Rasakan Perasaan Anda

31 views
Skip to first unread message

jessica

unread,
Mar 27, 2013, 12:32:58 AM3/27/13
to Milis Bo Sanchez
Mungkin banyak orang berpikir bahwa memiliki perasaan negatif itu
buruk, bahkan terkadang ada yang langsung menganggapnya sebagai dosa.
Akibatnya, ketika perasaan negatif muncul, kita lebih memilih untuk
tidak peduli dan meninggalkannya begitu saja tanpa kita sadari bahwa
lewat perasaan negatif pun, Tuhan berbicara.

Ya, pengalaman pribadi saya mengatakan seringkali Tuhan justru
berbicara banyak pada saya lewat pengalaman dan perasaan yang
menyakitkan. Biasanya saya justru lebih dapat melihat lebih jauh dan
lebih dalam lewat perasaan sakit itu. Dari situ pula, saya diajar
untuk semakin mengenali diri sendiri.

Pssttt...saya mengalami banyak kesembuhan ketika saya memberanikan
diri untuk menghadapi perasaan-perasaan negatif yang ada dalam diri
saya.

Jika Anda ingin sembuh, hadapi perasaan-perasaan negatif dalam diri
Anda!

Semoga artikel berikut memberkati Anda dan mendorong Anda untuk
mengambil langkah yang sudah seharusnya Anda lakukan sejak lama.

God bless.

in Christ,
Jessica


---


RASAKAN PERASAAN ANDA


Dulu, saya tidak merasakan perasaan saya. Saya tidak peduli dengan
mereka. Jika mereka mulai menguat, saya menjauhi mereka.
Bagi saya, semua keinginan adalah dosa. Dan semua emosi hanyalah
bagian dari “kedagingan”, bukan “roh”. Perasaan adalah musuh Tuhan.
Setidaknya, mereka adalah hal-hal menyusahkan yang mengalihkan
perhatian saya dari melakukan kehendak Tuhan.
Tak heran saya mengalami kekacauan batin yang sedemikian rupa.
Karena jika kita tidak merasakan perasaan kita, kita memperlakukan
diri kita sendiri dengan tidak hormat!
Saya bersikap sangat kasar terhadap diri sendiri.
Tangki cinta saya kosong karena saya tidak cukup mencintai diri
sendiri, bahkan untuk mendengarkan perasaan-perasaan saya. Ingat:
Perasaan adalah jendela batin. Ketika saya tidak merasakan perasaan
saya, saya tidak memiliki petunjuk tentang apa yang terjadi dalam diri
saya.
Sekali lagi, diri sendiri adalah musuh Tuhan, jadi kenapa saya harus
peduli?
Berfokus saja pada firman Tuhan, dan abrakadabra, semua akan dapat
diselesaikan, bukan?
Saya salah besar.
Karena Tuhan berbicara kepada saya melalui emosi saya yang paling
negatif, dan saya tidak mendengarkan…


Kenali Emosi Anda:
Dan Kenali Sumber Perasaan Anda

Terkadang, saya bahkan tidak dapat mengenali apa yang saya rasakan.
Saya hanya tahu itu perasaan yang buruk – itulah sebabnya saya
berlari menjauhinya.
Saya tidak tahu apakah itu perasaan sedih atau takut atau kuatir atau
marah.
Tapi ketika saya lari dari perasaan-perasaan buruk saya, saya lari
dari diri sendiri.
Sekarang, saya tahu apa yang harus dilakukan.
Saya duduk, berdiam diri sejenak, dan kenali apa yang saya rasakan.
Saya tidak hanya bergegas pergi dalam hari saya yang penuh kesibukan.
Ketika saya mengenalinya, maka saya merasakan perasaan itu. Saya
merasakannya di hadapan Tuhan.
Saya juga berusaha untuk mengenali sumber perasaan-perasaan itu.
Mengapa saya merasa begini?
Adakah tindakan yang harus saya lakukan?
Terkadang, langkah pertama dari “merasakan perasaan saya” adalah
semua yang dibutuhkan. Saya tidak perlu melakukan hal lain.
Dengan merasakan apa yang saya rasakan, saya menghormati diri
sendiri.
Dengan merasakan apa yang saya rasakan, saya menyembuhkan diri
sendiri.
Mungkin butuh waktu untuk melepaskan perasaan sakit, tapi pada
akhirnya, saya bangkit dengan utuh dan merasa damai.
Kadang-kadang, saya perlu melakukan hal lain. Mungkin saya perlu
berserah kepada Tuhan. Mungkin saya perlu melakukan sesuatu yang
konkrit, seperti berbicara kepada seseorang atau menyelesaikan
masalah.


Pada Akhirnya,
Anda Tetap Melakukan Apa Yang Tuhan Ingin Anda Lakukan

Tidak, saya seharusnya tidak mengikuti perasaan saya dengan membabi
buta.
Hal itu berasal dari orang-orang tidak waras yang berkotbah, “Lakukan
yang Anda rasakan. Jika Anda merasa ingin menonjok seseorang, maka
tonjoklah bantal atau tembok. Jika Anda ingin berteriak, maka
masuklah ke kamar Anda dan berteriaklah sekeras-kerasnya. Jika Anda
ingin mabuk, maka minum…” Saya tidak setuju dengan hal itu.
Saya tidak mengatakan “LAKUKAN apa yang Anda rasakan.” Saya
mengatakan, “RASAKAN apa yang Anda rasakan.”
Ketika Anda merasakan perasaan Anda di hadapan kasih Tuhan, pada
akhirnya, Anda tetap melakukan apa yang Tuhan ingin Anda lakukan.
Tapi Anda membiarkan diri Anda untuk merasakan perasaan sakit yang
Anda rasakan, untuk mengesahkan perasaan itu, dan untuk mendengarkan
pesan di dalam perasaan itu.
Ini adalah langkah penting untuk mencintai diri sendiri.
Ingat yang saya katakan tentang penyebab langsung dari ketergantungan
kita? Karena kita ingin lari dari emosi kita yang menyakitkan.
Tapi dengan memasuki perasaan sakit kita dengan keberanian, kita
menyadari bahwa perasaan itu tidak mengerikan seperti yang kita
kuatirkan dan takutkan. Setelah beberapa waktu, kita tidak lagi
membutuhkan ketergantungan kita. Karena kita tidak perlu lagi rute
pelarian dari emosi kita yang menyakitkan.

Berikutnya, saya akan membagikan pada Anda empat langkah bagaimana
mencintai diri sendiri…

Semoga impian Anda menjadi kenyataan
Bo Sanchez
(Diterjemahkan oleh: Jessica Jeanne Pangestu)




Reply all
Reply to author
Forward
Message has been deleted
0 new messages