2011 Suara Doraemon Saat Mengeluarkan Alat Lucu

0 views
Skip to first unread message

Lutero Chaloux

unread,
Jun 28, 2024, 6:00:21 PM6/28/24
to mentchinence

Doraemon (ドラえもんcode: ja is deprecated , Doraemon) adalah judul sebuah manga dan anime populer yang dikarang Fujiko F. Fujio (藤子F不二雄, nama asli: Hiroshi Fujimoto) sejak Desember 1969 dan berkisah tentang kehidupan seorang anak pemalas kelas 5 sekolah dasar yang bernama Nobita Nobi (野比のび太) yang didatangi oleh sebuah robot kucing bernama Doraemon yang datang dari abad ke-22. Doraemon dikirim untuk menolong Nobita agar keturunannya dapat menikmati kesuksesannya daripada harus menderita dari utang finansial yang akan terjadi pada masa depan yang disebabkan karena kebodohan Nobita.

Kehidupan awal Doraemon tidak begitu baik. Ia adalah sebuah robot gagal yang dilelang kepada sebuah keluarga miskin yang terlilit utang, yang tak lain adalah keluarga keturunan Nobita Nobi. Doraemon pernah menjalani masa-masa berat: Ia hanya menjadi penjaga bayi setelah gagal melewati ujian di akademi robot, kedua telinganya hancur setelah digigit robot tikus, catnya luntur akibat ulahnya sendiri, dan masih banyak kisah sedih yang ia lalui pada tahun pertama sejak kelahirannya. Sampai suatu ketika, keluarganya mengirimkan ia kembali ke masa lalu, kira-kira 250 tahun yang lalu ketika Nobita, leluhur keluarga ini, masih hidup di Tokyo.

Doraemon dikirim kembali ke masa kehidupan Nobita oleh cicit Nobita, Sewashi. Ia dikirim untuk memperbaiki kehidupan Nobita agar keturunannya merasakan kehidupan yang lebih baik. Dalam kehidupan aslinya tanpa dibantu Doraemon, Nobita sering gagal dalam pelajaran sekolahnya, gagal dalam pekerjaan, dan mempunyai masalah keuangan; ia hanya berbakat dalam tembak-menembak, bermain karet, dan tidur, kemampuan yang hampir tak berguna di zaman Jepang modern. Doraemon tiba di tahun 1969, pada hari Tahun Baru Jepang. Ia keluar dari laci meja milik Nobita, dan sejak saat itu ia tinggal bersama Nobita, misinya adalah untuk mencegah Nobita menjadi orang gagal.

Sangat ironis, sebuah robot gagal datang membantu seorang anak yang gagal. Tetapi pada kenyataannya, persahabatan keduanya membuat mereka menjadi seseorang yang lebih baik. Kelihatannya misi Doraemon berhasil, karena ketika mereka menjelajah ke masa depan, Nobita melihat dirinya menikah dengan Shizuka, bukan dengan Jaiko. Dia juga melihat keturunannya hidup dalam kondisi yang lebih baik daripada ketika Sewashi mengirim Doraemon dulu; bahkan keturunan Nobi mampu membeli robot yang "tidak gagal", Dorami.

Cerita berfokus tentang kehidupan sehari-hari Nobita yang merupakan tokoh utama dalam cerita ini. Doraemon memiliki sebuah Kantong Ajaib (Kantong Empat Dimensi) yang berisi alat-alat ajaib dari masa depan. Seringkali Nobita datang merengek-rengek karena masalah di sekolah atau di lingkungannya, setelah memohon atau memaksa, Doraemon akan mengeluarkan sebuah alat yang membantu Nobita menyelesaikan masalah, membalas dendam, atau hanya sekadar pamer ke teman-temannya. Nobita biasanya bertindak terlalu jauh, mengacuhkan saran atau perintah Doraemon. Akhirnya, Nobita terjerumus ke masalah yang lebih dalam. Terkadang, teman Nobita (biasanya Suneo atau Giant) mencuri alat tersebut dan berakhir dalam kekacauan karena salah menggunakannya.

Pada umumnya dalam satu cerita komik (atau episode dalam serial animasinya), terdapat satu konflik atau masalah yang penyelesaiannya ada dalam cerita itu juga. Doraemon juga bukan berbentuk cerita berseri atau bersambung yang linear, memiliki akhir yang pasti atau ditentukan waktu tertentu; bagi para pembuat animasinya, hal ini memudahkan mereka menciptakan cerita baru jika diperlukan atau membuat remake dari cerita yang sudah diadaptasi sebelumnya.[1] Bahkan, dalam versi serial animasi (terkecuali versi 1973), judul serial pertama yang diproduksi bukanlah cerita awal dalam komik, seperti dalam versi 1979 dimulai dengan cerita berjudul Yume no machi Nobitarando (ゆめの町ノビタランドcode: ja is deprecated , Kota Impian Nobita Land).[2][3][4]

Karena ditujukan untuk anak-anak, Doraemon diciptakan dengan gaya yang sederhana, seperti berbentuk lingkaran.[5] Ceritanya merefleksikan kehidupan masyarakat Jepang, seperti sistem kelas dan bagaimana masa kecil yang ideal di sana.[6][7] Doraemon berusaha memasukkan nilai-nilai anti-kekerasan, non-erotis,[8] perlindungan lingkungan hidup,[9] integritas, keberanian, kekeluargaan, kehormatan dan kegigihan.[10] Aspek lain yang ditekankan adalah pentingnya anak muda di masyarakat, sehingga tindakannya juga dibuat sesuai perilaku anak-anak dan kehidupan anak-anak yang ideal, dimana mereka dapat bermain dan hidup dengan kebahagiaan, kebebasan dan keinginan tanpa tekanan yang lebih tua.[11] Adapun pola cerita sejenis Doraemon (terutama karakter yang meliputi makhluk berkekuatan spesial, anak berkacamata yang biasa saja, anak perempuan yang cantik, anak laki-laki yang kuat, dan anak kaya yang sombong) juga umum ditemukan di komik karangan Fujiko Fujio lainnya seperti Ninja Cilik Hatori, Kiteretsu Daihyakka, Esper Mami, P-Man, dan Obake no Q-Tarō. Menurut penulisnya, cerita-cerita tersebut juga terjadi dalam dunia yang sama seperti Doraemon, meskipun dalam waktu yang berbeda; karakter dari cerita-cerita tersebut dapat saling bermunculan di cerita lainnya sebagai kameo.[12]

Terdapat lima karakter utama dalam komik ini, yaitu Doraemon, Nobita Nobi, Shizuka Minamoto, Suneo Honekawa dan Takeshi Gouda. Doraemon adalah robot kucing dari abad ke-22 yang dikirim oleh cicit Nobita dari masa depan, Sewashi; ia memiliki "kantong ajaib" yang berisi alat-alat dari masa depan yang biasanya digunakan untuk membantu Nobita. Nobita sendiri merupakan seorang anak sekolah dasar yang malas dan kurang pintar meskipun berhati lembut. Tiga karakter lainnya adalah teman sekolah Nobita. Shizuka adalah teman baik Nobita yang dianggap merupakan wanita ideal baginya; Suneo adalah anak dari keluarga kaya raya yang manja dan memiliki hubungan dekat dengan karakter lainnya, Takeshi Gouda (Giant, Gian atau Jaian) yang kasar dan arogan namun rela berkorban demi orang terdekatnya.

Ada juga karakter sampingan seperti ayah dan ibu Nobita; ibu dari Shizuka, Suneo dan Giant; Pak Guru; Hidetoshi Dekisugi (teman sekelas Nobita yang merupakan anak berbakat namun dekat dengan Shizuka, sehingga dianggap Nobita sebagai "pesaing"-nya); Jaiko Gouda (adik perempuan Giant yang ingin menjadi komikus terkenal); Dorami (robot kucing adik Doraemon berwarna kuning); Mi-chan (pacar kucing Doraemon); Muku (anjing peliharaan Giant) dan Chiru-chiru (kucing peliharaan keluarga Suneo).

Salah satu aspek penting lain dari Doraemon adalah "alat-alat ajaib"-nya dari masa depan, yang dalam bahasa aslinya disebut "himitsu dōgu" (ひみつ道具). Menurut penulis komiknya, ada sekitar 1.293 alat ajaib milik Doraemon, sedangkan catatan lain menyebut 1.963 alat;[18][14] dan ada yang menyebut 4.500 alat.[15] Beberapa alat ajaib yang penting, seperti "Baling-Baling Bambu", "Mesin Waktu", "Selimut Waktu", "Konyaku Penerjemah", dan "Pintu Ke Mana Saja".[14][19]

Sama seperti banyak aspek cerita lainnya, alat ajaib Doraemon juga merefleksikan kehidupan nyata, yaitu perkembangan teknologi dan pertumbuhan ekonomi pesat yang terjadi di Jepang pada periode pasca 1960-an.[20] Menurut analis Saya S. Shiraishi, alat ajaib tersebut merefleksikan semangat inovasi dan pengendalian mutu yang ada di industri Jepang pada abad ke-20,[19] serta pentingnya pemahaman teknologi bagi anak muda demi mewujudkan kehidupan modern.[21]

Secara resmi ketika komik terakhir dipublikasikan dan penulis utamanya, Hiroshi Fujimoto (Fujiko F. Fujio) meninggal di tahun 1996 atau ketika duo Fujiko Fujio (Fujimoto dan Motoo Abiko) berpisah di tahun 1987, tidak ada akhir dari cerita Doraemon yang resmi. Hal ini menimbulkan spekulasi dan beberapa cerita fan fiction dari penggemarnya mengenai hal tersebut.[22][23] Pada umumnya kesimpulan akhir yang didapat adalah Nobita menikahi Shizuka dengan kehidupan yang lebih baik. Sedangkan Doraemon kembali ke masa depan dan Nobita tidak lagi hidup bersamanya, walaupun ia dan temannya masih ingat dengan Doraemon.[24]

Sempat beberapa terbitan resmi Doraemon memberikan dugaan hint akan akhir ceritanya. Seperti pada Maret tahun 1971, majalah Shogaku 4-nensei memberitakan karena fakta bahwa pengunjung dari masa depan menyebabkan masalah, pemerintah pada abad ke-22 melarang adanya perjalanan waktu, berarti Doraemon harus kembali ke waktunya di zamannya dan meninggalkan Nobita. Lalu, di bulan Maret tahun 1972, isi dari majalah Shogaku 4-nensei membeberkan cerita Doraemon, untuk beberapa alasan harus kembali ke masa depan dan berbohong untuk masalah mekanik sehingga Nobita memperbolehkannya pergi. Nobita mempercayainya dan berjanji untuk menunggu sampai Doraemon sembuh. Menyadari bahwa Nobita dapat merelakan kepergiannya, Doraemon memberitahu yang sebenarnya dan Nobita menerimanya. Doraemon kembali ke masa depan. (Namun sebenarnya komik "akhir" yang ada dalam dua majalah itu menandakan akhir penerbitan Doraemon di keduanya, bukan akhir dari cerita Doraemon sesungguhnya, bahkan berbeda dengan komik setrip majalah lainnya yang dibukukan, kedua komik tersebut tidak dimasukkan dalam komik seri Doraemon). Yang paling dikenal adalah cerita yang ada di akhir buku No. 6 dan awal buku No. 7, yang sudah dijadikan serial animasi dan dimasukkan dalam film Stand by Me Doraemon; diceritakan bahwa Doraemon harus kembali ke masa depan, yang akhirnya justru tidak terbukti berkat cairan Uso 800 yang diminum Nobita. (Mulanya Fujiko Fujio hendak menjadikan cerita ini sebagai akhir Doraemon karena saat ditulis (1973) masih kurang populer dan juga batas dari komik setrip di majalah-majalah penerbitnya hanyalah dua tahun, namun penulisnya kemudian berubah pikiran setelah dibujuk tim editorial majalah dan melanjutkan cerita Doraemon).[25][26]

Lahirnya Doraemon bermula ketika seorang komikus, Hiroshi Fujimoto (Fujiko F. Fujio)[30][31][32] bertekad untuk membuat serial komik setrip baru di sejumlah majalah sebagai pengganti komik setrip karyanya sebelumnya, Denka Dari Planet Ume (Umeboshi Denka) pada tahun 1969.[33] Saat itu Fujimoto menyebutkan bahwa komik setrip barunya akan dimulai dengan "makhluk yang keluar dari laci". Akan tetapi, hingga mendekati batas waktu penerbitan, ia tidak kunjung mendapatkan ide komik apa yang akan ia buat.[34] Dalam situasi bingung tersebut, Fujimoto membayangkan adanya mesin yang bisa memberikannya ide. Tiba-tiba ia juga tersandung mainan anaknya, dan mendengar perkelahian kucing di lingkungan tempat tinggalnya.[13] Dari kejadian dan pemikirannya tersebut, ide tentang apa komik baru tersebut pun muncul di kepala sang penulis. Fujimoto menggabungkan boneka dengan kucing, yang kemudian menjadi karakter Doraemon;[34] dan sebagai kerangkanya, ia menggunakan komik lainnya yang sudah ditulisnya, yaitu Obake no Q-Tarō.[35] Akhirnya, setelah beberapa kali menggambar dan memikirkan ulang gambar dan ceritanya, Fujimoto berhasil menemukan bentuk akhir dari komik baru ini.[36][34]

7fc3f7cf58
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages