[Ida Arimurti] Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors

111 views
Skip to first unread message

denny sakrie

unread,
Jul 23, 2008, 11:55:49 PM7/23/08
to

LCLR Prambors Picu Era Baru Musik Pop
Oleh Denny Sakrie *



31 tahun silam, sebuah radio anak muda yang mangkal di Jalan Borobudur Menteng, Jakarta Pusat, mengukir sejarah baru dalam industri musik pop Indonesia dengan mengadakan sebuah ajang kompetisi cipta lagu bertajuk 'Lomba Cipta Lagu Remaja' Prambors (LCLR). Kenapa disebut sejarah baru ? Karena, dari lomba ini akhirnya terjaring sederet lagu-lagu yang memiliki karakter berbeda dengan musik pop yang tengah meraja di industri musik Indonesia.



Di era paruh 70-an itu, musik pop Indonesia dikuasai oleh grup-grup pop seperti Koes Plus, Favorites Group, Panbers, The Mercy's, hingga D'Lloyd. Pukul rata warna musik yang mereka tampilkan cenderung sama yakni kesederhanaan dalam melodi, akord, hingga pola penulisan lirik lagunya. Remy Silado, pengamat musik sohor saat itu, mengkritik bahwa terjadi pendangkalan tema dalam musik pop kita. ''Hampir semua lagu liriknya dipenuhi dengan kata 'mengapa''' tulis Remy Silado di  majalah berkala "Prisma".



Stagnasi


Selain ingin menggalang potensi kreatifitas anak muda dalam penciptaan lagu, Lomba Cipta Lagu Remaja ini, menurut Imran Amir dari Radio Prambors, ajang kompetisi ini mendobrak stagnasi dalam industri musik pop yang cenderung memihak pada sisi komersial belaka. Akhirnya, musik pop cenderung tunggal nada dan mencapai titik kulminasi. Hampir tidak ada terobosan baru.

Sebetulnya semangat membuat sesuatu yang baru telah dilakukan sejumlah pemusik semisal Harry Roesli, Leo Kristi, Guruh Gipsy, dan yang lainnya. Tapi, karya-karya semacam itu tak pernah dilirik oleh para pengusaha rekaman, karena dianggap tidak memiliki daya jual. ''Saat itu musik pop kita tak ubahnya dagangan yang hampir tidak memikirkan kualitas,' ungkap Sys NS, salah satu panitia LCLR Prambors.



Memang, pada saat itu telah kokok berdiri ajang Festival Lagu Pop Indonesia yang dirintis sejak tahun 1971. Tapi, ajang ini dari tahun ke tahun terbelenggu dalam pola musik yang nyaris tak berkembang. Justru LCLR bisa dianggap lebih hirau dengan tren musik yang tengah berkecambah di penjuru dunia.

Itu jelas tercermin pada Lomba Cipta Lagu Remaja 1977 yang berhasil menetaskan lagu Kemelut karya Junaedi Salat sebagai juara 1 dan Lilin-lilin Kecil karya James F Sundah yang terpilih sebagai lagu yang paling banyak disukai pendengar dengan istilah ala Prambors: 'Lagu Tersayang'.



Dari deretan 10 pemenang LCLR 1977, itu terdapat tiga tembang yang diciptakan oleh Kelompok Vokal SMA III Jakarta yang berada di kawasan Setiabudi, masing-masing Akhir Sebuah Opera, Angin, dan Di Malam Kala Sang Sukma Datang. Siswa siswa SMA III yang menulis lagu-lagu itu adalah Fariz RM, Adjie Soetama, dan Raidy Noor, yang di kemudian hari dikenal sebagai penggerak musik pop Indonesia.



Pada LCLR 1978 terpilih lagu Khayal karya Christ Kaihatu dan Tommy WS (keduanya telah meninggal dunia) sebagai juara 1. Namun, lagu Kidung karya Christ Manusama, terpilih sebagai 'Lagu Tersayang' berdasarkan polling pendengar.


Kontribusi Komposer
Dari ajang LCLR ini tercatat menghasilkan sederet pencipta lagu yang kemudian memberikan kontribusi terhadap konstelasi musik pop Indonesia mulai dari James F Sundah, Baskoro, Chris Manuel Manusama, Harry Sabar, Fariz RM, Raidy Noor, Adjie Soetama, Ikang Fawzy, dan Dian Pramana Poetra. Terus ada lagi nama Bagoes A Ariyanto, Sam Bobo, Christ Kaihatu, Tommy Marie, Ingrid Widjanarko, Denny Hatami, Edwin Saladin, Didi AGP, Iszur Muchtar, Yovie Widianto, Bram Moersas, Roedyanto, dan banyak lagi.

Gaung ajang LCLR ini memang menggetarkan industri musik pop negeri ini. Secara kebetulan, pada era 1977-1978 sederet pemusik kita memang tengah bersemangat menghasilkan karya-karya yang merupakan alternatif dari musik pop yang tengah bertahta. Mereka adalah Chrisye, Keenan Nasution, Eros Djarot, God Bless, Noor Bersaudara, Harry Roesli, Giant Step, dan masih banyak lagi.



Tren Musik


Coba saja simak tata musik yang disajikan Yockie Soerjoprajogo dalam LCLR 1977 dan 1978 yang cenderung mengadopsi anasir musik rock progresif yang didominasi instrumen keyboard, seperti yang terdengar pada grup-grup mancanegara Genesis, Yes, maupun Emerson Lake & Palmer. Aransemen yang kerap disebut berciri simfonik ini cenderung menghasilkan atmosfer musik yang lebih megah dan tebal.

Lalu simaklah aransemen LCLR 1979 yang digarap Debby Nasution dan Addie MS dengan penonjolan pada warna klasik dan rhythm and blues. Debby yang terpengaruh atmosfer klasik Johann Sebastian Bach banyak menghadirkan suara hammond organ sedang Addie MS terlihat mengadopsi gaya soul R&B ala Earth Wind & Fire.

Pengaruh jazz mulai terlihat pada LCLR 1980 yang tata musiknya digarap Abadi Soesman dan Benny Likumahuwa. Pada saat bersamaan tren musik memang tengah diramaikan oleh musik bercorak jazz. Kesimpulannya, ajang LCLR ini memang selalu mengedepankan tren musik yang tengah merebak.



Sayangnya, ajang LCLR ini sudah tak terdengar lagi kiprahnya. Penyebabnya mungkin adalah pergeseran zaman, di mana anak muda sekarang sudah tak tergantung lagi pada ajang-ajang kompetisi semacam ini untuk menembus industri rekaman. Kini mereka dengan konsep D.I.Y (Do It Yourself) yang berkecambah dalam komunitas indie, bisa melakukan apa saja, menulis lagu, memproduksi, dan mengedarkannya sendiri. Bahkan dengan teknologi yang kian berkembang, anak muda sekarang telah mampu memperkenalkan musik mereka melalui wadah semacam my space atau youtube.com.

Tapi, lagu-lagu dari ajang LCLR hingga kini pun masih bergaung dimana-mana. Entah itu Lilin-lilin Kecil, Kidung, Khayal, Apatis, Menepis Bayang Kasih, dan banyak lagi.

Dan yang lebih parah lagi,kini setelah 3 dasawarsa berlalu,industri musik kita kembali lagi seperti dahulu : warna musik yang seragam.Jika dulu berlumur kata "mengapa" kini bergelimang kata "selingkuh".

Apa mau dikata ?

 

* Denny Sakrie,pernah jadi juri LCLR Prambors

 




01. LCLR Prambors Rasisonia 1977 (Pramaqua 1977)
02. LCLR Prambors Rasisonia 1978 (Duba Records 1978)
03. LCLR Prambors Rasisonia 1979 (Duba Records 1979)
04. LCLR Prambors Rasisonia 1980 (Duba Record 1980)
05. LCLR Prambors Rasisonia 1981 (Lolypop Records 1981)
06. LCLR Prambors Rasisonia 1982 (Venus Records 1982)
07. LCLR Prambors Rasisonia 1987 (Team Records 1987)
08. LCLR Prambors Rasisonia 1988 (Atlantic Records 1988)
09. LCLR Prambors Rasisonia 1990 (Aquarius Musikindo 1990)
10.LCLR Prambors Rasisonia 1996 (Win Records 1996

__._,_.___
=================================================================
"Morning greetings doesn't only mean saying 'Good Morning'.
It has silent message saying that I remember you when I wake up.
Wish you have a Great Day!" -- Ida Arimurti

Jangan lupa simak IDA ARIMURTI&FRIENDS SENIN HINGGA JUMAT di 99,1 DELTA FM
Jam 4 sore hingga 8 malam dan kirim sms di 0818 333 582.

=================================================================
Recent Activity
Visit Your Group
Only on Yahoo!

Star Wars galaxy

Create a profile

and meet fans.

Search Ads

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Cat Groups

on Yahoo! Groups

discuss everything

related to cats.

.

__,_._,___

prayitno budi

unread,
Jul 28, 2008, 3:31:43 AM7/28/08
to idaarimurt...@yahoogroups.com

Bung Denny, sekarang susah yach cari stasiun radio yang hanya atau khusus menyiarkan lagu2 tahun 60'an s.d 80 'an baik untuk lagu Indonesia atau Barat. Mungkin Bung Denny dapat membantu...apakah masih ada stasiun radio yang masih eksis dengan lagu2 dimaksud....kalau ada stasiun mana saja dan sekalian gelombangnya Yach....???? makasih berat...
 
 
 
- Ebuno -



----- Original Message ----
From: denny sakrie <denny_sakrie@yahoo.com>
Sent: Thursday, July 24, 2008 10:55:49 AM
Subject: [Ida Arimurti] Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors

LCLR Prambors Picu Era Baru Musik Pop
Oleh Denny Sakrie *



31 tahun silam, sebuah radio anak muda yang mangkal di Jalan Borobudur Menteng, Jakarta Pusat, mengukir sejarah baru dalam industri musik pop Indonesia dengan mengadakan sebuah ajang kompetisi cipta lagu bertajuk 'Lomba Cipta Lagu Remaja' Prambors (LCLR). Kenapa disebut sejarah baru ? Karena, dari lomba ini akhirnya terjaring sederet lagu-lagu yang memiliki karakter berbeda dengan musik pop yang tengah meraja di industri musik Indonesia.



Di era paruh 70-an itu, musik pop Indonesia dikuasai oleh grup-grup pop seperti Koes Plus, Favorites Group, Panbers, The Mercy's, hingga D'Lloyd. Pukul rata warna musik yang mereka tampilkan cenderung sama yakni kesederhanaan dalam melodi, akord, hingga pola penulisan lirik lagunya. Remy Silado, pengamat musik sohor saat itu, mengkritik bahwa terjadi pendangkalan tema dalam musik pop kita. ''Hampir semua lagu liriknya dipenuhi dengan kata 'mengapa''' tulis Remy Silado di  majalah berkala "Prisma".

=================================================================
"Morning greetings doesn't only mean saying 'Good Morning'.
It has silent message saying that I remember you when I wake up.
Wish you have a Great Day!" -- Ida Arimurti

Jangan lupa simak IDA ARIMURTI&FRIENDS SENIN HINGGA JUMAT di 99,1 DELTA FM
Jam 4 sore hingga 8 malam dan kirim sms di 0818 333 582.

=================================================================
Recent Activity
Visit Your Group
Star Wars on Y!

Discover new content

Connect with other

fans & upload video.

Best of Y! Groups

Discover groups

that are the best

of their class.

New business?

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

.

__,_._,___
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages