Karena kulit wajah di sekitar rongga mata relatif tipis dan tembus pandang, maka genangan air sekecil apa pun dapat menyebabkan perubahan warna yang terlihat sangat jelas. Selain itu, karena jaringan di area ini relatif kendur, maka cairan yang keluar dari pembuluh darah dapat terakumulasi dengan mudah di sekeliling mata, sehingga menyebabkan mata lebam dan sembap.
Kondisi serius yang dapat menyertai mata lebam adalah perdarahan di dalam mata, dalam ruang di antara sisi belakang kornea dan bagian depan iris. Kondisi ini disebut hifema. Hifema adalah kondisi darurat medis karena dapat menyebabkan peningkatan tekanan mata secara cepat dan hilangnya penglihatan akibat glaukoma jika tidak diobati.
Kondisi lain yang sering kali menyertai mata lebam adalah tampilan mata merah darah pada bagian "putih" mata (sklera). Kondisi ini disebut perdarahan subkonjungtiva. Perdarahan subkonjungtiva sering kali terlihat mengerikan, tetapi biasanya tidak bersifat serius dan umumnya akan membaik tanpa diobati dalam beberapa minggu.
Untuk nyeri ringan, obat analgesik yang dijual bebas, seperti parasetamol, dapat membantu. (Hindari aspirin, yang merupakan pengencer darah dan oleh karena itu menyebabkan mata lebam Anda semakin memburuk.)
Mata lebam biasanya akan mereda dalam beberapa minggu. Selama masa penyembuhan ini, penting kiranya untuk melindungi mata dari kerusakan lebih lanjut dengan menghindari aktivitas yang dapat menimbulkan cedera tambahan.
Meskipun tidak ada pengobatan ajaib untuk menghilangkan mata lebam dalam semalam, berikut ini beberapa hal yang dapat membantu mempercepat proses penyembuhan sehingga mata Anda dapat terlihat dan terasa lebih baik dengan cepat:
Mulailah dengan kompres dingin. Berikan sekantong kacang polong beku, sendok yang didinginkan, atau beberapa metode lainnya untuk menurunkan suhu area di sekeliling mata sesegera mungkin setelah cedera dan sesering mungkin sesudahnya selama 24 jam pertama.
Beralihlah ke kompres hangat. Setelah memberikan kompres hangat selama satu atau dua hari, cobalah memberi kompres hangat (bukan panas) perlahan pada mata lebam Anda. Langkah ini akan meningkatkan aliran darah ke area tersebut untuk membantu penyembuhan.
Pijat dengan lembut area di sekeliling memar (bukan pada mata lebam itu sendiri) pada beberapa hari setelah terjadinya cedera. Langkah ini dapat membantu mengaktifkan sistem limfatik di dekat memar dan mempercepat proses penyembuhan.
Vitamin C. Meskipun vitamin C dapat bermanfaat untuk mencegah agar tidak mudah memar (dengan memperkuat pembuluh darah, mengurangi kecenderungan untuk pecah akibat trauma benda tumpul), vitamin ini juga dapat membantu mempercepat penyembuhan mata lebam Anda.
Ekstrak Bilberry. Sebagai kerabat blueberry dan cranberry, blueberry mengandung antioksidan kuat yang dapat membantu mengurangi atau menghilangkan memar dengan meningkatkan efektivitas vitamin C dan memperkuat kapiler.
Untuk mengurangi risiko mata lebam, ingatlah selalu untuk mengenakan kacamata keselamatan, kacamata olahraga, atau bahkan headgear pelindung yang dilengkapi pelindung wajah saat Anda terlibat dalam aktivitas yang berpotensi bahaya, termasuk berolahraga.
Di samping itu, terdapat beberapa langkah yang dapat Anda ambil di sekitar rumah untuk mencegah mata lebam. Misalnya, jangan meletakkan benda di tangga, karena tindakan ini dapat dengan mudah membuat terjatuh dan menyebabkan cedera mata. Karpet di rumah juga dapat menimbulkan bahaya tersandung, sehingga pastikan terhampar rata dan tidak kusut.
Saya, yang telah menunggunya di pos satpam kantor BPN dan menangkap sosoknya di pinggir jalan, langsung menghampirinya. Motornya tak seperti motor pada umumnya; motornya dimodifikasi dengan tiga roda agar dirinya yang seorang difabel daksa dapat mengemudi dengan leluasa. Dengan dua kruk ketiak, ia turun dari motornya dengan lincah. Tangannya yang gesit menjabat erat tangan saya dengan penuh keakraban.
Hari itu, Rabu, 24 Mei 2023, kami sepakat bertemu di situ. Karena tak enak mengobrol di pinggir jalan, kami memilih duduk di sebuah warung kecil dan memesan es teh dua gelas. Aziz begitu bersemangat membagikan cerita tentang bagaimana ia menjalankan usahanya. BJ Homemade, begitu ia memberi nama usaha yang ia rintis sejak 2017.
Belum sempat saya bertanya apa pun, Aziz langsung mengabarkan bahwa bisnisnya baru saja terpilih sebagai salah satu peserta dalam program UMKM Kreatif UNESCO, sebuah pencapaian baru setelah sebelumnya usahanya menjadi mitra binaan Jasa Raharja, dan masuk 10 besar Program Astra Difabisa. Selain itu, produk kacamata kayu BJ Homemade juga pernah tampil di pameran G20, dijual di ajang MotoGP Mandalika, serta masuk dalam katalog Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD). Dengan wajah berseri-seri, ayah dua anak itu menceritakan bahwa semua itu tidak terlepas dari komitmennya untuk selalu menggunakan limbah kayu sebagai bahan baku produknya.
Baru mengobrol sekitar 5 menit, kami langsung bergegas menuju rumah produksi BJ Homemade di Pasar Banjardowo Baru, Kecamatan Genuk, Semarang. Menempuh perjalanan sekitar 30 menit dari kantor BPN, kami akhirnya tiba di sebuah lapak dagang berukuran 34 meter persegi, tempat Aziz dan teman-teman difabelnya membuat produk-produk BJ Homemade yang mulai dikenal luas. Selama hampir dua jam, kami melanjutkan obrolan kami tentang bisnis yang ditekuni Aziz, mulai dari bagaimana proses produksinya hingga kendala-kendala yang ia hadapi.
Aziz memulai usahanya dengan niat untuk membantu menyejahterakan teman-temannya sesama difabel, yang tergabung dalam Komunitas Difabel Mandiri (KDM). Melalui bisnis kecilnya, pria kelahiran 3 Mei 1979 ini ingin membuktikan bahwa difabel juga dapat berkarya dan mandiri, sekaligus berupaya untuk memberdayakan masyarakat.
Aziz merupakan pribadi yang ulet dan pekerja keras. Sejak muda, ia telah mencoba membantu meringankan beban orang tuanya dengan melakoni berbagai pekerjaan. Menjadi difabel baginya hanyalah tentang perbedaan cara menjalani hidup.
Sebelum mendirikan bisnis kacamata berbahan limbah kayu, Aziz telah membuka bisnis kacamata konvensional. Sampai pada suatu hari tahun 2017, temannya yang seorang seniman dari Yogyakarta, menyarankannya untuk memproduksi kacamata berbingkai kayu. Aziz yang saat itu sama sekali tidak tahu bagaimana cara membuat bingkai kacamata dengan bahan kayu, gigih belajar dari nol. Setelah mampu memproduksi kacamata kayu sendiri, ia pun memantapkan diri untuk memproduksi dalam skala yang lebih besar, lalu memberi merek pada produk buatannya.
Selain bingkai kaca mata kayu yang menjadi produk andalan, BJ Homemade juga memproduksi sandal, tempat tisu, celengan, cangkir, sendok, miniatur sepeda, dan jam meja, yang semuanya berbahan limbah kayu. Aziz juga sedang berinovasi menciptakan produk-produk lainnya, namun belum bisa ia pasarkan karena masih tahap uji coba.
Untuk bingkai kacamata kayu sendiri, Aziz membanderolnya di rentang harga Rp300-350 ribu. Untuk bingkai kacamata yang telah dilengkapi dengan kaca dan lensa, harganya bisa mencapai Rp500 ribu tergantung jenis kayunya. Sedangkan produk-produk lainnya, rentang harganya berkisar antara Rp25 hingga Rp100 ribu.
Dalam menjual produknya, Aziz berprinsip bahwa kualitas dan kepuasan pembeli merupakan hal yang utama. Karena itu, ia menerapkan garansi seumur hidup untuk semua produknya. Jika ada produk yang rusak, misal bingkai kacamata patah, pembeli bisa mengembalikannya ke toko BJ Homemade dan akan diperbaiki tanpa biaya.
Prinsip itu pula yang membuat produknya dipercaya dan telah banyak diperkenalkan oleh figur-figur terkenal, sebut saja Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Presiden Joko Widodo.
Sejauh ini, Aziz memang belum bisa merekrut karyawan secara permanen. Pesanan dan penjualan produk kacamata berbahan limbah kayu yang belum stabil menjadi kendala utama. Namun, setiap kali ada pesanan, ia akan memberdayakan teman-temannya sesama difabel, terutama mereka yang tidak memiliki pekerjaan.
Sektor UMKM berkontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional, terutama pada masa pemulihan pascapandemi COVID-19. UMKM menyumbang sekitar 60,5% PDB dan menyerap 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja nasional. Hal ini menjadikan UMKM sebagai sektor yang banyak mendapat perhatian. Pemerintah, misalnya, meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM sebagai strategi pengembangan UMKM.
Namun, menurut Aziz, gegap gempita UMKM tidak seindah yang dibayangkan. Dalam hal ini, perkembangan dan kontribusi besar UMKM bagi ekonomi negara tidak lantas membuat para pelaku UMKM di tingkat akar rumput menjadi sejahtera. Permodalan hingga kapasitas dalam pemanfaatan teknologi masih menjadi kendala utama yang sering dihadapi para pelaku UMKM.
Sebagai seorang difabel, Aziz menyadari bahwa menjalankan sebuah UMKM bukanlah hal yang mudah. Bisa bertahan saja, dalam arti tidak sampai tumbang, sudah sangat ia syukuri. Kesulitan utama yang ia hadapi bukan di proses produksi, melainkan di pemasaran dan memastikan keberlangsungan bisnisnya.
Menurut Aziz, perlu ada upaya, kebijakan, dan tindakan yang lebih serius untuk memajukan UMKM di Indonesia, termasuk UMKM yang dijalankan oleh kelompok difabel. Apa yang banyak dilakukan sejauh ini, seperti pembinaan dan event-event bazar, belum benar-benar berjalan efektif, terutama bagi upaya untuk mewujudkan kesejahteraan untuk semua.
Amar adalah Manajer Editorial Indonesia di Green Network Asia. Ia adalah lulusan Magister Filsafat dari Universitas Gadjah Mada, dan Sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Sumatera Utara. Ia memiliki sepuluh tahun pengalaman profesional di bidang jurnalisme sebagai reporter dan editor.
Abis nonton sore di bintaro plaza, perut minta dikasih makan cemilan dan terlihatlah sebuah restoran yang menjual hotdog2an dan burger2an.. Namanya adalah Anette's Lekker Hotdog. Lekker artinya enak, apakah beneran seenak itu?
Tempatnya agak sempit, tapi panjang ke belakang gitu.. Menunya sih seputaran hotdog, burger, spaghetti, ayam goreng gitu deh. Nah, untuk harganya menurut gue yah agak mahal sih.. Tapi mungkin porsinya besar gue ga tau juga..
Pilihan gue jatuh ke yang kekinian, burger item.
Oiya burger-nya lo bisa milih, mau pake patty 100gram atau yang 200gram, harganya beda 10ribu. Gue karena niatnya emang cuma makan iseng, jadilah gue coba pesen yang standar aja 100gram dengan harga 28ribu rupiah.
Karena gue ga doyan sayur dan ga makan pedes, gue note ke mbaknya kalo burger gue ngga pake sayur dan ga pake saos sambel.
Ga lama, pesenan gue disajiin. Tapi..
Bentuknya jelek banget.
Porsinya juga kecil
Yah, gue ga perlu deskripsiin detailnya deh.. liat aja fotonya begimana.
Untuk rasa juga menurut gue standar.. Malahan daging patty-nya itu lebih dominan rasa tepungnya dibandingkan tekstur daging yang gue bayangin.
Parah deh menurut gue sih kecewa banget. Udah gitu juga ada lalet coba!
Duh gagal abis.
Oiya temen gue mesen hotdognya.. seems better.
eh ga cuma itu! Harga-nya belom termasuk pajak.. Jadi jatohnya 30ribu lebih.
Untuk harga segitu dapet burger kyk gini? no thanks!