MuseumAsi Mbojo memiliki ragam koleksi. Setelah dilakukan kurasi sepanjang tahun 2020, jumlah keseluruhan Koleksi adalah 435 Koleksi terbagi dalam 9 jenis koleksi sesuai kaidah koleksi permuseuman. 9 jenis koleksi itu adalah geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika dan heraldika, keramonologika, seni rupa dan tehnologika.
Kepala Museum Asi Mbojo Ruslan, S.Sos atau akrab disapa Alan Malingi menyebut Ada 13 koleksi geologika yaitu benda koleksi disiplin ilmu geologi berupa fosil dan batuan. Ada 10 buah koleksi biologika yaitu benda koleksi disiplin ilmu biologi seperti tengkorak hewan/satwa liar dan tumbuhan. Ada 62 buah koleksi etnografika yaitu benda koleksi budaya disiplin ilmu antropologi yang merupakan hasil budaya atau identitas suatu etnis seperti pakaian adat dan lainnya. Koleksi paling banyak adalah arkeologika sebanyak 133 koleksi yaitu benda koleksi yang merupakan peninggalan budaya sejak masa prasejarah sampai masuk penagaruh barat. Koleksi arkeologi terbanyak berupa benda pusaka peninggalan kesultanan Bima di masa lalu. Koleksi arkeologi ditempatkan Khusus di ruang Tatarapa( Tatarapang ) sebanyak 106 koleksi berupa keris, tombak, sondi, perlengkapan upacara, tambur, payung kesultanan Bima, mahkota, cambuk dan aksesoris kuda sultan Bima.
Koleksi historika sebanyak 104 buah yaitu benda koleksi yang memiliki nilai sejarah dan menjadi objek penelitian sejak masuknya pengaruh barat hingga sekarang (negara, tokoh, kelompok, dan sejenisnya). Koleksi historika berupa foto-foto tokoh dan sejenisnya di seluruh ruangan Museum Asi Mbojo. Ada 26 koleksi mata uang ( Numismatika ) dan 3 buah koleksi heraldika. Numismatika adalah alat tukar atau mata uang yang sah. Heraldika adalah lambang, tanda jasa dan tanda pangkat resmi (cap atau stempel).
Ada 18 koleksi keramonologika yaitu benda koleksi barang pecah belah yang terbuat dari tanah liat yang dibakar. Koleksi Keramonologika berupa alat rumah tangga(gerabah) dan padasan. 2 buah koleksi seni rupa yaitu benda koleksi yang mengekspresikan pengalaman artistik manusia melalui karya sua atau tiga dimensi. Ada 67 buah koleksi tehnologika setiap benda atau kumpulan benda yang menunjukkan perkembangan teknologika tradisional hingga modern. Koleksi tehnologika beruapa alat-alat pertanian, peternakan, perikanan, pertukangan dan alat membuat gerabah. Koleksi halaman terdiri dari 11 meriam, 2 Jompa, 1 uma Lengge, Lare-Lare dan Lawa Kala, 2 Arca Yoni dan Nandi, serta 1 sumur tua . Di tahun 2021 akan diterbitkan katalog dan katalog digital Museum Asi Mbojo agar dapat diakses oleh masyarakat terutama untuk keperluan penelitian sejarah budaya dan antropologi.
Museum Sonobudoyo I menjadi salah satu tempat kunjungan wisata yang diminati wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Tingkat kunjungan yang tinggi ini tidak terlepas dari lokasi museum ini yang tidak jauh dari Kraton Yogyakarta serta Benteng Vredeburg.
Secara struktural Museum Sonobudoyo adalah instansi yang berada di bawa UPT Daerah pada Dinas Kebudayaan DIY. Selain itu museum ini memiliki fungsi sebagai pengelola benda museum yang memiliki nilai budaya ilmiah, meliputi koleksi pengembangan dan bimbingan edukatif cultural. Museum Sonobudoyo juga memiliki tugas mengumpulkan, merawat, melaksanakan penelitian, pelayanan pustaka, bimbingan edukatif cultural serta penyajian benda koleksi.
Keberadaan Museum Sonobudoyo berkaitan erat dengan yayasan pada masa kolonial yaitu Java Institut yang concern terhadap kebudayaan Jawa, Madura, Bali dan Lombok. Lembaga ini menjadi cikal bakal berdirinya Museum Sonobudoyo yang diresmikan oleh Sri Sultan HB VIII dengan ditandainya melaui Candrasengkala Kayu Winayang Ing Brahmana Budha.
Museum Sonobudoyo berdiri di atas tanah hadiah dari Sri Sultan HB VIII dengan ditandai sengkalan candrasengkala, Buta Ngrasa Estining Lata pada tahun 1865 Jawa atau tahun 1934 Masehi. Peresmian museum ini dibuka oleh Sri Sultan HB VIII pada hari Rabu Wage tanggal 9 Ruwah 1866 Jawa dengan ditandai candra sengkala Kayu Kinayang Ing Brahmana Budha yang berarti tahun Jawa atau tepatnya tanggal 6 Nopember 1935 tahun Masehi.
Memasuki era pendudukan Jepang, bagian museum ini difungsikan menjadi Kantor Sosial bagian Pengajaran oleh (Bupati Paniradyapati Wiyata Praja), setelah Indonesia merdeka fungsinya pun berubah menjadi Kantor Jajaran Pemerintah DIY (Bupati Utorodyopati Budaya Prawito).
Pengelolaan dan fungsi bangunan museum ini pun terus mengalamai perubahan, pada akhir tahun 1974, Museum Sonobudoyo diserahkan ke Pemerintah Pusat / Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan secara langsung bertanggung jawab kepada Direktorat Jenderal dengan berlakunya Undang-undang No. 22 tahun 2000 tentang kewenangan Pemerintah dan kewenangan Propinsi sebagai Otonomi Daerah.
Museum Sonobudoyo mulai Januari 2001 bergabung pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi DIY diusulkan menjadi UPTD Perda No. 7 / Th. 2002 Tgl. 3 Agustus 2002 tentang pembentukan dan organisasi UPTD pada Dinas Daerah dilingkungan Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan SK Gubernur No. 161 / Th. 2002 Tgl. 4 Nopember tentang TU ? Poksi.
Sebagai salah satu destinasi wisata museum dengan tingkat kunjungan yang tinggi, Museum Sonobudoyo memiliki sepuluh jenis koleksi yang dari lintas disiplin ilmu pengetahuan, yaitu, Jenis Koleksi Geologika, Jenis Koleksi Biologika, Jenis Koleksi Ethnografkai, Jenis Koeksi Arkeologi, Jenis Koleksi Numismatika/ Heraldika, Jenis Koleksi Historika, Jenis Koleksi Filologika, Jenis Koeksi Keramologika, Jenis Koleksi Senirupa dan Jenis Koleksi Teknologika. (aanardian/
kotajogja.com)
Museum Sonobudoyo, museum negeri provinsi, Unit I , Alamat : Jl. Trikora (lokasi), Alun-alun Lor Keraton Yogyakarta. Museum Sonobudoyo merupakan museum terlengkap di Indonesia setelah Museum Nasional di Jakarta yang memuat koleksi kesenian dan kebudayaan. Museum Sonobudoyo awalnya merupakan yayasan yang bergerak dalam bidang kebudayaan Jawa, Madura, Bali dan Lombok yang bernama Java Institut yang berdiri tahun 1919 di Surakarta. Selanjutnya pada tahun 1924 berhasil mendirikan museum di Yogyakarta yang diberi nama Sonobudoyo. Pada awalnya museum ini mempunyai koleksi puluhan ribu artefak bersejarah.
Selanjutnya pada tanggal 6 November 1935, Museum Sonobudoyo diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VII yang ditandai dengan candra sengkala Kayu Kinayang Ing Brahmana Budha . Museum ini di kelola oleh Kantor Sosial Bagian Pengajaran pada masa pendudukan Jepang. Selanjutnya setelah kemerdekaan museum Sonobudoyo ini dikelola oleh Pemerintah Provinsi DIY. Pada tahun 1974 Museum Sonobudoyo ini sempat diserahkan kepada Departeman Pendidikan dan Kebudayaan. Kemudian setelah adanya kebijaksanaan otonomi daerah, pengelolaan museum ini kembali diserahkan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Yogyakarta.
Jumlah koleksi museum kurang lebih 43.000 dan setiap tahunnya selalu bertambah. Bertambahnya koleksi melalui hibah, proses ganti rugi, barang titipan, pesanan. Koleksi Museum Sonobudoyo terbagi menjadi 10 jenis yaitu
Objek penelitiannya adalah setiap mata uang / alat tukar yang sah, terdiri dari mata uang logam dan mata uang kertas. Heraldika adalah setiap tanda jasa, lambang dan pangkat resmi (termasuk cap /stempel).
Museum Sonobudoyo Unit I mempunyai Auditorium yang dapat digunakan untuk ruang rapat, pelatihan atau seminar yang berkapasitas 75 orang untuk lantai pertama dan 100 orang untuk lantai dua
Museum Sonobudoyo I, Pendiri Sonobudoyo I, Koleksi Museum Sonobudoyo I, Objek Studi Wista, Tempat Studi Wisata, Objek Studi Tour Privat Guru Online, Guru Online, Privat Online Indonesia, Belajar Privat Online, Privat Online Jogja. Privat Belajar PR Online, Kerjakan PR mudah, Bantuan Kerjakan PR, Pahami Dalam Kerjakan PR, Les Privat (Belajar Mandiri) Komputer, Les Privat (Belajar Mandiri) Internet. Internet Administrasi sekolah, Bidang internet marketing.
Museum Olahraga diresmikan pada tanggal 8 Mei 2021. Dibangun untuk menggambarkan dinamika sejarah dan budaya bangsa Indonesia terkait cerita sejarah olahraga serta benda-benda / bukti materiil peninggalan para Pejuang dan Pahlawan Olahraga Surabaya. Museum ini menyimpan koleksi-koleksi Atlet Surabaya. Ratusan koleksi yang ada terbagi menjadi tiga jenis yaitu koleksi historika (koleksi yang diperoleh dari hasil temuan, hasil escavasi atau bukti materil bersejarah), koleksi heraldika (tanda penghargaan atau jasa, kepangkatan, lambang atau logo), dan koleksi teknologika terkait benda dengan unsur teknologi.
Dilasir dari laman Pemerintah Kota Jambi, lokasi pembangunan Museum Negeri Jambi merupakan milik Organisasi Persatuan Pamong Marga Desa (PPMD) Provinsi Jambi yang terdiri dari para Ninik Mamak dan Tuo Tangganai masyarakat Daerah Jambi yang dihibahkan kepada Gubernur untuk membangun Museum.
Benda-benda warisan budaya yang terhimpun di Museum Negeri Jambi atau belakangan dikenal dengan Museum Siginjei merupakan warisan budaya yang mempunyai nilai-nilai luhur yang mencerminkan kehidupan masyarakat Provinsi Jambi pada masa lalu.
Benda koleksi yang masuk pada katagori ini merupakan benda objek penelitian atau yang dipelajari oleh disiplin ilmu biologi. Beberapa contoh, di antaranya tengkorak atau kerangka manusia, tumbuh-tumbuhan, atau hewan.
Di Museum Siginjei juga terdapat koleksi yang masuk kategori etnografika, atau koleksi yang menjadi objek penelitian ilmu antropologi, seperti benda-benda yang merupakan hasil budaya atau menggambarkan identitas suatu etnis.
Numismatika merupakan ilmu yang menelaah mengenai pengumpulan mata uang atau tanda jasa. Sedangkan heraldika merupakan ilmu tentang asal-usul, perkembangan, dan/atau makna lambang, seperti lambang kerajaan, tanda jasa, mata uang, dan sebagainya.
Museum Siginjei membuka pelayanan untuk umum. Di antara fasilitas yang tersedi di sana, ada Ruangan Pameran Tetap, Ruangan Pameran Temporer, Ruangan Auditorium, Ruangan Perpustakaan, Ruangan Laboratorium/Konservasi, dan Toilet.
Padang, 2022-10-05 : Museum Adityawarman terletak di Padang, Sumatera Barat. Museum Adityawarman merupakan museum budaya untuk melestarikan benda-benda bersejarah, seperti cagar budaya Minangkabau dan cagar budaya nasional. Museum yang berjulukan Taman Mini ala Sumatera Barat merupakan cara singkat untuk melihat budaya Sumatera Barat.
3a8082e126