Shalom,
Mungkin banyak dari kita yang belum menemukan tujuan hidupnya.
Sekalipun kita sudah tahu, terkadang kita sulit untuk membedakan mana yang seharusnya menjadi prioritas.
Ketika kita menghadapi cobaan dan kesulitan, kita lebih sering melihatnya sebagai masalah daripada sebagai tantangan yang bisa membuat kita menjadi lebih baik.
Kesalahan yang kita buat pun seolah menjadi cambuk bagi diri sendiri dan menjadikan kita sebagai seorang pengecut yang tidak berani untuk bangkit kembali.
Semua itu karena kita hanya mengandalkan diri kita sendiri.
Sekarang saatnya kita membiarkan Tuhan bekerja di dalam diri kita agar kita dapat memenuhi tujuan kita.
God bless.
in Christ,
Jessica
---
Anda Seperti Sebuah Pensil
Hari ini saya hanya akan menulis pendek.
Saya membaca analogi ini di suatu tempat, ditulis oleh seorang pria yang sangat terkenal (Mr. Tanpa Nama), jadi ini bukanlah ide orisinil.
Tapi biar bagaimanapun, saya menyusun ulang dengan lengkap dan menambahkan pemikiran saya.
Dengan kata lain, saya menyempurnakannya.
Kata siapa? Dua orang yang sangat brilian: Ibu saya dan isteri saya. Dan jangan pernah berusaha untuk tidak setuju dengan mereka. Percayalah. Tidak akan berhasil. Saya telah berusaha keras.
Oke, kembali ke topik saya.
Berikut adalah lima hal yang umum antara Anda dan sebuah pensil…
1. Pensil Mempunyai Tujuan
Tuhan membuat pensil untuk membuat tanda di dunia ini. Awalnya, ia harus menetapkan tujuannya – ia bukan penggaruk punggung, atau mainan yang Anda putar di antara jari Anda, atau sebuah pembuka kaleng, atau (maaf atas kekasaran ini) sebuah pembersih telinga…
Jika pensil membelokkan tujuannya, ia akan menghancurkan keberadaannya. Jika Anda menggunakannya untuk yang lain, hal itu akan membahayakan hidupnya. Pensil itu akan patah dan Anda tidak akan bisa menulis lagi.
Sama halnya, Anda perlu menetapkan tujuan Anda. Anda tidak dapat disesatkan, atau Anda membahayakan keberadaan Anda. Anda harus berfokus pada sesuatu. Apa tujuan Anda?
Saya tidak tahu dengan Anda, tapi saya suka bersama orang yang mempunyai tujuan. Orang-orang yang tahu tujuan mereka. Karena mereka berfokus pada sesuatu, mereka adalah orang-orang yang cemerlang. Mereka bergerak sesuai tujuan.
Saya ulang pertanyaan saya: Apa tujuan Anda?
2. Pensil Mempunyai Prioritas
Bagian dalam dari pensil lebih penting daripada bagian luarnya. Karena bagian dalamnya berkaitan dengan tujuannya. Bagian luarnya, mungkin berdebu, ada bekas gigitan, terkelupas kulitnya, tapi itu tidak masalah selama bagian dalamnya tetap berfungsi.
Seperti pensil, tujuan Anda berkaitan dengan apa yang ada di dalam Anda, bukan bagian luar Anda.
Apa yang saya coba katakan? Uang Anda atau rumah Anda atau mobil Anda atau arloji Anda atau handphone Anda tidak akan membuat Anda bahagia. Apa yang ada di dalam diri Anda yang akan membuat Anda bahagia.
Cetakan Tuhan ada di dalam Anda. Di dalam Anda adalah gambaran dan kesamaan Tuhan. Alkitab mengatakan “Kristus ada dalam dirimu” (Kolose 1:27 – Alkitab Terjemahan Sehari-hari) dan bahwa Anda adalah “Bait Allah” (1 Korintus 3:16).
Hargai lebih apa yang ada di dalam Anda daripada bagian luar Anda!
3. Pensil Membutuhkan Sakit
Sebuah pensil harus melewati proses diasah yang menyakitkan untuk menjadi berguna. Jika ia tidak melewati sakit, ia tidak akan mampu memenuhi tujuannya.
Sama halnya, Anda perlu menyiapkan diri Anda untuk melewati proses diasah yang menyakitkan – jika Anda ingin Tuhan memakai Anda. Anda akan melewati cobaan untuk menguji Anda, mengajar Anda, dan melatih Anda untuk menjadi lebih baik daripada diri Anda sebelumnya.
Lihatlah kembali hidup Anda.
Pasti ada alasan mengapa Anda melewati apa yang Anda lewati. Ada alasan mengapa Anda melewati pelecehan itu, perpisahan itu, aborsi itu, kehilangan itu, pengasingan, itu, godaan itu, penyucian itu, kesengsaraan itu…
Saya mengalami pelecehan saat masih anak-anak. Saya tidak akan mengharapkan itu terjadi pada musuh terbesar saya. Tapi saya mampu untuk berbicara tentang penyembuhan sekarang karena rasa sakit yang saya lalui.
4. Pensil Membutuhkan Ketekunan
Jika pensil membuat kesalahan, ia tidak akan menyerah. Mengapa? Karena ia tahu ia memiliki penghapus. Ia hanya perlu menghapus kesalahannya, dan berjalan terus. Ia tidak memukuli dan menyalahkan diri sendiri dan berkata, “Oh, saya sungguh malang. Mengapa saya membuat kesalahan? Saya betul-betul gagal.” Tidak ada kata-kata seperti itu. Ketika ia membuat kesalahan, ia hanya perlu menghapus dan berjalan terus.
Sama halnya, ketika Anda membuat kesalahan, Tuhan memberi Anda sebuah penghapus. Itu adalah penghapus yang paling hebat di dunia. Namanya pengampunan.
Tuhan mengampuni Anda. Dan meminta Anda untuk mengampuni diri Anda sendiri. Dan meminta Anda untuk mengampuni orang lain.
Gunakan penghapus Anda setiap hari!
5. Pensil Membutuhkan Kekuatan
Sebuah pensil yang ditinggalkan tidak dapat memenuhi tujuannya. Karena kekuatannya tidak berasal dari dirinya sendiri tapi dari tangan yang memegangnya. Agar pensil dapat membuat tanda di dunia, ia harus membiarkan tangan seseorang untuk memegangnya.
Sama halnya, Anda perlu membiarkan tangan Tuhan untuk memegang Anda agar Anda dapat memenuhi tujuan mulia Anda.
Apakah Anda membiarkan tangan Tuhan memegang Anda, membimbing Anda, dan menggunakan Anda sekarang?
Teman, biarkan Tuhan memegang Anda sekarang.
Semoga impian Anda menjadi kenyataan,
Bo Sanchez
(Diterjemahkan oleh: Jessica Jeanne Pangestu)