Marini & THE STEPS HISTORY
The Steps di jelang dasawarsa 60-an telah dikenal
sebagai kelompok musik papan atas bersama
dengan pendahulunya seperti Eka Sapta,The Pro's dan juga The Disc.
Bermula dari pertemuan antara May Sumarna,Ismet Januar dan Imran.
Tifa pemusik yang dianggap mengendalikan The Steps.
Saat itu May Sumarna baru saja meninggalkan grupnya Diselina.
The Steps saat itu termasuk band pengiring yang kualifaid
terdiri atas May Sumarna,Ismet Januar,Imran,Joko Pratomo,
Dono,Didi Hadju,Ferly & Paul Irama.
Bukan hanya meraih reputasi di Indonesia,melainkan juga
di negeri jiran seperti Malaysia,Singapura bahkan di Hongkong.
Pada tahun 1970 The Steps bahkan telah dikontrak untuk merilis
album pada label Phillps Singapura.
Ada fenomena menarik pada akhir 60-an dan awal 70-an,
di Singapura hamper semua klub malam hingga restaurant diisi
oleh lusinan band band penghibur dari Indonesia termasuk The Steps.
Pada album bertajuk "The Steps 1970" The Steps menampilkan
2 penyanyi wanita berparas cantik menawan yaitu Sandra Sanger
dan Marini Soerjosoemarmo.
Di album ini Marini menyanyikan lagu milik
Juice Newton "Angel Of The Morning"
dengan interpretasi yang memikat pendengarnya.
Di album ini The Steps memang belum membawakan karya orsinal.
Mereka lebih banyak melantunkan repertoar asing semisal
"Angel Of The Morning" (Juice Newton),
Lodi (Creedence Clearwater Revival),
Gimme Some Lovin' (Spencer Davis Group),
Willingly (Crispian St Peters),
Cry Like A Baby (The Boxtops) dan banyak lagi.
The Steps pun merilis beberapa album dengan
label "The Steps In Keronchong".
Di album ini The Steps bereksperimen membawakan
musik keronchong dengan gaya beat.
Jadi terasa lebih modern.Lagu-lagu Keronchong Beat
yang mereka bawakan antara lain seperti "Mata Ayer",
"Indahnya Alam","Ibukota","Sedihnya Cinta".
Bahkan lagu lagu Barat seperti "Danny Boy" nya Jim Reeves,
"San Fransisco" nya Scott McKenzie hingga lagu tema film
James Bond "Your Only Live Twice"
dibawakan dengan atmosfer Keronchong.
Uniknya,dalam The Steps kemudian mencuat
dua pasang suami isteri.
Yaitu ketika Didi Hadju menikahi Marini .
Lalu May Sumarna menikahi almarhumah Sandra Sanger.
Pasangan Marini dan Didi Hadju kemudian dianugerahi
putera puteri Rueben dan Shelomita.
Di tahun 1974 terjadi pergeseran dalam formasi The Steps
dengan mundurnya May Sumarna ,
yang kemudian membentuk
kelompok Madesya Groups.Tapi The Steps tetap bertahan .
Setelah menekuni karir di layer lebar antara lain
membintangi film "Cinta"
bersama actor Ratno Timor.Marini kembali bergabung
dengan The Steps di tahun 1977.
Saat itu tengah merebak demam disko.PT Irama Tara
melihat peluang ini untuk menampilkan The Steps
dengan nama Marini & The Steps.
Kelompok ini lalu mencoba menampilkan tren disko
yang tengah mewabah.
Album pertama Marini & The Steps dianggap berhasil
antara lain melejitkan lagu " Ratu Disko"
yang merupakan terjemahan dari lagu
"Dancing Queen" nya ABBA.
Mereka juga menerjemahkan sebuah lagu disko lainnya
milik Wild Cherry "Play That Funky Music".
Tetapi tak semuanya bercorak disko.
Ada juga yang bercorak pop romantis seperti
"Seruling Di Lembah Sunyi"
yang dinyanyikan Ismet,Imron dan Joko.
Di tahun 1979 Marini & The Steps muncul lagi lewat album
yang mengandalkan hits ciptaan Titik Puspa bertajuk
"Titik Titik Hujan" yang sering berkumandang
di radio radio di seantero Nusantara.
Di album ini Marini & The Steps menyanyikan pula
lagu lagu karya Adriyadie,Harry Bharata,Yasir Syam,
Is Haryanto hingga Johannes Purba.
Dan malam ini The Steps muncul lagi.
Sebuah reuni yang manis.Sweet Reunion.
Bahkan The Steps pun sebetulnya pun telah
mempunyai regenerasi dalam bermusik.
Gitaris Imran telah memiliki penerus bernama
Ibrahim atau lebih dikenal dengan Baim,
mantan ADA Band yang kini sukses bersolo karir.
Marini pun telah memiliki penerus yaitu Shelomita
yang telah merilis beberapa album solo..
MC welcoming guest : Ida Arimurti
Selamat malam…..Bapak Ibu yang kami hormati.
Ass.Wr Wb
Selamat datang di Balroom The Sultan Hotel Jakarta
Hari ini Selasa, 4 September 2007
Malam ini merupakan malam istimewa.
Karena di malam ini kita seolah berpusar
dalam kitaran warsa, dalam putaran waktu.
Kita terbawa surut ke 30 tahun silam lebih malam ini.
Di akhir dasawarsa 60-an hingga 70-an
mencuatlah sebuah kelompok musik
yang memberi warna tersendiri dalam khazanah musik pop kita.
Mereka bahkan telah merekam beberapa album di Singapura.
Membawakan lagu lagu hits dunia,
tapi juga tak melupakan akar budaya kita
dengan menyusupkan unsur musik keroncong .
Kelompok yang didominasi pria ini pun menghadirkan
dua vokalis wanita yang cantik yaitu
almarhumah Sandra Sanger dan Marini.
Alhamdulillah Marini yang tetap cantik.
Masih juga tetap bersama kelompok musik itu.
Marilah kita sambut mereka…langkah langkah nya..
THE STEPS.
MARINI and The Steps Show
Mc introduce the steps (incl marini)/IDA ARIMURTI
Hadirin inilah penampilan dari sekelompok pria mapan
yang masih terampil membesut instrument musik.
Mereka tak hanya membawakan karya-karya orang.
Tapi karya sendiri.
Salah satu diantarnya adalah "Seruling Di Lembah Sunyi"
yang dirilis pertama kali oleh Irama Tara pada tahun 1977
dengan album bertajuk "Pop Disco Vaolume 1 Marini & The Steps"
Marini Burhan
Soemarini Soerjosoemarno (Marini Burhan) (lahir di Malang, Jawa Timur, 2
November 1947; umur 61 tahun) adalah seorang penyanyi yang telah tampil dilayar
TV sejak tahun 1960-an telah merekam puluhan album, baik yang direkam di
Indonesia maupun diluar negeri yang direkam di Polydor, Philips, EMI di
Singapore, Tokyo dan Kualalumpur.
Marini dan Sandra Sanger merupakan penyanyi andalan The Steps ditahun 1970-an,
mereka lebih dari 8 tahun melanglang kota-kota besar Asia, Singapore, Kuala
Lumpur, Tokyo dan Hongkong. Marini sebagai pemeran wanita (film) Indonesia yang
terkenal pada film-film era 1975-an, pernah terpilih sebagai The Best Actress
(Pemeran Wanita Terbaik) pada Festival Fim Asia (FFA Awards) di Seoul, Korea.
Sampai saat ini Marini masih sering tampil menyanyi bersama Band The Steps.
Bulan Agustus 2008 Marini & The Steps melakukan Konser di Sultan Hotel (dahulu
Hilton Hotel) Jakarta. Juga sampai saat ini Marini masih aktif tampil sebagai
pemeran film sinetron terutama yang bertemakan religi dilayar kaca, dan tampil
lagi dilayar lebar pada film Ayat-Ayat Cinta yang ditonton lebih dari 3,9 juta
penonton, jumlah tertinggi di Indonesia.
Marini adalah anak ke-dua dari pasangan Soetarjo Soerjosoemarno (Mayjen
TNI/Alm.), keluarga kesultanan Keraton Mangkunegaran Solo, dan Dolly Zegerius,
gadis Belanda keturunan Yahudi yang dinikahi pada tahun 1943 pada saat Soetarjo
study di Technische Universiteit Delft, Belanda.
Salah satu saudara kandungnya adalah Japto Soerjosoemarno yang sampai kini
menjabat sebagai Ketua Umum Pemuda Pancasila dan juga Ketua Umum Partai Patriot
(dahulu Partai Patriot Pancasila). Dari perkawinannya terdahulu Marini
memperoleh dua putra dan seorang putri yaitu Rama Suprapto (Ass Director Robert
Wilson), Shelomita seorang penyanyi Indonesia dan Reuben Elishama seorang
pemeran beberapa film/Sinetron Indonesia juga penyanyi group band CHANNEL.
Setelah menikah dengan Burhan Abdullah, namanya dikenal sebagi Marini Burhan
Abdullah. Mereka berdua sekarang lebih banyak menyalurkan kegiatannya di bidang
pendidikan dan sosial, diantaranya Sekolah Taman kanak-Kanak bagi anak2 yg orang
tuanya tidak mampu dan TPA & Panti Asuhan "Al-Hikmah" Yayasan Datokarama Palu.
Marini dan Burhan bersama beberapa artis pemeran dan penyanyi senior Nenny
Triana, Diah Iskandar, Jelly Tobing, Eddy Susilo, Neneng Salmiah SH,
Dodot,SH,Dian Pisesha, Merry dan masih banyak lagi, telah membentuk organisasi
Solidaritas Artis Indonesia (STARINA. Organisasi STARINA merupakan wadah
kerjasama dan kegiatan sosial Artis pemeran dan penyanyi Indonesia.
Sejak 2004, Marini telah ikut aktif dibidang politik sebagai fungsionaris dan
Caleg Partai Patriot Pancasila (sekarang Partai Patriot). Marini juga disamping
aktif sebagai Srikandi Pemuda Pancasila, kini bersama beberapa teman-teman,
mendirikan Japto Soerjosoemarno Center (JSC), sebagai lembaga kajian Kebangkitan
Semangat Kebangsaan dalam mempertahankan UUD 1945, Pancasila dan NKRI.
Cinta" (1975) - arahan Wim Umboh
"Sesuatu Yang Indah" (1976) - arahan Wim Umboh
"Sentuhan Cinta" (1976) - arahan Bobby Sandy
"Kenangan Desember" (1976) - arahan Ami Prijono
"Layu Sebelum Bekembang" (1977) - arahan Sofyan Sharna
"Istriku Sayang Istriku Malang" (1977) - arahan Wahab Abdi
"Sejuta Duka Ibu" (1977) - arahan Motinggo Busye
"Jangan Menangis Mama" (1977) - arahan Sofia WD
"Terminal Cinta" (1977) - arahan Abrar Siregar
"Marina" (1977) - arahan Nico Pelamonia
"Wanita Segala Zaman" (1979) - arahan Hasmanan
"Kemana Hati Kan Ku Bawa" (1979) arahan Yusaini Amir
"Anna Maria" (1979) - arahan Hasmanan
"Sirkuit Kemelut" (1980) - arahan Lukman Hakim Nain
"Nila Di Gaun Putih" (1981) - arahan Sandy Suwardi Hassan
"Akibat Kanker Payudara" (1987) - arahan Frank Rorimpandey
"Ayat-Ayat Cinta" (2007) - arahan Hanung Bramantyo
Penghargaan :
Twin Lion Award di Pusan, Korea Selatan, pada 1976 lewat film arahan sutradara
Wim Umboh, Cinta (1975)[1]
Tahun 2008, memperoleh Penghargaan Bintang Seniman dari Presiden Persatuan
Seniman Malaysia, Kuala Lumpur.
Layaknya pasangan suami-istri lainnya, pasangan Marini Suryosumarno dan
Burhanuddin Abdullah menyadari betul pentingnya menjaga komunikasi dalam
menjalani biduk rumah tangga mereka
Maka dari itu, di tengah padatnya kesibukan masing-masing, keduanya berusaha
untuk tetap berkomunikasi dengan pasangan mereka. Selain berbicara via telepon,
saling kirim SMS juga menjadi trik keduanya.
"Kadang kita juga suka saling kirim SMS yang lucu ke pasangan, terang
Burhanuddin, Sabtu lalu (17/05),di bilangan Senayan, Jakarta Selatan.
Kebersamaan memang menjadi sesuatu yang terbilang mahal bagi pasangan ini. Bila
sudah begitu, baik Marini maupun Burhanuddin harus pintar-pintar membagi waktu
antara keluarga dan pekerjaan. Salah satu cara yang ditempuh Marini adalah
dengan mengurangi waktu syutingnya.
"Syuting saya usahakan hanya 5 hari atau 4 hari. Saya gak mau syuting 7 hari
dalam seminggu. Jam-nya pun hanya sampai jam 11 malam. Kecuali ada emergensi,
yah ada toleransi, papar ibu kandung Shelomita dan Ruben Hadju itu
Demi bisa terus bersama, terkadang, Burhanuddin juga ikut menemani sang istri ke
luar kota, "Saya suka ijin. Bahkan sering saya jemput. Waktu ke Semarang,
biasanya saya tungguin," ujar Burhanudin sembari melirik mesra sang istri yang
ada di sampingnya. (ly)
Widyawati
Widyawati (lahir 12 Juli 1950; umur 58 tahun) adalah artis Indonesia yang
berjaya sejak dekade 1970-an dan 1980-an & beragama Islam. Namanya mulai
melambung saat bermain sebagai Yuli dalam Pengantin Remaja bersama Romi yang
diperankan Sophan Sophiaan.
Dunia film tak hanya membesarkan namanya, seperti dengan diraihnya Piala Citra
1987 untuk kategori Aktris Terbaik dalam film Arini, Masih Ada Kereta yang Akan
Lewat. Dunia film juga yang mempertemukan Widyawati dengan sang suami, aktor dan
sutradara yang tidak asing lagi namanya, Sophan Sophiaan. Widyawati-Sophan
menikah pada tanggal 9 Juli 1972, di Masjid Al-Azhar.
Bermain film sejak usia belasan tahun, hingga sekarang, Widyawati masih
menunjukkan eksistensinya. Pada tahun 2008, Widyawati bersama suaminya, Sophan
Sophiaan akan membintangi film berjudul Love, sebuah film yang mengangkat tema
cinta dari berbagai karakter dengan beragam latar belakang.
Film2nya :
Piso Komando (1967)
Ja Mualim (1968)
Apa Jang Kau Tjari, Palupi? (1969) disutradarai Asrul Sani
Romansa (1970)
Hidup Tjinta dan Air Mata (1970)
Bali Incontro Damore (1970)
Matahari Hampir Terbenam (1971)
Impas (1971)
Perawan Buta (1971)
Pengantin Remaja (1971) disutradarai Wim Umboh
Anjing-Anjing Geladak (1972) disutradarai Nico Pelamonia
Perkawinan (1972) disutradarai Wim Umboh
Si Bongkok (1972)
Tjintaku Jauh Dipulau (1972) disutradarai Motinggo Busye
Perempuan (1973)
Rindu (1973) disutradarai Iksan Lahardi
Pencopet (1973)
Anak Yatim (1973)
Timang-Timang Anakku Sayang (1973)
Demi Cinta (1974)
Gaun Pengantin (1974)
Cinta Remaja (1974)
Aku Cinta Padamu (1974)
Kehormatan (1974)
Romi dan Juli (1974)
Jinak-Jinak Merpati (1975) disutradarai Sophan Sophiaan
Antara Surga dan Neraka (1976) disutradarai Ratno Timoer
Semoga Kau Kembali (1976) disutradarai Motinggo Busye
Kemelut Hidup (1977) disutradarai Asrul Sani
Satu Malam Dua Cinta (1978)
Bung Kecil (1978) disutradarai Sophan Sophiaan
Kemilau Kemuning Senja (1980)
Di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi (1980) disutradarai Wim Umboh
Buah Hati Mama (1980) disutradarai Sophan Sophiaan
Amalia SH (1981)
Tinggal Landas Buat Kekasih (1984) disutradarai Sophan Sophiaan
Arini (1987) disutradarai Sophan Sophiaan
Suami (1988) disutradarai Sophan Sophiaan
Bayi Tabung (1988)
Sesaat Dalam Pelukan (1989) disutradarai Sophan Sophiaan
Perempuan Kedua (1990) disutradarai Ida Farida
Yang Tercinta (1991)
Sesal (1994) disutradarai Sophan Sophiaan
Love (2008) disutradari oleh Khabir Bhatia
Perempuan Berkalung Sorban (2009) disutradari oleh Hanung Bramantyo
Sinetron yg dibintanginya:
Abad 21
Kemuning
Disini Cinta pertamakali bersemi
Gadis Maraton
Setelah Putri pergi
Ketika Cinta Harus memilih
Aku tak Berdosa
Mawar Pasti berduri
Cinta Kelas Atas
Matahari Cinta
Cincin
Iklan2
SABUN LUX (1979)
PANTENE (1982)
Teh Sosro (1980)
Rejoice (1975)
Natur-E (1990)
OBH Combi Plus (1991)
Giv (1984)
Garuda Indonesia (1992)
Bank Multi (1980)
Villa Melati Mas (1990)
nominasi FFI
Buah Hati Mama
Amalia SH
Suami
Sesaat Dalam Pelukan
Piala
Arini Masih ada kereta yg akan lewat
Album
Potret kekasih
Esok Malam Kujelang
Kunang Kunang
Sophan Sophian Tolak Widyawati Boncengan
Mungkin ada sesal paling dalam dirasakan Widyawati. Istri almarhum aktor senior
Sophan Sophiaan ini sempat minta mendampingi suami terus berboncengan. Tetapi
ditolak Sophan Sophiaan saat melihat istrinya terlihat lelah.
Bahkan dengan sedikit keras Sophan menyuruh Widyawati naik mobil karena tetap
ngotot membonceng. Dan itu bak pertanda berakhirnya tautan perjumpaan mereka.
Sampai akhir hayat cinta Sophan Sophiaan hanya untuk Widyawati. Hanya maut yang
memisahkan cinta mereka.
Itulah penuturan Le Roy Osmani, sahabat almarhum Sophan Sophiaan yang turut
dalam road show merah putih.
Sebelumnya selama perjalanan Sophan Sophiaan dan Widyawati selalu tampak mesra
berboncengan.
"Banyak sekali hal yang bisa diambil dari perkawinan mereka. Setiap pagi dia
selalu bilang I Love U ke Widyawati. Kalau setiap ada masalah Sophian selalu
mencium keninganya. Dan ini yang aku terapkan kepada istriku. Alangkah indahnya
rumah tangga mereka," ungkap Le Roy usai pemakaman di TPU Tanah Kusir (18/5).
Secara kronoligis kejadian menurut Le Roy yang motornya persis di belakang motor
Sophan Sophiaan, kejadianya berlangsung begitu cepat.
"Di mana kondisi Sophan yang lelah dan ada penyakit vertigo saat pas jatuh sudah
tidak sadar diri, dari mulut keluar darah, mata berkedip–kedip, saat dibawa kami
tidak bisa kejar karena ambulance berlari cepat. Kami dikabari di tengah jalan,
dia sudah meninggal di pangkuan Widyawati," tutur Le Roy.
Banyak kenangan yang didapat Le Roy dari almarhum.
"Jadi setiap beli sesuatu pasti dua. Salah satunya dikasihkan kepada orang lain.
Dia pernah beli stik golf dua, satunya dikasihkan sama aku. Terakhir dia beli
helm dua, satunya buat saya. Sophian adalah orang yang baik," pungkas Le Roy.
(kpl/wwn/tri)
Walaupun telah tiada, ternyata nama Sophan Sophiaan juga masih harum di dunia
entertainment. Dalam gelaran Indonesian Movie Awards (IMA) pada Sabtu (16/05),
almarhum menerima sebuah penghargaan atas jasa-jasanya di bidang perfilman
Indonesia. Widyawati pun merasa bangga atas prestasi yang diraih suaminya.
"Penghargaan itu hasil dari apa yang kita lakukan. Itu merupakan wujud kecintaan
Om (Sophan, red) kepada tanah air. Punya suami seperti beliau, buat saya itu
kebanggaan yang luar biasa," kata Widyawati yang ditemui di acara syukuran satu
tahun wafatnya Sophan di kediamannya, Minggu (17/05).
[Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan
layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda,
masukkan alamat: m.kapanlagi.com"]
Dituturkan aktris senior ini, sekarang ia merasa jauh lebih ikhlas dari
sebelumnya. Meski terkadang saat mengingat almarhum, ia masih juga menangis.
"Pernah waktu itu saya makan di suatu tempat sama cucu saya, dan saya tahu itu
makanan kesukaan suami saya. Tapi saya berusaha menahan kesedihan di depan cucu
saya, dan yang bikin saya kita juga teman-teman karena mereka memberikan
dukungan yang luar biasa. Mereka sering telepon saya dan menanyakan kabar," kata
Widyawati.
Sophan Sophian wafat pada 17 Mei 2008 lalu. Ia terjatuh dari sepeda motor yang
dikendarainya saat tur bersama Touring Merah Putih untuk memperingati 100 Tahun
Hari Kebangkitan Bangsa. Hingga kini, kematiannya masih menyimpan misteri karena
ada beberapa rumor menyebutkan kematian Sophan tidak wajar. Dan saat disinggung
soal itu, Widyawati menolak untuk memberikan komentar terlalu jauh.
"Kalau untuk melupakan saya nggak bisa, tapi saya sudah menutup dan tidak mau
bicara lagi. Jalan terbaik seperti sekarang ini. Kepergian Om sudah sangat pedih
dan luka jangan dikaitkan lagi. Kita pun yakin kalau bawa kasus ini ke
pengadilan, tidak akan menang. Saya tidak mengalah, tapi saya hanya mengatakan
saya tidak akan bicara lagi," pungkasnya. (kpl/hen/boo
ANDI MERIEM MATTALATTA
Andi sitti meriem nurul kusuma wardhini mattalata 22, mahasiswi program sarjana
muda sastra inggris universitas hasanuddin. dia adalah penyanyi populer yang
berguru pada iskandar. (pt)
NAMA lengkapnya Andi Sitti Meriem Nurul Kusuma Wardhini Mattalatta. Usia 22
tahun. Mahasiswi program sarjana muda Sastra Inggeris, Universitas Hasanuddin
ini di antara teman-temannya dikenal sebagai gadis sederhana dalam berpakaian
dan bergaul. Ia selalu naik becak ke sekolah, walaupun mobil ada di rumahnya.
"Lebih enak dan merakyat naik becak," ujarnya.
Andi Meriem Mattalatta yang penyanyi populer ini tampil secara meyakinkan lewat
rekaman pertamanya MutiaYa daYi Selatan ciptaan Iskandar almarhum. Dari Iskandar
inilah Meriem banyak berguru dalam soal seni suara.Guru lainnya dalam soal
menyanyi ialah Arifin yang kini bekerja di KRI Ujungpandang. Dan telah 90 buah
lagu yang sudah direkamnya, sebagian besar lagu-lagu ciptaan Iskandar, antara
lain Di Kesayuan Bulan Rawan.
Orang Sulawesi Selatan tentu kenal dengan ayah Andi Meriem: Mayor Jenderal
(purn.) Andi Mattalatta ketua KONI untuk daerahnya. Ayah dan anak-anak terkenal
penggemar olahraga. Terutama olahraga ski air. Ayah dari 6 orang anak ini banyak
dikelilingi oleh wanita-wanita cantik. Paling tidak 5 orang setiap harinya,
yaitu puteri-puterinya sendiri. Mereka adalah Hermin, yang tertua yang kini
hampir tuntas mcngejarsarjana kedokterannya di Universitas Hasanuddin, kemudian
Ilham (satu-satunya lakilaki) yang bekerja di Jakarta dan telah menikah,
kemudian menyusui Radiah dan Faridah, dua-duanya juga di Fakultas Kedokteran,
baru Meriem dan kemudian si bungsu Soraya yang kini kuliah di Fakultas Tehnik.
Meriem dan Farida pernah beberapa kali menggondol juara ski di Ujungpandang.
Meriem yang mulai menyanyi ketika masih duduk di kelas V Sekolah Dasar, tahun
1970 berhasil menggondol juara I lomba menyanyi pop se Ujungpandang. Ia termasuk
10 finalis dalam lomba nyanyi pop se Indonesia di tahun 1973.
Beberapa orang film pernah mengajukan diri untuk meminta Meriem juga main film.
"Beres nyanyi dulu, baru main film," jawab Meriem. "Bukan saya tidak mau, tapi
belum sejiwa dengan film," tambahnya. Bagaimana soal pacar? Meriem mesem.
Bagaimana dengan Guruh? Beberapa waktu yang lalu, Meriem pernah didesas-desuskan
ada apa-apa. "Ah, cuma teman diskusi," kata Meriem. Tetapi raut mukanya yang
mulus itu menjadi merah.
Betapa beruntungnya Andi Meriem Mattalatta !.Album solonya ini didukung oleh
sosok sosok andal dalam industri musik pop Indonesia.Musiknya digarap pasangan
Yockie Soerjoprajogo dan Chrisye dengan dukungan Idris Sardi,Kiboud Maulana,Uce
F Tekol serta lagu lagu yang ditulis Fariz RM,Yockie,Chrisye, Eros Djarot,Guruh
Soekarno Putera,Roekanto dan Anton Issoedibyo.3 nama yang disebut terakhir
adalah komposer yang pernah berprestasi diajang Festival Lagu Populer Indonesia.
Yang jelas tata musik yang digarap Yockie dan Chrisye memang menjadikan album
ini menjadi berbeda dengan sejumlah album solo Mer sebelumnya yang digarap oleh
A.Riyanto maupun Iskandar.
Jenis suara Andi Meriem Mattalatta yang lembut terasa lebih pas dengan musik
garapan Yockie Chrisye yang cenderung cinematique, bernuansa simfonik dengan
penonjolan unsur keyboards.
Ini terlihat jelas jika menyimak lagu andalan album ini yaitu "Hasrat dan Cita"
yang ditulis Fariz RM.Juga lagu bernuansa mellow "Bulan Tolonglah Beta" karya
Guruh Soekarno Putera yang terasa mengiris kalbu dengan imbuhan gesekan biola
khas Idris Sardi pada interlude.Lagu ini seolah sequel kedua dari
"Renjana",karya Guruh Soekarno Putera yang berhasil menjadi Juara 1 dalam
Festival Lagu Populer Indonesia tahun 1976 yang dibawakan Grace Simon.
Dan bandingkan pula,ketika Mer menyanyikan salah satu lagu dari album "Badai
Pasti Berlalu" yakni "Merepih Alam" yang pertamakali justeru populer di tangan
Chrisye.
Dalam lagu "Bahtera Asmara",vokal Andi Meriem Mattalatta
bersanding dengan macan festival Harvey Malaihollo.Bahkan Yockie pun ikut
berduet dengan Mer pada lagu "Datanglah Terang" yang menutup album
ini.
TRACKLIST
1.Hasrat & Cita
2.Bahtera Asmara
3.Cintaku
4.Bisikku
5.Kuberikan
6.Impian
7.Pilihan Hati
8.Merepih Alam
9.Bulan Tolonglah Beta
10.Instrumental
11.Datanglah Terang
DENNY SAKRIE
Andi Meriam Mattalatta,
Tak Mau Jatuh Lagi
Hidup sebagai seorang janda, terlebih lagi mereka yang menggeluti dunia
keartisan, memang tidak selalu menyenangkan. Selain mudah menjadi gunjingan, tak
jarang artis yang menjanda menjadi korban fitnahan. Tidak sedikit kaum istri
yang langsung gelisah dan marah-marah jika suaminya berdekatan dengan artis yang
menjanda.
Andi Meriam Mattalatta, penyanyi yang dijuluki komponis besar Iskandar sebagai
Mutiara Dari Selatan., merasakan kenyataan itu.
"Tidak enak sebenarnya hidup menjanda. Apalagi saya seorang penyanyi yang tak
jarang diundang menyanyi dari satu kota ke kota lainnya di tanah air. Gunjingan
yang mengarah kepada saya, yang dikirimkan kaum istri yang gelisah karena
suaminya kerap berkomunikasi dengan saya, sudah terlalu sering saya terima.
Menyakitkan memang. Tapi saya sudah bertekad tak mau jatuh lagi. Jadi, saya
harus makin pintar membawa diri karena dibelakang saya ada keluarga besar saya
yang selalu mengontrol saya, juga banyak penggemar yang ikut menuntun saya ke
jalan yang benar," ujar Andi Meriam Mattalatta ketika berbincang dengan penulis
seusai penampilannya menyanyi di sebuah tempat di Jakarta, pekan lalu.
Gunjingan yang kerap diterimanya melalui sms belakangan ini antara lain
berbunyi: "jangan ganggu suami saya ya, anak-anak kami masih kecil-kecil," juga
ada sms yang berbunyi: "Mbak Mer yang cantik, kalau nggak mau di cap sebagai
penggganggu suami orang, jangan deket-dekat suami saya,"
Bunyi gunjingan seperti itu, dinilai penyanyi berdarah ningrat Bugis dari tanah
Wajo, Sulsel ini, memang menyakitkan, bahkan kerap membuatnya menitikkan air
mata. Kenapa? "Karena saya sebenarnya sudah tampil sangat hati-hati. Terutama
sekali jika berkomunikasi dengan pria beristri. Apalagi saya itu pantang
mengganggu rumahtangga orang lain karena saya juga tidak mau rumahrtangga saya
diganggu. Jadi, kalau masih juga digunjingkan orang, saya ikhlaskan saja. Allah
Swt yang menilai nantinya," ibu seorang gadis hasil pernikahannya dengan Bambang
Hertasning, pengusaha dan politisi yang meninggal akibat kecelakaan Helikopter
di tahun 80-an.
Setelah lama sang suami meninggal, banyak rekannya sesama penyanyi menjodohkan
mantan mahasiswi Sastra Inggris Unhas ini menjadi istri Guruh Soekarnoputra.
Guruh dinilai rekan-rekan Mer cocok disangdingkan dengan putri mendiang Mayjen
TNI Andi Mattalatta ini karena Guruh pernah sangat menyintai Mer.
Namun yang agak mengejutkan, ditengah gencarnya rekan-rekannya menjodohkan
Mer-Guruh, mantan bintang radio dan televisi ini malah digaet seorang produser
rekaman. Mereka pun menikah secara besar-besaran. Mer membawa seorang putri,
sementara suami barunya itu membawa sejumlah anak yang sudah dewasa. Tapi
rumahtangga Mer dengan produser rekaman itu tidak bertahan lama, menyusul
banyaknya kabar yang masuk ke telinga Mer bahwa suaminya itu ada main dengan
rocker asal Bandung, Nicky Asatria. "Saya pun memilih cerai. Tak lama setelah
itu, mantan suami saya menikah dengan Nicky Astria,".
Sejak itu Mer bertekad tak mau sembarangan lagi menerima lamaran dari siapapun
pria yang memintanya jadi istri. "Jujur saja saya katakan, hingga kini masih
banyak pria yang antri ingin jadi suami saya. Ada yang Jenderal pangkatnya. Ada
Ustadz. Ada selebritis dan ada pengusaha. Tapi saya tak mau jatuh lagi. Jadi,
saya serahkan semua ke Allah, apakah saya mesti bersuami lagi. Saya dasar kok
sudah tidak muda lagi. Saatnya saya mengabdikan hidup saya untuk agama, dan anak
saya," ujar Mer.
Memasuki bulan Ramadhan ini adalah tahun yang kesekian Mer menjalani bulan puasa
tanpa suami. "Bangun makan sahur kadang hanya sendirian, buka puasa sendirian
juga sudah menjadi kebiasaan lama saya. Tetapi, saya bisa menikmati keadaan itu.
Terasa sekali kok nikmatnya karena saya merasakan dekat dengan Allah. Saya ini
ciptaan Allah dan sewaktu-waktu siap memenuhi panggilannya," demikian Mer.
(Syarifudin)
Judul Album : Cinta Pertama
Penyanyi : Marini
Tahun Produksi : 1984
Produser : Idris Sardi
Produksi : Pertiwi Records
Setelah sebelumnya merilis album TEMBANG LESTARI yang mengadaptasi lagu-lagu mancanegara menjadi lagu berbahasa Indonesia,
MARINI dan IDRIS SARDI melanjutkan dengan album selanjutnya berjudul CINTA PERTAMA ini.
Album ini menampilkan lagu-lagu karya Idris Sardi yang beberapa diantaranya sudah sangat dikenal
karena menjadi soundtrack film laris yaitu CINTA PERTAMA dan PENGANTIN REMAJA.
Pasangan ini memang saling melengkapi. Idris sangat tahu bagaimana membuat lagu dan aransemen musik
yang bisa nge-blend dengan vokal Marini. Begitu juga dengan Marini yang mampu mengintepretasikan
lagu-lagu ciptaan Idris dengan baik. Album ini juga menampilkan medley lagu-lagu daerah dengan aransemen khas Idris Sardi.
CINTA PERTAMA
Dua insan bertemu muka
Bagai merpati sejoli
Berpandangan, bertatapan
Berpasangan dipersimpangan
Kasih, bibirmu merah delima
Wangi seperti rambutmu
Halus bagai angin senja
Seputih, semurni kasihku
Aku terperangkap dalam pelukan
Cinta pertama
Judul Album : OST Cinta
Penyanyi : Marini
Tahun Produksi : 1975
Produksi : Insan Records
Film CINTA adalah sebuah film laris yang melambungkan nama MARINI dan RATNO TIMOER. Film ini juga sukses menggondol 4 Piala Citra dalam FFI 1976, termasuk untuk Ratno Timoer sebagai Aktor Terbaik dan piala khusus sebagai film terlaris. Sukses ini juga berimbas pada album original soundtrack yang juga dirilis di pasaran. Digarap oleh IDRIS SARDI, album soundtrack ini menampilkan MARINI sebagai penyanyi dan juga penampilan Idris sebagai violinis dan juga vokalis. Album ini mengandalkan sebuah lagu ciptaan TITIEK PUSPA berjudul CINTA yang memang menjadi benang merah di film ini. Lagu yang memang dahsyat ini kemudian menjadi hits besar. Memang bukan Marini yang pertama kali menyanyikan lagu ini, tapi lagu versi dia dari album ini juga banyak disukai. Album ini juga menampilkan lagu-lagu hits lain yang diaransemen ulang untuk kepentingan film ini seperti SOLITAIRE, JUMPA UNTUK BERPISAH dan MENGAPA HARUS JUMPA.
Judul Album : 10 Terbaik LCLR Irama Tara 1979-1980
Penyanyi : Various Artists
Tahun Produksi : 1980
Produksi : Irama Tara
Sukses besar yang diraih LOMBA CIPTA LAGU REMAJA yang diadakan Radio PRAMBORS ternyata memunculkan hadirnya perlombaan sejenis. Yang mengadakan adalah IRAMA TARA, salahsatu label yang cukup besar saat itu. Uniknya, lomba yang diadakan ini juga berjudul sama yaitu LOMBA CIPTA LAGU REMAJA, satu hal yang mungkin agak susah dilakukan saat ini. Dari ajang ini terpilihlah 10 karya terbaik dari 9 komposer yang berasal dari berbagai kota. Yang menjadi juara pertama ajang ini adalah lagu berjudul SADAR yang diciptakan oleh finalis asal Bandung HUSAIN ACHMAD dan dinyanyikan oleh PURNAMA SULTAN. Juara kedua dan ketiga masing-masing adalah MAWAR GUNUNG ciptaan RINUS M. SIKAL dari Jakarta dan NISTA ANGKARA ciptaan TEUKU AWALLUDIN juga dari Jakarta. Dibandingkan dengan LCLR versi Prambors ajang ini memang kalah `set', meskipun kualitas lagu-lagu finalisnya sebenarnya tidak jauh berbeda. Memang dibutuhkan strategi yang lebih kalau ingin bisa menandingi sesuatu yang sudah mapan.
Judul Album : Tembang Lestari
Penyanyi : Marini
Tahun Produksi : 1984
Produser : Seky
Produksi : Hins Collections
Sebagai pasangan musisi, IDRIS SARDI dan MARINI memang kerap berkolaborasi. Beberapa lagu tema film yang dibuat Idris dinyanyikan Marini. Dan album-album Marini juga banyak dibantu oleh Idris Sardi, seperti album TEMBANG LESTARI ini. Album ini adalah bagian pertama dari dwilogi dua album "Tembang Lestari". Album ini menampilkan adaptasi bebas dari lagu-lagu barat hits seperti MOTHER HOW ARE YOU TODAY, I LOVE YOU, ALL I AM dan banyak lagu hits lain dengan lirik berbahasa Indonesia. Meskipun lagu adaptasi, tapi keseriusan penggarapan album ini membuat album ini layak dengar. Suara Marini yang khas plus aransemen musik yang full orkestra membuat album ini terdengar grande. Banyak musisi handal yang membantu album ini antara lain ADDIE MS, JIMMIE MANOPPO dan BOB SANTOSO. Idris Sardi juga tampil menyanyi duet bersama Marini dalam lagu TEMBANG PERTIWI
Judul Album : 10 Finalis ASEAN Pop Song Festival 1983
Penyanyi : Various Artists
Tahun Produksi : 1983
Produser : Panitia APSF
Produksi : Asiri
Kehadiran ajang ASEAN POPULAR SONG FESTIVAL memang sedikit rancu dengan FESTIVAL LAGU POPULER INDONESIA, meskipun sebenarnya maksud diadakan kedua festival itu berlainan. APSF diadakan untuk mencari lagu terbaik yang akan mewakili Indonesia di ajang tersebut tingkat ASEAN, sementara FLPI mencari lagu terbaik yang akan dikirim ke festival tingkat dunia di Tokyo. Tahun 1983 adalah tahun ketiga penyelenggaraan APSF, dan di deretan finalis masih tetap tidak jauh berbeda dengan finalis yang biasa berlaga di FLPI, begitupun dengan penyanyi yang menyanyikan lagu-lagunya. Terpilih sebagai lagu terbaik adalah lagu ciptaan CHACKEN M. berjudul BOROBUDUR yang dibawakan oleh EUIS DARLIAH, NOLA TILAAR dan MASNAIT VG. Lagu ini memang terhitung catchy dengan aransemen bernuansa etnik hasil garapan ELFA SECIORIA. Ditambah waktu itu nama Euis dan Nola sedang melambung, maka lagu inipun berhasil menjadi hits besar ketika dirilis. Sayang ketika lagu BOROBUDUR maju ke festival tingkat ASEAN, lagu ini kalah oleh peserta dari Philipina (KUN AKING LAN, ciptaan Venancio A. Saturno dinyanyikan Ivy Violan). Tapi Euis dan Nola terpilih sebagai penyanyi berpenampilan terbaik. Lagu-lagu finalis lain sebenarnya juga tidak kalah keren, dan yang juga berhasil menjadi hits antara lain NALURI WANITA yang dinyanyikan THE BIG KIDS dan ALAM ASA yang dinyanyikan VINA PANDUWINATA. Di ajang ini juga muncul nama PARAMITHA RUSADY yang waktu itu belum dikenal. Lagu ciptaannya berjudul SELAMAT TINGGAL DUKA terpilih sebagai finalis dan dibawakannya sendiri bersama sang kakak ULLY SIGAR.
Judul Album : OST Sentuhan Cinta
Penyanyi : Marini, Idris Sardi, Trio The Kings
Tahun Produksi : 1976
Produser : Idris Sardi
Produksi : Musica Studio's
Untuk urusan musik film, IDRIS SARDI adalah jagonya. Banyak film yang menjadi lebih indah karena hiasan musiknya, dan Idris juga langganan mendapatkan piala citra untuk penata musik terbaik. Salahsatu film yang digarap musiknya adalah SENTUHAN CINTA. Film produksi tahun 1976 ini dibintangi oleh YATIE OCTAVIA, ROBBY SUGARA, SOPHAN SOPHIAAN dan MARINI. Film ini tergolong kontroversial karena memaparkan kehidupan wanita tuna susila dengan cukup realis, apalagi dibintangi oleh aktris berani seperti Yatie. Musik tema film yang dibuat Idris Sardi ini dinilai cukup layak jual, maka kemudian dirilis dalam bentuk album soundtrack, meskipun sebagian besar isi album ini adalah music score. Hanya ada 4 lagu bervokal yang dinyanyikan MARINI, TRIO THE KINGS dan IDRIS SARDI (Suara Idris ternyata bagus, nyaris mendekati Broery Pesolima). Meskipun begitu, album ini lumayan mendapat sambutan, bisa jadi karena mengikuti kesuksesan filmnya.
Eros Djarot
lahir di Rangkasbitung, Banten, 22 Juli 1950 adalah seorang budayawan dan juga politikus Indonesia.
Eros Djarot adalah adik kandung dari aktor Slamet Rahardjo
Piala Citra
= Kawin lari (1976) untuk penata musik terbaik
Badai Pasti Berlalu - pencipta original soundtrack
Tjoet Nja' Dhien - sutradara
Kodrat - penata musik
Kantata Takwa - sutradara
Lastri (2008) - sutradara
Pendiri Litbang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
Pendiri dan Ketua Umum Partai Nasionalis Bung Karno
Pendiri dan Ketua Umum Partai Nasionalis Banteng Kemerdekaan
Pendidikan:
Sekolah Teknik Tinggi KOln, Jerman (Tahun 1970)
Sekolah Perfilman, Inggris
Profesi:
Budayawan dan Politisi
Prestasi:
Pemenang "bronze Medal" mewakili Inggris Raya dalam Lomba Photo Internasional Competition, Nikkon, 1978;
Nominator Mike Burke's Award, BBC documentary Competition, 1979.
Pencita lagu "Badai Pasti Berlalu"
Sutradara Film "Cut Nyak Dhien
Karir Bidang Perss:
Pendiri Tabloid politik 'Detik' (dibredel Rezim Soeharto 21 Juni 1994
Pada saat itu tidak ada yang mempertanyakan siapakah pemuda yang terlahir dengan nama Sugeng Djarot di Rangkasbitung, 22 Juli 1950, dan berpendidikan Fakultas Teknik Cologne, Jerman Barat, ini. Barangkali karena dia sudah menunjukkan kebolehannya dengan menyabet Piala Citra FFI 1976 di Bandung lewat film Kawin Lari sebagai penata musik dan juga membuat musik untuk film Perkawinan Dalam Semusim di tahun yang sama.
Ketika bersekolah di Jerman Barat, Eros sempat bergabung dengan grup Ruky Raya, Uwes Gang, dan tahun 1974 membentuk Barong Band yang kemudian di tahun berikutnya diboyong ke Tanah Air. Setelah tampil di Taman Ismail Marzuki, Eros dan kawan-kawan memperoleh pujian karena berani membawakan lagu- lagunya sendiri yang berirama rock dan berlirik bahasa Indonesia. Lagu-lagu itu dirilis dalam sebuah kaset produksi Nirwana Records, Surabaya.
Ia bergaul dengan anak-anak yang disebut dengan "Gank Pegangsaan", yakni Keenan Nasution, Debby Nasution, Odink Nasution, Gaury Nasution, Harry Sabar, dan Christian Rahadi alias Chrisye. Eros lalu mengajak Chrisye (bas/vokal), Keenan (drum), dan Debby (kibor) menggarap lagu dan musik BPB.
Sementara Yockie Soeryoprayogo (kibor), yang sudah berpengalaman bersama God Bless dan bakat muda bernama Fariz Rustam Munaf (drum), ikut memperkuat pendukung BPB. Lalu ditambah pula dengan biduanita Berlian Hutauruk.
Pertemuannya dengan Chrisye dan Eros melahirkan kesepakatan membuat musik untuk film BPB.Musik ilustrasi sepotong-sepotong yang disesuaikan dengan gambar film BPB, ternyata sangat bagus. Hal ini mengilhami Eros untuk minta Yockie dan Chrisye menggubahnya menjadi sembilan lagu: Pelangi, Merpati Putih, Matahari, Serasa, Merepih Malam, Baju Pengantin, Cintaku, Badai Pasti Berlalu, dan sebuah lagu instrumental E&C&Y (Eros & Chrisye & Yockie).
LENNY MARLINA
Lenny Marlina (lahir di Bandung, Jawa Barat, 19 Februari 1954; umur 55 tahun) adalah salah satu pemeran wanita senior Indonesia. Lenny mengawali karirnya saat menjuarai Kontes Ratu Kebaya Kota Bandung pada 1970, dimana saat itu usianya baru 16 tahun. Lenny mempunyai dua orang puteri dan seorang putera dari perkawinan pertama dengan Gatot Teguh Arifianto. Setelah bercerai, Lenny menikah lagi dengan Bambang W Suharto.
Pendatang Baru Terbaik se-Asia di Malaysia (1971)
Best Indonesian Actress, Gold Gufi (1982)
Ananda (1970)
Biarlah Aku Pergi (1971) - Pemeran Wanita Terbaik versi PWI
Dimana Kau Ibu (1973) - Pemeran Wanita Terbaik versi PWI
Ranjang Pengantin (1974) - Pemeran Harapan Wanita Terbaik versi PWI
Nama:
Lenny Marlina
Lahir:
Jalan Ciateul, Bandung, 19 Februari 1954
Suami:
Bambang W Soeharto
Anak:
Dua orang putri dari suami pertama Gatot Teguh Arifianto, dan dua orang putra dari Bambang W Soeharto
Orangtua:
Ayah Tatang Hasan Suharna, dan ibu Yety Suryatin
Judul Buku Otobiografi:
"Si Lenny dari Ciateul, Otobiografi Lenny Marlina", tebal 500 halaman, ditulis oleh novelis Titi Said, pengamat film Salim Said, serta Lies Said, Muthiah Alhasany, Titien Sukmono, dan Yuni.
Film Pertama:
"Ananda" sebagai pemeran utama wanita, disutradarai oleh Usmar Ismail, produksi tahun 1970
Nominasi Piala Citra:
1. Film "Jangan Ambil Nyawaku", FFI 1982
2. Film "Kembang Kertas", FFI 1985
Penghargaan:
1. Juara dua Pemilihan Ratu Kebaya Kota Bandung, tahun 1970
2. ''The Best Actress PWI", untuk film "Biarlah Aku Pergi", tahun 1971
3. ''Aktris Terbaik PWI'', untuk dalam Di Mana Kau Ibu, tahun 1973
4. ''Aktris Harapan I PWI'', untuk film Ranjang Pengantin, tahun 1974
5. ''Pemeran Wanita dengan Penghargaan'', untuk Rio Anakku, FFI tahun 1974.
Film yang dibintangi:
Total hampir mencapai 100 judul film, terakhir adalah sinetron televisi, "Kau Selalu di Hatiku", disiarkan tahun
Lenny Marlina
Si "Centil" dari Ciateul
Aktris film terkenal Lenny Marlina terlahir di Jalan Ciateul, Bandung, pada 19 Februari 1954. Nama Jalan Ciateul tempat kelahiran Lenny amat begitu disukainya sehingga dia pakai sebagai judul buku otobiografinya, "Si Lenny dari Ciateul" yang diluncurkan di Hotel Mulia, Senayan Jakarta persis pada tanggal 19 Februari 2004 lalu menandai genap usia paruh baya dia 50 tahun.
Putri sulung dari pasangan ayah Tatang Hasan Suharna dan ibu Yety Suryatin (68 tahun), ini menyebut dirinya lahir bukanlah sebagai orang berada melainkan tak lebih seorang bocah putri kecil biasa yang hidup di tengah-tengah keluarga dengan ekonomi pas-pasan.
Di kemudian hari rumah sederhana yang mereka tempati masih harus ditambah penghuni baru yaitu sejumlah adik buat Lenny. Jadilah mereka semua tidur berhimpitan bak ikan pindang.
Dia bertutur daerah itu sangat terkenal di Bandung hingga seantero Nusantara. Maklum, Ciateul adalah daerah asal Ibu Inggit Garnasih istri pertama Bung Karno, tokoh proklamator bangsa. Demikian pula artis penyanyi Merry Andani. Bahkan, maaf, ini kata Lenny, pelacur pun terkenal dari situ.
Catatan terpenting kehidupan Lenny bermula ketika dia berusia 16 tahun duduk di bangku SMA tampil sebagai juara dua kontes Pemilihan Ratu Kebaya Kota Bandung, di tahun 1970. "Sampai SMA, saya sudah terkenal di Ciateul," kenangnya. Bapak Perfilman Nasional Usmar Ismail pertama kali menemukan dia di awal tahun 1970 itu.
Sineas besar itu bukan hanya melibatkan Lenny untuk pertamakali dalam film Ananda melainkan tak tanggung-tanggung, dia langsung diberi kesempatan memerankan enam karakter sekaligus. Mulai penjual pisang goreng, penari bar, hingga istri simpanan pejabat. Akting Lenny yang bagus menjadikan dia sebagai aktris pendatang baru terbaik di Asia ketika itu.
Amanda, itulah film pertama Lenny digarap oleh Usmar Ismail. Mendapat tambahan bimbingan dari aktor senior Rachmat Hidayat Lenny semakin cepat populer di dunia film. Semenjak itulah nama neng geulis yang dimasa kecil dipanggil Nonon itu mulai melambung di perfilman nasional. "Saya pernah main dalam 15 produksi film per tahun. Dalam tiga tahun film saya berjumlah 45 film," ujar Nonon ehh… Lenny Marlina ibu dua orang anak dari suami pertama, dan dua orang anak pula dari suami kedua Bambang W Soeharto.
Sepanjang berkarir akting Lenny bagus namun tak satu kalipun dia pernah meraih piala Citra, lambang bergengsi film layar lebar Indonesia. Lenny hanya pernah masuk nominasi dua kali lewat film Jangan Ambil Nyawaku (FFI 1982) dan Kembang Kertas (FFI 1985). Walau demikian beberapa penghargaan tertinggi dunia seni peran pernah dia peroleh, antara lain ''The Best Actress PWI (1971) untuk film Biarlah Aku Pergi, ''Aktris Terbaik PWI'' (1973) dalam Di Mana Kau Ibu, ''Aktris Harapan I PWI'' (1974) untuk film Ranjang Pengantin, dan ''Pemeran Wanita dengan Penghargaan'' untuk Rio Anakku (FFI 1974).
Kalau mau dihitung Lenny telah bermain dalam hampir 100 judul film. Yang membuat dia hebat perannya dalam semua film itu adalah sebagai pemeran utama wanita. Film terakhir yang dia dukung adalah sinetron televisi, "Kau Selalu di Hatiku", disiarkan tahun 1997. Setelah itu dia berhenti main film menikah dengan Bambang W Soeharto, yang lalu membuat dia ikut-ikutan berpolitik mengikuti pakem suami baru.
Lenny bertutur sepanjang dekade 1970-an adalah masa kejayaan film nasional yang mengangkat kehidupan dia berikut orangtua dan adik-adiknya dari sisi yang kelam. Berkat produksi film nasional kehidupan Lenny dan keluarga yang semula sederhana berubah total bagaikan disulap sebab Lenny Marlina telah menjadi kaya raya karena film. Namun kehidupan dia yang berubah 180 derajat sesungguhnya adalah karena dia bekerja keras berusaha untuk bangkit dari kondisi kehidupan yang pas-pasan.
Semenjak tahun 1984 Lenny mulai jarang tampil di layar lebar. Kiprahnya lebih banyak untuk membesut karier baru sebagai pengusaha. Sepenggal kecil sisi lain kekelaman hidup si "manusia biasa" ini mulai muncul yang mengharuskan dia mengarungi samudra kehidupan yang penuh riak dan gelombang. Perkawinan dia dengan Gatot Teguh Arifianto harus kandas setelah dibina dan dipertahankan tak kurang 23 tahun. Demikian pula bisnis yang dia rintis sejak lama akhirnya tak berkembang.
Setelah bercerai dari suami pertama dia menikah dengan Bambang W Soeharto, tokoh Kosgoro dan aktivis HAM. Sejak itu Lenny yang tak aktif lagi di film berusaha menyelami kehidupan spiritual. Dia mendalami agama yang dianutnya. Lenny berusaha menjadi pribadi yang saleh. Dia sudah tiga kali menunaikan ibadah haji dan satu kali Umrah. Kisah sedih lain masih banyak yang dia uraikan dalam otobiografi setebal 500 halaman yang ditulis oleh novelis Titi Said, pengamat film Salim Said, serta Lies Said, Muthiah Alhasany, Titien Sukmono, dan Yuni.
Dalam bukunya Lenny berusaha bicara jujur siapa diri dia yang sesungguhnya. Baik sebelum dibentuk oleh Usmar Ismail maupun sebelum dipetik ulang oleh Bambang. Tanpa rasa malu dia mau menyingkap sisi kelam kehidupan yang seharusnya sudah pantas dikubur dalam-dalam. Lenny berusaha jujur dan terbuka. "Tapi, ini memang kenyataan hidup saya seperti itu," kata dia.
Perjalanan hidup tetaplah misteri sepanjang masa. Siapa sangka keelokan remaja belia usia 16 tahun duduk di bangku SMA berkebaya biru juara dua kontes pemilihan ratu kebaya di Kota Bandung, di tahun 1970 muncul di kelopak mata sineas legendaris Usmar Ismail untuk lalu dibentuk menjadi permata baru perfilman Indonesia selama lebih dari dua dekade. Lenny masih belum lupa bahwa sanggul, kebaya, kain, sampai selop yang dia pakai ketika memenangkan kontes itu adalah pinjaman semua.
Dan siapa pula yang menyangka wanita manis kelahiran Ciateul itu setelah terpuruk dalam bisnis gagal dalam rumah tangga masih berkesempatan "dipetik" ulang oleh pendekar hak-hak azasi manusia dan tokoh politik nasional dari Kosgoro Bambang W. Soeharto.
Itulah Lenny Marlina artis film terkemuka si "centil" dari Jalan Ciateul Bandung yang pada 19 Februari 2004 lalu meluncurkan otobiografinya berjudul "Si Lenny dari Ciateul". Kendati tak sekalipun pernah memenangkan Piala Citra namun beberapa penghargaan tertinggi dunia seni peran tingkat nasional hingga Asia Pasifik pernah dia terima selama berkarir.
Semenjak disunting Bambang W Soeharto citra diri Lenny Marlina menjadi identik dengan ketokohan suami. Figur keduanya tampak ideal dan romantis setiap kali tampil di hadapan umum. Demikian pula keakraban diantara anak-anak bawaan masing-masing, berikut mantu dan cucu-cucu. Sebuah kombinasi yang unik dua selebritis terkenal dari bidang berbeda bergabung jadi satu rumahtangga, satu artis film kesohor satu lagi politisi ternama. Dalam keluarga barunya anak Ciateul ini lebih suka memilih menjadi ibu rumah tangga. Posisi "orang rumahan" itulah yang dia manfaatkan selama dua tahun menyusun otobiografi. ► ht
Mengenal Rasa Minder ( Rendah Diri )
Minder atau rendah diri adalah perasaan diri tidak mampu dan menganggap orang lain lebih baik dari dirinya.Orang yang merasa minder cenderung bersikap egosentris, memposisikan diri sebagai korban, merasa tidak puas terhadap dirinya, mengasihani diri sendiri dan mudah menyerah.
Sering kali kita lebih menghargai orang lain daripada diri sendiri. Sikap ini membuat kita menjadi "minder" dan bahkan mungkin enggan berinteraksi dengan orang lain.Tentu saja sikap "minder" akan merugikan diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Sebab kita tidak bisa membuat diri kita berharga bagi orang lain dan mendedikasikan talenta ataupun keterampilan kita bagi orang-orang di sekitar kita. Untuk mengatasi sikap minder tersebut ada satu syarat, yakni menghargai diri sendiri.
Minder adalah tipikal orang yg bermental lemah. Mental yg lemah akan merasa selalu tidak aman. Selalu gelisah dan kuatir. Karena kerja otak sudah dipenuhi dg rasa kuatir, takut dan gelisah tanpa sebab atau disebabkan oleh hal-hal kecil, maka kerja otakpun menjadi lemah dan tidak dapat berfungsi untuk memikirkan hal-hal besar yg bermanfaat buat diri sendiri dan orang lain.
Ciri-ciri orang yang merasa minder ialah:
* Suka menyendiri.
* Terlalu berhati-hati ketika berhadapan dengan orang lain sehinggakan pergerakannya kelihatan kaku.
* Pergerakannya agak terbatas, seolah-olah sedar yang dirinya memang mempunyai banyak kekurangan.
* Berasa curiga terhadap orang lain
* Tidak percaya bahawa dirinya memiliki kelebihan
* Sering menolak apabila diajak ke tempat-tempat yang ramai orang.
* beranggapan bahwa orang lainlah yang harus berubah,
* menolak tanggung jawab hidup untuk mengubah diri menjadi lebih baik.
Penyebab perasaan minder adalah:
* Saat lahir - setiap orang lahir dengan perasaan rendah diri karena pada waktu itu ia tergantung pada orang lain yang berada di sekitarnya.
* Sikap orangtua - memberikan pendapat dan evaluasi negatif terhadap perilaku dan kelemahan anak di bawah enam tahun akan menentukan sikap anak tersebut.
* Kekurangan fisik - seperti kepincangan, bagian wajah yang tidak proporsional, ketidakmampuan dalam bicara atau penglihatan mengakibatkan reaksi emosional dan berhubungan dengan pengalaman tidak menyenangkan sebelumnya.
*Keterbatasan mental - membawa rasa rendah diri saat dilakukan perbandingan dengan prestasi tinggi dari orang lain, dan saat diharapkannya penampilan yang sempurna padahal aturannya pun tidak dipahami.
*Kekurangan secara sosial - keluarga, ras, jenis kelamin, atau status sosial.
Tips Mengatasi Minder/Rendah Diri
1. Hadapi rasa takut
Jangan dihindari, toh ia tidak akan berakibat seburuk yg anda kira. Melawan rasa takut akan menambah percaya diri anda.
2. Hargai diri sendiri sebagai Ciptaan Tuhan
Bila anda telah berhasil dalam berbuat sesuatu. Bila tidak mengapa orang lain mesti menghargai anda? Bukankah akan lebih mudah apabila anda membantu dan menghargai diri sendiri?
3. Kenali Diri
Mengenali diri merupakan bagian tersulit dalam proses menghargai diri. Mengenali diri merupakan sebuah proses yang menuntut kejujuran kita dalam melihat dan mengevaluasi diri. Hanya dengan kejujuran inilah kita bisa mengidentifikasi keunggulan kita dan hal-hal dalam diri kita yang masih perlu kita perbaiki ataupun kembangkan lebih lanjut.
4. Atasi Kelemahan Anda
Hal yang satu ini sering kali sulit kita lakukan. Kita seringkali tidak mau mengakui kelemahan kita. Kita sering kali mengandalkan penilaian orang lain semata terhadap kelemahan kita. Padahal sebenarnya jika kita jujur, kitalah orang yang seharusnya lebih tahu kelemahan kita sendiri.
5. Lupakan kegagalan masa lalu
Biasanya kegagalan juga dapat membuat kita merasa minder/rendah diri, tapi yang kita harus lakakan dari kegagalan belajarlah dari kesalahan itu tetapi janganlah mengira sesuatu itu salah sebelum ia akan terjadi lagi. Hindari membuat kesalahan yg sama tetapi jgn membatasi diri anda dg mengira bahwa anda gagal sebelumnya sehingga tidakakan bisa berhasil kali ini. Coba lagi, maka anda akanmenjadi lebih bijak dan lebih kuat. Jangan terperangkap pada masa lalu.
Setelah anda bisa membunuh rasa minder Silakan anda nikmati rasa percaya diri yang kelak akan mengantarkan anda menjadi manusia yang punya arti di hadapan Tuhan maupun manusia lainnya. dan dengan mengatasi rasa minder adalah sebuah langkah awal kita untuk menggapai semua keinginan kita, Ubah perasaan rendah diri kepada perasaan yang membina keyakinan diri.
Kita berhak sukses seperti orang lain. Jangan biarkan perasaan rendah diri menguasai dalam bersaing mencapai keinginan dalam hidup. Pupuklah semangat untuk dapat bersaing itu adalah baik untuk masa depan.Semoga sahabat semua dapat mengatasi rasa minder untuk dapat terus menggapai mimpi.