kawan-kawan yang baik,
saya rencananya akan kolokium--presentasi hasil temuan awal riset untuk
disertasi
tentang "kekerasan Lingkungan dalam Pengelolaan sumberdaya hutan di
Indonesia: studi kasus di kabupaten Manggarai, NTT dan kabupaten Kuningan
Jawa Barat".
senang jika kawan-kawan datang dapat memberikan masukan untuk mempertajam
hasil riset ku pada :
Hari : Kamis, 26 November 2009
Jam : 13.00 - selesai
tempat: Ruang Sulaiman sumardi Media Center, Blok c Lt 2 (ruang kodel)
fisipol Ui Depok.
promotor: Prof. Paulus Wirutomo PhD
co-promotor : Iwan Gardono sujatmiko PhD
trim atas perhatiannya.
salam,
supo
ABSTRAK
Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian yang mengambil
kasus yang terjadi di kabupaten Manggarai, NTT dan Kuningan, Jawa Barat
ini, bertujuan mencari jawaban atas pertanyaan, �mengapa kekerasan
lingkungan terjadi dalam kebijakan pengelolaan sumberdaya hutan di
Indonesia?� . Menemukan jawaban ini penting karena proses demokratisasi
di tingkat lokal, dalam hal ini politik desentralisasi di Indonesia,
terutama di sektor kehutanan, penuh dengan warna kekerasan. Dan kekerasan
ini selama 10 tahun terakhir eskalasinya cenderung meningkat, bahkan
setelah pasca Orde baru justru kekerasan juga semakin meningkat.
Kekerasan di sektor kehutanan nampaknya seperti persoalan abadi yang
tidak pernah menemukan muaranya untuk diselesaikan. Dari tahun ke tahun
dan dari rezim ke rezim pemerintah Indonesia�mulai zaman kolonial hingga
sekarang, kemerosotan hutan maupun kemiskinan penduduk pedesaan yang
berbatasan dengan sumberdaya hutan juga semakin buruk kondisinya. Tidak
hanya itu, konflik antara negara sebagai penguasa sumberdaya hutan
dengan petani hutan justru semakin tinggi eskalasinya. Bahkan kekerasan
yang dimonopoli negara ini juga mengalami desentralisasi dan sulit
dihapuskan.
Kebijakan desentralisasi yang mulai tahun 2001 dilaksanakan di Indonesia
nampaknya memberikan harapan untuk memperbaiki relasi sosial antar
stakeholder yang berkepentingan dengan sumber daya hutan di tingkat
kabupaten. Namun jika melihat proses demokratisasi di tingkat lokal yang
sedang berlangsung baik yang terjadi di negara-negara dunia ketiga lainnya
dan di Indonesia sendiri, nampaknya lebih pengaruh negatif yang berkembang
dibandingkan sisi positif dari demokrasi.
Oleh karena itu, sehubungan dengan kondisi tersebut menjadi penting
untuk memahami lebih jauh hubungan antara kekerasan lingkungan dan
kebijakan pengelolaan sumberdaya hutan di Indonesia. Agar supaya
proses-proses demokrasi di tingkat lokal dapat menjadi solusi atas
persoalan konflik kehutanan yang telah terjadi sejak zaman kolonial
tersebut.
Tujuan Umum Penelitian adalah memahami kekerasan lingkungan dalam
kebijakan pengelolaan sumberdaya hutan di Indonesia; sedangkan tujuan
khusus penelitian ini adalah, pertama, memahami konteks latar belakang
kekerasan dalam kebijakan pengelolaan sumberdaya hutan di lokasi
studi kasus; kedua, memahami berbagai bentuk kekerasan akibat
penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan oleh aktor dominan; ketiga,
memahami faktor-faktor yang menyebabkan eskalasi kekerasan lingkungan
dalam pengelolaan sumberdaya hutan di lokasi studi kasus; keempat,
memahami aktor-aktor dominan yang terlibat dalam kekerasan dan pilihan
strateginya dalam berinteraksi dengan aktor-aktor yang lain di lokasi
studi kasus; dan kelima, merumuskan rekomendasi untuk perbaikan
kelembagaan untuk mengatasi kekerasan dalam pengelolaan konflik
sumberdaya hutan di tingkat kabupaten.
------------------------------------------------------------------------------
This email was sent using onemail - beta
http://mail.indo.net.id/