[R@ntau-Net] Fw: hidup jangan tertidur

1 view
Skip to first unread message

Iqbal

unread,
Apr 15, 2007, 3:23:20 AM4/15/07
to Membangun Minangkabau Nan Bergengsi

----- Original Message -----
From: "Iqbal" <iq...@postel.go.id>
To: "Membangun Minangkabau Nan Bergengsi" <pal...@minang.rantaunet.org>
Sent: Friday, April 13, 2007 9:19 AM
Subject: hidup jangan tertidur


>
> ----- Original Message -----
> From: "Iqbal" <iq...@postel.go.id>
> To: "Membangun Minangkabau nan Bergengsi" <pal...@minang.rantaunet.org>
> Sent: Thursday, April 12, 2007 8:59 AM
> Subject: hidup jangan tertidur
>
>
>> Ass.wr.wb
>>
>>
>>
>> Untuk dapat menikmati hidup, hal terpenting yang perlu kita lakukan
>> adalah menjadi SADAR. Inti kepemimpinan adalah kesadaran. Inti
>> spiritualitas juga adalah kesadaran. Banyak orang yang menjalani hidup
>> ini dalam keadaan ''tertidur.'' Mereka lahir, tumbuh, menikah, mencari
>> nafkah, membesarkan anak, dan akhirnya meninggal dalam keadaan
>> ''tertidur.''
>>
>>
>> Analoginya adalah seperti orang yang terkena hipnotis. Anda tahu di mana
>> menyimpan uang. Anda pun tahu persis nomor pin Anda. Dan Andapun
>> menyerahkan uang Anda pada orang tidak dikenal. Anda tahu, tapi tidak
>> sadar. Karena itu, Anda bergerak bagaikan robot-robot yang dikendalikan
>> orang lain, lingkungan, jabatan, uang, dan harta benda.
>>
>>
>> Pengertian menyadari amat berbeda dengan mengetahui. Anda tahu berolah
>> raga penting untuk kesehatan, tapi Anda tidak juga melakukannya. Anda
>> tahu memperjualbelikan jabatan itu salah, tapi Anda menikmatinya. Anda
>> tahu berselingkuh dapat menghancurkan keluarga, tapi Anda tidak dapat
>> menahan godaan. Itulah contoh tahu tapi tidak sadar!
>>
>>
>> Ada dua hal yang dapat membuat orang menjadi sadar. Pertama,
>> peristiwa-peristiwa pahit dan musibah. Musibah sebenarnya adalah ''rahmat
>> terselubung'' karena dapat membuat kita bangun dan sadar. Anda baru sadar
>> pentingnya kesehatan kalau Anda sakit. Anda baru sadar pentingnya
>> olahraga kalau kadar kolesterol Anda mencapai tingkat yang
>> mengkhawatirkan.
>>
>>
>> Anda baru sadar nikmatnya bekerja kalau Anda di-PHK. Seorang wanita
>> karier baru menyadari bahwa keluarga jauh lebih penting setelah anaknya
>> terkena narkoba. Seorang sopir taksi pernah bercerita bahwa ia baru
>> menyadari bahayanya judi setelah hartanya habis.
>>
>>
>> Kematian mungkin merupakan satu stimulus terbesar yang mampu menyentakkan
>> kita. Banyak tokoh terkenal meninggal begitu saja. Mereka sedang sibuk
>> memperjualbelikan kekuasaan, saling menjegal, berjuang meraih jabatan,
>> lalu tiba-tiba saja meninggal. Bayangkan kalau Anda sedang menonton film
>> di bioskop. Pertunjukan sedang berlangsung seru ketika tiba-tiba listrik
>> padam. Petugas bioskop berkata,
>>
>>
>> ''Silakan Anda pulang, pertunjukan sudah selesai!''
>>
>>
>> Anda protes, bahkan ingin menunggu sampai listrik hidup kembali. Tapi, si
>> penjaga hanya berkata tegas,
>>
>>
>> ''Pertunjukan sudah selesai, listriknya tidak akan pernah hidup
>> kembali.''
>>
>>
>> Itulah analogi sederhana dari kematian. Kematian orang yang kita kenal,
>> apalagi kerabat dekat kita sering menyadarkan kita pada arti hidup ini.
>> Kematian menyadarkan kita pada betapa singkatnya hidup ini, betapa
>> seringnya kita meributkan hal-hal sepele, dan betapa bodohnya kita
>> menimbun kekayaan yang tidak sempat kita nikmati.
>>
>>
>> Hidup ini seringkali menipu dan meninabobokan orang. Untuk menjadi bangun
>> kita harus sadar mengenai tiga hal, yaitu siapa diri kita, darimana kita
>> berasal, dan ke mana kita akan pergi. Untuk itu kita perlu sering
>> mengambil jarak dari kesibukan kita dan melakukan kontemplasi.
>>
>>
>> Ada sebuah ungkapan menarik dari seorang filsuf Perancis, Teilhard de
>> Chardin,
>>
>>
>> ''Kita bukanlah manusia yang mengalami pengalaman-pengalaman spiritual,
>> kita adalah makhluk spiritual yang mengalami pengalaman-pengalaman
>> manusiawi.''
>>
>>
>> Manusia bukanlah ''makhluk bumi'' melainkan ''makhluk langit.'' Kita
>> adalah makhluk spiritual yang kebetulan sedang menempati rumah kita di
>> bumi. Tubuh kita sebenarnya hanyalah rumah sementara bagi jiwa kita.
>> Tubuh diperlukan karena merupakan salah satu syarat untuk bisa hidup di
>> dunia. Tetapi, tubuh ini lama kelamaan akan rusak dan akhirnya tidak
>> dapat digunakan lagi. Pada saat itulah jiwa kita akan meninggalkan
>> ''rumah'' untuk mencari ''rumah'' yang lebih layak. Keadaan ini kita
>> sebut meninggal dunia. Jangan lupa, ini bukan berarti mati karena jiwa
>> kita tak pernah mati. Yang mati adalah rumah kita atau tubuh kita
>> sendiri.
>>
>>
>> Coba Anda resapi paragraf diatas dalam-dalam. Badan kita akan mati, tapi
>> jiwa kita tetap hidup. Kalau Anda menyadari hal ini, Anda tidak akan
>> menjadi manusia yang ngoyo dan serakah. Kita memang perlu hidup, perlu
>> makanan, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar lainnya.
>>
>>
>> Bila Anda sudah mencapai semua kebutuhan tersebut, itu sudah cukup!
>>
>>
>> Buat apa sibuk mengumpul-ngumpulkan kekayaan -- apalagi dengan
>> menyalahgunakan jabatan -- kalau hasilnya tidak dapat Anda nikmati
>> selama-lamanya. Apalagi Anda sudah merusak jiwa Anda sendiri dengan
>> berlaku curang dan korup. Padahal, jiwa inilah milik kita yang abadi.
>>
>>
>> Lantas, apakah kita perlu mengalami sendiri peristiwa-peristiwa yang
>> pahit tersebut agar kita sadar? Jawabnya: ya! Tapi kalau Anda merasa cara
>> tersebut terlalu mahal, ada cara kedua yang jauh lebih mudah:
>>
>>
>> Belajarlah MENDENGARKAN.
>>
>>
>> Dengarlah dan belajarlah dari pengalaman orang lain. Bukalah mata dan
>> hati Anda untuk mengerti, mendengarkan, dan mempertanyakan semua pikiran
>> dan paradigma Anda. Sayang, banyak orang yang mendengarkan semata-mata
>> untuk memperkuat pendapat mereka sendiri, bukannya untuk mendapatkan
>> sesuatu yang baru yang mungkin bertentangan dengan pendapat mereka
>> sebelumnya. Orang yang seperti ini masih tertidur dan belum sepenuhnya
>> bangun.
>>
>> Wassalam
>> iqbal
>>
>>
>>> Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
>>> ------------------------------------------------------------
>>> Website: http://www.rantaunet.org
>>> ============================================================
>>> UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
>>> - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
>>> - Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur
>>> pribadi.
>>> - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
>>> 1. Email ukuran besar dari >300KB.
>>> 2. Email dikirim untuk banyak penerima.
>>> --------------------------------------------------------------
>>> * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
>>> keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config
>>> * Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list
>>> di:
>>> http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
>>> http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
>>> dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
>>> ============================================================
>>>
>>
>

============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >300KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-config
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages