Bersyukurlah Sekalipun Di Saat Susah

31 views
Skip to first unread message

Jessica Jeanne Pangestu

unread,
Jan 20, 2012, 4:38:45 AM1/20/12
to milis-bo...@googlegroups.com

Shalom!

Di tahun baru yang hampir berlalu sebulan ini, pasti semua kita sudah membuat rencana dan resolusi untuk tahun ini.  Mimpi-mimpi yang ingin kita kejar.  Prestasi yang ingin kita raih.  Dan masih banyak lagi...

Dari sekian banyak rencana dan target yang kita canangkan, apakah kita juga membuat resolusi untuk pertumbuhan rohani kita?  Belum terlambat bagi kita untuk juga membuat target pertumbuhan rohani kita sekarang.

Di awal tahun ini lewat tulisannya, Bo Sanchez mengajak kita untuk belajar satu hal sederhana.  Namun hal sederhana ini bukan sesuatu yang dengan gampangnya bisa kita lakukan.

Untuk tahu lebih jelasnya, silahkan baca artikel berikut ini...

God bless!

in Christ,
Jessica

----
 

BERSYUKURLAH

SEKALIPUN DI SAAT SUSAH

 

 

            Suatu ketika, di salah satu pulau di Filipina, ada sebuah pohon muda.  Itu adalah satu-satunya pohon di pulau itu.

            Pohon muda ini mempunyai ranting yang panjang dengan dedaunan yang begitu rindang.

            Pohon ini adalah pohon yang gembira.  Pohon ini suka menatap rerumputan hijau yang terbentang di bawahnya dan laut biru yang mengelilingi pulau itu.

            Tapi suatu hari, pohon itu melihat kalau salah satu daunnya berubah warna menjadi coklat.  Apa yang terjadi?  Hal ini pertama kalinya terjadi.  Pohon itu belum pernah mengalaminya sebelumnya.  Pohon itu mulai panik.

            Dengan cepat, semakin banyak daun berubah menjadi coklat.

            Dan kemudian sesuatu yang tidak mungkin terjadi: Sehelai daun coklat lepas dari rantingnya dan jatuh ke tanah.

            Mengerikan!

            Dengan cepat, semakin banyak daun berjatuhan.  Ia menghitungnya.  Ya ampun!  Ia tidak dapat mempercayainya.  Dalam satu hari, 6 daun jatuh dari rantingnya.  Hari berikutnya, 9 helai lagi jatuh.  Hari sesudahnya, 12 helai lagi jatuh.  Terus dan terus, daun-daun itu terus berjatuhan.

            Ia kehilangan begitu banyak daun setiap hari, ia berseru, “Aku akan mati!”  Setiap hari, dengan penuh kekuatiran, ia memandang daun-daun berwarna coklat yang terus bertambah yang terkumpul di dekat akarnya.

            Ia mulai kehilangan harapan dan ingin mengakhiri hidupnya.

            Saat itulah seekor burung terbang mendekat…

 

 

Tiga Pesan Dari Si Burung

           

            Makhluk berbulu itu hinggap di salah satu dahannya.  Burung itu bertanya, “Apa yang terjadi?  Mengapa engkau begitu sedih?”

            Pohon itu berkata, “Aku akan mati.”

            “Mengapa engkau berkata begitu?” si burung bertanya.

            “Aku akan kehilangan semua daunku!  Aku sudah kehilangan 94 helai…”

            Si burung tercengang.  “Engkau tidak tahu ya?”  Ia memandang sekeliling dan menyadari sebabnya.  “Engkau belum pernah melihat pohon lain seumur hidupmu.  Engkau sendirian di sini.  Sahabatku, apa yang engkau alami adalah sesuatu yang dialami oleh semua pohon lain di dunia.”

            “Hah?”

            Si burung tersenyum dan berkata, “Aku akan memberimu tiga pesan hari ini.”

            “Aku mendengarkan,” si pohon berkata.

 

 

1) Lebih Banyak Berkat Daripada Masalah

 

            “Pertama, engkau mengatakan engkau telah kehilangan 94 helai daun.  Engkau menghitung jumlah daun yang hilang.  Sekarang hitunglah jumlah daun yang masih ada pada rantingmu…”

            Si pohon mulai menghitung.  “1, 2, 3, 4…”  Ketika ia menghitung sampai 300, ia berkata, “Aku tidak dapat menghitungnya.  Aku mempunyai begitu banyak daun!”  Si pohon tidak menangis lagi.

            “Kalau begitu engkau belajar satu kebenaran yang sangat penting.  Ingatlah bahwa engkau akan selalu mempunyai lebih banyak berkat daripada masalah.  Masalah kelihatan banyak karena engkau menghitungnya, engkau mengukurnya, dan engkau menganalisanya setiap hari.  Tapi ketika engkau menghitung berkatmu, engkau akan menyadari bahwa jumlah berkatmu akan mengalahkan masalahmu.  Selalu!”

            Bolehkah saya menginterupsi cerita ini dengan cerita lain?

            Saya sedang membaca tentang Roger Crawford.  Ketika ia lahir, ia memiliki cacat genetik.  Ia dilahirkan tanpa kedua tangan dan tanpa kaki kiri.

            Tapi meskipun cacat, ia menjadi pemain tenis profesional di Amerika.  Ia menjadi seorang juara.

            Bagaimana ia bermain tenis tanpa kedua tangan dan kaki kiri?  Saya tidak tahu.  Tapi ia melakukannya.

            Anda lihat, Roger tidak pernah mengeluh, “Tuhan, mengapa saya tidak memiliki tangan dan kaki kiri?”  Sebaliknya, ia berkata, “Tuhan, terima kasih untuk apa yang saya miliki.  saya memiliki lengan dan saya memiliki sebuah kaki.  Apa yang akan Engkau lakukan dengan apa yang saya miliki?”

            Roger tidak ambil pusing dengan menghitung daun-daun yang jatuh dari rantingnya.  Ia merayakan banyaknya daun yang masih ada di rantingnya.

            Mari kembali ke cerita saya…

 

2) Lebih Banyak Tempat Bagi Berkat Yang Baru

 

            Si burung berkata, “Inilah pesan kedua saya.  Aku ingin engkau melihat pada ranting-rantingmu.  Secara khusus, pada tempat kosong dimana daun-daunmu jatuh.  Engkau melihatnya?

            “Ya.”

            “Apakah mereka betul-betul kosong?”

            “Ya, mereka kosong.  Sebelumnya ada daun di sana…”

            “Lihatlah lebih dekat,” kata si burung, “karena itu tidak betul-betul kosong…”

            Saat itulah si pohon berkata, “Baiklah, aku melihat tunas-tunas yang sangat kecil di tempat yang sama dimana daun-daun yang lama jatuh.”

            Si burung mengangguk, “Jika daun-daun lama tidak jatuh, tidak akan ada tempat bagi tunas-tunas baru untuk tumbuh pada rantingmu.  Jika engkau ingin hal-hal yang lebih baik terjadi dalam hidupmu, beberapa hal lama harus lebih dulu ditiadakan.”

            “Sekarang aku mengerti, “ si pohon tersenyum.

            Ijinkan saya untuk menginterupsi lagi cerita ini dan memberitahu Anda bahwa beginilah cara kerja kehidupan.

            Bersyukurlah pada Tuhan karena tempat-tempat yang kosong dalam hidup Anda.

            Mungkin sebuah relasi yang berakhir tahun ini.  Mungkin seorang pacar yang meninggalkan Anda.  Bersyukurlah pada Tuhan dan percayalah bahwa seseorang yang baru, seseorang yang lebih baik, akan masuk ke dalam hidup Anda.

            Mungkin Anda kehilangan pekerjaan tahun ini.  Mungkin perusahaan Anda bangkrut.  Mungkin Anda kena PHK.  Bersyukurlah pada Tuhan dan percayalah bahwa Anda akan mendapatkan sebuah pekerjaan dan perusahaan yang lebih baik dengan segera!

            Saya teringat dua wanita yang suaminya meninggalkan mereka.  Kedua suami mereka menemukan wanita lain dan keluar dari hidup mereka.

            Keduanya hancur.

            Tapi keduanya mempunyai sikap yang sangat berbeda.  Yang satu mengikuti jalan berkeluh-kesah dan yang lainnya mengikuti jalan bersyukur.

            Wanita yang satu menangis, “Suamiku meninggalkanku.  Sekarang hidup saya berakhir.”

            Tapi wanita satunya berkata, “Suamiku meninggalkanku.  Hidup saya baru dimulai…”

            Seperti wanita ini, jangan pernah menyerah.  Jangan mengatakan, “Hidup saya berakhir.”  Sebaliknya katakan, “Hidup saya baru akan dimulai.”  Karena pertumbuhan baru terjadi jika ada tempat yang kosong dalam hidup Anda.

           

3) Lebih Banyak Nutrisi Dari Pertumbuhan Anda

 

            Si burung berkicau, “Dan sekarang untuk pesan terakhir saya.  Apakah engkau memperhatikan apa yang terjadi dengan daun-daunmu yang berwarna coklat?” tanya si burung.

            “Mereka membusuk,” kata si pohon, sambil menatap tumpukan daun-daun coklat di sekitar akarnya.

            “Ya, mereka membusuk, tapi untuk satu tujuan,” kata si burung, “karena pada waktunya, daun-daun yang membusuk ini akan menjadi bagian dari tanah.  Daun-daun ini akan memperkaya dirimu.  Akar-akarmu akan minum nutrisi mereka.  Membuatmu bertumbuh dan menghasilkan lebih banyak tunas…”

 

 

Anda Membutuhkan Kesulitan Untuk Bertumbuh

 

            “Bo, saya tidak dapat bersyukur untuk Tahun 2011.  Tahun itu adalah saat dimana suami saya meninggalkan saya.”

            Atau “Itu adalah tahun saat rumah kami terbakar.”

            Atau “Itu adalah tahun saat saya tahu saya menderita kanker.”

            Atau “Itu adalah tahun saat ayah saya meninggal.”

            Saya mengerti.  Namun Alkitab mengatakan, Dalam segala keadaan, hendaklah kalian bersyukur.  (1Tesalonika 5:18 – Alkitab Terjemahan Sehari-hari)

            Kemarin, saya melihat tahun yang sudah berlalu.

            Saya menyadari satu hal yang sangat penting.  Saya menyadari bahwa saya paling bertumbuh bukan di saat segala sesuatu berjalan baik.  Atau pada saat segala sesuatu berjalan seperti keinginan saya.  Saya menyadari bahwa saya paling bertumbuh di saat ada kesulitan besar.  Di saat ada rasa sakit yang begitu pedih.  Saya paling bertumbuh di saat saya diserang dari segala penjuru dan saya tidak dapat lagi bernafas.

            Saat itulah Tuhan meregangkan diri saya.

            Saya punya satu kata bagi Anda tentang kesulitan: Biasakanlah diri Anda.

            Karena kesulitan adalah tempat lahirnya pertumbuhan Anda yang terbesar.

            Bersyukurlah untuk semua berkat di balik pencobaan Anda.

           

            Semoga impian Anda menjadi kenyataan,

        Bo Sanchez

             (Diterjemahkan oleh: Jessica Jeanne Pangestu)


Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages