makna lagu sebelum cahaya - Letto

1,481 views
Skip to first unread message

Rief H

unread,
Apr 25, 2008, 6:50:42 AM4/25/08
to mediamu...@googlegroups.com
Alhamdulillah bisa masuk juga email saya.
 
Mohon maaf kalau cerita dibawah ini sudah pernah dikirim. Tapi saya tetap merasa senang bisa kirim email ini ke saudara-saudara saya.
Semoga bermanfaat ......
 

makna lagu sebelum cahaya - Letto
Letto merupakan sebuah grup band yang tergolong baru di dunia permusikan
Indonesia . Band ini bermarkas di daerah Kadipiro Jogjakarta. Pentolan band ini adalah Noe, anak dari Emha Ainun Najib.  Sebuah postingan di salah satu blog memberi makna atas lagu ini. Secara lengkap, postingan itu berisi sbb:


Ku teringat hati yang bertabur mimpi
Kemana kau pergi cinta
Perjalanan sunyi yang kautempuh sendiri
Kuatkanlah hati cinta

Reff :
Ingatkan engkau kepada embun pagi
bersahaja
Yang menemanimu sebelum cahaya
Ingatkan engkau kepada angin yang
berhembus mesra
Yang
kan membelaimu cinta

Kekuatan hati yang berpegang janji
Genggamlah tanganKu cinta
Ku tak akan pergi meninggalkanmu
sendiri
Temani hatimu cinta

Back to reff

Siapa yang tak kenal lagu ini? Hampir semua lapisan masyarakat ngerti betul lagu ini, apalagi saat ini menjadi soundtrack lagu dari salah satu sinetron di televisi swasta.Maka tak heran jika anak kecil, remaja aktivis dakwah atau bukan mengenalnya bahkan mungkin hafal diluar kepala.

Seperti salah satu adik binaan saya. Suatu ketika dia membuka isi lagu di hp saya, salah satunya terdapat lagu sebelum cahaya milik letto. Lagu tersebut didengarnya terus menerus diulang-ulang hingga temen-temen yang lainnya datang.
sengaja saya mendengarkan dia bernyanyi dan praktis mendengarkan pula apa yang dia nyanyikan. "Sebelum cahaya"??
Penasaran juga
kan ...apa sih maksud lagu itu??? Sampai akhirnya saya bertanya pada dia, "dik, asyik banget nyanyinya...hmmm...da banyak kenangan nii...dengan lagu itu?? Dia menjawab, "jelas mbak..banyak kenangan..". Mbak pingin tahu?? Saya mengangguk..dan dia mulai menceritakan apa yang dimaksud kenangan tersebut

Kata pertama yang keluar adalah, "itu
kan ngingetin kita sama sholat lail mbak?"
Heran dan takjub sebetulnya hati saya, kok bisa ya??
Dia meneruskannya:


Bait pertama
lagu ini menunjukkan kalau Allah selalu mengawasi kita Allah melihat kita yang sedang tidur tiba-tiba terbangun...kita pergi untuk ambil air wudhu maka mengapa disana dituliskan kemana kau pergi...
kemudian kita menegakkan sholat malam, dalam kesunyian, sendiri ketika semua orang tengah terlelap ketika dingin sangat menusuk di tulang, ketika mata masih terkantuk-kantuk. Siapa yang sanggup untuk menjalankannya??
Butuh kekuatan hati untuk melaksanakan raka'at demi raka'at, lantunan ayat2  suci yang kita baca dan dzikir dengan penuh ketawadhuan. Inilah makna yang dia temukan dalam baris perjalanan sunyi yang kau tempuh sendiri, kuatkan hatimu cinta.

Bait kedua
, Allah ingin menentramkan hati kita, Allah mengingatkan bahwa kita tidak sendiri dalam menjalankan sholat Lail, lihatlah ada
embun pagi yang selalu menemani kita hingga fajar muncul dari ufuk timur dan rasakanlah sepoi-sepoi angin di sepertiga malam, yang dengan sangat lembut meniup mukena kita. Sungguh kita tidak sendiri saat sholat Lail ditegakkan. Dan mereka inilah yang dapat kita jadikan saksi di akhirat kelak.

Bait ketiga
menerangkan siapa yang punya tekad kuat tersebut? untuk menegakkan sholat malam setiap hari, setiap malam. Dia adalah orang-orang yang selalu berpegang teguh pada janjinya terhadap Allah. Janjinya bahwa dia
kan selalu menjadikan Alloh sebagai Illah dalam hidupnya.

 

Subhanallah yang tersirat ternyata lebih dalam yah, silahkan forward ke muslim lainnya

budi utomo

unread,
Apr 26, 2008, 4:34:49 AM4/26/08
to mediamu...@googlegroups.com
Assalamualaikum, afwan ya akhi, Mudah2an akhi di berikan cahaya imu yang berlimpah dan Allah selalu meninggikan derajat akhi didalam cahaya keilmuan yang haq. Sungguh disini ana terpaksa mengklarifikasi email akhi tentang lagu letto, Bukankah Rasul sangat membenci lagu2 ya akhi. Memang terhadap khilaf masalah halal dan haram lagu dikalangan ulama ya akhi, Apakah haram atau mubah ? Apakah hanya boleh didendangkan ketika hari raya saja atau kah setiap waktu, asal tidak melalaikan kita dari ibadah dan mengingat Allah ? Tetapi yang pasti telah haram menurut jumhur ulama Ahlus sunnah wal jamaah adalah Alat musik petik, baik itu gitar, biola dan semacamnya adalah haram, Yang diperbolehkan di islam hanyalah alat musik tabuh. Jadi ana mohon kepada Akhi, bersatulah kita kepada kebenaran Islam, Al quran dan sunnah. Ingatlah di dalam islam itu tidak ada istilah musik islam, karena pada asalnya musik itu adalah bikinan orang-orang kafir, Yahudi dan Nasrani. Perdengarkanlah telinga kita dengan alunan ayat-ayat suci alquran dan basahilah mulut-mulut kita dengan membaca alquran. Barangsiapa orang yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk golongan mereka. Tegakkan islam di dada kita maka akan tegaklah islam di bumi ini. Sukron.

BUDI UTOMO


--- Pada Jum, 25/4/08, Rief H <ariefhin@bumiputera..co.id> menulis:


Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

DeNnIeS DeNnIeS

unread,
Apr 26, 2008, 2:27:37 PM4/26/08
to mediamu...@googlegroups.com
Jah ampun lagu aja sampe di cari2 makna dan Kandungannya....
bukannya menghayati makna2 kandungan Al Qur'an & Hadits dgn Bimbingan para Ulama, malah menekuni Musik. Musibah....

ntar lama2 di bikin Buku nich Syarah lagu Letto sebelum Cahaya  Karya Asy Syaikh Rief H Al Andonisi <arie...@bumiputera.co.id> lucu+Kocak+aneh , sekaligus sedih.... ngeliatnya kasihan belum ada seorangpun Ulama Ahlussunnah yg mensyarah Music + Lagu baik para Imam yg 4 -rahimahulloh-, klo lantunan Syai'ir ada tp klo lagu wah rasanya lom ada, nte melakukan trobosan baru nich dah dakwah melalui musik di Syarah pula lagi dan di ujung penjelasan ttg Makna Lagu Leto beliaupun mengomentari "forward ke muslim lainnya" ... Allohul Musta'an

Afwan..... bukannya ngeledek.

tp ini adalah nasehat bagi mereka pencinta Musik, ini adalah suatu fakta bahwa Musik melalaikan orang dari mengingat Alloh, melalaikan Manusia dari Islam, melalaikan Manusia dari Al Qur'an & melalaikan manusia dari As Sunnah...

ana sech tau itu lagu... klo g salah ntu lagu g dimaksudkan ke arah mengingat Alloh dah, kayaknya lebih cenderung lagu itu di arahkan kepada ttg soal Percintaan..... ttg orang yg mabuk cinta & kangen ma sang Kekasih

masa mo diarahin mengingat Alloh pa g liat Video Klipnya....
pa Ga salah....

Musibah.........

Jazakallohu Khair ya Akh Budi Utomo atas nasehatnya...


Semoga Alloh memberi Hidayahnya kepadaku, Kepada kalian, kepada Kaum muslimin umumnya. amin



budi utomo <dily...@yahoo.co.id> wrote:
Assalamualaikum, afwan ya akhi, Mudah2an akhi di berikan cahaya imu yang berlimpah dan Allah selalu meninggikan derajat akhi didalam cahaya keilmuan yang haq. Sungguh disini ana terpaksa mengklarifikasi email akhi tentang lagu letto, Bukankah Rasul sangat membenci lagu2 ya akhi. Memang terhadap khilaf masalah halal dan haram lagu dikalangan ulama ya akhi, Apakah haram atau mubah ? Apakah hanya boleh didendangkan ketika hari raya saja atau kah setiap waktu, asal tidak melalaikan kita dari ibadah dan mengingat Allah ? Tetapi yang pasti telah haram menurut jumhur ulama Ahlus sunnah wal jamaah adalah Alat musik petik, baik itu gitar, biola dan semacamnya adalah haram, Yang diperbolehkan di islam hanyalah alat musik tabuh. Jadi ana mohon kepada Akhi, bersatulah kita kepada kebenaran Islam, Al quran dan sunnah. Ingatlah di dalam islam itu tidak ada istilah musik islam, karena pada asalnya musik itu adalah bikinan orang-orang kafir, Yahudi dan Nasrani. Perdengarkanlah telinga kita dengan alunan ayat-ayat suci alquran dan basahilah mulut-mulut kita dengan membaca alquran. Barangsiapa orang yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk golongan mereka. Tegakkan islam di dada kita maka akan tegaklah islam di bumi ini. Sukron.

BUDI UTOMO



Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

yoedha pamungkas

unread,
Apr 27, 2008, 9:34:54 AM4/27/08
to mediamu...@googlegroups.com
ampun..yang ginian gak usah di komentari...ampun ya Allah..jangan kau jadikan hamba-hambamu saling cela caci maki..serta su'dzon..ampuni kami yang memperturutkan syahwat mencela sesama kami ampuni kami ya Allah....
--
lebih baik nekat ke surga dari pada terencana masuk neraka

DeNnIeS DeNnIeS

unread,
Apr 27, 2008, 1:24:08 PM4/27/08
to mediamu...@googlegroups.com
Amin ya Alloh Jazakallohu Khairn ya Akhi Yoedha

ya akhi ini adalah perkara mungkar bagaimana bisa kita katakan jgnlah kamu komentari, janganlah saling cela.... ini adalah merupakan salah satu bentuk nasehat kepada kaum muslimin karena Rasululloh shalalohu'alahi wa salam bersabda Agama itu adalah Nasehat

bagaimana jika perka yg kamu ketahui atas kemungkarannya, ambilah contoh misalnya nte dah tau hukum khamr lalu di keluarga nte ada yg meminum khamer contoh ade nte, lalu lantas. klo nte berpandangan seperti ini ya Akhi janganlah saling komentar, janganlah saling caci mencai, lantas dimana letak Amar Ma'ruf Nahi mungkarnya???

Barokallohu Fiik

Rief H

unread,
Apr 27, 2008, 10:22:05 PM4/27/08
to mediamu...@googlegroups.com
Alhamdulillah .....
Saudara-saudaraku, terimakasih telah mengingatkanku, menambah wawasanku, melengkapi perbendaharaanku. Perbedaan sdh pasti ada dan itu untuk saling melengkapi.
 
Rapatkan shaf dan luruskan barisan ......

Wulung Prakoso

unread,
Apr 28, 2008, 12:47:39 AM4/28/08
to mediamu...@googlegroups.com
Wis tho paaaakk...ra usah aneh-aneh...konsentrasi ke bagaimana mengumpulkan rejeki yang halal daripada ngeributin masalah kayak gini. Istri sama anak butuh makan tuh, mereka gak butuh perang "picisan" kayak gini....ampun deh.....

Okki

unread,
Apr 28, 2008, 9:30:38 PM4/28/08
to mediamu...@googlegroups.com
Assalamualaikum
 
Saya ingin sedikit berkomentar mengenai hal ini. Saya melihat banyak yang mencerca mengenai postingan ini. Saya jadi bertanya-tanya, apakah Islam sedemikian kaku-nya ? apakah hal-hal yang Khilafah masih dipertentangkan sedemikian rupa ? Rasul membenci Lagu ...... baik, karena Rasul adalah manusia yang paling sempurna, dan Rasul tahu yang terbaik, namun kita ? Kita manusia biasa yang setiap hari selalu bergumul dengan kehidupan dunia, setiap hari bersentuhan dengan hal-hal yang haram, baik itu kita sadari ataupun tidak. mampukah seseorang muslim BIASA yang hidup dijaman seperti ini menghindari lagu ? Musik ? gambar yang mempertontonkan aurat (aurat wanita khan seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan) ?
 
Sebagian besar umat Islam di Indonesia adalah Islam yang moderat, yang dimana saat penyebarannya saja Islam menyerap budaya sekitarnya. Saya kira kita sebagai muslim harus fleksible didalam hal-hal yang masih menjadi pertentangan jumhur Ulama tersebut dan menyerahkan sepenuhnya pada kehendak Allah SWT. Bagi saya, adalah sangat luar biasa seseorang mampu memaknai lagu Letto seperti itu, karena kemampuan melihat segala sesuatu dari sisi Islam adalah hal yang sangat sulit. Islam tidak hanya ada di ayat-ayat suci Al Quran saja khan ? bukankah yang tersirat jauh lebih banyak, dan jauh lebih bisa memudahkan kita untuk lebih mensyukuri segala yang telah Allah SWT ciptakan untuk kita manusia ? Kalau kita hanya berpedoman pada Al Qur'an saja (Al Qur'an adalah pedoman utama ... itu jelas !!!), bukankah kita akan sulit untuk bisa membuat orang memahami Islam ? Bukankah ada Riwayat dimana saat masuk Islam, Rasulullah tetap mengijinkan seseorang meminum Khamr, namun ditukar dengan janji tidak berbohong ? Bukankah Khamr jelas haram ? lalu Bagaimana dengan lagu ? yang tidak ada tuntunannya dalam Al Qur'an ?
 
Intinya, saat ini Islam sedang disorot oleh banyak orang dan diincar oleh banyak orang, lalu kalau sesama kita masih meributkan masalah khilafah seperti ini, kapan kita akan maju ? malah kita akan hancur karena diadu domba.
 
Rgds
 
okkie

yoedha pamungkas

unread,
Apr 29, 2008, 5:56:22 AM4/29/08
to mediamu...@googlegroups.com
sfakat dengan akhi Wulung tafi buat akhi Denles trims buat nasihatnya ana trima..
Ya akhi...ana cuma prihatin ..dengan nada..nada..coment yang beredar.
terkesan dzu'zon..tapi bila ingin mengingatkan coba di tekankan pada unsur pengingatnya dengan santun ...jangan terkesan meremehkan ..bahkan sedikit merendahkan...tentu akan sangat mulia bila kita menyampaikan kbenaran dengan kesopanan dan kesantunan tutur bahasa yang bijaksana ....
masalah mudarat dan kemungkaran tentu kita wajib memperingatkan  yang akhi  contohkan kalau adik ana minum khamar tentu langkah pertama yang saya lakukan bukan ..langsung marah..atau asal timpuk..berkata kata kotor ..dengan penuh emosi.pertama yang harsu saya lakukan adalah berdoa..kepada Allah...mohon ampunan dan mohon pertolongan ..knafa yakhi..?sebab tanpa pertolongan Allah saya tidak sanggup merubah adik saya yang peminum khamar menjadi lebih baik (tidak minum dan bertaubat)..itu berlaku kepada apa pun dan siapa puun ..
termasuk bila kita melihat kasus..di milis ini ..ketika kita bermaksud memberitakan kebenaran tapi berlandaskan syahwat ujub..riya.merasa paling benar ..oh..tentu hasilnya akan terjadi su'dzon..baik dari kita maupun orang lain (pembaca dan pengirim tulisan)siapa yang tahu..kalo ternyata di dalam hati tak sadar kita mengumpat dan mencela tulisan orang?siapa yang tahu ketika kita menulis postingan di milis tidak di hinggapi unsur riya atau ujub..
mari kawan kawan berdakwah dengan santun..sebarkan kebenaran dengan kasih sayang..dengan terlebih dahulu mohon pertolongan Allah 
 
ada saatnya pedang bicara ...tapi bila lisan bijaksana mampu merengkuh rahmatNya kenapa tidak
semoga Allah merahmati kita semua  

DeNnIeS DeNnIeS

unread,
Apr 29, 2008, 7:51:20 AM4/29/08
to mediamu...@googlegroups.com
Jazakallohu Khair atas nasehatnya akh
Insya Alloh nasehat yg ana berlebihan atasnya ditujukan untuk Alloh ta'ala semata, tanpa ada rasa Ujub riya yg kita semua berlindung darinya. dan hanya Allohlah yg tau isi hati ana.
senantiasa ana selalu menjadikan pedoman ana dengan hadits Rasululloh shalallohu'alahi wa salam

Rasulullah ShallallahuâEURO(tm)alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap  perbuatan tergantung niatnya.  Dan  sesungguhnya  setiap  orang  (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.

Ana minta maaf atas atas perkataan ana yg menanda mengejek, wallohi ana g da maksud ke sana, Hanya Alloh yg mengetahui hati hambanya yg Dhoif ini. Ya Alloh ampunilah Hambamu ini.

Rasululloh shalallohu 'alahi wa Salam bersabda "Semua anak Adam adalah bersalah, dan sebaik-baik orang yang salah adalah yang mau bertaubat"

@ Okky

bukankah kita akan sulit untuk bisa membuat orang memahami Islam ? Bukankah ada Riwayat dimana saat masuk Islam, Rasulullah tetap mengijinkan seseorang meminum Khamr, namun ditukar dengan janji tidak berbohong ? Bukankah Khamr jelas haram ? lalu Bagaimana dengan lagu ? yang tidak ada tuntunannya dalam Al Qur'an ?



mohon di sebutkan hadits riwayat siapa, di kitab mana ana bisa mengeceknya dan apa penjelasan ulama terhadap hadits ini? Barokallohu Fik

kemudian dalil tersebut cocok tidak di masukan kedalam perkara ini? bukankah kita di suruh masuk Islam secara Kaffah menyeluruh tidak setengah2. berpegang terhadap Islam baik Global Maupun rinci berdasarkan Firman Alloh Ta'ala
âEUROOEHai orang-orang yang beriman, masuklah kamu dalam Islam secara kaffah" [Al-Baqarah : 208]

Ya Alloh aku berlindung kepadamu dari Sifat Riya yang termasuk dari dosa2 besar yang di anggap biasa oleh kebanyakan manusia.

hadad syahiddin

unread,
Apr 29, 2008, 11:29:03 PM4/29/08
to mediamu...@googlegroups.com
klo kata mas budi utomo itu dah haram menurut jumhur ulama Ahlus
Sunnah Wal Jamaah...ulama yang mana to mas...ustadz BUDI UTOMO ta????

Pada tanggal 26/04/08, DeNnIeS DeNnIeS <dxn_...@yahoo.com> menulis:


> Jah ampun lagu aja sampe di cari2 makna dan Kandungannya....
> bukannya menghayati makna2 kandungan Al Qur'an & Hadits dgn Bimbingan para
> Ulama, malah menekuni Musik. Musibah....
>
> ntar lama2 di bikin Buku nich Syarah lagu Letto sebelum Cahaya Karya Asy

> Syaikh Rief H Al Andonisi <arie...@bumiputera.co.id> lucu+Kocak+aneh ,

> BUDI UTOMO
>
>
>
>
> ---------------------------------

Mina Lestari

unread,
Apr 30, 2008, 1:06:19 AM4/30/08
to mediamu...@googlegroups.com
Jumhur ulama ahlus sunnah jamaah memang mengharamkan musik kok,, contohnya Syaikh Utsaimin, Syaik Shalih Fauzan, Syaikh Abdullah Aziz bin Baz..dll .Di Indonesia: Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Ustadz hakim, Ustadz Zainal Abidin, Ustadz Firdaus, dll. ini dasar pengharamannya :
1.  Allah Berfirman "Dan diantara manusia ada yang menggunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan manusia dari Jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu  olok-olokan.  Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan." (QS. Lukman :6)
    Sebagian besar ulama ahli tafsir mengatakan perkataan yang tidak berguna itu dalam ayat tersebut adalah nyanyian.  HAsan Al Bashri juga berkata ayat tersebut turun dalam masalah musik dan lagu.

2. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda :"Akan ada sebagian dari umatku yang kelak akan menghalalkan sutra, zina, khamr, dan musik". (HR BUkhari dan Abu Dawud)
Maksudnya adalah akan datang suatu masa dimana beberapa golongan  umat islam mempercayai bahwa zina,musik,khamr, dan memakai sutra bagi laki-laki,adalah hukumannya halal,,padahal itu semua adalah haram

3.. Imam Syafi'i dalam kitabnya Al Qodho berkata bahwa "Nyanyian adalah kesia-siaan yang dibenci, bahkan menyerupai perkara bathil. Barangsiapa memperbanyak nyanyian maka ia adalah orang yang dungu,kesaksiannya tidak dapat diterima."

Pada tanggal 30/04/08, hadad syahiddin <hadad.s...@gmail.com> menulis:

hadad syahiddin

unread,
Apr 30, 2008, 4:24:10 AM4/30/08
to mediamu...@googlegroups.com
Klo (QS. Lukman :6) tu kan bisa juga ditafsirkan sebagai
ghibah,fitnah,debat yang ndak membangun atau tulisan yang
menyesatkan..lha ko tafsirnya bisa sampai ke musik tu gimana to???
dan untuk hadis Bukhari dan Abu Dawud,"Akan ada sebagian dari umatku
yang kelak akan menghalalkan sutra, zina, khamr, dan musik"... pan
disitu tidak disebutkan hukum asalnya apa?

Pada tanggal 29/04/08, Mina Lestari <mlstar...@gmail.com> menulis:

Wanto

unread,
Apr 30, 2008, 5:01:51 AM4/30/08
to mediamu...@googlegroups.com
Masalah Musik Udah Tuntas,Kenapa harus Diulang-lagi.Bagi mereka Yang
Berpaha Wahabi atau Di Indonesia lebih dikenal dgn Salafi,Memang
mengharamkan Musik secara Mutlak,tp itu bukan Jumhur Ulama.Ulama yg antum
sebutkan :

Syaikh Utsaimin, Syaik Shalih Fauzan, Syaikh Abdullah Aziz bin Baz..dll

Di Indonesia: Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Ustadz hakim, Ustadz
Zainal.
Abidin, Ustadz Firdaus, dll
Semuanya dari Salafi atau Wahabi bukan Menjadi Parameter Untuk menghukumi
Musik.Bagaimana dgn Ulama yg menghalalkan Musik begitu banyak,dgn Syarat2
tertentu.dan Ibnu Zubair ra dan Ibnu Umar,sahabat nabipun membolehkan
dalam suatu Riwat.Jangan terperangkap dalam Paradigma berfikir "Paling
benar sendiri"

Alangkah baiknya pihak yang mengharamkan lagu dan musik tabuhan, mau
jujur mengakui, bahwa tidak ada kesepakatan dalam masalah ini. Bukan
saja mengakui, tetapi juga menghargai pandangan orang-orang yang
berbeda dengan mereka, yaitu yang menyatakan mubah.
Bahkan telah ada dua puluh kitab yang disusun oleh ulama klasik
tentang pembelaan mereka terhadap lagu dan musik, sebagaimana yang
disebutkan dalam At Taratib Al Idariyah Juz II, hal. 132, di antaranya:

1 Kitab Ar Rukhshah fis Sima' yang ditulis oleh Imam Ibnu Qutaibah,
di dalamnya banyak sekali riwayat tentang sahabat, tabi'in, tabi'ut
tabi'in yang mendengarkan lagu, dengan atau tanpa musik.

2 Kitab Al Muhalla oleh Imam Ibnu Hazm, di dalamnya dia menyebutkan:
"Semua riwayat yang mengharamkannya itu batil dan maudhu'."

3. Kitab Muhammad bin Thahir al Maqdisy, dia menyebutkan di dalamnya:
"Tidak ada perbedaan mendengarkan suara senar gitar dengan suara
burung." Dia juga mengatakan, "Tak ada satu huruf pun yang shahih
tentang (pengharaman) ini."

4. Kitab Bawariqul Ilma' fi Takfiri man Yuharrimu Muthlaqas Sima'
karya Ahmad al Ghazali (saudara kandung Imam al Ghazali
)
5. Kitab Ibthalul Da'wal Ijma' `ala Tahrimi Muthlaqis Sima' karya
Imam Asy Syaukani (dalam karyanya yang lain yakni Nailul Authar juga
ada pembahasan tentang ini)

6. Kitab Nuzhatul Asma' fi Mas'alatis Sima' karya Imam Ibnu Rajab al
Hambali murid Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, ada pula yang mengatakan
murid Imam Ibnul Qayyim al jauziyah.

7. Kitab Ahkamul Qur'an karya Imam Abu Bakar Ibnul `Arabi al Maliki.
Dia mengatakan keringanan pada walimah, bukan hanya alat musik tabuh,
melainkan seluruh alat musik (Jilid III, hal. 1494). Ia menegaskan tak
ada di dalam Al Quran dan As Sunnah tentang pengharaman lagu dan musik
(Jilid III, hal. 1053)

8. Kitab Ihya' Ulumuddin karya Imam al Ghazali, dan karya-karya lainnya


--
"Hidup dan Mati untuk Hidup"

Wulung Prakoso

unread,
May 1, 2008, 9:04:47 PM5/1/08
to mediamu...@googlegroups.com
Nah...

Wanto <ass_ex...@globalteleshop.co.id> wrote:
> menulis:
>>
>>
>> klo kata mas budi utomo itu dah haram menurut jumhur ulama Ahlus
>> Sunnah Wal Jamaah...ulama yang mana to mas...ustadz BUDI UTOMO ta????
>>
>> Pada tanggal 26/04/08, DeNnIeS DeNnIeS menulis:

>>
>> > Jah ampun lagu aja sampe di cari2 makna dan Kandungannya....
>> > bukannya menghayati makna2 kandungan Al Qur'an & Hadits dgn Bimbingan
>> para
>> > Ulama, malah menekuni Musik. Musibah....
>> >
>> > ntar lama2 di bikin Buku nich Syarah lagu Letto sebelum Cahaya Karya
>> Asy
>> > Syaikh Rief H Al Andonisi lucu+Kocak+aneh
>> > budi utomo wrote: Assalamualaikum, afwan ya

Wirabudiman

unread,
May 1, 2008, 9:07:00 PM5/1/08
to mediamu...@googlegroups.com
Setuju

Rief H

unread,
May 1, 2008, 9:22:41 PM5/1/08
to mediamu...@googlegroups.com
Alhamdulillah .....
Mari saudara-saudaraku, kita rapatkan shaff dan luruskan barisan .....

Rita Agusti

unread,
May 1, 2008, 9:26:21 PM5/1/08
to mediamu...@googlegroups.com

Setuju banget..

Okki

unread,
May 1, 2008, 11:59:17 PM5/1/08
to mediamu...@googlegroups.com
Maaf, mengenai hal yang saya utarakan adalah berdasarkan ingatan saya akan buku yang pernah saya baca lama sekali dan saya lupa detailnya, kalo ingat tentu saya akan kemukakan disini.
 
Yah, memang masuklah engkau kedalam Islam secara kaffah atau seutuhnya, namun apakah orang yang masih mengerjakan dosa walaupun dia Islam tidak bisa diterima ? apakah anda, saya dan 90% orang didunia mampu masuk Islam secara Kaffah ? kalao nggak mampu, apakah kita ini kafir ? atau murtad ? kenapa dalil yang saya bilang tidak cocok ? apakah Lagu-laguan atau musik itu muncul tanpa seijin Allah SWT ? sesuai dalil yang anda jadikan pedoman (yang kebetulan juga saya jadikan pedoman), bahwa semua itu tergantung niatnya khan ? membaca Al Qur'an sekalipun kalo niatnya Riya juga berdosa khan ? kenapa kalo mendengarkan Musik kemudian membuat menginggat Allah SWT nggak boleh ? Kalo saya mendengarkan lagu-nya Ungu ... Bimbo .... bahkan Opick .... yang karena itu membuat saya lebih menginggat Allah SWT..... berarti saya berbuat dosa ? Lalu kalo saya membaca dan memahami Al Qur'an tapi nggak sanggup mengamalkannya apa nggak dosa ?
Islam itu sesungguhnya berat, kalau kita benar-benar harus memenuhi 100%, namun seperti yang saya bilang, saya manusia biasa ........ kalo nggak sanggup 100%, apakah saya kafir ?
 
selain itu, ada ayat-ayat ini yang menjadikan pegangan saya agar tidak berputus dari pengharapan akan ampunan Allah SWT :
 
Dan kepunyaan Allah-lah Timur dan Barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Mahaluas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui." (Al Qur'an, 2:115)
 

Sesungguhnya Orang-orang yang mengatakan : "Tuhan kami Allah" kemudian mereka meneguhkan  pendirian  mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan) : "Janganlah kamu merasa takut dan jangan kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu (QS 41;30)

 

Begitu menurut saya, maaf kalo sepertinya sok Pintar.

 

Rgds
 
Okkie 

Hilwan

unread,
May 2, 2008, 2:53:59 AM5/2/08
to mediamu...@googlegroups.com
Bismillah
 
Buat saudara-saudariku yang mengharamkan musik, biasanya bermanhaj (mengikuti jalan) salaf
sering disebut atau menamakan diri SALAFY atau WAHABI atau Ahalus Sunnah Waljamaah
Yang banyak mengikuti/ belajar pada ulama ulama di Mekkah atau Madinah
Semisal Syaikh Bin Baz, Syaikh Utsaimin, Syaikh Fauzan, Syaikh Nasiruddin Al AlBany dll.
Milis muslim ini anggotanya 1001 macem
Sebaiknya kalau menyampaikan sesuatu nasihat pake bahasa yang mudah dimengerti oleh saudara2 yg 1001 macem tsb
Agar nasihat yang disampaikan bisa diterima dg mudah dan tidak menimbulkan "polemik"
 
Buat sadara-sadariku seluruh anggota milis muslim ini
Apabila ada nasihat dalam milis ini yang kebetulan berseberangan dengan pendapat kita
semisal tiba-tiba ada yang mengharamkan musik .... Aneh kan ?!!!
tidak usah meradang, menerjang, kebakaran rambut (jarang yang pake jenggot soalnya)
Tapi simak, kaji, cocokan dg Al Quran dan Sunnah ambil faedah
Kalau bisa diterima Alhamdulillah, kalau tidak bisa diterima ya sudah
Agama ini nasihat
Kita diperintahkan untuk saling nasihat menasihati yang Haq
 
Semoga Allah Ta'ala melimpahkan barokah, dan hidayahNYA untuk kita semua
 

Demi masa.

Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

 

----- Original Message -----
From: Okki

Hilwan

unread,
May 2, 2008, 3:19:47 AM5/2/08
to mediamu...@googlegroups.com
Apa dan siapa itu WAHABI atau SALAFY
Mereka adalah yang mengaku berusaha mengikuti jalan salafus sholeh dari
Rasulullah dan para sahabatnya
ulama-ulama WAHABI atau SALAFY ini atau manhaj ini bersumber di Mekkah dan
Madinah
Kiblat kaum muslimin di dunia, tempat sumber ajaran islam ini muncul
Ulama ulama besarnya antara lain:
Syaikh Nasiruddin Al Albany (alm), Syaiky Bin Baz (alm), Syaikh Utsaimin
(alm), Syaikh Muqbil bin Hadi (alm)
ingin tahu lebih detail ini tentang manhaj salaf ini silahkan buka situsnya
antara lain:
http://www.darussalaf.or.id/
http://www.ahlussunnah-jakarta.com/
http://www.asysyariah.com/
http://almanhaj.or.id/
http://muslim.or.id/
http://perpustakaan-islam.com/

Barokallahufiikum


----- Original Message -----
From: "Wanto" <ass_ex...@globalteleshop.co.id>
To: <mediamu...@googlegroups.com>
Sent: Wednesday, April 30, 2008 4:01 PM
Subject: [mediamusliminfo] Musik Halal Atau Haram???


>

> --

> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG.

> Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.6/1404 - Release Date: 4/29/2008
> 6:27 PM
>
>

DeNnIeS DeNnIeS

unread,
May 2, 2008, 6:57:42 AM5/2/08
to mediamu...@googlegroups.com
Afwan sekedar menginformasikan

sebuah karya Ilmiah dari Asy Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah.

Judul Asli Tahrim alat At-Turob. Tarjamahan Polemik seputar hukum lagu & Music

Pustaka Darul Haq
Jumlah Halaman = 223

Bisa di download di
- http://mirrorksunnah.diinoweb.com/files/EbookIslam/AlAlbani/tahrim%20atturob%20.PDF

- http://www.electronicfiles.net/files/8537/Buku%20AHlussunnah/Tahrim%20alat%20At-Turob.zip


Semoga Bermanfaat....
Tahrim alat At-Turob.JPG

yoedha pamungkas

unread,
May 3, 2008, 5:18:02 AM5/3/08
to mediamu...@googlegroups.com
sfaqatz ya akhi hilwan ....sungguh komentar yang menyejukkan hati di tengah runcingnya perbedaan.saya gak habis pikir(cape rasanya)dengan debat haram mengharamkan ...babi jelas haram..khamar jelas haram ..kenapa dengan musik kita saling membenci....satu sama lain.

maz eddy

unread,
May 5, 2008, 9:42:13 AM5/5/08
to mediamu...@googlegroups.com
Ya akhi hilwan.
 
Dimana ente tahu Al-albani itu ulama Saudi?
chek latarbelakangnya dulu dong.

Hilwan <hilw...@telkom.net> wrote:

Sent from Yahoo! Mail.
A Smarter Email.

Hilwan

unread,
May 6, 2008, 7:31:55 AM5/6/08
to mediamu...@googlegroups.com

Sejarah Singkat Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

 

 

Hadits merupakan salah satu rujukan sumber hukum Islam di samping kitab suci Al-Qur'an. Di dalam hadits Nabi Muhammad SAW itulah terkandung jawaban dan solusi masalah yang dihadapi oleh umat di berbagai bidang kehidupan. Berbicara tentang ilmu hadits, umat Islam tidak akan melupakan jasa Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, atau yang lebih dikenal dengan Syeikh Al-Albani. Ia merupakan salah satu tokoh pembaharu Islam abad ini.

Karya dan jasa-jasanya cukup banyak dan sangat membantu umat Islam terutama dalam menghidupkan kembali ilmu hadits. Ia berjasa memurnikan ajaran Islam dari hadits-hadits lemah dan palsu serta meneliti derajat hadits. Al-Albani mempunyai nama lengkap Abu Abdirrahman Muhammad Nashiruddin bin Nuh al-Albani. Dilahirkan pada tahun 1333 H di kota Ashqadar, ibu kota Albania masa lampau. Ia dibesarkan di tengah keluarga yang tak berpunya secara materi, namun sangat kaya ilmu. Ayah al-Albani bernama Al Haj Nuh adalah lulusan lembaga pendidikan ilmu-ilmu syari'at di ibukota negara dinasti Utsmaniyah (kini Istambul).

Ketika Raja Ahmad Zagha naik tahta di Albania dan mengubah sistem pemerintahan menjadi pemerintah sekuler, Syeikh Nuh amat mengkhawatirkan dirinya dan diri keluarganya. Akhirnya ia memutuskan untuk berhijrah ke Syam dalam rangka menyelamatkan agamanya dan karena takut terkena fitnah. Dari sana, ia sekeluarga bertolak ke Damaskus. Setiba di Damaskus, Syeikh al-Albani kecil mulai mempelajari bahasa Arab. Al-Albani kecil masuk sekolah madrasah yang dikelola oleh Jum'iyah al-Is'af al-Khairiyah. Ia terus belajar di sekolah tersebut hingga kelas terakhir dan lulus di tingkat Ibtida'iyah.

Selanjutnya, ia meneruskan belajarnya langsung kepada para syeikh. Ia mempelajari Al-Qur'an dari ayahnya sampai selesai, disamping juga mempelajari sebagian fikih madzab Hanafi. Al-Albani juga mempelajari keterampilan memperbaiki jam dari ayahnya sampai mahir betul. Keterampilan ini kemudian menjadi salah satu mata pencahariannya. Pada umur 20 tahun, pemuda Al-Albani mulai mengkonsentrasikan diri pada ilmu hadits. Ketertarikannya itu berawal dari pembahasan-pembahasan yang ada dalam majalah al-Manar, sebuah majalah yang diterbitkan oleh Syeikh Muhammad Rasyid Ridha. Tulisan-tulisan sang Syeikh, sangat memukau hatinya.

Kegiatan pertama di bidang ini ialah menyalin sebuah kitab berjudul Al-Mughni 'an Hamli al-Asfar fi Takhrij ma fi al-Ishabah min al-Akhbar, karya al-Iraqi, berupa takhrij terhadap hadits-hadits yang terdapat pada Ihya' Ulumuddin-nya Al-Ghazali. Awalnya kegiatan Al-Albani dalam bidang hadits ini ditentang oleh ayahnya. Ia mengomentarinya begini, ''Sesungguhnya ilmu hadits adalah pekerjaan orang-orang pailit (bangkrut).'' Namun Syeikh al-Albani justru semakin cinta terhadap dunia hadits. Pada perkembangan berikutnya, Al-Albani tidak memiliki cukup uang untuk membeli kitab-kitab. Karenanya, beliau memanfaatkan Perpustakaan adh-Dhahiriyah di Damaskus. Di samping juga meminjam buku-buku dari beberapa perpustakaan khusus.

Begitulah, hadits menjadi kesibukan rutinnya sampai-sampai ia menutup kios reparasi jamnya. Al-Albani lebih betah berlama-lama dalam perpustakaan adh-Dhahiriyah, sehingga setiap harinya mencapai 12 jam. Tidak pernah istirahat mentelaah kitab-kitab hadits, kecuali jika waktu shalat tiba. Untuk makannya, seringkali hanya sedikit makanan yang dibawanya ke perpustakaan. Akhirnya kepala kantor perpustakaan memberikan sebuah ruangan khusus di perpustakaan untuknya. Bahkan kemudian ia diberi wewenang untuk membawa kunci perpustakaan. Dengan demikian, Al-Albani makin leluasa mempelajari banyak sumber.

Syeikh Al-Albani pernah dua kali mendekam dalam penjara. Kali pertama selama satu bulan dan kali kedua selama enam bulan. Itu tidak lain karena gigihnya beliau berdakwah kepada sunnah dan memerangi bid'ah sehingga orang-orang yang dengki kepadanya menebarkan fitnah.

Pengalaman mengajarnya dilakukan ketika menjadi pengajar di Jami'ah Islamiyah (Universitas Islam Madinah) selama tiga tahun. Dari tahun 1381-1383 H, ia mengajar tentang hadits dan ilmu-ilmu hadits. Setelah itu ia pindah ke Yordania. Pada tahun 1388 H, Departemen Pendidikan meminta kepada Syeikh Al-Albani untuk menjadi ketua jurusan Dirasah Islamiyah pada Fakultas Pasca Sarjana di sebuah Perguruan Tinggi di Kerajaan Yordania.

Tetapi situasi dan kondisi saat itu tidak memungkinkan beliau memenuhi permintaan itu. Pada tahun 1395-1398 H ia kembali ke Madinah untuk bertugas sebagai anggota Majelis Tinggi Jam'iyah Islamiyah di sana. Di negeri itu pula, Al-Albani mendapat penghargaan tertinggi dari kerajaan Saudi Arabia berupa King Faisal Fundation tanggal 14 Dzulkaidah 1419 H. Sebelum berpulang, Syeikh Al-Albani berwasiat agar perpustakaan pribadinya, baik berupa buku-buku yang sudah dicetak, buku-buku hasil foto kopi, manuskrip-manuskrip (yang ditulis olehnya ataupun orang lain) seluruhnya diserahkan kepada pihak Perpustakaan Jami'ah. Ia wafat pada hari Jum'at malam Sabtu tanggal 21 Jumada Tsaniyah 1420 H atau bertepatan dengan tanggal 1 Oktober 1999 di Yordania.

Karya-karya beliau amat banyak, ada yang sudah dicetak, ada yang masih berupa manuskrip dan ada yang mafqud (hilang). Jumlahnya sekitar 218 judul. Karya yang terkenal antara lain :

  1. Dabuz-Zifaf fi As-Sunnah al-Muthahharah

  2. Al-Ajwibah an-Nafi'ah 'ala as'ilah masjid al-Jami'ah

  3. Silisilah al-Ahadits ash Shahihah

  4. Silisilah al-Ahadits adh-Dha'ifah wal Maudhu'ah

  5. At-Tawasul wa anwa'uhu

  6. Ahkam Al-Jana'iz wabida'uha.

Di samping itu, beliau juga memiliki buku kumpulan ceramah, bantahan terhadap berbagai pemikiran sesat, dan buku berisi jawaban-jawaban tentang pelbagai masalah yang bermanfaat.

Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.8/1415 - Release Date: 5/5/2008 6:01 AM

Ahmad Wanto Situmorang

unread,
May 6, 2008, 10:16:57 PM5/6/08
to mediamu...@googlegroups.com
PEMIKIRAN SALAFI

Yang dimaksud dengan "Pemikiran Salafi" di sini ialah kerangka berpikir
(manhaj fikri) yang tercermin dalam pemahaman generasi terbaik dari ummat
ini. Yakni para Sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan
setia, dengan mempedomani hidayah Al-Qur'an dan tuntunan Nabi SAW.

Kriteria Manhaj Salafi yang Benar
Yaitu suatu manhaj yang secara global berpijak pada prinsip berikut :

Berpegang pada nash-nash yang ma'shum (suci), bukan kepada pendapat para
ahli atau tokoh.

Mengembalikan masalah-masalah "mutasyabihat" (yang kurang jelas) kepada
masalah "muhkamat" (yang pasti dan tegas). Dan mengembalikan masalah yang
zhanni kepada yang qath'i.

Memahami kasus-kasus furu' (kecil) dan juz'i (tidak prinsipil), dalam
kerangka prinsip dan masalah fundamental.

Menyerukan "Ijtihad" dan pembaruan. Memerangi "Taqlid" dan kebekuan.

Mengajak untuk ber-iltizam (memegang teguh) akhlak Islamiah, bukan meniru
trend.

Dalam masalah fiqh, berorientasi pada "kemudahan" bukan "mempersulit".

Dalam hal bimbingan dan penyuluhan, lebih memberikan motivasi, bukan
menakut-nakuti.

Dalam bidang aqidah, lebih menekankan penanaman keyakinan, bukan dengan
perdebatan.

Dalam masalah Ibadah, lebih mementingkan jiwa ibadah, bukan formalitasnya.

Menekankan sikap "ittiba'" (mengikuti) dalam masalah agama. Dan
menanamkan semangat "ikhtira'" (kreasi dan daya cipta) dalam masalah
kehidupan duniawi.

Inilah inti "manhaj salafi" yang merupakan khas mereka. Dengan manhaj
inilah dibinanya generasi Islam terbaik, dari segi teori dan praktek.
Sehingga mereka mendapat pujian langsung dari Allah di dalam Al-Qur'an
dan Hadits-Hadits Nabi serta dibuktikan kebenarannya oleh sejarah.
Merekalah yang telah berhasil mentransfer Al-Qur'an kepada generasi
sesudah mereka. Menghafal Sunnah. Mempelopori berbagai kemenangan
(futuh). Menyebarluaskan keadilan dan keluhuran (ihsan). Mendirikan
"negara ilmu dan Iman". Membangun peradaban robbani yang manusiawi,
bermoral dan mendunia. Sampai sekarang masih tercatat dalam sejarah.

Citra "Salafiah" Dirusak oleh Pihak yang Pro dan Kontra
Istilah "Salafiah" telah dirusak citranya oleh kalangan yang pro dan
kontra terhadap "salafiah". Orang-orang yang pro-salafiah - baik yang
sementara ini dianggap orang dan menamakan dirinya demikian, atau yang
sebagian besar mereka benar-benar salafiyah - telah membatasinya dalam
skop formalitas dan kontroversial saja, seperti masalah-masalah tertentu
dalam Ilmu Kalam, Ilmu Fiqh atau Ilmu Tasawuf. Mereka sangat keras dan
garang terhadap orang lain yang berbeda pendapat dengan mereka dalam
masalah-masalah kecil dan tidak prinsipil ini. Sehingga memberi kesan
bagi sementara orang bahwa manhaj Salaf adalah metoda "debat" dan
"polemik", bukan manhaj konstruktif dan praktis. Dan juga mengesankan
bahwa yang dimaksud dengan "Salafiah" ialah mempersoalkan yang
kecil-kecil dengan mengorbankan hal-hal yang prinsipil. Mempermasalahkan
khilafiah dengan mengabaikan masalah-masalah yang disepakati.
Mementingkan formalitas dan kulit dengan melupakan inti dan jiwa.

Sedangkan pihak yang kontra-salafiah menuduh faham ini "terbelakang",
senantiasa menoleh ke belakang, tidak pernah menatap ke depan. Faham
Salafiah, menurut mereka, tidak menaruh perhatian terhadap masa kini dan
masa depan. Sangat fanatis terhadap pendapat sendiri, tidak mau mendengar
suara orang lain. Salafiah identik dengan anti pembaruan, mematikan
kreatifitas dan daya cipta. Serta tidak mengenal moderat dan pertengahan.

Sebenarnya tuduhan-tuduhan ini merusak citra salafiah yang hakiki dan
penyeru-penyerunya yang asli. Barangkali tokoh yang paling menonjol dalam
mendakwahkan "salafiah" dan membelanya mati-matian pda masa lampau ialah
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah beserta muridnya Imam Ibnul-Qoyyim. Mereka
inilah orang yang paling pantas mewakili gerakan"pembaruan Islam" pada
masa mereka. Karena pembaruan yang mereka lakukan benar-benar mencakup
seluruh disiplin ilmu Islam.

Mereka telah menumpas faham "taqlid", "fanatisme madzhab" fiqh dan ilmu
kalam yang sempat mendominasi dan mengekang pemikiran Islam selama
beberapa abad. Namun, di samping kegarangan mereka dalam membasmi
"ashobiyah madzhabiyah" ini, mereka tetap menghargai para Imam Madzhab
dan memberikan hak-hak mereka untuk dihormati. Hal itu jelas terlihat
dalam risalah "Raf'l - malaam 'anil - A'immatil A'lam" karya Ibnu
Taimiyah.

Demikian gencar serangan mereka terhadap "tasawuf" karena
penyimpangan-penyimpangan pemikiran dan aqidah yang menyebar di dalamnya.
Khususnya di tangan pendiri madzhab "Al-Hulul Wal-Ittihad" (penyatuan).
Dan penyelewengan perilaku yang dilakukan para orang jahil dan yang
menyalahgunakan "tasawuf" untuk kepentingan pribadinya. Namun, mereka
menyadari tasawuf yang benar (shahih). Mereka memuji para pemuka tasawuf
yang ikhlas dan robbani. Bahkan dalam bidang ini, mereka meninggalkan
warisan yang sangat berharga, yang tertuang dalam dua jilid dari "Majmu'
Fatawa" karya besar Imam Ibnu Taimiyah. Demikian pula dalam beberapa
karangan Ibnu-Qoyyim. Yang termasyhur ialah "Madarijus Salikin syarah
Manazil As-Sairin ila Maqomaat Iyyaka Na'budu wa Iyyaka Nasta'in", dalam
tiga jilid.

Mengikut Manhaj Salaf Bukan Sekedar Ucapan Mereka
Yang pelu saya tekankan di sini, mengikut manhaj salaf, tidaklah berarti
sekedar ucapan-ucapan mereka dalam masalah-masalah kecil tertentu. Adalah
suatu hal y ang mungkin terjadi, anda mengambil pendapat-pendapat salaf
dalam masalah yang juz'i (kecil), namun pada hakikatnya anda meninggalkan
manhaj mereka yang universal, integral dan seimbang. Sebagaimana juga
mungkin, anda memegang teguh manhaj mereka yang kulli (universal), jiwa
dan tujuan-tujuannya, walaupun anda menyalahi sebagian pendapat dan
ijtihad mereka.

Inilah sikap saya pribadi terhadap kedua Imam tersebut, yakni Imam Ibnu
Taimiyah dan Ibnul-Qoyyim. Saya sangat menghargai manhaj mereka secara
global dan memahaminya. Namun, ini tidak berarti bahwa saya harus
mengambil semua pendapat mereka. Jika saya melakukan hal itu berarti saya
telah terperangkap dalam "taqlid" yang baru. Dan berarti telah melanggar
manhaj yang mereka pegang dan perjuangkan sehingga mereka disiksa
karenanya. Yaitu manhaj "nalar" dan "mengikuti dalil". Melihat setiap
pendapat secara obyektif, bukan memandang orangnya. Apa artinya anda
protes orang lain mengikut (taqlid) Imam Abu Hanifah atau Imam Malik,
jika anda sendiri taqlid kepada Ibnu Taimiyah atau Ibnul-Qoyyim

Juga termasuk menzalimi kedua Imam tersebut, hanya menyebutkan sisi
ilmiah dan pemikiran dari hidup mereka dan mengabaikan segi-segi lain
yang tidak kalah penting dengan sisi pertama. Sering terlupakan sisi
Robbani dari kehidupan Ibnu Taimiyah yang pernah menuturkan kata-kata:
"Aku melewati hari-hari dalam hidupku dimana suara hatiku berkata,
kalaulah yang dinikmati ahli syurga itu seperti apa yang kurasakan,
pastilah mereka dalam kehidupan yang bahagia".

Di dalam sel penjara dan penyiksaannya, beliau pernah mengatakan: "Apa
yang hendak dilakukan musuh terhadapku? Kehidupan di dalam penjara bagiku
merupakan khalwat (mengasingkan diri dari kebisingan dunia), pengasingan
bagiku merupakan rekreasi, dan jika aku dibunuh adalah mati syahid".

Beliau adalah seorang laki-laki robbani yang amat berperasaan. Demikian
pula muridnya Ibnul-Qoyyim. Ini dapat dirasakan oleh semua orang yang
membaca kitab-kitabnya dengan hati yang terbuka.

Namun, orang seringkali melupakan, sisi "dakwah" dan "jihad" dalam
kehidupan dua Imam tersebut. Imam Ibnu Taimiyah terlibat langsung dalam
beberapa medan pertempuran dan sebagai penggerak. Kehidupan dua tokoh itu
penuh diwarnai perjuangan dalam memperbarui Islam. Dijebloskan ke dalam
penjara beberapa kali. Akhirnya Syaikhul Islam mengakhiri hidupnya di
dalam penjara, pada tahun 728 H. Inilah makna "Salafiah" yang
sesungguhnya.

Bila kita alihkan pandangan ke zaman sekarang, kita temukan tokoh yang
paling menonjol mendakwahkan "salafiah", dan paling gigih
mempertahankannya lewat artikel, kitab karangan dan majalah pembawa missi
"salafiah", ialah Imam Muhammad Rasyid Ridha. Pem-red majalah "Al-Manar'
yang selama kurun waktu tiga puluh tahun lebih membawa "bendera" salafiah
ini, menulis Tafsir "Al-Manar" dan dimuat dalam majalah yang sama, yang
telah menyebar ke seluruh pelosok dunia.

Rasyid Ridha adalah seorang "pembaharu" (mujaddid) Islam pada masanya.
Barangsiapa membaca "tafsir"nya, sperti : "Al-Wahyu Al-Muhammadi",
"Yusrul-Islam", "Nida' Lil-Jins Al-Lathief", "Al-Khilafah", "Muhawarat
Al-Mushlih wal-Muqollid" dan sejumlah kitab dan makalah-makalahnya, akan
melihat bahwa pemikiran tokoh yang satu ini benar-benar merupakan "Manar"
(menara) yang memberi petunjuk dalam perjalanan Islam di masa modern.
Kehidupan amalinya merupakan bukti bagi pemikiran "salafiah"nya.

Beliaulah yang merumuskan sebuah kaidah "emas" yang terkenal dan
belakangan dilanjutkan Imam Hasan Al-Banna. Yaitu kaidah :

"Mari kita saling bekerja sama dalam hal-hal yang kita sepakati. Dan mari
kita saling memaafkan dalam masalah-masalah yang kita berbeda pendapat."

Betapa indahnya kaidah ini jika dipahami dan diterapkan oleh mereka yang
meng-klaim dirinya sebagai "pengikut Salaf".


--------------------------------------------------------------------------------

(disalin dari buku "Aulawiyaat Al Harokah Al Islamiyah fil Marhalah Al
Qodimah" karya Dr.Yusuf Al Qordhowi)

yapto indrawan

unread,
May 10, 2008, 7:19:42 PM5/10/08
to mediamu...@googlegroups.com

--- Ahmad Wanto Situmorang
<ass_ex...@globalteleshop.co.id> wrote:

=== message truncated ===


ASSALAMUALAIKUM,,, benar-benar mencerahkan. makasih.
hanya allah yang bisa memberi balasan sebaik-baiknya.


________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages