From: igna iyus
Dari Millist Sebelah, waspadalah.....
Om Sur...dapat diteruskan ke
manajemen Sumarecon MKG
nih....
Dear
Temen-2
Selamat pagi,
Dengan email ini saya hendak minta maaf
atas kelakuan saya yang mungkin tidak pantas, sekaligus curhat atas kejadian
yang saya alami berdua dengan istri di parkiran La Piazza, GEDUNG PARKIR SENTRA
SATU KELAPA GADING. Kronologisnya:
Saya bersama istri hendak refreshing
nonton film hari Minggu kemaren, karena tidak membawa junior-junior, kita
memutuskan untuk bawa si tigy saja karena pertimbangan macet dan susah cari
parkir kalau bawa mobil. Saya sampai di La Piazza sekitar jam 11:30, Saya
bertanya pada satpam menanyakan lokasi parkiran motor, padahal di samping gedung
La piazza ada lahan parkir liar, tapi saya berpikir untuk mendapatkan parkir
yang aman buat tigy saya. Satpam menunjukkan gedung Parkir Sentra Satu Kelapa
Gading dan parkir motor terletak di basement. Wah senang hati saya, motor pasti
aman nieh.
Tapi kenyataan yang saya dapat ternyata jauh dari bayangan.
Sampai di parkiran motor di basement, ketika saya ambil karcis dari gardu,
tiba-2 dua orang wanita penjaga parkir dengan ketus menyuruh saya mematikan
mesin motor. Oh mungkin mereka terganggu oleh suara motor saya (knalpot
standar). Saya minta maaf pada mereka, tapi ketika saya menyalakan mesin motor
saya lagi, ternyata, mereka menyuruh saya menuntun motor saya sampai dapat lahan
parkir!. Ini sungguh peraturan yang konyol menurut saya. Saya bilang baik-2 pada
mereka bahwa motor saya berat dan untuk mendorong dengan jarak sekitar 50-70
meter sampai dapat parkiran yang kosong sungguh menguras tenaga, dikarenakan ban
motor saya gambot dan dengan sidebox dan center box, mereka tetap dengan ketus
dan mulai membentak tetap tidak mau perduli bahkan dengan kasar mereka bilang
"kalo gak mau nuntun motor jangan parkir di sini!!".
Saya masih sabar
saat itu, tapi istri sudah panas dan berdebat dengan mereka, saya lalu berkata
pada mereka, "mbak , saya ijin yah, sampai di tempat penitipan helm saja, nanti
dari sana saya tuntun deh, karena parkiran motornya yang kosong di daerah situ"
Jarak dari gardu sampai ke tempat penitipan helm sekitar 50-70 meteran, lumayan
jauh kalo untuk dorong, sementara, jalan yang dilalui juga agak sempit, karena
sudah penuh oleh motor yang parkir. Saya lalu menjalankan motor saya pelan-2, eh
ternyata masalah tidak berhenti sampai di situ saja, di tempat penitipan helm
tiba-2 ada seorang laki-2 penjaga parkir, berteriak kepada saya dengan kasar,
"woii!!!, matiin mesin motornya!!, tolol!!".
Wah di sini saya langsung tidak
bisa menahan emosi. Saya pun berteriak lantang kepadanya;"Hei mas, sopan
sedikit, kalau kamu maksa saya nyuruh ndorong motor saya, kamu aja sini saya
bayar buat ndorong motor saya!" (maaf jadi sombong).
Dia pun makin nyolot
dan bertolak pinggang sambil menunjuk-2 muka saya "Hei Pak!, kalo gak mau matiin
gak usah parkir di sini!!" . Saya sudah sangat emosi dan berkata "Baik, saya gak
akan parkir di sini!"
Lalu saya menggas motor saya sambil adegan stunt,
tanpa saya sadari motor berat itu bisa saya balikkan 180 derajat dengan ban
berdecit, ppfftt. Ternyata istri saya di sana sedang berjalan ke arah saya
dengan memanggil saya, "mas, gak usah parkir disini!". Mana istri saya sedang
hamil lagi, tapi kayaknya dia sudah emosi banget, terbukti dia jalan setengah
belari :(, duh takut aja istri saya kenapa-2.
Saya lalu berniat keluar
dari parkiran itu, sampai di gardu saya masih ditagih biaya parkir, saya tidak
mau bayar, dan 2 gadis ketus itu berkata, "heh, kalo loe gak mo bayar, gw gak
akan buka palang pintunya!", saya bilang,"saya bisa keluar cari dengan cara
lain" karena saya liat antara gardu masuk dan gardu keluar ada jarak dan cukup
buat motor saya keluar, tiba-2 datang satpam yang menghalangi saya, cuman
suaranya lebih ramah, dia bertanya
"ada apa pak?",
"saya mau
keluar"
"tapi bapak mesti bayar dulu"
"saya gak akan bayar, karena saya
gak parkir", kayaknya itu satpam setuju dengan saya, terbukti dia langsung
mempersilahkan saya keluar parkiran, sampai saya masih mendengar 2 gadis itu
berteriak dan bertingkah dengan konyol "iya sono!, pergi aja loe!, biar
mampus!", duh Gusti, biar kata saya panas banged dengernya, saya masih berusaha
untuk tetap tenang, tapi istri saya ternyata berbalik karena tidak terima dan
bertanya kepada salah satu gadis untuk menanyakan namanya. Dia menjawab Sri
Wahyuni.
Saya tanya pada satpam "Pak, manajemen parkir di mana pak?",
"Oh hari minggu tidak masuk pak, dengan Pak Michael, lagi libur", Ya sudah lah,
tadinya hendak saya perkarakan dengan manajemen parkir, setidaknya saya mau
bertanya alasan untuk menuntun motor dan minta mereka untuk mendidik karyawannya
biar lebih sopan.
Saya dan istri lalu berlalu dari tempat itu dengan
perasaan dongkol banget, akhirnya saya parkir si tigy di parkiran liar itu,
walapun hati was2 tapi saya minta satu orang untuk mengawasi motor saya sampai
saya dateng, tentunya saya kasih uang extra, tapi hati saya lebih puas, karena
si Tigy khusus di jaga satu orang dan saya minta ruang untuk memberi jarak di
kanan kiri si tigy. Terbukti sampai saya pulang, saya menemukan orang itu duduk
dekat motor saya dan samping kiri kanannya pun di beri jarak cukup. Kalo tau
begini dari awal aja saya parkir di sini :P
Sekali lagi saya mohon maaf
atas kelakuan saya, karena stiker bernomor ID yang ada di my Tigy. tapi saya
sungguh tidak mengerti perlakuan diskriminasi yang di terima pengendara motor,
karena saya melihat sendiri mereka juga membentak pengendara motor yang lain
yang menyalakan mesinnya. Apa kalo bawa mobil juga harus matikan mesin dari
pertama kali masuk gardu dan dorong deh tuh mobil sampe dapet lahan parkir??.
:P. Mudah-2an aja ada orang manajemen parkir La Piazza yang memantau milist ini.
Pak Moderator, maaf artikelnya kepanjangan.
Doddy H.
TRIYASA
Documentation Department.
CMA CGM Indonesia
Phone:
+6221-28546800 Ext.6931
Fax: +6221-28546900