Dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) tim berhasil mengembangkan aplikasi digital yang diberi nama KLINIKOO Dental Scanning. Aplikasi digital yang masih dalam versi awal ini mampu mendeteksi adanya lubang gigi berdasarkan foto gigi. Foto gigi tersebut dianalisis dengan kecerdasan buatan yang telah dikembangkan tim riset.
Kegiatan riset dan pengembangan ini diinisasi sejak tahun 2021 lalu melalui program Joint Research Internship antara Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) FT UGM, Toyohashi University of Technology (Jepang), dan KLINIKOO. Dari program tersebut, dihasilkan prototipe dasar teknologi prediksi masalah gigi berdasarkan foto gigi meskipun dengan akurasi yang terbatas.
Selanjutnya dengan dukungan Matching Fund Kedaireka 2022 Kemendikbudristek, riset dan pengembangan tersebut dilakukan lebih intensif dengan jumlah data gigi yang jauh lebih banyak hingga mencapai 10.000 foto gigi. Dengan riset yang lebih intensif dalam algoritma AI dan jumlah data yang cukup besar menghasilkan hasil akurasi yang lebih baik.
Saat ini aplikasi ini masih dalam tahap uji coba. Namun, masyarakat bisa menggunakan secara secara gratis dengan mengaksesnya melalui tautan Dalam waktu dekat aplikasi ini juga akan segera dirilis di Google Play Store.
CEO KLINIKOO, M. Andy Zaky, menyampaikan harapan dengan hadirnya aplikasi ini bisa memudahkan masyarakat untuk melakukan deteksi dini terkait persoalan kesehatan gigi. Dengan begitu masyarakat dapat segera mendapat perawatan terbaik untuk menangani masalah kesehatan giginya.
Sementara dihubungi secara terpisah Dirjen Dikti Kemdikbudristek, Prof. Nizam, menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Teknik UGM yang berkolaborasi dengan bidang keilmuan lainnya dalam mengembangkan aplikasi di bidang kesehatan dengan menggunakan kecerdasan buatan. Kecerdasaan buatan sangat membantu manusia dalam melakukan pengolahan data yang besar dan referensi informasi yang tersembunyi di berbagai hal. Ia berharap aplikasi yang telah dikembangkan dapat membantu masyarakat terutama dalam mendeteksi lubang gigi.
Cara mendaftar layanan poli gigi melalui website maupun aplikasi sangat mudah. setelah berhasil masuk ke aplikasi maupun website, pasien diminta memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), lalu pilih antrean baru serta lokasi Puskesmas Bojongsari dan poli gigi.
Sekarang seluruh cabang telah menggunakan sistem omnicare, data-data riwayat pemeriksaan pun tersentralisasi, dan dapat diakses dari cabang manapun, komunikasi semakin mudah dengan fitur chat dari aplikasi, dan dokter mendapatkan konfirmasi setiap adanya penjadwalan. Klinik Nadira menjadi semakin efisien.
Salah satu client gigi kami di Bali yang telah puas menggunakan aplikasi omnicare. Selain menggunakan aplikasi untuk mengatur operasionalnya, klinik mydentist Bali juga mendapatkan situs resmi yang terintegrasi dengan halaman booking perjanjian.
Praktisi kesehatan mulut dan gigi memiliki risiko yang sangat tinggi terhadap penularan virus SARS-CoV-2 karena melakukan perawatan sekitar mulut dalam jarak dekat yang merupakan penghasil droplet dan pada kegiatan oprasionalnya pasti menghasilkan erosol (droplet yang melayang di udara dan terbawa angin) yang dapat bergerak lebih jauh. Jika erosol mengandung virus, tentunya penyebarannya bisa lebih jauh dari pada droplet biasa yang tidak menyebar lebih dari 2 meter, sehingga diperlukan pendekatan desain dan aplikasi yang tepat untuk menghindari droplet atau aerosol tersebut. Tujuan penelitian ini adalah membuat pendekatan desain dan aplikasi ruang terhadap ruang praktek dokter gigi yang tanggap terhadap penyebaran virus Covid 19. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dari sumber-sumber terkait seperti jurnal, panduan dan pedoman aplikasi ruang praktek dokter gigi. Dari studi tersebut kemudian ditelaah bagaimana aplikasi dan pendekatan desain yang cocok untuk diterapkan di masa pandemi. Hasil penelitian ini antara lain adalah aplikasi desain yang dilihat dari tiga kriteria yaitu tata sirkulasi, tata ruang dan system dalam ruang serta tata suasana.
Gigi adalah jaringan tubuh yang paling keras dibanding yang lainnya. Fungsi utama dari gigi adalah untuk berbicara, mempertahankan bentuk muka, merobek dan menguyah makanan. Mengingat kegunaannya sangat penting, maka dianjurkan untuk menjaga kesehatan gigi sedini mungkin agar dapat bertahan lama dalam rongga mulut. Namun demikian, gigi merupakan jaringan tubuh yang mudah sekali mengalami kerusakan. Ini terjadi ketika gigi tidak memperoleh perawatan semestinya. Oleh karena itu, diperlukan suatu cara bagi pasien untuk mengerti penyakit gigi yang dialami secara efektif dan efisien. Meskipun seorang dokter gigi adalah orang yang ahli dibidangnya, namun sebagai manusia biasa seorang dokter gigi mempunyai keterbatasan daya ingat dan stamina kerja. Sehingga seorang dokter gigi pada suatu ketika bisa saja melakukan kesalahan yang mungkin salah satunya melakukan kesalahan pada hasil diagnosa yang bisa berlanjut pada kesalahan solusi yang diambil. Melihat kekurangan yang manusiawi tersebut, menjadi tantangan bagi ilmu teknik informatika untuk merancang sistem berpengetahuan pakar akan tetapi dengan kapasitas dan daya tahan yang lebih kuat. Sistem ini adalah sistem pakar diagnosa penyakit menggunakan pendekatan Metode Forward Chaining yang merupakan suatu teknik yang digunakan untuk mengatasi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan. Metode ini cocok untuk mengukur sesuatu apakah pasti atau tidak pasti dalam mendiagnosis penyakit sebagai contohnya. Dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, berpengaruh pula pada perkembangan mobile saat ini, sehingga perangkat mobile saat ini sangatlah membantu dalam menyajikan informasi yang cepat dan efisien.
Sayangnya, banyak yang menganggap maloklusi hanya isu estetika yang tak perlu diperbaiki. Padahal kondisi ini bisa menimbulkan dampak negatif jangka panjang, seperti timbulnya karies hingga penyakit sistemik lainnya pada gigi dan mulut.
Untuk membantu masyarakat mengatasi masalah tersebut startup berbasis teknologi di bidang perawatan gigi kosmetik, Klar, menggabungkan kecanggihan teknologi software dan aplikasi dengan keahlian kedokteran gigi spesialis dalam bentuk aligner berteknologi modern.
Melalui aplikasi ini pengguna dapat melakukan tes senyum mereka dengan melakukan selfie kondisi senyum dan gigi mereka, kemudian akan mendapatkan penilaian dan saran perawatan gigi mereka dari ortodontis.
"Bagi pengguna yang sedang melakukan perawatan gigi, aplikasi ini berfungsi juga sebagai pengingat dan memonitor proses perawatan gigi tersebut. Dan yang paling memudahkan, apalagi di masa pandemi seperti sekarang, pengguna dapat melakukan konsultasi secara online dengan dokter via aplikasi, sehingga meminimalkan jumlah visit ke klinik," Ellen menjelaskan.
Dengan kemajuan teknologi, khususnya telemedis, ia berpendapat seharusnya ada alternatif yang lebih baik untuk merapikan gigi--didukung teknologi yang memudahkan bagi pasien dan dokter gigi--dibuat oleh spesialis (ortodontis).
"Maka itu, kami membuat ekosistem perawatan gigi yang terintegrasi, di mana kami mengundang para dokter gigi dan ortodontis untuk memberikan konsultasi secara online, merancang aligner yang tepat untuk pasien, dan setiap pasien bisa melakukan check-up secara berkala menggunakan aplikasi," ucapnya menambahkan.
Kementerian Kesehatan memberikan kesempatan bagi dokter dan dokter gigi yang membuka tempat praktik mandiri untuk melakukan akreditasi secara mandiri. Akreditasi bisa dilakukan melalui beberapa aplikasi yang terintegrasi dengan sistem Informasi SATUSEHAT.
Akreditasi ini bertujuan untuk menyediakan dan memelihara mutu pelayanan serta keselamatan pasien di tempat praktik mandiri dokter maupun dokter gigi sekaligus menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan sesuai dengan standar mutu.
Usai seluruh proses dilakukan, dokter dan dokter gigi akan memperoleh QR Code yang terhubung dengan SATUSEHAT mobile. QR Code ini selanjutnya harus diunduh, dicetak dan dipajang di ruang praktik atau tempat yang mudah dilihat serta dijangkau pasien.
Selain melalui QR Code, penilaian akreditasi mandiri juga dilakukan melalui kepatuhan pelaporan pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan terkait program nasional yang dibuat oleh TPMD dan TPMDG melalui aplikasi rekam medik elektronik yang terintegrasi dengan platform SATUSEHAT.
Kemajuan ilmu pengetahuan membawa dampak yang besar dalam perkembangan teknologi informasi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan salah satu pertanda masuknya suatu era baru bagi dunia yaitu era globalisasi dan sekarang telah mencapai Era Society 5.0 atau masa dimana teknologi sudah menjadi bagian hidup manusia. Pelayanan kesehatan yang diberikan pada masa pandemi, jelas perlu memanfaatkan teknologi yang ada untuk menghindari paparan secara langsung antara tenaga kesehatan dengan pasien. Generasi Z dapat dikatakan terbiasa akan keberadaan teknologi informasi dikarenakan segala bidang di dalam kehidupan mereka terbiasa melibatkan penggunaan perangkat digital. Terutama dalam masa pandemi COVID-19 penggunaan teknologi sangat berguna dalam bidang kesehatan seperti Teledentistry, Teledentistry merupakan pemanfaatan teknologi informasi untuk konsultasi mengenai kesehatan gigi dan mulut tanpa batasan jarak. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner melalui google formulir yang berisikan pertanyaan - pertanyaan mengenai pemanfaatan kemajuan teknologi informasi dalam bentuk aplikasi konsultasi gigi dan mulut secara online (teledentistry). Data - data yang diperoleh dari pengisian kuesioner disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi untuk mengetahui tingkat pengetahuan pemanfaatan kemajuan teknologi informasi oleh generasi Z pada Era Society 5.0 yang menghasilkan tingkat pemahaman dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut para generasi z terhitung rendah serta penggunaan praktik konsultasi online (teledentistry) masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan pemanfaatan aplikasi teledentistry yang menjadi solusi dalam menghindari kontak langsung antara dokter gigi dengan pasien untuk mengurangi rantai penularan virus selama pandemi COVID-19 dan siap menjadi bagian dalam mengisi Era Society 5.0.
df19127ead