Anugerah Ilahi Kepada Sepasang Suami & Isteri
Sumbernya Ambilan KELUARGA SAMARA => Topik dimulai oleh: abu ibrahim pada April 30, 2008, 12:57:14
Saudaraku,
pagi ini dengan nikmat dan inayah Allah SWT, Anda sampai pada saat yang
paling indah, paling bahagia, tetapi paling mendebarkan dalam kehidupan
Anda. Saat paling indah, sebab mulai pagi ini cinta tidak hanya
berbentuk impian dan khayalan. Saat yang paling bahagia, sebab akhirnya
Anda berhasil mendampingi wanita yang Anda cintai (Insya Allah). Saat
yang paling mendebarkan sebab mulai saat ini Anda memikul amanah Allah
untuk menjadi pemimpin keluarga.
Dahulu
Anda adalah manusia bebas yang pergi sesuka Anda. Tatapi sejak pagi ini
bial Anda belum pulang juga sampai larut malam, di rumah ada seorang
wanita yang tidak dapat tidur, karena khuatirkan Anda. Kini, bila
berhari-hari Anda tidak pulang tanpa berita, di kamar Anda ada seorang
wanita lembut yang akan membasahi bantalnya dengan linangan airmata.
Dahulu bila Anda mendapat musibah, Anda hanya mendapat ucapan, 'turut
berduka cita' dari sahabat-sahabat Anda. Tetapi kini, seorang istri
akan bersedia mengorbankan apa saja agar meraih kembali kebahagiaan
Anda. Sekarang Anda mempunyai kekasih yang diciptakan Allah untuk
berbagi suka dan duka dengan Anda.
Saudara,
wanita yang duduk disisi Anda bukanlah segumpal daging yang dapat Anda
kerat semena-mena, dan bukan pula budak belian yang dapat Anda
perlakukan sewenang-wenang. Ia adalah wanita yang dianugerahkan oleh
Allah untuk membuat hidup Anda lebih indah dan lebih bermakna. Ia
adalah amanat Allah yang akan Anda pertanggungjawabkan di hadapan-Nya.
Rasulullah SAW bersabda :
"Ada
dua dosa yang akan didahulukan Allah siksanya di dunia ini juga, yaitu
: Al bagyu dan durhaka kepada kedua orangtua". (HR. Turmudzi, Bukhori
dan thabrani)
Al
Bagyu adalah berbuat sewenang-wenang, berbuat zalim dan menganiaya
orang lain. Dan Al Bagyu yang paling dimurkai adalah berbuat zalim
kepada istri, menyakiti hatinya, merampas kehangatan cintanya,
merendahkan kehormatannya, mengabaikan dalam mengambil keputusan, dan
mencabut haknya untuk memperoleh kebahagiaan hidup bersama Anda. Karena
itu Rasulullah SAW mengukur tinggi rendahnya martabat laki-laki dari
cara ia bergaul dengan istrinya, Nabi yang mulia bersabda :
"Tidak
akan memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia, dan tidak akan
merendahkan wanita kecuali laki-laki yang rendah pula".
Rasulullah SAW adalah manusia yang paling mulia. Dan Aisyah ra. Bercerita bagaimana Rasulullah memuliakannya:
"Di rumah, kata Aisyah, "Rasulullah
melayani keperluan istrinya memasak, menyapu lantai, memerah susu dan
membersihkan pakaian. Dia memanggil istrinya dengan gelaran yang baik".
Setelah
Rasulullah SAW meninggal dunia, ada beberapa sahabat menemui Aisyah,
memintanya agar menceritakan perilaku rasulullah SAW, Aisyah sesaat
tidak menjawab permintaan itu. Airmatanya berderai. Kemudian dengan
nafas panjang ia berkata "Kaana kullu amrihi 'ajaba' (Ahh ….
perilakunya indah).
Ketika
didesak untuk menceritakan perilaku Rasul yang paling mempesona. Aisyah
kemudian mengisahkan bagaimana Rasul yang mulia ditengah malam bangun
dan meminta izin kepada Aisyah untuk solat malam.
"Izinkan aku beribadah kepada Rabbku," ujar Rasulullah kepada Aisyah.
Bayangkan
Saudara, sampai untuk solat malam saja diperlukan izin isterinya.
Disitu berhimpun kemesraan, kesucian, kesetiaan, dan penghormatan.
Saudaraku,
kalau saya harus menyimpulkan nasihat saya kepada Anda, saya ingin
mengucapkan: "Muliakanlah istri Anda begitu rupa sehingga kelak bila
Allah takdirkan Anda meninggal lebih dahulu, lalu kami tanyai istri
Anda tentang anda, ia akan menjawab seperti Aisyah: "Ahh…. Semua
perilakunya indah, menakjubkan."
Saudaraku, dengan izin Anda perkenankanlah saya sekaran menyampaikan wasiat Rasulullah SAW, kepada wanita disamping Anda:
"Seandainya
aku boleh memerintahkan manusia bersujud kepada manusia lain, aku akan
perintahkan para istri untuk bersujud pada suami mereka karena besarnya
hak suami yang dianugerahkan Allah atas mereka".
Banyak
istri yang menuntut agar suaminya membahagiakan mereka. Jarang
terpikirkan oleh mereka bagaimana ia membahagiakan suami. Padahal cinta
kasih sayang akan tumbuh dan subur dalam suasana 'memberi' bukan
'mengambil'. Cinta adalah 'sharing' saling berbagi. Anda tidak akan
memperoleh cinta kalau yang Anda tebarkan adalah kebencian. Anda tidak
akan memetik kasih sayang kalau yang Anda tanam adalah kemarahan. Anda
tidak akan meraih ketenangan bila yang Anda suburkan dendam dan
kekecewaan.
Saudariku,
Anda boleh memberi apa saja yang Anda miliki. Tetapi, buat suami Anda,
tidak ada pemberian istri yang paling membahagiakan selain hati yang
selalu siap berbagi kesenangan dan penderitaan. Diluar rumah, suami
Anda boleh jadi diguncangkan dengan berbagai kesulitan. Di luar, ia
menemukan wajah-wajah tegar, mata-mata tajam, ucapan-ucapan kasar, dan
pergumulan hidup yang berat. Ia ingin ketika pulang ke rumah, menemukan
wajah yang ceria, mata yang sejuk, ucapan yang lembut, dan berlindung
dalam keteduhan kasih sayang Anda (seperti cerita putri saljunya
Anderson). Suami Anda ingin mencairkan seluruh beban jiwanya dengan
kehangatan air mata yang terbit dari samudera kasih sayang Anda.
Rasul yang mulia pernah berkata bahwa istri terbaik adalah:
"Istri
yang paling baik adalah yang membahagiakanmu, saat kamu memandangnya,
yang mematuhimu kalau kamu menyuruhnya, dan memelihara kehormatan
dirinya dan hartamu bila kamu tidak ada disisinya."
Saudariku….
Rasul
bersabda bahwa surga terletak dibawah telapak kaki kaum ibu, maka
apakah rumah tanggan yang Anda bangun hari ini akan menjadi surga atau
neraka, bergantung kepada Anda sebagai ibu rumah tangga. Rumah tangga
akan menjadi surga bila Anda menghiasnya dengan kesabaran, kesetiaan
dan kesucian. Allah SWT berfirman:
"Wahai-wanita
ingatlah ayat-ayat Allah dan hikmah yang dbacakan dirumah-rumah kami.
Sesungguhnya Allah Maha Penyayang dan Maha Mengetahui." (QS. 33:34)
Saudariku,
kelak bila perahu rumah tangga Anda bertemu dengan kerikil tajam, bila
impian remaja telah berganti menjadi kenyataan yang pahit, bila
bukit-bukit harapan diguncangkan gempa cobaan, kami ingin melihat Anda
tetap teguh di samping suami Anda. Anda tetap tersenyum walaupun langit
mendung. Pada saat seperti itu mungkin tidak ada yang paling
menyejukkan suami Anda selain melihat pemandangan yang mengharukan. Ia
bangun di malam hari, didapatinya Anda tidak ada disampingnya. Tetapi,
ia dengan suara yang dikenalnya betul.
Di
atas sajadah dan di atas lantai yang dingin ia menyaksikan seorang
wanita bersujud. Suaranya bergetar. Ia memohon agar Allah
menganugerahkan pertolongan bagi suaminya. Pada saat seperti itu suami
Anda akan mengangkat tangannya ke langit, dan dengan airmata yang
menetes ia berdo'a :
"Ya
Allah, karuniakanlah kepada kami istri dan keturunan yang menentramkan
hati kami, dan jadikanlah kami penghulu orang-orang yang bertaqwa".
Saudariku,
seandainya ditakdirkan Allah Anda meninggal lebih dahulu, lalu kami
menemui suami Anda, dan kami tawarkan pengganti Anda. Pada saat itu,
suami Anda akan bergetar marah, dan seperti Rasul yang mulia, ia
berkata, "Demi Allah, tidak ada yang dapat menggantikan dia. Dia yang
memperkuat hatiku ketika aku hampir putus asa, dia mempercayaiku ketika
semua orang menjauhiku. Dia memberikan ketulusan hati ketika semua
orang mengkhianatiku". Bila itu terjadi berbahagialah Anda, saudariku,
karena rasulullah SAW bersabda :
"Bila
seorang wanita meninggal dunia, dan suaminya ridho sekali dengan
tingkah lakuknya semasa hidupnya, maka wanita itu masuk surga".
Marilah
kita antarkan kedua mempelai pada kehidupan mereka yang baru. Kepada
mereka berdua ingin kita amanatkan firman Allah SWT :
"Berbekallah kalian, sesungguhnya bekal yang paling baik adalah taqwa".
P/S
Sesudah
jelas pulau impian yang dituju, maka cara serta kedah menujunya menjadi
persoalan. Buku Pintar Menjadi Lelaki dan Wanita Soleh mengungkapkan
panduan praktikal untuk mendaki anak-anak tangga kesolehan suami dan
isteri. Semoga, persepsi positif dalam membina rumahtangga yang baik
dapat disangga dengan tindakan yang benar pula. Suami da isteri
bertolong bantu dalam menjayakan misi rumahtangga bahagia. InshaAllah
Buku Pintar Menjadi Lelaki dan Wanita Soleh

Bacaan yang lengkap untuk
seisi keluarga, juga kepada pasangan yang akan atau baru mendirikan
rumahtangga. Amat penting untuk membina landasan persepsi yang mantap
tentang bagaimana membina keutuhan sesebuah rumahtangga dengan
menjadikan diri sang suami yang beriman, berakhlak dan hebat dan sang
isteri yang beriman, lemah lembut, penyabar dan suri penyuntik
kebahagiaan, agar rumahtangga yang terbina itu umpama syurga yang
disegerakan di dunia sementara menanti kebahagiaan total di akhirat.
Bacaan
yang menghidupkan jiwa dan menjernihkan akal beserta tips-tips praktis
berdasarkan Al Quran dan Sunnah dan pengalaman hidup seharian. Buku ini
secara tidak langsung menegaskan bahawa, kenikmatan dan kebahagiaan
rumahtangga hanya akan terbit hasil gabungan dua insan yang soleh,
iaitu suami dan isteri yang soleh. Kerana kesolehan itulah yang menjadi
simpang pertemuan dua watak berbeda, bertemu di atas ikatan janji dari
Allah SWT. Binalah kebahagiaan dengan mendalami ilmunya dahulu.
Spesifikasi Buku • Saiz 5.9 x 8.9 in, 590 ms, Kulit Nipis, Berat Buku 775gm,
Harga RM36.90
Kod PJ-1258
Untuk Tempahan, Sila Klik Link Di Bawah
http://www.hubislami.info/pembayaran--penghantaran.html
Sekiranya Anda Tidak Mahu Menerima Hebahan Buku ini
Lagi, Sila reply email ini dan Tuliskan "Tidak Setuju" Pada Ruangan
Subject Email anda. Terimakasih