Download Modul Ajar Kurikulum Merdeka Sd

1 view
Skip to first unread message

Crista Wilbers

unread,
Jan 25, 2024, 2:51:35 PM1/25/24
to mimoulbiolo

Tulisan ini bertujuan untuk membahas pengembangan modul ajar berbasis kurikulum merdeka belajar. Modul ajar merupakan badan kurikulum merdeka yang mana pengganti rencana pembelajaran. Modul ajar kurikulum merdeka merupakan pengganti dari RPP yang berformat dan bersifat variatif yang meliputi materi/ konten pembelajaran, metode pembelajaran, interpretasi, dan teknik mengevaluasi yang disusun secara sistematis dan memukau untuk mencapai indikator keberhasilan yang diharapkan. Guru mengembangkan modul ajar sebelum melakukan pembelajaran di dalam kelas. Salah satu fungsi modul ajar untuk mengurangi beban guru dalam menyajikan konten sehingga guru dapat memiliki banyak waktu untuk menjadi tutor dan membantu siswa pada proses pembelajaran.

download modul ajar kurikulum merdeka sd


Download Ziphttps://t.co/mnnRpncBYB



Hingga saat ini, telah tersedia cukup banyak perangkat ajar yang bisa dimanfaatkan oleh Sobat SMP. Perangkat ajar tersebut tersedia dalam bentuk modul dan bahan ajar, buku, dan modul projek. Jumlah perangkat ajar yang tersedia pada PMM akan terus bertambah sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan berbagai jenjang.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan modul ajar bagi para pendidik, Direktorat Sekolah Menengah Pertama baru saja merilis 20 modul ajar dan 4 modul projek jenjang SMP yang bisa Sobat SMP unduh dan manfaatkan melalui Platform Merdeka Mengajar. Modul-modul tersebut hadir untuk jenjang kelas VII, VIII, dan IX.

Sedangkan Modul Projek yang diterbitkan oleh Direktorat SMP adalah Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Bangunlah Jiwa dan Raganya, Gaya Hidup Berkelanjutan, serta Rekayasa dan Teknologi, dan Bhinneka Tunggal Ika. Lalu, bagaimana cara mengakses modul-modul tersebut?

Selain mengikuti langkah-langkah di atas, Sobat SMP juga dapat mengakses masing-masing modul rilisan terbaru Direktorat SMP di Platform Merdeka Mengajar melalui tautan berikut ini. Jangan lupa sebarkan informasi ini kepada rekan-rekan guru di satuan pendidikan Sobat SMP, ya.

Asesmen dapat berupa asesmen formatif maupun asesmen sumatif. Namun, kedua jenis asesmen ini tidak harus selalu digunakan dalam modul ajar, melainkan dapat disesuaikan tergantung pada cakupan tujuan pembelajaran dan kebutuhan murid.

Penyusunan modul ajar yang dimulai sejak kemarin, Kamis 20 Juli 2023 itu, merupakan langkah sistematis yang diambil madrasah dalam rangka menyiapkan diri untuk melaksanakan implementasi kurikulum merdeka yang sudah berlaku dua tahun pelajaran ini. Karena modul ajar merupakan salah satu perencanaan kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan oleh seorang guru.

Salah satu guru MTsN 2 Kediri, Anis Huzaifah, menyatakan bahwa untuk pelaksanaan kegiatan pembelajaran dalam kurikulum merdeka harus mampu meluangkan waktu untuk menyusun modul ajar sendiri sebagai usaha untuk mempersiapkan diri dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.

Dalam sesi akhir Kepala Madrasah Tsanawiyah negeri 2 Kediri, Jamiluddin, berharap bahwa modul ajar yang disusun oleh guru MTsN 2 Kediri ini nantinya akan menjadikan kegiatan pembelajaran akan lebih aktif dan mampu mengeksplorasi kemampuan anak sesuai dengan bidangnya dengan bentuk pembelajaran diferensiasinya.

Harapan ini juga disampaikan oleh panitia pelaksana kegiatan tersebut, Saiful Ali, dengan mengatakan bahwa modul ajar yang telah disusun pasti akan menjadi acuan setidaknya bagi teman guru satu madrasah dan umumnya bisa jadi akan dijadikan bahan acuan bagi guru mata pelajaran yang sama se-Kabupaten Kediri dalam wadah MGMP.( Ali/Jamil)

Terdapat perbedaan yang cukup mencolok dari kedua kurikulum tersebut. Salah satunya adalah secara administrasi di mana RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) pada Kurikulum 2013 akan diganti dengan modul ajar pada Kurikulum Merdeka.

Selain ketiga komponen tersebut, Bapak dan Ibu guru juga bisa memilih komponen yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Jadi, komponen dalam modul ajar Kurikulum Merdeka ini bersifat fleksibel.

Setelah melakukan pembelajaran sesuai dengan modul ajar yang telah disusun, Bapak dan Ibu guru harus melakukan evaluasi terkait efektivitas modul ajar dan tindak lanjut untuk pembelajaran berikutnya.

Kompetensi awal adalah pengetahuan dan/atau keterampilan yang perlu dimiliki siswa sebelum mempelajari topik tertentu. Kompetensi awal juga menjadi ukuran seberapa dalam modul ajar dirancang.

Kegiatan pembelajaran dalam modul ajar harus ditulis secara berurutan sesuai dengan durasi waktu yang direncanakan, serta terdiri dari tiga tahapan, yaitu pendahuluan, inti, dan penutup berbasis metode pembelajaran aktif.

Mengingat pentingnya peranan Modul Ajar ini, maka harus disusun secara lengkap dan sistematis. Lengkap artinya sebuah modul ajar harus memuat semua komponen yang telah ditentukan, sedangkan sistematis berarti modul ajar harus disusun secara urut mulai dari pembukaan, isi materi, dan penutup sehingga memudahkan siswa belajar sekaligus memudahkan guru dalam menyampaikan materi.

Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen-dosen Pendidikan Matematika FKIP UIR berujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada guru-guru SMPN Sorek Dua dalam merancang modul ajar yang relevan dengan Kurikulum Merdeka. Hal ini didasari oleh permasalahan yang dihadapi di SMPN Sorek Dua yaitu kesulitan guru dalm membuat modul ajar. Sehingga salah satu solusi yang dapat diberikan adalah pelatihan penyusunan modul ajar pada Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah tersebut. Kegiatan dihadiri oleh 37 guru yang merupakan guru-guru MGMP Matematika Rayon II Pelalawan pada tanggal 13 Sepetember 2023. Ahli pendidikan berpengalaman diundang untuk memfasilitasi pelatihan dan memberikan pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip kurikulum merdeka dan cara mengintegrasikannya ke dalam modul ajar. Peserta pelatihan belajar tentang metode pengembangan modul ajar yang berorientasi pada pemberdayaan siswa, penggunaan teknologi dalam pembelajaran, dan pengukuran kemajuan siswa secara komprehensif. Salah satu manfaat kegiatan ini adalah menghasilkan guru-guru yang mampu menyusun modul ajar kreatif, inovatif, dan efektif dalam mendukung pencapaian tujuan pembelajaran kurikulum merdeka menjadi contoh dan inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan sukses.

Trawas, Mengakhiri akhir tahun ajaran MAN 1 Gresik selenggarakan Bimtek Pembuatan Modul Bahan Ajar. Kegiatan tersebut merupakan lanjutan kegiatan pelatihan yang dilaksanakan pada hari Selasa 21 Juni 2022 di Aula MAN 1 Gresik. Kalau pada tanggal 22 Juni 2022 MAN 1 Gresik baru mensosialisasikan mengenai penerapan kurikulum Merdeka pada tahun ajaran baru yang akan datang.

Kepala MAN 1 Gresik juga menyampaikan bahwa dalam menyambut tahun ajaran baru yang notabene MAN 1 Gresik harus siap dengan kurikulum merdeka, beliau tidak ingin belajar secara setengah-setengah yang mengakibatkan implementasi kurikulum merdeka kurang maksimal. Namun, beliau ingin guru di MAN 1 Gresik belajar kepada sekolah yang sudah menerapkan secara langsung kurikulum merdeka.

Bimtek pada malam harinya dilanjutkan dengan penyusunan modul ajar secara mandiri oleh guru mata pelajaran yang dikelompokkan sesuai rumpunnya masing-masing. Setiap guru pada setiap mata pelajaran pun diminta untuk mengumpulkan hasil pekerjaannya kepada Waka Kurikulum sebagai dokumen kurikulum pada tahun ajaran baru yang akan datang. Maka selain para guru menempuh masa liburan, juga diberikan beban tugas menyusun modul bahan ajar.

Kelompok Kerja Guru 8 Kelurahan Karangbesuki Kecamatan Sukun Kota Malang mengungkapkan bahwa mereka seringkali merasa kesulitan dalam penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka. Hal ini dikarenakan harus sesuai dengan CP kurikulum merdeka yang menggunakan pendekatan technological, pedagogical, and content knowledge (TPACK). Tujuan penelitian ini adalah untuk wadah pelatihan bagi guru terkait modul ajar yang berbasis technological, pedagogical, and content knowledge (TPACK). Metode yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini mencakup tahap perencanaan dengan menjajaki kebutuhan mitra, tahap pelaksanaan yang dilakukan dengan format blended learning dengan pemanfaatan platform Google Sites. Selanjutnya tahap evaluasi dengan penilaian hasil dengan teman sejawat. Hasil data menunjukkan bahwa sebagian besar guru sudah mengikuti perkembangan teknologi dan menggunakannya pada pembelajaran, serta mampu menggabungkan pengetahuan tentang materi, pedagogi, dan teknologi yang dimiliki untuk merancang pembelajaran. Melalui kegiatan pelatihan pengembangan modul ajar berbasis TPACK ini, lebih dari 90% peserta dapat menyajikan contoh-contoh penerapan TPACK yang menarik dikemas dalam bentuk modul ajar kurikulum merdeka. Pelatihan pengembangan modul ajar Kurikulum Merdeka berbasis TPACK sukses dilaksanakan serta dipandang menarik dan bermanfaat oleh guru.

Kegiatan ini digelar dalam rangka peningkatan kompetensi guru pendidikan agama islam dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka pada satuan pendidikan yang menghadirkan narasumber tunggal DR. Ahmad Hasim (Pengawas PAI asal Bandung dan Penulis ATP Serta modul ajar KM PAI Puskurja Kemendikbudristek RI.

Implementasi kurikulum merdeka menuntut seluruh perangkat sekolah untuk memahami dan mampu melaksanakannya secara baik. Tuntutan ini juga diberlakukan pada guru sekolah dasar peserta program pendidikan profesi guru tahun 2022. Para guru PPG ini dituntut untuk mampu mengembangkan modul ajar berbasis kurikulum merdeka dengan menerapkan model-model pembelajaran inovatif dan mengintegrasikan aspek TPACK, HOTS, kompetensi 4C dan karakter profil pelajar pancasila. Komplekstitas ini membuat para guru kesulitan dalam merancang modul ajar karena mereka belum pernah mendapatkan pengetahuan atau pelatihan terkait aspek-aspek tersebut. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk kegiatan edukasi dengan mempresentasikan teori-teori, melakukan diskusi dan tanya jawab mengenai contoh-contoh yang dapat diterapkan di jenjang sekolah dasar, dan melakukan praktek langsung untuk merancang modul ajar berbasis kurikulum merdeka yang terintegrasi dengan HOTS sebagai tuntutan kompetensi abad 21. Berdasarkan hasil survei melalui kuesioner diketahui bahwa kegiatan edukasi yang telah dilakukan mendapatkan respon yang sangat baik terkait kebermanfaatan kegiatan, materi dan metode edukasi, teknik mendampingi dalam praktek kerja dan motivasi untuk keberlanjutannya.

df19127ead
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages