Minggu Anda Telah Tiba!

26 views
Skip to first unread message

jessica

unread,
May 16, 2012, 8:16:18 AM5/16/12
to Milis Bo Sanchez
Hari-hari yang kita lewati tidak selalu dihiasi oleh hangatnya sinar
mentari.
Terkadang hari kita begitu gelap diselimuti awan kelabu.
Tak jarang hujan badai mengguyur hari dan menghapus segala rencana
kita.
Namun...semua itu akan dan pasti berlalu.
Karena...matahari pasti akan muncul dan bersinar lagi.

Masalahnya, bagaimana reaksi kita menghadapi awan kelabu dan hujan
badai?
Mampukah kita tetap percaya bahwa matahari akan datang kembali?

Semua ada waktunya.
Dan pada waktunya, segala sesuatu akan menjadi indah!

Semoga artikel Bo kali ini mampu mengajak kita untuk mengubah cara
berpikir kita dalam menghadapi tantangan dalam hidup kita, sehingga
kita bisa melewati semua tantangan itu dengan penuh sukacita dan
pengharapan!

God bless.

in Christ,
Jessica

---


MINGGU ANDA TELAH TIBA!


Tuhan ingin menjadi MIP dalam hidup Anda.
MIP singkatan dari “most important person” (orang yang paling
penting).
Bagaimana saya tahu? Alkitab mengatakan bahwa perintah terbesar
adalah mengasihi Tuhan. Dan bahwa harus mencari Tuhan terlebih dulu
di atas segalanya.
Saya tidak tahu bagaimana dengan Anda, tapi saya ingin Tuhan menjadi
MIP saya.
Mengapa?
Inilah kenyataan dari manusia: Kita menghargai pandangan MIP kita.
Kenyataan ini juga bersifat kritis terhadap harga diri kita karena
bagaimana MIP kita melihat diri kita umumnya menentukan bagaimana kita
menilai diri kita sendiri.
Mari saya berikan Anda sebuah contoh.
Setelah saya memberi kotbah, banyak orang datang kepada saya,
mengatakan bahwa mereka menyukai kotbah saya. Sepuluh, dua puluh,
tiga puluh orang mengatakan pada saya “Anda memberi kotbah yang luar
biasa” atau “Anda memberkati saya dengan kotbah Anda”. Jika jumlah
umatnya banyak, ratusan orang mungkin datang pada saya mengatakan
bahwa saya memberi sebuah kotbah yang luar biasa.
Tapi ketika saya pulang ke rumah, saya menyadari kalau saya masih
mencari isteri saya dan bertanya, “Uh, bagaimana kotbah saya?”
Bahkan sekalipun seratus orang baru mengatakan pada saya kalau saya
memberi kotbah yang hebat, untuk beberapa alasan yang tidak masuk
akal, saya ingin isteri saya mengatakan itu pada saya.
Saya juga bertanya pada teman-teman pengkotbah lain kalau-kalau
mereka melakukan hal yang sama dan mereka semua mengatakan, “Ya, saya
juga melakukan itu!”
Sekarang saya ingin mengajukan satu pertanyaan pada Anda.
Siapakah MIP Anda? Ibu Anda? Ayah Anda? Pasangan Anda? Teman
Anda?
Ijinkan saya mengulangi lagi: Bagaimana MIP Anda melihat diri Anda
akan mempunyai dampak yang besar terhadap bagaimana Anda melihat diri
Anda sendiri.
Inilah Kabar Gembira. Jika Tuhan menjadi MIP Anda, Anda akan mulai
melihat diri Anda sebagaimana Ia melihat Anda.
Bagaimana Tuhan melihat Anda?
Ia tergila-gila pada Anda. Ia berpikir Anda luar biasa. Ia berpikir
Anda hebat. Ia berpikir Anda menakjubkan.
“Tidak Bo, saya tidak luar biasa!”
Tapi Anda lihat, perspektif Anda terbatas. Hanya mencakup masa lalu
Anda dan Anda saat ini.
Tapi Tuhan melihat lebih dari itu.
Tuhan tidak berdiam di masa lalu Anda. Tuhan berdiam di masa depan
Anda. Karena Ia berpikir masa depan Anda lebih penting daripada masa
lalu Anda. Tuhan tidak berfokus pada apa yang sudah Anda lalui.
Tuhan berfokus pada masa depan Anda.
Tuhan tidak hanya melihat diri Anda saat ini. Tuhan melihat siapa
diri Anda 10 tahun dari sekarang dan 20 tahun dari sekarang dan 50
tahun dari sekarang dan 100 tahun dari sekarang dan 1000 tahun dari
sekarang… Alasan mengapa Ia berpikir Anda menakjubkan dan luar biasa
dan hebat adalah karena Ia melihat Anda 10 juta tahun dari sekarang
ketika Anda akan bersinar secerah 10 juta matahari!


"Tuhan Seperti Ibu Saya"

Dalam Bilangan 32, Tuhan berkata, “Engkau adalah biji mataku…”
Itulah sebabnya saya percaya Tuhan seperti ibu saya.
Ibu saya yang berusia 85 tahun menggantung foto saya yang diperbesar
di dinding kamar tidurnya. Setiap hari, saya curiga bahwa setiap kali
ia melewati foto itu, ia akan memberi hormat. Saya mengatakan padanya
bahwa ia akan menentang perintah yang pertama – “Jangan ada allah lain
selain Aku.”
Ketika saya berusia 13, 14 atau 15 tahun, berkotbah sebagai seorang
pengkotbah muda, saya ingat sebuah peristiwa aneh yang terjadi.
Saya pergi sendiri untuk pelayanan memberi kotbah, biasanya dijemput
oleh orang yang mengundang saya.
Tapi di saat saya naik ke panggung, saya melihat seorang wanita
menyelinap di belakang ruangan. Dan ia membawa sebuah tape recorder
berukuran besar di bahunya. Dan sebelum saya selesai berkotbah, ia
menyelinap keluar.
Ketika saya tiba di rumah, saya mencari ibu saya. Kakak-kakak
perempuan saya mengatakan ia ada di kamarnya. Saat saya mendekati
pintu kamarnya, saya mendengar suara seseorang sedang berkotbah di
dalam kamarnya. Saya mengetuk. Ia membuka pintu dan dari celah
pintu, saya mendengar suara saya sedang berkotbah. Ia berkata, “Kamu
mau apa? Pergi sana. Saya sedang sibuk.” Dan ia menutup pintu untuk
mendengarkan kotbah saya.
Tidak diragukan lagi. Ibu saya adalah seorang penggemar Bo.
Saya bisa membuat banyak kesalahan. Saya bisa tersandung dan salah
tangkap dan jatuh dan terhuyung-huyung – dan semua itu tidak masalah.
Ia akan tetap mencintai saya.
Saya ulangi: Tuhan seperti ibu saya.
Teman, Ia juga menggantung foto Anda di kamar tidurNya.
Ia punya foto Anda di dompetNya.
Ia suka merekam setiap gerakan dan kata-kata Anda.
Ketika Ia berbicara dengan para malaikatNya, Ia akan menemukan cara
untuk mengganti topik untuk membicarakan Anda. “Omong-omong, apakah
kamu melihat apa yang dilakukan anak saya kemarin? Ia begitu
mengagumkan…”


"Di Hari Apa Anda Berada?"

Paskah lalu, saya berkotbah tentang pesan Paskah yang sangat populer
berjudul, “Hari ini adalah Jumat, tapi hari Minggu akan datang.”
Apakah ini “Jumat” dalam hidup Anda?
Beberapa dari Anda mempunyai relasi yang tegang. Orang-orang tidak
berbicara kepada satu sama lain dalam keluarga Anda.
Beberapa dari Anda patah hati. Seorang yang istimewa meninggalkan
Anda.
Beberapa dari Anda mempunyai masalah dalam pekerjaan dan Anda ingin
keluar.
Beberapa dari Anda sangat kuatir tentang anak-anak Anda.
Inilah firman Tuhan kepada Anda: Jangan berkecil hati. Jangan
menyerah. Bergantunglah terus. Hari ini mungkin menjadi Jumat yang
melingkupi Anda tapi pandangan Anda harus tertuju pada Minggu yang
akan datang.
Mari saya ceritakan tentang Beth Corral dan Jumatnya yang panjang.


"Hari-hari Terbaik Anda Ada Di Depan Anda"

Suatu ketika, Beth dikenal sebagai Tahanan C91048.
Beth dinyatakan bersalah atas rekrutmen ilegal dan dijatuhi hukuman
72 tahun penjara.
Hal itu seperti mengatakan padanya bahwa ia akan meninggal di
penjara. Dan untuk waktu yang cukup lama, ia merasa kalau dirinya
sudah mati. Ia dipisahkan dari suami dan anak-anaknya.
Tapi di penjara, Tuhan mengirim seorang malaikat kepadanya. Babes
Zambrano dari Light of Jesus yang melakukan pelayanan ke penjara.
Babes juga dipenjara dan Tuhan memakainya untuk memberkati rekan-
rekannya di penjara.
Di saat Anda melewati Jumat Anda, Tuhan mengirimkan malaikat bagi
Anda. (Sudahkah Anda mengalaminya? Bersyukurlah pada Tuhan untuk
malaikat Anda!)
Beth menghadiri persekutuan doa Light of Jesus di penjara. Dan ia
memberikan hidupnya kepada Tuhan. Secara fisik, ia masih dikurung,
tapi secara rohani, ia sudah bebas. Dan meskipun itu adalah Jumat
dalam hidupnya, ia berpegang pada imannya bahwa pada waktunya,
Minggunya akan datang.
Bertahun-tahun kemudian, Beth terbangun di suatu pagi dan menerima
kabar. Malacañang (Istana Kepresidenan Filipina) memberikan
pengampunan kepadanya. Akhirnya, ia keluar dari penjara dan berkumpul
kembali dengan keluarganya.
Berapa lama Jumatnya berlangsung? Enam belas tahun dalam penjara.
Tapi hari ini, Minggu telah datang. Sekarang Beth melayani Tuhan.
Beth adalah seorang penulis di Didache, Renungan Harian kami. Ia
bekerja sepenuh waktu di Shepherds Voice Publications, dan sebagai
atasannya, saya beritahu Anda bahwa ia adalah salah satu karyawan
terbaik kami.
Apakah saat ini Anda merasa seperti Beth? Apakah Anda merasa
terjebak oleh situasi yang tidak mungkin? Jangan menyerah! Hari ini
mungkin Jumat, tapi Minggu Anda akan datang.


"Dua Cara Berpikir"

Anda harus mengubah cara berpikir Anda.
Karena ketika Anda mengubah cara berpikir Anda, Anda akan mengubah
kehidupan Anda.
Ada dua cara berpikir.
Ada cara berpikir Jumat dan cara berpikir Minggu.
Cara berpikir Jumat adalah memikirkan masalah Anda. Cara berpikir
Minggu adalah memikirkan tujuan Anda.
Inilah kunci menuju kemenangan: Sekalipun Anda masih berada dalam
Jumat Anda, berfokuslah pada Minggu. Karena Minggu akan datang.


"Menjatuhkan Dan Menginjak"

Suatu hari, seekor keledai terjatuh ke dalam sebuah sumur tua.
Pemilik keledai melihat ke bawah dan menyadari sumur tua itu terlalu
dalam untuk menarik keledainya. Rasanya mustahil untuk menyelamatkan
hewan kesayangannya.
Sangat menyakitkan, tapi ia tahu bahwa hanya ada satu hal yang harus
dilakukan – mengubur keledainya.
Dan para tetangganya datang untuk menyekop tanah ke dalam sumur.
Ketika tanah jatuh di punggungnya, keledai itu menjadi histeris.
Beraninya mereka menguburnya hidup-hidup! Tapi seketika itu juga, ia
menemukan sebuah ide cemerlang. Kali berikutnya tanah jatuh ke
punggungnya, ia berkata pada dirinya sendiri – “Yang harus saya
lakukan adalah menjatuhkan dan menginjaknya” – dan itulah yang ia
lakukan. Dan berhasil!
Setiap kali tanah jatuh ke punggungnya, ia akan berkata, “Jatuhkan
dan injak… Jatuhkan dan injak… Jatuhkan dan injak…”
Tanah yang dimaksudkan untuk menguburnya adalah tanah yang sama yang
menyelamatkannya. Anda harus mengatakan ini dengan lantang:
“Kesulitan yang dimaksudkan untuk menghancurkan saya, Tuhan akan
menggunakannya untuk membebaskan saya.”


"Tuhan Sedang Menumbuhkan Anda"

Ketika Anda mempunyai masalah besar, dua hal dapat terjadi dalam
hidup Anda. Anda dapat terkubur atau Anda dapat bertumbuh. Hal itu
betul-betul tergantung pada cara berpikir yang Anda miliki.
Jika hari ini Jumat, dan Anda berpikir Jumat, Anda terkubur.
Jika hari ini Jumat, dan Anda berpikir Minggu, Anda bertumbuh.
Terkubur dan bertumbuh sangat mirip. Tapi mereka jauh berbeda.
Ketika Anda terkubur, Anda tinggal di tanah. Ketika Anda bertumbuh,
Anda bangkit dan menghasilkan buah berlipat ganda.
Mengapa Tuhan membiarkan Anda melewati Jumat? Karena Tuhan sedang
menumbuhkan Anda. Karena jika Anda tidak bertumbuh, Anda tidak akan
berguna. Anda tidak akan pernah bertumbuh. Anda tidak akan pernah
berbuah.
Jika Anda percaya Anda bertumbuh, katakan dengan lantang, “Ini bukan
akhir. Ini hanya permulaan.”
Ingat: Sepotong batu bara dan berlian terbuat dari bahan yang sama.
Satu-satunya perbedaan antara keduanya adalah jumlah tekanan yang
dilaluinya.
Apakah Anda sedang melewati tekanan saat ini?
Itu karena Tuhan menginginkan Anda menjadi sebuah berlian.


"Dapatkah Seorang Anak Miskin Menjadi Presiden?"

Teman saya Carl melewati Jumat yang panjang.
Carl terlahir sangat miskin.
Ibu Carl adalah seorang pembantu rumah tangga. Ayahnya adalah
seorang tentara yang memiliki wanita lain dalam hidupnya. Ibunya lari
dari ayahnya, membawa Carl kecil ketika ia berusia 3 tahun.
Sepanjang masa kecilnya, Carl bertumbuh dalam kemiskinan. Mereka
hidup di sebuah kamar kos kecil. Ada hari-hari dimana ibunya harus
meninggalkannya di kamar itu karena majikannya tidak ingin ia membawa
anaknya saat bekerja. Dalam kamar kecil ini, anak laki-laki berusia 3
tahun ini akan terkunci sepanjang hari, menunggu ibunya pulang di
malam hari. Sekarang, Carl adalah seorang pria yang pendiam, dan saya
menebak itu ada hubungannya dengan apa yang ia alami ketika masih anak-
anak.
Setiap kali majikannya mengijinkan, ibunya akan membawanya ke
tempatnya bekerja. Pada usia 3 tahun, ia sudah membantu ibunya
membersihkan rumah.
Ketika Carl bersekolah, ibunya memberinya Rp 500,- untuk uang jajan
hariannya. Untuk menghemat dua ratus, ia berjalan kaki ke sekolah
yang jaraknya sangat jauh. Ia menyimpan uangnya di sebuah botol
plastik kosong.
Tapi suatu hari, ibunya menangis dengan sedih, “Kita tidak punya uang
untuk membeli makanan.” Carl mengambil tabungannya dan memberikannya
pada ibunya. Dan mereka bisa makan selama beberapa hari.
Tampaknya Carl terkubur dalam kemiskinannya.
Tapi Carl tidak pernah menyerah. Ia tidak terkubur, ia bertumbuh.
Setelah menyelesaikan sekolah tingkat atas, ia berhasil mendapatkan
beasiswa untuk kuliah. Ia bekerja di sebuah perusahaan dan naik
peringkat.
Sekarang, anak laki-laki miskin yang setiap hari berjalan kaki ke
sekolah untuk menghemat dua ratus menjadi Presiden dan pemegang saham
dari tiga perusahaan, termasuk sebuah perusahaan pertambangan!
Semua pencobaan yang dilewati Carl membentuknya menjadi dirinya hari
ini.
Inilah kebenaran yang perlu Anda dengar: Jumat Anda menyiapkan Anda
untuk Minggu. Jumat adalah bahan bakar yang Anda perlukan untuk tiba
di Minggu Anda.
Alkitab mengatakan, Sebab aku yakin bahwa penderitaan jaman sekarang
ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan
kepada kita. (Roma 8:18)
Apa artinya? Bahwa hari-hari terbaik Anda masih di depan Anda.
Mazmur 30:12 mengatakan Ratapanku telah Kauubah menjadi tarian
gembira, Kauambil kesedihanku dan Kaupenuhi aku dengan sukacita…


"Pernahkah Anda Mengalami Kehilangan?"

Saya tahu beberapa Anda mengalami kehilangan dalam hidup Anda.
Beberapa tahun lalu, saya mencoba bisnis mengelola konser. Kami
mengundang artis asing dan membayar biaya yang sangat besar untuk
bakat mereka. Masalahnya kami tidak tahu apa-apa tentang mengelola
konser.
Harus dikatakan, saya kehilangan semua uang saya. Semua tabungan
saya. Habis.
Saya merasa depresi. Bukan hanya karena saya kehilangan uang saya
tapi karena saya kehilangan mimpi saya untuk menjadi seorang
pengusaha. Pada masa-masa kelam itu, saya bertanya-tanya apakah Tuhan
sungguh ingin saya menjadi seorang pengusaha. Mungkin Ia hanya ingin
saya menjadi seorang Pengkotbah.
Dan kemudian saya teringat kisah Ayub dalam Alkitab. Ia melewati
beberapa pengalaman kehilangan selama 9 bulan – dimana ia kehilangan
segalanya. Tapi setelah pencobaan, Alkitab mengatakan, Tuhan membuat
dia kaya kembali dan memberikan kepadanya dua kali lipat dari segala
kepunyaannya dahulu. (Ayub 42:10)
Dua kali lipat dari kehilangannya! Dua kali lipat ternak, dua kali
lipat hasil panen, dua kali lipat kebahagiaan, dua kali lipat berkat.
Maka saya mengatakan pada diri sendiri, “Tuhan, saya mengklaim untuk
mendapatkan dua kali lipat dari kehilangan saya.”
Itu terjadi lima tahun lalu.
Saya tidak mendapat dua kali lipat dari kehilangan saya.
Saya mendapatkan kembali sepuluh kali lipat dari kehilangan saya.
Pernahkah Anda mengalami kehilangan?
Mungkin Anda mengalami kegagalan bisnis. Atau seseorang menipu
Anda. Atau seseorang mencuri dari Anda. Atau banjir atau kebakaran
menghancurkan rumah Anda.
Doa saya bagi Anda hari ini: Tuhan memberi kembali kepada Anda dua
kali lipat dari kehilangan Anda, dalam nama Yesus.


"Hari Ini Jumat"

Suatu ketika, itu hari Jumat dalam kehidupan Yesus.
Yudas berkhianat. Petrus menyangkal. Pilatus mencuci tangan. Para
prajurit mencambuk. Para murid lari. Maria menangis. Yesus wafat.
Tapi semua itu harus terjadi karena “Hari ini Jumat”…
Mereka memaku tangannya di salib. Mereka memaku kakinya di salib.
Mereka meninggikan Yesus di salib. Para prajurit membuang undi untuk
jubahnya di bawah salib. Kedua pencuri berdebat tentang Yesus di
salib. Tapi itu karena “Hari ini Jumat”.
Para wanita menangis. Para rasul ingin tahu. Orang banyak bertanya-
tanya. Orang Farisi bergembira. Para malaikat menanti. Tapi itu
karena “Hari ini Jumat”.
Mungkin ada penyakit dalam tubuh Anda. Mungkin ada konflik dalam
keluarga Anda. Mungkin ada kekurangan dalam finansial Anda. Tapi itu
karena “Hari ini Jumat”.
Dan masih belum ada jawaban atas doa Anda. Masih belum ada cincin di
jari Anda. Masih belum ada bayi di kereta bayi Anda. Tapi itu karena
hari ini Jumat, namun Minggu akan datang.
Hari ini Jumat…tapi Minggu akan datang!


"Apa Sukacita Tuhan?"

Alkitab mengatakan, Hendaklah pandangan kita tertuju kepada Yesus,
sebab Dialah yang membangkitkan iman kita dan memeliharanya dari
permulaan sampai akhir… (Ibrani 12:2)
Pernahkah Anda bertanya-tanya apakah sukacita itu?
Saya tahu bahwa sebagian dari sukacita itu adalah Anda.
Anda adalah sukacita Tuhan.
Bagaimana saya tahu?
Dalam Efesus dikatakan “Allah telah menentukan kita
untuk menjadi anak-anakNya, sesuai dengan kerelaan kehendakNya…”
Dengan kata lain, Anda menyenangkan hati Tuhan. Anda adalah sukacita
Tuhan!
Setiap kali Anda memandang salib, Tuhan sedang
mengatakan pada Anda, “Aku akan melakukan apapun dan segalanya untuk
memilikimu.”
Termasuk melewati Jumat.
Terimalah cinta itu hari ini.


Semoga impian Anda menjadi kenyataan,
Bo Sanchez
(Diterjemahkan oleh: Jessica Jeanne Pangestu)



Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages