Trs: [SSR-Klub] Pesan Moral Dari Film AYAT AYAT CINTA

922 views
Skip to first unread message

Ali Muntaha

unread,
Mar 4, 2008, 11:58:38 PM3/4/08
to agnes...@yahoo.com, so_d...@yahoo.co.id, SSR-...@yahoogroup.com, wisn...@yahoo.com, aL, anto aceh, inuk nugroho, iwan rachmawan, joky joky gokil, mba dini-cikiwul, media muslim, octa edp, Risma-tabung rismawati, wati daryati, yudie sableng gendeng


----- Pesan Diteruskan ----
Dari: Dewa Dewanto <dewad...@yahoo.com>
Kepada: SSR-...@yahoogroups.com
Terkirim: Selasa, 4 Maret, 2008 15:38:51
Topik: [SSR-Klub] Pesan Moral Dari Film AYAT AYAT CINTA

 
Pesan Moral Dari Film AYAT AYAT CINTA
 
 
 
Jika Anda sudah menonton Film Ayat-Ayat Cinta, anda akan memperoleh banyak pesan moral untuk diri kita sendiri. Mungkin anda akan bertanya apa hubungannya dengan dunia Entrepreneur ?
 
Berikut ini Ringkasan Film tersebut :
 
Film ini becerita tentang kisah cinta. Tapi bukan cuma sekedar kisah cinta yang biasa. Ini tentang bagaimana menghadapi turun-naiknya persoalan hidup. Fahri bin Abdillah (Fedi Nuril) adalah pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al Ahzar. Berjibaku dengan panas-debu Mesir. Berkutat dengan berbagai macam target dan kesederhanaan hidup. Bertahan dengan menjadi penerjemah buku-buku agama. Semua target dijalani Fahri dengan penuh antusiasme kecuali satu: menikah.  Kenapa? Karena Fahri adalah laki-laki taat yang begitu ‘lurus’. Dia tidak mengenal pacaran sebelum menikah. Dia kurang artikulatif saat berhadapan dengan mahluk bernama perempuan. Hanya ada sedikit perempuan yang dekat dengannya selama ini. Neneknya, Ibunya dan saudara perempuannya.
Tersebutlah Maria Girgis (Carissa Putri). Tetangga satu flat yang beragama Kristen Koptik tapi mengagumi Al Quran dan menganggumi Fahri. Kekaguman yang berubah menjadi cinta. Sayang cinta Maria hanya tercurah dalam diary saja.  Lalu ada Nurul (Melanie Putria). Anak seorang kyai terkenal yang juga mengeruk ilmu di Al Azhar. Sebenarnya Fahri menaruh hati pada gadis manis ini. Sayang rasa mindernya yang hanya anak keturunan petani membuatnya tidak pernah menunjukkan rasa apa pun pada Nurul. Sementara Nurul pun menjadi ragu dan selalu menebak-nebak.  Setelah itu ada Noura (Zaskia Adya Mecca). Juga tetangga yang selalu disika Ayahnya sendiri. Fahri berempati penuh dengan Noura dan ingin menolongnya. Sayang hanya empati saja. Tidak lebih. Namun Noura yang mengharap lebih. Dan nantinya ini menjadi masalah besar ketika Noura menuduh Fahri memperkosanya
Terakhir muncullah Aisha (Rianti Cartwright). Si mata indah yang menyihir Fahri. Sejak sebuah kejadian di metro, saat Fahri bertengkar dengan sesama muslim & membela Islam dari tuduhan kolot dan kaku.
 
Pesan moral dan spiritual yang ingin disampaikan dalam film ini menurut pendapat saya adalah sbb :
1.      Jangan kita sombong dan selalu menggangap bahwa kita paling benar, karena kita tidak tahu apa maksud Tuhan dibalik itu semua.
2.      Banyak orang yang berpandangan sempit, & menjadikan agama hanya sebagai alat untuk kepentingan dirinya atau golongannya saja, Padahal agama salah satunya berfungsi memberikan kebutuhan akan ketenangan hati dan fikiran kita, bukan hanya simbol untuk dipertentangkan, di film ini agama secara spiritual dilihat dari sisi Rahamatan Lil Alamin (Menjadikan Kesejahteraan Kepada Seluruh Alam) dan mungkin anda semua masih ingat bahwa semua agama asalnya dari 1 sumber.
3.      Ini berhubungan dengan Entrepreneur yaitu  IKHLAS & SABAR, ada beberapa dari kita yang menganggap semua kesuksesan dalam Usaha/Bisnis adalah menunjukan kehebatan kita, seolah2 semua tergantung pada kita,  sehingga  lupa pada yang menciptakan Alam Semesta, bisa jadi kita berhasil dalam satu sisi/bidang sekarang ini, tapi kita tidak tahu maksud Tuhan 1,2,4 atau beberapa puluh tahun kemudian. Kalaupun kita belum berhasil, selain dengan berusaha kita juga diharuskan untuk Ikhlas & Sabar.
4.      Kalau tidak salah ada peribahasa yang berbunyi “ Jangan Melihat Buku Hanya Dari Sampulnya”, Makna yang lebih luas saya fikir kita diharuskan melihat kedalam hati kita yang dalam, bahwa tidak semua yang terlihat diluar begitu juga dalamnya.
Contoh yang paling segar dalam fikiran kita, ketika kita melihat seorang artis yang selalu terlihat di Layar Televisi dan terlibat dalam pemakaian narkoba, meskipun dia sudah beristeri tapi dia selalu terlihat kemana-mana berjalan dengan wanita lain ditempat-tempat “Keramaian”,  dan  ketika dia tertangkap dan diadili dengan simbol2nya seolah-olah dia seorang laki-laki baik yang taat kepada agama.
5.      Jika sudah menonton mungkin anda bisa menambahkan lagi pesan-pesan lainnya…
 
Tulisan ini mudah-mudahan bermanfaat untuk saya sendiri dan orang lain.
 
 
 
 
 


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

__._,_.___
______________________________________________

Ingin mendapatkan Artikel & Tanya Jawab Rutin
di email Anda tentang Perencanaan Keuangan?
Daftarkan diri Anda di Newsletter kami.
Kirimkan email kosong Anda ke alamat
SSR-InfodanArt...@yahoogroups.com

Kunjungi www.perencanakeuangan.com
______________________________________________
Recent Activity
Visit Your Group
New business?

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Special K Group

on Yahoo! Groups

Learn how others

are losing pounds.

Y! Groups blog

the best source

for the latest

scoop on Groups.

.

__,_._,___



Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

Wulung Prakoso

unread,
Mar 5, 2008, 2:09:13 AM3/5/08
to mediamu...@googlegroups.com, agnes...@yahoo.com, so_d...@yahoo.co.id, SSR-...@yahoogroup.com, wisn...@yahoo.com, aL, anto aceh, inuk nugroho, iwan rachmawan, joky joky gokil, mba dini-cikiwul, octa edp, Risma-tabung, wati daryati, yudie sableng gendeng
Setuju Pak Ali...
 
Cuma ingin menambahkan...film AYAT-AYAT CINTA tidak sesuai dengan bukunya sendiri. Ada banyak hal yang ditambahkan. Jadi kok poligaminya yang mendapat proporsi berlebih di film itu ketimbang dibukunya. Menginspirasi kaum lelaki dalam berpoligami...hehehe

Ali Muntaha <ali_m...@yahoo.co.id> wrote:


----- Pesan Diteruskan ----
Dari: Dewa Dewanto <dewad...@yahoo.com>
Kepada: SSR-...@yahoogroups.com
Terkirim: Selasa, 4 Maret, 2008 15:38:51
Topik: [SSR-Klub] Pesan Moral Dari Film AYAT AYAT CINTA

 
Pesan Moral Dari Film AYAT AYAT CINTA
 
 
 
Jika Anda sudah menonton Film Ayat-Ayat Cinta, anda akan memperoleh banyak pesan moral untuk diri kita sendiri. Mungkin anda akan bertanya apa hubungannya dengan dunia Entrepreneur ?
 
Berikut ini Ringkasan Film tersebut :
 
Film ini becerita tentang kisah cinta. Tapi bukan cuma sekedar kisah cinta yang biasa. Ini tentang bagaimana menghadapi turun-naiknya persoalan hidup. Fahri bin Abdillah (Fedi Nuril) adalah pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al Ahzar. Berjibaku dengan panas-debu Mesir. Berkutat dengan berbagai macam target dan kesederhanaan hidup. Bertahan dengan menjadi penerjemah buku-buku agama. Semua target dijalani Fahri dengan penuh antusiasme kecuali satu: menikah.  Kenapa? Karena Fahri adalah laki-laki taat yang begitu 'lurus'. Dia tidak mengenal pacaran sebelum menikah. Dia kurang artikulatif saat berhadapan dengan mahluk bernama perempuan. Hanya ada sedikit perempuan yang dekat dengannya selama ini. Neneknya, Ibunya dan saudara perempuannya.
Tersebutlah Maria Girgis (Carissa Putri). Tetangga satu flat yang beragama Kristen Koptik tapi mengagumi Al Quran dan menganggumi Fahri. Kekaguman yang berubah menjadi cinta. Sayang cinta Maria hanya tercurah dalam diary saja.  Lalu ada Nurul (Melanie Putria). Anak seorang kyai terkenal yang juga mengeruk ilmu di Al Azhar. Sebenarnya Fahri menaruh hati pada gadis manis ini. Sayang rasa mindernya yang hanya anak keturunan petani membuatnya tidak pernah menunjukkan rasa apa pun pada Nurul. Sementara Nurul pun menjadi ragu dan selalu menebak-nebak.  Setelah itu ada Noura (Zaskia Adya Mecca). Juga tetangga yang selalu disika Ayahnya sendiri. Fahri berempati penuh dengan Noura dan ingin menolongnya. Sayang hanya empati saja. Tidak lebih. Namun Noura yang mengharap lebih. Dan nantinya ini menjadi masalah besar ketika Noura menuduh Fahri memperkosanya
Terakhir muncullah Aisha (Rianti Cartwright). Si mata indah yang menyihir Fahri. Sejak sebuah kejadian di metro, saat Fahri bertengkar dengan sesama muslim & membela Islam dari tuduhan kolot dan kaku.
 
Pesan moral dan spiritual yang ingin disampaikan dalam film ini menurut pendapat saya adalah sbb :
1.      Jangan kita sombong dan selalu menggangap bahwa kita paling benar, karena kita tidak tahu apa maksud Tuhan dibalik itu semua.
2.      Banyak orang yang berpandangan sempit, & menjadikan agama hanya sebagai alat untuk kepentingan dirinya atau golongannya saja, Padahal agama salah satunya berfungsi memberikan kebutuhan akan ketenangan hati dan fikiran kita, bukan hanya simbol untuk dipertentangkan, di film ini agama secara spiritual dilihat dari sisi Rahamatan Lil Alamin (Menjadikan Kesejahteraan Kepada Seluruh Alam) dan mungkin anda semua masih ingat bahwa semua agama asalnya dari 1 sumber.
3.      Ini berhubungan dengan Entrepreneur yaitu  IKHLAS & SABAR, ada beberapa dari kita yang menganggap semua kesuksesan dalam Usaha/Bisnis adalah menunjukan kehebatan kita, seolah2 semua tergantung pada kita,  sehingga  lupa pada yang menciptakan Alam Semesta, bisa jadi kita berhasil dalam satu sisi/bidang sekarang ini, tapi kita tidak tahu maksud Tuhan 1,2,4 atau beberapa puluh tahun kemudian. Kalaupun kita belum berhasil, selain dengan berusaha kita juga diharuskan untuk Ikhlas & Sabar.
4.      Kalau tidak salah ada peribahasa yang berbunyi " Jangan Melihat Buku Hanya Dari Sampulnya", Makna yang lebih luas saya fikir kita diharuskan melihat kedalam hati kita yang dalam, bahwa tidak semua yang terlihat diluar begitu juga dalamnya.
Contoh yang paling segar dalam fikiran kita, ketika kita melihat seorang artis yang selalu terlihat di Layar Televisi dan terlibat dalam pemakaian narkoba, meskipun dia sudah beristeri tapi dia selalu terlihat kemana-mana berjalan dengan wanita lain ditempat-tempat "Keramaian",  dan  ketika dia tertangkap dan diadili dengan simbol2nya seolah-olah dia seorang laki-laki baik yang taat kepada agama.
5.      Jika sudah menonton mungkin anda bisa menambahkan lagi pesan-pesan lainnya...

__,_._,___


Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

DeNnIeS DeNnIeS

unread,
Mar 7, 2008, 5:39:59 AM3/7/08
to mediamu...@googlegroups.com
Segala Puji hanya Bagi Alloh, kami memuji dan memhon ampun hanya kepada-Nya saja

wah ngomongin film Ayat-Ayat Cinta yach!
Filmnya, bener2 Islami bgn dijelaskan di sana tentang Haramnya berpacaran yg ada hanya Ta'aruf dlm Islam begitu yg di jelaskan oleh Fachri kepada Alice wanita Amerika?

tapi apa ada yach Fiqihnya dakwah melalui sandiwara? apa Rasul berdakwah dengan Sandiwara?

ngomong2 tentang Dakwah, harusnya Dakwah ntu adalah Ibadah, dan Ibadah ntu mempunyai syarat2nya yg harus dipenuhi

diantaranya
1 Islam
2. Ikhlas karena Alloh ta'ala
3 harus mengikuti contohnya.

Okey lanjut....

blm lagi banyak penyimpang2 yg ada di sinetron dan para pelakonnya.
dlm Islam ntu pria haram berjabat tangan (lbh umumnya) bersentuhan dengan wanita yg bukan mahromnya...
hmm.. awal ceritanya sech iya... namun kesono2annya, yah antum yg nonton tau sendirilah ceritanya. bagaimana yg dilakoni fahri dengan Istrinya... mang ntu Istri benernya apa?, pegang2an tangan

apakah ini bentuk dakwah yg dibanggakan oleh semua orang...
hihihi lucu, dia inikah dakwah yg menyerukan kebaikan tp justru mencerminkan ke Jahilan (Bodoh)

yach tanpa menafikan sisi moral baik yg terkandung dlm film tersebut
apakah kita harus menimbang ini dlm sisi kebaikan ataukah kita harus menafikan segala kebaikan yg ada dlm hal penyimpangan

amat berharga nasehat dari Rasulullah tatkala mengatakan Bid'ah itu adalah sesat.

Sungguh Bid'ah dlm Agama itu adalah sebuah kesesatan Walaupun semua Manusia memandangnya baik. Wallohul Musta'an

DeNnIeS DeNnIeS

unread,
Mar 7, 2008, 8:30:38 AM3/7/08
to mediamu...@googlegroups.com
Hukum Sandiwara
Syaikh Dr Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan

Sandiwara, saya katakan tidak boleh karena:
Pertama: Di dalamnya melalaikan orang yang hadir, mereka memperhatikan gerakan-gerakan pemain sandiwara dan mereka senang(tertawa). Di dalamnya mengandung unsur menyia-nyiakan waktu. Orang Islam akan dimintai pertanggungjawabannya terhadap waktunya. Dia dituntut untuk memelihara dan mengambil faedah dari waktunya, untuk mengamalkan apa-apa yang diridhai oleh Allah Ta'ala, sehingga manfaatnya kembali kepadanya baik di dunia maupun di akhirat. Sebagaimana hadits Abu Barzah Al-Aslamy, dia berkata,'Telah bersabda Rasulullah,
"Tidak bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sehingga ditanya tentang umurnya, untuk apa dia habiskan. tentang hartanya darimana dia dapatkan, dan untuk apa dia infakkan. tentang badannya untuk apa dia kerahkan. "[1]
Umumnya sandiwara itu dusta. Bisa jadi memberi pengaruh bagi orang yang hadir dan menyaksikan atau memikat perhatian mereka atau bahkan membuat mereka tertawa. Itu bagian dari cerita-cerita khayalan. Sungguh telah ada ancaman dari Rasulullah bagi orang yang berdusta untuk menertawakan manusia dengan ancaman yang keras. Yakni dari Muawiyah bin Haidah bahwasanya Rasulullah bersabda,
"Celaka bagi orang-orang yang berbicara(mengabarkan) sedangkan dia dusta (dalam pembicaraannya) supaya suatu kaum tertawa maka celakalah bagi dia, celakalah bagi dia."[2] 
Mengiringi hadits ini Syaikh Islam berkata,'Dan sungguh Ibnu Mas'ud berkata,
"Sesungguhnya dusta itu tidak benar baik sungguh-sungguh maupun bercanda."
Adapun apabila dusta itu menimbulkan permusuhan atas kaum muslimin dan membahayakan atas dien tentu lebih keras lagi larangannya. Bagaimanapun pelakunya yang menertawakan suatu kaum dengan kedustaan berhak mendapat hukuman secara syar'i yang bisa menghalangi dari perbuatannya itu.[3] 
Tentang cerita-cerita, sungguh ulama' salaf membenci cerita-cerita dan majelis-majelis cerita. Mereka memperingatkan segala peringatan dan memerangi para narator (pencerita) dengan berbagai sarana. Ibnu Abi Ashim meriwayatkan dengan sanad yang shahih, bahwa Ali melihat seseorang bercerita, maka dia berkata, "Apakah engkau tahu tentang naskh(ayat yang menghapus) dan mansukh(yang dihapus) ? Maka dia (pencerita itu) menjawab,"Tidak". Ali berkata,"Binasa engkau dan engkau telah membinasakan mereka".[4]
Imam Malik berkata," Sungguh saya benci cerita-cerita di masjid. Saya memandang berbahaya ikut bermajelis dengan mereka. Sesungguhnya cerita-cerita itu bid'ah". Imam Ahmad berkata,"Manusia yang paling dusta adalah para narator dan orang yang paling banyak bertanya (dengan pertanyaan yang tidak ada faedahnya)". Kemudian ditanyakan padanya (Imam Ahmad),"Apakah Anda menghadiri majelis mereka ? Dia menjawab, "Tidak".[5]
Kedua: Individu-individu yang ditiru, kadang-kadang berasal dari tokoh Islam, seperti sahabat. Hal ini dianggap sebagai sikap meremehkan mereka[6], baik si pemain merasa atau tidak. Contoh: anak kecil atau seseorang yang sangat tidak pantas, menirukan ulama atau sahabat. Ini tidak boleh. Kalau ada seseorang datang menirukan kamu, berjalan seperti jalanmu, apakah engkau ridha dengan hal ini? Bukankah sikap ini digolongkan sebagai sikap merendahkan terhadap kamu? Walaupun orang yang meniru tersebut bermaksud baik menurut sangkaannya. Tetapi setiap individu tidak akan rela terhadap seseorang yang merendahkan dirinya.
Ketiga: Yang ini sangat berbahaya, sebagian mereka menirukan pribadi kafir seperti Abu Jahal atau Fir'aun dan selain mereka. Dia berbicara dengan pembicaraan yang kufur yang menurut dugaannya dia hendak membantah kekufurannya, atau ingin menjelaskan bagaimana keadaan jahiliyah. Ini adalah tasyabuh (meniru). Rasulullah melarang tasyabuh dengan orang-orang musyrik dan kufur [7]baik meniru (menyerupai) kepribadian maupun perkataannya. Dakwah dengan cara ini dilarang karena tidak ada petunjuk Rasulullah serta bukan dari salafu ash shalih maupun petunjuk kaum muslimin. Model-model sandiwara ini tidak dikenal kecuali dari luar Islam. Masuk kepada kita dengan nama dakwah Islam, dan dianggap sebagai sarana-sarana dakwah. Ini tidak benar karena sarana dakwah adalah tauqifiyah(ittiba'). Cukup dengan yang dibawa Rasulullah dan tidak butuh jalan seperti ini. Bahwasanya dakwah akan tetap menang dalam kurun waktu yang berbeda-beda. Tanpa adanya model-model sandiwara ini. Tatkala cara ini (sandiwara) datang tidaklah menampakkan kebaikan kepada manusia sedikitpun, dan tidak bisa mempengaruhinya. Hal itu menunjukkan bahwa cara ini (sandiwara) adalah perkara negatif dan tidak ada faedahnya sedikitpun. Bahkan di dalamnya terdapat hal-hal yang membahayakan.
Lalu jika ada orang yang berkata,'Sesungguhnya Malaikat itu menyerupai bentuk anak Adam.(maksudnya bersandiwara kepada manusia-ed)
Kami jawab, 'Malaikat-malaikat itu datang dalam bentuk anak Adam, karena manusia tidak mampu melihat dalam bentuknya yang asli. Ini merupakan kebaikan bagi manusia. Sebab jika malaikat datang dengan bentuk mereka yang sebenarnya, maka manusia tidak akan mampu berbicara dengan mereka dan tidak bisa melihat kepada mereka.
Para
malaikat tatkala menyerupai bentuk manusia tidak bermaksud bermain sandiwara sebagaimana yang mereka inginkan. Malaikat itu menyerupai manusia dalam rangka memperbaiki. Karena malaikat mempunyai bentuk sendiri yang berbeda dari manusia. Adapun manusia maka bagaimana bentuk seseorang itu berubah kepada bentuk manusia yang lain. Apa yang mendorong kepada perubahan ini?
Kemudian ada beberapa tambahan keterangan yang diambil dari berbagai sumber:
Syaikh Bakar Abu Zaid berkata dalam kitabnya At-Tamtsil,'Keberadaan sandiwara awalnya adalah bentuk peribadahan non-Islam. Sebagian ahlu ilmi menguatkan, bahwa inti sandiwara itu adalah bagian dari syiar-syiar peribadahan penyembah berhala di Yunani.(Hal 18) sandiwara itu tak ada hubungannya dengan sejarah kaum muslimin pada generasi yang pertama(utama). Kedatangannya tak disangka-sangka pada masa sedikitnya orang yang berilmu, yakni pada abad 14H. Kemudian disambut dengan mendirikan rumah-rumah hiburan dan gedung-gedung sandiwara, serta merta berpindahlah dari tempat-tempat peribadahan kaum Nashara kepada sekelompok pelaku sandiwara Islami di sekolah-sekolah daripada sebagian jamaah Islam.
Apabila hal ini telah dimaklumi, maka ketahuilah bahwa kaidah-kaidah dan prinsip-prinsip Islam yang mengangkat ahlinya kepada derajat mulia dan sempurna tentu menuntut penolakan dengan cara itu. Sebagaimana diketahui, bahwa suatu amal mungkin termasuk sebagai ibadah, atau bisa jadi termasuk sebagai adat. Maka asal ibadah, tidaklah disyariatkan kecuali apa yang disyariatkan oleh Allah dan asal adat adalah tidak dilarang kecuali apa yang telah Allah larang. Oleh karena itu sandiwara Islami itu tidak boleh diadakan sebagai jalan ibadah, atau pun sebagai bagian dari kebiasaan atau adat yang mengandung unsur permainan dan hiburan.
Sandiwara Islami tidak ditetapkan dalam syariat, dia jalan yang baru. Sebagian dari keseluruhan ajaran Islam adalah apa yang disabdakan oleh Rasulullah,'Barangsiapa yang membikin perkara-perkara baru dalam urusan kami(Islam), yang perkara itu buka dari Islam maka tertolak'. Karena itu, apa yang telah dilihat pada beberapa sekolahan atau kampus-kampus, yakni adanya permainan sandiwara Islami maka sesungguhnya itu adalah sandiwara bid'ah, karena telah diketahui asalnya. amalan tersebut bagi kaum muslimin adalah perkara yang keluar dari daerah yang ditentukan berdasarkan dalil syar'i. Karena amalan tersebut merupakan peribadahan penyembah berhala dari Yunani dan ahlu bid'ah Nashara, maka tak ada dasarnya dalam Islam secara mutlak. Jadi amalan itu adalah perkara baru dalam islam dan setiap perkara baru dalam Islam adalah bid'ah yang menyerupai syariah. Nama yang pas untuk istilah itu berdasar syariat Islam adalah 'Sandiwara Bid'ah'.
Apabila sandiwara ini dimasukkan sebagai adat, maka hal itu menyerupai musuh-musuh Allah (kafir). Sedangkan kita telah dilarang menyerupai mereka. Sementara perkara itu tidak dikenal kecuali dari mereka.
Jika ada orang yang berkata,'Sesungguhnya sarana-sarana berdakwah merupakan bagian dari mashalihul Mursalah'. Kami jawab,'Apakah syariah meremehkan segala kebaikan bagi hamba-hambanya?
Jawabannya terdapat dalam keterangan Syaikh Islam Ibnu Taimiyah, sebagai berikut,'Secara singkat bahwa syariah tidak meremehkan kebaikan (maslahah) sama sekali, bahkan Allah Ta'ala telah menyempurnakan dien nikmatNya bagi kita. Jadi tidak ada yang mendekatkan diri ke surga kecuali kita telah diperintahkan beliau untuk mengerjakannya. Beliau telah meninggalkan kita di atas lembaran yang putih bersih. Malamnya seprti siangnya, tidak menyimpang daripadanya melainkan orang yang binasa.[8]
Abu Abdillah Jamal bin Farihan Al Haritsi berkata, 'Apabila sejumlah besar dari berbagai kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan bertaubat kepada al-haq dengan jalan yang syar'i dan memang harus demikian. Maka mengapa seorang da'i mencari jalan yang tidak terdapat di dalam syara' ? Lagipula bahwa sesungguhnya apa yang terdapat dalam syara' sungguh telah mencukupi untuk memperoleh tujuan dakwah kepada Allah. Yakni menjadikan ahlu maksiat bertaubat dan orang-orang yang tersesat mendapat petunjuk. Hendaklah para da'i melapangkan dirinya tatkala berdakwah kepada Allah dengan sarana yang para sahabat melapangkan diri mereka di atasnya. Sesungguhnya mereka kembali menuju kepada ilmu. Ibnu Mas'ud berkata,'Sesungguhnya kalian akan menciptakan perkara yang baru dan akan diciptakan perkara baru untuk kalian, Maka, apabila kalian melihat perkara yang baru, wajib atas kalian berpegang dengan perkara yang pertama (Rasulullah dan para sahabat)'. Ibnu Mas'ud berkata pula,'Hati-hati kalian terhadap bid'ah, hati-hati kalian terhadap berlebih-lebihan, hati-hati kalian terhadap berdalam-dalaman dan wajib kalian berpegang teguh dengan generasi yang dahulu'.[9]
Syaikh Abdussalam berkata,'Sesungguhnya menentukan kebaikan dalam suatu perkara adalah sulit sekali. Kadang-kadang seorang pengamat menyengka bahwa ini adalah maslahah, padahal ini, sesungguhnya yang berkuasa menentukan kemaslahatan adalah ahlu ilmi. Merekalah yang dipenuhi keadilan dan bashirah, yang senantiasa mewujudkan hukum-hukum syariah serta kebaikan-kebaikan. Oleh karena itu suatu masalah butuh sikap hati-hati yang besar dan sangat waspada dari penguasaan hawa nafsu jika menghendaki sesuatu yang baik. Hawa nafsu sering menghiasi sesuatu yang rusak menjadi tampak baik, sehingga banyak orang tertipu. Padahal bahayanya lebih besar daripada manfaatnya. Lalu bagaimana para muqallid(orang yang taklid) itu bisa dikuasai dengan persangkaan kemudian menentukan bahwa ini adalah maslahah ? Bukankah ini merupakan sikap lancang terhadap dien dan sikap nakal terhadap hukum syar'i dengan tanpa keyakinan ?

[1] Dikeluarkan Imam At Tirmidzi (2417) dan dia menshahihkannya.
[2] Hadits hasan dikeluarkan oleh Hakim(I/46), Ahmad(V/35) dan At-Tirmidzi(2315).
[3] Majmu Fatawa(32/256).
[4] Al-Mudzakir wa at-Tadzkir (hal 82).
[5] Al-Bida' wa al-Hawadits karya At-Turrusyi hal 109-112.
[6] Telah datang hadits shahih yang mencela orang yang menirukan gerakan seseorang, dan larangan dari yang demikian itu, dari Aisyah bahwa Rasulullah bersabda, 'Sungguh saya tidak suka menirukan seseorang dan sungguh bagi saya seperti ini dan seperti ini'. Shahih dikeluarkan oleh Imam Ahmad (6/136-206), At-Tirmidzi(2501).
[7] Hadits yang melarang menyerupai orang-orang musyrik dan kafir telah tersebar, diantaranya sabda Rasulullah, 'Selisihilah orang-orang Yahudi dan Nashara..'[Taqrib Ibnu Hibban(2186)], 'Berbedalah dengan orang-orang musyrik...' [Muslim(259)], 'Berbedalah dengan orang-orang Majusi..' [Muslim(260)].
[8] Hujatu al-Qawiyyah 'Ala Anna Wasa'ila ad-Da'wah Tauqifiyyah, karya Abdussalam bin Barjas hal 40
[9] Hujaj al-Qawiyyah karya Syaikh Abdussalam bin Barjas hal 43.

Dani Permana

unread,
Mar 7, 2008, 8:51:45 AM3/7/08
to mediamu...@googlegroups.com
Anda bisa memilih mana yang terbaik buat diri anda sekalian, saya hanya menyampaikan, jika ada pendapat silahkan namun jika menyanggah harap disertai dengan dalil.....
 

Apakah anda lebih memilih Novel/Islami dibanding dengan Al Qur'an? Manakah yang akan anda pilih? Di film/novel islami kalian tidak akan menemukan apa itu kebenaran hakiki.

 

Kitab  (Al Quraan) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, Al-Baqarah:002

 

Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Quraan) kepadamu dengan terperinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Quraan itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu. Al-An`aam:114

 

Sesungguhnya Al-Quraan ini adalah bacaan yang sangat mulia, Al-Waqi`aah:077

 

Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Quraan ini? Al-Waqi`aah:081

 

Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quraan ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. Al-Hasyr:021

 

Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur`an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil, Ali-`Imraan:003

 

 

Apakah anda menganggap bahwa Al Qur'an merupakan dongengan saja layaknya film/novel islami? Hingga anda lebih terkesima menonton film/membaca novel islami, dibanding al qur'an?

 

Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkani (bacaan)mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jikapun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: "Al-Quraan ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu." Al-An`aam:025

 

Di Alqur'an dijelaskan sejelas-jelasnya mana orang yang shaleh, mana yang berdosa, namun di Film/Novel Islami apakah ada ? yang ada paling saduran dari Al Qur'an,…

 

Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Quraan (supaya jelas jalan orang-orang yang saleh, dan supaya jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa. Al-An`aam:055 

 

Anda penggemar film di bioskop telah ditipu oleh kehidupan dunia… sampe-sampe ada yang bilang..setelah nonton AAC itu maka gairah membaca Novel Islami disukainya,… lalu di kemanakan Al Qur'an itu…?

 

 

Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau , dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quraan itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa`at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu. Al-An`aam:070

 

 

Bukankah Al Qur'an itu sebagai peraturan yang benar, kitab yang menjelaskan, penjelasan yang sempurna bagi manusia, maka tiada kewajiban saya untuk mengikuti bahwa Film/Novel islami itu dibenarkan menurut Al Qur'an. Meskipun Prof A - Z yang bicara, Kalau saya mengikuti manusia dengan sarannya kepada Film/Novel Islami maka saya mengikuti hawa nafsu mereka….? Dan hanya orang berakal saja yang bisa mengambil pelajaran….

 

 

Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Quraan itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah. Ar-Ra`d:037

 

 

Thaa Siin, (Surat) ini adalah ayat-ayat Al Quraan, dan (ayat-ayat) Kitab yang menjelaskan, An-Naml:001 

 

(Al Quraan) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran. Ibrahim:052

 

Katanya di Film/novel islami bisa diambil hikmah dan pelajaran, orang-orang yang berkata ini mungkin tidak sadar bahwa Al Qur'an lah yang layak diambil hikmahnya dan pelajarannya… KOQ NGAMBIL PELAJARAN DARI FILM/Novel Islami SEHHH….

 

 

Inilah ayat-ayat Al Quraan yang mengandung hikmah, Luqman:002

 

Demi Al Quraan yang penuh hikmah, Yassiin:002 

 

Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Quraan itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan. Yassiin:069

 

Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Quraan ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran. Az-Zumar:027

 

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quraan itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?  Al-Fushshilat:053

 

 

Masa sih Film/Novel Islami itu mengandung pelajaran yang sesungguhnya, maka bagaimana menurut Al Qur'an, yang notabene-nya Allah yang berbicara?

 

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quraan untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? Al-Qamar:017

 

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quraan untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? Al-Qamar:022

 

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quraan untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? Al-Qamar:032

 

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quraan untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? Al-Qamar:040

 

 

Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran daripadanya (Al Quraan). Al-Muddatstsir:055

 

 

Keterangan: Setiap ayat yang diulang-ulang oleh Allah dalam Al Qur'an maka hal itu merupakan penguat agar setiap hambanya percaya/yaqin bahwa Al Qur'an itu dimudahkan untuk pengajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? Atau apakah anda menghendaki bahwa anda mengambil pelajaran dari AL Qur'an atau dari Film/Novel Islami.

 

Jika lebih memilih, Film/Novel Islami, maka ayat ini lebih tepat…

 

Maka kepada perkataan apakah sesudah Al Quraan ini mereka akan beriman?  Al-Mursalat:050

 

Keterangan : Anda penggemar nonton dibioskop ini bercerita dan berpengalaman bahwa ada hikmah, ada pelajaran yang diambil dari Film/Novel AAC itu, anda menduakan Al Qur'an kalau begitu…. Karena Allah berfirman "Maka kepada perkataan apakah sesudah Al Quraan ini mereka akan beriman?  Al-Mursalat:050"

 

 

Semoga saja kita termasuk golongan yang di maksud ayat dibawah ini dibanding dengan novel/Film Islami

 

Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Quraan)." Al-Quraan itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh ummat. Al-An`aam:090

 

Dan ini (Al Quraan) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya  dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya ( Al Quraan) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya. Al-An`aam:092 

 

Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quraan) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia lah yang Maha Mendenyar lagi Maha Mengetahui. Al-An`aam:115 

 

Dan Al-Quraan itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat. Al-An`aam:155 

 

Dan supaya aku membacakan Al Quraan (kepada manusia). Maka barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barangsiapa yang sesat maka katakanlah: "Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan". An-Naml:092 

 

Wallahu'alam bishowab….

 
--
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,

A Dani Permana
http://adanipermana.000webhost.info

yoedha pamungkas

unread,
Mar 7, 2008, 11:15:04 PM3/7/08
to mediamu...@googlegroups.com
salam
dari pernyataan diatas sementara dpt di simpulkan sungguh banyak penghuni  neraka yaitu para pencinta ,pengarang novel sandiwara artis sutradara sinetron ,...hehe...jadi kang habiburrahman tergolong penghuni neraka..begitupun bang dedy miswar..almarhum gitorolies...taufik savalas...dlll....btw saya masih yakin maha pengampunnya allah swt...tidak seperti teman teman yang suka memvonis bid,ah sebagian besar ummat yang mengaku islam.media da'wah pun bermacam macam ingat sunan kali jaga pun berdakwah lewat budaya..bahkan bang haji rhoma irama pun berdakwah lewat musik jadi beliau itu pun terkena bid'ah....hanya allah yang tahu

 

Dani Permana

unread,
Mar 8, 2008, 3:24:58 AM3/8/08
to mediamu...@googlegroups.com
Satu saja pertanyaan buat Akhi Yudha :
 
Mana yang anda pilih Al Qur'an atau Novel karangan Habiburrahman, Sutrada Dedi Mizwar, Al Marhum Gito Rolies, Taufik Savalas?
 
Apakah orang-orang yang Akhi Yoedha sebutkan bisa menjamin anda dan umat manusia masuk surga?
 
Mungkin anda harus jujur dalam menjawab ini?
 
Masalah metode dalam dakwah memang itu sudah merupakan kehendak seseorang untuk memilih mana yang terbaik untuk umat, namun yang harus di perhatikan ? Apakah dakwah dengan novel & film efektif?
 
Mungkin ini juga nada bisa jawab dengan jujur?
 
ditunggu yah?

 

yoedha pamungkas

unread,
Mar 9, 2008, 3:37:09 AM3/9/08
to mediamu...@googlegroups.com
salam ya akhi...
sayamilih qur' an ...jelas tapi gak suka menghukum orang lain
bid'ah...(bukan hak saya)
ya akhi apakah antum di jamin gak bakalan singgah di neraka ...urus
diri masing masing...kita sendiri sendiri...di kubur...di
hisab..tapi....bareng bareng di neraka ...atau di surga (nanti janjian
aja mau ketemuan dimana btw saya merasa bakalan singgah di neraka deh
soalnya banyakan dosa....)
hikmah turun bisa lewat media apa saja tapi untuk memahaminya kita
jelas butuh qur'an .....ok peace...semoga Allah mengampuni kita semua
dan merahmati forum ini...

> > > *Apakah anda lebih memilih Novel/Islami dibanding dengan Al Qur'an?


> > > Manakah yang akan anda pilih? Di film/novel islami kalian tidak akan

> > > menemukan apa itu kebenaran hakiki.*


> > >
> > >
> > >
> > > Kitab (Al Quraan) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka
> > > yang bertaqwa, Al-Baqarah:002
> > >
> > >
> > >
> > > Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah
> > > yang telah menurunkan kitab (Al Quraan) kepadamu dengan terperinci?
> > > Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka
> mengetahui
> > > bahwa Al Quraan itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka
> > > janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu. Al-An`aam:114
> > >
> > >
> > >
> > > Sesungguhnya Al-Quraan ini adalah bacaan yang sangat mulia,
> > > Al-Waqi`aah:077
> > >
> > >
> > >
> > > Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Quraan ini? Al-Waqi`aah:081
> > >
> > >
> > >
> > > Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quraan ini kepada sebuah gunung, pasti
> > > kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya
> kepada
> > > Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya
> > > mereka berfikir. Al-Hasyr:021
> > >
> > >
> > >
> > > Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur`an) kepadamu dengan sebenarnya;
> > > membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat
> > > dan Injil, Ali-`Imraan:003
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >

> > > *Apakah anda menganggap bahwa Al Qur'an merupakan dongengan saja


> > > layaknya film/novel islami? Hingga anda lebih terkesima menonton

> > > film/membaca novel islami, dibanding al qur'an?*


> > >
> > >
> > >
> > > Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkani (bacaan)mu, padahal
> > > Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka
> tidak)
> > > memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jikapun
> mereka
> > > melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman
> kepadanya.
> > > Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang
> kafir
> > > itu berkata: "Al-Quraan ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang
> > > dahulu." Al-An`aam:025
> > >
> > >
> > >

> > > *Di Alqur'an dijelaskan sejelas-jelasnya mana orang yang shaleh, mana


> > > yang berdosa, namun di Film/Novel Islami apakah ada ? yang ada paling

> > > saduran dari Al Qur'an,… *


> > >
> > >
> > >
> > > Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Quraan (supaya jelas jalan
> > > orang-orang yang saleh, dan supaya jelas (pula) jalan orang-orang yang
> > > berdosa. Al-An`aam:055
> > >
> > >
> > >

> > > *Anda penggemar film di bioskop telah ditipu oleh kehidupan dunia…


> > > sampe-sampe ada yang bilang..setelah nonton AAC itu maka gairah membaca

> > > Novel Islami disukainya,… lalu di kemanakan Al Qur'an itu…? *


> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai
> > > main-main dan senda gurau , dan mereka telah ditipu oleh kehidupan
> dunia.
> > > Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quraan itu agar masing-masing diri
> > > tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak
> akan
> > > ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa`at selain daripada
> Allah.
> > > Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan
> > > diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke
> > > dalam neraka. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang
> mendidih
> > > dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu. Al-An`aam:070
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >

> > > *Bukankah Al Qur'an itu sebagai peraturan yang benar, kitab yang


> > > menjelaskan, penjelasan yang sempurna bagi manusia, maka tiada kewajiban
> > > saya untuk mengikuti bahwa Film/Novel islami itu dibenarkan menurut Al
> > > Qur'an. Meskipun Prof A - Z yang bicara, Kalau saya mengikuti manusia
> dengan
> > > sarannya kepada Film/Novel Islami maka saya mengikuti hawa nafsu
> mereka….?

> > > Dan hanya orang berakal saja yang bisa mengambil pelajaran….*


> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Quraan itu sebagai peraturan
> > > (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu
> > > mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada
> > > pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah. Ar-Ra`d:037
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > Thaa Siin, (Surat) ini adalah ayat-ayat Al Quraan, dan (ayat-ayat) Kitab
> > > yang menjelaskan, An-Naml:001
> > >
> > >
> > >
> > > (Al Quraan) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya
> > > mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui
> bahwasanya

> > > Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar *orang-orang yang berakal
> > > mengambil pelajaran*. Ibrahim:052
> > >
> > >
> > >
> > > *Katanya di Film/novel islami bisa diambil hikmah dan pelajaran,


> > > orang-orang yang berkata ini mungkin tidak sadar bahwa Al Qur'an lah
> yang
> > > layak diambil hikmahnya dan pelajarannya… KOQ NGAMBIL PELAJARAN DARI

> > > FILM/Novel Islami SEHHH….*


> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > Inilah ayat-ayat Al Quraan yang mengandung hikmah, Luqman:002
> > >
> > >
> > >
> > > Demi Al Quraan yang penuh hikmah, Yassiin:002
> > >
> > >
> > >
> > > Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu
> > > tidaklah layak baginya. Al Quraan itu tidak lain hanyalah pelajaran dan
> > > kitab yang memberi penerangan. Yassiin:069
> > >
> > >
> > >
> > > Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Quraan ini setiap
> > > macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran. Az-Zumar:027
> > >
> > >
> > >
> > > Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di
> > > segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi
> mereka
> > > bahwa Al Quraan itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya
> > > Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? Al-Fushshilat:053
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >

> > > *Masa sih Film/Novel Islami itu mengandung pelajaran yang sesungguhnya,


> > > maka bagaimana menurut Al Qur'an, yang notabene-nya Allah yang
> berbicara?

> > > *
> > >
> > >
> > >
> > > Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quraan untuk pelajaran, *maka
> > > adakah orang yang mengambil pelajaran?* Al-Qamar:017
> > >
> > >
> > >
> > > Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quraan untuk pelajaran, *maka
> > > adakah orang yang mengambil pelajaran? *Al-Qamar:022
> > >
> > >
> > >
> > > Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quraan untuk pelajaran, *maka
> > > adakah orang yang mengambil pelajaran?* Al-Qamar:032
> > >
> > >
> > >
> > > Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quraan untuk pelajaran, *maka
> > > adakah orang yang mengambil pelajaran?* Al-Qamar:040


> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran
> > > daripadanya (Al Quraan). Al-Muddatstsir:055
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >

> > > *Keterangan:* Setiap ayat yang diulang-ulang oleh Allah dalam Al Qur'an


> > > maka hal itu merupakan penguat agar setiap hambanya percaya/yaqin bahwa
> Al

> > > Qur'an itu dimudahkan untuk pengajaran, *maka adakah orang yang


> > > mengambil pelajaran? Atau apakah anda menghendaki bahwa anda mengambil

> > > pelajaran dari AL Qur'an atau dari Film/Novel Islami. *
> > >
> > > * *
> > >
> > > *Jika lebih memilih, Film/Novel Islami, maka ayat ini lebih tepat…*


> > >
> > >
> > >
> > > Maka kepada perkataan apakah sesudah Al Quraan ini mereka akan beriman?
> > > Al-Mursalat:050
> > >
> > >
> > >

> > > *Keterangan : *Anda penggemar nonton dibioskop ini bercerita dan


> > > berpengalaman bahwa ada hikmah, ada pelajaran yang diambil dari
> Film/Novel
> > > AAC itu, anda menduakan Al Qur'an kalau begitu…. Karena Allah berfirman

> > > *"**Maka kepada perkataan apakah sesudah Al Quraan ini mereka akan
> > > beriman? Al-Mursalat:050*"**
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > *Semoga saja kita termasuk golongan yang di maksud ayat dibawah
> > > ini dibanding dengan novel/Film Islami*

> > > > ------------------------------


> > > > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try
> > > > it now.
> > > >
> > > >

> <http://us.rd.yahoo.com/evt=51733/*http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ>


> > > >
> > > >
> > >
> > >
> > > --
> > > Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,
> > >
> > > A Dani Permana
> > > http://adanipermana.000webhost.info
> > > > >
> > >
>
>
> --
> Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,
>
> A Dani Permana
> http://adanipermana.000webhost.info
>
> >
>


--
lebih baik nekat ke surga dari pada terencana masuk neraka

rusdiansyah

unread,
Mar 9, 2008, 9:36:24 PM3/9/08
to mediamu...@googlegroups.com
"mungkin" lebih baik orang yang tidak pernah nonton film tersebut

yoedha pamungkas wrote:
> ----------------- (on viruswall.ramayana.co.id ) ------------------
>
> email-body was scanned and no virus found
> -------------------------------------------------------------------
>
> ------------------------------------------------------------------------

eko syahputra

unread,
Mar 10, 2008, 10:02:40 AM3/10/08
to mediamu...@googlegroups.com
> Assalamu'alaikum wr.wb. antum hanya ini meluruskan tentang konsep film
atau novel ayat-ayat cinta menurut saya itu semuakan hanya sebuah karya
manusia ya mungkin dalam penulisan dan pembuatannya kan ngak semuanya
itu sempurna jadi jangan diperdebatkan tapi harus diseleksi mana yang
baik maka itulah yang harus kita ambil untuk dijadikan petunjuk dan
ikhtibar untuk kita yang tidak patut dicontoh buang jauh-jauh. maka
kesimpulan saya itu semuakan hanya untuk dijadikan contoh untuk
menjalankan hidup, sekarang tergantung kita dalam menjalankannya tapi
seharusnya kita kembali kepada Al-Quran dan Hadits yang terpelihara
keasliannya dan menjadi pegangan serta petunjuk untuk selama-lamanya.
>>>>> saduran dari Al Qur'an,&#8230; *

>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>> Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Quraan (supaya jelas
>>>>> jalan
>>>>> orang-orang yang saleh, dan supaya jelas (pula) jalan orang-orang
>>>>> yang
>>>>> berdosa. Al-An`aam:055
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>> *Anda penggemar film di bioskop telah ditipu oleh kehidupan
dunia&#8230;

>>>>> sampe-sampe ada yang bilang..setelah nonton AAC itu maka gairah
>>>>> membaca
>>>>> Novel Islami disukainya,&#8230; lalu di kemanakan Al Qur'an
itu&#8230;? *

>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>> Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai
>>>>> main-main dan senda gurau , dan mereka telah ditipu oleh kehidupan
>>>>>
>>> dunia.
>>>
>>>>> Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quraan itu agar masing-masing diri
>>>>> tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri.
>>>>> Tidak
>>>>>
>>> akan
>>>
>>>>> ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa`at selain daripada
>>>>>
>>> Allah.
>>>
>>>>> Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak
>>>>> akan
>>>>> diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan
>>>>> ke
>>>>> dalam neraka. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang
>>>>>
>>> mendidih
>>>
>>>>> dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu. Al-An`aam:070
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>> *Bukankah Al Qur'an itu sebagai peraturan yang benar, kitab yang
>>>>> menjelaskan, penjelasan yang sempurna bagi manusia, maka tiada
>>>>> kewajiban
>>>>> saya untuk mengikuti bahwa Film/Novel islami itu dibenarkan menurut
>>>>> Al
>>>>> Qur'an. Meskipun Prof A - Z yang bicara, Kalau saya mengikuti manusia
>>>>>
>>> dengan
>>>
>>>>> sarannya kepada Film/Novel Islami maka saya mengikuti hawa nafsu
>>>>>
>>> mereka&#8230;.?
>>>
>>>>> Dan hanya orang berakal saja yang bisa mengambil pelajaran&#8230;.*

>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>> Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Quraan itu sebagai
>>>>> peraturan
>>>>> (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa
>>>>> nafsu
>>>>> mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak
>>>>> ada
>>>>> pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah. Ar-Ra`d:037
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>> Thaa Siin, (Surat) ini adalah ayat-ayat Al Quraan, dan (ayat-ayat)
>>>>> Kitab
>>>>> yang menjelaskan, An-Naml:001
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>> (Al Quraan) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan
>>>>> supaya
>>>>> mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui
>>>>>
>>> bahwasanya
>>>
>>>>> Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar *orang-orang yang berakal
>>>>> mengambil pelajaran*. Ibrahim:052
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>> *Katanya di Film/novel islami bisa diambil hikmah dan pelajaran,
>>>>> orang-orang yang berkata ini mungkin tidak sadar bahwa Al Qur'an lah
>>>>>
>>> yang
>>>
>>>>> layak diambil hikmahnya dan pelajarannya&#8230; KOQ NGAMBIL
PELAJARAN DARI
>>>>> FILM/Novel Islami SEHHH&#8230;.*
tepat&#8230;*

>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>> Maka kepada perkataan apakah sesudah Al Quraan ini mereka akan
>>>>> beriman?
>>>>> Al-Mursalat:050
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>> *Keterangan : *Anda penggemar nonton dibioskop ini bercerita dan
>>>>> berpengalaman bahwa ada hikmah, ada pelajaran yang diambil dari
>>>>>
>>> Film/Novel
>>>
>>>>> AAC itu, anda menduakan Al Qur'an kalau begitu&#8230;. Karena Allah
>>>>> Wallahu'alam bishowab&#8230;.

---------------------------------------------------
This email was sent using SCTVNews Webmail.
"get your free email" http://www.sctvnews.com/

Johan Indra Kelana

unread,
Mar 10, 2008, 10:16:00 PM3/10/08
to mediamu...@googlegroups.com
gitu aja kok repot,......

-----Original Message-----
From: mediamu...@googlegroups.com
[mailto:mediamu...@googlegroups.com]On Behalf Of eko syahputra
Sent: Monday, March 10, 2008 9:03 PM
To: mediamu...@googlegroups.com
Subject: [mediamusliminfo] Re: Trs: [SSR-Klub] Pesan Moral Dari Film
AYAT AYAT CINTA

hilgeb geb

unread,
Mar 19, 2008, 12:55:53 AM3/19/08
to mediamu...@googlegroups.com
Aslkm,
Buat teumen2 yang dapat menyempatkan dikit waktunya.
Sy nich! ingin coba memberikan komen dikit tentang film Ayat2 Cinta.
Sy! salut banget ama Mas Habib ( Habiburrahman ), yang telah memberikan kesempatan jari tangannya menuangkan tinta ke atas kertas yang putih menjadikan hitam dengan tertera tulisan2 yang berbau misi dakwah dan renungan suci...........
Akan tetapi, Sy! lebih salutnya lagi pada Mas Habib bila tetap dan istiqamah dengan saluran misi dakwah yang suci murni itu, dengan tanpa meninggalkan misi dakwah yang telah terterakan dalam buku "Ayat2 Cinta" walaupun dikemas dalam bentuk film yang serat dengan bau Materil, ya..............paling tidak ada unsur keseimbangan ( balancing ) tanpa tidak memihak kepada sesiapa dan mesti memihak kepada sesiapa.
 
Wasalam,
 
 
Hilgeb_geb

Ali Muntaha <ali_m...@yahoo.co.id> wrote:


----- Pesan Diteruskan ----
Dari: Dewa Dewanto <dewad...@yahoo.com>
Kepada: SSR-...@yahoogroups.com
Terkirim: Selasa, 4 Maret, 2008 15:38:51
Topik: [SSR-Klub] Pesan Moral Dari Film AYAT AYAT CINTA

 
Pesan Moral Dari Film AYAT AYAT CINTA
 
 
 
Jika Anda sudah menonton Film Ayat-Ayat Cinta, anda akan memperoleh banyak pesan moral untuk diri kita sendiri. Mungkin anda akan bertanya apa hubungannya dengan dunia Entrepreneur ?
 
Berikut ini Ringkasan Film tersebut :
 
Film ini becerita tentang kisah cinta. Tapi bukan cuma sekedar kisah cinta yang biasa. Ini tentang bagaimana menghadapi turun-naiknya persoalan hidup. Fahri bin Abdillah (Fedi Nuril) adalah pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al Ahzar. Berjibaku dengan panas-debu Mesir. Berkutat dengan berbagai macam target dan kesederhanaan hidup. Bertahan dengan menjadi penerjemah buku-buku agama. Semua target dijalani Fahri dengan penuh antusiasme kecuali satu: menikah.  Kenapa? Karena Fahri adalah laki-laki taat yang begitu 'lurus'. Dia tidak mengenal pacaran sebelum menikah. Dia kurang artikulatif saat berhadapan dengan mahluk bernama perempuan. Hanya ada sedikit perempuan yang dekat dengannya selama ini. Neneknya, Ibunya dan saudara perempuannya.
Tersebutlah Maria Girgis (Carissa Putri). Tetangga satu flat yang beragama Kristen Koptik tapi mengagumi Al Quran dan menganggumi Fahri. Kekaguman yang berubah menjadi cinta. Sayang cinta Maria hanya tercurah dalam diary saja.  Lalu ada Nurul (Melanie Putria). Anak seorang kyai terkenal yang juga mengeruk ilmu di Al Azhar. Sebenarnya Fahri menaruh hati pada gadis manis ini. Sayang rasa mindernya yang hanya anak keturunan petani membuatnya tidak pernah menunjukkan rasa apa pun pada Nurul. Sementara Nurul pun menjadi ragu dan selalu menebak-nebak.  Setelah itu ada Noura (Zaskia Adya Mecca). Juga tetangga yang selalu disika Ayahnya sendiri. Fahri berempati penuh dengan Noura dan ingin menolongnya. Sayang hanya empati saja. Tidak lebih. Namun Noura yang mengharap lebih. Dan nantinya ini menjadi masalah besar ketika Noura menuduh Fahri memperkosanya
Terakhir muncullah Aisha (Rianti Cartwright). Si mata indah yang menyihir Fahri. Sejak sebuah kejadian di metro, saat Fahri bertengkar dengan sesama muslim & membela Islam dari tuduhan kolot dan kaku.
 
Pesan moral dan spiritual yang ingin disampaikan dalam film ini menurut pendapat saya adalah sbb :
1.      Jangan kita sombong dan selalu menggangap bahwa kita paling benar, karena kita tidak tahu apa maksud Tuhan dibalik itu semua.
2.      Banyak orang yang berpandangan sempit, & menjadikan agama hanya sebagai alat untuk kepentingan dirinya atau golongannya saja, Padahal agama salah satunya berfungsi memberikan kebutuhan akan ketenangan hati dan fikiran kita, bukan hanya simbol untuk dipertentangkan, di film ini agama secara spiritual dilihat dari sisi Rahamatan Lil Alamin (Menjadikan Kesejahteraan Kepada Seluruh Alam) dan mungkin anda semua masih ingat bahwa semua agama asalnya dari 1 sumber.
3.      Ini berhubungan dengan Entrepreneur yaitu  IKHLAS & SABAR, ada beberapa dari kita yang menganggap semua kesuksesan dalam Usaha/Bisnis adalah menunjukan kehebatan kita, seolah2 semua tergantung pada kita,  sehingga  lupa pada yang menciptakan Alam Semesta, bisa jadi kita berhasil dalam satu sisi/bidang sekarang ini, tapi kita tidak tahu maksud Tuhan 1,2,4 atau beberapa puluh tahun kemudian. Kalaupun kita belum berhasil, selain dengan berusaha kita juga diharuskan untuk Ikhlas & Sabar.
4.      Kalau tidak salah ada peribahasa yang berbunyi " Jangan Melihat Buku Hanya Dari Sampulnya", Makna yang lebih luas saya fikir kita diharuskan melihat kedalam hati kita yang dalam, bahwa tidak semua yang terlihat diluar begitu juga dalamnya.
Contoh yang paling segar dalam fikiran kita, ketika kita melihat seorang artis yang selalu terlihat di Layar Televisi dan terlibat dalam pemakaian narkoba, meskipun dia sudah beristeri tapi dia selalu terlihat kemana-mana berjalan dengan wanita lain ditempat-tempat "Keramaian",  dan  ketika dia tertangkap dan diadili dengan simbol2nya seolah-olah dia seorang laki-laki baik yang taat kepada agama.
5.      Jika sudah menonton mungkin anda bisa menambahkan lagi pesan-pesan lainnya...

__,_._,___

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages