Pelajaranatau mata kuliah spektroskopi ini semula diusulkan oleh penulis dan disetujui oleh jurusan kimia FIPA-UGM pada tahun akademik 1972. Pelajaran spektroskopi ini sebelumnya belum ada di jurusan kimia FMIPA-UGM. Penulis memperoleh pelajaran spektroskopi waktu belajar di University Of South Wales di Sydney Australia pada tahun 1971-1972 dalam rangka Colombo Plan. Setelah pulang dari Australia, penulis mulai lagi menulis. Pada dasarnya penulis twlah mulai menulis buku sejak tahun 1968 satu tahun setelah lulus sarjana kimia FIPA-UGM pada 11 Maret 1967. Alhamdulillah wa syukurillah hingga pada usia 74 tahun penulis masih memperoleh hidayah berwujud kesehatan. Penulis telah dapat menyelesaikan revisi buku spektroskopi ini dan penulis merevisi sendiri dengan bantuan laptop (meskipun agak tertatih-tatih). Semula buku penulis beri judul spektroskopi, sekrang diganti dengan judul dasar-dasar spektroskopi yang memuat spektrofotometri UV-VIS, Spektrofotometri IR, Spektrometri Resonansi Magnetik Inti dan spektrometri Massa. Buku ini dapat digunakan/diperuntukan bagi mahasiswa strata-satu, dua maupun tiga (S-1, S-2 dan S-3) di bidang kimia FMIPA dan FPMIPA, Farmasi, Teknik Kimia, Agro, Kedokteran maupun bidang penelitian dan D-3 Analisis Kimia. Sekali lagi, menulis buku bagi penulis karena adanya rasa tanggung janji, kemauan dan di samping hobi. Menulis tidak dapat dipaksa. Menulis dapat melatih daya ingat dan hal ini penulis sadari mengingat usia penulis sudah berusia lanjut (penulis masih kategori S-2 sampun sepuh namun belum S-3 sampun sepuh sanget). Di samping hobi menulis, penulis juga sengang humor dan menyanyi. Harapan penulis, semoga buku ini dapat bermanfaat dan dapat memberikan sedikit sumbangan bagi ilmu pengetahuan. Amin .
Sudah bukan hal asing lagi jika kampus dituntut untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dengan kompetensi sesuai bidang dan jurusan studinya, serta memiliki karakter dan kepribadian yang mampu memikul tanggung jawab kepemimpinan bangsa di masa depan. Namun, di sisi lain, biaya pendidikan yang mahal di universitas memaksa mahasiswa bergegas menyelesaikan studi dengan hasil terbaik demi meringankan beban keluarga yang menanggung biayanya. Kondisi ini kerap memunculkan dilema di kalangan mahasiswa: menyegerakan kuliah secepat mungkin, atau sedikit berlama di kampus agar semakin banyak pembelajaran akademis dan nonakademis yang bisa diraih. read more
Buku kimia organic dasar sebetulnya telah ditulis pada tahun 1968, yaitu satu tahun setelah penulis menyelesaikan sarjanadi bidang ilmu kimia di FMIPA-UGM, tepatnya 11 maret 1967. Penulisan buku kimia organic dasar pada waktu itu dimotivasi dari pengalaman pada waktu penulis mengawali studi di jurusanm kimia FMIPA-UGM PADA TAHUN 1960.
Buku kimia organic dasar ini dapat digunakan oleh mahasiswa kimia FMIPA/FPMIPA, Farmasi biologi kedokteran agro (pertanian, kehutanan, peternakan dan kedokteran hewan), kedokteran gigi, teknik kimia, akademi analisis kimia (D3) ,akademi kesehatan dan lain sebagainya. read more
Pelajaran atau mata kuliah spektroskopi ini semula diusulkan oleh penulis dan disetujui oleh jurusan kimia FIPA-UGM pada tahun akademik 1972. Pelajaran spektroskopi ini sebelumnya belum ada di jurusan kimia FMIPA-UGM. Penulis memperoleh pelajaran spektroskopi waktu belajar di University Of South Wales di Sydney Australia pada tahun 1971-1972 dalam rangka Colombo Plan. Setelah pulang dari Australia, penulis mulai lagi menulis. Pada dasarnya penulis twlah mulai menulis buku sejak tahun 1968 satu tahun setelah lulus sarjana kimia FIPA-UGM pada 11 Maret 1967. Alhamdulillah wa syukurillah hingga pada usia 74 tahun penulis masih memperoleh hidayah berwujud kesehatan. Penulis telah dapat menyelesaikan revisi buku spektroskopi ini dan penulis merevisi sendiri dengan bantuan laptop (meskipun agak tertatih-tatih). Semula buku penulis beri judul spektroskopi, sekrang diganti dengan judul dasar-dasar spektroskopi yang memuat spektrofotometri UV-VIS, Spektrofotometri IR, Spektrometri Resonansi Magnetik Inti dan spektrometri Massa. Buku ini dapat digunakan/diperuntukan bagi mahasiswa strata-satu, dua maupun tiga (S-1, S-2 dan S-3) di bidang kimia FMIPA dan FPMIPA, Farmasi, Teknik Kimia, Agro, Kedokteran maupun bidang penelitian dan D-3 Analisis Kimia. Sekali lagi, menulis buku bagi penulis karena adanya rasa tanggung janji, kemauan dan di samping hobi. Menulis tidak dapat dipaksa. Menulis dapat melatih daya ingat dan hal ini penulis sadari mengingat usia penulis sudah berusia lanjut (penulis masih kategori S-2 sampun sepuh namun belum S-3 sampun sepuh sanget). Di samping hobi menulis, penulis juga sengang humor dan menyanyi. Harapan penulis, semoga buku ini dapat bermanfaat dan dapat memberikan sedikit sumbangan bagi ilmu pengetahuan. Amin . read more
Di dalam buku ini berisi konsep-konsep yang diperlukan untuk memahami, membahas dan meneliti variabel-variabel kondisi kesetimbangan dalam proses kimia maupun fisika. Termasuk di dalamnya kesetimbangan dalam perubahan fisis seperti peleburan dan penguapan atau perubahan fasa dan kesetimbangan dalam proses perubahan kimia termasuk kesetimbangan elektrokimia dan kesetimbangan adsorpsidesorpsi. Pembahasan topik menggunakan pendekatan termodinamika khususnya peranan entalpi dan entropi serta potensial kimia. Kesetimbangan sistem multifasa dan multikomponen dan perubahan sistem yang terjadi sebagai akibat perubahan kondisi dan komposisi juga dibahas di dalam buku ini. read more
dasar-dasar spektroskopi yang memuat spektrofotometri UV-VIS, Spektrofotometri IR, Spektrometri Resonansi Magnetik Inti dan spektrometri Massa. Buku ini dapat digunakan/diperuntukan bagi mahasiswa strata-satu, dua maupun tiga (S-1, S-2 dan S-3) di bidang kimia FMIPA dan FPMIPA, Farmasi, Teknik Kimia, Agro, Kedokteran maupun bidang penelitian dan D-3 Analisis Kimia.
Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan prinsip dasar spektroskopi UV-VIS, cara kerjanya, hukum Lambert Beer yang menjadi dasar analisis, serta berbagai kegunaan spektroskopi UV-VIS beserta contoh aplikasinya.
Spektroskopi sinar Ultraviolet-Visible (UV-VIS) adalah metode analisis kimia yang sangat penting dalam dunia riset dan pengembangan material. Metode ini memanfaatkan cahaya tampak dan sinar ultraviolet untuk mengidentifikasi atau mengukur konsentrasi senyawa kimia dalam suatu larutan. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan prinsip dasar spektroskopi UV-VIS, cara kerjanya, hukum Lambert Beer yang menjadi dasar analisis, serta berbagai kegunaan spektroskopi UV-VIS beserta contoh aplikasinya.
Spektroskopi adalah suatu ilmu yang mengkorelasikan antara frekuensi atau energi gelombang dengan interaksi unsur didalam molekul. Spektroskopi UV-VIS didasarkan pada penyerapan cahaya oleh senyawa kimia yang diukur dalam rentang spektrum UV dan cahaya tampak. Molekul akan menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu, dan besarnya penyerapan ini dapat memberikan informasi tentang struktur dan konsentrasi senyawa tersebut. Cahaya tampak memiliki panjang gelombang yang lebih panjang dibandingkan dengan sinar ultraviolet. Spektroskopi UV-VIS umumnya menggunakan rentang panjang gelombang antara 200 hingga 800 nanometer, di mana UV berada pada rentang 200-400 nm dan cahaya tampak pada rentang 400-800 nm.
Dalam bahasa teknis, spektroskopi Sinar UV-Vis merupakan radiasi sinar ultraviolet-visible yang menimbulkan vibrasi molekul dan transisi elektronik dalam molekul dengan menyerap cahaya UV-Vis daerah bilangan gelombang 160 nm sampai 780 nm. Serapan cahaya UV atau cahaya visible mengakibatkan transisi elektronik, yaitu promosi elektron-elektron dari orbital dasar yang berenergi rendah ke orbital tereksitasi yang berenergi lebih tinggi. Bentuk dari transisi elektronik pada daerah uv-vis adalah . Tetapi, transisi yang paling banyak terjadi pada daerah UV adalah transisi elekron oleh orbital n dan
Proses spektroskopi UV-VIS melibatkan paparan cahaya dengan panjang gelombang yang telah diketahui melalui suatu larutan dan penyerapan cahaya oleh larutan tersebut kemudian diamati dan diukur. Alat yang digunakan untuk analisis ini disebut spektrofotometer UV-VIS. Alat ini memiliki sumber cahaya, monokromator untuk memilih panjang gelombang yang diinginkan, sel atau kuvet untuk menampung larutan yang akan diukur, dan detektor untuk mengukur intensitas cahaya setelah melewati larutan.
Prinsip kerja dari spektroskopi UV-Vis adalah Ketika ada sumber sinar berupa cahaya uv-vis (monokromatik) diteruskan melalui suatu media (larutan bewarna) yang merupakan suatu sampel, maka sebagian cahaya tersebut ada yang diserap, dipantulkan dan ada yang diteruskan. Cahaya yang diserap tersebut akan menyebabkan elektron terekstasi dari keadaan dasar ke keadaan yang memiliki energi yang lebih tinggi. Serapan sinar ini tidak terjadi pada semua struktur. Tetapi, hanya terjadi pada system terkonjugasi yang memiliki ikatan phi atau gugus kromofor, gugus ausokrom (gugus yang memiliki vibrasi yang besar karena adanya pasangan elektron bebas) contohnya adalah -OH, -NH2, -SH, dan lain-lain. Karena memiliki vibrasi yang besar, maka jika terikat dengan gugus kromofor, dia akan menyebakan pergeseran serapan kearah panjang gelombang yang lebih besar dan meningkatkan intensitas puncak serapan.
Sedangkan, cahaya yang tidak diserap atau diteruskan akan muncul sebagai nilai transmitansi. Sehingga, hasil pengukuran spektroskopi UV-Vis akan disajikan dalam bentuk spektra serapan atau transmitansi. Bentuk spektra pita serapan UV-Vis suatu molekul cenderung berbentuk bukit atau parabola terbalik, berbeda dengan bentuk spektra atom yang berbentuk garis-garis. Hal ini dikarenakan transisi elektronik yang terjadi memiliki perbedaan energi yang tidak terlalu besar. Contohnya transisi dari memiliki perbedaan energi yang kecil. Sehingga, bentuk transisi akan digambarkan seperti himpunan garis-garis yang berdekatan. Adanya himpunan garis-garis yang berdekatan itulah yang menyebabkan terbentuknya spektra pita serapan yang berbentuk bukit melandai lebar atau parabola terbalik.
3a8082e126