Sudahkah Anda Menyerahkan Mimpi Anda Kepada Tuhan?
58 views
Skip to first unread message
jessica
unread,
Sep 4, 2013, 2:17:04 AM9/4/13
Reply to author
Sign in to reply to author
Forward
Sign in to forward
Delete
You do not have permission to delete messages in this group
Copy link
Report message
Show original message
Either email addresses are anonymous for this group or you need the view member email addresses permission to view the original message
to milis-bo...@googlegroups.com
Sudahkah Anda Menyerahkan Mimpi Anda
Kepada Tuhan?
Apakah Anda ingin memenuhi mimpi-mimpi Anda?
Anda perlu menyerahkan mimpi-mimpi Anda kepada Tuhan.
Banyak orang telah mengajar Anda untuk mencari mimpi-mimpi Anda.
Tapi sangat sedikit yang telah mengajar Anda untuk menyerahkan mimpi-mimpi Anda.
Jangan salah sangka.Mencari mimpi Anda itu penting.Saya selalu mengatakan pada orang-orang, “Anda perlu tahu mimpi Anda, tentukan mimpi Anda, dan kejarlah mimpi Anda.Anda perlu memiliki genggaman yang kuat pada mimpi Anda – makan, bicara, jalan, dan tidur dengan mimpi Anda.Saya yakin jika Anda tidak mencari mimpi Anda dengan komitmen yang kuat, mimpi Anda tidak akan menjadi kenyataan.”
Tapi ada fase kedua untuk memenuhi mimpi Anda.
Pada titik tertentu, setelah mencari mimpi Anda, Anda perlu menyerahkan mimpi Anda kepada Tuhan.
Kalau tidak, Anda tidak akan merasa damai.
Dalam Alkitab, Tuhan meminta Abraham untuk mempersembahkan anaknya di altar (Kejadian 22).Dari pengalaman pribadi, saya perhatikan bahwa Tuhan meminta kita untuk mempersembahkan sesuatu yang paling kita kasihi.
Tuhan memanggil Anda untuk mempersembahkan mimpi Anda di altar.
Saya akan mengatakannya dengan cara yang lain.Ada dua ekstrim yang perlu Anda hindari.
Pertama adalah ketika kita tidak mempunyai mimpi.Ada orang-orang yang saya tahu bangun di pagi hari tanpa mengetahui apa yang harus dilakukan.Karena mereka tidak memiliki mimpi.Dan seorang yang tidak mempunyai mimpi sudah mulai sekarat.
Itulah sebabnya mengapa setiap Minggu di Feast (persekutuan mingguan kami), saya mengajar orang-orang untuk bermimpi.Saya mengajar orang untuk menulis 7 mimpi di booklet Novena kepada Kasih Tuhan (itu adalah booklet kecil yang kami berikan kepada umat yang datang pertama kali) dan mendoakannya setiap hari.
Ekstrim kedua adalah ketika mimpi mereka melahap hidup mereka, sebenarnya menghancurkan mereka, atau menghancurkan keluarga mereka, atau menghancurkan kesehatan mereka, atau menghancurkan relasi mereka dengan Tuhan.
Mereka adalah orang-orang yang berkata, “Kalau saya tidak mendapat seorang suami, saya tidak akan bahagia.”
Atau “Kalau saya tidak sembuh, saya tidak akan bahagia.”
Atau “Kalau saya tidak mendapat anak, saya tidak akan bahagia.”
Atau “Kalau saya tidak mempunyai rumah, saya tidak akan bahagia.”
Atau “Kalau saya tidak mendapat Visa Amerika, saya tidak akan bahagia.”
Bagaimana Anda tahu kalau Anda perlu menyerahkan mimpi Anda kepada Tuhan?Ketika mimpi Anda menjadi lebih penting dari hidup Anda.Ketika mimpi Anda mencuri rasa damai Anda.Ketika mimpi Anda membuat Anda jauh dari Tuhan.
Apa arti menyerahkan mimpi Anda?
Saya tidak meminta Anda untuk menyerah atas mimpi Anda.Saya meminta Anda untuk melepaskan keterikatan Anda terhadap versi tertentu dari mimpi Anda.
Dan itu juga berarti menyerahkan keterikatan Anda terhadap waktu tertentu dari mimpi Anda.
Berserah berarti percaya bahwa Tuhan mempunyai versi terbaik bagi Anda.Berkat terbaik Tuhan itu akan datang pada waktu terbaik dan dengan cara terbaik.
Ketika Anda menyerahkan mimpi Anda, Anda seolah mengatakan, “Sekalipun jika saya tidak mendapatkan mimpi ini, saya akan tetap bahagia.Karena saya percaya padaMu, Tuhan.”
Saya percaya sesuatu yang ajaib terjadi ketika Anda meletakkan mimpi Anda di altar.Ketika Anda berserah, Anda mendengar Tuhan berbicara dalam hati Anda dan mengatakan, “Anakku, masihkah engkau menginginkan mimpimu jika Aku mengatakan bahwa Aku mempunyai sesuatu yang lebih baik untukmu?”
Saya ingin Anda mengucapkan doa ini kepada Tuhan sekarang: “Tuhan, saya percaya padaMu.Saya tetap akan mencari mimpi saya dengan sukacita, tapi saya akan menyerahkan keterikatan saya terhadap detil-detil mimpi saya.Saya akan membuka diri saya kepada kejutan-kejutanMu yang luar biasa.”
Tuhan Akan Mengijinkan Kekecewaan Sementara
Ibu saya menginginkan saya menjadi seorang pastor.
Ketika saya masih anak-anak, ia mengatakan pada saya, “Ibu berdoa agar kamu menjadi seorang pastor.Ibu tidak memaksamu.Tapi ibu akan menjadi wanita paling bahagia di dunia jika kamu menjadi seorang pastor.”
Bicara tentang manipulasi emosional secara halus.(Haha.)
Ketika saya berumur 16 tahun, saya mengambil jurusan filosofi untuk kuliah saya, jadi kalau Tuhan betul-betul memanggil saya untuk hidup sebagai pastor, saya siap.(Catatan: Filosofi diperlukan jika ingin menjadi pastor.)
Setelah kuliah, saya juga mengambil semua studi yang diperlukan untuk meraih gelar Master dalam Teologi, lagi-lagi, kalau Tuhan sungguh memanggil saya untuk menjadi seorang pastor.Yang perlu dilakukan Uskup adalah mengirim saya ke seminari selama satu atau dua tahun – dan hupla – saya siap ditahbis.
Tapi Tuhan tidak pernah memanggil saya untuk menjadi seorang pastor.
Waktu Ibu tahu saya punya pacar, hal itu membuat hatinya hancur.Selain kenyataan tak ada wanita yang cukup baik untuk puteranya, mimpinya atas diri saya adalah menjadi “Pastor Bo” seperti sudah dalam genggaman.
Saya yakin ada hari-hari dimana Ibu membayangkan saya menjadi seorang pastor.Saya yakin Ibu membayangkan saya mengenakan jubah pastor, merayakan Misa dan memberkati hosti.Dan suatu hari, gambaran indah itu terhempas begitu saja.
Tapi saya juga tahu kalau lewat banyak air mata, Ibu menyerahkan mimpinya bagi saya kepada Tuhan.Seperti Abraham, Ibu meletakkan saya di altar.
Dan Tuhan memberinya versi lain dari mimpi itu.
Saya tidak menjadi seorang pastor.Tapi saya menjadi seorang pengkotbah, seorang penulis, seorang pengusaha, dan seorang pemimpin.
Hari ini, ketika ibu saya memikirkan saya, ia tetap wanita paling bahagia di dunia!
Saya senang menjadi seorang pengkotbah awam.Saya senang menceritakan bagaimana saya membesarkan anak-anak saya dan bagaimana saya mencintai isteri saya – hal-hal yang tidak akan pernah bisa dibagikan oleh para pastor.Dan tanpa jubah panjang, saya merasa lebih banyak orang yang tidak beriman dapat merasa sama seperti saya.
Teman, Tuhan memiliki cara untuk memenuhi mimpi dalam hati Anda dengan cara terbaik.Ia akan mengijinkan Anda merasa kecewa untuk sementara, tapi tidak pernah kecewa secara permanen.
Anda tidak perlu mengerti semuanya.Serahkan saja mimpi Anda kepada Tuhan.Biarkan saja.Biarkan Tuhan bekerja.Nikmati hidup Anda hari ini, sekalipun jika mimpi itu seolah begitu jauh.
Pada waktunya, Anda akan melihat berkat terbaik yang akan menghampiri Anda.