Dear kawans
Hati2 parkir di Botas, 10 menit kehilangan laptop dan kamera. Sharing dari kawan di IPB semoga berguna.
Best, hp
==============
Yth. Bapak dan Ibu semua
Saya hanya ingin "sharing" agar peristiwa ini tidak terjadi kepada orang lain. Tadi
malam saya kehilangan laptop, eksternal harddisk, kamera saku dan amplop uang honor
yang baru saya terima di parkiran Botani Square. Peristiwanya terjadi ketika saya
mau menjemput isteri dan anak saya yang sedang membeli kebutuhan anak saya untuk
studi tour ke Yogya di swalayan Giant. Karena isteri dan anak saya diperkirakan
selesai belanja ketika saya sampai ke Bogor (pulang kerja dari Jakarta), maka saya
menawarkan diri untuk menjemput sekalian pulang sama-sama. Saya parkir di basement
dengan lokasi F2. Saya meninggalkan mobil hanya sekitar 10 menit untuk menjemput
keluarga saya yang ada di depan swalayan Giant. Saya tidak membawa ransel yang
berisi laptop dan lain-lain di mobil karena saya pikir saya meninggalkan mobil tidak
akan lama. Setelah sekitar 10 menit saya kembali ke parkiran untuk pulang. Saya buka
kunci pintu mobil (central lock, tetapi tidak ada alarmnya),
tetapi anak kunci pintu mobil tidak masuk dengan sempurna sehingga pintu tidak bisa
dibuka. Saya segera menduga bahwa ada seseorang yang telah membukanya dengan paksa
sehingga lobang kunci rusak dan tidak bisa digunakan. Segera saya ingat bahwa saya
meninggalkan barang-barang berharga saya di mobil. Kemudian saya membuka pintu
mobil sebelah kiri dan memeriksa barang-barang saya. Ternyata benar, laptop,
eksternal harddisk, kamera saku dan amplop honor (kok ya kebetulan tidak saya
masukkan saku) sudah raib.
Saya sudah merelakan barang-barang saya karena hilangnya memang kelalaian saya.
Namun saya perlu melaporkan hal ini ke security untuk mendapatkan berita acara
kehilangan, sehingga saya bisa melaporkan kerusakan kunci pintu mobil saya ke kantor
(maklum, mobil yang saya bawa adalah mobil milik kantor). Namun perlakuan apa yang
saya peroleh? Setelah menunggu pimpinan security selama lebih dari satu jam, proses
pembuatan berita acara dilakukan juga. Yang membuat saya "marah" adalah pernyataan
pimpinan security yang mengatakan bahwa mungkin saja pintu mobil saya itu sudah
rusak sebelum saya parkir di Botani square, dan mungkin saja barang saya itu bukan
hilang di parkiran botani square. Suatu pernyataan yang justru memutarbalikkan
fakta. Jangankan meminta maaf, security itu malah menuduh saya membuat laporan
palsu.
Akhirnya, berita acara kehilangan itu selesai dibuat juga. Saya diminta
menandatangani berita acara yang didalamnya berisi pernyataan bahwa kasus ditutup
dan korban tidak akan menuntut pihak security maupun pengelola botani square. Saya
menolak adanya kalimat tersebut. Saya beralasan soal menuntut dan tidak menuntut itu
adalah hak saya. Perundingan berjalan alot. Akhirnya setelah dua jam, berita acara
tersebut selesai dan kalimat bahwa saya sebagai korban tidak akan menuntut pihak
security maupun pengelola botani square tidak jadi ditulis.
Pelajaran yang bisa saya ambil adalah kita tidak bisa mempercayai apapun di negara
kita yang tercinta ini. Area yang mestinya steril dan memang ada penjagaan tetap
tidak aman. Keamanan hanya terjamin bila kita sendiri yang mengamankan (bisakah
selalu begitu?). Pelajaran lain adalah, ternyata petugas yang ada tidak profesional
dan tidak bertanggung jawab. Ketika melapor, saya tidak langsung ditemui oleh
pimpinan security, karena sedang tidak ditempat. Saya harus menunggu sekitar satu
jam untuk ketemu petugas yang incharge. Pembuatan berita acarapun sangat tersendat.
Bahkan menulis kata laptop dan eksternal harddisk saja petugas tidak bisa atau tidak
betul. Yang betul hanya menulis kata amplop. Sangat menyedihkan memang. Itulah
bangsa kita, bangsa Indonesia yang sangat kita cintai itu.
Ini sekedar "sharing" dari saya dan semoga persitiwa ini hanya terjadi pada saya.
Wassalam, ARS
Memang ada yang pro dan kontra, tapi buat apa uang kas RW kalau tidak kita manfaatkan?
Salam Halmahera,
|
BMA saya rasa perlu CCTV dan alarm/kentongan system.
Btw, kejadian itu bukan menimpa saya tetapi menimpa kawan saya di IPB.
Salam, hp