restoran Muar, Kuala Lumpur
Review ini berani saya bikin setelah mencoba ke-empat kalinya ke restoran
ini.
Setelah yakin kalau masakan mereka benar-benar konsisten.
Restoran ini termasuk baru didalam perpetaan kuliner kuala lumpur.
Judul restoran ini adalah " Restoran Muar - Home cooked cuisine".
Muar sendiri adalah kota kecil yang ada di negri bagian Johor. Mereka
juga mendeskripsikan diri menyajikan masakan rumahan.
Tapi boleh saya katakan positioning mereka sesuai sekali dengan produk
mereka. Masakan mereka bisa dikatakan tidak neko-neko atau juga kreasi
baru. Bahkan tempat yg mereka jadikan resto merupakan ruang depan
rumah yang ditata dengan tambahan meja kursi, jadi benar-benar suasana
rumah. Walaupun lokasi mereka adalah di bukit bintang bertetangga
dengan resto-resto kecil lainnya.
Salah satu bukti masakan mereka adalah masakan rumahan adalah
menempatkan Crispy Fried egg (RM 7) ke dalam daftar Signature dish.
Menu itu adalah Telor ceplok plus percikan kecap manis, jadi inget
kalau itu adalah menu favorit para keponakan kalau lagi susah makan.
Istimewanya telur ceplok terdiri atas 3 telur dengan putih telur yang
renyah dan berserabut, tidak heran kalau saya selalu lihat menu di ini
hampir di setiap meja. Telur mungkin di goreng dengan minyak banyak
sehingga hampir semua putihnya menjadi renyah.
Sedangkan masakan yang selalu saya pesan adalah butter kailan. Sayut
kailan diiris tipis-tipis kemudian digoreng garing ditambah daun kari
yang memberikan aroma khas, bumbunya adalah kremesan yang dibuat dari
susu evaported yang digoreng dengan margarine/minyak sampai menjadi butiran.
Thai style fried fish (RM 30) juga tidak boleh dilewatkan, seperti
layaknya thai sauce rasa asin, asam ,manis becampur menjadi satu. Tapi
kalau biasanya aroma daun ketumbar mendominasi masakan ala thai, kali
ini mereka menambahkan unsur masakan nyonya didalamnya yaitu
kecombrang. Bila kita hanya datang sendiri atau berdua, mereka juga
menawarkan ikan disajikan dalam bentuk fillet jadi tidak terlalu banyak.
Otak-otak disajikan diatas piring seperti tahu. Tapi rupanya otak-otak
ini baru mereka siapkan dan kukus setelah kita pesan sehingga masakan
ini datang belakangan. Rasanya pedas dengan bumbu yang tidak terlalu
dominan, sehingga kesegaran dan kekenyalan ikan masih dapat terasa.
Untuk sup nya dapat pesan Assam fish, saya sendiri belum pernah pesan
tapi sempat merasakan kuah dari Assam fish yang diberikan oleh si
pemilik sebagai compliment. Karena pada saat melihat semua pesanan
saya serba kering, kemudian saya dibawakan sup dalam mangkok kecil.
Rasa sup nya mirip sayur asem tapi dengan rasa pedas. Pasti saya pesan
lain kali kesana.
Mereka tidak menyajikan macam-macam minuman, kita hanya diberikan
pilihan bir, the atau air putih. Sebagai dessert pilihan hanya es
cendol melaka (RM 1) yang disajikan dalam mangkok kecil. Cendol
dicampur kacang merah kecil dengan es serut dan gula melaka. Rasanya
dan porsinya memang pas, untuk menetralisir makanan yang serba pedas dan
gurih.
Mungkin memang itulah seharusnya masakan rumah, pas di perut senang di hati.
Restoran Muar (pork-free)
Jl. Tengkat tongshin ,no .6G (bukit bintang area)
Tel. +603 21442072
Open 11am-3pm / 6pm-10pm
(close Monday)
From: d_why_s
Ikan Bakar Etek Pontianak
Hari Sabtu tgl 2 Juni 2007 kemarin saya ke Pontianak selama 3 Jam untuk
suatu urusan. Saat makan siang seorang temen Pontianak mengajak saya makan
siang di Ikan Bakar Warung Nasi Etek di daerah Pasar Loak, tepatnya di
Jl.Ciujung Selatan, Pontianak. Dinamakan Etek yang jual orang padang yang
masak orang Madura, tetapi si pemilik warung berkomitmen tetap memakai bumbu
padang. Tergiur dengan promosi sang temen Pontianak ini yang sangat heroik,
mengklaim bahwa Ikan Bakarnya ueeenak tenan.
Setelah urusan selesai sekitar jam 01.30 siang saya sepakat mengiyakan
ajakan temen ini untuk mencobanya. Begitu parkir mobil melihat lokasi
warungnya saya agak ragu, maklum lokasinya agak masuk ke gang kecil (
Jl.Ciujung Selatan ). Saya pesan ikan bakar sesuai yg direkomendasikan temen
saya ini yaitu Ikan Bawal, versi dia ini yang paling enak, yang lain Ikan
Tenggiri Bakar, Kepala Ikan Tenggir,i kalau yang ini kebetulan saya kurang
suka karena dagingnya kurang berlemak. Ada juga Kepala Ikan Kakap Merah,
sayang sudah habis jadi ga bisa cerita.
Ikan bawal bakar disajikan dalam bentuk potongan yang cukup besar sehingga
memudahkan kita memakannya.Begitu dimakan yang pertama kali terasa bumbu
kemiri ( salah satu ciri khas masakan padang), lemak Ikan bawal terasa
sekali sehingga membuat rasa gurih. Sayang kegurihan Ikan bawal bakar Etek
ini diiringi sambel hijau padang yang rasanya kurang bersahabat dengan
lidah, terutama lidah saya. Sambal begitu hambar rasanya ditambah nasi
bagaikan Pasir Gurun Sahara. Harga 1 ptg ikan bawal bakar Rp.5000,-, ikan
tenggiri Rp.5000,-, kepala ikan kakap merah berkisar Rp.15.000,- - Rp.45.000
( tergantung besar kecilnya), kepala ikan tenggiri Rp.20.000,- -
Rp.25.000,-. From: Ch. Huda Djauhari
banana chocolate cake plus vanilla ice cream?? hmmm... c'est delicieux!
halu choco lovers !!
hmm.. saya mo sedikit bagi2 cerita nih soal dessert yang menurut saya sih
oke :)
saya yakin dan percaya kalojalan2 ke Kuala Lumpur, apalagi
yang ibu2 n gadis2, pasti mampir ke sungei wang buat shopping..
soalnya kalo saya lagi jalan2 ke sungei wang saya suka denger banyak
yang ngomong bahasa indonesia hehe.. apalagi di toko sepatu vinnci,
y kan?? hayoo.. ngaku :)
nah, kalo kebetulan mampir ke sungei wang, nggak ada salahnya kan
icip2 dessert yang oke.. kalo mo yang cepet, bisa mampir ke lecka
lecka.. menurut saya gelato-nya enak banget.. kalo nggak tau lecka
lecka yang mana.. samperin aja famous amous yang katanya 'free to
smell' soalnya cookiesnya harumnya sampe kemana2.. nah, disitulah si
lecka lecka.. harganya kalo saya nggak salah RM 6 untuk single cup..
ada macem2 rasa.. mulai dari yoghurt buah2an sampe tiramisu.. hmmm..
kalo mo yang rada unik, boleh juga nyoba turkish ice cream..
lokasinya deket pintu keluar BB plaza (connecting sama sungei wang
plaza).. yang jualan om2 turki yang pake baju turki, udah gitu
sambil nge-scoop ice cream dia nyanyi2 pake bahasa turki.. ada
atraksinya gitu deh.. rasanya sih biasa aja, tapi lumayan kalo bawa
anak2.. pasti seneng ngeliat om2 penjual ice creamnya.. mukanya juga
lucu hehe.. disitu juga dijual turkish delight n dessert yang lainnya..
satu lagi ada dilantai.. mmm.. maaf y, saya lupa lantai berapanya
sungeiwang.. disitu ada cafe zhang toi, zhang toi itu nama
desainer.. kebetulan di situ emang row-nya butik2 desainer.. cafe
zhang toi ini pas didepan butik2 itu.. salah satu recommended
dessertnya banana chocolate cake.. bisa pilih mo pake ice cream ato
nggak (tentunya harganya beda y..) banana chocolate cake disini
bukan berarti banananya di blend ama cake chocolatenya tapi layer..
jadi ada lapisan choc cake trus ditimpa pisang tus ditimpa cake lagi
ampe sekitar 5 layer kalo nggak salah.. cake ini di hidangkan
anget2.. jadi satu slice banana choc cake.. trus atasnya di taro ice
cream vanilla n disiram sedikit chocolate syrup... hmmm.. buat para
pecinta coklat.. ini recommended deh.. untuk ngimbangin manisnya..
bisa pesen minuman yang namanya fruity punch kalo nggak salah..
rasa2nya mirip ice lemon tea.. rada2 asem.. tapi instead of sliced
lemon, yang dimasukin justru cincangan jeruk nipis n lemon beserta
kulitnya.. jadi segeeerrrr banget.. duh.. jadi pengen :(... total
kebolongan kantong buat 2 item ini sekitar 15 ringgit.. tapi bisa
dimakan buat berdua loh.. kalo takut gemuk hehehe...
nah, jadi sekarang kalo ke sungeiwang sambil blanja bisa icip juga
deh dessert yang oke.met makan2 n shopping :)mitha
From: Ayuningtyas C Paramita
[Non-text portions of this message have been removed]