Meskipun identik dengan lagu-lagu bertempo lambat, tapi ANDI MERIEM MATTALATTA sempat juga beberapa kali merilis album dengan mengandalkan lagu-lagu dengan beat yang lebih cepat. Salahsatu contoh yang cukup berhasil adalah ketika merilis album EMANSIPASI yang mengandalkan lagu KAU LELAKI yang bertempo medium beat itu. Sukses itu kemudian coba diulang lagi ketika merilis album dengan judul ganda : ASMARA MEMBARA dan SETITIK NODA ini. Judul ganda ini mungkin seperti ingin memberi pilihan kepada pendengar musik, karena lagu ASMARA MEMBARA bertempo medium beat, sementara lagu SETITIK NODA adalah lagu tipikal Mer yang sendu dan melankolis. Dan ternyata, lagu Asmara Membara yang lebih `dipilih' karena lagu itulah yang berhasil menjadi hits.
HASRAT & CITA
Kala sirna cahaya pelita Di hamparan padang hidup manusia Kau biarkan tanganmu terbuka Menjabat penuh ramah Di dalam damba harap dan cita
Bila kelam berselimut ceria Di lingkaran temaram hidup yang nyata Tercipta kubah nestapa Penuh nista dan dusta Di bawah kepalsuan yang ada
Kuingin semua kan terhapus Membaur di alam semesta Menatap takjub kurnia sinarMu Melukiskan kata harumnya nirwana
Setulus doa yang kini menjelma Dan terucap dalam bisu Selamanya terpaut kalbu Hasrat dan cita cinta insani
Sejak awal karirnya di industri rekaman, ANDI MERIEM MATTALATTA ada dibawah label MUSICA. Berpuluh-puluh album dihasilkan dan rata-rata sukses. Pada pertengahan 80an, kontrak Mer dengan Musica habis dan kemudian Mer berpindah-pindah label rekaman, antara lain BILLBOARD untuk album NUANSA BIRU, lalu di OLYMPINDO RECORDS untuk album ASMARA MEMBARA, dan SWASEMBADA RECORDS untuk album RELA. Meskipun pindah label, warna musik yang ditawarkan Mer tidak jauh berbeda (kecuali di album NUNSA BIRU). Album RELA ini juga masih mengandalkan lagu melankolis. Memang, untuk urusan lagu-lagu melankolis, Mer juaranya. Suaranya yang lembut sangat pas membawakan lagu-lagu pelan yang membutuhkan penghayatan tinggi. Lagu melankolis karya YONAS PAREIRA ini dibawakan Mer dengan sangat pas. Lagu ini menjadi hits besar, sekaligus menjadi salahsatu hits dari Mer yang masih banyak disukai sampai saat ini.
Sukses besar ketika merilis album BIMBANG membuat ANDI MERIEM MATTALATTA mencoba melanjutkan dengan merilis album berjudul JANJI ini. Tentu, materi yang ditampilkan masih sewarna dengan album Bimbang. Mer juga masih mengandalkan lagu ciptaan ALBERT WARNERIN dan INDRA RIVAI, dengan music director WILLY SUMANTRI. Hasilnya sudah bisa ditebak. Suara Mer yang lembut memang sangat pas dengan karakter lagu-lagu mellow, plus aransemen musik yang pas dengan kebutuhan nuansa lagu membuat lagu JANJI juga sukses besar. Lagu ini menjadi salahsatu hits terbesar Mer sepanjang karirnya.
Suara lembut ANDI MERIEM MATTALATTA memang sangat pas membawakan lagu-lagu melankolis. Kolaborasinya dengan A. RIYANTO terhitung sukses, A. Riyanto memang tahu lagu seperti apa yang pas dengan karakter suara Mer. Album CINTA YANG HITAM kembali mengulang sukses album-album Mer sebelumnya. Lagu ini menjadi salahsatu hits besar Mer, meskipun lagu ini juga sangat terkenal ketika dirilis oleh JAMAL MIRDAD. Di album ini Mer juga merilis ulang lagu DAUN DAUN KERING yang sempat menjadi soundtrack film IRA MAYA DAN KAKEK ATENG dan sukses dibawakan IRA MAYA SOPHA.
Ini adalah album istimewa dari ANDI MERIEM MATTALATTA. Istimewa karena melibatkan musisi-musisi dari Amerika sebagai arranger dan player, dan salahsatu musisi pendukung album ini adalah DAVID KOZ aka DAVE KOZ !! Memang waktu itu nama Dave Koz belum mendunia, tapi setidaknya dengan Mer-lah Dave Koz pertama kali membantu album rekaman penyanyi Indonesia (setelah ini Dave berkolaborasi dengan RUTH SAHANAYA, IRIANTI ERNINGPRAJA, ERWIN GUTAWA dan terakhir ADA BAND). Semua lagu di album ini diciptakan oleh HARRY SABAR, dan berhasil mencetak hits besar berjudul LENGGANG JAKARTA. Lagunya memang enak didengar dan Mer yang selama ini identik dengan lagu slow ternyata bisa menaklukkan lagu riang ini dengan sangat bagus. Lagu ini juga sering tertukar dengan lagu LENGGANG PUSPITA milik AHMAD ALBAR karena sama-sama berjudul 'Lenggang'. Beberapa kali malah di acara TV ketika lagu LENGGANG JAKARTA ditayangkan, tertulis penciptanya GURUH SOEKARNO PUTRA yang sebenarnya adalah pencipta lagu LENGGANG PUSPITA. Hits lain dari album ini adalah lagu NUANSA BIRU.
Suara lembut ANDI MERIEM MATTALATTA memang sangat pas menyanyikan lagu-lagu melankolis bernada minor. Poin inilah yang coba diangkat ketika merilis album berjudul BIMBANG ini. Lagu ciptaan INDRA RIVAI dan ALBERT WARNERIN ini dibawakan dengan penghayatan total, dan hasilnya memang terlihat nyata : album ini meledak. Sukses album ini lantas menimbulkan trend baru di dunia musik Indonesia, karena lagu-lagu dengan tipe yang sama dengan lagu ini kemudian banyak dirilis dan melejitkan beberapa komposer seperti CECEP AS dan WAHYU OS. Lagu BIMBANG juga merupakan salahsatu hits terbesar yang pernah dicapai oleh Andi Meriem Mattalatta. Hits lain dari album ini adalah SEMALAM SETELAH KEPERGIANMU dan DIKESAYUAN BULAN RAWAN.
Di pertengahan 80an, album kompilasi dengan embel-embel SELEKSI POP sangat marak dirilis banyak label, pemicunya adalah sukses acara SELEKTA POP di TVRI. Album berlabel Seleksi Pop pertama kali dirilis berisi lagu-lagu hits tapi dinyanyikan oleh penyanyi lain, sehingga sering mengecewakan karena orang-orang berekspektasi lagu-lagunya adalah original. Untuk itulah kemudian diilis album Seleksi Pop dengan penyanyi asli, salahsatunya adalah album produksi Venus Records berjudul HASIL SELEKSI POP ASLI PALING POPULER. Kata-kata `asli' pada judul album ini tentu merujuk pada materi kompilasi yang memang berisi lagu-lagu dari penyanyi aslinya. Materi album ini sendiri terhitung top, karena menampilkan lagu-lagu yang benar-benar hits dari sederet penyanyi kondang seperti CHRISYE, HETTY KOES ENDANG, VINA PANDUWINATA, JAYANTHI MANDASARI, ATIEK CB, RAMONA PURBA dll. Dari materi album ini terlihat juga bahwa CECEP AS saat itu sedang berada diatas, terbukti bahwa banyak lagu ciptaannya yang masuk album kompilasi ini. Sebuah album kompilasi yang memang benar-benar ASLI dan juga PALING POPULER.
Penyelenggaraan FESTIVAL LAGU POPULER INDONESIA adalah agenda tahunan yang sudah menjadi `tradisi' sejak awal 70an. Dari ajang ini telah lahir banyak lagu-lagu yang sukses menjadi hits sekaligus sukses juga di ajang festival lagu populer tingkat dunia. Ajang ini juga telah menghasilkan banyak pencipta-pencipta handal, meskipun dari tahun ke tahun deretan finalis tidak beranjak dari itu ke itu. Tahun 1990 ajang ini kembali digelar dan menghasilkan 13 finalis. Yang menjadi pemenang pertama tahun ini adalah lagu ciptaan DHARMA ORATMANGUN berjudul PENJOR. Lagu ini dinyanyikan sendiri oleh Dharma bersama kelompok CANTORA PARAMITHA. Lagu ini sekaligus mewakili Indonesia di ajang FESTIVAL LAGU ASEAN tahun 1991, karena Festival Lagu tingkat dunia di Budokan Tokyo yang biasanya diikuti oleh pemenang FLPI sudah tidak diadakan lagi. Seperti biasanya juga, album finalis FLPI dirilis tidak lama setelah penyelenggaraan, tentu minus lagu pemenang pertama yang memang tidak boleh dirilis dahulu sebelum mengikuti festival di luar negeri. Yang menjadi single pertama album ini adalah lagu SESAL yang dinyanyikan MEL SHANDY, sesuai dengan trend musik rock saat itu yang sedang naik daun. Lagu lain yang berhasil menjadi hits adalah CINTA CINTA CINTA yang dinyanyikan TRIO LIBELS, KEPASTIAN yang dinyanyikan ANDI MERIEM MATTALATTA dan BALON yang dinyanyikan TITI DJ & JACKIE.
Endang Sukesih Taurina penyanyi wanita dari Indonesia yang diorbitkan oleh seorang pengarang lagu senior kita Rinto Harahap. Lewat lagunya yang berjudul
"Apa yang Kucari" yang sangat sukses besar di pasaran tanah air kita dan
Malaysia
"Apa Yang Kucar" (1983; produksi Yulia LL Records)
"Dia Yang Kucari" (1984; produksi Arco Records)
"Festival Lagu Populer Indonesia" (1986
wah gara-gara nggak sengaja nonton tv, trus pas di channel Panorama Pagi SCTV by
Donna & Darius, bintang tamunya Endang S. Taurina, penyanyi jadul yang ngetop
waktu yah sekitaran aku smp dan awal sma gitu deh tahun 80-an, pokoknya waktu
itu aku berada di samarinda. suaranya oke banget dengan power yang kuat nggak
kalah deh ma diva-diva yang lagi ngetop sekarang ini... dan yang penting ada
lagunya 'apa yang kucari'
yang akhirnya membuat aku teringat pada seseorang.... hehehehhe....
Endang S Taurina (38), penyanyi yang populer pada era 1980-an itu,
namanya sempat tenggelam. Namun, tahun 2008 ini dia kembali dengan
album terbarunya, Bang Pulang Dong, Bang!.
"Album ini isinya 10 lagu pop dangdut dan semuanya karya Bunda
Dorce," kata Endang yang populer, antara lain, lewat lagu Apa yang
Kucari dan Dia yang Kucari itu.
Meski lama tak muncul di layar kaca, Endang mengaku selama itu ia
sebenarnya tetap menyanyi. Dia cukup sering menerima
undangan "mengamen".
"Saya ngamen di pesta perkawinan, juga untuk meramaikan pilkada
(pemilihan kepala daerah). Adanya album baru ini juga bikin saya
sibuk, promosi lewat radio-radio," ceritanya.
Akhir Februari 2008 lalu, bersama sejumlah penyanyi era 1980-an,
Endang tampil di Hotel Sahid Jakarta. "Konser tembang kenangan serupa
itu juga akan digelar di Surabaya dan Medan," kata Endang saat ditemui
di Balaikota DKI Jakarta, pekan lalu.
Dia berada di Balaikota sebagai anggota Panitia Amazing Batavia
2008 yang digelar pada Mei-Juni mendatang.
"Saya menangani bidang kesenian, dari tari, nyanyi, sampai lenong.
Ada pesan yang ingin disampaikan lewat Amazing Batavia 2008, kenalilah
seni dan budaya Betawi, jangan hanya budaya pop," katanya. (KSP)
S Taurina (38), penyanyi penerima Golden Award 1983, 1984, dan 1985, kini sedang
berusaha muncul lagi di dunia rekaman tarik suara.
Di tahun 1980-an, nama Endang S Taurina melejit karena beberapa lagu karya
almarhum A Riyanto, seperti Apa yang Kucari dan Dia yang Kucari. Kedua lagu itu
yang membawa penyanyi asal Sukabumi ini menerima award karena dinilai laku keras
di pasar kaset lagu-lagu pop.
Saat ini, ibu dari seorang putri yang bernama Salsabila (4 tahun) itu sedang
didekati seorang produser rekaman. Sang produser yang tidak mau disebut namanya
itu mengatakan, Endang punya suara khas yang tiada duanya. Lengkingan suaranya
jernih dan sulit ditiru penyanyi lain.
Kata Endang, produser rekaman itu menyodorkan padanya lagu-lagu nostalgia dari
awal tahun 1940-an. "Lagu-lagu dari 60 tahun lalu yang tidak pernah lagi
didengar oleh penggemar lagu seusia saya. Judul lagunya saya belum diberi tahu,"
ujar Endang di tempat tinggalnya di tapal batas Jakarta-Bekasi hari Kamis
(19/12).
Selama ini sebenarnya Endang tidak absen dari dunia rekaman. Namun, selama tiga
tahun terakhir ini ia selalu rekaman bersama artis penyanyi lainnya. Lagunya
yang kini masih beredar di pasar kaset, CD, dan VCD, antara lain Cinta
Berulangkali (pop dangdut).
Menurut Endang, istri Samsudin L Nasution, lagu-lagu nostalgia sampai kapan pun
tetap digemari banyak orang di dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia, banyak
faktor pendukungnya, misalnya, ada acara tetap lagu nostalgia di beberapa
stasiun televisi. "Nostalgia adalah kebutuhan manusia," ujarnya seperti seorang
psikolog. (OSD)
Endang Sukesih Taurina penyanyi wanita dari Indonesia yang diorbitkan oleh seorang pengarang lagu senior kita Rinto Harahap .
Lewat lagunya yang berjudul "Apa yang Kucari" yang sangat sukses besar di pasaran tanah air kita dan Malaysia
"Apa Yang Kucari" (1983; produksi Yulia LL Records)
"Dia Yang Kucari" (1984; produksi Arco Records)
"Festival Lagu Populer Indonesia" (1986)
"Sangkar Emas" (1990)
Judul Album : Misteri Hidupku
Penyanyi : Endang S. Taurina
Music Director : Harry Toos
Tahun Produksi : 1982
Produksi : Globe Records
Untuk bisa diterima di industri musik Indonesia memang susah-susah gampang. Ada yang langsung melejit ketika merilis album pertama, tapi banyak juga yang harus bersusah-susah merilis beberapa album dulu baru bisa menghasilkan album laris. ENDANG S. TAURINA tergolong katagori kedua. Butuh beberapa album dulu beredar di pasaran, barulah namanya melejit lewat album APA YANG KUCARI. Album MISTERI HIDUPKU adalah album yang dirilis dimasa-masa awal karirnya. Sebagian besar lagu di album ini ditulis oleh HARRY TOOS yang juga menjadi music director. Tidak lupa, dia juga menyertakan lagu berjudul JAWABAN HATI SELEMBUT SALJU yang boleh jadi ingin mengekor sukses versi aslinya yang dinyanyikan JAMAL MIRDAD. Meskipun tidak mendapatkan sukses besar, tapi eksistensi Endang sudah lumayan diapresiasi. Album ini kemudian di re-package dengan judul CINTA SEPUTIH SALJU dengan menambahkan beberapa lagu.
Judul Album : Lagu Lagu Terlaris
Penyanyi : Various Artists
Music Director : A. Riyanto
Tahun Produksi : 1983
Produser : A. Riyanto
Produksi : Cipto Records
Sebagai komposer dan produser, A. RIYANTO memang sudah banyak melahirkan nama-nama kondang di industri musik Indonesia. Di awal 80an bahkan namanya terhitung sakti sebagai hitsmaker yang menjadi jaminan kelarisan album. `kesaktian' itu bisa terbaca dari album kompilasi berjudul LAGU LAGU TERLARIS ini. Album ini menampilkan penyanyi-penyanyi hasil orbitannya yaitu ERVINNA, ENDANG S. TAURINA, JAMAL MIRDAD, ADE PUTRA dan RICHIE RICARDO. Masing-masing menyanyikan hits besar mereka di awal 80an seperti APA YANG KUCARI, JANGAN PARKIR DISITU, PERAWAN DESA, atau HUJAN DAN CINTA. Memang tidak cukup menggambarkan kekuatan A. Riyanto sebagai pencetak hits, tapi setidaknya album ini membuktikan kepiawaian A. Riyanto menulis lagu yang mempunyai komersialitas tinggi.
Judul Album : Kau Sakiti Hatiku Lagi
Penyanyi : Endang S. Taurina
Music Director : Pompy
Tahun Produksi : 1981
Produksi : Tropinada Records
Mungkin kita mengenal ENDANG S. TAURINA gara-gara lagu APA YANG KUCARI yang meledak di pasaran itu, sehingga banyak yang menyangka album itu adalah album pertamanya. Tapi sebenarnya karir Endang sudah dimulai sebelum album itu meledak di pasaran. Beberapa album sudah dihasilkan Endang sebelum itu tapi belum mampu mengangkat namanya, boleh jadi karena Endang belum menemukan komposer dan arranger yang pas dengan karakter vokalnya. Hal itu yang kemudian dia dapatkan setelah bertemu dengan A. RIYANTO. Salahsatu album yang dirilis sebelum ditangani oleh A. Riyanto adalah album berjudul KAU SAKITI HATIKU LAGI ini. Di album ini Endang ditangani oleh arranger yang saat itu sebenarnya juga sedang laris yaitu POMPY. Vokal Endang juga sudah powerful, hanya saja mungkin belum saatnya Endang terkenal.
Judul Album : Bunga & Kumbang
Penyanyi : Endang S. Taurina
Music Director : A. Riyanto
Tahun Produksi : 1985
Produser : A. Riyanto
Produksi : Arco Records
Sebagai penyanyi ENDANG S. TAURINA sebenarnya mempunyai karakter yang kuat. Suaranya khas dan gampang dikenali, satu hal yang sangat penting dimiliki seorang penyanyi. Kualitas vokalnya juga terhitung baik, hanya saja sejak awal namanya terlanjur bergaung di jalur musik pop 'cengeng' sehingga lagu-lagu yang dirilisnya tidak memberi ruang lebih padanya untuk mengeksplor kemampuan vokalnya. Lagu-lagu ringan dan ceria sering dirilisnya dan berhasil menjadi hits, seperti di album BUNGA DAN KUMBANG ini. Seperti biasa, A. RIYANTO masih berperan besar di albumnya kali ini, mendukung penuh sebagai komposer, music director dan producer. Lagu andalan dipilih lagu ringan dan ceria berjudul BUNGA DAN KUMBANG yang sangat khas A. Riyanto. Endang berhasil mengintepretasikan lagu ini dengan baik sesuai kebutuhan lagu, dan album ini juga terhitung berhasil di pasaran.
Judul Album : Apa Yang Kucari
Penyanyi : Endang S. Taurina
Tahun Produksi : 1983
Produser : A. Riyanto
Produksi : Yulia LL Records
Selain RINTO HARAHAP, nama lain yang merajai musik pop di awal 80-an adalah A. RIYANTO. Mengorbitkan nama-nama seperti JAMAL MIRDAD, ATIEK CB, ELLY SUNARYA, RANO KARNO dll, A. Riyanto juga sukses menemukan penyanyi bersuara khas ENDANG S. TAURINA. Album APA YANG KUCARI ini sukses besar di pasaran, membuat nama Endang tidak hanya terkenal di Indonesia tapi juga sampai ke Malaysia. Karena suksesnya album ini, album Endang selanjutnyapun seperti jawaban dari album ini, berjudul DIA YANG KUCARI. Hits lain dari album ini adalah lagu MANUNGGAL SELAMANYA yang sangat Orde Baru. Simak saja liriknya : "ABRI Manunggal dengan rakyat di desa, berjuang memberantas miskin disana... Irigasi membuat hijau sawahnya..." Wah, kalau ada lagu dengan lirik seperti itu dirilis sekarang, kira-kira masih bisa jadi hits nggak ya ?
Judul Album : Dia Yang Kucari
Penyanyi : Endang S. Taurina
Tahun Produksi : 1984
Produser : A. Riyanto
Produksi : ARCO Records
Endang S. Taurina adalah salahsatu penyanyi hasil temuan A. Riyanto. Suaranya memang khas dan sempat melejit lewat album APA YANG KUCARI. Ini adalah album yang diniatkan untuk menjawab pertanyaan `apa yang kucari' itu, berjudul DIA YANG KUCARI. Masih ditangani A. Riyanto, album ini juga mengulang sukses yang sama. Single kedua album ini HUJAN DATANG LAGI juga mendapat sambutan bagus, juga lagu INDUNG INDUNG yang berlirik "Indung indung kepala lindung, hujan di udik disini mendung…".
Judul album : Festival Lagu Populer Indonesia 1986
Penyanyi : Various Artists
Tahun Produksi : 1986
Produksi : Panitia FLPI & Billboard Indonesia
Tahun 1986, Festival Lagu Populer Indonesia memasuki pergelaran yang ke 14. Muka-muka lama masih mendominasi jajaran finalis, begitu juga penyanyinya masih juga yang itu-itu juga. Tahun ini yang menjadi jawara adalah lagu SEANDAINYA SELALU SATU (Elfa Secioria & Wieke Gur), AYUN LANGKAHMU (Hentriesa, Elfa Secioria & Wieke Gur), dan BUNGA-BUNGA CINTA (Minggus Tahitoe & Diana Nasution). Harvey berhasil menjadi Penyanyi terbaik di ajang ini, sekaligus mendapatkan predikat terbaik ketika berlaga di tingkat dunia. Lagu diluar pemenang yang berhasil menjadi hits adalah KARENA ENGKAU (Purnomo Sikas & Dewi Yull)
ANDI MERIEM MATTALATTA
Andi sitti meriem nurul kusuma wardhini mattalata 22, mahasiswi program sarjana
muda sastra inggris universitas hasanuddin. dia adalah penyanyi populer yang
berguru pada iskandar. (pt)
NAMA lengkapnya Andi Sitti Meriem Nurul Kusuma Wardhini Mattalatta. Usia 22
tahun. Mahasiswi program sarjana muda Sastra Inggeris, Universitas Hasanuddin
ini di antara teman-temannya dikenal sebagai gadis sederhana dalam berpakaian
dan bergaul. Ia selalu naik becak ke sekolah, walaupun mobil ada di rumahnya.
"Lebih enak dan merakyat naik becak," ujarnya.
Andi Meriem Mattalatta yang penyanyi populer ini tampil secara meyakinkan lewat
rekaman pertamanya MutiaYa daYi Selatan ciptaan Iskandar almarhum. Dari Iskandar
inilah Meriem banyak berguru dalam soal seni suara.Guru lainnya dalam soal
menyanyi ialah Arifin yang kini bekerja di KRI Ujungpandang. Dan telah 90 buah
lagu yang sudah direkamnya, sebagian besar lagu-lagu ciptaan Iskandar, antara
lain Di Kesayuan Bulan Rawan.
Orang Sulawesi Selatan tentu kenal dengan ayah Andi Meriem: Mayor Jenderal
(purn.) Andi Mattalatta ketua KONI untuk daerahnya. Ayah dan anak-anak terkenal
penggemar olahraga. Terutama olahraga ski air. Ayah dari 6 orang anak ini banyak
dikelilingi oleh wanita-wanita cantik. Paling tidak 5 orang setiap harinya,
yaitu puteri-puterinya sendiri. Mereka adalah Hermin, yang tertua yang kini
hampir tuntas mcngejarsarjana kedokterannya di Universitas Hasanuddin, kemudian
Ilham (satu-satunya lakilaki) yang bekerja di Jakarta dan telah menikah,
kemudian menyusui Radiah dan Faridah, dua-duanya juga di Fakultas Kedokteran,
baru Meriem dan kemudian si bungsu Soraya yang kini kuliah di Fakultas Tehnik.
Meriem dan Farida pernah beberapa kali menggondol juara ski di Ujungpandang.
Meriem yang mulai menyanyi ketika masih duduk di kelas V Sekolah Dasar, tahun
1970 berhasil menggondol juara I lomba menyanyi pop se Ujungpandang. Ia termasuk
10 finalis dalam lomba nyanyi pop se Indonesia di tahun 1973.
Beberapa orang film pernah mengajukan diri untuk meminta Meriem juga main film.
"Beres nyanyi dulu, baru main film," jawab Meriem. "Bukan saya tidak mau, tapi
belum sejiwa dengan film," tambahnya. Bagaimana soal pacar? Meriem mesem.
Bagaimana dengan Guruh? Beberapa waktu yang lalu, Meriem pernah didesas-desuskan
ada apa-apa. "Ah, cuma teman diskusi," kata Meriem. Tetapi raut mukanya yang
mulus itu menjadi merah.
Betapa beruntungnya Andi Meriem Mattalatta !.Album solonya ini didukung oleh
sosok sosok andal dalam industri musik pop Indonesia.Musiknya digarap pasangan
Yockie Soerjoprajogo dan Chrisye dengan dukungan Idris Sardi,Kiboud Maulana,Uce
F Tekol serta lagu lagu yang ditulis Fariz RM,Yockie,Chrisye, Eros Djarot,Guruh
Soekarno Putera,Roekanto dan Anton Issoedibyo.3 nama yang disebut terakhir
adalah komposer yang pernah berprestasi diajang Festival Lagu Populer Indonesia.
Yang jelas tata musik yang digarap Yockie dan Chrisye memang menjadikan album
ini menjadi berbeda dengan sejumlah album solo Mer sebelumnya yang digarap oleh
A.Riyanto maupun Iskandar.
Jenis suara Andi Meriem Mattalatta yang lembut terasa lebih pas dengan musik
garapan Yockie Chrisye yang cenderung cinematique, bernuansa simfonik dengan
penonjolan unsur keyboards.
Ini terlihat jelas jika menyimak lagu andalan album ini yaitu "Hasrat dan Cita"
yang ditulis Fariz RM.Juga lagu bernuansa mellow "Bulan Tolonglah Beta" karya
Guruh Soekarno Putera yang terasa mengiris kalbu dengan imbuhan gesekan biola
khas Idris Sardi pada interlude.Lagu ini seolah sequel kedua dari
"Renjana",karya Guruh Soekarno Putera yang berhasil menjadi Juara 1 dalam
Festival Lagu Populer Indonesia tahun 1976 yang dibawakan Grace Simon.
Dan bandingkan pula,ketika Mer menyanyikan salah satu lagu dari album "Badai
Pasti Berlalu" yakni "Merepih Alam" yang pertamakali justeru populer di tangan
Chrisye.
Dalam lagu "Bahtera Asmara",vokal Andi Meriem Mattalatta
bersanding dengan macan festival Harvey Malaihollo.Bahkan Yockie pun ikut
berduet dengan Mer pada lagu "Datanglah Terang" yang menutup album
ini.
TRACKLIST
1.Hasrat & Cita
2.Bahtera Asmara
3.Cintaku
4.Bisikku
5.Kuberikan
6.Impian
7.Pilihan Hati
8.Merepih Alam
9.Bulan Tolonglah Beta
10.Instrumental
11.Datanglah Terang
DENNY SAKRIE
Andi Meriam Mattalatta,
Tak Mau Jatuh Lagi
Hidup sebagai seorang janda, terlebih lagi mereka yang menggeluti dunia
keartisan, memang tidak selalu menyenangkan. Selain mudah menjadi gunjingan, tak
jarang artis yang menjanda menjadi korban fitnahan. Tidak sedikit kaum istri
yang langsung gelisah dan marah-marah jika suaminya berdekatan dengan artis yang
menjanda.
Andi Meriam Mattalatta, penyanyi yang dijuluki komponis besar Iskandar sebagai
Mutiara Dari Selatan., merasakan kenyataan itu.
"Tidak enak sebenarnya hidup menjanda. Apalagi saya seorang penyanyi yang tak
jarang diundang menyanyi dari satu kota ke kota lainnya di tanah air. Gunjingan
yang mengarah kepada saya, yang dikirimkan kaum istri yang gelisah karena
suaminya kerap berkomunikasi dengan saya, sudah terlalu sering saya terima.
Menyakitkan memang. Tapi saya sudah bertekad tak mau jatuh lagi. Jadi, saya
harus makin pintar membawa diri karena dibelakang saya ada keluarga besar saya
yang selalu mengontrol saya, juga banyak penggemar yang ikut menuntun saya ke
jalan yang benar," ujar Andi Meriam Mattalatta ketika berbincang dengan penulis
seusai penampilannya menyanyi di sebuah tempat di Jakarta, pekan lalu.
Gunjingan yang kerap diterimanya melalui sms belakangan ini antara lain
berbunyi: "jangan ganggu suami saya ya, anak-anak kami masih kecil-kecil," juga
ada sms yang berbunyi: "Mbak Mer yang cantik, kalau nggak mau di cap sebagai
penggganggu suami orang, jangan deket-dekat suami saya,"
Bunyi gunjingan seperti itu, dinilai penyanyi berdarah ningrat Bugis dari tanah
Wajo, Sulsel ini, memang menyakitkan, bahkan kerap membuatnya menitikkan air
mata. Kenapa? "Karena saya sebenarnya sudah tampil sangat hati-hati. Terutama
sekali jika berkomunikasi dengan pria beristri. Apalagi saya itu pantang
mengganggu rumahtangga orang lain karena saya juga tidak mau rumahrtangga saya
diganggu. Jadi, kalau masih juga digunjingkan orang, saya ikhlaskan saja. Allah
Swt yang menilai nantinya," ibu seorang gadis hasil pernikahannya dengan Bambang
Hertasning, pengusaha dan politisi yang meninggal akibat kecelakaan Helikopter
di tahun 80-an.
Setelah lama sang suami meninggal, banyak rekannya sesama penyanyi menjodohkan
mantan mahasiswi Sastra Inggris Unhas ini menjadi istri Guruh Soekarnoputra.
Guruh dinilai rekan-rekan Mer cocok disangdingkan dengan putri mendiang Mayjen
TNI Andi Mattalatta ini karena Guruh pernah sangat menyintai Mer.
Namun yang agak mengejutkan, ditengah gencarnya rekan-rekannya menjodohkan
Mer-Guruh, mantan bintang radio dan televisi ini malah digaet seorang produser
rekaman. Mereka pun menikah secara besar-besaran. Mer membawa seorang putri,
sementara suami barunya itu membawa sejumlah anak yang sudah dewasa. Tapi
rumahtangga Mer dengan produser rekaman itu tidak bertahan lama, menyusul
banyaknya kabar yang masuk ke telinga Mer bahwa suaminya itu ada main dengan
rocker asal Bandung, Nicky Asatria. "Saya pun memilih cerai. Tak lama setelah
itu, mantan suami saya menikah dengan Nicky Astria,".
Sejak itu Mer bertekad tak mau sembarangan lagi menerima lamaran dari siapapun
pria yang memintanya jadi istri. "Jujur saja saya katakan, hingga kini masih
banyak pria yang antri ingin jadi suami saya. Ada yang Jenderal pangkatnya. Ada
Ustadz. Ada selebritis dan ada pengusaha. Tapi saya tak mau jatuh lagi. Jadi,
saya serahkan semua ke Allah, apakah saya mesti bersuami lagi. Saya dasar kok
sudah tidak muda lagi. Saatnya saya mengabdikan hidup saya untuk agama, dan anak
saya," ujar Mer.
Memasuki bulan Ramadhan ini adalah tahun yang kesekian Mer menjalani bulan puasa
tanpa suami. "Bangun makan sahur kadang hanya sendirian, buka puasa sendirian
juga sudah menjadi kebiasaan lama saya. Tetapi, saya bisa menikmati keadaan itu.
Terasa sekali kok nikmatnya karena saya merasakan dekat dengan Allah. Saya ini
ciptaan Allah dan sewaktu-waktu siap memenuhi panggilannya," demikian Mer.
(Syarifudin)