Apakah Anda Memberi Tip Atau Perpuluhan?

87 views
Skip to first unread message

jessica

unread,
Mar 28, 2012, 7:06:17 AM3/28/12
to Milis Bo Sanchez
Beberapa waktu lalu setelah saya memposting terjemahan tulisan Bo
Sanchez mengenai perpuluhan, ada beberapa email yang masuk dan
merespon tulisan tsb.
Salah satu komen yang saya ingat, apa yang Bo katakan dengan
"memberi,
maka Anda akan diberkati" sangat dipertanyakan.


Memang, saya setuju bahwa tujuan utama kita memberi bukanlah agar
kita
juga diberi.
Pemberian kita haruslah dilandasi oleh rasa syukur dan keinginan
untuk
memberikan kasih, seperti yang diungkapkan Bo dalam tulisannya kali
ini.


Ini memang bukan suatu paksaan, tapi tulisan Bo ini lebih merupakan
dorongan agar kita "lebih maju" (baca: bertumbuh) dalam hal memberi.


Semoga...tulisan Bo kali ini membantu kita untuk semakin mengerti
tentang topik yang satu ini.


God bless.


in Christ,
Jessica


---


Apakah Anda Memberi Tip Atau Perpuluhan?


Peringatan: Ini akan mengganggu Anda.
Jika Anda tidak ingin ketenangan Anda terusik, berhentilah membaca.
Tinggalkan halaman ini, segera.
Tapi jika Anda ingin membuka hidup Anda untuk kemurahan hati yang
lebih berlimpah (mengalir keluar dan mengalir masuk ke dalam hidup
Anda!), tetaplah membaca.
Ada ayat Perjanjian Lama ini yang, oh, bagaimana seharusnya saya
menempatkannya…sedikit mengganggu. Dalam ayat kontroversial ini,
Tuhan berkata, “Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu
Aku. Tetapi kamu berkata: ‘Dengan cara bagaimanakah kami menipu
Engkau?’ Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!”
Mengapa tidak memberi perpuluhan berarti mencuri dari Tuhan?
Mari saya jelaskan lewat sebuah cerita.


Kisah Seorang Rekan Bisnis Yang Murah Hati

Suatu hari, seorang pria yang sangat kaya berjalan di jalan.
Sepanjang jalan, ia melihat seorang pengemis di tepi jalan.
Orang kaya itu melihat pengemis itu dengan ramah dan bertanya,
“Bagaimana Anda menjadi seorang pengemis?”
Pengemis berkata, “Tuan, saya sudah mencari pekerjaan selama setahun
hingga sekarang tapi belum menemukan satu pun. Anda terlihat seperti
seorang kaya. Tuan, jika Anda memberi saya pekerjaan, saya akan
berhenti mengemis.”
Orang kaya itu tersenyum dan berkata, “Saya ingin menolong Anda.
Tapi saya tidak akan memberi Anda pekerjaan. Saya akan melakukan
sesuatu yang lebih baik. Saya ingin Anda menjadi rekan bisnis saya.
Mari memulai sebuah usaha bersama-sama.”
Pengemis itu terbelalak. Ia tidak mengerti apa yang dikatakan orang
yang lebih tua itu. “Apa maksud Anda, Tuan?”
“Saya memiliki sebuah ladang yang menghasilkan beras. Anda dapat
menjual beras saya di pasar. Saya akan menyediakan Anda berkarung-
karung beras. Saya akan membayar sewa kios di pasar. Saya bahkan
akan memberi Anda uang makan setiap hari selama 30 hari ke depan.
Yang harus Anda lakukan hanya menjual beras saya. Dan pada akhir
bulan, sebagai Rekan Bisnis, kita akan membagi keuntungannya.”
Air mata bahagia mengalir di pipinya. “Oh Tuan,” katanya, “Anda
adalah karunia dari Surga. Anda adalah jawaban atas doa saya. Terima
kasih, terima kasih, terima kasih!” Kemudian ia berhenti sejenak dan
berkata, “Tuan, bagaimana kita akan membagi keuntungan? Apakah saya
mendapat 10% dan Anda 90%? Apakah saya menerima 5% dan Anda 95%?
Saya akan senang bagaimanapun pengaturannya.”
Orang kaya itu menggelengkan kepala dan tertawa kecil. “Tidak, saya
ingin Anda memberi saya yang 10%. Dan Anda simpan yang 90%.”
Selama beberapa saat, pengemis itu tidak dapat berkata-kata. Ketika
ia mencoba berbicara, yang terdengar hanyalah omongan yang tidak
jelas. “Oh, ah, oh, wow, maksud saya, huh?” Ia tidak mempercayai apa
yang didengarnya. Kesepakatan itu terlalu tidak masuk akal.
Orang kaya itu tertawa lebih keras. Ia menjelaskan, “Saya tidak
membutuhkan uangnya, teman. Saya sudah kaya di luar yang dapat Anda
bayangkan. Saya ingin Anda memberi saya 10% dari keuntungan Anda agar
Anda bertumbuh dalam kesetiaan dan rasa syukur.”
Pengemis itu berlutut di depan pendermanya dan berkata, “Ya Tuan,
saya akan lakukan seperti yang Anda katakan. Bahkan sekarang, saya
sangat bersyukur atas apa yang telah Anda lakukan untuk saya!”
Dan begitulah yang terjadi…


Ia Lupa Dari Mana Berkat Itu Berasal

Setiap hari, si pengemis – sekarang berpakaian sedikit lebih baik –
mengoperasikan sebuah kios yang menjual beras di pasar. Ia bekerja
sangat keras. Ia bangun pagi-pagi sekali dan tidur larut malam. Dan
penjualan sangat cepat, juga karena berasnya berkualitas baik. Dan
setelah 30 hari, keuntungannya menakjubkan.
Pada akhir bulan, saat mantan pengemis itu menghitung uangnya, dan
sangat menyukai rasa memegang uang di tangannya, sebuah ide muncul di
benaknya. Ia mengatakan pada dirinya sendiri, “Jeee…mengapa saya
harus memberi 10% kepada Rekan Bisnis saya? Saya tidak melihatnya
sepanjang bulan! Sayalah yang bekerja siang malam untuk bisnis ini.
Saya yang mengerjakan semuanya! Saya pantas mendapat keuntungan
100%!”
Beberapa menit kemudian, orang kaya itu mengetuk pintu untuk menagih
10% bagian keuntungannya. Mantan pengemis itu membuka pintu dan
berkata, “Anda tidak layak menerima 10%. Saya bekerja keras untuk
ini. Saya pantas mendapatkan semuanya!” Dan ia membanting pintu.
Jika Anda adalah Rekan Bisnisnya, bagaimana perasaan Anda?
Teman, inilah yang sebenarnya terjadi pada kita…


Tuhan Memberi Anda Segalanya

Saya punya sebuah pengumuman: Tuhan adalah Rekan Bisnis Anda. Dan
Rekan Bisnis Anda memberi Anda segalanya.
Tuhan memberi Anda hidup Anda – setiap saat, setiap tarikan nafas,
setiap detik… Tuhan memberi bakat Anda – kemampuan Anda untuk
berbicara, untuk mencipta, untuk menghasilkan uang… Tuhan memberi
Anda tubuh Anda – mata Anda, telinga Anda, mulut Anda, tangan Anda,
kaki Anda, hati Anda… Tuhan memberi Anda pikiran Anda – imajinasi
Anda, emosi Anda, pemikiran Anda, bahasa Anda…
Dalam Perjanjian Lama, Rekan Bisnis Ilahi Anda hanya meminta Anda
untuk memberi 10% dari keuntungan Anda.
Tapi saya perhatikan, banyak yang tidak ingin memberi perpuluhan.
Karena mereka merasa mereka memiliki semua yang mereka dapatkan.
Kesalahan besar.
Beberapa umat Kristiani percaya bahwa mereka tidak perlu memberi
perpuluhan karena itu adalah Hukum Perjanjian Lama. Mereka mengatakan
bahwa dalam Perjanjian Baru, Tuhan mengatakan pada kita untuk memberi
sebagaimana Roh Kudus memimpin kita untuk memberi.
Saya sangat setuju. Tapi apakah itu berarti bahwa kita harus memberi
lebih sedikit daripada saat Perjanjian Lama?
Cerita yang saya bagikan di atas adalah Versi Perjanjian Lama.
Mari saya bagikan versi kedua saya…


Inilah Versi Perjanjian Baru

Cerita saya dalam versi Perjanjian Baru, dimulai dengan cara yang
sama. Pria kaya mengatakan kepada si pengemis bahwa ia ingin
melakukan bisnis bersamanya. Dan setelah di pengemis terperangah, ia
bertanya, “Tuan, bagaimana kita akan membagi keuntungannya? Apakah
saya mendapat 10% dan Anda 90%?”
Pria kaya itu tidak mengatakan, “Berikan saja 10% untuk saya,” tetapi
ia mengatakan, “Anda putuskan berapa banyak Anda ingin memberi kepada
saya. Berilah berdasarkan seberapa bersyukurnya Anda.”
Wow. Katakan pada saya. Apakah orang itu hanya akan memberi 10%?
Ini adalah penafsiran saya: Memberi 10% adalah titik awal dari
pemberian atas rasa syukur. Banyak orang berpikir bahwa 10% adalah
maksimal. Saya rasa tidak demikian.
Saya percaya 10% adalah taman kanak-kanak. 10% adalah seperti
seorang anak belajar sepeda dengan empat roda – hal itu untuk
seseorang yang belum tahu bagaimana bersikap murah hati tapi ingin
belajar. Dan saat Anda belajar memberi 10%, Tuhan akan mengajar Anda
untuk memberi dengan lebih murah hati.


Anda Ingin Berkat Mengalir?

Mudah untuk memberi sesekali.
Bahkan seorang yang egois bisa melakukan itu.
Tapi agar kebahagiaan, hidup, berkat, dan kelimpahan mengalir dalam
hidup Anda, Anda perlu memberi dengan setia.
Bulan lalu saya mengunjungi Israel.
Dan saya mengunjungi tiga aliran air di Israel. Ketiganya
berhubungan satu sama lain. Yang pertama adalah Danau Galilea; yang
kedua adalah Sungai Yordan; dan yang ketiga adalah Laut Mati.
Baik Danau Galilea maupun Sungai Yordan dipenuhi oleh ikan. Tapi
Laut Mati disebut mati karena tidak ada yang hidup di dalamnya. Tidak
ada ikan. Tidak ada udang. Tidak ada tumbuhan. Bahkan beberapa
bakteri sulit hidup di dalamnya. Karena kadar asinnya 8,6 kali dari
laut manapun di dunia.
Mengapa begitu?
Mari saya jelaskan perbedaan di antara ketiga aliran air ini. Danau
Galilea memberi air ke Sungai Yordan. Sungai Yordan memberi air ke
Laut Mati. Laut Mati memberi air ke…tak satupun.
Semua air yang diterima terjebak – dan satu-satunya cara air itu
keluar adalah melalui proses penguapan, meninggalkan semua zat kimia
dan garam di Laut Mati.
Inilah pelajaran yang dipetik: Jika Anda tidak memberi, Anda mati.


Jenis Aliran Yang Manakah Anda?

Teman, Anda dapat menjadi Danau Galilea atau Laut Mati. Itu adalah
pilihan Anda.
Satu-satunya cara agar berkat mengalir dalam hidup Anda adalah jika
Anda memberi.
Ini adalah hukum semesta Tuhan. Ini adalah cara kerja alam.
Lakukan percobaan ini bersama saya. Selama lima menit ke depan,
tarik nafas. Tariklah sebanyak yang Anda inginkan. Dan beberapa kali
sebanyak yang Anda inginkan. Tapi jangan menghembuskan nafas selama 5
menit.
Keren? Cobalah. (Apakah polis asuransi Anda sudah diperbarui?)
Ini adalah percobaan lainnya. Selama tujuh hari ke depan, makanlah.
Makan apapun yang Anda inginkan. Makan sebanyak yang Anda suka. Tapi
jangan ke toilet. Hanya selama 7 hari.
Apa yang saya katakan?
Alam semesta dirancang bagi Anda untuk menarik dan menghembuskan
nafas, untuk menghasilkan dan memberikan uang.


3 Pertanyaan Yang Paling Sering Ditanyakan

Orang sering bertanya pada saya tentang perpuluhan.
Berikut adalah 3 pertanyaan yang paling sering ditanyakan.

T: “Ke Mana Saya Harus Memberi Perpuluhan Saya?”

Jawaban sederhana saya: Berikan kepada keluarga rohani yang memberi
Anda makanan rohani. Pikirkan itu. Anda ingin mendukung tubuh rohani
yang mendukung kehidupan rohani Anda. Anda ingin memberi makan
komunitas rohani yang memberi Anda makanan rohani.

T: “Saya Harus Memberi Dari Pendapatan Kotor Atau Bersih?”

Jawaban: Ini terserah Anda. Seberapa bersyukurnya Anda?
Dan ijinkan saya menjawab pertanyaan ini dengan pertanyaan lain:
Seberapa besar Anda ingin diberkati? Berdasarkan pendapatan kotor
atau bersih?
Tapi tidak masalah untuk memberi dari pendapatan bersih. Jika Anda
seorang pengusaha, beri 10% dari keuntungan bersih Anda. Jika Anda
seorang yang menerima gaji, beri 10% dari jumlah yang Anda terima
setiap bulan.

T: “Dapatkah Saya Memberi Perpuluhan Saya Kepada
Sanak Keluarga Saya Yang Miskin?”

Kita harus membantu sanak keluarga kita yang miskin. Saya
menyarankan Anda menyisihkan Dana Derma di luar Perpuluhan Anda untuk
melakukan pekerjaan mulia ini.
Mari saya jelaskan alasannya: Bayangkan jika setiap umat Kristiani
melakukannya – memberi perpuluhan mereka kepada sanak keluarga yang
miskin. Apakah Anda pikir keluarga rohani yang memberi Anda makanan
rohani akan bertahan hidup? Apakah Anda pikir keluarga rohani itu
akan mampu melakukan pekerjaan Tuhan untuk membangun kerajaanNya di
bumi? Saya ragu akan hal itu.


Atasi Rasa Takut Anda

Alkitab berbicara tentang memberi “hasil yang pertama” kepada Tuhan.
Dengan kata lain, perpuluhan Anda harus menjadi pengeluaran Anda yang
pertama. Itu berarti ketika Anda menerima pendapatan Anda, sisihkan
perpuluhan Anda dan berikan itu kepada Tuhan.
Beberapa orang membelanjakan dulu uangnya dan memberi kepada Tuhan
apa yang tersisa. Percayalah, tak akan ada yang tersisa.
Hei, saya tahu hal ini menakutkan. Jika Anda belum pernah mencoba
perpuluhan, hal ini menyeramkan. Saya mendengar seseorang mengatakan
pada saya, “Ya ampun Bo, jika saya memberi perpuluhan, apakah saya
akan mempunyai cukup uang hingga akhir bulan?”
Ketika seseorang memberi perpuluhan untuk pertama kalinya, saya
mengatakan pada mereka, “Cobalah dulu selama enam bulan. Itulah yang
Tuhan katakan. Alkitab mengatakan, Ujilah Aku, kata Tuhan. Jadi
ujilah Dia! Dan lihat apa yang akan terjadi dalam tiga bulan
pertama. Lihatlah bagaimana Tuhan akan mengembangkan finansial Anda.
Lihatlah bagaimana Ia akan membuat kenaikan terjadi. Lihatlah
bagaimana berkat dan kesempatan yang tidak diharapkan akan menghampiri
Anda.”
Dan inilah tantangan saya. Setelah memberi perpuluhan selama enam
bulan berturut-turut, evaluasi finansial Anda. Jika selama enam bulan
itu, Anda percaya bahwa Anda lebih murah hati daripada Tuhan bermurah
hati kepada Anda, berhentilah memberi perpuluha. (Berdasarkan
pengalaman saya, skenario ini sangat tidak mungkin.)
Tepatnya, Anda perlu melakukan bagian Anda untuk menerima berkat
finansial Tuhan. Ingat – pesan “Memberi” yang saya berikan ini hanya
satu dari tiga kotbah dalam seri Overflow. Jadi jangan mengharapkan
berkat finansial datang hanya karena Anda memberi. Lakukan juga kedua
pesan lainnya yang Anda dengar dalam seri ini: (1) memberi potensi
Anda kepada dunia dan (2) berinvestasi untuk jangka panjang.


Bercita-cita Untuk Sesuatu Yang Besar!

Saya akan sedikit menyimpang.
Banyak orang percaya bahwa untuk menjadi seorang Kristen, Anda harus
berpikir kecil, bermimpi kecil, melakukan tindakan kecil, hidup tanpa
impian besar.
Ini adalah peninggalan iman yang salah yang ditinggalkan oleh
penguasa koloni Spanyol selama 333 tahun. Pemerintah asing itu
bekerja bersama dengan Gereja untuk mengajar kita menjadi puas dengan
tempat kita yang kecil dalam hidup – menjadi patuh – agar kita tidak
ingin menjadi Andres Bonifacio atau Jose Rizal.
Penguasa koloni itu telah lama pergi tapi peninggalan iman yang salah
itu masih tinggal dalam kebudayaan kita. Kita perlu membuang sisa-
sisa peninggalan ini.
Karena Tuhan memiliki sebuah rencana besar bagi hidup Anda. Ia ingin
Anda bercita-cita untuk sesuatu yang besar! Jadilah yang terbaik yang
Anda bisa. Dan menghasilkan uang sebanyak yang Anda bisa.
Mengapa? Karena itu bukan untuk Anda! Itu untuk diberikan.
Hasilkan sebanyak yang Anda bisa agar Anda dapat memberi sebanyak yang
Anda bisa.


Alasan Terbesar Saya Ingin Menghasilkan Lebih Banyak

Saya memulai perpuluhan sejak saya masih berusia 12 tahun. Setelah
lebih dari 30 tahun, saya masih memberi perpuluhan.
Bagi saya, itu adalah satu-satunya cara untuk memiliki hidup yang
bahagia dan damai.
Jika Anda ingin menjadi bahagia, berilah perpuluhan.
Selama bertahun-tahun, Tuhan telah mengembalikan pada saya apapun
yang saya beri kepadaNya, berlipat-lipat ganda.
Hari ini, Tuhan telah begitu memberkati usaha saya, saya tidak perlu
menghasilkan lagi. Saya bisa saja menutup semua bisnis saya dan hidup
dengan bunga dari investasi saya. Jika saya menginginkannya, saya
bisa saja hanya berkeliling dunia dan hidup dari pantai ke pantai.
Tapi saya tidak ingin melakukannya.
Pertama-tama, saya mencintai pelanggan saya. Saya ingin tetap
melayani mereka.
Kedua, saya ingin memberi lebih banyak. Tujuan akhir dari kekayaan
adalah untuk mencintai.
Mungkin saya dibilang gila. Tapi saya memiliki sebuah mimpi yang
gila: Saya ingin menyumbangkan satu milyar untuk pelayanan. Saya
bisa melihat diri saya sedang melakukannya. Menuliskan sebuah cek
satu milyar. Bayang – menulis 9 angka nol.
Mungkin akan makan waktu bertahun-tahun bagi saya untuk bisa
menyumbangkan satu milyar. Tapi saya tahu itu akan terjadi.
Mengapa ini mimpi saya? Saya telah menyadari bahwa uang yang hanya
Anda simpan adalah uang yang Anda berikan.

Semoga impian Anda menjadi kenyataan,
Bo Sanchez
(Diterjemahkan oleh: Jessica Jeanne Pangestu)


Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages