Fwd: Workshop Enneagram: Pengenalan Diri melalui 9 tipe Kepribadian

10 views
Skip to first unread message

Fidelis Waruwu

unread,
Jan 2, 2014, 4:56:30 AM1/2/14
to Satu Consulting, Kurnia Setiawan, LionQuestIndonesia, mbti-f...@googlegroups.com, mbti-in...@googlegroups.com, disc-in...@googlegroups.com, budaya-n...@googlegroups.com, bn-indonesia@googlegroups com, pus...@yahoogroups.com, magister_...@unair.ac.id, Psikologi UI, Meiske Yunithree
​​

Dear
​All​
,

Siapa tahu ada rekan yang ingin mengikuti Workshop Enneagram. Bekerjasama dengan Pusat Bimbingan dan Konsultasi Psikologi (PBKP), Universitas Tarumanagara, Jakarta -- Education Training & Consulting hendak menyelenggarakan Workshop Enneagram: Sebuah tools pengenalan diri efektif. Tentu dengan harga akademis. Silahkan melakukan follow up bagi yang berminat.

Salam,
Fidelis​


Workshop Enneagram

Sebuah tools pengenalan diri efektif

PBKP, Universitas Tarumanagara, Jakarta | 20-21 Januari 2014

 

Pengantar

Enneagram adalah sebuah tools pengenalan diri. Prinsip-prinsip enneagram banyak dipraktekkan sebagai tools pengenalan diri di berbagai institusi, bahkan juga di perguruan tinggi.

Enneagram berpandangan ba

​h​
wa perilaku manusia dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yakni faktor pikiran (kepala), faktor emosi atau perasaan (hati) dan faktor naluri (kemarahan). Belakangan temuan ilmu neuroscience mendukung teori tiga pusat kecerdasan
​ tersebut, dan memiliki dasar biologisnya pada fungsi otak manusia. Paul D. Mc. Lean (1913 – 2007), seorang physician and neuroscientist Amerika, setelah melakukan penelitian terhadap otak manusia akhirnya disimpulkan bahwa otak berkembang sesuai dengan tahapan evolusi. Struktur Otak manusia terdiri dari tiga tahapan evolusi, yakni: (a) sistem batang otak (yang dimiliki juga oleh reptil), merupakan pusat insting atau naluri. Dalam enneagram dikatakan sebagai gaya kepribadian yang berpusat pada naluri (kekuatan). (b) Sistem Limbik dimiliki juga oleh binatang mamalia. Fungsi otak tengah ini adalah untuk menyimpan perasaan-perasaan (emosi) kita yang menyenangkan, menyimpan memori dan hal-hal yang sudah kita pelajari. Dalam enneagram pribadi yang dominan otak tengah ini mengembangkan gaya yang berpusat pada hati (emosi); dan  (c) Neokorteks dimiliki oleh manusia. Fungsi human brain ini adalah mengatur pesan-pesan yang kita terima melalui penglihatan, pendengaran dan sensasi tubuh kita.Hasil dari pengaturan itu menghasilkan penalaran, berpikir secara intelektual, membuat keputusan, menciptakan gagasan dan berbagai kreativitas. Dalam enneagram, gaya pribadi yang dominan neocortex ini berpusat pada kepala (pikiran).

Hingga kini, ada banyak studi mengenai ennegram termasuk membandingkan enneagram dengan berbagai teori kepribadian yang sudah diterima secara ilmiah, seperti MBTI (Myers Briggs Type Indicator); membandingkan enneagram dengan cara kerja otak; dengan mekanisme pembelaan diri; dan berbagai teori kepribadian lainnya. Dari hasil studi yang sudah kita capai hingga kini, kita dapat menempatkan enneagram ini sebagai sebuah tools yang dapat diterapkan dalam proses pengenalan diri yang efektif dan mudah diaplikasikan. Caranya sederhana, tidak banyak istilah dan kita langsung mengalaminya dalam hidup sehari-hari.

 

Tempat:

Ruang Pusat Bimbingan dan Konsultasi Psikologi (PBKP)

Universitas Tarumanagara | Kampus 1

Gedung L Lantai 2

Jln LetJen S. Parman No.1 - Jakarta Barat

Telp: (021) 5671747 ext. 402

 

Waktu:

Senin – Selasa / 20 – 21 Januari 2014

Pukul 08.00 – 16.00

 

Investasi:

Internal Untar Rp 750.000,-/orang

Umum             Rp 1.000.000,-/orang


Mohon ditransfer ke:

BCA 306 1013 073

a/n Meiske Yunithree Suparman


Dalam biaya tersebut sudah termasuk:


Materi

​dan ​
Modul Enneagram; Questionaire, manual 9 tipe kepribadian​

2 x Coffee + Lunch dan sertifikat kepesertaan


Pendaftaran

PBKP Untar    (021) 5671747 ext. 402

                         081382018940

e-mail: Meiske Yunithree <meiskey...@gmail.com>

Pendaftaran ditutup kalau quota sudah penuh.



Agenda:

Hari Pertama

08:00   Registrasi

08.30   Sesi Pertama: Sejarah, Filosofi Dasar Enneagram

10:00   Coffee Break, sambil berkenalan

10:30   Sesi Kedua: Kuesioner Enneagram

            Membahas hasil – Cara scoring menemukan tipe enneagram

12:00   ISOMA

13:30   Sesi Ketiga Penjelasan Tipe Dasar Enneagram

a)    Thinking Centre

b)    Feeling Centre

c)    Instinctive Centre

15:00   Coffee Break dalam kegiatan kelompok

16:00   Circle Time: tugas pribadi

 

Hari Kedua

08:00   Sesi Keempat: Pengenalan Tipe Thinking Centre:

a)    The Investigator

b)    The Loyalist

c)    The Enthusiast

10:00   Coffee Break, sambil pertemuan dalam kelompok (memperdalam tipe Thinking Centre)

10:30   Sesi Kelima: Pengenalan Tipe Feeling Centre:

a)    The Helper

b)    The Achiever

c)    The Individualist

12:00   ISOMA

13:30   Sesi Keenam: Pengenalan Tipe Instinctive Centre:

a)    The Challenger

b)    The Peacemaker

c)    The Reformer

15:00   Coffee Break sambil dalam kegiatan kelompok

16:00   Penutup, evaluasi.


 

Workshop Leader

Fidelis Waruwu, M.Sc.,Ed.

Saat ini bekerja sebagai direktur Education Training & Consulting dan Staff Pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara, Jakarta (saat ini status cuti di luar tanggungan). Lahir di Nias pada tanggal 28 Oktober 1964. Ia belajar filsafat di STFT St. Yohannes Pematangsiantar hingga menyelesaikan Sarjana Filsafat di Universitas Katolik St. Thomas Medan (1990). Tiga tahun kemudian ia belajar ilmu pendidikan dengan jurusan formasi kepribadian di Universitas Pontificia Salesiana, Roma, Italia. Setelah menyelesaikan Master in Science of Education (M.Sc.Ed) tahun 1996 ia mengikuti program sertifikasi 6 bulan menjadi formator para formator (formatore dei formatori) dengan bidang keahlian formasi kepribadian. Selanjutnya ia memperoleh sertifikat sebagai Trainer Living Values (Oxford, 2004) dan sertifikat MBTI (Myers Briggs Type Indicator) internasional (2006) serta DISC Profile. Sekarang ia banyak memberikan training di bidang formasi kepribadian, MBTI, DISC Profile, Corporate Culture, Character Building & Team Building. Ia juga menjadi founder Education Training & Consulting(www.edutraco.com) yang memberikan pelayanan dalam berbagai training formasi kepribadian.


Berbicara pada banyak seminar, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pada tingkat nasional, menjadi staff pengajar “Integritas kepribadian” pada Pentaloka Nasional Program KB Bagi kepala Institusi Pengelola KB Kabupaten/Kota angkatan I s/d IV (2005); menjadi pembicara “Keluarga sebagai tempat pembelajaran dan pewarisan nilai-nilai kehidupan” di Lokakarya Nasional Departemen Agama RI; memberikan puluhan seminar Living Values dan educational program di berbagai institusi, bagi para guru, dosen dan orang tua, al. di tingkat universitas: Universitas Pelita Harapan (Jakarta), Universitas Bina Nusantara (Jakarta), Universitas Indonesia, Jakarta; Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta dan Universitas Tarumanagara, Jakarta. Pada tingkat Yayasan: IPGABI (Ikatan Pembina Gelanggang Anak-anak Buddhis Indonesia), Yayasan Bunda Hati Kudus, Jakarta; Yayasan Regina Pacis, Jakarta; Yayasan Adikarat Niat, Jakarta; Yayasan Diannanda, Jakarta; Yayasan Sekolah Madania, Bogor; Pelatihan Kepala Sekolah dan Dinas Pendidikan di NTT (Kupang, Ende, Atambua, Sumba Timur dan Barat).


Menjadi pembicara dalam kongres internasional, antara lain: menjadi pembicara dengan topik, ”Living Values and emotional intelligence” pada European Congress of Psychology (3-8 July 2005) di Granada, Spanyol. Menjadi pembicara, “Living Values Educational Program (LVEP) increases teaching quality” (13-17 Juli 2005) pada International School Psychology Colloquium di Athena, Yunani; Menjadi peserta dan pembicara pada “28th International Congress of Psychology”, Beijing 8-13 Agustus 2004. Menjadi Peserta dan pembicara dengan topik “Social activities of the elderly across cultures” pada: “International Federation on ageing” 7th Global Conference, Singapura, 4-7 September 2004; Sebagai Peserta dan pembicara dengan topik, “Parmalim music and healing. A case study on healing in Tapanuli, North Sumatra” pada International Association for Cross-Cultural Psychology Sixth European Regional Congress 2003, di Budapest – Hungary; Sebagai Peserta dan pembicara dengan topik, “Religious development in adolescence. An empirical study of the religious component and of some variables related to it” “8th European Congress of Psychology” di Vienna – Austria, tanggal 6-11 Juli 2003.


​​



Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages