Buku digital ini berjudul "Ensiklopedi Anatomi Tumbuhan: Sifat-Sifat Batang serta Struktur dan Fungsi Jaringan Batang", merupakan tulisan yang berisi tentang "pengetahuan tentang anatomi tumbuhan" yang dapat memberikan tambahan wawasan pengetahuan dan pencerahan bagi pembaca.
Penelitian ini untuk mengembangkan bahan ajar berupa majalah guna mendukung berhasilnya proses pembelajaran anatomi tumbuhan. Hadirnya majalah anatomi tumbuhan diharapkan dapat memberikan suasana belajar yang baru selama proses belajar, serta mampu memberikan informasi terbaru. Model pengembangan dalam penelitian ini menggunakan model 4D dari Thiagarajan (1974). Model 4D memiliki 4 tahapan antaralain: define, design, develop, dan disseminate, tetapi dalam penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap develop saja tanpa tahap disseminate. Sampel yang digunakan dalam uji coba adalah mahasiswa kelas A angkatan 2017 berjumlah 35 orang, data diperoleh dengan menggunakan hasil angket. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan bahan ajar Majalah layak digunakan dalam pembelajaran, ini ditunjukkan hasil data uji ahli materi dinyatakan sangat baik, data uji media dan desain pembelajaran dinyatakan sangat baik, data uji coba perorangan dinyatakan sangat baik dan uji coba kelompok sedang dinyatakan sangat baik. Uji coba kelompok sedang dapat disimpulkan bahwa bahan ajar Majalah layak digunakan sebagai salah satu reverensi majalah bahan ajar Anatomi Tumbuhan oleh mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang karena sudah tervalidasi.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui anatomi tumbuhan sirih hutan. Instrumen yang digunakan yakni dokumentasi dan mikroskop. Penelitian yang menggunakan metode observasional. Populasi dalam penelitian adalah tumbuhan sirih hutan (Piper aduncum L). Sampel dalam penelitian adalah anatomi tumbuhan sirih hutan di Aimas Kabupaten Sorong. Variabel dependent/tetap adalah anatomi tumbuhan.Variabel independent/bebas adalah Anatomi tumbuhan sirih hutan. Hasil penelitin diporeh masa jenis yakni, akar 22.73 m/v, batang 14.10m/v, daun 13.11 m/v, buah, 9.3mv . Dan anatomi terdapat jaringan, epidermis, vascular silinder, parenkim, floem, xylem, jaringan dasar korteks dan tentunya memiliki fungsih yang berbeda. Dalam penelitian ini yang dikaji karakteristik anatomi akar diteliti ialah struktur epidermis, korteks, endodermis, floem, xylem, perisikel. Karakteristik anatomi batang yang diteliti ialah struktur epidermis, berkas pembuluh, parengkim. Karakteristik anatomi daun yang diteliti ialah epidermis, kolenkim, stomata, xylem floem. Karakteristik anatomi buah tumbuhan yang di teliti ialah, epidermis, korteks, floem, xylem, vascular bundlc, parenchyma. Dari penelitian antomi tumbuhan sirih hutan yang di amati maka, dapat di simpulkan bahwa tumbuhan sirih hutan merupkan tumbuhan monokotil.
Tumbuhan Amorphophallus muelleri Blume tumbuh pada lingkungan yang berbeda. Perbedaan tersebut memberikan respons yang berbeda secara morfologi, anatomi, fisiologi, dan biokimia. Tumbuhan ini mengasilkan umbi yang memiliki kadar asam oksalat tinggi. Asam oksalat dapat menyebabkan rasa gatal, iritasi (rasa panas dimulut), dan kristalisasi dalam ginjal (batu ginjal) jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan respons anatomi dan kadar asam oksalat tumbuhan A. muelleri Blume pada lingkungan yang berbeda. Pengambilan sampel tumbuhan menggunakan metode purposive sampling yang dilakukan di tiga lokasi yaitu Desa Kowel Kec. Pamekasan-Madura, Desa Sambikerep Kec. Rejoso-Nganjuk, dan Desa panglungan Kec. Wonosalam-Jombang. Respons anatomi dan kadar asam oksalat dianalisis menggunakan uji statistika deskriptif dan hubungan antara faktor lingkungan dengan anatomi dan kadar asam oksalat menggunakan uji Cannonical Correlation Analysis (CCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara faktor lingkungan meliputi klimaterik dan edafik dengan respons anatomi yaitu kerapatan stomata, ketebalan epidermis, dan ketebalan palisade serta kadar asam oksalat. Desa Kowel memiliki respons anatomi tertinggi yaitu kerapatan stomata sebesar 120,255 ïm, ketebalan epidermis 41,5 ïm dan ketebalan palisade 113,5 ïm, sedangkan Kadar asam oksalat tertinggi ada pada Desa Panglungan yaitu 427,09 ppm. Pada penelitian ini untuk mendapatkan kadar asam oksalat yang rendah maka tumbuhan A. muelleri Blume sebaiknya ditanam pada dataran rendah.
Mata kuliah ini berisi tentang strukturdalam dari tubuh tumbuhan, meliputi sitologi, histologi dan organologi.Sitologi mempelajari segala sesuatu tentang sel, baik sejarah perkembanganteori bentuk sel dan pembelahan sel. Histology mempelajari mengenai segalasesuatu tentang jaringan pada tumbuhan meliputi jaringan meristem jaringanepidermis, jaringan dasar, jaringan penguat, jaringan pengangkut. Organologimempelajari bentuk-bentuk anatomi organ tanaman seperti akar, batang dan daun.Selain itu dalam perkuliahan ini juga dibahas tentang embriologi terutamamengenai mikrosporogenesis dan makrosporogenesis.
Fungsi transportasi zat mampu dilakukan batang karena adanya struktur jaringan-jaringan pembuluh, yaitu pembuluh kayu (xilem) dan pembuluh tapis (floem). Secara anatomis, xilem tersusun oleh sel-sel panjang berupa trakeid dan unsur pembuluh.
Buku ini menyajikan panduan praktikum dalam kegiatan pembelajaran bidang biologi tumbuhan untuk memudahkan pemahaman tentang konsep-konsep dasar tumbuhan, khususnya yang berkaitan dengan sel tumbuhan, jaringan tumbuhan, anatomi tumbuhan, arsitektur tumbuhan, bunga, buah dan biji. Beberapa aspek sel tumbuhan yang disajikan dalam buku ini mencakup bentuk sel tumbuhan, bagian sel tumbuhan yang hidup dan benda-benda ergastik. Jaringan tumbuhan yang dipelajari melalui kegiatan praktikum dalam buku ini antara lain jaringan epidermis, parenkim, kolenkim, sklerenkim, meristem, xilem dan floem. Anatomi tumbuhan yang disajikan berkaitan dengan akar, batang dan daun. Praktikum arsitektur tumbuhan menganalisis percabangan pada batang pohon tumbuhan dan menentukan model pohon tersebut berdasarkan arsitektur batangnya. Topik bunga mencakup bunga tunggal dan majemuk, rumus bunga dan diagram bunga. Topik praktikum buah dan biji dititik beratkan pada aspek morfologinya.
Prof. Dra. Nio Song Ai, M.Si., Ph.D., menyelesaikan studi S1 di IKIP Malang, S2 di Institut Teknologi Bandung dan S3 di University of Western Australia, Perth Australia di bidang biologi. Saat ini penulis bekerja sebagai tenaga pendidik di Fakultas MIPA Universitas Sam Ratulangi