jessica
unread,Mar 21, 2012, 11:03:15 PM3/21/12Sign in to reply to author
Sign in to forward
You do not have permission to delete messages in this group
Either email addresses are anonymous for this group or you need the view member email addresses permission to view the original message
to Milis Bo Sanchez
Shalom!
Dalam hidup saya, pernah ada masa-masa kelam dimana saya
mempertanyakan untuk apa saya ada, untuk apa saya hidup.
Pada masa itu saya merasa tidak melihat arti dari keberadaan saya.
Saya tidak bisa melihat tujuan hidup saya.
Semua yang terjadi pada hidup saya rasanya semua yang buruk.
Saya tidak bahagia dengan hidup saya.
Saya tidak bahagia dengan diri saya.
Hingga satu saat saya mengalami pertemuan pribadi dengan Tuhan.
Pertemuan yang membawa saya kepada pengenalan yang lebih dalam akan
Tuhan.
Akan cintaNya bagi saya.
Akan rencanaNya bagi hidup saya.
Hidup saya berubah.
Secara perlahan.
Tetap ada jatuh bangun.
Tetap ada airmata.
Tetap ada rasa sakit.
Tapi, saya bisa melihat buah dari semua yang harus saya lewati.
Saya menjadi seperti saya hari ini adalah karena semua proses yang
saya lewati.
Saya percaya, Tuhan belum selesai dengan diri saya.
Proses itu masih akan terus berlangsung sepanjang hidup saya.
Namun saya tahu sekarang, semua yang terjadi akan menghasilkan buah
pada waktunya.
Tuhan pun belum selesai dengan diri Anda.
Jadi, jangan pernah menyerah atas diri Anda.
Karena Tuhan pun tidak pernah menyerah atas diri Anda.
Selamat membaca dan merenung!
God bless.
in Christ,
Jessica
--
TUHAN TIDAK AKAN PERNAH
MENYERAH ATAS DIRI ANDA
Suatu hari, ada sekelompok kecil petani yang sedang berdoa agar turun
hujan. Setiap hari Minggu di gereja, mereka berkumpul dan berdoa
untuk hujan. Tapi pada suatu hari Minggu, pastor mengumumkan,
“Bagaimana Tuhan bisa memberi Anda hujan jika Anda tidak memiliki
iman?”
Para petani bertanya, “Bagaimana pastor tahu kami tidak mempunyai
iman?”
Pastor itu berkata, “Setiap hari Minggu, kalian berdoa untuk hujan.
Tapi berapa banyak dari kalian yang membawa payung?”
Tak seorangpun di gereja itu yang membawa payung.
Pastor melanjutkan, “Tak seorangpun dari kalian yang siap untuk
menerima berkat-berkat yang kalian doakan.”
Minggu berikutnya, orang-orang mulai membawa payung.
Dan tak lama kemudian, turunlah hujan.
Teman, apakah Anda siap untuk menerima berkat-berkat Anda?
Nuh membangun bahtera sebelum turun hujan, bukan selama atau
sesudahnya.
Anda perlu membangun bahtera Anda sekarang.
Apakah Anda betul-betul mengharapkan jawaban atas doa Anda?
Saya sedang berdoa untuk 1.000 Feast (pertemuan mingguan kami)
tersebar di seluruh dunia.
Pada waktunya Tuhan, saya berharap hal itu terjadi.
Tapi bahkan hari ini, kami berdoa untuk berkat itu. Kami membawa
payung kami. Kami membangun bahtera kami. Bagaimana? Kami mendidik
1.000 Pendiri Feast lewat Kursus Leadership kami.
Hari ini, apa payung Anda? Kenali payung Anda dan bawalah bersama
Anda.
Sekarang juga, ada beberapa dari Anda yang siap untuk menyerah atas
mimpi yang Tuhan taruh dalam hati Anda.
Jangan menyerah. Karena Tuhan tidak menyerah atas diri Anda.
Oh ya, Anda mungkin harus menyerah atas versi tertentu dari mimpi
Tuhan bagi hidup Anda.
Saya ingat Uskup Soc Villegas memberitahu saya bahwa ia ingin menjadi
seorang biarawan – sendirian di pondok bambunya, merawat sebuah kebun
kecil. Itulah cara yang ia inginkan untuk melayani Tuhan. tapi Tuhan
menginginkannya melayani sebagai seorang pastor dan Uskup yang sangat
sibuk.
Saya senang menceritakan kisah bagaimana saya terpaku oleh properti
seluas 500 meter persegi untuk Pusat Komunitas kami. Itu adalah tanah
sitaan yang akan dijual oleh bank. Saya begitu menginginkannya, saya
mengunjunginya berkali-kali – dan ketika tak seorangpun melihat – saya
menumpangkan tangan untuk berdoa dan “mengklaim” tanah itu menjadi
milik kami. (Jika saya melihat seseorang lewat di jalan, saya akan
berpura-pura memeriksa pagarnya.)
Saya begitu gigih. Saya meminta komunitas kecil Light of Jesus untuk
berpuasa. Saya bahkan menjadwalkan doa tiga malam untuk berdoa bagi
tempat itu. Kami juga mencari dana. Kami menyanyikan lagu-lagu Natal
di bulan Agustus.
Tapi suatu hari, kami menerima kabar: Seseorang membeli tanah itu
dari bank. Kami merasa hancur.
Saya ingat persekutuan doa kami ketika kami mengetahui hal itu.
Rasanya sama seperti saya menghadiri sebuah upacara pemakaman.
Beberapa orang bahkan menangis.
Tapi sepuluh tahun kemudian, Tuhan menjawab doa kami. Akhirnya kami
memperoleh sebuah properti. Hal ini mengajar kami bahwa waktu Tuhan
bukanlah waktu kami.
Tapi properti itu bukan 500 meter persegi. Juga bukan 1000, atau
2000, atau 5000, atau bahkan 10.000 meter persegi.
Tuhan memberi kami 50.000 meter persegi. (Di atas tanah itu, kami
membangun Anawim, pelayanan kami bagi kaum lanjut usia yang
terlantar.)
Hal ini mengajar saya bahwa ukuran Tuhan bukanlah ukuran saya.
Saya meminta 500 meter persegi, dan Tuhan pasti mentertawakan saya,
sambil berkata, “Engkau tidak akan mampu melakukan apa yang Aku ingin
engkau lakukan. Tunggu saja.”
Ketika berbicara tentang mimpi Anda, jangan terikat pada waktu Anda.
Jangan terikat pada ukuran Anda. Dan jangan terikat pada versia Anda.
Percayalah kepada Tuhan. Bukalah diri Anda kepada versi Tuhan.
Harapan Tuhan menjawab doa Anda.
Di atas Salib, dengar Tuhan mengatakan kalimat ini pada Anda, “Aku
tidak akan pernah menyerah atasmu.”
Ia Akan Menyelesaikan Apa Yang Ia Mulai
Di Dalam Diri Anda
Saya menyukai ayat Alkitab ini: Akan hal ini aku yakin sepenuhnya,
yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan
meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. (Filipi
1:6)
Perikop ini mengatakan dua hal yang sangat penting…
1. Anda Adalah Ciptaan Tuhan
Anda adalah gagasan Tuhan. Anda adalah rancangan Tuhan. Anda adalah
karya seni Tuhan. Anda adalah karya Tuhan yang luar biasa.
Untuk waktu yang lama, saya tidak percaya akan hal itu.
Selama bertahun-tahun, saya merasa malu terhadap diri sendiri. Saya
mengalami ketergantungan. Saya mengalami keterikatan. Saya terus
jatuh di dalam dosa. Karena saya begitu lemah, begitu berdosa, begitu
kotor. Saya merasa setiap kali Tuhan memandang saya, Ia akan membuang
muka dengan jijik. Karena itu, saya menjadi semakin berdosa.
Suatu hari, seseorang mengirimi saya sebuah kaset. (Bagi yang masih
sangat muda yang membaca ini, kaset adalah pendahulu CD.) Catatannya
bertuliskan, “Bo, saya baru saja pulang dari China. Dengarkan lagu-
lagu penyembahan berbahasa Mandarin ini. Kamu akan merasa terkejut.”
Saya memasukkan kaset ini dalam tape dan menekan tombol play. Lagu
Mandarin tersebut terdengar tidak asing. Dan kemudian menyadarkan
saya – saya menulis lagu itu! Lagu itu diterjemahkan ke dalam bahasa
Mandarin.
Saya merasa begitu bangga. Karena itu adalah lagu saya!
Dan saya merasa Tuhan berbicara dalam hati saya. Saya merasa Tuhan
mengatakan, “Engkau adalah laguKu. Aku merasakan hal yang sama ketika
Aku memandangmu. Aku begitu bahagia dan bangga akan dirimu!”
Tuhan menghancurkan rasa malu saya dengan mengatakan pada saya,
“Engkau adalah anakKu. Engkau adalah gagasanKu. Engkau adalah
rancanganKu. Aku menciptakanmu. Aku tidak membuat kesalahan. Dan
Aku begitu bangga mempunyai seorang anak sepertimu.”
2. Anda Adalah Ciptaan Yang Sedang Dalam Proses
Anda memiliki ketidaksempurnaan. Anda memiliki kelemahan. Anda
memiliki cacat. Anda memiliki bekas luka. Tapi tidak apa-apa.
Karena Anda belum menjadi produk jadi. Karena Tuhan masih bekerja
atas diri Anda.
Saya menyukai rumah kecil kami sekarang. Tapi ketika saya
membangunnya beberapa tahun lalu, saya sama sekali tidak menyukainya.
Karena rumah itu berantakan. Kotor. Ada rangka sementara, dan
kantong semen, dan serbuk gergaji.
Tapi saya tidak berhenti membangun rumah itu, karena saya tahu rumah
itu adalah suatu pekerjaan yang sedang dalam proses.
Jangan menyerah atas diri Anda atau atas mimpi yang Tuhan taruh dalam
diri Anda, karena Anda juga sedang dalam proses.
Ingatkah Anda akan kisah Aladin? Aladin menemukan Jin yang sakti.
Bagaimana? Dengan menggosok lampu ajaib. Tapi mengapa ia menggosok
lampu itu pada mulanya? Kaerna lampu itu kotor.
Anda adalah lampu itu. Dan Anda kotor.
Tapi karena Anda kotor, Tuhan akan menggosok Anda, membuat Anda
berkilau, bekerja atas diri Anda hingga keajaiban terjadi. Dan hingga
keajaiban terjadi, Tuhan akan terus menggosok Anda, bekerja atas diri
Anda, menyembuhkan Anda, mengutak-atik Anda, mengusahakan Anda –
hingga Anda menjadi seperti Dia.
Ucapkan dengan lantang, “Tuhan belum selesai terhadap aku.”
Tuhan Tidak Akan Pernah Menyerah Atas Diri Anda
Suatu hari, ada seorang gadis kecil yang menanam sebuah pohon bunga
mawar.
Ia menyiraminya setiap hari hingga muncul sebuah tunas kecil.
Ia begitu senang! Tunas berwarna merah kecil begitu menjanjikan, dan
ia bertanya-tanya kapan tunas itu akan mekar menjadi sebuah mawar.
Tapi setelah dilihat lebih dekat, gadis kecil itu melihat pohon mawar
itu bertumbuh duri. Tajam, jelek, berduri. Ia menyukai mawar tapi
benci durinya. Maka ia memutuskan tidak menyirami pohon itu lagi.
Dan mawar itu tidak pernah mekar karena pohon mawar itu mati.
Saya bersyukur pada Tuhan karena Tuhan tidak seperti gadis kecil itu.
Ada mawar yang cantik di dalam diri Anda. Hanya saja ditutupi oleh
duri. Tapi meskipun berduri, Tuhan tahu yang lebih baik. Itu adalah
bagian dari diri Anda. Dan dengan kesabaran, Tuhan akan menyirami
Anda – hingga mawar itu mekar. Dan kemudian Ia akan mengambil mawar
itu dan memotong durinya – dan menaruhnya di dalam vas – agar seluruh
dunia melihat keindahanmu.
Sekarang juga, Anda mungkin merasa seolah tidak ada yang terjadi
dalam hidup Anda. Tak satupun mimpi Anda menjadi kenyataan.
Jangan menyarah, karena Tuhan tidak pernah menyerah atas diriAnda.
Semoga impian Anda menjadi kenyataan,
Bo Sanchez
(Diterjemahkan oleh: Jessica Jeanne Pangestu)