Anakku 1.10 bulan jatuh dari tempat tidur yang tingginya 75 cm, kepalanya
bagian depan benjol setelah itu badanya aga dingin dan setalh beberapa saat
setelah minum susu muntah 2x
Please help me
Thanks
Arfan
Dear All
Please help me
Thanks
Arfan
__________ Information from ESET NOD32 Antivirus, version of virus
signature database 3736 (20090105) __________
The message was checked by ESET NOD32 Antivirus.
--------------------------------------------------------------
Info tanaman hias: http://www.toekangkeboen.com
Info balita: http://www.balita-anda.com
Peraturan milis, email ke: peratur...@balita-anda.com
menghubungi admin, email ke: balita-a...@balita-anda.com
maaf ga bantu byk
Miko Nasution
----- Original Message -----
From: "Apang" <arfa...@gmail.com>
To: <balit...@balita-anda.com>
Sent: Monday, January 05, 2009 1:19 PM
Subject: [balita-anda] Anak jatuh dari tempat tidur setelah Itu
Muntah-muntah gimana yah
anak temen saya juga pernah ngalamin kaya gitu, stelah di scan geger otak ringan.
semoga membantu ya mom.
________________________________
From: Apang <arfa...@gmail.com>
To: balit...@balita-anda.com
Sent: Monday, January 5, 2009 1:19:38 PM
Subject: [balita-anda] Anak jatuh dari tempat tidur setelah Itu Muntah-muntah gimana yah
Dear All
-------------
Trauma kepala Ringan
>
> Pengirim : Irawan Mangunatmadja
> IDAI Cabang : DKI Jakarta
>
> Jatuh adalah satu kejadian yang sering terjadi pada
> anak baik di dalam
> maupun di luar rumah. Orangtua tentunya sangat
> khawatir akan akibat
> yang terjadi, banyak pertanyaan yang timbul pada saat
> orangtua mengetahui
> anaknya jatuh, terutama bila kepla terbentur lantai.
> Beberapa
> pertanyaan yang timbul adalah: apa yang harus orangtua
> lakukan, haruskah segera
> dibawa ke Rumah Sakit. apakah perlu di lakukan
> pemeriksaan CT Scan
> kepala, apa yang harus diperhatikan setelah jatuh,
> apakah akan berpengaruh
> di kemudian hari, bagaimanakah mencegah anak jatuh?
>
> Trauma kepala dengan luka di sekitar kepala, tidak
> selalu
> menimbulkan kegawatan. Sebaliknya benjolan di daerah
> samping kepala akibat jatuh
> ternyata dapat menimbulkan kegawatan. Oleh karenanya,
> diperlukan
> pengetahuan yang benar tentang trauma kepala ringan.
> Menurut American Academy
> of Pediatrics (1999) trauma kepala ringan
> didefinisikan sebagai trauma
> kepala dengan status mental dan neurologis pada
> pemeriksaan awal
> normal, dan tidak adanya fraktur tulang kepala pada
> pemeriksaan fisis. Pada
> keadaan ini dapat disertai kehilangan kesadaran < 1
> menit, kejang
> singkat setelah trauma, muntah, sakit kepala dan lesu.
>
> Problem anak jatuh
>
> Tidak semua orangtua mengetahui apa yang harus
> dilakukan saat melihat
> anaknya jatuh. Sebenarnya informasi yang perlu
> diketahui tentang anak
> jatuh adalah:
> Posisi anak jatuh, bagian yang terbentur lantai:
> muka, kepala, atau
> bagian tubuh lainnya
> Apakah anak pingsan, berapa lama - Adakah benjolan
> di daerah kepala
> Adakah patah tulang: leher, bahu, lengan, atau
> tungkai
> Adakah sakit kepala atau muntah
>
> Untuk mengetahui akibat jatuh, orangtua seharusnya
> perlu melakukan
> pemeriksaan:
>
> Yakinkan apakah anak sadar atau tidak: panggil
> namanya, goyangkan
> badannya.
> Rabalah seluruh bagian kepalanya dengan sedikit
> penekanan, sehingga
> memastikan adakah benjolan (hematom), nyeri, atau
> "dekok" (fraktur
> kompresi) di kepala.
> Bila ubun-ubun belum menutup, rabalah ubun-ubun
> apakah membonjol
> atau tidak. Ubun-ubun membonjol tanda adanya
> peningkatan tekanan dalam
> otak, dapat terjadi karena edema otak atau perdarahan.
>
> Gerakkan kepala, dan tangan kakinya untuk
> memastikan tidak ada patah
> tulang leher, bahu, tulang belakang atau ekstremitas.
> Perhatikan dengan teliti: mata, kelopak mata, raut
> wajah atau
> senyumnya adakah perubahan?.
> Pastikan penglihatannya tidak terganggu.
>
> Pada anak jatuh terutama dengan kepala terbentur
> lantai, beberapa
> keadaan darurat dapat terjadi:
>
> Anak tidak sadar, dapat disebabkan perdarahan dalam
> rongga kepala
> (perdarahan epidural, subdural), atau akibat
> pembengkakan (edema) otak,
> terkenanya pusat kesadaran saat kepala terbentur.
> Benjolan (hematom) di kepala terutama bila terdapat
> di daerah
> samping kepala (temporal), karena fraktur/retak tulang
> di daerah tersebut
> dapat merobek pembuluh darah di dinding tulang kepala.
>
> Terbenturnya kepala bagian belakang (oksipital)
> dengan keras dapat
> menyebabkan pembengkakan otak sehingga penglihatan
> menjadi terganggu
> atau buta dalam beberapa hari.
> Terbenturnya bagian depan kepala (frontal) dapat
> menyebabkan hematom
> di pelipis awalnya. Kadang hematom ini akan turun
> sehingga kedua
> kelopak mata atas menjadi bengkak.
> Kekakuan di leher dapat disebabkan perdarahan
> subdural yang pada
> pemeriksaan funduskopi didapatkan papil edema atau
> perdarahan subhialoid.
> Keluar cairan atau darah dari hidung dan lubang
> telinga.
>
> Bawalah segera anak ke rumah sakit bila didapatkan
> kelainan di
> atas. Tetapi bila tidak, anak dapat diobsevasi di
> rumah. Pengawasan
> dilakukan dengan melakukan pemeriksaan setiap 2 -3 jam
> perhari sampai 3 hari
> setelah anak jatuh. Selama observasi anak tidak
> diberikan obat muntah,
> karena dapat menghilangkan gejala muntah yang
> bertambah.
>
> Bawalah anak segera ke rumah sakit bila selama
> observasi didapatkan:
>
> Anak menjadi tidak sadar atau tidur terus.
> Anak menjadi delirium, bingung, dan iritabel.
> Kejang/kelumpuhan pada wajah atau ekstremitas.
> Sakit kepala atau muntah yang menetap atau semakin
> bertambah.
> Adanya kekakuan di leher.
> Timbul benjolan di kepala terutama pada daerah
> samping kepala
> (temporal).
>
> Di rumah sakit perlu dilakukan pemeriksaan CT Scan
> kepala untuk
> melihat adakah fraktur tulang kepala atau perdarahan
> otak. Rontgen kepala
> saat ini tidak dianjurkan lagi. Pemeriksaan kepala
> dilakukan atas
> indikasi bila dicurigai adanya perdarahan otak dan
> tidak harus segera
> setelah jatuh. Ini disebabkan perdarahan otak dapat
> berlangsung sedikit demi
> sedikit. Anak yang mengalami perdarahan otak ringan
> umumnya tidak akan
> mengalami gangguan perkembangan di kemudian hari.
>
> Pencegahan
>
> Pencegahan sebaiknya dilakukan untuk menghindari anak
> jatuh atau
> terbentur kepalanya. Pencegahan dapat dilakukan:
>
> Pada bayi <6 bulan, apabila sudah dapat berguling,
> taruhlah kasur di
> samping tempat tidur.
> Bila bayi sudah dapat berdiri berikan pelindung di
> tempat tidurnya.
> Bila anak sudah dapat berlari awasi dengan ketat,
> jangan sampai
> menarik taplak meja atau pintu rak lemari.
> Hindari pemakaian baby walker tanpa pengawasan.
> Jangan biarkan air seni berserakan di lantai.
> Kakak jangan nakal terhadap adik, misalnya: main
> dorong dorongan
>
> Kesimpulan
>
> Dari uraian di atas, beberapa hal penting pada
> kedaruratan anak jatuh
> terutama bila kepala terbentur lantai:
>
> Lakukan tindakan pencegahan anak agar tidak jatuh.
> Periksalah dengan teliti bila anak jatuh, terutama
> bila kepala
> terbentur lantai.
> Observasi klinis anak jatuh di lakukan selama 3
> hari setelah anak
> jatuh.
> Bawalah ke rumah sakit bila dicurigai adanya
> perdarahan otak.
> Pemeriksaan CT Scan kepala dilakukan sesuai
> indikasi, tidak selalu
> dilakukan segera setelah anak jatuh.
>
> Daftar Pustaka
>
> AAP. Pediatrics 1999;104:1407-15.
> Palchak MJ. Am Emerg Med 2003;42:492-506.
-----Original Message-----
From: Apang [mailto:arfa...@gmail.com]
Sent: Monday, January 05, 2009 1:20 PM
To: balit...@balita-anda.com
Subject: [balita-anda] Anak jatuh dari tempat tidur setelah Itu
Muntah-muntah gimana yah
Dear All
Please help me
Thanks
Arfan
--------------------------------------------------------------
muntahnya menyembur atau bukan? tadi kan infonya muntah setelah minum
susu. takutnya rancu antara karena kekenyangan minum susu juga.
behaviour anaknya gimana?
2009/1/5 Apang <arfa...@gmail.com>:
--------------------------------------------------------------
pak/bu,..kalau bisa coba ke dokter minta di ct-scan bagian kepalanya,..takut
nya ada gejala gegar otak ..
soalnya dulu juga 2 anakku jatuh juga dari tempat tidur,..trus dikasih obat
enchapabol liquid kalau enggak salah, tapi enggak ada muntah2 nya,..
dan selama 3 hari aku pantau terus,..kalau sampe demam dan muntah2 harus di
rontagen bagian kepala/ ct-scan.
Begitu loh,..
ini berdasarkan pengalaman
ok pak/bu semoga anaknya cepat sembuh ya