Seberapa Berharganya Anda?

62 views
Skip to first unread message

Jessica Jeanne Pangestu

unread,
Jul 5, 2012, 2:14:13 AM7/5/12
to milis-bo...@googlegroups.com
Shalom,
 
Masalah self-image seringkali menjadi hambatan bagi kita untuk menjadi satu pribadi yang utuh.  Hal itu bisa disebabkan karena pengalaman masa lalu kita, kegagalan kita, ataupun dosa yang pernah kita lakukan.  Akibatnya, kita sering merasa diri kita tidak ada apa2nya, tidak berharga, tidak berarti...dan tak jarang kita menggantungkan rasa berharga diri kita kepada sesuatu yang salah.
 
Namun kebenaran yang harus kita ketahui bahwa diri kita berharga di mata Tuhan.  Dia tidak akan membuang kita ketika kita melakukan kesalahan.  Sebaliknya, Dia akan memberikan kesempatan bagi kita untuk memperbaiki diri.
 
Selamat merenungkan...
 
God bless.
 
in Christ,
Jessica
 
---
 
 

SEBERAPA BERHARGANYA ANDA?

 

 

            Saya mempunyai seorang sahabat yang memberi saya sebuah pen sebagai hadiah ulang tahun saya.

            Nama saya tertulis di atasnya.  Kelihatannya padat, berat, dan awet.  Produser pen tersebut bahkan menawarkan Jaminan Seumur Hidup.  Jika pen itu bermasalah, saya dapat mengirimnya kembali kepada mereka dan mereka akan memperbaikinya bagi saya, kembali seperti yang baru.

            Berapa harga pen itu?

            Lima ratus ribu Rupiah.

            Kebanyakan pen saya berharga lima ribu – jadi itu mahal bagi saya.

            Tapi saya mendapat kejutan ketika dua bulan lalu, saya memberi sesi di sebuah perusahaan, dan sebagai ucapan terima kasih, mereka memberi saya sebuah pen seharga lima juta.

            Harga itu sangat tidak masuk akal bagi saya.  Saya tidak bisa mempercayainya.  Saya menunjukkannya pada isteri saya dan bertanya padanya, “Apa yang membuat pen ini bernilai lima juta?  Apakah pen ini akan menyelesaikan masalah pribadi saya?”

            “Tidak, tidak akan,” katanya.

            “Apakah pen ini akan menyelesaikan masalah kelaparan dunia?  Perubahan cuaca?  Kondisi penguin yang gawat di Antartika?”

            “Saya rasa tidak.”

            “Apakah pen ini akan membuat saya mendapatkan passive income?”

            “Saya meragukannya.”

            “Apakah pen ini akan membuat saya menjadi lebih tampan, seandainya hal itu mungkin?”

            “Kamu tidak dapat memperbaiki kesempurnaan, sayang…” (Setelah 14 tahun, saya berhasil mendoktrin isteri saya.)

            “Jadi, apa yang dapat dilakukan pen seharga Rp 5.000.000,- ini? saya bertanya kepadanya.

            “Saya memiliki dugaan yang kuat bahwa itu dapat menulis…”

            “Wow.  Itu…ah, mengagumkan.”

            Setelah perbincangan kami, saya melakukan beberapa pencarian di internet.  Inilah yang saya temukan: Teknologi yang digunakan untuk membuat pen seharga Rp 500.000,- sama persis dengan teknologi yang digunakan untuk membuat pen seharga Rp 5.000.000,-

            Hanya ada satu perbedaan…

 

 

1.  Produser Menentukan Harga

 

            Perbedaannya adalah Produsernya.

            Produser Pen A memutuskan, “Ini bernilai Rp 500.000,-.”  Dan Produser Pen B memutuskan, “Ini bernilai Rp 5.000.000,-.”

            Produser memasang tarif.  Produser menetapkan harga.  Produser menentukan nilai.

            Produser B mengatakan, “Saya hanya membuat pen senilai Rp 5.000.000,-.  Maka ini adalah pen senilai Rp 5.000.000,-“

            Saya punya kabar untuk Anda.  Tuhan adalah Produser Anda.

            Dan Ia mengatakan pada Anda sekarang, “Engkau tidak bernilai Rp 5.000.000,-.  Engkau tidak bernilai 50 juta atau 500 juta atau 5 milyar.  Engkau bernilai seluruh Surga, karena Aku menanggalkan keilahianKu dan menjadi bayi di palungan.  Engkau bernilai seluruh gunung dan bukit dan lembah dan lautan, karena engkau adalah Karya dari CiptaanKu.  Engkau bernilai semua bintang dan galaksi yang digabungkan bersama, karena engkau lebih indah dadri seluruh alam semesta ini.  Engkau bernilai setiap tetesan darahKu, karena Aku memberikan hidupKu di kayu Salib.”

            Karena Anda berharga…

 

 

2.  Lindungi Yang Berharga

 

            Bayangkan jika seorang asing datang dan berkata, “Bo, bolehkah saya meminjam sebuah pen?”  Saya tidak mengenal orang ini.

            Katakan pada saya, apakah saya akan memberikannya pen saya yang berharga Rp 500.000,- atau yang Rp 5.000.000,-?

            Tentu saja, saya akan memberinya pen saya yang berharga Rp 5.000,-!

            Tapi ketika ia menggunakan pen saya, ia menggunakannya dengan kasar.  Ia mengetukkannya ke meja, mengeluh tidak berfungsi, dan mulai memukulkannya seperti tongkat drum.

            Ia mengembalikannya pada saya dalam keadaan rusak dan bertanya, “Apakah kamu punya pen lain?”

            Pertanyaan:  Menurut Anda, apakah saya akan memberinya pen saya yang Rp 500.000,- atau Rp 5.000.000,-?

            Langkahi dulu mayat saya!

            Karena saya tahu seberapa besar nilai pen itu, saya akan menjaganya.  Saya tidak akan membiarkan seorangpun merusaknya.

            Sebenarnya, saya akan meletakkannya di sebuah kotak yang indah.  Saya akan menyimpannya di tas saya.  Saya akan membuatnya mengkilap dan menjaganya.

            Dengan cara yang sama, Anda tahu seberapa berharganya diri Anda.  Jadi pedulikan diri Anda.  Jagalah diri Anda.  Lindungi diri Anda.  Bangunlah pembatas Anda!  Berikan batasan pada diri Anda.  Jangan melecehkan diri Anda dan jangan membiarkan seorangpun melecehkan Anda.

            Cintai diri Anda!

 

 

3.  Anda Memiliki Jaminan Seumur Hidup

 

            Hanya barang yang bernilai tinggi yang memiliki Jaminan Seumur Hidup.  Pen saya yang berharga Rp 5.000,- tidak mempunyai Jaminan Seumur Hidup.

            Tapi Anda, karena Anda berharga, memiliki Jaminan Seumur Hidup.  Ketika Anda tidak berfungsi, Anda dapat kembali kepada Pencipta Anda kapan saja, dan Ia akan memperbaiki Anda.  Ia akan membereskan Anda.  Ia akan menjadikan Anda seperti baru.

            Hal ini mengingatkan saya akan sebuah cerita yang dikisahkan teman saya Pio.

            Suatu hari, kakak ipar Pio bernama Doug yang berasal dari Amerika tinggal di rumahnya.  Sebagai tuan rumah yang baik, Pio dan isterinya Bebot memberi Doug kamar tidur utama.  (Omong-omong, orang Filipina kesulitan dalam melafalkan nama Doug.  Ia selalu merasa seperti seekor hewan peliharaan.)

            Suatu pagi, Pio berada di kamar tidur utama untuk merapikan.  Saat itulah ia terkejut melihat arloji Doug yang ada di tempat sampah.  Ia mengambilnya dan membawanya kepada Doug.

            “Doug,” kata Pio, “arlojimu tanpa sengaja jatuh ke dalam tempat sampah…”

            Doug berkata, “Pio, arloji itu sudah rusak.  Jadi saya buang.”

            Pio terkejut.  Katanya, “Doug, kamu di Filipina.  Kami dapat memperbaiki arloji ini.”

            Doug menggelengkan kepalanya dan berkata, “Saya tidak ingin memperbaikinya.  Saya buang saja.  Tapi, kalau kamu mau, ambil saja!”

            Pio berkata, “Terima kasih!”  Ia berbalik, meletakkan tangannya di atas arloji itu, dan mendoakannya.  “Shalalala…”  Ia menggoyangkannya dan mendekatkannya ke telinganya – dan wuiiihhh – arloji itu berfungsi lagi!

            Ketika Pio menceritakan kisah ini, saya menyadari betapa saya diberkati karena Tuhan seperti Pio, tidak seperti Doug.

            Jika Tuhan seperti Doug, saya sudah berada di keranjang sampah saat ini.  Berapa kali saya sudah tidak berfungsi?  Berapa kali saya sudah gagal?  Berapa kali saya sudah berdosa?

            Tapi Tuhan menolak untuk membuang saya.

            Ia bersikeras memperbaiki saya.  Karena ketika Ia menciptakan saya, Ia memberi saya Jaminan Seumur Hidup.

            Teman, Anda berharga bagi Tuhan.

            Dan Ia tidak akan membuang Anda.

            Ia akan menjaga Anda selamanya.  Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal.  (Yeremia 31:3)

 

            Simpanlah Dia selamanya dalam hati Anda.

 

            Semoga impian Anda menjadi kenyataan,

        Bo Sanchez

            (Diterjemahkan oleh: Jessica Jeanne Pangestu) 

 


 
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages