jessica
unread,Mar 21, 2012, 10:50:43 PM3/21/12Sign in to reply to author
Sign in to forward
You do not have permission to delete messages in this group
Either email addresses are anonymous for this group or you need the view member email addresses permission to view the original message
to Milis Bo Sanchez
Setiap kita pasti punya cerita kehidupan yang berbeda. Dan dalam
setiap cerita kehidupan pasti ada pelajaran yang bisa kita petik.
Namun, berapa banyak dari kita yang berani dan mau berbagi tentang
cerita kehidupan kita?
Padahal...bisa jadi cerita kita akan menjadi berkat bagi orang lain.
Mungkin kita tidak akan pernah tahu buah dari cerita kita...
Tapi jika kita tidak pernah melakukannya, cerita kehidupan kita tidak
akan pernah membuahkan apapun.
Jadilah mulailah berbagi cerita kehidupan Anda pada orang-orang di
sekitar Anda.
God bless.
in Christ,
Jessica
-----
CERITA ANDA DAPAT MENGUBAH DUNIA
Suatu malam, saya membawa keluarga saya dengan mengendarai mobil di
sebuah kota dengan jalan paling memutar di dunia.
Dan saya betul-betul tersesat.
Para penumpang saya ketakutan. Saat itu sudah larut malam, dan
beberapa jalan tidak ada lampu sama sekali. Salah satu penumpang
adalah tante saya yang sudah berumur lanjut, dan ia adalah seorang
yang pesimis. Ia berkata, “Apakah ini tempat dimana mereka
menyelamatkan orang dan melempar mayat ke semak-semak?”
Tapi setiap kali saya meminta petunjuk, orang-orang sangat membantu.
Saya rasa sudah begitu banyak orang yang tersesat, sehingga beberapa
orang sudah menjadikan membimbing yang tersesat sebagai hobi.
Orang pertama yang saya tanya berkata, “Tetaplah berjalan lurus, dan
ketika Anda melihat kerbau di sebelah kanan, beloklah ke kiri, dan
lalu…”
Saya menyela, “Maaf, tapi bagaimana jika kerbau itu berjalan ke arah
lain?”
“Kerbau itu tidak dapat berjalan. Itu sebuah patung,” katanya.
“Oh, oke.”
Ia melanjutkan, “Tetaplah berjalan lurus, hingga Anda mendapati
sebuah toko kelontong yang menjual Bakpao, di situ Anda belok ke kiri
lagi…”
Betul saja, saya menemukan kerbau yang dimaksud.
Tapi yang menjadi masalah adalah menemukan toko kelontong yang
dimaksud. Karena ada toko kelontong di setiap sudut jalan. Jadi saya
harus berhenti di setiap toko itu dan bertanya apakah mereka menjual
Bakpao.
Namun orang kedua yang saya tanya untuk minta petunjuk sangat
berbeda.
Saya berhenti di samping seorang pria pemilik mobil. Saya membuka
jendela, menyapanya, dan memberitahunya tujuan kami.
Ia menggelengkan kepalanya, “Itu tempat yang sangat sulit. Banyak
orang yang mau pergi ke sana tersesat…”
“Betulkaaaaaahhh?”
Kemudian ia melakukan sesuatu yang tidak masuk akal. Ia menyalakan
mobilnya dan berkata, “Ikuti saya. Saya akan membawamu ke sana.”
Maka saya pun mengikutinya melewati begitu banyak putaran dan
belokan, saya berhenti menghitung ketika saya berbelok yang ke-26
kalinya. Tante saya berkata, “Orang itu akan menculik kita! Dan lalu
ia akan membunuh kita, mencuri mobil kita, dan membuang tubuh kita di
semak-semak.”
Tapi lima belas menit kemudian, ia menghentikan mobilnya dan menunjuk
ke sebuah rumah. Itu persis adalah tujuan kami. Lalu ia melambai
pada kami dan pergi.
“Lihat Tante,” kata saya pada penumpang yang duduk di belakang,
“Penculik Tante berubah menjadi seorang Malaikat. Ia tidak menculik
kita, membunuh kita, dan membuang tubuh kita di semak-semak.”
Ia berkata, “Hmm. Mungkin hari ini dia sedang libur.”
Kejadian kecil itu membuat saya sadar ada dua tipe pemandu. Yang
pertama adalah penunjuk. Yang kedua adalah pengantar.
Banyak Orang Membutuhkan Seorang Pemandu
Teman, banyak orang di sekeliling Anda yang terhilang.
Mereka mencari kebahagiaan tapi mereka tidak tahu bagaimana
mencapainya. Mereka mempunyai segudang masalah besar tapi mereka
tidak tahu bagaimana menyelesaikannya. Dan mereka ingin lebih dekat
kepada Tuhan tapi mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Tuhan memanggil Anda untuk menjadi pemandu mereka. Tapi Anda dapat
melakukannya dengan dua cara. Anda dapat menjadi seorang penunjuk
atau Anda dapat menjadi seorang pengantar.
Terkadang, karena terbatasnya waktu, Anda hanya dapat menunjuk. Ada
orang-orang yang tidak dapat Anda hubungi dengan sering.
Tapi bagi orang-orang yang Anda temui secara rutin, jangan hanya
menjadi seorang penunjuk. Jadilah seorang pengantar. Berjalan
bersama mereka. Bangun relasi dengan mereka. Bagikan hidup Anda
kepada mereka. Dan bimbinglah mereka kepada Tuhan.
Hari ini Tuhan bertanya pada Anda: Apakah Anda akan menjadi pemandu
mereka?
Kita Menyukai Cerita
Cerita Anda dapat mengubah dunia.
Bagaimana Anda dapat membawa seorang teman lebih dekat kepada Tuhan?
Jawaban: Dengan cerita hidup Anda.
Saya percaya cerita hidup Anda dapat mengubah dunia.
Cerita sangat berkuasa.
Seberapa berkuasanya?
Sekitar 2500 tahun lalu, Plato berkata, “Mereka yang bercerita
memimpin masyarakat.”
Mengapa?
Karena kita sangat menyukai cerita, hati kita terbuka terhadap
pencerita.
Hingga hari ini, saya membaca cerita-cerita sebelum tidur bagi anak-
anak saya pada malam hari. Hampir setiap malam, Francis yang berumur
5 tahun mengatakan pada saya, “Ayah, malam ini bacakan saya 3 buku!”
Anak-anak suka cerita. Dan kita tidak pernah lepas dari kesukaan akan
cerita.
Anda mau bukti? Kita membayar $4,5 milyar kepada James Cameron agar
kita bisa menonton Avatar dan Titanic – dua film terbesar dalam
sejarah dunia. Tapi apa itu film? Film adalah cerita yang dituangkan
dalam bentuk yang bisa dilihat dan didengar.
Lagu-lagu terbaik di dunia adalah cerita-cerita yang dituangkan dalam
musik.
Buku terlaris (kedua setelah Alkitab) adalah Chicken Soup for the
Soul. Mereka telah menjual 112 juta copy. Tapi apakah Chicken Soup
for the Soul itu? Sebuah koleksi cerita.
Saya merenungkan pelayanan saya dalam berkotbah. Kotbah terbaik yang
saya berikan selama 31 tahun adalah juga cerita-cerita yang luar
biasa.
Bahkan Yesus berkotbah dengan menceritakan kisah-kisah tentang harta
terpendam, mutiara yang luar biasa, biji sesawi, orang Samaria yang
baik hati, dan anak yang hilang.
Mengapa cerita mempunyai kuasa atas kita?
3 Alasan Mengapa Cerita Begitu Berkuasa
1. Cerita memikat. Cerita menarik perhatian kita. Ketika Anda
mendengar sebuah cerita yang bagus, tiba-tiba saja, Anda masuk ke
sebuah dunia yang berbeda. Anda masuk ke sebuah alam semesta yang
berbeda. Mengapa hal ini terjadi? Karena cerita tidak hanya mengajar
pikiran tapi menyentuh emosi.
2. Cerita menjelma. Sebuah pesan bisa menjadi sebuah teori bagus
yang melayang di udara tanpa kaki di tanah. Tapi sebuah cerita akan
membuat Anda melihat, mendengar, menyentuh, mencicip, dan mencium
pesan Anda.
3. Cerita mempesona. Sebuah cerita pribadi dan menyentuh akan
membawa hati dari pencerita dan pendengarnya bersama seolah tak ada
hal lain di dunia! Mereka mengatakan jalan tersingkat antara dua hati
adalah sebuah cerita.
Saya ulangi: Cerita Anda dapat mengubah dunia.
Apakah Anda memiliki seorang teman atau orang yang Anda kasihi yang
ingin Anda bawa lebih dekat kepada Tuhan? Berikut adalah tiga langkah
yang perlu diambil…
3 Langkah Untuk Membimbing Orang Mendekat Kepada Tuhan
Langkah #1: Ketahuilah Cerita Mereka
Langkah #2: Bagikan Cerita Anda
Langkah #3: Gabungkan Cerita Kalian
Langkah #1: Ketahuilah Cerita Mereka
Ketika Anda mencoba untuk membimbing seseorang lebih dekat kepada
Tuhan, Anda harus mendengar cerita mereka sebelum Anda membagikan
cerita Anda.
Mengapa? Karena Anda perlu tahu kebutuhan orang tersebut.
Mungkin ia perlu kesembuhan. Atau mungkin masalah keluarga merupakan
duri dalam dagingnya. Atau mungkin ia patah hati. Atau mungkin ia
marah kepada Tuhan karena mengambil bayinya.
Saya ingat duduk di sebelah seorang pria sewaktu di pesawat. Setelah
saling memperkenalkan diri, saya bertanya padanya, “Bagaimana hidup
memperlakukan Anda?”
Dengan segera, air mata berlinangan dari matanya dan ia memberitahu
saya kalau rumahnya terbakar. Dalam kebakaran itu, ia kehilangan
isteri dan dua puterinya. Saya tidak dapat berkata banyak. Karena
saya tidak tahu apa yang harus saya katakan. Tapi saya mengatakan
padanya, “Dapatkah saya berdoa bagi Anda?” Saya meletakkan tangan
saya di bahunya dan meminta Tuhan untuk menghibur dan menguatkannya.
Itu adalah waktu yang Tuhan tentukan. Tuhan ingin saya bertemu dengan
pria itu.
Tapi bagaimana jika saya tidak lebih dulu mendengarkan? Bagaimana
kalau saya mengatakan padanya, “Saya akan ceritakan kisah hidup saya.
Ketika saya masih anak-anak, orang tua saya dan saya – termasuk kelima
kakak saya – selalu bersama-sama. Relasi kami sangat dekat. Kami
selalu melakukan segala sesuatu bersama…” Tidakkah itu akan menjadi
garam yang digosokkan di atas lukanya?
Sangat penting bagi kita untuk mengetahui cerita mereka.
Langkah #2: Bagikan Cerita Anda
Bagikan apa yang sudah Tuhan lakukan dalam hidup Anda.
Bisa saja cerita sebelum dan sesudah.
Atau bisa juga suatu kejadian dimana Anda melihat campur tangan Tuhan
dalam hidup Anda.
Usul penting dari saya: Ceritakan kelemahan Anda.
Jangan memberi kesan palsu bahwa karena Tuhan hadir dalam hidup Anda,
seluruh hidup Anda manis dan sempurna. Ceritakan pergumulan yang
sedang Anda hadapi. Ceritakan keburukan Anda.
Setiap kali saya melakukan ini, saya tidak hanya merasa lebih
baik, saya merasa bahwa sebenarnya orang menghargai keaslian saya.
Mereka lebih percaya kepada saya.
Langkah #3: Gabungkan Cerita Kalian
Setelah membagikan cerita Anda, undanglah dia untuk berjalan bersama.
Undanglah dia untuk bertemu Anda secara rutin, agar Anda dapat terus
membangun persahabatan.
Anda juga dapat mengundangnya ke persekutuan doa Anda.
Atau ke kelompok sel.
Atau ke retret.
Anda dapat memberinya sebuah buku yang inspiratif. Atau meneruskan
artikel yang akan membantunya untuk lebih dekat kepada Tuhan.
Saya akan akhiri dengan sebuah kisah nyata tentang Ryan. Ini adalah
sebuah contoh sempurna bagaimana kisah hidup begitu berkuasa dan dapat
membawa banyak orang lebih dekat kepada Tuhan.
Saya Ryan dan saya berusia 29 tahun. Dulu hidup saya
sangat kacau. Saya tidak bersekolah dengan serius, saya hidup sebagai
seorang tuna susila, saya menggunakan obat-obatan, saya sangat
membenci ayah saya yang pada waktu itu sedang mengalami depresi. Saya
tidak ke gereja. Dan ketika saya berdoa, saya mengucapkan doa-doa
penuh kebencian kepada Tuhan, mempertanyakan apa yang sedang Ia
lakukan untuk menjadikan hidup lebih baik bagi saya. Dan kemudian
ayah saya meninggal. Hidup menjadi lebih ruwet, saya melanjutkan
hidup tanpa rasa memiliki Tuhan, relasi-relasi saya beracun, dan di
satu sisi, saya membiarkan pikiran saya untuk mengakhiri hidup saya,
untuk mengakhiri apa yang saya sebut penderitaan.
Dan kemudian seorang teman mengundang saya ke sebuah
persekutuan doa muda-mudi. Saat itulah saya betul-betul berbalik dari
hidup saya yang lama. Saya jadi lebih mengenal Yesus, dan bagaimana
Ia bekerja keras untuk melembutkan hati saya yang keras dan menerima
berkatNya.
Sebelas tahun setelah hari ini, saya betul-betul menjadi satu pribadi
yang diubahkan. Saya bangun setiap hari dan membaca firman Tuhan,
saya pergi ke Misa setiap Minggu, saya mempunyai relasi yang baik
dengan keluarga dan pacar saya. Saya mempunyai pekerjaan yang tidak
terasa sebagai beban karena saya sangat menyukainya, dan pada bulan
Juli yang akan datang, untuk pertama kalinya saya akan memberi
beasiswa kepada beberapa anak – sebuah mimpi yang selalu ada dalam
hati saya.
Saya masih dalam proses pembentukan. Tapi saya
percaya sekarang saya diberkati dengan sebuah hidup yang lebih baik
karena seorang Yesus mengundang saya masuk dalam kasihNya, dan saya
mengijinkanNya masuk ke dalam hati saya, hidup saya.
Sekarang saya diberkati dengan kehidupan yang lebih baik karena
seorang teman mengundang saya ke persekutuan doa muda-mudi, dimana
saya diperkenalkan kepada Yesus, sahabat baik saya.
Apa cerita Anda?
Apa pengalaman Anda tentang Tuhan?
Gunakan itu untuk membagikan Tuhan kepada orang lain.
Semoga impian Anda menjadi kenyataan,
Bo Sanchez
(Diterjemahkan oleh: Jessica Jeanne Pangestu)