini food court.

Seperti diketahui IPLT adalah instalasi pengelolahan air limbah yang didesain hanya menerima lumpur tinja melalui truk tinja. Lumpur tinja diambil dari unit pengola limbah tinja seperti tangka septik dan cubluk tunggal ataupun endapan lumpur dari underflow unit pengelohan air limbah lainnya.

Lahan yang digunakan rencananya seluas 3.895 meter persegi. Sementara anggaran dari pemerintah pusat untuk pembangunan IPLT tersebut mencapai Rp11,8 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Rinciannya Rp11,8 miliar untuk pembangunan instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT). Serta Rp 1 miliar untuk pembangunan pembangunan jaringan distribusi dan sambungan rumah tematik pengentasan permukiman kumuh terpadu.

KOTA MADIUN (DinasPUPR) : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tahun ini akan membangun jembatan gantung di Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo. Anggaran miliaran rupiah disiapkan untuk membangun jembatan penghubung antar kelurahan itu.

Yakni sekitar Rp9,9 miliar untuk pembangunan struktur atas jembatan dan Rp4 miliar untuk pembangunan abutment. Pembangunan jembatan gantung itu sebagai pengganti Jembatan Patihan yang sebelumnya putus.

Di samping jembatan gantung di Patihan, lanjutan pembangunan asrama Pondok Lansia juga masuk skala prioritas tahun ini. Setidaknya anggaran sekitar Rp8,6 miliar dialokasikan untuk paket pekerjaan tersebut.

Pekan lalu, petugas DPUPR dan BPBD membersihkan saluran Gayam dan sekitarnya. Sebab setelah dilakukan penyisiran, petugas menemukan banyak sampah yang menumpuk, sehingga membuat saluran air tidak lancar.

Dampaknya, saat musim penghujan tiba, air di saluran Gayam kerap meluber hingga ke jalan. Tak ingin kejadian itu terulang Kembali, petugas akan terus menyisir saluran air di lokasi lain, agar aliran air lancar.

Menurut Thariq, sampah rumah tangga yang ditemukan petugas cukup bervariatif. Disamping pembersihan pihaknya juga melakukan perapian kabel. Menurutnya, ada sejumlah kabel yang bisa menghambat aliran saat terkena sampah.

Tidak hanya pembersihan sampah, petugas DPUPR juga secara berkala melakukan pengerukan sedimen di sepanjang sungai wilayah Kota Madiun. Disatu sisi, mulai hulu sampai hilir juga akan diidentifikasi, sehingga ketika terjadi permasalahan segera dapat dilakukan tindakan.

Diresmikannya berbagai proyek strategis tersebut diharapkan bisa meningkatkan dan menjadi magnet baru wisatawan untuk berkunjung ke Kota Pendekar. Apalagi pengunjung yang datang bukan hanya warga Madiun, tetapi sekitar Madiun dan kota-kota besar di Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Selain meresmikan KCI Whoosh di BCC, walikota juga meresmikan proyek lain milik DPUPR. Yaitu pembangunan Pasar Kawak, replika tugu Monas, pembangunan pagar di Yonif Para Raider 501/BY Madiun. Kemudian peresmian bantuan rehab bangunan di Pondok Pesantren Riyadhul Jannah, lapak rimba dharma, lapak Semendung, serta bantuan rehab gereja Mater Dei Madiun. (*)

Walikota mengatakan, lapak itu nantinya bisa digunakan para pelaku UMKM. Bahkan di lokasi itu kata walikota, dijadikan sentra kuliner dengan menyuguhkan aneka menu makanan dan minuman bagi masyarakat.

Orang nomor satu di Kota Pendekar Madiun ini jauh-jauh hari terus memantau progres serta kualitas pembangunan proyek di kotanya. Sebab ia tidak ingin, proyek yang dianggarkan miliaran rupiah, manfaatnya tidak dapat dirasakan masyarakat.

Bangunannya terdiri plat baja riser dan rangka besi hollow. Selain pembangunan lapak, di kawasan Rimba Dharma juga dilengkapi dua rest area, seperti taman dan membran untuk tempat makan sekaligus tempat istirahat. (*)

Hanya saja yang menjadi catatannya, di lokasi Pasar Kawak dibutuhkan alat pendingin seperti kipas angin agar pedagang dan pengunjung semakin betah. Berdasarkan kalkulasinya, kemungkinan membutuhkan lima unit.

Maidi meyakini, Pasar Kawak yang kini memiliki wajah baru, kedepan semakin ramai dan diminati masyarakat. Apalagi lokasinya cukup strategis di tengah kota, serta berdekatan dengan wisata kuliner Bogowonto Culinary Center (BCC). (*)

Menurut walikota, pembangunan Pondok Lansia sebagai upaya pemkot meningkatkan angka harapan hidup (AHH) di Kota Madiun. Artinya, mereka yang sudah masuk usia senja dirawat pemkot agar umur mereka semakin panjang. Pada 2022 lalu, AHH di Kota Pendekar mencapai 72,75 tahun.

Dia menambahkan, peresmian Pondok Lansia Jalan Menuju Surga dan Masjid Raudhatul Jannah juga diirngi dengan prosesi pembagian sejumlah bantuan sosial (bansos). Yakni, bantuan bagi kebutuhan 98 tempat ibadah dan bantuan sembako bagi warga setempat. (*)

Setidaknya, dewan mendapati adanya laporan masyarakat terhadap keberadaan jaringan utilitas yang tidak sedap dipandang mata. Yaitu di Jalan Gegono Manis, Jalan Darma Manis, Jalan Tanjung Manis, Perumnas Bumi Antariksa dan kawasan Bogowonto Culinary Center (BCC).

b1e95dc632
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages